cover
Contact Name
Tanzir Masykar
Contact Email
tanzir@aknacehbarat.ac.id
Phone
+6285277752225
Journal Mail Official
vocatech@aknacehbarat.ac.id
Editorial Address
Komplek STTU, Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, West Aceh Regency, Aceh 23681
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Vocatech : Vocational Education and Technology Journal
1. Vocational Studies 2. Civil Engineering 3. Electrical Engineering 4. Mechanical Engineering 5. Classroom Instruction in Vocational Context 6. English for Vocational Purposes 7. Innovation in Vocational Education
Articles 102 Documents
Analisa Kebutuhan English for Specific Purpose untuk Pendidikan Vokasi Tanzir Masykar
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.9

Abstract

Abstrak— Mata kuliah Bahasa Inggris pada pendidikan vokasi merupakan mata kuliah umum (MKU) wajib. Berbeda dengan pendidikan di universitas, pendidikan vokasi menuntut konten pengajaran suatu mata kuliah dalam bentuk konten praktis. ESP, English for Sepcific Purpose adalah salah satu cabang ilmu pendidikan Bahasa Inggris yang dapat diterapkan dalam mengembangkan MKU Bahasa Inggris pada pendidikan vokasi. Studi pustaka ini menganalisis beberapa jurnal dan buku yang berkaitan dengan ESP dan mewawancarai dosen Bahasa Inggris pada tingkat universitas untuk menentukan materi Bahasa Inggris yang sesuai untuk pendidikan vokasi. Hasil kerangka need analysis (NA) Basturkmen dan Dudley-Evans, St John, & Saint John, dipaparkan dan diuji dengan kebutuhan pendidikan vokasi jurusan mesin [1, 2]. Hasil kajian pustaka dan Analisa kebutuhan menunjukkan perlu adanya kurikulum, silabus, dan aktivitas berbeda untuk setiap jurusan pada pendidikan vokasi. Silabus Bahasa Inggris umum di perguruan tinggi tidak dapat dipakai sepenuhnya untuk kebutuhan pendidikan vokasi. Kata kunci: Analisa Kebutuhan, English for Specific Purposes, Bahasa Inggris Umum, Pendidikan vokasi Abstract— English courses in vocational education are compulsory general courses (MKU). In contrast to university education, vocational education demands the teaching content of a course in the form of practical content. ESP, English for Specific Purpose is one branch of English education that can be applied in developing the English course in vocational education. This literature study analyzes a number of journals and books related to ESP and English language lecturer studies at the university level to determine appropriate English material for vocational education. The results of the Basturkmen and Dudley-Evans, St John, & Saint John's framework of need analysis are presented and tested with the vocational education needs of across three majors [1, 2]. The results of the literature review and need analysis indicate the need for different curriculum, syllabus, and activities for each department in vocational education. The general English syllabus in universities cannot be fully applied for vocational education needs. Keywords: Needs analysis, English for Specific Purposes, General English, Vocational Education
SISTEM PENGAMAN PINTU MENGGUNAKAN SIDIK JARI DAN ANDROID Jovi Saputra; Rizaldi Rizaldi; Salahuddin Salahuddin; Widdha Mellyssa; U Usmardi
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 2, No 1 (2020): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v2i1.32

