cover
Contact Name
Cipta Ramadhani
Contact Email
ramadhani.cipta@gmail.com
Phone
+6285253832182
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung B, Jurusan Teknik Elektro, Fak. Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Dielektrika : Jurnal Ilmiah Kajian Teori dan Aplikasi Teknik Elektro
Published by Universitas Mataram
ISSN : 20869487     EISSN : 2579650X     DOI : https://doi.org/10.29303/dielektrika
The Aims and scope of the Dielektrika are Power System, Telecommunication, electronics and computer of informatics, including: Electrical Power Systems, High Voltage Technology, Renewable Energy, Power Electronics, Sensing and Automation, Telecommunication system and technique, Signal Processing, Image Processing, Internet of Things, Artificial Intelligence, Data Science Analytic, Biomedical Engineering.
Articles 229 Documents
PERANCANGAN SOFT STARTING PADA MOTOR INDUKSI TIGA PHASE MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ATMEGA328 Rizki Ardiansyah; I Made Ari Nrartha; I Made Budi Sukmadana
DIELEKTRIKA Vol 2 No 2 (2015): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1724.812 KB)

Abstract

Motor induksi adalah mesin listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor induksi tiga phase tipe sangkar bajing banyak digunakan karena konstruksi yang sederhana dan perawatan yang mudah. Kendala operasi motor induksi ini adalah arus pengasutannya mencapai lima sampai tujuh kali arus nominal, sehingga diperlukan suatu metode pengasutan untuk mengatasi hal tersebut. Metode soft starting pada penelitian ini memberikan tegangan input ke motor secara bertahap. Pemberian tegangan input diatur menggunakan triac yang ditrigger dengan mikrokontroler Atmega328. Rangkaian Soft starting digunakan pada saat pengasutan, dan motor terhubung secara langsung ke sumber tenaga ketika running. Penelitian ini menghasilkan modul soft starting untuk kapasitas motor 1 kW. Arus pengasutan dalam kondisi tanpa beban didapatkan 2.19 A, dan kondisi berbeban 5.80 A. Arus pengasutan tersebut masih lebih kecil dibandingkan dengan arus pengasutan secara langsung yaitu 6.59 A dalam kondisi tanpa beban, dan 8.61 A pada kondisi berbeban. Kata Kunci : Motor Induksi Tiga Phase, Soft Starting, Triac, Mikrokontrroller ATMega328 ABSTRACT Induction motors is an electrical machines that convert electrical energy into mechanical energy. Three phase squirrel cage induction motor a widely used because it has a simple construction, and easy maintenance. Operating it’s problem is a starting currents that are five to seven times the nominal current. Therefore, we need a method to overcome this it.Soft starting method in this research is provides an input voltage to the motor gradually. Giving the input voltage is set using a triac triggered by the microcontroller ATmega328. Soft starting circuit is used at starting time, and the motor connected directly to the power source while it’s running.The result of this research is soft starting module for 1kW motor capacity. Starting current in the no-load condition is 2.19 A, and 5.80 A on the load condition. Starting current is still smaller than the direct starting current is 6.59 A in the no-load condition, and 8.61 A on the load condition. Keywords : Three Phase Induction Motor, Soft Starting, Triac, Mikrokontroller ATMega328
KLASIFIKASI SUARA BERDASARKAN USIA MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT (MFCC) DAN K-NEAREST NEIGHBOUR (K-NN) Eva Susanti; Sudi Mariyanto Al Sasongko; I Gede Pasek Suta W
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.755 KB)

