cover
Contact Name
Sudoko
Contact Email
masdoko93@gmail.com
Phone
+628562882330
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No. 13 Ungaran Kabupaten Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INSPIRASI: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
ISSN : 25485717     EISSN : 25984268     DOI : -
Core Subject : Education,
INSPIRASI - Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam UNDARIS Kabupaten Semarang dua kali dalam satu tahun. Jurnal ini mempunyai spesifikasi sebagai media publikasi untuk mengkomunikasikan hasil kajian pemikiran serta hasil-hasil penelitian dalam bidang Pendidikan Islam. Redaksi sangat mengharapkan para penulis dan ahli Pendidikan Islam dapat turut memberikan kontribusi naskahnya dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
Pengelolaan Pembelajaran Kontekstual Pendidikan Agama Islam Nafia, Akhmad Ilman
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 1 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.991 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i1.4

Abstract

Abstrak Pengelolaan pembelajaran kontekstual dalam Penididikan Agama Islam meliputi Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan melakukan analisa teknis dan non teknis, serta merencanakan skenario pembelajaran dengan mengaitkan materi dan kondisi objektif yang dialami siswa. Pelaksanaan pembelajaran kontekstual Pendidikan Agama Islam dalam peningkatan ibadah siswa yaitu Inquiri, Questioning, Leanrning Community, Modelling, Refleksi, dan Evaluasi pembelajaran kontekstual memprioritaskan perubahan perilaku peserta didik dan seluruh warga sekolah sebagai dasar penilainan. Kata kunci: pembelajaran kontekstual; Pendidikan Agama Islam Management of Contextual Learning Islamic Religious Education Management of contextual learning in Penididikan Islamic learning include planning done by analyzing technical and non-technical, planning and learning scenarios by linking the material and objective conditions experienced by students. The implementation of contextual learning of Islamic Education in the improvement of religious students Enquiry, Questioning, Leanrning Community, Modelling, reflection, evaluation and contextual learning to prioritize change behavior of learners and the entire school community as a basis for valuation.
PENDEKATAN PSIKOLOGI DALAM STUDI ISLAM Rosidi, Ayep
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 1 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.777 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i1.80

Abstract

Is strongly influenced by the conduct of a sentient human being, and psychological get portions are more in number and almost all aspect of human life. Having the capacity of being complex psychology to the community in solving the problem of the human race.The influence of psychology in the life of, as a discipline of sciences, psychology many is expected to explaining an absence or prepared for them the problems of the human race, especially muslims. For that, there must be an immediate integration between psychology and islam. The purpose of this research is to find how understanding, psychology and islamic studies and how an approach to psychology in islamic studies.The research is qualitative research data made in research library ( library research ). Islam with an approach to psychology. The finding in this study first psychology is the science of the study of the lost souls, in regard to types of this shows a tendency to, the process and his background, with short called the science of soul , while their islamic study is a discipline of sciences which discuss islam, either as the teachings of institutional, history and the life of him. Second, humanistic with psychological, men the potential to do good will, freedom, feeling, and mind to uncover the meaning of life based on truth values so that they able to develop the potential life quality and islamic by integrating relations between the pyramidal desires, sense, and psychological sense in to  the context of people based on what will become teachings from life as an al-qur'an reserved him. Manusia hidup sangat dipengaruhi oleh perilaku, dan psikologi mendapatkan porsi lebih banyak dan hampir semua aspek kehidupan manusia. Psikologi memiliki kapasitas yang kompleks pada masyarakat dalam memecahkan masalah umat manusia. Pengaruh psikologi dalam kehidupan, Sebagai sebuah disiplin ilmu, psikologi banyak diharapkan dapat menjelaskan adanya fenomena-fenomena atau problem-problem umat manusia, khususnya umat Islam. Untuk itu, perlu ada integrasi antara Psikologi dan Islam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengertian psikologi dan studi islam, dan bagaimana  pendekatan psikologi dalam studi islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang datanya didapat dengan melakukan penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan psikologi islam. Temuan dalam penelitian ini pertama psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya  maupun latar belakangnya, dengan singkat disebut ilmu jiwa, sedangkan studi Islam adalah suatu disiplin ilmu yang membahas Islam, baik sebagai ajaran, kelembagaan, sejarah maupun kehidupan umatnya.  Kedua, dengan psikologis humanistik, manusia mempunyai potensi untuk berbuat baik dari aspek kemauan, kebebasan, perasaan, dan pikiran untuk mengungkap makna hidup dengan berdasarkan nilai-nilai ketauhidan sehingga manusia mampu mengembangkan potensi dan kualitas hidup yang Islami, yaitu dengan mengintegrasikan hubungan piramida antara nafsu, akal, dan hati ke dalam konteks psikologis manusia dengan berdasarkan pada ajaran-ajaran wahyu yang akan melahirkan kreatifitas hidup sebagaimana yang telah dipesankan Tuhan dalam al-Qur'an.
STUDI ISLAM DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGIS Mastori, Mastori
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 2 (2018): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.183 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i2.19

