cover
Contact Name
Sudoko
Contact Email
masdoko93@gmail.com
Phone
+628562882330
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No. 13 Ungaran Kabupaten Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INSPIRASI: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
ISSN : 25485717     EISSN : 25984268     DOI : -
Core Subject : Education,
INSPIRASI - Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam UNDARIS Kabupaten Semarang dua kali dalam satu tahun. Jurnal ini mempunyai spesifikasi sebagai media publikasi untuk mengkomunikasikan hasil kajian pemikiran serta hasil-hasil penelitian dalam bidang Pendidikan Islam. Redaksi sangat mengharapkan para penulis dan ahli Pendidikan Islam dapat turut memberikan kontribusi naskahnya dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
PERAN PROFIL DAN KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA BELAJAR AGAMA ISLAM Samsudin, Samsudin
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 2 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i2.137

Abstract

The background of this research is Islamic religious education which is held in the Public High School 1 of Bancak and Senior High School 1 in Tuntang, Semarang Regency, referring to the education profile and professional certificate of a religious teacher, and teacher performance in the teaching and process of learning. Teachers in addition to teach in the classroom must always show their totality in seeking perfection as a figure, so that in themselves students emerge motivation to learn Islam.The method used in this research is field research, namely by conducting direct interviews with teachers, students and principals, and archiving data. This research is aimed at all learning related to Islam, such as the profile of a teacher in the world of education and its role at the time of the community, as well as teacher performance. The profile contents and teacher's performance are expected to become motivators of students learning about PAI.Based on this study ,there are several findings relating to learn of Islamic Education in the State of Senior High School 1 Bancak and Senior High School 1 Tuntang Semarang Regency, such as : 1) the teacher's profile is accordance with the S1 diploma requirements and most of them already to have certificates of expertise as educators. 2) Performance of teachers who are professional in such as making administration of learning, implementation, and filing. 3) The profile and performance of PAI's teacher must to be motivator for their student by learning Islamic religion education and make their students have a good behaviour. Latar belakang yang memunculkan penelitian ini adalah pendidikan agama Islam yang terselanggara di SMK Negeri 1 Bancak dan SMA Negeri 1 Tuntang Kabupaten Semarang mengacu pada profil pendidikan dan sertifikat profesioal seorang guru agama, serta kinerja guru di dalam proses belajar mengajar. Guru selain  mengajar di dalam kelas harus selalu memperlihatkan totalitasnya dalam mengupayakan  kesempurnaan sebagai figur, agar dalam diri siswa  muncul  secara sendiri  motivasi belajar agama Islam.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan), yaitu dengan melakukan wawancara langsung terhadap guru, siswa dan  kepala sekolah, dan  pengarsipan data. Penelitian  ini  ditujukan  pada seluruh  pembelajaran yang berkaitan dengan agama Islam, seperti profil seorang guru di dalam dunia pendidikan dan peranannya pada saat di lingkungan masyarakat, serta  kinerja guru. Muatan profil dan kinerja guru tersebut  diharapkan menjadi  penumbuh  motivasi siswa belajar PAI.Berdasarkan penelitian ini ada beberapa penemuan yang berkaitan dengan pembelajaran PAI di SMK Negeri 1 Bancak  dan SMA Negeri 1 Tuntang Kabupaten Semarang, seperti 1) Profil guru sudah sesuai  persyaratan ijazah S1 dan sebagian  besar sudah mempunyai  sertifikat  keahlian  sebagai seorang pendidik. 2) Kinerja guru yang profesional dalam seperti dalam membuat administrasi pembelajaran, pelaksanaan dan pengarsipan. 3) Profil dan kinerja guru PAI memiliki peranan positif terhadap motivasi siswa dalam mempelajari pendidikan agama Islam dan mengembangkan perilaku yang berkarakter.
INTERNALISASI NILAI-NILAI SOSIAL KEAGAMAAN PADA JAMA'AH TAREKAT AS-SYADZILIYAH DI SUKOHARJO Zaman, Rojif
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 2 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i2.133

