cover
Contact Name
Cipta Ramadhani
Contact Email
ramadhani.cipta@gmail.com
Phone
+6285253832182
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung B, Jurusan Teknik Elektro, Fak. Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Dielektrika : Jurnal Ilmiah Kajian Teori dan Aplikasi Teknik Elektro
Published by Universitas Mataram
ISSN : 20869487     EISSN : 2579650X     DOI : https://doi.org/10.29303/dielektrika
The Aims and scope of the Dielektrika are Power System, Telecommunication, electronics and computer of informatics, including: Electrical Power Systems, High Voltage Technology, Renewable Energy, Power Electronics, Sensing and Automation, Telecommunication system and technique, Signal Processing, Image Processing, Internet of Things, Artificial Intelligence, Data Science Analytic, Biomedical Engineering.
Articles 229 Documents
RANCANG BANGUN ALAT WUDHU OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO DI MESJID AL – ICHSAN GORONTALO Stephan Adriansyah Hulukati; Irvan A Salihi
DIELEKTRIKA Vol 5 No 2 (2018): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.005 KB)

Abstract

Mesjid Al – Ichsan Universitas Ichsan Gorontalo merupakan mesjid yang berada di lingkungan akademik sehingga memungkikan untuk dimasukan dalam pengembangan teknologi tepat guna berupa pemanfaatan alat wudhu otomatis. Sistem pengambilan wudhu secara konvensional ini memiliki kelemahannya dimana pemakaian air yang boros karena manusia lupa mematikan kran ataupun kran yang mudah rusak akibat sering di gunakan oleh manuasia. Dengan memanfaatkan alat wudhu otomatis dengan sensor jarak (SRF04) sebagai pendeteksi manusia dalam mengmbil air wudhu dan sistem kontrolnya adalah arduino uno, Arduino ini akan mengirimkan instruksi ke relay untuk mengaktifkan selenoid valve untuk mematikan dan menghidupkan air. Jarak aktif alat ini dimulai pada jarak 3 cm sampai dengan 50 cm dengan konsumsi daya pada saat selenoide valve tidak aktif dengan nilai tegangan : 11,938 volt, Arus : 0,039 Ampere, dan Daya : 0,466 Watt kemudia pada saat selenoide valve aktif dimana tegangan : 11,938 volt, Arus : 0,068 Ampere, dan Daya : 0,816 Watt.
Teknik Modulasi Untuk Inverter Multilevel Cascaded H-Bridge (CHB) Satu Fasa Menggunakan Arduino Mega 2560 Ida Bagus Fery Citarsa; I Nyoman Wahyu Satiawan Wahyu Satiawan
DIELEKTRIKA Vol 6 No 2 (2019): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.353 KB) | DOI: 10.29303/dielektrika.v6i2.201

Abstract

Single-phase multilevel Cascaded H-bridge inverter composed of several inverter cells. A DC voltage combination system is connected to each input voltage on each inverter cell to form a multilevel voltage output waveform. The inverter uses an electronic switch to form each voltage from the input DC voltage. The programming system is generated using Arduino Mega 2560 so that switch state can be set at a certain time so that the output voltage waveform in the inverter can be arranged. In this research, an investigation of the best switching technique was performed on a two-cell Cascaded H-bridge inverter with different input DC voltage ratios. The result shows that the THDv value is 14.8% for 1: 1 DC voltage ratio, 9.9% for 1 : 2 DC voltage ratio and 9.6% for 1: 3 DC voltage ratio.
ANALISIS TEGANGAN LEBIH INDUKSI DISEKITAR DOWN CONDUCTOR YANG TERINJEKSI ARUS PETIR (Studi Kasus Gedung STAHN GDE PUDJA MATARAM DAN GARDU HUBUNG GOMONG) I Wayan Sutrisna; Ni Made Seniari; I Made Ginarsa
DIELEKTRIKA Vol 4 No 1 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.401 KB)