Abstract

AbstractIslamic studies have changed the Methodology over time in accordance with the times. Those changes the bring about a variety of dynamic thoughts. In the islamic world. Religion as a chain of authoritative tradition implies that religions need to be understood as religion, not because the believe or not to god, spirit or some transcendent form, but because their belief transmits and remforces the authority of tradion. Religion as the transmission of an authoritative tradition gives us away to study religion without incorporating the theological agenda and also provide space for a wide range of perspectives including past modern or pas colonial criticism.Studi Islam mengalami perubahan-perubahan metodologi dari waktu ke waktu sesuai dengan tuntutan zaman. Perubahan-perubahan itu kemudian memunculkan beragai dinamika pemikiran yang dinamis  di dunia Islam. Agama sebagai mata rantai tradisi otoritatif menyiratkan bahwa agama-agama perlu dipahami sebagai agama, bukan karena mereka percaya atau tidak percaya kepada Tuhan, spirit atau sebagian bentuk transenden, namun karena kepercayaan mereka mentransmisikan dan memperkuat otoritas tradisi. Agama sebagai transmisi tradisi otoritatif memberikan kepada kita satu jalan untuk mempelajari agama tanpa memasukkan agenda teologis, sembari memberikan ruang untuk berbagai perspektif yang utuh, termasuk kritik-kritik posmodern atau poskolonial.
Pelaksanaan Mentoring Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa Kelas X Di Sma Negeri 3 Boyolali Tahun Ajaran 2015/2016 Zaman, Badrus
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.214 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.10