Abstract

ABSTRACT The background of this study is that the community does not understand the function of religion in daily life. Some people have carried out the teachings of the Prophet well, but put aside something related to the problem of social life, confused how to implement the problem of socio-religious values. Internalization of Religious Social Values on the Syadziliyah Congregation is expected to make the Jama'ah have a good Social Religious character. This research was conducted to find out how the implementation of the syadziliyah tarekat teachings, internalization of socio-religious values in the congregation of the syadziliyah congregation in Perengsari Village, Kartasura Subdistrict, Sukoharjo Regency in 2015/2016. December 2015 - September 2016. The subject of this study was Badal Mursyid Tarekat Syadziliyah in Perengsasri Village, Kartasura Sub-District, Sukoharjo Regency. The information of this study was Jama'ah and administrators. The methods used in this study were observation, documentation, and interviews. To check the validity data using the source triangulation technique. The analysis technique uses an interactive data analysis model, the steps taken are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Syadziliyah Congregation Activities in Perengsari Pembai'atan Village (Bai'at), Yaumiyah (Daily), Weekly, Selapanan (35 Days), Annual Khaul Syeikh Imam Abil Hasan Ali Ash-Syadzili. In addition there are also activities in a year three times, namely the month of Shawwal, Syuro, Rajab, the study of Al-Hikam by Mursyid, namely Gus Wafi, and in the month of Ramadhan every time after the prayer 'the study of Nashoihul' Ibat. The distinctive characteristics of the Syadziliyah Order in Perengsari Village are many activities that educate themselves, unite the ummah, and also not force. Internalization of socio-religious values in the congregation of the Syadziliyah Congregation is a cultivation and at the same time the application of values in social life that are considered good, useful, and quality that are influenced, carried out and directed by religious teachings. two methods are used namely Bil Qoul (lecture / study or study of Nashoihul 'Ibat, reading of the qib of Imam Syadzili and the study of Al-hikam by Gus Wafi, and Bil Hal (Sholat Khajat, Ghoib, Lianasil Qobri, Tahlilan, Nariyahan, visiting people sick, takziyah, helping people in need) Latar belakang penelitian ini adalah Masyarakat kurang memahami fungsi agama dalam kehidupan sehari-hari.Beberapa masyarakat sudah menjalankan ajaran Rasulullah Saw dengan baik, akan tetapi mengesampingkan sesuatu yang berkaitan dengan masalah kehidupan sosial kegamaan, bingung bagaimana mengimplementasikan masalah nilai-nilai sosial keagamaan. Internalisasi Nilai-Nilai Sosial Keagamaan pada Jama'ah Tarekat Syadziliyah diharapkan dapat membuat Jama'ah mempunyai sifat Sosial Keagamaan yang baik.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanapelaksanaan ajaran tarekat syadziliyah, internalisasi nilai-nilai sosial keagamaan pada jama'ah tarekat syadziliyah di Desa Perengsari Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Tahun 2015/2016.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dilaksanakan di Desa Perengsari Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo bulan Desember 2015-September 2016. Subjek penelitian ini adalah badal Mursyid Tarekat Syadziliyah di Desa Perengsasri kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.Informan penelitian ini adalah Jama'ah dan pengurus.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara.Untuk mengecek keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Teknik analisisnya menggunakan model analisis data interaktif, tahap yang ditempuh yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kegiatan Tarekat Syadziliyah di Desa Perengsari pembai'atan (bai'at), yaumiyah (harian), mingguan, selapanan (35 hari), tahunan yakni khaul Syeikh Imam Abil Hasan Ali Asy-Syadzili. Selain itu juga ada kegiatan dalam setahun tiga kali yakni bulan Syawal, Syuro, Rajab, kajian kitab Al-Hikam oleh Mursyid yaitu Gus Wafi, Dan di bulan romadhon setiap setelah sholat isya' kajian kitab Nashoihul 'Ibat. Ciri khas Tarekat Syadziliyah di Desa perengsari yakni banyak kegiatan yang mendidik diri, mempersatukan ummat, dan juga tidak memaksa. Internanalisasi nilai-nilai sosial keagamaan pada jama'ah Tarekat Syadziliyah adalah suatu penanaman dan sekaligus penerapan nilai-nilai dalam kehidupan sosial bermasyarakat yang dianggap baik, bermanfaat, dan bermutu yang dipengaruhi, dijawai dan diarahkan oleh ajaran agama. dua metode yang digunakan yaitu Bil Qoul (ceramah/pengajian atau kajian kitab Nashoihul 'Ibat, pembacaan manaqib Imam Syadzili dan kajian kitab Al-hikam oleh Gus Wafi, dan Bil Hal (Sholat Khajat, Ghoib, Lianasil Qobri, Tahlilan, Nariyahan, menjenguk orang sakit, takziyah, membantu orang yang membutuhkan)
KREATIVITAS GURU DALAM MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PAI DI SD SEKECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG Zabidi, Ahmad
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 2 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i2.134