Abstract

Petir merupakan peristiwa listrik alam yang sangat berbahaya dalam kehidupan. Sambaran petir dapat merusak objek yang disambar langsung maupun objek disekitar titik sambaran petir. Disekitar titik sambaran petir terinduksi medan listrik (E), medan magnet (H) dan tegangan lebih induksi (Vind). Objek di sekitar titik sambaran yang diamati Objek I dan Objek II adalah gedung kampus STAHN Gde Pudja Mataram dan Gardu Hubung Gomong, akibat gedung Rektorat STAHN Gde Pudja tersambar petir langsung 10, 50, 100 kA dan 25, 50, 100, 150, 200 kHz. Parameter petir tersebut menghasilkan E, H dan Vind pada objek yang diamati, dengan H sesuai standar, tetapi E dan Vind tidak sesuai standar. Rekomendasi untuk penurunan E dan Vind menambahkan SPP eksternal dengan pemasangan konduktor bentuk mesh sejumlah 2x4 mesh dengan ukuran 10x6,5 m pada kerangka plapon gedung. Injeksi 100 kA, 200 kHz pada rangkaian mesh tersebut menurunkan E, H dan Vind pada objek I dan objek II masing-masing 3,586 kV/m; 16,393 A/m; 344,459 kV dan 0,184 kV/m; 0,875A/m; 63,699 kV. Penambahan rangkaian konduktor mesh pada SPP eksternal tersebut dapat mengurangi nilai medan listrik (E), medan magnet (H) dan tegangan induksi (Vind) hingga 50 % dari nilai sebelumnya. ABSTRACT Lightning, an electrical event of nature, is a very dangerous phenomenon in daily life. Lightning strikes can harm both the object struck directly by lightning and the object around lightning strikes point. Object around the point of a lightning strike is induced by electric field (E), magnetic field (H) and overvoltage induction (Vind). Objects around lightning strike point observed in this paper objects one and two are STAHN Gde Pudja Mataram building and Gomong Substation circuit due to the fact that STAHN Gde Pudja Rectorate building was directly struck by lightning of 10, 50, 100 kA and 25, 50, 100, 150, 200 kHz. The lightning parameters showed the value of E, H and Vind on the observed. It is revealed that H value meets the standards while E and Vind values did not meet standards. In order to standardize the E and Vind values, it is recommended to add external SPP of 2x4 mesh with sized mesh of 10x6,5 m shaped conductor installation on framework ceiling. The Injection of 100 kA, 200 kHz from the mesh circuit decrease E, H and Vind value for the first and the second objects each 3.586 kV/m; 16.393 A/m; 344.459 kV and 0.184 kV/m; 0.875A/m; 63.699 kV. It can be conclude that the addition of mesh conductor circuit on the external SPP could reduce the value of the electric field (E), magnetic field (H) and the induced voltage (Vind) up to 50% of the initial value.
ECONOMIC DISPATCH MENGGUNAKAN IMPERIALIST COMPETITIVE ALGORITHM (ICA) PADA SISTEM KELISTRIKAN LOMBOK Hazi, Khaerul; Rosmaliati, Rosmaliati; Misbahuddin, Misbahuddin
DIELEKTRIKA Vol 1 No 1 (2014): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.365 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang optimalisasi pada sisi pembangkit untuk pemilihan daya yang dibangkitkan pada masing – masing generator dengan tujuan untuk mendapatkan biaya yang ekonomis khususnya pada Sistem Kelistrikan Lombok, tentunya dengan memperhatikan daya beban dan losses. Economic Dispatch (ED) menggunakan metode Imperialist Competitive Algorithm (ICA) ini dapat menghasilkan kombinasi daya pembangkitan dan biaya termurah dengan perlakuan Parameter ICA optimasi ED Kelistrikan Lombok dengan kombinasi country = 150 dan imperialist = 5, koefisien asimilasi β = 1.5 dan koefisien revolusi = 0.3. Biaya total pembangkitan yang dihasilkan oleh metode Imperialist Competitive Algoritma sebesar 72.881.839 Rp/jam lebih kecil dibandingkan dengan metode Algoritma Genetika (GA) sebesar 73.230.930 Rp/jam sehingga dengan menggunakan kombinasi daya pembangkitan metode ICA dapat menghemat biaya sebesar 349.090 Rp/jam dibandingan dengan metode GA.
RANCANG BANGUN ATS/AMF SEBAGAI PENGALIH CATU DAYA OTOMATIS BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL Fathur Rahman; Abdul Natsir; Giri Wahyu W
DIELEKTRIKA Vol 2 No 2 (2015): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.919 KB)

