Articles
163 Documents
HUBUNGAN ANTARA PELATIHAN SISWA PEMANTAU JENTIK DENGAN HOUSE INDEX DAN CONTAINER INDEX LARVA NYAMUK Aedes sp.
Andreas Woitila Sukur;
Florentina Sustini;
Subagyo Yotopranoto
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v5i1.174
Kota Surabaya menduduki peringkat pertama dalam hal jumlah kasus DBD di Jawa Timur. Puskesmas Rangkah merupakan salah satu Puskesmas yang berada di wilayah Kota Surabaya. Setiap tahunnya Puskesmas Rangkah mengalami kejadian DBD. Pemberdayaan Wamantik diharapkan mampu menurunkan angka kepadatan jentik di wilayah Puskesmas Rangkah sehingga peluang terjadinya kejadian DBD bisa berkurang juga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pelatihan Siswa Pemantau Jentik (Wamantik) dengan House Index dan Container Index jentik nyamuk Aedes sp. di Puskesmas Rangkah Surabaya Tahun 2015. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain posttest only control group design. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan nilai House Index pada kelompok sampel perlakuan dengan kemompok kontrol dengan nilai p = 0,000 atau p < 0,05. Terdapat perbedaan signifikan nilai Container Index pada kelompok sampel perlakuan dengan kemompok kontrol dengan nilai p = 0,000 atau p < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara pelatihan wamatik dengan persentase House Index dan Container Index.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG IMUNISASI KANKER SERVIKS
Marcellina Rasemi Widayanti
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v5i1.175
Salah satu usaha pencegahan terjadinya kanker serviks adalah dengan pemberian imunisasi kanker serviks untuk melindungi dan meningkatkan kekebalan wanita dari penyakit kanker serviks.Fenomenanya masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui tentang imunisasi kanker serviks hal ini dapat dilihat dari tingginya jumlah penderita yang disebabkan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang imunisasi kanker serviks termasuk mahasiswa S1 keperawatan tingkat I angkatan 2015 dimana masih banyak mahasiswa yang diwawancarai mengatakan baru mengetahui tentang adanya imunisasi kanker serviks.Penelitian ini bertujuan untuk mengkomunikasikan tingkat pengetahuan responden tentang imunisasi kanker serviks.Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif yaitu memaparkan tingkat pengetahuan mahasiswa tentang imunisasi kanker serviks.Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Keperawatan tingkat I angkatan 2015 di STIKES Katolik St.Vincentius a Paulo Surabaya dengan jumlah sampel 50mahasiswa yang diambil dengan menggunakan teknik sampling jenuh.Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.Hasil yang ditemukan sebagian besar (86,44%) tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai imunisasi kanker serviks adalah kurang. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar materi tentang imunisasi kanker serviks disosialisasikan melalui madding, seminar/penyuluhan dan dimasukkan pada bulletin/jurnal STIKES St. Vincentius a Paulo Surabaya sehingga tingkat pengetahuan mahasiswa keperawatan & Fisioterapi tentang imunisasi kanker serviks menjadi semakin baik serta mampu melakukan pencegahan untuk diri sendiri dan orang lain.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER MENGENAI PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN STIMULASI BATITA
Sisilia Indriasari Widianingtyas
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v5i1.176
Para kader mempunyai peranan penting dalam pemantauan awal pada status pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti yang dialami para kader di posyandu melati RW 8 dan 9 Desa Bluru Kidul masih ada yang belum memahami tentang bagaimana pengukuran antropometri yang benar dan tidak mengetahui bagaimana stimulasi pada anak terutama usia 1-3 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan (Tahu) ibu kader mengenai pemantauan pertumbuhan dan pemberian stimulasi batita sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperiment One Group PraTest Posstest Design. Besar sampel dalam penelitian : 36 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Sebelum diberikan penyuluhan dari 36 responden 19 (53%) responden berpengetahuan kurang dan 17 (47%) responden memiliki berpengetahuan cukup. Sesudah dilakukan penyuluhan, 14 (39%) responden berpengetahuan baik dan 22 (61%) responden berpengetahuan cukup. Hasil uji statistik dengan Uji Wilcoxon dengan nilai signifikan a = 0,05 dan didapatkan harga p = 0,000. Oleh karena p < a maka Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan (Tahu) ibu mengenai pemantauan pertumbuhan dan pemberian stimulasi batita sebelum dan sesudah penyuluhan. Kemudahan untuk memperoleh suatu informasi dapat membantu mempercepat seseorang untuk memperoleh pengetahuan yang baru.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN (TAHU) IBU TENTANG GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY)
Cicilia Wahju Djajanti;
Irine Yunila Prastyawati;
Magdalena Astrid
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v5i1.177
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan konsumsi yodium kurang, sehingga mempengaruhi kelangsungan hidup dan kualitas hidup manusia. Yodium diperlukan tubuh dalam jumlah yang kecil namun yodium memiliki fungsi esensial bagi tubuh untuk sintetis hormon tiroid. Terdapat beberapa ibu di Desa Ngrambe yang tidak mengetahui tentang Gangguan Akibat Kekurangan Yodium. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang Gangguan Akibat Kekurangan Yodium. Desain yang digunakan adalah pra eksperimental dengan rancangan One Group Pra-Post Test Design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah penyuluhan kesehatan. Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan sebanyak 49% memiliki tingkat pengetahuan baik, 20% memiliki tingkat pengetahuan cukup dan 31% memiliki tingkat pengetahuan kurang. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan sebanyak 96% memiliki tingkat pengetahuan baik dan 4% memiliki tingkat pengetahuan kurang. Hasil uji wilcoxon signed rank tests menunjukkan hasil nilai p = 0,000 lebih kecil dari α=0,05 dan Ztabel = ±1,96 lebih kecil dari Zhitung = -4,144, maka H0 ditolak yang berarti ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan (tahu) ibu tentang Gangguan Akibat Kekurangan Yodium. Penyuluhan kesehatan memiliki upaya dalam peningkatan pengetahuan, maka diharapkan bagi petugas kesehatan untuk tetap memberikan penyuluhan kesehatan secara berkala serta pembagian leaflet tentang Gangguan Akibat Kekurangan Yodium.