Abstract

Klasifikasi suara berdasarkan usia dibuat dengan tujuan agar komputer mampu mengenali suara laki-laki dan perempuan. Dengan kemampuan komputer yang mampu membedakan suara berdasarkan usia akan memperkuat tingkat suatu sistem keamanan yang menggunakan password dengan suara. Pencocokan password tidak hanya berdasarkan kata saja, namun ditambah dengan pencocokan karakteristik suara sehingga akan lebih aman. Pengenalan suara berdasarkan usia dilakukan dengan teknik ekstraksi ciri sinyal audio dengan menggunakan mfcc. Teknik yang digunakan pada Mel Frequency Cepstral Coefficient diambil berdasar pendekatan pada pendengaran manusia karena itu metode ini sangat baik dalam pengolahan suara manusia. Pada tugas akhir ini telah dirancang dan direalisasikan suatu sistem yang dapat mengidentifikasikan suara manusia, untuk diketahuiusianya. Sistem klasifikasi suara ini terdiri dari ekstraksi ciri dan pengklasifikasian suara, dengan metode pengklasifikasiannya adalah K- NEAREST NEIGHBOUR (K-NN). Ciri yang telah didapatkan untuk membedakan suara adalah ada 14 koefisien yang mewakili dari suara yang digunakan pada penelitian ini.. Hasil dari pengklasifikasian suara ini dapat membedakan suara berdasarkan usia, dengan nilai rata-rata akurasi tertinggi 91,11 % dan FNR sebesar 6,49 % serta FPR 16,00 %. Hal ini dipengaruhi oleh nilai k dan banyaknya data yang digunkan. Pada penelitian ini nilai k yang terbaik ada pada k=3 dan nilai yang terburuk ada pada k=13. Secara keseluruhan kinerja sistem dalam mengklasifikasikan suara berdasarkan usia dapat dikatakan berhasil.
ANALISIS RENCANA PEMASANGAN TRANSFORMATOR SISIPAN PADA SALURAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI PENYULANG PAGUTAN (Studi Kasus: Transformator Distribusi AM097 Di Jalan Banda Seraya, Pagesangan, Kota Mataram) NI Made Seniari; M. Najmul Fadli; I Made Ginarsa
DIELEKTRIKA Vol 7 No 1 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i1.226

Abstract

Data lapangan menunjukkan pembebanan Transformator Distribusi AM097 di Jalan Banda Seraya Pagutan, Kota Mataram, sudah overload sebesar 92,82%, tegangan pelanggan paling ujung bernilai 183,85 V, rugi daya saluran 15,87 kW. Drop tegangan mencapai 25,10% melebihi batas yang diizinkan dalam SPLN No.72 tahun 1987 dengan nilai maksimal 5%. Untuk memperbaiki kondisi jaringan maka dilakukan analisis rencana pemasangan transformator sisipan menggunakan simulasi ETAP. Dengan memperhatikan penempatan transformator sisipan pada jarak 313,18 m dari transformator utama, beban transformator utama 69,16%, transformator sisipan kapasitas 100 kVA dibebani 47,13%. Hasil simulasi menunjukkan tegangan di ujung beban 222,3 V, drop tegangan 3,16%, dan rugi daya saluran sebesar 4,16%.
DISTANCE RELAY PROTECTION COORDINATION ANALYSIS OF HIGH VOLTAGE TRANSMISSION LINE 150 KV LOMBOK POWER SYSTEM Risca Arie Wahyuningsih; Agung Budi Muljono; Supriyatna Supriyatna
DIELEKTRIKA Vol 7 No 1 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i1.230

