cover
Contact Name
Cipta Ramadhani
Contact Email
ramadhani.cipta@gmail.com
Phone
+6285253832182
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung B, Jurusan Teknik Elektro, Fak. Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Dielektrika : Jurnal Ilmiah Kajian Teori dan Aplikasi Teknik Elektro
Published by Universitas Mataram
ISSN : 20869487     EISSN : 2579650X     DOI : https://doi.org/10.29303/dielektrika
The Aims and scope of the Dielektrika are Power System, Telecommunication, electronics and computer of informatics, including: Electrical Power Systems, High Voltage Technology, Renewable Energy, Power Electronics, Sensing and Automation, Telecommunication system and technique, Signal Processing, Image Processing, Internet of Things, Artificial Intelligence, Data Science Analytic, Biomedical Engineering.
Articles 229 Documents
INTRUSION PREVENTION SYSTEM PADA SERVER FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MATARAM Arief Taufikurrahman; L.A. Syamsul Irfan Akbar; IBK Widiartha
DIELEKTRIKA Vol 2 No 1 (2015): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era internet dan sistem informasi saat ini, isu keamanan menjadi hal sangat penting. Keamanan pada sisi server harus terjamin untuk menjaga aspek availability dari sebuah sistem informasi. Denial of Services (DOS) adalah salah satu jenis serangan yang sangat disukai untuk menghabiskan sumber daya pada jaringan ataupun server, sehingga pengguna yang sah tidak akan bisa mengakses server. Paper ini membahas rancang bangun Intrusion Prevention System (IPS) untuk mendeteksi dan mencegah serangan DDoS pada server. Sistem IPS yang dirancang terdiri dari Snort yang berfungsi untuk mengaudit lalu lintas data menuju server dan IPTable sebagai firewall.
RANCANG BANGUN PROTOTIPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GRAVITASI BUMI Ahmad Rosidin Talib; I. Nyoman Wahyu S; Abdul Natsir
DIELEKTRIKA Vol 3 No 1 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat disebabkan oleh pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan pola konsumsi energi yang senantiasa semakin tinggi. Keterbatasan persediaan dari bahan material fosil dalam waktu mendatang menjadi pemicu untuk memanfaatkan energi yang ramah lingkungan yaitu energi yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) seperti energi air, surya, angin, panas bumi, biomass. Namun dalam pemanfaatannya energi baru terbarukan tersebut, memiliki keterbatasan terhadap penggunaannya yaitu pengaruh terhadap kondisi alam. Oleh karena itu, timbul pemikiran untuk merancang sebuah pembangkit yang tidak terpengaruh terhadap kondisi alam, dimana pembangkit ini merupakan pembangkit yang didesain berdasarkan karena adanya gaya gravitasi bumi. Sehingga pembangkit ini dapat disebut sebagai pembangkit listrik tenaga gravitasi bumi (PLTGB). Metode yang dilakukan pada perancangan prototipe pembangkit listrik tenaga gravitasi bumi yaitu dengan menyesuaikan keadaan kondisi kesetimbangan massa benda, sehingga mengakibatkan perputaran poros dan dapat dijadikan daya mekanik untuk memutar generator. Namun dalam proses perancangan pembangkit listrik tenaga gravitasi bumi ini, tidak terlepas dari sumber bantuan luar berupa sumber DC 12V untuk dapat memutar motor DC yang mengotrol kesetimbangan massa benda sehingga sistem pembangkit dapat terus berputar. Hasil pengujian prototipe pembangkit listrik tenaga gravitasi bumi yang dimana dengan dimensi panjang 64 cm, lebar 37 cm, tinggi 82 cm telah mampu menghasilkan energi listrik maksimal sebesar 1 kWh. Dan dimana dengan putaran maksimal generator sebesar 105,48 rpm mampu menghasilkan tegangan maksimal sebesar 19,87 V dan arus maksimal sebesar 14 mA. Adapun dalam perancangan prototipe pembangkit listrik ini terdapat energi listrik masukan sebesar 0,43 kWh, sehingga energi listrik yang dihasilkan lebih besar dari pada energi listrik yang digunakan dan didapatkan energi listrik bebas sebesar 1kWh 0,43 kWh 0,57 kWh dan menghasilkan efisiensi total maksimum sistem pembangkit sebesar 12%. Kata Kunci: Pembangkit Tenaga Listrik, Gravitasi Bumi, Generator AC, Efisiensi Pembangkit.
