cover
Contact Name
Ethycasari
Contact Email
-
Phone
+62315633365
Journal Mail Official
lppmwb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimanuk No.20, Darmo, Kec. Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60241
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 2302948X     EISSN : 26865297     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal keperawatan menerbitkan artikel ilmiah terkait masalah keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini ada sejak tahun 2012 dan terbit dua kali dalam satu tahun di bulan Mei dan November.
Articles 163 Documents
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA ELEKTRONIK (GADGET) DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA SEKOLAH Aristina Halawa; Maria Yustina Kristanti Ina Palan
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v5i2.164

Abstract

Penggunaan media elektronik (gadget) pada anak usia sekolah dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi interaksi sosial dengan lingkungan sekitarnya sehingga anak menjadi individualisme. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan sosial anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Pagesangan Surabaya, dengan jumlah responden 73 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner penggunaan gadget dan perkembangan sosial anak usia sekolah. Dari 73 responden didapatkan sebanyak 63 responden (86,3%) menggunakan gadget pada tingkat sedang dan sebanyak 64 responden (87,7%) memiliki perkembangan sosial yang baik. Hasil uji statistik dengan Spearman = p : 0,000 dengan nilai kemaknaan p < 0,005 yang yang berarti ada hubungan antara penggunaan media elektronik gadget dengan perkembangan sosial anak usia sekolah. Penggunaan gadget yang sesuai dan terkontrol oleh pihak sekolah dan orangtua dapat mempengaruhi perkembangan social anak menjadi baik. Untuk itu bagi orangtua diharapkan agar dapat meluangkan waktunya untuk mengontrol anak mereka saat menggunakan gadget dan bagi pihak sekolah diharapkan dapat memberikan stimulasi pada siswa dan siswi dalam bentuk kegiatan-kegiatan sosial di sekolah yang dapat mengembangkan sikap sosial anak.
HUBUNGAN ANTARA LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RS GATOEL MOJOKERTO Heni Purwati; Sri Wahyuni LS
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v5i2.165

Abstract

Terapi Hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik dapat merubah kondisi fisik, psikologi, sosial dan ekonomi pasien karena harus dijalani seumur hidupnya. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien sehingga lama menjalani hemodialisis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Kualitas hidup merupakan penilaian yang terfokus pada penerimaan individu terhadap kondisiya. Setiap individu membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk menerima segala kondisinya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan antara Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik di RS Gatoel Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional design. Populasinya adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sebanyak 150 orang. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik nonprobability sampling dengan tipe purposive sampling sebanyak 103 orang. Data diperoleh dari kuesioner KDQoL 36. Hasil penelitian menggunakan uji spearman rho dengan bantuan SPSS V.16 menunjukan p < α (0,006 < 0,05). Artinya H0 ditolak sehingga, Ada Hubungan antara Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal kronik di RS Gatoel Mojokerto. Kualitas hidup pasien mengalami fluktuasi berdasarkan tahapan adaptasi terhadap hemodialisis dan penyakit. Namun sebagian besar pasien menjalani hemodialisis lebih dari 12 bulan memiliki kualitas hidup yang cukup karena pasien sudah terbiasa dengan terapi beserta gejala dan komplikasi yang dirasakanya. Tetapi ada faktor lain yang mempengaruhi kualitas hidup seperti jenis kelamin, status pernikahan dan tingkat pendidikan. Pasien juga diharapkan mematuhi anjuran dan larangan yang diberikan guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI UNMET NEED DI DUSUN JETAK DESA JASEM KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO Ifa Roifah
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v5i2.166

