cover
Contact Name
Sudoko
Contact Email
masdoko93@gmail.com
Phone
+628562882330
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No. 13 Ungaran Kabupaten Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INSPIRASI: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
ISSN : 25485717     EISSN : 25984268     DOI : -
Core Subject : Education,
INSPIRASI - Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam UNDARIS Kabupaten Semarang dua kali dalam satu tahun. Jurnal ini mempunyai spesifikasi sebagai media publikasi untuk mengkomunikasikan hasil kajian pemikiran serta hasil-hasil penelitian dalam bidang Pendidikan Islam. Redaksi sangat mengharapkan para penulis dan ahli Pendidikan Islam dapat turut memberikan kontribusi naskahnya dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
ANALISIS KRITIS PEMIKIRAN PENDIDIKAN PROGRESIF MUHAMMAD ‘ATHIYAH AL-ABRASYI Hadi, Imam Anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 2 (2018): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.219 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i2.17

Abstract

AbstractIslamic education is very important for live, should the Islamic Education in family and school can form the child’s personality intact, faithful and devout, but the reality shows the relationship that is too loose between parents and childern. A sociologist calls it is crisis the authority of parents. Muhammad “Athiyah Al-Abrasyi offer contributions to islamic educations. He is well known in education. The works are widely used as a reference. The purpose of this paper is to know the biography and thoughts of Athiyah-Al Abrasyi about Islamic Education. This research whose data obtained by library research directed in understanding the messeges that exist in a text. This research includes biographical research because trying to conclude, analyze and make interpersonal thought about leader. The finding of the research is he’s an education expert whose last position as professor in Darul-Ulum at Egypt. He mastered several languages other than arabic, like english, hebrew and Suryani. Muhammad Athiyah Al-Abrasyi’s thoughts about islamic religious education is to prepare people to live perfectly and happily, to love the land, to be uprigh, to be perfect, to be mindful, to be ordely, to feel good, to be good at work. The basic of islamic education is that there is no age limit to start learning, ther is no limit to the length of  time childern learn in school. The main purpose of islamic religious education is the formations of high morals, with some formulation that is to achieve perfect morality, pay attention to religion and world at sametime, pay attention to its benefit, learn science to get its benefits, vocational education, carpentry to seek get its fortune. Yhe concept is morals is moral education and morals (akhlak). abstrakIslam dalam keluarga dan sekolah dapat membentuk kepribadian anak yang utuh, beriman dan bertakwa, namun realitanya (das sein) menunjukkan terjadinya hubungan yang agak terlepas antara ibu-bapak dengan anak-anaknya. Seorang ahli sosiologi menamakannya krisis kewibawaan orang tua. Muhammad ‘Athiyah Al-Abrasyi menawarkan kontribusi dari pendidikan Islam. Beliau dikenal oleh para ahli dalam bidang pendidikan, di mana karya-karyanya banyak dipakai sebagai rujukan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui biografi dan pemikiran ‘Athiyah Al-Abrasyi tentang pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang datanya didapat dengan melakukan penelitian pustaka (library research) diarahkan dalam memahami pesan-pesan yang ada dalam suatu teks. Penelitian ini termasuk penelitian biografi, karena berusaha menyimpulkan, menganalisis dan membuat interpretasi mengenai pemikiran tokoh. Temuan hasil penelitian adalah beliau pakar pendidikan yang memiliki jabatan terakhir sebagai guru besar di Dar al-Ulum Mesir. Ia menguasai beberapa bahasa di samping bahasa Arab, seperti bahasa Inggris, Ibrani dan Suryani. Pemikiran Muhammad ‘Athiyah Al-Abrasyi tentang pendidikan agama islam adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan berbahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya (akhlaknya), teratur pikirannya, halus perasaannya, halus perasaannya, mahir dalam pekerjaannya, manis tutur katanya baik dengan lesan maupun dengan tulisan. Dasar pendidikan Islam yaitu tidak ada pembatasan umur untuk mulai belajar, tidak ada batasan lamanya anak belajar di sekolah. Tujuan utama dari pendidikan Islam adalah pembentukan moral yang tinggi., dengan beberapa rumusan yaitu mencapai akhlak yang sempurna, memperhatikan agama dan dunia sekaligus, memerhatikan segi-segi manfaat, mempelajari ilmu untuk memdapat kan dzat itu sendiri, pendidikan kejuruan, pertukangan untuk mencari rizqi. Konsepnya adalah  pendidikan moral dan akhlak.
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kepekaan Sosial Anak Di Kehidupan Sehari-hari Isnaeni, Isnaeni
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 1 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.417 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i1.7