HUBUNGAN PERSEPSI PENDERITA TB PARU TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU
Binarti Dwi Wahyuningsih
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v5i1.178
Pulmonary TB patients often do not have the habit of closing the mouth when coughing, it certainly can make the transmission of pulmonary TB in healthy persons in the vicinity. This study aims to analyze the relationship of pulmonary TB patient perceptions about prevention of transmission of pulmonary tuberculosis with pulmonary TB prevention efforts. The design used in this study is an analytic correlation with cross sectional. This study uses total sampling so that the sample is 22 respondents. Independent variable in this study is the perception of pulmonary tuberculosis patients on prevention of transmission and the dependent variable is the prevention of pulmonary TB transmission. Data were collected using a questionnaire and analyzed using cross tabulation. The results showed the majority of respondents had a negative perception take steps to prevent transmission of pulmonary tuberculosis with unfavorable by 10 respondents (83.3%). Results of cross-tabulation showed there is a relationship between the perception of pulmonary tuberculosis patients on prevention of transmission to the prevention of pulmonary TB transmission. The more positive perception of the better prevention was done, and vice versa. In order for pulmonary tuberculosis prevention efforts well underway, much needed positive perception about the prevention of pulmonary TB transmission.
PENGARUH KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA DI PANTI WERDHA ANUGRAH DUKUH KUPANG BARAT SURABAYA
Erika Untari Dewi;
Mardiana Vani Kudmasa
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v5i1.179
Pada lansia terjadi penurunan elastisitas, degenerasi dan erosi pada sekitar sendi dan kartilago, sehingga menyebabkan penurunan fleksibilitas dan daya lentur. Akibat perubahan tersebut menimbulkan nyeri pada sendi ,sendi mudah mengalami peradangan, kekakuan, keterbatasan gerak, dan terganggunya aktifitas sehari-hari. Salah satu terapi untuk menurunakan nyeri sendi adalah kompres jahe. Efek dari kandungan jahe yang dapat mengurangi rasa nyeri pada sendi adalah 6-gingerdion, 6-gingerol, zingerol yang berfungsi sebagai penekanan prostaglandin, menghambat leukotrien, mengatasi peradangan dan mengurangi rasa nyeri sendi, osteoatritis dan nyeri otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres jahe terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia di Panti Werdha Anugrah Dukuh Kupang Barat Surabaya. Penelitian ini menggunakan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 14 responden dan jumlah sampel 13 responden dengan menggunakan teknik probability sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi sakala nyeri numerik baik sebelum maupun setelah tindakan kemudian di uji statistic menggunakan uji wilcoxon. Dari hasil penelitian sebelum dilakukan kompres jahe nyeri sedang sebanyak 11 orang (85%) dan setelah dilakukan kompres jahe nyeri ringan sebanyak 12 orang (92%. Sehingga ada pengaruh kompres jahe terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia dengan nilai p=0,00. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam pembelajaran bagi mahasiswa untuk mata kuliah keperawatan dewasa sistem musculoskeletal sebagai salah satu terapi alternative lain dalam mengurangi nyeri sendi.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN DI STIKES WILLIAM BOOTH SURABAYA
Eny Astuti
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v5i1.180
Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan. Prestasi adalah keberhasilan dalam belajar. Masalah dari sebagian besar 32 mahasiswa yang mempunyai kriteria sangat memuaskan 24 orang (75%) (penelitian ini motivasi belajar dan prestasi belajar adanya gangguan intrinsik dan ekstrinsik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran motivasi belajar terhadap prestasi belajar akademik di mahasiswa semester VII S1 Keperawatan William Booth Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel yang diambil sebanyak 32 orang responden. Pemilhan responden mahasiswa semester VII yang memiliki motivasi yang memenuhi kriteri. Cara pengambilan sempel semua mahasiswa semester VII. Data penelitian mengenai motivasi belajar dan presentasi belajar diambil dengan cara pengisian kusioner dan data indeks prestasi mahasiswa. Setelah ditabulasi silang data kemudian dianalisis untuk melihat hubungan motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa S1 Keperawatan William Booth Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa yang memiliki motivasi baik sebagian 21 orang (65,62%). Presentasi yang diperoleh yakni presentasi belajar sangat memuaskan sebagian 16 orang (50,37%). Untuk mengetahui faktor-faktor prestasi belajar mahasiswa Stikes William Booth Surabaya. Di uji menggunakan uji spearman dengan hasil ρ=0,005 Melihat dari hasil penelitian ini maka perlu di pertahankan agar bisa lebih baik lagi.
