cover
Contact Name
Made Dirgantara
Contact Email
dirgantaramade@mipa.upr.ac.id
Phone
+6285252823239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Hendrik Timang, Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya Kampus UPR Tunjung Nyaho Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 73112
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains
ISSN : -     EISSN : 26861658     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains dikelola oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya Dengan e-ISSN 2686-1658, merupakan wadah bagi peneliti yang bergerak dibidang Sains khususnya Fisika, Kimia dan Biologi serta penelitian di bidang Matematika untuk dapat mempublikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan. Fokus utama dalam jurnal ini adalah pengelolaan serta pemanfaatan potensi lokal khususnya di daerah Kalimantan untuk berbagai terapan dalam menjawab permasalahan masyarakat serta berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal Jejaring Matematika dan Sains bersifat Open Access terbit setiap 6 bulan sekali dengan 8 artikel setiap terbitannya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 72 Documents
Pemurnian Asap Cair Hasil Torefaksi Cangkang Sawit dengan Cara Destilasi dan Filtrasi dengan Arang Aktif: Purification of Liquid Smoke from Torrefaction of Palm Oil by Distillation and Filtration with Activated Charcoal Karelius, Karelius; Rosmainar, Lilis; Novia Toemon, Angeline; Dirgantara, Made
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 2 No. 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.2020.v2.i2.407

Abstract

The liquid smoke produced from the torrefaction process of oil palm shells has the potential to be used as an antiseptic base for hand sanitizer and disinfectant products. It is due to its high phenol and acetic acid content. Apart from phenol and acetic acid, there are many other compounds that must be separated in the hope of obtaining liquid smoke with the main components of acetic acid and phenol, which function as antibacterial agents. This research begins with the production of liquid smoke through a torrefaction process. The liquid smoke obtained is distilled at 150 oC and followed by adsorption with activated charcoal for the purification process. The pH value and acetic acid content in the purified liquid smoke were determined and analyzed using GC-MS to determine the chemical compounds. The pH value has decreased after the refining process by distillation, and activated charcoal is inversely proportional to the increase in acetic acid levels after purification. Based on GC-MS analysis results, it can be seen that the levels of acetic acid, phenol, propanoic acid, and 2-propanone increased after distillation. The loss of 1,2-Benzenediol and 2-Furancarboxaldechde compounds shows that distillation of liquid smoke at 150oC is effective for separating the heavy fraction of liquid smoke. Furthermore, the distilled liquid smoke is filtered using activated charcoal. The GC-MS analysis results showed that the filtration results with activated charcoal could increase acetic acid and propanoic acid levels in liquid smoke.
Pemodelan Protein dengan Homology Modeling menggunakan SWISS-MODEL: Protein Modeling with Homology Modeling using SWISS-MODEL Komari, Noer; Hadi, Samsul; Suhartono, Eko
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 2 No. 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.2020.v2.i2.408

Abstract

The three-dimensional (3D) structure of proteins is necessary to understand the properties and functions of proteins. Determining protein structure by laboratory equipment is quite complicated and expensive. An alternative method to predict the 3D structure of proteins in the in silico method. One of the in silico methods is homology modeling. Homology modeling is done using the SWISS-MODEL server. Proteins that will be modeled in the 3D structure are proteins that do not yet have a structure in the RCSB PDB database. Protein sequences were obtained from the UniProt database with code A0A0B6VWS2. The results showed that there were two models selected, namely model-1 with the PDB code template 1q0e and model-2 with the PDB code template 3gtv. The results of sequence alignment and model visualization show that model-1 and model-2 are identical. The evaluation and assessment of model-1 on the Ramachandran Plot have a Favored area of ??97.36%, a MolProbity score of 0.79, and a QMEAN value is 1.13. Model-1 is a good 3D protein structure model.
Inventarisasi dan Status Konservasi Herpetofauna di Punggualas, Taman Nasional Sebangau: Inventory and Conservation Status of Herpetofauna in Punggualas, Sebangau National Park
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.2020.v2.i1.301

Abstract

Informasi tentang herpetofauna di Punggualas, Taman Nasional Sebangau telah dilakukan pada tahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginventarisasi jenis-jenis herpetofauna setelah empat tahun dari data terakhir di Punggualas, Taman Nasional Sebangau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Visual Encountered Survey (VES) selama empat hari di sepanjang transek Kahiu dan Metarius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 spesies yang terinventarisasi yang terdiri dari delapan spesies reptile (7 famili) dan tiga spesies amfibi (3 famili). Temuan ini lebih sedikit dibandingkan literatur pada tahun 2015 yaitu sebanyak 33 spesies yang terdiri dari 17 spesies reptile (13 famili) dan 16 spesies amfibi (4 famili). Hal ini dikarenakan perbedaan luas daerah pengamatan, lama pengamatan, metode, jumlah orang pengamat, dan tingkat keahlian pengamat. Lima spesies ditemukan pada penelitian ini yang belum ditemukan pada tahun 2015 yaitu Homalopsis buccata, Ahaetulla prasina, Cyrtodactylus sp., Siebenrockiella crassicollis, dan Notochelys platynota. Terkait dengan status, 28 spesies herpetofauna berstatus Least Concern, tiga spesies berstatus Vulnerable, dan satu spesies berstatus Near Threatened. Enam spesies lainnya belum memiliki status konservasi di IUCN Red List. Perlu dilakukan penelitian berikutnya tentang jumlah populasi dan pengamatan pada daerah yang lebih luas.     
Populasi dan Karakteristik Habitat Tarsius (Cephalopachus bancanus borneanus) di Punggualas, Taman Nasional Sebangau: Population and Habitat Characteristics of Tarsier (Cephalopachus bancanus borneanus) in Punggualas, Sebangau National Park Robby Octavianus
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.2020.v2.i1.312