Abstract

Abstrak Pendidikan Agama Islam secara umum dapat dipahami sebagai upaya untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan tentang agama Islam sehingga menjadi pribadi muslim yang beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dan menjadi solusi utama dalam menumbuhkan dan meningkatkan kepekaan sosial anak dengan mengahayati dan mengamalkan nilainilai dan ajaran agama yang terkandung didalam al-Qur’an dan al-Sunnah. Kata kunci: pendidikan agama islam; kepekaan sosial The Role of Islamic Religious Education in Increasing Children's Social Sensitivity In Everyday Life Islamic education in general can be understood as an attempt to increase faith, understanding, appreciation and practice of Islam so that it becomes a private Muslim faith and piety and morality in personal life, society, nation and state. Islamic religious education has an important role and be the main solution to increase the sensitivity and improve the children's social mengahayati and practice the values and teachings contained in the Qur'an and Sunnah.
DIFERENSIASI PENDIDIKAN KARAKTER JAMAAH MASJID AL-IKHLAS DI LINGKUNGAN WISATA KARAOKE DUSUN SARIREJO SALATIGA 2019 Riswanto, Muhammad
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 1 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.823 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i1.82

Abstract

Differentiation of character education for mosque worshipers Sarirejo is very varied regarding the strategies and curiculum education that is thaught. This study is aimed 1) to figure out the differentiation of character education for mosque worshipers al-ikhlas at the age of children, teenagers, and adults. 2) To find out the supporting and inhibiting factors of the differention of Al-ikhlas mosque character eductional at the age of children, adolescents and adults. The method appilied was descriptive qualitative research with a field research approach (field research). Qualitative data analysis was analytical inductive. This study found the differentiation of character education in Al-Ikhlas mosque. The differentiation of children's character education including: religiosity, honesty, discipline, curiosity, independence, caring for the environment, responsibility, loving to read, hard working and appreciating the achievement. The differentiation of teenager's character education such as: religiosity, discipline, curiosity, independence, caring for the environment, responsibility and social care. The differentiation of adult's character education including: religiosity, discipline, curiosity, independence, caring for the environment, responsibility, social care, tolerance. The supporting factors for the differentiation of children character education, teenagers and adult involving the existence of literature related to Islam. The existence of facilities such as benches, Quran, shalawat books, whiteboards, cleanliness of learning places, support from the parent's role, takmir and muslim community especially the government figures. The barrier factors of children's character education differentiation, teenager's differentiation and adult's differentiation were the backgrounds of various personality character of students, less conductive social environment and inadequate learning facilities.
Aplikasi Total Quality Management Dalam Lembaga Pendidikan Islam Priarni, Rina
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.255 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.13