Abstract

Abstract Security is an important thing to pay attention to and to create that security, there are many things we can do, the most obvious common thing we do, for example to guard a house is to hire a security guard / house keeper. But to hire a house guard requires a fairly expensive cost. With the development of electronic technology, the security system is increasingly sophisticated and growing, so far there has often been theft or burglary from this house where a security door building system has been developed using fingerprint and Android as a controller. For this security door method using finger print and android as a door opener or controller. In this equipment, only the fingerprints that are registered on the finger print can access the door to open, and Android functions as a notification whether the door has been opened or not. Operationally, this security door system works well and is regulated by a microcontroller, and this system works well, with the data that we tested that this security door is 100% safe using the finger print method with the data we tested. Keywords: Fingerprint, Security, android, microcontroller, controller __________________________ Abstrak Keamanan merupakan suatu hal penting untuk diperhatikan dan untuk menciptakan keamaan itu banyak hal yang bisa kita lakukan, hal umum paling nyata yang kita lakukan misalnya untuk menjaga rumah ialah menyewa satpam/penjaga rumah. Tetapi untuk menyewa penjaga rumah memerlukan biaya yang lumayan mahal. Dengan berkembangnya teknologi elektronik, maka sistem keamanan semakin canggih dan berkembang, selama ini sering terjadi pencurian ataupun pembobolan rumah dari sinilah dikembangkan sistem bangun pengaman pintu menggunakan fingerprint dan android sebagai pengontrol. Untuk metode pintu keamanan ini menggunakan finger print dan android sebagai pembuka atau pengontrol pintu. Dalam peralatan ini hanya sidik jari yang terdaftar pada finger print yang bisa mengakses pintu untuk terbuka dan android berfungsi untuk sebagai pemberitahuan status pintu telah dibuka ataupun belum. Secara oprasional sistem pintu keamanan ini bekerja dengan baik dan diatur oleh mikrokontroler,dan sistem ini bekerja dengan baik, dengan data yang kami ujicoba yaitu pintu keamaan ini 100 % aman dengan menggunakan metode finger print dengan data yang kami uji. Kata Kunci: Fingerprint, keamanan, android, mikrokontroler, pengontrol _________________________
Analisis Kinerja Angkutan Kota dalam Provinsi di Provinsi Aceh Berdasarkan Pendekatan Load Factor Ruhdi Faisal; Cut Mutiawati; Alfi Salmannur
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v1i2.20

Abstract

Abstract AKDP movement has been declining lately based on an interview survey conducted on AKDP operators that it can be seen that the number of people using L-300 cars is on average above 5 passengers and the average does not meet the available passenger seats of 11 to 16 seats . The current condition shows that people tend to use private transportation / cars compared to public transportation. Judging from the condition of the AKPD in Aceh today many people use private vehicles to make movements. The purpose of this study was to determine the performance of AKDP transport in Aceh Province using the load factor approach. The method used is the Directorate General of Land Transportation method in 2002 and refers to the Decree of Dirjendat No. 274, 1996. Data collection was carried out by means of a static survey using the interview method. From the calculation results it can be seen that the load factor of the regular operating AKDP is 64.55%. This reflects that the level of service is still in good condition ie on regular routes totaling 44 routes, while the total number of routes is 321 which operates irregularly. By not operating 277 routes on a regular basis it can be seen that people tend to use private vehicles when traveling. Keywords: AKDP; Public Transport Performance; Minibus; Load Factor __________________________ Abstrak Pergerakan AKDP Akhir-akhir ini semakin menurun berdasarkan survei wawancara yang telah dilakukan terhadap operator AKDP bahwa dapat diketahui jumlah yang menggunakan mobil L-300 rata-rata di atas 5 penumpang dan rata-rata tidak memenuhi kursi penumpang yang tersedia yaitu 11 sampai dengan 16 seat. Kondisi saat ini, menunjukkan masyarakat cenderung menggunakan angkutan pribadi/ mobil dibandingkan dengan angkutan umum. Dilihat dari kondisi AKPD di Aceh saat ini banyak masyarakat menggunakan kendaraan pribadi dalam melakukan pergerakan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kinerja angkutan AKDP di Provinsi Aceh dengan pendekatan load factor. Metode yang digunakan adalah metode Ditjen Perhubungan Darat tahun 2002 dan mengacu pada SK Dirjendat No. 274, 1996. Pengambilan data dilakukan dengan cara survei statis dengan metode wawancara. Dari hasil perhitungan dapat diketahui nilai load factor AKDP yang beroperasi reguler adalah 64,55 %. Ini mencerminkan bahwa tingkat pelayanan masih dalam keadaan baik, yaitu pada trayek reguler yang berjumlah 44 trayek, sedangkan jumlah trayek seluruhnya adalah 321 yang beroperasi tidak reguler. Dengan tidak beroperasinya 277 trayek secara reguler dapat diketahui bahwa masyarakat cenderung menggunakan kendaraan pribadi dalam berpergian. Kata Kunci: AKDP; Kinerja Angkutan Umum; Mini Bus; Load Factor __________________________
Fungsi Tindak Tutur Direktif Pedagang Asongan pada Kapal Motor Penyeberangan di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh Sakdiah Sakdiah; Maulidya Cahyani; Rahmad Nuthihar
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.3