Abstract

Automatic Transfer Switch/Automatic Main Failure adalah alat yang dapat memindahkan catu daya utama menuju catu daya cadangan secara otomatis dan cepat, saat catu daya utama mengalami gangguan ataupun terjadi pemutusan suplai ke beban. ATS/AMF ini di kendalikan dengan PLC sebagai kontrol otomatis sehingga memudahkan dalam pembuatan dan meminimalisir biaya dalam penggunaan komponen. ATS yang digunakan menggunakan sensor tambahan sebagai penunjang berupa mikrokontroler yaitu arduino. Arduino membaca masukan variable dari masukan tegangan dan frekuensi. Batas standar sensor overvoltage tidak melebihi dari 230VAC yang diwakili dengan tegangan 2.90 VDC dan undervoltage tidak lebih rendah dari 200VDC yang di wakili dengan 2.30 VDC serta sensor frekuensinya tidak berada di bawah 49.5 dan tidak melebihi 51 Hz. Perpindahan dari suplai PLN ke genset mengalami beberapa tahap. Pertama tahap bumper yang di lakukan oleh PV sebagai penanggulangan kehilangan suplai sementara sampai genset dapat digunakan. Kemudian proses starting genset selama 5 detik, pemanasan genset selama 10 detik. Tahap kedua adalah proses perpindahan suplai dari suplai PV sebagai bumper menjadi genset ketika sensor membaca masukan sesuai standar yang digunakan. Tahap ketiga adalah pengambil alihan kembali suplai oleh PLN saat PLN kembali aktif dan semua catu daya yang mensuplai kebeban diputus. Kata kunci : ATS, AMF, PLC, pengalih catu daya otomatis, programmable logic control. ABSTRACT ATS/AMF is a tool which it is able transfer the main power supply towords the back up power supply automatically and fastly, when the main power supply is failed or termination of supply to the load. ATS / AMF is controlled by the PLC as an automatic control to facilitate the making and minimize costs in the use of the component. ATS used as additional censor to support in the form of microcontroller, namely arduino. Arduino reads the variable input from the input voltage and frequency. The standard of overvoltage censor is no more than 230 VAC wich is represented by 2.90 VDC and udervoltage is not lower than 200 VDC which is represented by 2.30 VDC. Also its frequency censor is not under 49.5 and not upper than 51 Hz. The transfer power supply from PLN towards genset throught some steps. First, the bumper step done by PV as the countermeasures from the the loss of temporary supply until the genset is already to use. Then, starting genset is in 5 seconds, genset preparing is 10 seconds. The second step is transfer supply from the PV as a umper into the generator when the sensor reading inputs according to the standards used. The last step is the takeover of back supply by PLN when PLN is reactivated and all power supply which supplies to the load is disconnected. Keywords : ATS, AMF, PLC, automatic switch power supply, programmable logic control
LAYOUT PROYEKTOR LCD YANG ERGONOMIS PADA RUANG KULIAH JURUSAN TEKNIK ELKTRO UNIVERSITAS MATARAM Ida Ayu Sriadnyani
DIELEKTRIKA Vol 2 No 1 (2015): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu media untuk menyajikan materi perkuliahan yang paling efektif adalah media proyektor LCD (Liquid Crystal Display). Proyektor LCD merupakan salah satu jenis proyektor yang digunakan untuk menampilkan video, gambar, atau data dari komputer pada sebuah layar dengan permukaan datar seperti tembok. Dalam mempergunakannya, masih banyak yang belum tahu bagaimana mengatur letak proyektor yang benar. Tata letak proyektor LCD di ruang F belum diletakan secara ergonomis. Berdasarkan pengamatan, pengalaman dan faktanya, perkuliahan di ruang F saat ini tidak mendukung. Tampilan layar proyektor berada di salah satu sisi dinding dekat pintu masuk. Kesulitan terjadi ketika kuliah dihadiri oleh 40 mahasiswa, mahasiswa yang duduk di sisi samping sulit untuk melihat materi kuliah sehingga dapat mengurangi konsentrasi mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan disajikan secara naratif berdasarkan fakta-fakta yang menggunakan data-data pengamatan, wawancara dengan mahasiswa. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil perhitungan menunjukkan tinggi screen dari lantai berdasarkan data antropometri rata-rata tinggi mata duduk hitung pria 136,1 cm dan perempuan 130,5 cm, sedangkan tinggi layar proyektor di ruangan 170 cm. Jarak hitung ideal dari layar ke tempat duduk pertama mahasiswa 344 cm, jarak terukur 290 cm Dapat disimpulkan layout proyektor LCD selama ini tidak sesuai dengan jarak ideal yang ditentukan.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGUNCI PINTU OTOMATIS MENGGUNAKAN PENDETEKSI GETARAN KETUKAN Farid Fadilah; Paniran .; Giri Wahyu W
DIELEKTRIKA Vol 2 No 1 (2015): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.428 KB)