Abstract

Abstrak Diera kontemporer dunia pendidikan dikejutkan dengan adanya model pengelolaan pendidikan berbasis industri. Pengelolaan model ini mengandaikan adanya upaya pihak pengelola institusi pen­didikan untuk meningkatkan mutu pendidikan berdasarkan manajemen perusahaan. Secara filosofis, konsep ini menekankan terhadap perbaikan yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan dan kepuasaan pelanggan. Aplikasi Total Quality Management di beberapa lembaga pendidikan sudah mulai nampak dewasa ini. Hal ini disebabkan semakin tingginya persaingan antar lembaga pendidikan Islam. Unsur Total Quality Management meliputi 10 hal yang sama persis dengan apa yang diajarkan oleh islam, baik didalam AL-quran maupun Al-hadits. 10 unsur itu, yaitu: fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal, obsesi terhadap kualitas, penggunaan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, komitmen jangka panjang; kerja sama tim (team­work); adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan, perbaikan proses secara berkesinambungan, adanya pendidikan dan pelatihan yang bersifat bottom-up, kebebasan yang terkendali, adanya kesatuan tujuan. Jika aplikasi unsur Total Quality Management yang telah disebutkan dilaksanakan oleh lembaga pendidikan Islam secara serius, maka diyakini peningkatan kualitas outpit yang diharapkan akan dengan mudah dapat dicapai dan akan dapat bersaing dengan lembaga pendidikan lain baik di tingkat nasional bahkan internasional sekalipun.Kata Kunci: Total Quality Management; pendidikan Islam The contemporary world of education is struck by the industry-based education management model. The management of this model presupposes the efforts of managers of educational institutions to improve the quality of education based on company management. Philosophically, this concept emphasizes on continuous improvement to achieve customer objectives and satisfaction. Total Quality Management applications in some educational institutions are beginning to appear today. This is due to the increasing competition among Islamic educational institutions. The Total Quality Management element includes 10 things that are exactly the same as what is taught by Islam, both in the Quran and Al-hadith. The 10 elements are: customer focus, both internal and external customers, obsession with quality, use of scientific approach in decision making and problem solving, long-term commitment; Teamwork; Employee engagement and empowerment, continuous process improvement, bottom-up education and training, controlled freedom, unity of purpose. If the application of the mentioned Total Quality Management element is implemented by the Islamic education institution seriously, then it is believed that the improvement of outpit quality which is expected to be easily achieved and will be able to compete with other educational institutions both at national and even international level.
Niat Menurut Hadis dan Implikasinya Terhadap Proses Pembelajaran Rosidi, Ayep
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 1 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.112 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i1.3

Abstract

Abstrak Niat merupakan kunci diterima dan tidaknya suatu perbuatan ibadah seseorang. Apa yang seseorang dapatkan merupakan buah dari apa yang ia niatkan. Agar tidak ada kekliruan terhadap pemahaman niat, diperlukan kajian yang mendalam tentang hadis yang berkaitan dengan niat. Kajian tersebut diawali dari melihat sanad dan matannya, kritik matan dan sanadnya, setelah itu baru memahami isi kandungannya. Dengan demikian pemahaman yang benar akan didapatkan dan akan berimplikasi terhadap perbuatan ibadah seseorang. Hal ini karena hanya hadis yang mempunyai status shohih yang bisa dijadikan hujjah dan pedoman ketika kita melakukan suatu perbuatan ibadah termasuk di dalamnya pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan akan bernilai ibadah ketika diniatkan ikhlas karena Allah. Kata kunci: hadis; niat; pembelajaran Intentions According to Hadith and Its Implications to the Learning Process Intention is the key received and whether or not an act of worship of a person. What did someone get the fruit of what he intended. So no kekliruan towards the understanding of intent, required in-depth study of the hadith related by intention. The study begins from seeing sanad and matannya, honor and sanadnya criticism, after it had to understand what it implies. Thus the true understanding will be obtained and will have implications on one's act of worship. This is because only a hadith that has shohih status which can be used as proof and guidance when we perform an act of worship including learning. Learning is done will be worth when intended sincere worship due to God.
PERAN METODE KOMUNIKASI DALAM PENYAMPAIAN MATERI AGAMA ISLAM Priarni, Rina
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 1 (2018): INSPIRASI
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.394 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i1.52

