cover
Contact Name
Marudin
Contact Email
markmarudin88@gmail.com
Phone
+6287762226534
Journal Mail Official
jurnalbadaa@gmail.com
Editorial Address
Jl. TGKH M. Zainuddin Abdul Majid No. 134 Pancor, Kec. Selong Lombok Timur Nusa Tenggara Barat
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Bada'a: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
ISSN : 23563192     EISSN : 27147711     DOI : -
Core Subject : Education,
Badaa: Jurnal Pendidikan Dasar terbit sebagai sarana publikasi hasil pemikiran kritis dan ilmiah bagi semua kalangan dalam lingkup pendidikan dasar yang berisi gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis serta hasil penelitian pendidikan dan pengajaran sekolah dasar.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2022)" : 15 Documents clear
Inisiatif Kemitraan Kepala Sekolah Untuk Mengurangi Resiko Learning Loss Pada Masa Pandemi Di Sekolah Dasar Dan Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Lombok Timur Heri Hadi Saputra
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v4i1.575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan situasi pembelajaran dan Langkah-langkah yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai manajer sekolah dalam mengatasi potensi hilangnya kesempatan belajar (learning loss) pada sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah dikabupaten Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kajian penelitian difokuskan pada tantangan belajar dan inisiatif kepala sekolah dalam membangun kemitraan untuk memberikan layanan belajar bagi siswa selama masa pandemi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 10 kepala sekolah SD dan MI dikecamatan suralaga kabupaten Lombok timur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah tidak memiliki perencanaan pembelajaran masa pandemi, pembelajaran dilaksanakan dengan metode belajar dari rumah (BDR) dan tatap muka terbatas. Untuk memberikan layanan pemebelajaran masa pandemic kepala sekolah membangun kemitraan yang kuat dengan relawan literasi desa, relawan literasi perguruan tinggi dan koordinasi dengan pengawas sekolah. Sedangkan tantangan yang dihadapi dalam implementasi layanan pembelajaran adalah situasi yang berubah-ubah, minimnya jumlah relawan dan kurangnya media pembelajar.
Pengaruh Program Maulana Terhadap Profesionalisme Guru Dan Kemampuan Literasi Dasar Siswa: Pengaruh Program Maulana Terhadap Profesionalisme Guru Dan Kemampuan Literasi Dasar Siswa Lalu, Awaludin Akbar
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v4i1.578

Abstract

Pengaruh Program Maulana Terhadap Profesionalisme Guru Dan Kemampuan Literasi Dasar Siswa OlehLalu Awaludin AkbarProdi Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahEmail: Awaludinakbar1@gmail.com AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai pengaruh program maulana terhadap profesionalisme guru dan kemampuan literasi dasar siswa pada madrasah sasaran program. Penelitian ini melibtkan guru-guru kelas 1, 2, dan 3 sebanyak 18 orang dan siswa kelas 1, 2, dan 3 yang berjumlah 303 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya perubahan profesionalisme guru menjadi lebih baik khususnya dalam pengelolaan pembelajaran sehingga terjadi perubahan level kemampuan literasi dasar siswa dari yang sebelumnya pada bulan Juli + 50,2% siswa berada pada kemampuan level pemula dan huruf turun menjadi 23,1% pada bulan November, siswa dengan kemampuan level kata dan kalimat pada bulan Juli + 34,3% meningkat menjadi + 43,5% pada bulan November, dan siswa dengan level kemampuan paragraf & cerita + 15,5% pada bulan Juli meningkat menjadi 33,3% pada bulan November. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan adanya perbedaan kemampuan literasi dasar antara siswa laki-laki dan perempuan. Kata Kunci: Program Maulana; Profesionalisme guru; Kemampuan Literasi Dasar
Analisis Peningkatan Kemampuan Literasi Siswa Dengan Metode ADABTA Melalui Pendekatan TARL Fitriani, Siti Nurul
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v4i1.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi dengan menggunakan metode ADaBta (Amati, Dengar, Baca, dan Ceritakan) melalui pendekatan TaRL (Teaching at the Right Level) pada siswa kelas rendah 40 MI yang menjadi sasaran program maulana Lombok Timur. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi kepada pihak kampus sebagai mitra INOVASI dalam mengatasi masalah literasi di Nusa Tenggara Barat, khsususnya di Lombok Timur. Objek penelitian ini adalah semua siswa kelas rendah di 40 MI di 5 Kecamatan Lombok Timur yang menerapkan program literasi Maulana yaitu Kecamatan Selong, Suralaga, Sukamulia, Masbagik dan Labuhan Haji. Jumlah sampel penelitiannya 156 orang siswa yang mengalami kesulitan belajar, Siswa perempuan berjumlah 41 orang dan siswa laki-laki berjumlah 119 orang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest – posttest design. Teknik penelitian ini akan menggunakan tes dan nontes (Instrumen Assesment Literasi, Observasi, dan metode AdaBta serta pendekatan TaRL). Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 65 orang atau 42% tidak mengalami peningkatan level kemampuan membaca dan 91 orang atau 58% mengalami peningkatan level kemampuan membaca.
Studi Efektifitas Metode ABaBta Dalam Pembelajaran Literasi Siswa Kelas Rendah MI Lombok Timur Hulaimi, Ahmad
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v4i1.581