Abstract

Learning problems can be minimized by the use of digital technology. The rapid innovation in technology and information minimize the barriers that come from some instruments which are difficult to access. Laptops and the internet are the solutions for teachers to develop their creativity for the learning methods and materials.This study are aimed to determine the creativity of teachers in using the internet and laptops as learning media for PAI Subject in SD Negeri Bawen Subdistrict, Semarang Regency in the 2018/2019 academic year. The method used was field research with a qualitative approach. Researchers went into the field to make observations, interviews and document activities related to the research title. The results showed that there were (1) the increasing of the creativity of PAI teachers in Bawen District Elementary School which is caused by using learning media as the effective learning methods, (2) archiving learning instruments are more organized, and (3) the need of several supporting factors, such as: technical training(bimtek) for PAI teachers, representative class and varied methods. In addition, there are also inhibiting factors in developing teacher creativity, namely: there is no internet in school and the limitations of the projector to support the PAI learning. Problematika dalam pendidikan, dengan semakin canggihnyadunia digital semakin bisa diminimalisasi. Pesatnya inovasi dalam teknologi dan informasi, mengikis sekat  pengetahuan yang pernah menjadi instrumen sulit untuk diakses. Laptop dan internet menjadi salah satu solusi bagi guru untuk mengembangkan kreativitasnya dalam mengembangkan metode dan materi pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas guru dalam memanfaatkan internet dan laptop sebagai media pembelajaran PAI di SD Negeri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang pada tahun  pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan adalah field research, dalam penelitian ini, peneliti langsung terjun ke lapangan untuk melakukan observasi, wawancara dan mendokumentasikan kegiatan yang berkaitan dengan judul penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada (1) peningkatan kreativitas guru PAI di SD Negeri Kecamatan Bawen dalam menggunakan media pembelajaran sebagai sarana metode penyampaian materi yang efektif, seperti dengan powerpoint, audio dan juga video pembelajaran, (2) pengarsipan instrumen pembelajaran semakin tertata rapi, seperti silabus, RPP, dan metode pembelajaran. (3) Adanya beberapa faktor pendukung, seperti: bimtek PAI, kelas representatif dan metode yang variatif. Selain itu juga ada faktor penghambat dalam mengembangkan kreativitas guru yaitu: tidak ada internet di sekolah, keterbatasan proyektor untuk mengembangkan pembelajaran PAI.
PEMIKIRAN KH. AHMAD DAHLAN TENTANG PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA hadi, imam anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 2 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i2.135