Abstract

Communication is one part of life that is very important for humans. For most of human life is filled with communication. Because with human communication can exchange information, and interaction in everyday life. Communication also participate in the implementation of teaching and learning process in an educational institution. Without communication it will not be achieved maximally in getting a desired result. However, in order to achieve this it is not permissible to communicate at random, a necessary pattern and communication method should be required.The direct and indirect method that teachers use in the delivery of material to their students is a communication that is so important in conveying the message to the students. There are so many phenomena that occur in schools about the students in thinking and behaving differently with what is taught by the teacher. That the purpose of educators in teaching and learning activities is to be able to educate and improve the quality of their students. So it is questioned in the process of communicating delivered by the teacher to his students.Therefore, there are some problems raised by the author. First, How is the method used by classroom teacher In Submission of Student Material of Islamic Kindergarten Tarbyatul Banin 02 Salatiga? Second, the supporting factors, obstacles, and solutions? The method used by the authors in finding the required data is descriptive qualitative method, that is by way of field observation, interview, and documentation in Tarbyatul Banin 02 Salatiga TK Islam directly. The method used in the delivery of material in the Islamic Kindergarten Tarbyatul Banin 02 Salatiga has been created very well, it is evidenced by how the students who can remember and practice the subject matter in the school environment.Komunikasi merupakan salah satu bagian kehidupan yang sangat penting bagi manusia. Sebab sebagian besar kehidupan manusia dipenuhi dengan komunikasi. Karena dengan komunikasi manusia bisa saling tukar informasi, dan berinterksi dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi juga ikut berperan serta dalam terlaksananya proses belajar mengajar di suatu lembaga pendidikan. Tanpa komunikasi maka tidak akan tercapai secara maksimal dalam mendapatkan sebuah hasil yang diinginkan. Akan tetapi, untuk mencapai hal tersebut tidak boleh melakukan komunikasi secara asal-asalan, harus diperlukan adanya sebuah pola dan metode komunikasi yang tepat.Metode langsung dan tidak langsung yang digunakan guru Dalam Penyampaian Materi terhadap siswanya merupakan sebuah komunikasi yang sangat begitu penting dalam menyampaikan pesannya kepada para siswanya tersebut. Banyak sekali fenomena-fenomena yang terjadi di sekolah mengenai siswa dalam berfikir dan bersikap lain dengan yang diajarkan oleh gurunya. Bahwasanya tujuan pendidik dalam kegiatan belajar-mengajar adalah untuk dapat mencerdaskan dan meningkatkan kualitas siswa-siswi mereka. Maka hal itu dipermasalahkan dalam proses berkomunikasi yang disampaikan oleh  guru kepada siswa didiknya.Oleh karena itu, maka timbullah beberapa masalah yang diangkat oleh penulis. Pertama, Bagaimana metode yang digunakan guru kelas Dalam Penyampaian Materi siswa TK Islam Tarbyatul Banin 02 Salatiga? Kedua, faktor pendukung, hambatan, dan solusinya?Metode yang digunakan penulis dalam mencari data yang diperlukan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara melalui pengamatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi di TK Islam Tarbyatul Banin 02 Salatiga secara langsung.Metode yang digunakan Dalam Penyampaian Materi di TK Islam Tarbyatul Banin 02 Salatiga sudah tercipta dengan sangat baik, hal ini terbukti dengan bagaimana siswa-siswinya yang dapat mengingat dan mempraktekkan materi pelajaran dalam lingkungan sekolah tersebut. 
PENGEMBANGAN MATERI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Isnaini, Isnaini
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 2 (2018): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.079 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i2.18

Abstract

AbstractIndonesia is one of the biggest multikultural country in the world. This fact can be seen from social culture condition or geographical are very diverse and extensive. This diversity is rocornized or not be various problems like corruption, colution, nepotism, poverty, violence, environmental destruction, separatism and losing in humanity to respect people right other, based on the above problems, then a special strategy is needed to solve the problems through various fields such as Islamic religious education. So that educators need to instill the students the importance of religion in quality, not quantity, to be able to cultivate a humanist attitude, pluralist and democratic, the students need a religious education curriculum and materials are insighful and growing. So it doesn’t stuck on primordialism and ekslusivism religious groups and a narrow culture.abstrakIndonesia adalah salah satu negara multikultural terbesar di dunia. Kenyataan ini dapat dilihat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Keragaman ini diakui atau tidak akan dapat menimbulkan berbagai persoalan, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, kemiskinan, kekerasan, perusakan lingkungan, separatisme, dan hilangnya rasa kemanusiaan untuk menghormati hak-hak orang lain, merupakan bentuk nyata sebagai bagian dari multikulturalisme tersebut.Berdasarkan permasalahan di atas, maka diperlukan strategi khusus untuk memecahkan persoalan tersebut melalui berbagai bidang diantaranya adalah melalui pendidikan agama Islam. Sehingga para pendidik perlu menanamkan kepada anak didik pentingnya beragama secara kualitas, bukan kuantitas. Untuk dapat menumbuhkan sikap humanis, pluralis dan demokratis para anak didik perlu kiranya dikembangkannya kurikulum dan materi Pendidikan agama yang berwawasan multikultural. Sehingga tidak terjebak pada primordialisme dan eklusivisme kelompok agama dan budaya yang sempit.
Implementasi Konsep Edutainment Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smpnegeri 1 Boyolali Maftuh, Hasan
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.695 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.9