Abstract

Pembelajaran adalah aktivitas di kelas yang dilakukan oleh guru dengan peserta didik sehingga menimbulkan interaksi baik antara guru, peserta didik, sumber belajar dan lingkungan yang ada, sehingga peserta didik tidak hanya menjadi obyek tapi aktor, begitu juga denga guru tidak hanya satu-satunya sumber belajar, tapi lebih kepada penunjuk, pengarah dan pendidik. Pembelajaran tersebut akan efektif apabila disertai dengan penguasaan metode pembelajaran yang baik bagi guru. Ada pepatah pendidikan yang sering kita dengar, yakni : Materi pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting dari pada materi pembelajaran; Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi guru jauh lebih penting dari pada metode pembelajaran; Guru adalah sesuatu yang penting, tetapi jiwa guru jauh lebih penting dari seorang guru itu sendiri. Pernyataan tersebut menunjukkan urgensinya metode dalam pembelajaran, begitu juga dengan gurunya karena core learning ada pada guru itu sendiri, tapi jika guru kurang menguasai metode pembelajaran, maka bisa dipastikan pembelajaran tersebut akan monoton dan menyebabkan siswa akan bosan dalam belajar. Metode ABaBta merupakan metode yang dipergunakan oleh guru dalam pembelajaran anak didik di tingkat dasar MI/SD. ABaBta singkatan dari (Amati, Dengar, Baca, dan Ceritakan) adalah akronim dari konsep pembelajaran yang ada dalam pendidikan pondok pesantren di Lombok Timur yakni Adabte (bahasa sasak : perilaku kita). Makna inilah yang menginspirasi terbentuknya metode ABaBta yang akan digunakan dalam pembelajaran literasi di Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Dalam beberapa studi pendahuluan ditemukan tingkat literasi dasar di Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Lombok Timur masih tinggi yang mencakup literasi baca-tulis khususnya di kelas rendah yakni kelas 1 s/d 3, hal ini menjadi problem pendidikan karena baca-tulis saja sudah bermasalah apalagi pada tingkatan selanjutnya. Persoalan tersebut disebabkan banyak faktor salah satunya adalah pendekatan dan penggunaan metode dalam pembelajaran yang belum efektif diterapkna oleh guru. Dalam studi ini peneliti ingin menggali dan melihat bagaimana studi efektifitas metode ABaBta dalam pembelajaran literasi siswa kelas rendah MI Lombok Timur.
Tantangan Implementasi Pendekatan TaRL (Teaching at the Right Level) dalam Literasi Dasar yang Inklusif di Madrasah Ibtida’iyah Lombok Timur Mubarokah, Syahratul
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v4i1.582