Abstract

 ABSTRAK Pendidikan merupakan hal penting sehingga bangsa ini bermartabat dan diperhitungkan dengan negara lain. KH. Ahmad Dahlandengan konsep pendidikannya membentuk anak didik menjadi manusia yang bertaqwa dan berakhlak mulia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang datanya didapat dengan melakukan penelitian pustaka (library research) diarahkan dalam memahami pesan-pesan yang ada dalam suatu teks. Penelitian ini termasuk penelitian biografi, karena berusaha menyimpulkan, menganalisis dan membuat interpretasi mengenai pemikiran tokoh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biografi dan pemikiran KH. Ahmad Dahlan terhadappendidikan Islam di Indonesia. Hasil temuannya adalah Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta pad tahun 1869 M/ 1295 H. Dengan nama kecil Muhammad Darwis. Ayahnya seorang Ulama’ bernama KH. Abu Bakar bin KH. Sulaiman, pejabat khatib di masjid besar kesultanan Yogyakarta. Adapun buah pemikirannya diantaranya: 1). Dalam bidang aqidah, sejalan dengan pandangan dan pemikiran ulama’ Salaf. 2). Beragama itu adalah beramal, artinya berkarya dan berbuat sesuatu, melakukan tindakan sesuai dengan pedoman al-Qur’an dan as-Sunnah. 3). Dasar pokok hukum Islam adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. 4). Terdapat lima jalan untuk memahami al-Qur’an yaitu: mengerti artinya, memahami maksudnya (tafsir), selalu bertanya kepada diri sendiri, apakah larangan dan perintah agama yang telah diketahui telah ditinggal dan perintah agamanya telah dikerjakan, tidak mencari ayat lain sebelum isi ayat sebelumnya dikejakan. 5). Tindakan nyata adalah wujud kongrit dari penerjemahan al-Qur’an, dan organisasi adalah wadah dari tindakan nyata tersebut. 6). Sebagai landasan agar seseorang suka dan bergembira, maka orang tersebut harus yakin bahwa mati itu bahaya, akan tetapi lupa kepada  kematian merupakan bahaya yang jauh lebih besar dari kematian itu sendiri. 7). Kunci persoalan peningkatan kualitas hidup dan kemajuan umat Islam adalah pemahaman terhadap berbagai ilmu pengetahuan yang sedang berkembang dalam tata kehidupan masyarakat. 8). Pembinaan generasi muda (kader) dilakukan dengan jalan interaksi langsung. 9). Strategi menghadapi perubahan sosial akibat modernisasi adalah merujuk kembali al-Qur’an, menghilangkan sikap fatalisme, sikap taqlid. 10). Obyek gerakan da’wah Muhammadiyah melalui rakyat kecil, kaum fakir miskin, para hartawan dan para intlektual.  
KOMPETENSI PROFESIONAL DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Di SMA NEGERI se-KECAMATAN MRANGGEN anam, syaiful
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 4, No 1 (2020): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v4i1.161

Abstract

Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik yang menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian terjadi secara alamiah, apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, menekankan pada deskripsi secara alami. Pengambilan data atau penjaringan fenomena dilakukan dari keadaan yang sewajarnya yang dikenal dengan sebutan ”pengambilan secara alami dan natural”. Dengan sifatnya ini maka peneliti dituntut terlibat secara langsung di lapangan dengan melihat bagaimana kompetensi professional dan kompetensi pedagogikgurupendidikan Agama Islam. Dalam hal ini peneliti berusaha memahami dan menggambarkan apa yang dipahami dan digambarkan oleh subjekpenelitian.Berdasar pada temuan data di lapangan, bahwa mayoritas guru Pendidikan Agama di SMA Negeri se-kecamatan Mranggen telah memiliki kompetensi professional dan kompetensi pedagogik. Kemampuan pedagogik; yaitu kemampuan guru menyusun RPP, Silabus, Prota dan Promes, kemampuan improvisasi metode pembelajaran dan kemampuan menilai hasil belajar siswa melalui penilaiaan berbasis kelas. kemampuan profesional; digambarkan dengan kemampuan menguasai bidang studi dilihat dari latar belakang pendidikan guru yang memiliki kualifikasi akademik dan guru mengajar sesuai dengan keahlian dan jurusan yang dimilikinya, kemampuan memahami peserta didik, kemampuan menguasai pembelajaran yang mendidik melalui kemampuan memahami jenis mata pelajaran, mengorganisasikan materi pelajaran serta mendayagunakan sumber belajar. Kata kunci:Kemampuan Kompetensi Profesional,Kemampuan Kompetensi Pedagogik Guru The Researchers used a qualitative method with a naturalistic approach that showed that the implementation of the study occurred naturally, as is, in normal situations that are not manipulated in conditions and conditions, emphasizing the description naturally. Data retrieval or screening of phenomena is carried out from a reasonable state known as "natural and natural retrieval". By this nature, researchers are required to be directly involved in the field by seeing how professional competence and pedagogical competence of Islamic education teachers. In this case the researcher tries to understand and describe what is understood and illustrated by the research subjects.Based on data findings in the field, that the majority of Religious Education teachers in the State High Schools in Mranggen sub-district already have professional and pedagogical competencies. Pedagogic ability; namely the ability of teachers to prepare lesson plans, syllabi, prota and promes, the ability to improvise learning methods and the ability to assess student learning outcomes through classroom-based assessment. professional ability; illustrated by the ability to master the field of study seen from the educational background of teachers who have academic qualifications and teaching teachers in accordance with their expertise and majors, the ability to understand students, the ability to master learning that educates through the ability to understand the types of subjects, organize subject matter and utilize resources learn.
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER KEMANDIRIAN DI PONDOK PESANTREN AL-MANAR KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG DAN PONDOK PESANTREN ANIBROS KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG khamid, abdul
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 4, No 1 (2020): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v4i1.162