Abstract

Abstrak Pelajaran Pendidikan Agama Islam selalu dipandang sebagai pelajaran yang mem­bosankan, sehingga kurang diminati oleh banyak siswa. Pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diperoleh siswa selalu monoton dan disajikan kurang menarik oleh guru. Ada upaya untuk menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang menyenangkan dalam dunia pendidikan yakni saat munculnya konsep edutainment yang mencoba me­madukan antara dua aktivitas ”pendidikan” dan ”hiburan”. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui implementasi konsep edutainment pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Boyolali tahun 2014/2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Boyolali. Dengan subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII dan guru Pendidikan Agama Islam kelas VII, dan para informan yang terdiri dari kepala sekolah dan guru bidang studi lain. Data yang dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi metode. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran konsep edutainment hanya sekedar istilah saja, tetapi ke­nyataannya belum memenuhi pembelajaran edutainment yang sebenarnya karena konsep edutainment harus terkonsep dengan baik, kelas di desain sedemikian rupa sesuai dengan materi terkait. Metode dan game yang dilaksanakan lebih mengarah pada model PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inofatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Penggunaan video yang ditayangkan sebagai sisipan pada pembelajaran menggunakan video kartun Dodo Syamil kurang cocok untuk pembelajaran di tingkat SMP.Kata Kunci:     implementasi konsep edutainment; Pendidikan Agama Islam Islamic Education Lessons that students get are always monotonous and presented less attractive by the teacher. There is an effort to create an atmosphere and a fun learning process in the world of education that is when the emergence of the concept of edutainment that tries to combine the two activities of "education" and "entertainment". The purpose of this research is to know the implementation of edutainment concept on PAI subjects in SMPN 1 Boyolali year 2014/2015. This research uses descriptive qualitative research method. This research was conducted in SMPN 1 Boyolali. With the subjects of this study are students of class VII and teachers of Islamic Education class VII, and the informants consisting of principals and teachers of other fields of study. Data collected by observation method, interview, documentation. The validity of the data is obtained through the method triangulation technique. The data collected were analyzed by data reduction, data presentation and conclusion. The results of this study indicate that the implementation of learning concept of edutainment is just a term, but in reality has not meet the actual edutainment learning because edutainment concept must be conceptualized well, the class is designed in such a way according to the related material. Methods and games that are implemented more lead to the model PAIKEM (Active, Inofatif, Creative, Effective and Exciting). The use of video that is served as an insertion on learning using Dodo Syamil cartoons is less suitable for junior high school learning.
URGENSI MANAJEMEN KESISWAAN DAN MANAJEMEN KEUANGAN DI SEKOLAH Hadi, Imam Anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 1 (2018): INSPIRASI
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.334 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i1.48