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran dengan pendekatan TaRL di MI Lombok Timur, untuk mengetahui apa saja tantangan implementasi pendekatan TaRL di MI Lombok Timur dan untuk mengetahui apa saja alternatif solusi yang diterapkan madrasah untuk mengatasi tantangan dalam implementasi pendekatan TaRL di MI Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggunakan jenis penelitian observasi, wawancara, dokumentasi yang kemudian hasilnya dianalisis secara dekriptif. Hasil penelitian ini adalah 1). Implementasi pendekatan TaRL dalam literasi dasar di MI Lombok Timur yaitu siswa dibagi menjadi 3 kelompok atau level yang dimana siswa berasal dari kelas 1 sampai kelas 3 yaitu level pertama adalah bagi pemula dan huruf, level kedua yaitu kata dan kalimat dan yang terakhir level ketiga yaitu level pragraf dan cerita. Dalam pempelajaran literasi di Lombok Timur menggunakan pendekatan TaRL dan metode ADaBta. AdaBta merupakan akronim dari kata Amati, Dengar, Baca, Ceritakan. 2).Tantangan implementasi pendekatan TaRL dalam literasi dasar di MI Lombok Timur yaitu Kurang profesionalisme guru dalam melakukan assessment ditandai dengan adanya siswa yang ditempatkan pada level yang tidak tepat hal ini yang menyebabkan pembelajaran sesuai level tidak terlaksana dengan efektif. Ketika siswa yang berasal dari kelas III setelah dilakukan penilaian literasinya berada di level kata sehingga siswa tersebut berada di kelompok 2 sehingga siswa merasa diturunkan kelasnya, terdapat orang tua siswa tidak menerima pembelajaran literasi berdasarkan level kemampuan belajar siswa karena orang tua beranggapan bahwa anak tersebut terganggu psikologinya digabungkan dengan siswa yang berbeda (turun kelas). Guru tidak bisa mengontrol siswa pada level yang banyak siswanya seperti pada level pemula, ada beberapa guru yang kurang setuju jika literasi dilakukan setiap hari karena akan mengurangi jam pelajaran yang lainnya.
Kesulitan Fungsional Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Literasi Dasar Madrasah Ibtida’iyah di Kabupaten Lombok Timur Rohiani, Dewi
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v4i1.583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan fungsional belajar yang dialami oleh peserta didik MI Kabupaten Lombok Timur, langkah-langkah penanganan/layanan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan pihak madrasah, serta dampak penanganan/layanan pembelajaran guru terhadap perkembangan fungsional belajar peserta didik. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di 40 Madrasah Ibtida’iyah di Lombok Timur pada bulan Juni 2021. Subjek penelitian ini ialah seluruh peserta didik kelas 1 s/d 3 berjumlah 1.923 peserta didik. Penelitian ini menggunakan 2 instrumen yaitu Profil Belajar Siswa (PBS) dan pedoman wawancara dengan guru. Validasi data menggunakan informant review, analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian bahwa peserta didik yang teridentifikasi memiliki kesulitan fungsional belajar dalam pembelajaran literasi dasar yaitu 163 peserta didik atau 8.48%. dengan rincian kesulitan sebagai berikut: 1) kesulitan penglihatan 2,45%; 2) kesulitan pendengaran 3,07%; 3) kesulitan motorik kasar 2,45%; 4) kesulitan motorik halus 3,07%; 5) kesulitan berbicara 52%; 6) kesulitan belajar spesifik 62,58%; 7) kesulitan mengontor perilaku 4,29%; 8) kesulitan mengontrol emosi 6,13%; 9) kesulitan ganda 10,43%. Jumlah laki-laki 119 dan perempuan 44 peserta didik, sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik laki-laki lebih banyak mengalami kesulitan fungsional belajar dibandingkan perempuan. Langkah penanganan yang dilakukan ialah peserta didik dikelompokkan berdasarkan level kemampuannya serta melibatkan guru pendamping, relawan literasi dan fasilitator daerah. Dampak dari penanganan tersebut secara akademik meningkat terutama pada kognitif, sikap dan perilaku serta sosial-emosinya berkembang.
Implementasi Pembelajaran Bilingual Pada Siswa Kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Al-Mustafa Semarang Safira, Dina; Shanie, Arsan
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v4i1.553

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi di dunia global. Program bilingual hadir sebagai solusi untuk membekali dan mempermudah peserta didik dalam berkomunikasi dengan baik dan benar serta menghadapi tantangan di era 4.0. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif yang melibatkan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa implementasi pembelajaran bilingual di MI Al-Musyaffa’ dengan proses pembelajaran bilingual kelas 1 di Madrasah Ibtidaiyah Al-Musyaffa’ melalui tiga tahap, diantaranya: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, dan 3) Evaluasi. Pembelajaran metode bilingual kelas 1 di Madrasah Ibtidaiyah Al-Musyaffa’ dengan model bernyanyi, bermain, dan karya wisata di sekitar madrasah.Faktor pendukungnya adalah motivasi siswa yang tinggi dan sarana prasarana di lingkungan madrasah. Sedangkan faktor untuk penghambatnya adalah perbedaan karakteristik siswa dan kompetensi tenaga pendidik yang kurang baik.
Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SDN Cakranegara Gugus V: profesionalisme guru PAI Irwan; Sudariyah; Falah, Nurul
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v4i1.567