Abstract

Abstrak— Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif yang digunakan pedagang asongan pada Kapal Motor Penyeberangan (KMP) di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh dalam interaksinya dengan pembeli. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekam dan catat. Data diolah dengan langkah mengidentifikasi data, mengklasifikasi data, menganalisis data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Jenis tindak tutur direktif yang terdapat pada interaksi jual-beli pedagang asongan pada Kapal Motor Penyeberangan (KMP) di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh meliputi: jenis pertanyaan (questions), permintaan (requstives), larangan (prohibitive), pemberian izin (permissives), desakan dan saran, (2) Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan dalam interaksi jual-beli pedagang asongan pada Kapal Motor Penyeberangan (KMP) di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh sebanyak enam fungsi tindak tutur direktif. Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi: delapan fungsi bertanya, satu fungsi memohon, dua fungsi melarang, tiga fungsi mendesak, satu fungsi membolehkan, dan dua fungsi menyarankan. Kata Kunci: Tindak Tutur Direktif, Interaksi Jual Beli. Abstract— This study aims to describe the type and function of directive speech acts used by hawkers in Motorized Crossing Ships (KMP) in Ulee Lheue Port, Banda Aceh, in their interactions with buyers. This research includes the type of qualitative research using a descriptive-qualitative approach. Data collection is done by recording and recording techniques. Data is processed by step identifying data, classifying data, analyzing data, and concluding. The results of the study show that, (1) the type of directive speech acts that occur in the interaction of selling and buying peddlers at the Crossing Motorboat (KMP) at Ulee Lheue Port in Banda Aceh include: questions, requests (requstives), prohibitions (prohibitive ), permissives, pressures and suggestions, (2) The directive function of speech acts found in the interaction of the sale and purchase of hawkers at the Crossing Motorboat (KMP) at Ulee Lheue Port in Banda Aceh is six directive speech acts. The directive speech act functions found in this study include: eight question functions, one invoking function, two prohibiting functions, three urgent functions, one function allows, and two functions suggest. Keywords: Directive Speech, Buy and Sell Interactions.
SIGNIFIKANSI GAMBAR TERHADAP PEMAHAMAN TEKS INSTRUKSI BAHASA INGGRIS PADA PENDIDIKAN VOKASI Mahlil Mahlil; Tanzir Masykar
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 2, No 1 (2020): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v2i1.50

Abstract

Abstract One of the skills vocational education students must master in English courses is understanding the language of instruction or procedures in English. A total of 24 vocational education students at the Politeknik Negeri Lhokseumawe participated in filling out the questionnaires distributed online. Data were collected using the convenience sampling technique for two weeks from the date of August 26, 2020 until September 9, 2020. The data were analyzed qualitatively using the Miles and Huberman model. Data analysis consists of four stages, extensive coding, pattern coding, distilling and making propositions. The results showed that the majority of vocational education students at PNL were visual learners. The inclusion of pictures in the English instruction material is very helpful in understanding the text of the instructions given. Students prefer English instruction materials that are equipped with pictures rather than just pictures or just text. Students also use google translate to understand unfamiliar words to understand English instruction texts. Keywords: English, Language Instruction, Picture Signifiance, Vocation __________________________ Abstrak Salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh mahasiswa pendidikan vokasi dalam mata kuliah Bahasa Inggris adalah memahami bahasa instruksi atau prosedur berbahasa Inggris. Sebanyak 24 mahasiswa pendidikan vokasi pada kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe berpartisipasi mengisi kuesioner yang disebarkan secara daring. Pengambilan data menggunakan the convenience sampling technique selama dua minggu dari tanggal 26 Agustus 2020 sampai 9 Sepetember 2020.Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Analisa data terdiri dari empat tahap, extensive coding, pattern coding, distilling and making propositions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa pendidikan vokasi di PNL adalah pembelajar visual. Penyertaan gambar pada materi instruksi berbahasa Inggris sangat membantu memahami teks instruksi yang diberikan. Siswa lebih memilih materi instruksi berbahasa Inggris yang dilengkapi dengan gambar daripada hanya gambar atau hanya teks saja. Mahsiswa juga menggunakan bantuan google translate dalam memahami teks instruksi Bahasa Inggris yang sulit dipahami. Kata Kunci: Bahasa Instrucksi, Bahasa Inggris, Sigifikansi Gambar, Vokasi __________________________
Efektivitas Penilaian Kinerja di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Tengah Riza Hasan
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.13