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kemudahan bagi pengguna dari sistem otomatis pengunci pintu menggunakan kode ketukan. Sinyal analog yang dihasilkan dari sensor saat diberikan ketukan akan masuk melalui pin ADC(analog to digital converter) sistem minimum Arduino dengan IC mikrokontroler ATMega328P. Sinyal analog dari sensor akan dikonversi dalam bentuk digit biner (digital) yang akan memberikan logika pada beberapa beban sebagai indikasi termasuk mengaktifkan driver L298N untuk menggerakkan motor DC-micro untuk membuka pintu yang terkunci atau sebaliknya mengunci pintu yang terbuka. Hasil pengujian diperoleh bahwa kode ketukan yang diberikan pada sistem ini terkait dengan jumlah ketukan dan nilai waktu interval atau jarak antar setiap-ketukan dan disimpan dalam type data Array yang membentuk sebuah ritme/irama ketukan tertentu yang di gunakan dalam program. Nilai interval ketukan ini (password ketukan) akan disimpan terlebih dahulu dalam flash memory mikrokontroler. Dari 30 kali percobaan yang dilakukan ketika sensor piezo mendeteksi ada beberapa ketukan, sistem akan mulai bekerja dengan melakukan mencacah interval antar ketukan, jika ritme/irama ketukan sesuai dengan yang telah tersimpan sebelumnya maka sistem penguncian/membuka pintu akan aktif. Sebaliknya adapun jika terjadi kesalahan dalam pemberian masukan kode ketukan tadi diluar dari interval ritme/ irama yang telah ditentukan, maka sistem pengunci/membuka tidak bekerja. Kata kunci : Piezoelektrik, Piezo buzzer, Arduino, Mikrokontroler
KONTROL DAYA DENGAN VARIASI KECEPATAN PADA DOUBLE-FED INDUCTION GENERATOR UNTUK TURBIN ANGIN Abdul Natsir; Supryatna .; Sabar Nababan
DIELEKTRIKA Vol 3 No 1 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.188 KB)

Abstract

Salah satu kelemahan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) adalah kecepatan angin yang terjadi tidak konstan, sehingga menimbulkan ketidakstabilan pada daya listrik yang dibangkitkan. Apabila penetrasi daya PLTB cukup besar dengan perubahan yang cepat, maka sangat kesulitan dalam pengaturan daya keluarannya. Dengan karakteristik penjejakan titik daya maksimum (MPPT) pada Double-Fed Induction Generator (DFIG), dapat diperoleh daya keluaran mekanis maksimum pada setiap kecepatan angin yang berbeda. Daya keluaran dari DFIG akan selalu mengikuti perubahan kecepatan angin, sehingga DFIG dapat langsung terhubung dan disinkronkan dengan grid PLN. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dan analisis dengan melakukan kontrol daya pada DFIG untuk kondisi operasi sub-sinkron dan operasi super-sinkron. Penelitian ini menggunakan modul DFIG di Laboratorium energi baru dan terbarukan. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah daya DFIG yang disuplai besarnya sama dengan penjumlahan daya yang diberikan ke grid dan LSC baik pada kondisi operasi sub-sinkron maupun operasi super-sinkron. Demikian juga dengan variasi kecepatan untuk daya DFIG konstan, penjumlahan daya grid dengan LSC sama dengan daya yang disuplai DFIG. Artinya perubahan kecepatan pada DFIG tidak mempengaruhi frekuensi sistem (frekuensi konstan). Kata kunci: PLTB, DFIG, kontrol daya, dan kecepatan variabel
BALANCING ROBOT BERODA DUA DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR GYROSCOPE BERBASIS ARDUINO UNO Mohamad Junaedi; Syafaruddin Ch; Giri Wahyu Wiriasto
DIELEKTRIKA Vol 5 No 2 (2018): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.652 KB) | DOI: 10.29303/dielektrika.v5i2 Agustus.166