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang bagaimana implementasi kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Negeri gugus V Cakranegara. Implementasi kurikulum 2013 merupakan langkah konkret pemerintah dalam melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam sistem pendidikan di seluruh Indonesia. Pendidikan yang baik tentunya memiliki pengaturan sistem dan tatakelola yang baik pula. Hal tersebut selaras pula dengan munculnya kurikulum baru ini yang dihajatkan mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan bangsa ini. Kendatipun demikian baiknya kurikulum 2013 yang dicanangkan pemerintah sangat mustahil akan menuai keberhasilan tanpa adanya intervensi yang signifikan dari guru di sekolah.Dalam kurikulum 2013 membutuhkan guru yang kreatif, cerdas, terampil, berakhlak yang baik, bertanggungjawab dan bersikap demokratis. Kesiapan kompetensi yang diperlukan oleh guru harus mampu menerapkan kompetensi paedagogik, kompetensi spiritual dan kompetensi sosial. Kompetensi tersebut diharapkan mampu diterapkan oleh guru agar anak didik dapat mengambil tauladan yang baik.
Penerapan Model Pembelajaran Koperatif Tipe Course Review Horay untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN 21 Sawah Tangah Safrizal; Marneli, Diyyan; Maulani, Zahratul; Anastasha, Desty Ayu; Salman
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v4i1.584

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 21 Sawah Tangah serta aktivitas belajar yang membosankan akibat kurang maksimalnya penyajian pembelajaran IPA di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA. Metodologi penelitian tindakan kelas digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 21 Sawah Tangah yang berjumlah 13 orang. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan dua betuk, yakni tes dan non tes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik persentase untuk kedua data yang diperoleh, baik secara tes maupun non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPA Siswa SDN 21 Sawah Tangah mengalami peningkatan pada Siklus 1, dengan ketuntasan siswa sebanyak 9 orang dengan persentase 69,23%, sedangkan pada siklus 2 hasil belajar kembali meningkat dengan perolehan persentase kelas sebesar 11 orang dengan persentase 84,62%. Peningkatan lainnya juga terlihat pada aktivitas siswa, baik pada siklus 1 maupun pada siklus 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe CRH dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 21 Sawah Tangah.
Desain Pembelajaran Daring Bernuansa Karakter: Suatu Kajian Pembiasaan Sikap dan Perilaku Pada Siswa Sekolah Dasar Erfantinni, Imroatul Hayyu
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v4i1.586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan upaya penanaman karakter pada siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Kauman yang dilakukan pada oleh guru pada saat pembelajaran daring. Penelitian ini berfokus membahas upaya guru kelas untuk membina karakter siswa yang dipetakan menjadi lima aspek seperti yang dicanangkan oleh gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017) yakni religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas melalui pendekatan kualitatif. Penelitian ini bermuara pada diperolehnya informasi mengenai pelaksanaan proses pendidikan daring yang mengimplementasikan aspek – aspek karakter. Hasilnya pada aspek religius dibiasakan dan dibentuk dengan aktifitas senyum, salam dan sapa pada awal kegiatan pembelajaran dan berdo’a sebelum dan sesudah kegiatan. Nasionalis dibentuk dengan membiasakan anak berkorban secara ikhlas, memiliki prestasi, cinta tanah air, melestarikan lingkungan fisik dan sosial, mentaati aturan yang berlaku, dan disiplin. Mandiri diwujudkan dengan membiasakan anak mampu memiliki problem solving serta berperilaku tidak bergantung pada orang lain, lalu dapat mengoptimalkan semua yang dimiliki para siswa baik tenaga, pikiran, waktu, biaya untuk mewujudkan keinginan dan cita-cita dengan semangat kerja keras dan upaya sendiri. Gotong royong kesediaan saling menghargai, bekerjasama, taat keputusan, musyawarah mufakat, saling menolong, berempati, serta rela berkorban. Tidak jarang pada saat kegiatan belajar mengajar untuk beberapa mata pelajaran tertentu, para siswa diberi tugas secara berkelompok, dan integritas yang diwujudkan dalam latihan berupa mengarahkan siswa menggunakan waktunya semaksimal mungkin untuk kegiatan yang bermanfaat baik di sekolah maupun di rumah. Pada saat di sekolah siswa dituntut untuk selalu melaksanakan tugasnya sesuai kemampuan masing-masing seperti mengikuti kegiatan belajar di kelas dengan baik, menyetorkan tugas sesuai dengan yang disepakati dengan gurunya.

Page 1 of 2 | Total Record : 15