Abstract

Abstrak— Reformasi birokrasi merupakan upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Tata kelola pemerintahan yang baik salah satunya dapat diketahui dari hasil penilaian kinerja pegawai negeri sipil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada instansi pemerintah berkaitan dengan aktivitas penilaian kinerja pegawai negeri sipil. Masalah ini membuat penulis menjadi tertarik untuk mengambil topik mengenai Efektivitas Penilaian Kinerja di Kantor BKPSDM Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif field research dengan pendekatan teorisasi induktif. Fokus dalam penelitian ini yaitu mengenai efektivitas penilaian kinerja di BKPSDM Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas penilaian kinerja dan faktor penghambat penilaian kinerja. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, observasi, dokumenter dan wawancara. Kemudian, untuk metode analisis data menggunakan metode analisis interaktif. Dari hasil penelitian dan analisis data, menunjukkan penilaian kinerja di Kantor BKPSDM Kabupaten Aceh Tengah tidak efektif karena sistem penilaian kinerja yang saat ini digunakan tidak sepenuhnya terintegrasi dengan standar kinerja dan indikator kinerja. Faktor penghambat dalam penilaian kinerja tersebut, antara lain: (1) BKPSDM tidak memiliki dokumen analisis jabatan, (2) Penempatan PNS dalam suatu jabatan tidak sepenuhnya memperhatikan pertimbangan antara kebutuhan suatu jabatan dengan kesesuaian latar belakang pendidikan atau kompetensi PNS yang menduduki suatu jabatan, (3) rendahanya controlling atasan kepada bawahannya dalam memberikan penilaian prilaku kerja bawahannya, hal ini menimbulkan penilaian kinerja yang tidak bersifat objektif. Kata kunci: efektivitas penilaian kinerja, sasaran kerja pegawai, prilaku kerja, pegawai negeri sipil.Abstract— Bureaucratic reform is an effort to realize good governance. Good governance can be identified in the performance evaluation of the civil servants. Thus, the writer is encouraged conduct a study under the title of “Effectiveness of Performance Appraisal at BKPSDM Office of Aceh Tengah.”  The findings are expected to contribute to government agencies in term of civil servant’s performance appraisal. This qualitative study employed a descriptive field research method with an inductive theoretical approach. The study focused on the effectiveness of performance appraisal at BKPSDM Office of Aceh Tengah. This study aims to describe and analyse the effectiveness of performance appraisal and inhibiting factors of the performance evaluation. The data were collected through literature study, observation, documentaries and interviews. Then, the data were analysed using the interactive analysis method. The findings indicate that the performance evaluation at the BKPSDM Office Aceh Tengah has not been effective. The performance appraisal system currently used is not fully integrated with performance standards and performance indicators. Inhibiting factors in the performance appraisal include (1) missing job analysis document, (2) Mismatch between the needs of an office and educational background or competence of civil servants occupying a position, (3) lack of top-down leadership control from supervisors to the subordinates in providing an in assessing work behaviour of the subordinates. This results in unobjective performance assessments. Keywords: effectiveness of performance appraisal, employee work goals, work behaviour, civil servants.
PEMETAAN TOPOGRAFI MENGGUNAKAN TOTAL STATION PADA KOMPLEK SEKOLAH TERPADU TEUKU UMAR ACEH BARAT Ferdiansyah Novriza; Roni Agusmaniza
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 2, No 1 (2020): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v2i1.42