PERANCANGAN DAN ANALISIS SISTEM TRANSFER DAYA LISTRIK TANPA KABEL DENGAN KUMPARAN MULTILAYER YANG BEKERJA PADA FREKUENSI RENDAH I Wayan Suwika Adnyana; Teti Zubaidah; Cahyo Mustiko Okta M
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem transfer daya listrik nirkabel diartikan sebagai cara mengirimkan energi listrik dari satu titik ke titik yang lain melalui ruang vakum tanpa menggunakan kabel. Metode yang dapat digunakan dalam sistem ini yaitu resonansi magnetik, dimana frekuensi di sisi pengirim harus sama dengan frekuensi di sisi penerima. Penelitian ini menggunakan frekuensi rendah sebesar 1 kHz, 3 kHz dan 5 kHz dengan sumber dari rangkaian oscillator dan function generator. Pengukuran dengan rangkaian oscillator, nilai efisiensi daya listrik untuk jarak transfer 4 cm pada frekuensi 1 kHz sebesar 2,79 %, frekuensi 3 kHz sebesar 18,05 % dan frekuensi 5 kHz sebesar 6,41 % dengan jarak transfer maksimum untuk tiap-tiap frekuensi yaitu 1 kHz sejauh 10 cm, 3 kHz sejauh 20 cm dan 5 kHz sejauh 10 cm. Pengukuran dengan function generator, nilai efisiensi daya listrik maksimum pada frekuensi 1 kHz = 14,65 % di rata-rata frekuensi 1 kHz, frekuensi 3 kHz = 13,62 % di rata-rata frekuensi 3 kHz dan frekuensi 5 kHz = 28,61 % di rata-rata frekuensi 5,5 kHz. Nilai rata-rata medan magnet maksimum yang terukur pada level frekuensi 1 kHz = 33,91 µT, level frekuensi 3 kHz 12,97 µT dan level frekuensi 5 kHz = 5,21 µT. Nilai rata-rata nilai medan magnet yang terukur berada dibawah 0,2 mT sehingga aman bagi tubuh manusia menurut PER.13/MEN/X/2011. Kata kunci: Nirkabel, Frekuensi Rendah, Efisiensi, Resonansi, Induksi, Multilayer. ABSTRACT System of wireless electric power transfer is the way to deliver power in the vacuum areas without any cables. The system should be in the same frequencies both transmitter and receiver. The research uses induction and resonance methods with low frequencies (1kHz, 3kHz and 5 kHz) using oscillator and function generator. The result of measurement by oscillator series gives the electric power efficiency 2,79% at 1 kHz with 10 cm distances of transfer, 18,05% at 3 kHz with 20 cm distances of transfer, and 6,41% at 5 kHz with 10 cm distances of transfer. The result by function generator series gives the maximum electric power efficiency 14,65% at 1 kHz, 13,62% at 3 kHz and 28,1% at 5 kHz. The maximum average of magnetic fields is 33,91μT at 1 kHz, 12,97 μT at 3 kHz and 5,21 μT at 5 kHz. The average of measurement is under 0,2mT and it is still under the exposure limit of PER.13/MEN/X/2011. Keywords: Wireless, Low Frequency, Efficiency, Resonance, Induction, Multilayer.
PENGUKURAN DAN SIMULASI PENGURANGAN HARMONISA DENGAN FILTER PASIF PADA SISTEM PLTS Agung Budi Muljono; I Made Ginarsa
DIELEKTRIKA Vol 6 No 2 (2019): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v6i2.209

Abstract

Power quality consists of several variables such as voltage, current, frequency, power factor, and harmonics. All of these variables must have good quality when operating so that electricity reaches consumers. Indonesia is a country that has two seasons namely the rainy season and the dry season so that the suitable renewable generating system is the photovoltaic system. The National Energy Council (DEN) has introduced, in 2025 the utilization of EBT is expected to increase from 5.7% to 23% in 2025. The photovoltaic system has an energy conversion process using an inverter which is a non-linear device that can generate harmonics which are usually denoted by Total Harmonic Distortion (THD). If harmonics continue to occur, the performance of the equipment or load will not have good performance when operating. In this research, measurements and simulations of harmonic reduction with a passive filter were taken, namely single tune filter on the photovoltaic On-Grid system. Measurements were made using a power quality measuring device namely 3 Phase Power and Harmonic Analyzer. The measurement results obtained by the value of THDi of 33.33% using linear and non-linear combined loads. After the measurement, a filter simulation was designed to reduce harmonics on order 3, 5, 7, 9, and 11. Simulation results after filter installation, harmonics which can be reduced by 20.55% in order 3 with parameters L = 0.200 mH and C = 2.95 uF . Based on the IEEE standard 512-1992 the harmonic value is in accordance with the permitted standard of 20%.