Abstract

Sistem kelistrikan Lombok telah mengoperasikan saluran transmisi udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV dan hingga saat ini terus mengalami pengembangan. Pembangunan SUTT ini merupakan usaha meningkatkan kualitas serta keandalan suatu sistem kelistrikan. Oleh karena itu, diperlukan proteksi yang baik untuk menjaga keandalan penyaluran energi listrik. Salah satu rele yang digunakan pada proteksi sistem kelistrikkan Lombok adalah rele jarak. Rele jarak bekerja sebagai pengaman utama pada saluran transmisi. Rele ini mengukur besar impedansi gangguan berdasarkan arus dan tegangan yang terdeteksi oleh rele. Penelitian ini menghitung setting impedansi rele jarak pada Z1pri, Z2pri dan Z3pri, kemudian menguji dengan melakukan simulasi hubung singkat menggunakan software ETAP 7.5. Hasil perhitungan setting rele jarak di Ampenan untuk memproteksi saluran Ampenan - Jeranjang impedansi saluran 3,25 Ω (7,543 km) adalah Z1pri= 2,6057 Ω (6,0345 km), t1 = 0 detik; Z2pri = 13,7056 Ω (31,7406 km), t2 = 0,4 detik; Z3pri = 24,7209 Ω (57,2508 km), t3 = 1,2 detik. Impedansi setting rele lebih besar dari impedansi gangguan yang terdeteksi oleh rele sehingga rele jarak sudah dapat melindungi sistem. Hasil penelitian memperlihatkan grafik koordinasi impedansi dan waktu setting rele jarak pada masing-masing seksi zone proteksi.
ANALISIS KOORDINASI ISOLASI DI GARDU INDUK KUTA TERHADAP TEGANGAN LEBIH AKIBAT SAMBARAN PETIR PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV supriyatna Supriyatna; elan criyanto; agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 7 No 1 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i1.237

Abstract

Sambaran petir pada saluran transmisi 150 kV dapat menimbulkan tegangan lebih yang akan membahayakan peralatan jika tegangan tersebut melampaui tingkat isolasi dasar peralatan (TID). Metode untuk mengetahui nilai lightning performance digunakan teori gelombang berjalan dan elektrogeometris. Metode pantulan berulang digunakan untuk menentukan jarak maksimum antara arrester dengan peralatan yang dilindunginya. Berdasarkan hasil penghitungan diperoleh jumlah gangguan petir pada saluran transmisi 150 kV Sengkol-Kuta yaitu 1,2984 gangguan per 100 km pertahun dengan kualifikasi “Pentanahan bagus; perisai cukup” sehingga tidak perlu dilakukan perbaikan. Koordinasi isolasi di gardu induk Kuta terhadap tegangan lebih akibat sambaran petir pada saluran transmisi 150 kV dikatakan baik karena: Dari hasil perhitungan didapatkan nilai arus pelepasan arrester sebesar 3,9180 kA. Sedangkan arus pelepasan nominal arrester sebesar 10 kA. Hal ini berarti bahwa arus pelepasan arrester lebih kecil 6,0820 kA dari arus pelepasan nominal. Jarak maksimum pemasangan arrester dan transformator sebesar 57 meter. Sedangkan jarak pemasangan arrester dan transformator yang ada dilapangan sebesar 48 meter. Hal ini berarti bahwa jarak pemasangan arrester dan transformator yang ada dilapangan lebih kecil 9 meter dari jarak maksimum arrester dan transformator dari hasil perhitungan. Tegangan akhir yang sampai di transformator sebesar 588,2783 kV. Sedangkan Tingkat Isolasi Dasar (TID) transformator yang digunakan sebesar 650 kV. Hal ini berarti bahwa tegangan tertinggi pada transformator lebih kecil 61,7217 kV dari Tingkat Isolasi Dasar (TID) transformator yang digunakan.
PENGUKURAN PERFOMANSI GAME ON LINE DI DAERAH RURAL DALAM VARIASI WAKTU DAN KARAKTER HERO PADA MOBILE LEGEND BANG BANG Made Sutha Yadnya; Sudi Mariyanto Sasongko; Lalu Alfian Wahyudi
DIELEKTRIKA Vol 7 No 1 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i1.235

Abstract

The use of online games in the Industrial 4.0 eras continues to grow to pamper its consumers. On the consumer side wants to get the best service from providers. This publication is describing the data and connection requirements of online games specifically for Mobile Legend Bam Bang in terms of telecommunications performance. Measurements were made using parameters of throughput, packet loss, and delay. Measurement variations are carried out according to time. The busy time used is 6 am to 11 pm. The results are in accordance with general hypotheses, but there are some things that are anomaly measurements.
Folding Gate Automatic Prototype Based On Microcontroller Arduino Uno Via Bluetooth and RFID Yuni Karina Sholeha; A. Syamsu Irfan Akbar; Syafaruddin CH
DIELEKTRIKA Vol 6 No 2 (2019): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v6i2.211

