cover
Contact Name
Alex Rikki
Contact Email
alexrikisinaga@gmail.com
Phone
+6282275847123
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Bilal No. 52 Kelurahan Pulo Brayan Darat I Kecamatan Medan Timur, Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda
ISSN : 24428108     EISSN : 25977172     DOI : https://doi.org/10.2411/jikeperawatan
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda dikelola oleh Program Studi S1/DIII Keperawatan STIKes IMELDA, terbit 2 kali dalam setahun. Jurnal ini terbit dalam versi cetak pertama sekali pada bulan Februari 2015, sedangkan untuk media terbitan versi elektronik pertama sekali terbit di Bulan September 2017, dan merupakan wadah bagi para mahasiswa, dosen maupun peneliti untuk mengisi tulisan atau artikel yang merupakan hasil penelitian maupun karya tulis ilmiah di bidang kesehatan dan keperawatan. Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda memiliki scope : 1. Keperawatan medis bedah, 2. Keperawatan darurat, 3. Perawatan mental, 4. Keperawatan bersalin dan anak-anak, 5. Keperawatan komunitas, keluarga dan lansia manajemen keperawatan.
Articles 284 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI PRIA DALAM VASEKTOMI DI KECAMATAN SIDIKALANG TAHUN 2017 Agustina R Marbun; Wisnu Hidayat; Risnawati Sembiring
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v5i1.306

Abstract

Vasektomi adalah metode kontrasepsi bagi pria. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa partisipasi pria dalam program keluarga berencana masih rendah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control study, yaitu membandingkan antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol berdasarkan faktor predisposisi (pengetahuan, dan sikap), faktor pemungkin (ketersediaan layanan vasektomi dan keterjangkauan sarana kesehatan), serta faktor penguat (dukungan istri) yang memengaruhi penggunaan vasektomi di Kecamatan Sidikalang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua suami yang menjadi akseptor vasektomi dengan jumlah 30 orang. Penelitian ini dilakukan bulan Maret sampai Juli 2017. Data diperoleh melalui wawancara dengan /J67responden dan dianalisis dengan uji regresi logistik berganda pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor predisposisi (pengetahuan, sikap), faktor pemungkin (ketersediaan pelayanan vasektomi dan keterjangkauan fasilitas kesehatan) dan faktor penguat (dukungan istri) berhubungan dengan partisipasi pria dalam vasektomi. Variabel yang memberikan pengaruh paling besar adalah pengetahuan dengan Odd Ratio 70,00. Disarankan kepada PLKB untuk memberikan penyuluhan dan konseling tentang vasektomi KB kepada masyarakat.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG MANFAAT ZAT BESI (Fe) PADA KEHAMILAN TRIMESTER DUA DI PUSKESMAS ALOOA GUNUNG SITOLIMEDAN Bernita Silalahi; Dian Herawati Hulu
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v5i1.307

Abstract

Tingginya angka kematian ibu hamil dan lahir prematur pada bayi salah satunya disebabkan oleh kekurangan zat besi. Manfaat zat besi (Fe) selama kehamilan merupakan salah satu cara yang paling cocok bagi ibu hamil untuk untuk meningkatkan kadar Hb.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman ibu hamil tentang manfaat zat besi pada ibu dan janin. Metode : desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif penelitian dilaksanakan di Puskesmas Alooa Gunung Sitoli Sampel sebanyak 25 Kriteria inklusi meliputi, usia< 20 - > 35 tahun, dan bersedia ikut dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang di dapat adalah mayoritas responden berpengetahuan kurang sebanyak 12 orang (48%), dan minoritas berpengetahuan cukup 7 orang (28%). mayoritas responden berpengetahuan kurang pada pendidikan SD sebanyak 8 orang (32%), minoritas berpengetahuan cukup pada pendidikan SMP sebanyak 5 orang (20%). mayoritas berpengetahuan kurang dari umur < 20 tahun sebanyak 5 orang (20%), minoritas responden berpengetahuan cukup dari umur 20 – 30 tahun sebanyak 16 orang (6%). Kesimpulan:Pengetahuan ibu hamil tentang zat besi di desa Alooa masih minim yang memungkinkan ibu menderita anemia mengakibatkan abortus, saat terbaik mengkonsumsi suplement Fe adalah sejak trimester 2 selama 90 hari kedepan, pemberian preparat Fe sebesar 60 mg selama 30 hari dapat menaikkan kadar Hb sebanyak 1gr%.
TINGKAT PEDIDIKAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM MELAKUKAN PIJAT BAYI Nurwinda Saputri; Tatu Sholeha
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v5i1.308