PERANCANGAN SISTEM REPEATER TELEMETRI PADA BAND 433 MHZ UNTUK APLIKASI SCADA M. Naironul Haq; Cahyo Mustiko O. M; Abdullah Zainuddin
DIELEKTRIKA Vol 4 No 1 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Repeater SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) merupakan suatu sistem yang berfungsi sebagai penghubung antara RTU (Remote Telemetry Unit) dengan MTU (Master Terminal Unit) jika memliki jarak yang jauh. Repeater SCADA terdiri dari antena, amp transmit, mini kontrol dan radio telemetri 433 MHz. RTU diatur pada frekuensi 433 MHz sedangkan MTU pada frekuansi 440 MHz. Data yang dikirimkan dari RTU ke MTU berupa parameter listrik. Hasil yang didapatkan antena memiliki VSWR 1,23 untuk frekuensi 433 MHz dan 1,32 untuk 440 MHz, penguatan stabil amp transmit 3 Watt, Rx level repeater -56,38 dB, SOM (System Operating Margin) 60,62 dBm, dan sistem ini dapat berkomunikasi sejauh 3,9 Km. Kata kunci: Repeater SCADA, Amp Transmit, Radio Telemetry 433 MHz, Jarak, Link Budget ABSTRACT SCADA Repeater (Supervisory Control and Data Acquisition) is a system that serves as a liaison between the RTU (Remote Telemetry Unit) with MTU (Master Terminal Unit) if the separated by long distance. SCADA Repeater consists of an antenna , transmit amp , mini control and telemetry radio 433 MHz . RTU is set at a frequency of 433 MHz , while the MTU on a frequency of 440 MHz . The data transmitted from the RTU to MTU in the form of electrical parameters . The results obtained for the antenna has a VSWR of 1.23 and 1.32 frequency 433 MHz to 440 MHz , stable reinforcement 3 Watt amp transmit , Rx level repeater -56.38 dB , SOM (System Operating Margin) 60.62 dBm , and the system can communicate as far as 3.9 km. Keywords: SCADA Repeater, Amp Transmit, Radio Telemetry 433 MHz, Distance, Link Budget
ANALISIS SISTEM PENGETANAHAN ELEKTRODA PELAT PADA GARDU HUBUNG GOMONG MATARAM DITINJAU DARI TEGANGAN LANGKAH Ni Made Seniari; Nawi Naufan Nada; I Made Ginarsa
DIELEKTRIKA Vol 7 No 1 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i1.206

Abstract

Sistem proteksi petir (SPP) eksternal yang memiliki fungsi menyalurkan arus petir didalam tanah (bumi)adalah elektroda pengetanahan. Arus yang dialirkan didalam tanah menimbulkan medan listrik (E), tegangan langkah (ΔV) dan arus di permukaan tanah (IT), hal ini dapat membahayakan objek disekitar SPP. Objek yang diamati yaitu gardu hubung (GH)Gomong Mataram yang tersambar petir langsung 18, 30, 392 kA;25,100, 200 kHz. GH Gomong memilikipengetanahan 2 pelat sejajar masing-masing 1×0,5 m2 berjarak 12 m yang ditanam 1 m dibawah permukaan tanah. Simulasi menunjukkan dengan injeksi392 kA;200 kHz pada posisi masing-masing (0;-6,1;-1,5) dan (0;6,1;-1,5)menghasilkan nilai E= 0,1282 V/m, ΔV= 2,137 V, dan IT =0,007916 A.Rekomendasi penambahan pelat dan pengetanahan grid tidak dilakukan karena nilai tegangan langkah masih dibawah standar IEEE std 80-2000 yaitu 7 kV.