Abstract

Mapping is a very important part of the work in the field of development, especially in modern times. Accurate and good mapping will also produce good data, so that it can be used as a reference in the field of development both in small, medium and large scale. Therefore, in carrying out the mapping, the tools used should be able to apply the correct measurement techniques. The total station is one of the tools used in the mapping. The total station is a digital device capable of measuring distances and angles simultaneously and can record data electronically. This mapping aims to map a plot of land with the output produced in the form of a topographic map of the Teuku Umar Integrated School Complex (STTU), West Aceh Regency. The measurement method uses Sokkia Total Station Type CX 103 using a prism and data processing uses PC-CDU software, SOKKIA Link SOKKIA Tools, and Land Desktop. The measurement results obtained the original land surface elevation data with an area of 8645 m2. The lowest point of the land surface is at P9 point with an elevation of 2.01 m. This is because the area is a swampy area. While the highest ground level elevation is at the BM point with an elevation of 3.00 m. This is because the area is a hilly land surface. Pemetaan merupakan bagian pekerjaan yang sangat penting pada bidang pembangunan, khususnya di zaman modern ini. Pemetaan yang akurat dan baik akan menghasilkan data-data yang baik pula, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dalam bidang pembangunan baik dalam skala kecil, menengah maupun besar. Oleh karena itu, dalam melaksanakan pemetaan hendaknya menggunakan alat yang mampu mengaplikasikan teknik-teknik pengukuran yang benar. Total station merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pemetaan tersebut. Total station merupakan alat digital yang mampu mengukur jarak dan sudut secara sekaligus dan dapat merekam data secara elektronik. Pemetaan ini bertujuan untuk memetakan suatu bidang tanah dengan output yang dihasilkan berupa peta topografi Komplek Sekolah Terpadu Teuku Umar (STTU) Kabupaten Aceh Barat. Metode pengukuran menggunakan alat Total Station Sokkia Tipe CX 103 dengan menggunakan prisma dan pengolahan data menggunakan software PC-CDU, SOKKIA Link SOKKIA Tools, dan Land Dekstop. Hasil pengukuran didapatkan data elevasi permukaan tanah asli dengan luas 8645 m2. Titik terendah permukaan tanah berada pada titik P9 dengan elevasi 2,01 m. Hal ini disebabkan pada daerah tersebut merupakan daerah rawa-rawa. Sedangkan elevasi tertinggi permukaan tanah berada pada titik BM dengan Elevasi 3,00 m. Hal ini disebabkan pada daerah tersebut merupakan permukaan tanah yang berbukit.
Pengaruh Penggunaan Kapasitor Bank pada Penyulang Kota di PT. PLN (Persero) Rayon Meulaboh Kota Haimi Ardiansyah
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v1i2.25

Abstract

Haimi Ardiansyah Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat _________________________ Abstract Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan kapasitor bank pada penyulang kota di PT. PLN (Persero) Rayon Meulaboh Kota. Pendistribusian tenaga listrik yang stabil adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi PT. PLN (Persero) dalam menjawab kebutuhan konsumen. Bertambahnya beban yang bersifat induktif akan berpengaruh pada penurunan nilai faktor daya pada sistem kelistrikan. Selanjutnya kondisi ini juga akan membutuhkan daya reaktif yang sangat besar sehingga pembangkit listrik harus menyalurkan daya yang lebih besar. Salah satu upaya untuk memperbaiki faktor daya adalah dengan menambahkan beban kapasitif. Perbaikan faktor daya pada penyulang kota dengan menggunakan kapasitor bank bertujuan untuk meningkatkan daya aktif sehingga mendekati dengan daya semu yang diproduksi PT. PLN. Penggunakan kapasitor bank ini diharapkan mampu menurunkan daya reaktif dan memperbaiki faktor daya pada penyulang kota. Keywords: Daya Listrik, Daya Reaktif, Faktor daya, Kapasitor Bank __________________________ Abstrak The study discusses the effect of installing bank capacitor on city electric feeder at PT. PLN (Persero) Rayon Meulaboh Kota. Stable electric supply is an absolute requirement that must be met by PT. PLN (Persero) in answering consumer needs. The increase of inductive loads will affect the decrease power factor value in the electrical system. Furthermore, this condition will also require a very large reactive power so that power plants have to supply more electric power. Installing capacitive loads is one of the best options in improving the power factor. The improvement of power factor in city feeders using capacitor banks aims to increase the active power to get close to the apparent power which is produced by PT. PLN (Persero). In short, the use of capacitor banks is expected to reduce reactive power and improve the power factor in city feeders. Kata Kunci: Electric Power, Reactive Power, Power Factor, Capacitor Bank __________________________
Strategi Penanganan Kemacetan Arus Lalu Lintas Berdasarkan Persepsi Masyarakat Hilma Erliana
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.4