Abstract

AbstrakRendahnya kecerdasan spiritual siswa meng­akibatkan fanatisme berlebihan, keyakinan yang lemah, mudah kehilangan kendali diri dan mudah melakukan penyimpangan terhadap sikap keberagamaan dan sosial. Pelaksanaan mentoring ekstrakurikuler rohis diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagai­mana pelaksanaan mentoring ekstra­kurikuler Rohis, faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan mentoring ekstrakurikuler Rohis, dan untuk mengetahui output pe­laksanaan mentoring ekstrakurikuler Rohis terhadap peningkatan kecerdasan spiritual siswa kelas X di SMA Negeri 3 Boyolali Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dilaksanakan di SMA Negeri 3 Boyolali pada bulan 06 April 2015-14 Januari 2016. Subjek penelitian ini adalah pembina Rohis SMA Negeri 3 Boyolali. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah dan pengurus Rohis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, do­ku­mentasi, dan wawancara. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Teknik analisisnya menggunakan model analisis data interaktif, tahap yang di­tempuh yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan mentoring ekstrakurikuler Rohis siswa kelas X di SMA Negeri 3 Boyolali sudah sejak tahun 2000. Mentoring Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) dilaksanakan secara rutin setiaphari senin setelah selesai kegiatan belajar mengajar (KBM). Proses mentoring biasanya dilakukan dengan menyampaikan materi dengan media dan aplikasi pembelajaran. Dalam pelaksanaannya kegiatan mentoring ekstrakurikuler Rohis menggunakan tiga pendekatan, yaitu Pendekatan Rasional, Emosional, dan Keteladanan. Evaluasi yang digunakan dalam mentoring ekstrakurikuler Rohis menggunakan tes tertulis, tes lisan dan praktikum. Faktor peng­hambat yaitu Proses regenerasi pengurus Rohis yang terlalu cepat, persamaan waktu kegiatan Rohis dengan kegiatan ektrakurikuler lain, Ditahap awal mentoring ekstra­kurikuler Rohis peserta mentoring Rohis siswa-siswi kelas X yang memiliki kecerdasan spiritual rendah banyak yg melakukan penyimpangan. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu Sarana dan prasarana, dana kegiatan Rohis, dan izin kegiatan Rohis. Out Put pelaksanaan mentoring ekstrakurikuler Rohis adalah siswa meningkat kecerdasan spiritualnya dengan ciri-ciri yang dapat terlihat yaitu merasa kehadiran Allah, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, rendah hati, ikhlas dan sabar.Kata Kunci:          mentoring; ekstrakurikuler Rohis; kecerdasan spiritual The low spiritual intelligence of students resulting in excessive fanaticism, weak beliefs, easy loss of self-control and easy to deviate from religious and social attitudes. Implementation of Rohis Extracurricular Mentoring is expected to improve the Spiritual Intelligence of X Class Students in SMA Negeri 3 Boyolali Academic Year 2015/2016. This research was conducted to find out how the execution of Rohis extracurricular mentoring, inhibiting factors and supporting the execution of Rohis extracurricular mentoring, and to know Out Put the execution of Rohis extracurricular mentoring to the improvement of spiritual intelligence of X class student in SMA Negeri 3 Boyolali Lesson Year 2015/2016. This research uses descriptive qualitative research type, implemented in SMA Negeri 3 Boyolali on April 06, 2015-14 January 2016. The subject of this research is builder Rohis SMA Negeri 3 Boyolali. The informant of this research is principal and Rohis management. The method used in this research is observation, documentation, and interview. To check the validity of data using source triangulation techniques. Analysis technique using interactive data analysis model, the steps taken are data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that the implementation of mentoring extracurricular Rohis X class students in SMA Negeri 3 Boyolali has been since 2000. Mentoring Extracurricular Spiritual Islam (Rohis) carried out regularly every Monday after completion of teaching and learning activities (KBM). The mentoring process is usually done by conveying material with media and instructional applications. In the execution of extracurricular mentoring activities Rohis uses three approaches, namely Rational Approach, Emotional, and Exemplary. The evaluation used in Rohis extracurricular mentoring uses written tests, oral and practicum tests. The inhibiting factor is the regeneration process of Rohis executive who is too fast, the equation of activity of Rohis with other ektrakurikuler activity, Initial mentoring extracurricular Rohis participants mentoring Rohis class X students who have low spiritual intelligence many who do deviation. While the supporting factors are facilities and infrastructure, funds Rohis activities, and permission Rohis activities. Out Put the execution of extracurricular mentoring Rohis is the student's increased spiritual intelligence with visible traits of feeling the presence of God, possessing a high level of consciousness, humble, sincere and patient.
PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK JALANAN DI SURAKARTA Zaman, Badrus
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 1 (2018): INSPIRASI
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.095 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i1.49