RANCANG BANGUN PROTOTYPE SISTEM PEMANGGANG KUE (OVEN) OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 8535 Murdiansyah Murdiansyah; Paniran Paniran; A.S Irfan Akbar
DIELEKTRIKA Vol 1 No 2 (2014): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Oven merupakan alat yang digunakan untuk proses pemanggangan kue. Proses pemanggangan dengan oven menggunakan media yang dapat menampung suhu panas secara konstan sehingga bisa mendapatkan hasil pembakaran yang sempurna. Baik atau tidaknya sebuah oven tergantung dari bahan yang digunakan untuk menampung suhu panas, dimana material yang biasa digunakan antara lain tanah, keramik, plat besi dan aluminium. Mikrokontroler adalah sebuah IC yang memiliki sistem pengontrolan digital dimana sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu) siklus clock. Instruksi/perintah diberikan melalui sebuah program yang ditanamkan pada memory flash. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan sistem digital pada sebuah oven sehingga menghasilakan oven yang memiliki sistem otomatis dengan memanfaatkan sensor LM35DZ sebagai pembaca suhu, mikrokontroler ATMega8535 sebagai pengontrol dan motor DC sebagai aktuator. Teknologi otomatisasi ini diharapkan mampu meminimalisir penggunaan tenaga manusia pada saat proses pemanggangan dan mampu memproduksi kue dalam skala besar secara efisien. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa, lama waktu pemanggangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan kematangan kue yang sempurna adalah diantara 45 menit sampai 50 menit dengan setingan suhu 100oC
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN PENGAMAN MOTOR INDUKSI TIGA PHASA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMega 8535 Sahdan Ashari; I Made Budi Sukmadana; Ida Bagus Fery Citarsa
DIELEKTRIKA Vol 2 No 2 (2015): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi merupakan jenis motor listrik yang banyak digunakan di dunia industri dan biasa digunakan sebagai penggerak pada peralatan-peralatan produksi seperti conveyor, crusher, fan atau blower, pompa, dan lain-lain. Sesuai peran dan fungsinya, maka motor induksi diharuskan bekerja dengan baik dan aman. Namun, banyak sekali jenis-jenis gangguan yang dapat berpotensi untuk mengganggu fungsi dan kerja dari motor induksi atau bahkan merusak motor induksi itu sendiri. Sistem pengaman dirancang untuk mengamankan kerja motor induksi tiga phasa dari gangguan tegangan lebih, tegangan kurang, tegangan antara phasa tidak seimbang, beban lebih, panas lebih, dan kecepatan putaran kurang. Hal ini dilakukan dengan membandingkan nilai setting nominal motor dengan nilai kerja motor. Fasilitas monitoring dirancang pada personal computer menggunakan pemrograman GUI (Graphical User Interface) dengan MATLAB R2009a yang akan memudahkan dalam analisa keadaan motor sehingga langkah untuk perbaikan atau perawatan dapat di ambil dengan cepat dan tepat. Dari hasil pengujian, diperoleh hasil bahwa pengukuran semua sensor memiliki rata-rata kesalahan hasil pengukuran yang relatif kecil, yaitu untuk pengukuran oleh sensor arus memiliki error sebesar 2,4%, 4,65% dan 8,9%. Untuk sensor tegangan VacR-S sebesar 0,7%, sensor tegangan VacS-T sebesar 1.1%, dan sensor tegangan VacR-T sebesar 0.5%. Untuk sensor suhu LM35 memiliki rata-rata error 0,41 %. Hasil pengukuran dari tacho meter dan tacho generator sebagai sensor kecepatan putaran memiliki rata-rata error 2,08 %. Diperoleh pula hasil bahwa dengan menggunakan rangkaian kontaktor dan relai yang dirancang maka motor induksi 3 phasa akan dapat dihidupkan dan dimatikan dari 2 tempat, selain itu motor induksi 3 phasa tidak akan bekerja jika mikrokontroler ATMega 8535 membaca suatu gangguan. Kata kunci: motor induksi, sistem monitoring, sistem pengaman ABSTRACT Induction motor is a type of electric motor that is widely used in industry and is used as a driving force in the production equipments such as conveyors, crushers, fans or blowers, pumps, and others. In order to fulfill it roles and functions, the induction motor is required to work properly and safely. However, many types of interference can potentially interferes the function of the induction motor or even destroy it.The security system is designed to secure a three-phase induction motor work of nuisance over voltage, under voltage, unbalance voltage between phases, overload, overheat, and under speed. These can be done by comparing the value of the motor nominal setting with the value of the motor. Monitoring facility is