Abstract

Abstrak: Pasar sangatlah identik dengan pusat keramaian, karena pasar merupakan pusat perdagangan yang terletak di pusat kota yang sering disebut juga dengan kawasan Central Bussiness District (CBD). Karena pasar merupakan pusat keramaian sehingga mengundang banyak masyarakat untuk datang ke kawasan tersebut sehingga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas, akibat tidak terkendalinya arus lalu lintas di sekitar pasar. Kemacetan arus lalu lintas salah satunya akibat dari tidak terkendalinya parkir sehingga membuat kondisi parkir di sekitar daerah tersebut menjadi semakin semrawut. Pasar Aceh merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar dan yang paling berkembang di kota Banda Aceh. Semakin berkembangnya kawasan Pasar Aceh membuat aktivitas pergerakan masyarakat semakin meningkat, sehingga membuat menurunnya tingkat pelayanan jalan di kawasan tersebut,  yang diakibatkan oleh kendaraan yang berjalan lambat, parkir, pejalan kaki dan pedagang kaki lima. Pasar Aceh memiliki fasilitas ruang parkirnya. Setelah disediakan ruang parkir pada gedung Pasar Aceh (off-street parking) yang baru ini ternyata masih banyak masyarakat yang lebih memilih parkir dibadan jalan (on-street parking), sementara pelataran parkir pada gedung Pasar Aceh belum habis terisi penuh, sehingga masih terjadi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas yang diakibatkan oleh banyaknya pengguna jalan yang menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengevaluasi kinerja jalan yang terbebani oleh kendaraan yang melintasi jalan di kawasan Pasar Aceh, (2) mengevaluasi kebutuhan ruang parkir yang optimal untuk melayani para pengunjung Pasar Aceh dan (3) mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang timbul akibat on-street parking berdasarkan persepsi masyarakat. Sehingga diharapkan dapat direncanakan manajemen parkir yang baik untuk masa yang akan datang.Kata kunci : tingkat pelayanan jalan, permasalahan parkir, persepsi masyarakat, manajemen parkirAbstract: The market is very synonymous with the center of the crowd, because the market is a trading center located in the city center which is often referred to as the Central Bussiness District (CBD). Because the market is a center of crowds that invites many people to come to the area, causing traffic congestion, due to uncontrolled traffic flow around the market. One of the traffic jams is due to uncontrolled parking, making parking conditions around the area increasingly chaotic. Aceh Market is one of the largest and most developed trade centers in the city of Banda Aceh. The increasing development of the Aceh Market area has made community movement activities increasingly increasing, which has caused a decline in the level of road services in the area, which is caused by vehicles that run slowly, parked, pedestrians and street vendors. Aceh Market has its parking facilities. Having provided parking space on the new Pasar Aceh (off-street parking) building it turns out that there are still many people who prefer on-street parking, while the parking lot on the Aceh Market building has not been fully filled, so traffic jams still occur and the chaos of traffic caused by many road users who use the road as a parking lot. The objectives of this study are: (1) evaluating road performance burdened by vehicles crossing the road in the Aceh Market area, (2) evaluating optimal parking space requirements to serve Aceh Market visitors and (3) identifying problems arising from -street parking based on people's perception. So it is expected that good parking management can be planned in the future. Keywords: level of road service, parking problems, public perception, parking management
Analisis Kinerja Jalan pada Ruas Jalan Lintas Meulaboh – Tapak Tuan Kabupaten Nagan Raya Hilma Erliana; Cut Liliza Yusra; Farzi Rizka
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 2, No 1 (2020): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v2i1.39