Abstract

AbstractKesiswaan management is a process of obtaining all things related to students .He is part of the job of school principals who in the broad sense provide services for students .He became very urgent change for her accomplishments will determine will future generations with his staff in his girls nations struggle in the future .Financial management can not be separated from financing , as they are one source of power that directly support education effectiveness and efficiency in the management of .This better felt again for the implementation of school-based management , who demands capability of schools to plan , carry out , and evaluate the management of the funds will submit transparently to public and government . The purpose of this report is to find a student and financial management and knowing how student and financial management at school. The research is the qualitative study where similar gained by conducting the research library ( library research ) directed in understanding the love are at a text. The findings are manjemen student is a process of obtaining all matters relating to students in a school from planning, the students, coaching made during students are in school, to finish education students through creating a learning conducive to the and constructive learning process or learning effective.Student management aims to regulate kegiatan-kegiatan in the field of student learning process to be implemented in a school would go well, order and regularly in such a way that what is the main purpose of a program in other schools can be achieved optimally. Financial management is a manajamen schools that would be determine the life of educational activities in schools .Financial management is the management over the provision of administrative / financial which includes recording , planning , the implementation of the , accountability and reporting thus, of the school financial management can be defined as some activities set from planning of the school financial, bookkeeping, spending, of the school financial supervision and questioned.Manajemen kesiwaan merupakan suatu proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa. Ia merupakan bagian dari tugas dari kepala sekolah yang secara garis besar memberikan layanan bagi siswa. Ia menjadi sangat urgen karena keberhasilannya akan menentukan baik buruknya generasi yang akan memegang tongkat estafet perjuangan bangsa di masa yang akan datang. Manajemen keuangan tidak lepas dari pembiayaan, karena keduanya merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi manajemen berbasis sekolah, yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintahan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pengertian manajemen kesiswaan dan keuangan dan mengetahui Bagaimana manajemen kesiswaan dan keuangan di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang datanya didapat dengan melakukan penelitian pustaka (library research) diarahkan dalam memahami pesan-pesan yang ada dalam suatu teks.Temuan hasil penelitian adalah manjemen kesiswaan adalah  suatu proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa di suatu sekolah mulai dari perencanaan, penerimaan siswa, pembinaan yang dilakukan selama siswa berada di sekolah, sampai dengan siswa menyelesaikan pendidikannya melalui penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif dan konstruktif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar atau pembelajaran yang efektif. Manajemen kesiswaan bertujuan mengatur kegiatan-kegiatan dalam bidang kesiswaan agar proses pembelajaran yang dilaksanakan di suatu sekolah dapat berjalan dengan lancar, tertib dan teratur sedemikian rupa sehingga apa yang menjadi tujuan utama dari suatu program pembelajaran di sekolah dapat tercapai secara optimal. Manajemen keuangan adalah substansi manajamen sekolah yang akan turut menentukan  berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah. Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan  Dengan demikian, manajemen keuangan sekolah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan pertanggung-jawaban keuangan sekolah. 
Harmonisasi Upacara Keagamaan Dan Proses Sosial Di Kalangan Muslim Pedesaan: Kasus Empat Desa Di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Hadi, Imam Anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.982 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.14

Abstract

Abstrak Upacara keagamaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Sumowono Kabupaten Semarang, yang sudah mendarah daging hingga kini, merupakan fenomena yang tak bisa dilepaskan dengan akar sejarah kepercayaan-kepercayaan yang pernah dianut oleh masyarakat Jawa itu sendiri. Masalah penelitiannya terfokus pada bagaimana pelaksanaan upacara keagamaan dan proses sosial di kalangan masyarakat muslim pedesaan di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang dan bagaimana persepsi masyarakat mengenai arti penting upacara keagamaan dan proses sosial di kalangan masyarakat muslim pedesaan di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskripstif. Teori yang digunakan adalah teori fungsionalisme struktural, struktur sosial dan pranata sosial tersebut berada dalam suatu sistem sosial yang berdiri atas bagian-bagian atau elemen-elemen yang saling berkaitan dan menyatu dalam keseimbangan. Ada tujuh upacara keagamaan yang sampai saat ini masih diperingati oleh masyarakat Sumowono yaitu : sura (muharam), selametan rajaban, selametan mauludan yang, selametan ruwahan, selametan likuran, selametan bodonan, dan selametan besaran yang dilaksanakan pada tanggal 10 zulhijjah. Masyarakat senantiasa melakukan proses ritual upacara dalam rangka melestarikan budaya leluhur dengan berbagai simbul. Adapun besaran biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan upacara keagamaan dan proses sosial adalah bervariasi.Kata Kunci:     harmonisasi; keagamaan; sosial Religious ceremonies are usually done by people Sumowono Semarang District, which is ingrained until now, is a phenomenon that can not be released to the historical roots of the beliefs that once embraced by the Java community itself. Problem research focused on how the implementation of religious ceremonies and social processes among rural Muslim communities in the District of Semarang District Sumowono and how people's perceptions of the importance of religious ceremonies and social processes among rural Muslim communities in the District Sumowono Semarang District. This research is a descriptive qualitative research type. The theory used is the theory of structural functionalism, social structures and social institutions that are in a social system that stands on the parts or elements that are interrelated and integrated in the balance. There are seven religious ceremony is still celebrated by the community Sumowono namely: suras (sacred), selametan Rajaban, selametan mauludan that, selametan ruwahan, selametan likuran, selametan bodonan, and selametan magnitude of which was held on 10 Zulhijjah. The people always perform the ceremonial ritual process in order to preserve the ancestral culture with various symbols. The amount of costs incurred for the implementation of religious ceremonies and social processes is varied.