Abstract

Pemijatan bayi oleh ibu mempunyai makna sendiri karena sangat berpengaruh terhadap hubungan batin atau hubungan kejiwaan diantara ibu dan anak. Bagi sang bayi pijatan ibu dapat dirasakan sebagai sentuhan kasih sayang yang sangat berarti bagi pembentukan pribadinya dikemudian hari. Aspek pendidikan juga memegang peranan penting dalam pemijatan bayi. Semakin tinggi pendidikan, semakin mudah pula menerima dan mengakses informasi. Penting sekali bagi setiap ibu bayi untuk mempelajari cara-cara praktis dan yang dianjurkan mengenai teknis pemijatan bayi. Pemijatan bayi oleh ibunya sendiri juga mampunyai makna sendiri karena sangat berpengaruh terhadap hubungan batin atau hubungan kejiwaan diantara ibu dan anak. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional, yaitu variabel sebab atau risiko dan akibat atau kasus yang terjadi pada objek penulisan diukur atau dikumpulkan secara simultan. Populasi yang diamati dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi di Desa Batu Raja Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran. Pengambilan sampel dalam Penulisan ini adalah dengan metode total sampling dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 42 orang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAK PATUHAN PASIEN DIABETES MELLITUS DALAM KONTROL ULANG DI RUANGAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT SANTA ELISAEBTH MEDAN TAHUN 2018 Connie Melva Sianipar
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v5i1.309

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit seumur hidup dan tidak dapat disembuhkan, akan tetapi kadar glukosa darah dapat dikendalikan sedemikian rupa. Salah satu cara untuk mengatasi akibat lebih lanjut dari diabetes mellitus adalah dengan penerapan kontrol diabetes mellitus. Namun sampai saat ini banyak ditemukan penderita diabetes mellitus yang tidak patuh dalam pelaksanaan kontrol ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan pasien diabetes mellitus dalam kontrol ulang di ruangan penyakit dalam Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jenis pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien DM yang di rawat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan yang berjumlah 243 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, peneliti menggunakan 15% dari jumlah populasi. Sehingga pada penelitian ini dengan menggunakan sampel 36 orang. Hasil penelitian ini adalah faktor ketidakpatuhan yang paling besar adalah pemahaman instruksi 21 responden dengan persentase 58.3%, kualitas insteraksi 20 responden 55.6%, dan keluarga 14 responden 38.9%. Disimpulkan bahwa ketaatan terhadap pendidikan kesehatan mendapat nilai tertinggi dan dukungan keluarga dalam nilai terendah, ini adalah situasi kritis dalam pengendalian ulang di Rumah Sakit Dalam untuk rumah sakit. Saran kepada manajemen rumah sakit dan para-medis tersebut harus memperbaiki interaksi mereka dalam memberikan instruksi kepada penderita diabetes mellitus.
ANALISIS MUTU LAYANAN UNIT REKAM MEDIS BERDASARKAN KEPUASAN PELANGGAN INTERNAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMEN DI RSU IPI MEDAN TAHUN 2018 Siti Permata Sari Lubis; Putri Zebua
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v5i1.310

Abstract

Penyelenggaraan rekam medis yang menjadi salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit. Untuk meningkatkan kualitas layanan, yaitu kepuasan konsumen maka dilakukan analisa dengan menggunakan metode Service Quality dengan teknik Quality Function Deployment (QFD). Tujuan penelitian ini Untuk menganalisis mutu layanan Unit rekam medis di RSU IPI Medan berdasarkan kepuasan pelanggan internal dengan metode service quality dan quality function deploymen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang dilakukan pada bulan juni-juli 2018 dengan sampel 44 pelanggan internal dari 220 pelanggan internal RS. Hasil gab Ruang Penyimpanan yang luas (-136), Jumlah Pegawai (-97), Keamanan penyimpanan berkas rekam medis (-94), Letak gedung (URM) yang strategis dari rawat inap (-83), Kesesuai informasi (-57). Berdasarkan House of Quality tool dari Quality Function Deployment, perbaikan yang direkomendasikan berdasarkan gab terbesar. Kepada pihak rumah sakit diharapkan memenuhi kebutuhan pelanggan internal untuk meningkatkan mutu layanan unit rekam medis.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENDAMPINGAN SUAMI TERHADAP ISTRI DALAM PERSALINAN Laurena Ginting
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v5i1.311