STUDI KASUS PADA Ny. U DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO TINGGI TERHADAP PENURUNAN CURAH JANTUNG DI RUANG NILAM RS WILLIAM BOOTH SURABAYA
Yohanes K. More;
Wijar Prasetyo
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v5i1.181
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan ginjal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektrolit menyebabkan uremia sehingga muncul masalah keperawatan resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan partisipasi dari 1 keluarga dan 1 pasien yang dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari. Hasil studi kasus menunjukkan diagnosa keperawatan yang muncul adalah resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung yang berhubungan dengan uremia dengan intervensi observasi tanda – tanda vital, observasi kesadaran, kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi obat sefalosporin, kolaborasi dengan laboran untuk observasi ureum, kreatinin, natrium, kalium dan hasil evaluasi didapatkan pasien belum sadar. Evaluasi yang didapatkan merujuk pada hasil yang normal akan tetapi pada saat dilakukan tindakan keperawatan pasien jatuh pada kondisi penurunan kesadaran sehingga evaluasi yang diperoleh tidak sesuai dengan teori. Perawatan yang lebih intensif perlu dilakukan untuk membantu pasien agar kondisi akan menjadi lebih baik.
PENGARUH TERAPI KELUARGA TERHADAP DUKUNGAN KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN DENGAN MASALAH PERILAKU KEKERASAN DI KOTA SURABAYA
Pandeirot M Nancye
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v4i1.182
Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain quasy eksperimen dengan rancangan pre-post test with control group desaign yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi keluarga terhadap dukungan keluarga dalam merawat klien dengan perilaku kekerasan di kota Surabaya. Populasi penelitian ini adalah keluarga klien dengan masalah perilaku kekerasan di kota Surabaya. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 keluarga dan untuk menentukan kelompok subyek yang menjadi responden kelompok intervensi dan kelompok kontrol digunakan Stratified purposive random sampling. Untuk menguji pengaruh terapi keluarga terhadap dukungan keluarga digunakan Paired sample T Test dan Independent-Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga yang mendapat intervensi terapi keluarga menunjukkan peningkatan dukungan dalam merawat klien dengan masalah perilaku kekerasan. Hasil analisa beda dua mean menunjukkan perbedaan yang signifikant antara rata-rata hasil post tes dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang ditunjukkan dengan p value = 0,001 yang artinya terdapat perbedaan sangat signifikan antara terapi keluarga terhadap dikungan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh terapi keluarga sangat signifikant terhadap dukungan keluarga dalam merawat klien dengan masalah perilaku kakerasan. Hal ini dapat terjadi karena ketidak mampuan keluarga dalam menjalankan fungsi keluarga dapat menjadi faktor penyebab ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah perilaku kekerasan. Untuk itu pelayanan keperawatan perlu meninjau kembali aspek yang dapat meningkatkan kemampuan keluarga serta memfasilitasi keluarga untuk dapat menjalankan fungsinya khususnya fungsi pelayanan kesehatan dalam keluarga.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PEMULUNG DI TPA WONOKROMO-SURABAYA
Erika Untari Dewi
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v4i1.183
Pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu guna meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Pemulung Di TPA Wonokromo Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra-Eksperimen dengan menggunakan one group pra-post test design, populasi pada penelitian ini sebanyak 20 responden yaitu semua pemulung yang berada disekitar TPA Wonokromo Surabaya dan sampel yang diambil adalah 19 responden dengan menggunakan Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat, kemudian diuji dengan menggunakan uji Wilcoxon. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku kurang sebanyak 11 orang (57,89%) sebelum dilakukannya pendidikan kesehatan dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan yang berperilaku baik sebanyak 14 orang (73,68%) dan berdasarkan hasil statistik didapatkan p=0,000 yang berarti ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Pemulung Di TPA Wononkromo Surabaya. Dengan ini pendidikan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat dapat ditingkatkan untuk mengubah perilaku hidup sehat ke arah yang lebih baik.