Abstract

This study is based on the high level of unmet need in Indonesia. The high level of unmet need for spacing found among young women is less than 30 years old and a high level of unmet need for an end to the group of women are elderly and have a number of children as expected. This study aims to determine the factors behind unmet need in Jetak Jasem Village Ngoro District Mojokerto Regency. This study was descriptive. The populations in this study were all EFA that do not use family planning in Jetak Jasem Village Ngoro District Mojokerto Regency as many as 33 EFA. Sampling of this research is total sampling. The variables in this study were age, income, education, occupation, and number of children. The instrument used was a questionnaire. The results suggest that the age factor underlying the unmet need in Jetak Jasem Village Ngoro District Mojokerto Regency almost all respondents aged over 35 years, most of the income is less than or equal UMK, basic education, not working, and has two children. This suggests that the dominant factor behind the unmet need is the age factor. EFA did not use birth control due to feel old age, number of side effects that may arise as a result of birth control, forbidden by the husband to use birth control, the myth of the limit on the number of children that can be owned by the mother, and the herbal drink to not get pregnant.
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN OBAT ARV TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA HIV/AIDS DI POLI VCT RSUD PROF. DR. SOEKANDAR KABUPATEN MOJOKERTO Indah Lestari; Emyk Windartik; Gendewa Goa Wijaya
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v5i2.167

Abstract

Antiretroviral (ARV) therapy was undertaken with HIV/AIDS by took medication for life, to suppress the amount of virus. Most people took antiretroviral (ARV) drugs had some side effects, one of which decreased in hemoglobin (Hb), which was influenced by factors duration of therapy and CD4 levels. As a result of long use of antiretroviral (ARV) drugs by the side effects that cause a decrease in hemoglobin. The research objective was to determine the relationship of long used of ARV (Antiretroviral) on levels of hemoglobin in people with HIV / AIDS. The research design corelation analytical with cross sectional approach. Entired population HIV/AIDS patients undergoing antiretroviral therapy in Polyclinic VCT at Prof. Dr. Soekandar Hospital District Mojokerto regency as many as 65 respondents. Samples of 25 respondents took by purposive sampling. Old data retrieval use of ARV drugs by used observations of medical records and hemoglobin concentration used check tool hemoglobin (Hb Quick Chek) and secondary data. Test data analysis using the Spearman rho shows ρ (0.002) < α (0.05), it means that there is a long-standing relationship to the use of ARV drugs hemoglobin levels. Decreases in hemoglobin may occur due to antiretroviral drugs tend to inhibit the enzyme reverse transcriptase and cause damage to the spinal cord so that hemoglobin in the blood is very low which leads to anemia. One way to suppress the occurrence of side effects can be done by taking supplements that can increase the levels of hemoglobin in the blood.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG CARA PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA IBU-IBU PKK Marcellina Rasemi Widayanti; Maria Santrisna Wulu
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v5i2.168

Abstract

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan pemeriksaan dengan melihat dan memeriksa perubahan payudaranya sendiri setiap bulan sehingga kelainan dapat dideteksi secara dini. Fenomena yang di temukan oleh peneliti pada ibu-ibu PKK di RT 08 RW 05 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya, beberapa ibu-ibu belum mengenal tentang cara pemeriksaan payudara sendiri dan tidak pernah melakukan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan (tahu) mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada ibu-ibu PKK. Desain penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one-group pra—post test design dan populasi penelitian ini adalah ibu-ibu PKK di RW 05 RT 08 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya dan menggunakan simple random sampling didapatkan sebanyak 33 responden berdasarkan kriteria inklusi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penyuluhan dan variabel dependennya adalah tingkat pengetahuan. Instrument pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan didapatkan hasil lebih dari 50% (58%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup dan setelah dilakukan penyuluhan didapatkan lebih dari 50% (61%) responden memiliki tingkat pengetahuan baik. Hasil uji statistik Wilcoxon dengan tingkat signifikan α= 0,005 didapatkan harga p= 0,000 dan nilai Zhitung = -3,752 > Ztabel = ±1,96. Oleh karena harga p<α, maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang cara pemeriksaan payudara sendiri. Berdasarkan hasil penelitian, saran peneliti kepada ibu kader kesehatan untuk bekerja sama dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Jagir dalam memberikan penyuluhan kesehatan agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
HUBUNGAN ANTARA POSISI DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA MAHASISWA STIKES KATOLIK ST VINCENTIUS A PAULO SURABAYA Yhenti Widjayanti; Rosalia Ragil Dita Pratiwi
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v5i2.169