Abstract

Abstract The Meulaboh - Tapak Tuan road is the main access road linking several districts, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, and Aceh Tengah. After the earthquake and tsunami hit Aceh, its economies experienced rapid growth. This greatly influences the distribution of traffic volume on specific road segments, including the increasingly congested Meulaboh - Tapak Tuan roads. As a result, the number of private vehicles is increasing. The purpose of this research is to evaluate the performance of roads in the area based on the Indonesian Road Capacity Manual, as well as to analyze the level of road services at present and in the future. The analysis of the road performance can be measure by several indicators such as traffic flow (Q), capacity (C), degree of saturation (DS), free flow velocity (FV), and level of service on the road section. The calculations were obtained from 3 days direct observation in the field from 07:00 to 19:00 with Monday and Thursday representing workdays and Saturday representing weekend. The highest conversion value of traffic flow in 2020 was 1357 pcu/hour for (Q), 2654 pcu/hour for the actual capacity value (C), and 0.51 for the degree of saturation (DS). The analysis results show that the degree of saturation < 0.75. According to Marga (1997), it is considered in good condition with smooth traffic flow at the service level of C. The road performance analysis for the next five years for traffic flow was 2093 pcu/hour for Q and 0.79 for the degree of saturation (DS). The service level is categorized as level D. It is necessary to find solutions and alternatives to reduce the degree of saturation (DS) value by increasing the value of capacity. Keywords: Road Performance, Traffic Volume, Service Level __________________________ Abstrak Ruas jalan lintas Meulaboh – Tapak Tuan merupakan akses yang menghubungkan beberapa kabupaten yaitu Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh tengah dan lainnya. Pasca gempa dan tsunami menerjang, pertumbuhan ekonomi pada Provinsi Aceh mengalami kemajuan yang cukup pesat. Hal ini sangat mempengaruhi penyebaran volume lalu lintas pada ruas-ruas jalan tertentu termasuk ruas jalan lintas Meulaboh – Tapak Tuan semakin padat. Adapun tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi kinerja terhadap ruas jalan pada kawasan tersebut berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia, dan menganalisis tingkat pelayanan jalan pada saat ini maupun di masa yang akan datang. Dalam menganalisis kinerja ruas jalan indikator kinerja yang dibutuhkan yaitu arus lalu lintas (Q), kapasitas (C), derajat Kejenuhan (DS), Kecepatan arus bebas (FV) dan tingkat pelayanan pada raus jalan tersebut. Hasil perhitungan yang di dapat selama 3 hari pengamatan langsung di lapangan dari pukul 07.00-19.00 wib yaitu hari senin dan kamis mewakili hari kerja, hari sabtu mewakili hari libur. Didapat nilai konversi tertinggi arus lalu lintas pada Tahun 2020 (Q) sebesar 1357 smp/jam, nilai kapasitas aktual (C) sebesar 2654 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,51. Dari hasil perhitungan didapat derajat kejenuhan < 0,75 (Marga, 1997) dianggap dalam kondisi baik, arus stabil, kecepatan dipengaruhi oleh lalu lintas dengan tingkat pelayanan C. Perhitungan analisis kinerja jalan pada 5 tahun mendatang yaitu untuk arus lalu lintas Tahun 2025 (Q) sebesar 2093 smp/jam derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,79 tingkat pelayanannya dikategorikan tingkat D. Hal tersebut dapat dicari solusi terbaik sehingga dapat menurunkan nilai derajat kejenuhan (DS) dengan cara meningkatkan nilai kapasitas. Kata Kunci: Kinerja Ruas Jalan, Volume Lalu Lintas, Tingkat pelayanan __________________________

Page 2 of 11 | Total Record : 102