Abstract

Tarsier (Cephalopachus bancanus borneanus) is one of the endemic primates in Kalimantan. IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) has established the conservation status of Cephalopachus bancanus borneanus as a vulnerable primate. This research was conducted in the Punggualas area, Sebangau National Park, from June to August 2019. The data collected was the number and distribution of tarsier population along with the composition and structure of vegetation. This study revealed that tarsiers in Punggualas have a tendency to live solitary. A total of 6 tarsier individuals were found in an area of ??4 km2, with a total length of 22 km of transects. The population in the scope of the study area is 23 individuals who occupy an area of ??4 km2 with a population density of 5,682 individuals / km2. The density of vegetation in Punggualas reaches 1179 individuals per hectare at the sapling level, where this area is a suitable habitat for shelter, locomoting, and as sleeping site for Tarsiers.
Struktur Nuklir: Halo dan Pairing pada Neutron Rich Nuclei: Nuclear Structure: Halo and Pairing In Neutron Rich Nuclei Nugraha, Alpi Mahisha
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.2020.v2.i1.323

Abstract

Fenomena halo dan pairing merupakan perilaku unik dari neutron yang terdapat pada suatu inti atom. Halo neutron dalam nuklir digambarkan adanya kemunculan ’ekor’ dan adanya ’ruang kosong’ antara core dan ekor pada distribusi neutron akibat energi ikat yang lemah sedangkan pairing adalah fenomena kolektif yang terjadi akibat neutron yang berlebih dalam inti atom berpasangan. Fenomena pairing atau pasangan mengakibatkan perubahan energi ikat inti atom, fenomena ini dapat terlihat jelas pada nuklida dan isotop dengan jumlah neutron genap. Umumnya fenomena halo merupakan fenomena yang muncul akibat adanya faktor repulsif dalam inti atom sedangkan fenomena pairing diakibatkan faktor attraktif. Kedua fenomena ini bukanlah merupakan fenomena yang kontradiktif namun dapat muncul secara bersamaan dalam suatu nuklida terutama pada neutron rich nuclei atau inti atom yang kaya dengan neutron seperti isotop Sn.
Proses Linierisasi Model Kinerja Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi Periode 2017 – 2019: The Process of Linearizing The Performance Corruption Model 2017 – 2019 Period Ferima, Cynthia Alvionita
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.2020.v2.i1.334

Abstract

Model prey – predator dikembangkan pada kinerja lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi dalam menangani kasus korupsi. Banyaknya koruptor dapat dikontrol dengan pemberian sanksi berupa hukuman kurungan atau penjara. Fungsi tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses linierisasi pada model kinerja lembaga komisi pemberantasan korupsi sebagai bahan pembelajaran menganalisis kestabilan, keterkontrolan dan keteramatan. Adapun metode dalam penelitian ini adalah langkah awal proses linierisasi dengan menggunakan ekspansi deret Taylor dan kemudian diperoleh matriks Jacobi untuk menganalisis kestabilan, keterkontrolan, dan keteramatan pada model kinerja lembaga komisi pemberantasan korupsi. Adapun untuk hasil penelitian ini adalah analisis kestabilan yang diperoleh jika memenuhi kriteria kestabilan, maka stabil asimtotik dengan syarat dan untuk agar diperoleh stabil maka Analisis keterkontrolan yang diperoleh mempunyai rank sama dengan 2 berakibat sistem terkontrol. Analisis keteramatan yang diperoleh matriks mempunyai rank sama dengan 2 sehingga sistem teramati.
Isolasi Bakteri Penghasil Biosurfaktan Menggunakan Media yang Mengandung Pestisida Karbosulfan: Isolation of Biosurfactant-Producing Bacteria Using Medium Containing Carbosulfan Pesticide Naibaho, Frans Grovy; Priyani, Nunuk; Munir, Erman; Damanik, Nina Septania
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.2020.v2.i1.345