Abstract

Penelitianini bertujuan untuk mengetahui model pendidikan karakter kemandirian santri di pondok pesantren Al-Manar Kec. Tengaran dan pondok pesantren Annibros Kec. Suruh. Jenis penelitian ini penelitian lapangan dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, dokumentasi, danwawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan pertama, Model pendidikan karakter kemandirian santri Al-Manar lebih diintegrasikan dengan pembelajaran seperti: kuat aqidahnya, berakhlakul karimah, keilmuan yang memadai, tumbuh sifat kepemimpinan, bias mengatasi problematika di tengah-tengah arus globalisasi. Model pendidikan karakter kemandirian santri di pondok pesantren Annibros dilakukan dengan model keteladanan kyai, ustad, ulama’-ulama’ salaf terdahulu, mengkaji Al-Qur’an, Hadist, Ijmaq, Qiyasdan Jama’ah, menghormati yang lebih tua menghargai yang muda,. Kedua, factor pendukung pendidikan kemandirian santri pondok pesantren Al-Manar diantaranya:1) kyai, ustad atau guru, 2) kegiatan belajar mengajar meliputi harian, mingguan, bulanan, dantahunan, 3) santri, 4) orang tua, 5)lingkungan pesantren. Faktor pendukung model pendidikan kemandirian di pondok pesantren Annibros diantaranya: 1) kyai, ustadatau guru, 2) kegiatan belajar mengajar meliputi: harian, minggua, bulanan dan tahunan, 3) santri, 4) lingkungan pesantren, 5) kerjasama dengan masyarakat. Sedangkan factor penghambat model pendidikan karakter kemandirian di pondok pesantren Al-Manar diantaranya: 1) santri yang bermalas-malas,2) sarana dan prasarana. Faktor penghambat model pendidikan kemandirian di pondok pesantren Annibros diantaranya: 1) perbedaan bagraund bawaans antri 2) sarana dan prasarana. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Kemandirian, Santri. This research focused  to find out the educational model of the students`s self-supporting character in Al-Manar Islamic boarding house Tengaran and Annibros islamic boarding house Suruh. The approach in this  research was qualitative research. The data was collected by using observation technique, documentation, and interview. The results of this research showed first, the educational model of the students`s self-supporting character in Al-Manar  islamic boarding house was more integrated with learning such as having a strong belief, good morality, having adequate knowledge, growing leadership characteristic, and having an ability to solve problems in the middle of globalization`s stream. The educational model of the students`s self-supporting character in Annibros islamic boarding house was performed with the taking lessons of  kyai, ustadz, ulama` prior salaf, studying the holy Qur`an, Hadits, Ijma`, Qiyas and Jama`ah, respecting the older people and appreciating the younger people. Secondly, the supporting factors of the education of students`s self-supporting character in Al Manar islamic boarding house includes: 1) kyai, ustadz or teachers, 2) learning processes on daily, weekly, monthly, and yearly, 3) students, 4) parents, 5) islamic boarding house environment. The supporting factors of the education of students`s self-supporting character in Annibros islamic boarding house includes: 1) kyai, ustadz or teachers, 2) learning process on daily, weekly, monthly, and yearly, 3) students, 4) islamic boarding house environment, 5) cooperations with the community. Meanwhile inhibite factors of self-supporting character building model in al manar islamic boarding house were: 1) Lazy students, 2) advices and infrastructures. The inhibite factors of self-supporting  character building model in annibros islamic boarding house were: 1) differences of student`s background, 2) advices and infrastructures.