Abstract

Selama proses persalinan berlangsung ibu akan mengalami rasa cemas, gelisah, takut, nyeri karena kontraksi yang adekuat, hal tersebut dapat menyebabkan peningkatan katekolamin yang menurunkan efisiensi kontraksi sehingga mempengaruhi lama persalinan berlangsung dan pengurangan darah dari ibu ke janin. Ibu bersalin sangat membutuhkan orang – orang terdekat yang memberikan dorongan dan kasih sayang yang lebih sehingga membantu kelancaran proses persalinan. Tidak semua Rumah Sakit, pelayanan kesehatan lainnya dan suami menyadari pentingnya kehadiran pendamping selama persalinan. Tujuan melakukan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Pendampingan Suami Terhadap Istri Dalam Persalinan di Klinik MIMI Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain Cross Sectional. Jumlah sampel 30 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan pendampingan suami terhadap istri dalam persalinan dengan nilai Hubungan pengetahuan dan Sikap pendampingan suami dalam persalinan yaitu adanya hubungan pengetahuan dan sikap dalam pendampingan suami istri dalam persalinan dikatahui dengan nilai p = 0.001 untuk pengetahuan dan p = 0.000 untuk sikap. Perlu ditingkatkan Pengetahuan dan Sikap suami dalam persalinan karena dengan adanya pendampingan suami membuat ibu bersalin merasa disanyangi dan semakin semangat dalam mengahadapi persalinan. Petugas kesehatan perlu meningkatkan peran suami dalam pendampingan persalainan istri dengan memberikan informasi terkait persalinan dan hal-hal yang diperlukan.
GAMBARAN PERUBAHAN BODY IMAGE PADA WANITA YANG MENGALAMI CA.MAMAE DENGAN TINDAKAN CHEMOTERPHY DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA (RSU IPI) MEDAN Noradina Noradina; Zainofrianto
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v5i2.312

Abstract

Kanker merupakan pertumbuhan sel baru yang membentuk jaringan abnormal yang meluas hingga melebihi batas jaringan normal (Simanjuntak dalam Hawari 2004) Kanker juga seringkali disebut tumor ganas. Menurut (Chaplin, 2006: 63), body image adalah ide individu mengenai penampilan tubuhnya dihadapan orang lain. Schilder (dalam Bell & Rushforth, 2008: 1). Menurut (Smeltzer dan Bare, 2002) kemoterapy adalah pengunaan preparat antineoplastik sebagai upaya untuk membunuh sel-sel tumor dengan menggangu fungsi dan reproduksi seluler. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Jumlah Populasi sebanyak 50 Di Rumah Sakit Imelda Pekerja Indonesia Medan. Metode mengambilan sampel Non Probability Sampling dengan tehnik Accidental Sampling didapat jumlah sampel sebanyak 30 sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, terdiri dari 12 pertanyaan, Tehnik pengukuran pertanyaan menggunakan skala Guttman, dalam bentuk kuesioner tertutup. Kemudian hasil kuesioner diformulasikan kedalam interval jawaban variabel menggunakan rumus Sturgers untuk menentukan kriteria jawaban responden dan mengetahui skor dan persentase jawaban. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan responden cukup sesuai dengan data hasil penelitian berjumlah 14 responden (46.2%), sedangkan berpengetahuan baik hanya 10 responden (33,3%) dan yang berpengetahuan buruk berjumlah 6 responden (11,5 %). Kesulitan yang timbul kemudian adalah apabila pengetahuan atau pendidikan yang cukup memadai secara teoritis dan objektif disebabkan sikap penderita masih kurang menerima informasi tentang pendidikan kesehatan perubahan Body Image bagi wanita penderita Ca Mamae dengan tindakan Chemotherapy. Disini jugalah pentingnya peranan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan penderita dan masyarakat pada umumnya untuk dapat penanggulangan dalam mencegah perubahan yang buruk pada penderita Ca Mamae, salah satunya pemberian penyuluhan tentang perubahan Body Image pada penderita Ca Mamae dengan tindakan Chemotherapy.
HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN KEPALA RUANGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT PELAKSANA DALAM PENERAPAN PATIENT SAFETY DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN Edisyah Putra Ritonga; Eka Kristian Gulo
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v5i2.313