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was (1) To find out Moral Education in Street Children at the Seroja PPAP Surakarta Institute. (2) Knowing the Inhibiting Factors of Moral Education for Street Children in the Seroja PPAP Surakarta Institute. (3) Knowing the Drivers of Moral Education in Street Children at the Seroja PPAP Surakarta Institute. This study used a qualitative descriptive method with case study research design. The data used are primary and secondary data. Sources of data used are informants, events or activities with informant resource persons. Data collection techniques used were interviews, observation, and document analysis. The validity of the data obtained by the technique of data triangulation, triangulation of methods and review of informants. Data analysis using interactive model data analysis. Based on the results of this study, it can be concluded that: (1) Moral Education in street children in the PPO Seroja Surakarta institution uses moral model education with a non-formal education model (TPA) that is by teaching the Qur'an to read and understand the contents of the verse which is contained in the Qur'an. The counseling model is by providing assistance and supervision for street children. exemplary model that is by giving example to street children in noble character. The skill model is by teaching street children various skills for entrepreneurship. Factors that influence the difficulty of the implementation of moral education in the Surakarta Seroja PPAP institution are: street children who do not have the awareness to follow moral education, less competent staff, less supportive facilities and infrastructure, and family environments that are passive and far from noble character. The driving factor is the concern of the institution and security towards the moral education of street children, the motivation of street children who want to change for the better, and the presence of shelter houses that can be a place of refuge and can also teach various moral values and skills to street children. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui Pendidikan Akhlak pada Anak Jalanan di Lembaga PPAP Seroja Surakarta. (2) Mengetahui Faktor Penghambat Pendidikan Akhlak Anak Jalanan di Lembaga PPAP Seroja Surakarta. (3)  Mengetahui Faktor Pendorong Pendidikan Akhlak pada Anak Jalanan di Lembaga PPAP Seroja Surakarta.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Data yang digunakan yakni data primer dan sekunder. Sumber data yang digunakan adalah informan, peristiwa atau aktifitas dengan nara sumber informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Validitas data yang diperoleh dengan teknik trianggulasi data, trianggulasi metode dan review informan. Analisis data menggunakan analisis data model interaktif.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Pendidikan Akhlak pada anak jalanan di lembaga PPAP Seroja Surakarta menggunakan model pendidikan Akhlak dengan Model pendidikan non formal (TPA) yaitu dengan mengajarkan baca tulis al-Qur’an untuk memahami lebih lanjut isi kandungan ayat yang terdapat di dalam al-Qur’an. Model konseling yaitu dengan memberikan pendampingan dan pengawasan bagi anak jalanan. model keteladanan yaitu dengan memberi contoh kepada anak jalanan dalam berakhlak mulia. Model ketrampilan yaitu dengan mengajar anak jalanan berbagai ketrampilan untuk berwirausaha. Faktor yang mempengaruhi sulitnya penerapan pendidikan Akhlak di lembaga PPAP Seroja Surakarta yaitu: faktor anak jalanan yang belum memiliki kesadaran untuk mengikuti pendidikan Akhlak, Tentor yang kurang berkompeten, Sarana dan prasarana yang kurang mendukung, dan lingkungan keluarga yang cenderung pasif dan jauh dari akhlak mulia. Faktor pendorong yaitu kepedulian lembaga dan tentor terhadap pendidikan akhlak anak jalanan, motivasi anak jalanan yang ingin berubah menjadi lebih baik, dan adanya rumah singgah yang bisa menjadi tempat berlindung dan juga bisa mengajarkan berbagai nilai-nilai akhlak dan keterampilan kepada anak jalanan. 
Potensi Eklusivitas Pendidikan Islam di Indonesia Khunaifi, Agus
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.515 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.15

Abstract

Latar belakang tulisan ini didasarkan pada perkembangan pendidikan Islam di Indonesia akhir-akhir ini. Di mana system pendidikan Islam mengalami geliat yang cukup signifikan di tengah dualisme system kelembagaan pendidikan di Indonesia (Kemenag dan Kemendiknas). Geliat system pendidikan Islam terlihat dari pembaharuan-pembaharuan secara bertahap seperti kurikulum, manajerial dan system kelembagaan. Adapun metode kajian yang digunakan dalam tulisan ini dengan analisis logis sistematis. Artinya penulis mengamati realitas actual pendidikan Islam yang berkembang kemudian dianalisis berdasarkan alur pikir logis. Hasil analisis yang diperoleh adalah geliat system pendidikan Islam di Indonesia akhir-akhir ini  mendapat respon positif dari masyarakat dengan indikasi meningkatnya animo dan dukungan myarakat terhadap pendidikan Islam. Bertemunya dua unsur yakni geliat pendidikan Islam dan tingginya respon positif masyarakat sesungguhnya menyimpan potensi eklusifitas tersendiri yang dapat menghambat perkembangannya. Potensi eklusifitas pendidikan Islam terkait dengan tuntutan pendidikan Islam terhadap doktrinisasi agama. Doktrinisasi agama yang tidak diimbangi dengan wawasan kebangsaan tentu akan berpotensi eklusif. Mengingat Indonesia adalah Negara pancasilais bukan Negara Islam. Potensi eklusifitas pendidikan Islam ini menjadi realitas yang perlu disadari seluruh komponen bangsa.
Pentingnya Pengenalan Tentang Perbedaan Individu Anak Dalam Efektifitas Pendidikan Hadi, Imam Anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 1 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.027 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i1.5