ANALISIS PERAN PEMIMPIN DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU MADRASAH (Studi di MI Muhammadiyah Madureso Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen) Sudadi, Sudadi
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 4, No 1 (2020): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v4i1.163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui peran pemimpin dalam meningkatkan kinerja guru di MI Muhammadiyah Madureso Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen. Jenispenelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang terkait dengan  objek  yang  akan  dipilih  sebagai  sumber  utama  yang  ditentukan melalui  purposive sampling, adapun  informan dalam penelitian ini adalah kepala madrasah,  guru MI dan peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan  dokumentasi sehingga mampu menggali peran pemimpin di MI Muhammadiyah Madureso. Analisis  data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Sedangkan keabsahan  data  yang  digunakan  adalah  dengan menerapkan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi.Temuan penelitian pertama,peran interpersonal kepala madrasah sebagai figur (figurehead role), sebagai pemimpin (leader role), dan sebagai penghubung/perantara (liaison role).Kedua, peran informasional kepala madrasah yang terdiri dari peran sebagai pemonitor(monitor role), sebagai pembagi informasi (disseminator role), sebagai juru bicara (spokesman role). Ketiga, peran pengambilan keputusan (decisional role) kepala madrasah yang terdiri dari peran sebagai wirausaha (entrepreneur), sebagai pereda gangguan  (disturbance handler role), sebagai pengalokasi sumber daya (resource allocator role), dan sebagai penegosiasi (negosiatorrole). Dan semuanya telah dapat dilaksanakan oleh kepala MI Muhammadiyah Madureso Kebumen dengan baik. Kata Kunci: Peran Pemimpin dan Kinerja Guru This study aims to identify and identify the role of leaders in improving teacher performance in MI Muhammadiyah Madureso, Kuwarasan District, Kebumen Regency. This type of research is qualitative research. The informants in this study are people who are associated with the object that will be selected as the main source determined through purposive sampling, while the informants in this study are the headmaster of madrasas, MI teachers and students. Data collection was carried out by in-depth interviews, observations, and documentation so as to explore the role of leaders in MI Muhammadiyah Madureso. Data analysis was performed by data reduction, data presentation, and verification. While the validity of the data used is by applying an extension of participation, perseverance of observation, and triangulation.The first research findings, the interpersonal role of the madrasa head as a figure (figurehead role), as a leader (leader role), and as a liaison role.Second, the informational role of the madrasa head consisting of a role as a monitor (monitor role), as a disseminator of the information (disseminator role), as a spokesman (spokesman role).Third, the decision-making role (decisional role) of the madrasa head consisting of the role of an entrepreneur (entrepreneur), as a reliever of disturbance (disturbance handler role), as a resource allocator (resource allocator role), and as a negotiator (negotiator role).And everything can be implemented by the head of MI Muhammadiyah Madureso Kebumen well. Keywords: Role of Leaders and Teacher Performance 
PENDIDIKAN AKHLAK TASAWUF (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN SURYABUANA DUSUN BALAK,DESA LOSARI, KABUPATEN MAGELANG 2019) Riswanto, Muhammad Cahyo
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 4, No 1 (2020): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v4i1.164