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama untuk dilaksanakan dan hal tersebut terkait dengan isu mutu dan citra perumahsakitan (Depkes RI, 2006). Patient safety culture dapat dimulai dari pemimpin, Kepala ruang merupakan manajer keperawatan yang langsung berhubungan dengan kegiatan pelayanan kesehatan pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fungsi manajemen kepala ruangan terhadap perawat pelaksana dalam penerapan patient safety di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian adalah deskriptif korelasi, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang berada di salah satu rumah sakit di Medan yang berjumlah 134 orang dengan jumlah sampel sebanyak 57 dengan random sampling sistematis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara fungsi manajemen kepala ruangan dengan kepatuhan perawat pelaksana dalam penerapan patient safety dengan nilai p 0.000 < 0.05 yang berarti ada hubungan yang positif yaitu jika fungsi manajemen kepala ruangan semakin baik maka kepatuhan perawat pelaksana dalam penerapan patient safety semakin baik. Diharapkan bagi rumah sakit agar dapat membekali kepada perawat yang ada dirumah sakit dengan pengetahuan yang baru tentang patient safety dengan melakukan sosialisasi atau pelatihan terkait dengan patient safety agar dapat malukukan asuhan keperawatan dengan optimal kepada semua pasien.
PENGARUH JALAN CEPAT (BRISK WALKING) TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II YANG BEROBAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN Hamonangan Damanik; Paskah Rina Situmorang
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v5i2.314

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin secara relatif maupun absolut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jalan cepat terhadap penurunan gula darah pada pasien DM tipe 2 yang berobat jalan di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia (RSU IPI) Medan. Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan desain penelitian “one group pretest and posttest”. Penelitian ini dilakukan pada pasien diabetes melitus tipe II yang berobat jalan di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia (RSU IPI) Medan. Populasi pada penelitian ini adalah 109 orang. Tehnik sampling pada penelitian ini adalah accidental sampling (responden yang tersedia sewaktu dilakukan penelitian) dengan demikian jumlah sampel adalah 19 orang. Analisis statistik yang digunakan uji wilcoxon test. Setelah sampel ditentukan, maka peneliti akan melakukan penelitian dari rumah ke rumah pasien. Proses penelitian dilakukan yaitu dengan melakukan tes gula darah kemudian melakukan jalan cepat bersama pasien selama 30 menit kemudian dilakukan pengecekan kembali gula darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pendetita DM mengalami penurunan kadar gula darah. Hasil analisis data menggunakan wilcoxon test diperoleh nilai p hitung 0,002 < 0,05. Disarankan kepada responden agar tetap menjaga kadar gula darah dengan melakukan latihan jasmani seperti jalan cepat.
EFEKTIVITAS SENAM AEROBIK TERHADAP KONTROL KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2 Ratna Dewi; Surya Agus Susilawaty
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v5i2.315

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya, senam aerobik merupakan latihan yang menggerakkan seluruh otot, terutama dengan otot besar dengan gerakan yang terus menerus, berirama dan berkelanjutan sehingga kemungkinan dapat mengontrol kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini menganalisa rerata selisih kadar glukosa darah sebelum dan sesudah melakukan senam aerobik. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan eksperimen semu/quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pre and post test design yaitu rancangan perlakuan menggunakan satu kelompok sampel yang sama dengan dua penilaian setelah perlakuan. Populasinya adalah seluruh pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit USU, diambil sampel 38 partisipan. Analisis dengan uji paired simple t test. Hasil menunjukkan rata-rata kadar glukosa darah sebelum dilakukan senam aerobik yaitu 195.89 mg/dL dan sesudah yaitu 173.18 mg/dl. Selisih rerata kadar glukosa darah sebelum dan sesudah senam aerobik yaitu 22.71 mg/dL. ada pengaruh signifikan senam aerobik terhadap kontrol kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2 di Rumah Sakit USU (p-value 0.000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh efektivitas senam aerobik terhadap kontol kadar gula darah pada penderita DM tipe 2 di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara.

Page 10 of 29 | Total Record : 284