Abstract

Abstrak Mengenal anak berarti mengenal respons dan tingkah lakunya dalam bermacam-macam situasi. Mengenal tidak hanya berarti atau meliputi pengumpulan data-data dan tingkah laku tentang anak, karena data itu sendiri hanya dapat dipergunakan dengan baik jika bertalian dengan situasi dan waktu dimana fakta tersebut telah diperoleh. Perbedaan individual yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pengajaran dikelas adalah faktor-faktor yang menyangkut kesiapan anak untuk menerima pengajaran karena perbedaan tersebut akan menentukan sistem pendidikan secara keseluruhan. Perbedaan-perbedaan tersebut harus diselesaikan dengan pendekatan individualnya juga, tetapi tetap disadari bahwa pendidikan tidak semata-mata bertujuan untuk mengembangkan individu sebagai individu, tetapi juga dalam kaitannya dengan pola kehidupan masyarakat yang bervariasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan individu adalah: self concept (konsep diri), locus of control, kecemasan yang dialami anak didik, motivasi hasil belajar. Kata kunci:  individu, pendidikan The Importance of Introduction to the Differences of Individual Children in Education Effectiveness Knowing that children recognize and respond to their behavior in various situations. Knowing not only mean or include data collection and the behavior of the child, because the data itself can only be used properly concerned with the situation and the facts which have been obtained. Individual differences should be considered in the implementation of teaching in class are factors related to the readiness of children to receive instruction for those differences will determine the educational system as a whole. These differences should be resolved by individual approach as well, but still realize that education is not solely aimed at developing the individual as an individual, but also in relation to the life of the community vary. Factors that affect individual differences is the concept of self (self-concept), locus of control, anxiety experienced by students, motivation to learn the results.
INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA ISLAM DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Priarni, Rina
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 1 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.537 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i1.79

Abstract

It has a very important role in human life. Religion a guide in the pursuit of a life meaningful, peaceful and dignified.Know how important the role of religion for the people, so internalization religious values in the life of every personal, turn out to be inevitable traveled through education good education in, family environment , school and the community.The purpose of this research is to find how intregasi values islamic culture in learning islamic education. The research is qualitative research data made in research library ( library research ) antropologis. pedagogik by approach. We found it is islamic local culture is a customs in a community that is understood as one an integral part in the community whether it is legally, moral and ethical interactions among. The local culture of god confidence a community as something to be maintained is typical for a community. students know, cultural activities especially, local culture without knowing the meaning of such activities. Islamic and cultural values that islamic education be integrated with inculcated by teacher told students following claims that religion are taught with human vision to create islamic culture devotion to god and pleaseth, noble and was intended to produce human, honest, fair of doing, ethical, respect each other, discipline harmonious and productive, both personal and socially.
ETIKA BERPAKAIAN DALAM ISLAM (Studi Tematik Akhlak Berpakaian Pada Kitab Shahih Bukhori) Aguskhunaifi, Titikrahmawati
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 1 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.703 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i1.81

Abstract

The background of this research is based on the reality of the debate about clothing in Islam that has never been over from the aspect of fiqh, while the moral aspect or the value of dress itself is rarely discussed. The focus of the question is how is the Islamic concept of dress ethics in the Hadith in the Shahih Bukhari Book? This type of research is literature or library research, using a historical approach that is an effort to understand the meaning of an event and its relations to humans in certain situations. In addition, it also uses a social approach, namely understanding the text by relating social events which include: 1) Bureaucratic, traditional, colonial and national changes. 2). Change in adherents; upper class, middle class or lower class. 3). Change in location, village, city and metropolitan area. 4). Change of education.Based on the search for hadith in Sahih Bukhari, it can be concluded that the concept of dress morality in Sahih Bukhari includes clothing for men and women. There are several terms used in the hadith to refer to clothing, namely for example, Gamis, Scarves, Robes, Scarves, Turban, Taqanu`, Kissa` and Kamishah. In addition to the type of clothing also includes the procedure for dressing from the order to put the right first to wear, put the left one first to let go and pray for those who wear new clothes so that blessings. The thing that is no less important is the condition of dressing itself which should not be arrogant when wearing it, it should not be excessive (tabarruj) in dressing. Moral is a value that is inherent in someone who is attached to the function of clothing itself, namely closing the aurat (something that must be covered) and the motivation to dress is not only to close physically but to cover up shame. So that the morality of dressing the foundation is because of Allah and not for luxury or human praise.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TAHFIZH SAB’UL MATSANI BIL-LAUHAH ALA MAROKO PADA SISWA KELAS VII DI PONDOK PESANTRENAL-USWAH GUNUNGPATI SEMARANG 2019 Faqih, Moh Ngabdul
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 2 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i2.136