Abstract

Pondok Pesantren Suryabuanayakni mengajarkan pendidikan akhlak tasawuf kepada jama’ah. Selain itu juga, pondok tersebut melestarikan budaya lokal seperti manakib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani yang dilaksanakan setiap bulan sekali dan penancapan tombak kalimosodo di Gunung Balak. Pondok tersebut mengajak jama’ah untuk senantiasa berzikir kepada Allah Swt. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahuipendidikan akhlak tasawuf di Pondok Pesantren Suryabuana.2)Untuk mengetahui kontribusi pendidikan akhlak tasawuf pada Masyarakat Dusun Balak. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi: metode wawancara, metode observasi dan metode dokumentasi. Analisis data meliputi:. reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi.Pengecekkan keabsahan data meliputi derajat kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian. Hasil temuan penelitian yakni diantaranya; 1) Pendidikan akhlak tasawuf di Pondok Pesantren Suryabuana meliputi: tobat, wara’(hati-hati), qana’ah (merasa cukup), zuhud (tidak mencintai dunia), mahabbah (mecintai Allah), fana’ (lebur kepada Allah) dan ma’rifatullah (mengerti Allah). 2)Kontribusi pendidikanakhlak tasawuf pada masyarakat Dusun Balak yakni diantaranya; mengubah masyarakat yang Agamis, program air bersih memakmurkan masyarakat, pengadaan diskusi rutin terbuka untuk umum setiap bulan sekali dan penyediaan sarana prasana berdagang untuk para penjual pada saat ManakibSyekh Abdul Qadir Al-Jailani setiap bulan sekali. Kata kunci: Pendidikan,Akhlak, Tasawuf. Suryabuana Islamic Boarding School teaches tasawuf moral education to jama'ah. On the other side, the school preserves the local culture such as Manakib Abdul Qadir Al-Jailani which is held every month and the piercing of the kalimosodo spear on Mount Balak. The boarding school invited jama'ah to always recite Allah. This study is aimed at 1) to find out the tasawuf moral education at the Suryabuana Islamic Boarding School. 2) To determine the contribution of Sufism moral education in the Balak Hamlet Community. The researcher used descriptive research and qualitative approaches. Data collection methods include: interview method, observation method and documentation method. Data analysis includes: data reduction, data presentation, conclusions and verification. Checking the validity of the data includes the degree of trust, transferability, dependence and certainty. The research findings include; 1) Moral education of Sufism in Suryabuana Islamic Boarding School includes: repentance, wara'(careful attitude), qana'ah (feeling enough), zuhud (not loving the world), mahabbah (mecintai Allah), fana' (feel with Allah) and ma'rifatullah (understand Allah). 2) Contribution of Sufism moral education to the people of Balak Hamlet, among others; changing in to the religious community, clean water programs for the prosperous community, providing regular discussions open to the public once a month and providing trade facilities for sellers at the time of Manakib Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani every month.. Keywords:Education, Attitude, Sufism.
BERDIALOG DENGAN TEKS (KAJIAN HERMENEUTIK DENGAN METODE BAYANI) Hadi, Imam Anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 4, No 1 (2020): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v4i1.165

Abstract

Problem manusia menghadapi teks (wahyu) berfariatif dalam membaca, memahami menginterpretasikannya. Perbedaan itu muncul pada wilayah teks itu sendiri serta pada realitas sang pembaca (reader/qori’) atau penafsirnya (interpreter/ mufassir). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hermeneutik, sejarah teks, otoritas teks, kritis terhadap teks dan metode memehami teks. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang datanya didapat dengan melakukan penelitian pustaka (library research) diarahkan dalam memahami pesan-pesan yang ada dalam suatu teks. Hasil temuannya hermeneutik berasal dari kata Yunani hermeneuein, yang berarti menafsirkan. Historitas teks adalah sejarah teks Wahyu yang mulai terjadi perdebatan antara muktazilah dengan Asy’ariah terhadap eksistensi teks. Otoritas teks berusaha memunculkan epistemologisnya secara baru, dengan asumsi bahwa ia memperbaharui  teks-teks  yang mendahuluinnya, akan tetapi otoritas “ tektual” tersebut tidak akan bermetmorfosisi menjadi wewenang kultural-sosiologis, kecuali melalui kelompok yang mengadopsi teks dan mengubahnya menjadi kerangka idologi. kajian kritis dari hermeneutik teks mencakup pada analisis atau kritik wacana. Metode bayani diterapkan untuk memahami dan menganalisis teks guna menemukan atau mendapatkan makna yang dikandung dalam (dikehendaki) lafadz. Sebagai sebuah pendekatan Kata kunci: hermeneutik, teks, metode The problem human facing text (revelation) berfariatif, in reading understand. interpreting itThe difference that appears on the text itself and on the reality the readers (reader /qori ) or (interpreter/ mufassir). The purpose of this research is to find hermeneutic, history text, authority text, critical of the text and methods understand text. The research is the qualitative study that the data earned by doing research library ( library research ) directed in understanding pesan-pesan which is in a text. His innovation hermeneutic products derived from a greek hermeneuein, which means interpret. Historitas text is history text what started his muktazilah with temple Asy’ariah against existence text. Authority text trying to bring up epistemologisnya in new, assuming that he renew teks-teks that prefaced, but authority  text  it will not bermetmorfosisi rests with the kultural-sosiologis , except through groups adopt text and turn it into a framework idologi . he hermeneutic of covering on critical text analysis or criticism. Discourse. Bayani method applied to understand and analyse the text to find or obtain being guided by ) lafadz. ( inAs an approach Key words: , hermeneutic the text, the method
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA KESENIAN REBANA SONGGO BUMIDI DESA GLAWAN KECAMATAN PABELANKABUPATEN SEMARANG Priarni, Rina
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 5, No 1 (2021): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v5i1.251