Abstract

Seseorang dituntut untuk melakukan posisi yang benar pada saat melakukan aktivitas seperti duduk tegak dan posisi membungkuk. Fenomena yang terjadi pada mahasiswa STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya didapatkan mahasiswa yang mengeluh nyeri punggung bawah duduk dengan posisi yang salah seperti duduk dengan posisi membungkuk, tegak dan menyandar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa. Desain penelitian ini yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Variabel independen penelitian ini adalah posisi duduk mahasiswa dan variabel dependennya adalah keluhan nyeri punggung bawah mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya. Sampel pada penelitian ini sebanyak 46 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 85% responden memiliki kebiasaan duduk yang salah, 78% responden mengeluh nyeri punggung bawah. Hasil uji chi-square dengan nilai signifikasi α = 0,05 dan hasil uji didapatkan nilai p = 0,001 (p<α), maka H0 ditolak yang berarti posisi duduk berhubungan secara signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa. Kebiasaan olahraga yang jarang dilakukan dapat menunjang posisi duduk yang salah dan menyebabkan nyeri punggung bawah. Oleh karena itu, peneliti menyarankan kepada pihak STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya khususnya kemahasiswaan untuk memberikan informasi tentang posisi duduk yang benar, upaya menurunkan berat badan dan bekerja sama dengan UKM olahraga agar dapat mengurangi keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa.
HUBUNGAN KEAKTIFAN SENAM LANSIA DENGAN KESEIMBANGAN TUBUH PADA LANSIA DI PANTI WERDHA MAJAPAHIT MOJOKERTO Ariu Dewi Yanti; Lufita Armayanti
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v5i2.170

Abstract

Decrease in balance on the elderly can be fixed with various exercise balance. A good balance is needed someone in support to its mobility it everyday. The purpose of this research was to know relationship liveliness following the elderly exercisers with body balance on the elderly in Panti Werdha Majapahit Mojokerto. This Research design was analytic correlational with cohort study approach. The variable are the lifelines following a gymnastic for elderlyas independent variable and the balance of elderly body as dependent variables. This Population were all of elderly in Panti Werdha Majapahit Mojokerto as much as 47 elderly. Samples taken with purposive sampling technique as many as 24 respondents. Data collected with observation sheet about follow gymnastics and questionnaire of berg balance scale then tested with spearman rhotest. Spearman rho test results showed that’s ρ = 0,008, α = 0,05 so that’s ρ < αexplained that there is a connection between liveliness of gymnastics with elderly body's balance. The results showed that the more active elderly to follows the gymnastics it will be increasing their independent or well balance their body.This happens because the elderly exercisers indirectly will keep your muscles and joints in order not to experience a decrease in function that will have an impact on the drop in its ability to support the mobility of the elderly. Expected for health care personnel to be more active in the evocativespirit of elderly in following gymnastics by giving a gift or an award on the elderly are active so they are more motivated to follow gymnastics elderly.
PENGALAMAN PIMPINAN RUANG DALAM MELAKUKAN SUPERVISI PELAKSANAAN PEMBERIAN CAIRAN INTRAVENA Ana Zakiyah
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v5i2.171