Abstract

 Development of the Tahfizh Sab'ul Matsani Bil-Lauhah Ala Moroccan Learning Model At VII Class in Gunungpati Al-Uswah Islamic Boarding School in Semarang 2019. This study aims to describe and analyze the module development process, module eligibility and measure the effectiveness of the use of the learning model Tahfizh Sab'ul Matsani Bil-Lauhah in Moroccan style to students at the Al Uswah Islamic Boarding School in Gunungpati. This research is a development or R&D research. The instruments of data collection used module validation sheets and pre-test and post-test instruments on the students' ability to read, memorize, write and interpret verses of the Qur'an analyzed by different tests (t test).The results of this study indicate that, firstly, the process of developing the Tahfizh Sab'ul Matsani Bil-Lauhah Moroccan learning module includes four stages, namely (a) define by analyzing the problems of tahfizh learning in Al Uswah Islamic boarding school, (b) design ) by analyzing the concepts and materials in the module to be designed, determining the materials and tools needed, (c) develop by making modules and conducting service tests through validators of material experts and media experts, and (d) dessiminate (dissemination) with applying the model to students in Al Uswah Gunungpati Islamic Boarding School. Second, the module development has a very good feasibility level seen in the aspect of the feasibility of the media with a value of 22 and the material aspects with a value of 35 in the category of very good or very feasible. Third, the use of modules is more effective which gives better results on the ability to read, write, memorize and interpret the Qur'an to the students in the Islamic Boarding School at Al Uswah Gunungpati. Pengembangan Modul Pembelajaran Tahfizh Sab’ulMatsani Bil-Lauhah Ala MarokoPada Siswa Kelas VII Di Pondok Pesantren Al-Uswah Gunungpati Semarang 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pengembangan modul, kelayakan modul dan mengukur efektifitas penggunaan model pembelajaran tahfizh Sab’ul Matsani Bil-Lauhah ala Maroko pada santri-santri di Pondok Pesantren Al Uswah Gunungpati. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau R&D. Intrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi modul dan instrument pre test dan post testterhadap kemampuan santri dalam membaca, menghafal, menulis dan mengartikan ayat-ayat Al-Qur’an yang dianalisis dengan uji beda (uji t).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama yaitu proses pengembangan modul pembelajaran tahfizh Sab’ul Matsani Bil-Lauhah ala Maroko meliputi empat tahapan yaitu (a) define (pendefisian) dengan menganalisis permasalahan pembelajaran tahfizh di Pondok pesantren Al Uswah, (b) design (perancangan) dengan mengalisis konsep dan materi pada modul yang akan dirancang, menetapkan bahan dan alat yang diperlukan, (c) develop (pengembangan) dengan membuat modul dan melakukan uji kelayanan memalui validator ahli materi dan ahli media, dan(d) dessiminate (penyebaran) dengan menerapkan model pada santri di Pondok Pesantren Al Uswah Gunungpati.Kedua, pengembangan modul memiliki tingkat kelayakan sangat baik dilihat pada aspek kelayakan media dengan nilai 22 dan aspek materi dengan nilai 35 dalam kategori sangat baik atau sangat layak. Ketiga, penggunaan modul lebih efektif yakni memberikan hasil yang lebih baik pada kemampuan membaca, menulis, menghafal dan mengartikan Al-Qur’an pada santri-santri di Pondok Pesantren Al Uswah Gunungpati. Â