Abstract

ABSTRAKPendidikan nilai-nilai keagamaan berfungsi mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama. Tujuan dari penelitian ini adalah (1). Mendeskripsikan pelaksanaan kesenian rebana Songgo bumi di Desa Glawan; (2). Mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam pada kesenian rebana Songgo bumi di Desa Glawan; (3). Mengetahui dampak kesenian rebana Songgo bumi terhadap masyarakat Desa Glawan Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan mengambil lokasi di Kesenian rebana Songgo bumi Desa Glawan Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis datanya dengan cara mereduksi data, display data, dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat proses pelaksanaan kegiatan latihan, rutinan, dan tampilan pada kesenian rebana Songgo bumi yang di dalamnya terdapat kegiatan dan mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yaitu : (1) Nilai kebudayaan dalam tujuan melestarikan kebudayaan Islam yang sudah berkembang di masyarakat; (2) Nilai jasmani dalam pelaksanaan kegiatan kesenian rebana; (3) Nilai kejiwaan pada syair-syair sholawat yang dikumandangkan; (4) Nilai akidah dalam pelaksanaan kegiatan pembacaan tawassul; (5) Nilai akal pada pelaksanaan kegiatan pembacaan kitab Ad-dhiba’ dan Al-Barzanji; (6) Nilai keindahan pada pelaksanaan pembacaan kitab Ad-dhiba’ dan Al-barzanji, juga pada syair-syair yang dikumandangkan di dalamnya; (7) Nilai akhlak dalam pelaksanaan kegiatan Mahalul qiyam dan cara berpakaian. Dampak dengan adanya kesenian rebana Songgo bumi diantaranya, semakin termotivasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, merubah perilaku pemuda yang sebelumnya negatif menjadi positif, memudahkan masyarakat untuk mencari pengisi acara dalam kegiatan hajat mereka, dan memasyarakatkan sholawat. Kata kunci : Nilai-Nilai Pendidikan Islam, Kesenian Rebana Songgo Bumi Religious education values serves prepare children to people who understand and indeed of his religion and nilai-nilai / or are the religious science. The purpose of this research is (1). described the tambourine in the earth art songgo glawan; (2). know nilai-nilai islamic education at art tambourine songgo earth in the village glawan; (3). know the impact of art tambourine songgo land and villagers in semarang glawan pabelan district in 2019. The qualitative method was used in the study and take locations in the earth art tambourine songgo village glawan kecamatan pabelan kabupaten semarang .Data collection method used namely observation, interviews and documentation .Reduce analyzing of by means of technical data, display data, and draw conclusions The research results show that there is the implementation of the activity exercise, rutinan, and display art on the sound of israel timbrels songgo the earth in which there are outstanding activities and containing islamic education values of what god has (1 ). the value culture in purpose islamic cultural preserve improved in a community; (2). the value in implementation of activities physical art a tambourine; (3). the value to spafford words at the sholawat who was aired, (4). the value is in implementation of activities reading tawassul; (5). the value in the sense the book of ad-dhiba and al-barzanji; (6) the value beauty on the implementation of the book of ad-dhiba and al-barzanji , also on to spafford words that was aired in it; ( 7). the value the remembrance of the home in implementation of activities mahalul qiyam and manner of dress The impact on the art of tambourine songgo earth , be more motivated to get closer to god , change behavior youth before negative to positive, facilitate the public to find the events in their control activities and promote sholawat.  Keywords:Values, islamic education tambourine songgo earth artÂ