designed on a personal computer using the GUI (Graphical User Interface) programming with MATLAB R2009a which will facilitate the analysis of the state of the motor so that the steps to repair or maintenance can be taken quickly and precisely. From the test, the measurements of all the sensors have a relatively small average of error, which is the current sensor has an error of 2.4%, 4.65% and 8.9%. Voltage sensor of VacR-S has an error of 0.7%, the voltage sensor Vacs-T of 1.1%, and a voltage sensor VacR-T of 0.5%. LM35 temperature sensor has an average error of 0.41%. The tacho meter and tacho generator as a rotation speed sensor has an average error of 2.08%. Another result obtained is that by using a series of contactors and relays that are designed, the 3-phase induction motor can be switched on and off from two places, in addition to that the 3-phase induction motor will not work if the microcontroller ATMEGA 8535 read a nuisance. Keywords: induction motor, monitoring systems, security systems
PENINGKATAN UNJUK KERJA ANTENA YAGI MIKROSTRIP DENGAN TEKNIK DEFECTED GROUND STRUCTURE (DGS) DUMBBELL UNTUK APLIKASI INDOOR WIRELESS LAN 2,4 GHz Syachrir Eka Putra1 Eka Putra; Abddullah Zainuddin; Sudi Mariyanto Al Sasongko
DIELEKTRIKA Vol 2 No 1 (2015): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan peningkatan unjuk kerja antena yagi mikrostrip dengan penggunaan teknik Defected Ground Structure (DGS) dan menambahkan jumlah element direktor antena tersebut untuk mengatasi penurunan efisiensi radiasi akibat rugi-rugi gelombang permukaan (surface wave). Langkah penelitian dimulai dari proses simulasi menggunakan software High Frequency Structure Simulator v.10 (HFSS v.10) agar menghasilkan desain yang optimal dan bekerja pada frekuensi 2,4GHz. Setelah itu dibuat antena yagi mikrostrip dengan DGS yang sesungguhnya. Hasil simulasi dari penambahan jumlah elemen direktor dan DGS didapat gain sebesar 6,15dB, pola radiasi directional dengan horisontal beamwidth 180 dan bandwidth sebesar 80MHz. Sedangkan pada pengukuran diperoleh gain sebesar 5,89dB, pola radiasi directional dengan horizontal beamwidth 142,5 dan bandwidth sebesar 74MHz. Penambahan jumlah direktor pada yagi mikrostrip berpengaruh pada nilai gain. Sedangkan penambahan teknik DGS berpengaruh pada peningkatan nilai return loss dan VSWR.
PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV BERBASIS TRANSFORMASI WAVELET: Determining The Location Of Short Circuit Fault In 150 KV Transmission Lines Based On Wavelet Transform Hasanah, Niswatun; Budi Muljono, Agung; Suksmadana, I Made Budi
DIELEKTRIKA Vol 5 No 1 (2018): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v5i1.126

Abstract

Saluran transmisi adalah komponen yang sangat penting dalam system tenaga listrik yang harus mampu menjamin ketersediaan energy listrik secara kontinu pada setiap beban yang terhubung dengan system Dalam menentukan lokasi terjadinya gangguan pada saluran transmisi telah menjadi salah satu perhatian utama dalam ketenagalistrikan. Sehingga dibutuhkan suatu metode dalam penentuan lokasi gangguan hubung singkat yang secara akurat dan cepat untuk mengurangi waktu pencarian serta mempercepat proses perbaikan. Pada penelitian ini dilakukan penentuan lokasi gangguan hubung singkat pada saluran transmisi dengan metode berbasis transformasi wavelet berdasarkan pada sinyal arus gangguan transien. Sinyal arus diperoleh dengan melakukan simulasi pada Simulink-MATLAB dengan variasi jarak gangguan dan resistansi gangguan dari masing-masing jenis gangguan hubung singkat yang disimulasikan diantaranya gangguan tiga fasa, gangguan antar fasa, gangguan satu fasa ke tanah dan gangguan dua fasa ke tanah. Sinyal tersebut kemudian di analisa menggunakan transformasi wavelet dengan mother wavelet Daubechies 5. Transformasi wavelet dapat menganalisa sinyal-sinyal gangguan hubung singkat dengan kondisi normalnya dan mampu diaplikasikan untuk membantu menentukan lokasi gangguan hubung singkat pada saluran transmisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan transformasi wavelet dibandingkan dengan jarak simulasi yang ditetapkan didapatkan hasil dengan persentase error 0,128% sampai 15,380% untuk variasi jarak gangguan dan 2,280% sampai 23,335% untuk variasi resistansi gangguan yang merupakan hasil persentase error terkecil dan terbesar dari semua jenis gangguan yang telah disimulasikan. Kata Kunci: Saluran transmisi; hubung singkat; jarak gangguan; transformasi wavelet

Page 11 of 23 | Total Record : 229