Abstract

Perawat mempunyai tanggung jawab dalam mengelola pemberian cairan intravena,. Upaya yang dilakukan oleh pimpinan ruang untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan tersebut melalui kegiatan supervisi sehingga dapat menghasilkan pelayanan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran arti dan makna supervisi pelaksanaan pemberian cairan intravena yang dilakukan oleh pimpinan ruang. Desain penelitian yang digunakan adalah metode fenomenologi deskriptif, pengumpulan data dengan FGD dan wawancara mendalam. Partisipan pada penelitian ini diambil secara purposive sampling dan analisa data menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian diidentifikasi 5 tema yaitu pemahaman pimpinan ruang tentang supervisi, mempertahankan kinerja, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, pimpinan ruang memberikan dukungan dan dorongan, supervisi yang kurang terstandar. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, pimpinan ruang perlu memahami, melaksanakan fungsi manajemen guna mendukung kelancaran pelayanan di ruang rawat inap yang menjadi tanggungjawabnya, khususnya pada kegiatan supervisi dapat dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan.
GAMBARAN ASUPAN KALORI PADA KLIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RW 05 KELURAHAN SAWUNGGALING KECAMATAN WONOKROMO SURABAYA Sisilia Indriasari W; Christina Laurensia Manuel
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v5i2.172

Abstract

Klien diabetes mellitus tipe 2 harus menjaga berat badan dengan memperhatikan jumlah kalori yang dikonsumsi tiap harinya, dan penurunan berat badan sudah terbukti dapat meningkatkan kontrol diabetes. Peneliti mengamati fenomena di RW 05 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya, klien diabetes mellitus mengatakan setiap hari tidak membatasi jumlah makanan yang dimakan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi gambaran asupan kalori pada klien diabetes mellitus tipe 2 di RW 05 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan variabelnya asupan kalori pada klien diabetes mellitus tipe 2 di RW 05 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya. Populasi dalam penelitian ini, semua klien diabetes mellitus tipe 2 di RW 05 Kelurahan Sawunggling Kecamatan Wonokromo Surabaya dengan kriteria inklusi bersedia menjadi responden dan mengikuti posyandu lansia. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dan diperoleh besar sampel sebanyak 44 responden. Instrumen pengumpulan data berupa formulir food recall 24 jam kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus analisa statistik deskriptif proporsi prosentase. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 80% pasien diabetes mellitus asupan kalorinya tidak sesuai dengan IMT dan aktivitas sehari-hari. Peneliti memberi saran agar kader kesehatan RW 05 Kelurahan Sawunggling Kecamatan Wonokromo Surabaya bekerja sama dengan ahli gizi bagian perbaikan gizi masyarakat Puskesmas Jagir untuk memberikan penyuluhan perindividu klien diabetes yang ada di RW 05 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo tentang perhitungan kalori yang tepat, dan bagi klien diabetes mellitus untuk membuat catatan khusus pada buku harian untuk pemenuhan jumlah kalori yang tepat tiap harinya.
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DENGAN METODE PEMBELAJARAN PEER TEACHING PADA MATA KULIAH ANATOMI DAN FISIOLOGI PERKEMIHAN MAHASISWA SEMESTER I AKPER DHARMA HUSADA KEDIRI Sucipto Sucipto; Moh. Alimansur
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v5i2.173

Abstract

Pembelajaran yang monoton dan satu arah tidaklah cocok dipraktikkan pada mahasiswa D-III keperawatan sebab sebagai perawat nantinya mempunyai tanggung jawab terhadap keputusan dan tindakan asuhan keperawatan professional, untuk itu diperlukan pembelajaran dengan adanya aktivitas dua arah akan menghasilkan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksional serta pelaksanaannya dilihat dari sarana dan waktu yang tersedia. Salah satunya yaitu metode peer teaching . Tujuan penelitian untuk Untuk mengetahui perbedaan Prestasi Belajar Metode pembelajaran konvensional dengan Metode Peer Teaching pada mata kuliah antomi dan fisiologi Perkemihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif kuantitatif Uji statistic yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan T-Tes. Dengan nilai P = 0,015, hasil yang diperoleh menunjukan ada perbedaan Prestasi belajar Mahasiswa Akper Dharma Husada Kediri terhadap mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Perkemihan dengan Metode Peer Teaching dan konvensional. Perlu adanya upaya untuk mencoba menanggulangi permasalahan dalam prestasi belajar mahasiswa salah satunya dengan cara menggunakan model pembelajaran yang dianggap lebih efektif dalam pembelajaran dibandingkan dengan model konvensional.

Page 6 of 17 | Total Record : 163