Abstract

Tekologi modern dewasa ini khususnya dalam dunia teknologi robot mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan robot tidak hanya pada kecanggihan mekaniknya saja, melainkan juga sistem kendalinya menggunakan sistem komputerisasi. Salah satu jenis robot dengan kemampuan istimewa yang belakangan ini banyak menarik minat para pecinta robot untuk dikembangkan adalah balancing robot beroda dua. Balancing robot beroda dua merupakan suatu robot mobile yang memiliki sebuah roda di sisi kanan dan kirinya yang tidak akan seimbang apabila tanpa adanya kontroler. Menyeimbangkan robot beroda dua memerlukan suatu metode kontrol yang handal untuk mempertahankan posisi roda dalam keadaan tegak lurus terhadap permukaan bumi tanpa memerlukan pengendali lain dari luar. Perancangan robot beroda dua ini menggunakan Arduino Uno sebagai pengontrol, sensor gyroscope sebagai pendeksi sudut kemiringan robot, Driver motor DC sebagai pengendali motor DC, dan untuk mekaniknya menggunakan roda dengan motor DC sebagai aktuatornya dan untuk programnnya menggunakan bahasa C dengan software arduino.cc. pengujian yang dilakukan antara lain untuk mengetahui sudut atau kemiringan robot untuk mampu mempertahankan keseimbangan, mengetahui sampai dimana robot mampu mempertahankan keseimbangan apabila di berikan sudut lintasan yang berbeda-beda, mengetahui seberapa lama waktu sistem robot beroda dua mampu mempertahankan keseimbangan pada bidang datar.
PENGATURAN POLA BEBAN LISTRIK DENGAN SUPLAI DARI SISTEM PEMBANGKIT HIBRIDA FOTOVOLTAIK-BIOGAS Asror, Hazinatul; Rosmaliati, Rosmaliati; Natsir, Abdul
DIELEKTRIKA Vol 1 No 1 (2014): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.109 KB)

Abstract

Sistem fotovoltaik dan sistem biogas telah dibangun di Laboratorium Energi Barudan Terbarukan Fakultas Teknik Universitas Mataram. Kedua sistem tersebut akan digabungkan menjadi sistem hibrida untuk menentukan pola implementasi, kapasitas dan kinerja sistem pada kelompok bebanyang terdiri dari kelompok desa dan kelompok kota.Kelompok desa terdiri dari kelompok pendapatan rendah, kelompok pendapatan menengah, dan kelompok pendapatan atas, sedangkan kelompok kota terdiri dari kelompok pendapatan rendah dan kelompok pendapatan menengah.Penelitian ini menggunakan baterai sebagai penyimpanan energi, inverter untuk mengubah DCmenjadi AC, dan beban AC yang dibutuhkan masing-masing kelompok berdasarkan data survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, biogas dengan kapasitas digester 8m3 dibutuhkan oleh semua kelompok. Untuk mengatasi kekurangan energi yang dihasilkan oleh biogas, kelompok desa pendapatan menengah, kelompok desa pendapatan atas, kelompok kota pendapatan rendah dan kelompok kota pendapatan menengah, membutuhkan fotovoltaik kapasitas 65 Wp dengan jumlah masing-masing panel 2, 5, 2, dan 8. Kapasitas baterai yang dibutuhkan masing-masing kelompok beban adalah 22,6Ah, 81,73Ah, 151,83Ah, 83Ah, dan 262,63Ah. Kinerja sistem hibrida fotovoltaik-biogas dipengaruhi oleh cuaca, meskipun produksi biogas cenderung tetap, tetapi kapasitas arus yang dihasilkan oleh fotovoltaik tergantung dari radiasi matahari yang diterima

Page 9 of 23 | Total Record : 229