Abstract

Gerbang lipat pada umumnya saat ini masih dibuka atau ditutup secara konvensional, sehingga kurang efektif dan efisien apabila membuka atau menutup gerbang secara manual. Sehingga diperlukan sistem otomatis agar lebih praktis dan efisien. Dari masalah tersebut penulis mempunyai gagasan untuk membuat sebuah simulasi pintu gerbang lipat otomatis, agar nantinya dapat direalisasikan pada gerbang sungguhan. Sistem otomatis tersebut berbasis mikrokontroler arduino uno yang digunakan sebagai pengendali rangkaian, sistem dioperasikan melalui bluetoothdan RFID.Perancangan ini dilakukan pada prosedur penelitian melalui dua tahapan yaitu (1) perancangan perangkat keras, mulai dari pembuatan rangka gerbang dan pembuatan rangkaian pengendali (2) perancangan perangkat lunak, yaitu pembuatan aplikasi android sebagai pengendali sistem dan pembuatan program arduino pada software IDE(Integrated Development Environment).Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa simulasi pintu gerbang otomatis dapat beroperasi dengan baik, sesuai rancangan yang dibuat. Modul bluetoothyang digunakan beroperasi pada jarak ≤ 11 meter pada ruang terbuka dan ≤ 15 meter pada ruang tertutup. RFID reader yang digunakan memiliki frekuensi 13.56 MHz dengan jarak pembacaan maksimum antara RFID tagdengan RFID reader adalah 5 cm.
PEMETAAN BANJIR MENGGUNAKAN APLIKASI SYSTEM FOR AUTOMATED GEOSCIENTIFIC ANALYSES (SAGA) DI SUNGAI SULIN KABUPATEN LOMBOK TENGAH Basri Rahman; Made Sutha Yadnya; Abdullah Zainuddin
DIELEKTRIKA Vol 4 No 1 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Jonggat terletak di Kabupaten Lombok Tengah,dilalui oleh aliran Sungai Sulin (S 08º 40’ 21,5” E 116 10º 17,7” ). Kecamatan Jonggat memiliki Curah hujan yang cukup tinggi, jumlah hari hujan per bulan di Kecamatan Jonggat berkisar antara 1 hingga 23 hari, membuat rentan terhadap bencana banjir. Untuk itu perlu dlakukan upaya-upaya prediksi banjir agar kerugian bisa diminimalisir salah satunya dengan pembuatan peta prediksi banjir. Pemetaan di dasari dari data kejadian banjir yang didapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Lombok Tengah dan dibuktikan dengan langsung melakukan pengukuran di lokasi kejadian. Katagori tingkat kenaikan air didasari dari 5 faktor penyebab banjir yaitu Curah hujan, ketinggian tempat, kemiringan tempat, infiltrasi tanah dan debit akibat hujan. Hasil penelitian menunjukkan pemetaan tingkat kenaikan air sungai sulin menggunakan SAGA (System for Automated Geoscientific Analyses ) menghasilkan 5 katagori yaitu aman disimbolkan dengan warna hijau, waspada dengan warna hijau muda,siaga 2 dengan warna kuning, siaga1 warna orange dan awas dengan warna merah.
PENGAPLIKASIAN METODE INTERPOLASI DAN EKSTRAPOLASI LAGRANGE, CHEBYSHEV DAN SPLINE KUBIK UNTUK MEMPREDIKSI ANGKA PENGANGGURAN DI INDONESIA Ryan Pratama; R.H Sianipar; I Ketut Wiryajati
DIELEKTRIKA Vol 1 No 2 (2014): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interpolasi adalah taksiran harga-harga diantara titik-titik diskrit didalam bentangan data benar-benar tepat dan pendekatannya adalah mencari kurva tunggal atau sederetan kurva yang tepat melalui titik-titik tersebut. Jenis interpolasi yang digunakan adalah Interpolasi Lagrange, Chebyshev, dan Spline Kubik. Metode ini di implementasikan pada peramalan data time series untuk memprediksi angka pengangguran di Indonesia. Proses pengujian menghasilkan nilai rata-rata RMSE yang paling kecil pada Interpolasi Chebyshev yaitu 159.786. Secara visual untuk Interpolasi Spline kubik menunjukan gambar yang paling baik dalam mengikuti dinamika data yang ada.
KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DAN RELE GANGGUAN TANAH PADA GARDU INDUK AMPENAN Helni Septa Utani; Supriyatna .; Supriono .
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Koordinasi sistem proteksi tenaga listrik bertujuan mengamankan gangguan pada sistem tenaga listrik untuk meminimumkan lamanya gangguan dan pelanggan yang terkena gangguan. Laporan bagian gangguan PT. PLN (Persero) APDP Mataram menunjukkan data gangguan yang terjaadi pada GI (Gardu Induk) Ampenan khususnya pada Penyulang Cemara dan Gunungsari tahun 2014 masing-masing mengalami gangguan 3005 menit per tahun dan 4219 menit per tahun. Gangguan tersebut merupakan gangguan hubung singkat yang menyebabkan OCR dan EFR bekerja. Penelitian ini menganalisis arus gangguan hubung singkat menggunakan software ETAP v7.5, dan koordinasi peralatan proteksi menggunakan software Power Plot 2.5 demo dan membandingkan TCC antara setting rele kondisi eksisting dan hasil perhitungan. Karateristik OCR dan EFR menggunakan standar invers. OCR standar inverse akan dikombinasikan dengan instantaneous. Hasil perhitungan TMS didapatkan untuk Penyulang Cemara dan Penyulang Gunungsari masing-masing 0,16 dan 0,15, sesuai arus gangguan penyulang. Sedangkan TMS kondisi eksisting untuk Penyulang Cemara dan Penyulang Gunungsari masing-masing 0,1 dan 0,05. Nilai setting OCR dan EFR yang direkomendasikan pada Penyulang Cemara dan Gunungsari sudah baik karena dapat memberikan waktu bagi fuse bekerja lebih dahulu untuk mengamankan gangguan sehingga koordinasi proteksi yang tepat dapat tercapai. Kata Kunci : Koordinasi proteksi, OCR, EFR, Gangguan hubung singkat ABSTRACT The Coordination of electrical power protection system aimed at securing an appropriate The Coordination of electrical power protection system aimed at securing an appropriate disturbance in power systems with a view to minimizing the duration of disruption and minimizes the number of customers affected by disturbances. PT. PLN (Persero) APDP Mataram fault section report shows fault occurrence data in Ampenan Substation, specifically for Feeder Cemara and Gunungsari in 2014, 3005 minutes per year and 4219 minutes per year respectively. These faults were short-circuit fault that caused OCR and EFR to operate. This final project analyzing the flow of short circuit fault of aid ETAP software v 7.5, and coordinating protection devices using Power Plot 5.2 software demo that was done by comparing the TCC between existing conditions relay setting and calculation result. Characteristics of relay that is used in the Ampenan substation for OCR and EFR is standard inverse. OCR standart inverse will combination with instantaneous. While the result TMS is obtained for the Cemara feeder and Gunungsari feeder are 0,16 and 0,15 this condition are accordance with the current major disruption to the feeder. Meanwhile, TMS existing condition for Feeder Cemara and Gunungsari are 0.1 and 0.05 respectively. Setting value of OCR and EFR recommended by Feeder Cemara and Gunungsari is good enough because of its capabilities to give a chance for fuse to operate earlier so that perform protection coordination precisely. Key words: Protection coordination, OCR, EFR, short-circuit fault

Page 10 of 23 | Total Record : 229