Abstract

Penggunaan pestisida sintetik yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena meningggalkan senyawa pestisida di tanah dan perairan. Bioremediasi adalah salah satu cara untuk mengurangi cemaran senyawa kimia berbahaya di lingkungan dengan menggunakan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh isolat bakteri potensial penghasil biosurfaktan dari laut Belawan Sumatera Utara dan untuk mengetahui aktivitas biosurfaktannya. Isolasi bakteri dilakukan dengan menggunakan media selektif Bushnell-Hass Agar (BHA) yang mengandung 12 ppm pestisida berbahan aktif karbosulfan sebagai sumber karbon. Aktivitas biosurfaktan dilakukan dengan metode Drop collapsing test dan konsentrasi biosurfaktan dilakukan dengan metose orsinol yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan 9 isolat berhasil diisolasi dan mampu tumbuh pada media yang mengandung karbosulfan. Aktivitas biosurfaktan tertinggi dihasilkan oleh isolat FB6 yang ditandai dengan pembentukan emulsi sebesar 5,627 mL dan produksi biosurfaktan tertinggi ditunjukkan oleh isolat FB7 dengan konsentrasi 54,6 ppm.
Pengaruh Fitoremediasi Kangkung (Ipomoea aquatica), Apu-apu (Pistia stratiotes) dan Enceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terhadap Kualitas Air Kolam Budiaya Ikan Lele (Clarias sp): Phytoremediation Effect of Ipomoea aquatica, Pistia stratiotes and Eichhornia crassipes on the Catfish (Clarias sp) aquaculture Quality Toepak, Erwin Prasetya; Tambunan, Julian; Febrianto, Yunus; Purwanto, Ferry; Tukan, Dominikus Niholan
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.2020.v2.i1.356

Abstract

Salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi di Indonesia ialah ikan. Ikan mengandung kandungan protein yang tinggi dan memiliki kandungan lemak di bawah 5% sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi dibandingkan ayam. Salah satu jenis ikan yang berpotensi dibudidayakan adalah ikan lele (Clarias sp) karena mudah untuk dibudidayakan dan dapat tumbuh dalam waktu yang relatif cepat. Permasalahan yang timbul saat pembudidayaan ikan lele adalah turunnya kualitas air kolam karena adanya pencemaran yang berasal dari kotoran lele dan sisa pakan.Upaya pengelolaan limbah dapat dilakukan melalui fitoremediasi. Pada penelitian ini digunakan tumbuhan air yang sering dianggap sebagai gulma tetapi diketahui memiliki kemampuan fitoremediasi yakni enceng gondok (Eichhornia crassipes), kangkung (Ipomea aquatica), dan apu-apu (Pistia stratiotes). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa ketiga tumbuhan air tersebut mampu menjaga kualitas air kolam dan meningkatkan sintasan ikan lele. Kata kunci: fitoremediasi, kangkung, eceng gondok, apu-apu, ikan lele
Karakteristik Stomata pada Berbagai Jenis Daun Pohon di Sekitar Kampus Universitas Timor: Characteristics of Stomata in Different Types of Tree Leaves Around the University of Timor Kamaluddin, Kamaluddin; Wiguna, Gede Arya; Rizki, Muhammad
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.2020.v2.i1.367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik stomata pada beberapa jenis pohon disekitar area kampus Universitas Timor. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas Timor. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yaitu dengan mengamati stomata yang ditemukan pada daun, dan melakukan dokumentasi berupa foto. Pada pengamatan di lapangan 13 jenis tumbuhan ditemukan 4 tipe stomata yaitu parasitik seperti pada Filicium decipiens pada luas pengamatan 0,1372 mm2, anomositik pada Cocos nucifera pada luas pengamatan 0,0633 mm2, anisositik pada Gliricidia sepium pada luas pengamatan 0,1372 mm2, stomata aktinositik Anacardium occidentale dan Citrus aurantiifolia pada luas pengamatan 0,1372 mm2. Santalum album menampakkan jumlah stomata yang paling banyak yaitu 105 stomata, Dracaena fragrans hanya menampakkan 4 stomata. Cocos nucifera memiliki stomata dengan panjang (28.7 µm) dan lebar stomata (13.4 µm) yang lebih besar bila dibandingkan dengan stomata tumbuhan lainnya seperti Citrus aurantiifolia dengan Panjang (6.3 µm) dan lebar (5.05 µm).
Identifikasi Kandungan Unsur pada Pasir Kuarsa Menggunakan Metode X-Ray Flourescence di Kecamatan Samadua, Aceh Selatan : Identification of Elemental Contents in Quartz Sand Using the X-Ray Flourescence Method in Samadua District, South Aceh Bakruddin, Bakruddin; Rachmatillah, Faukas; Amri, Asbahrul; Jalil, Zulkarnain
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 2 No. 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.2020.v2.i2.401

Abstract

Quartz sand is a non-metallic natural resource that can be used to develop various kinds of human needs, however, it is necessary to know in advance the amount and elements contained therein. This research will conduct a study related to the amount of element concentration in quartz sand in Samadua District, South Aceh Regency. The research method used in this research is the X-Ray Fluorescence technique. The results showed that the elements found in the quartz sand samples were Si, K, Ca, Ti, V, Cr, Mn, Fe, Cu, Sr, Ba, and Eu. From these results, there are three elements that have the highest concentration, namely the element Si as much as 62%, Ca as much as 15.7%, and element K as much as 13.7%.