cover
Contact Name
Alex Rikki
Contact Email
alexrikisinaga@gmail.com
Phone
+6282275847123
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Bilal No. 52 Kelurahan Pulo Brayan Darat I Kecamatan Medan Timur, Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda
ISSN : 24428108     EISSN : 25977172     DOI : https://doi.org/10.2411/jikeperawatan
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda dikelola oleh Program Studi S1/DIII Keperawatan STIKes IMELDA, terbit 2 kali dalam setahun. Jurnal ini terbit dalam versi cetak pertama sekali pada bulan Februari 2015, sedangkan untuk media terbitan versi elektronik pertama sekali terbit di Bulan September 2017, dan merupakan wadah bagi para mahasiswa, dosen maupun peneliti untuk mengisi tulisan atau artikel yang merupakan hasil penelitian maupun karya tulis ilmiah di bidang kesehatan dan keperawatan. Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda memiliki scope : 1. Keperawatan medis bedah, 2. Keperawatan darurat, 3. Perawatan mental, 4. Keperawatan bersalin dan anak-anak, 5. Keperawatan komunitas, keluarga dan lansia manajemen keperawatan.
Articles 284 Documents
PENGARUH PENGETAHUAN TENTANG SAMPAH DAN KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA TERHADAP PERILAKU IBU MEMBUANG SAMPAH YANG BERPOTENSI BENCANA BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI DELI KOTA MEDAN Bernita Silalahi
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil survei awal menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat dalam membuang sampah jauh belum memadai dan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang memadai belum tersedia. Hal ini mungkin dapat membuat perilaku buruk dari ibu dalam membuang sampah jauh di sungai Deli yang berpotensi untuk menimbulkan banjir di Kota Medan. Tujuan dari penelitian explanatory ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengetahuan ibu tentang manfaat, efek, pencegahan dan ketersediaan sarana infrastruktur yang terkait dengan membuang potensi sampah menyebabkan banjir di Sungai Deli Kota Medan. Populasi penelitian ini adalah 14.956 ibu rumah tangga yang tinggal di sepanjang tepi Sungai Deli di Medan dan 99 dari mereka dipilih menjadi sampel untuk penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin. Data yang diperoleh dianalisis melalui uji regresi linier berganda pada α = 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat dalam merespon manfaat, efek, dan pencegahan melalui aksi pengelolaan sampah dan ketersediaan sarana prasarana yang memiliki pengaruh pada sikap ibu dalam membuang sampah di daerah aliran sungai pada Sungai Deli yang berpotensial menimbulkan banjir. Pemerintah Kota Medan dan instansi terkait disarankan untuk menerapkan pengumpul sampah. Pemerintah Kota Medan harus merencanakan peraturan mengenai alokasi dana untuk mengeruk aliran sungai Deli, jadwal kegiatan untuk sekali dalam dua tahun dan memberdayakan komponen masyarakat (puskesmas, aparat desa / promotor lingkungan dan LSM) dan masyarakat dalam mengendalikan bencana banjir.
PENGARUH PEMBERIAN REMINISCENCE THERAPY UNTUK MENURUNKAN STRESS PADA PENDERITA GANGGUAN JANTUNG Nixson Manurung
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres adalah suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis. Gangguan jantung akan menyebabkan seseorang sesak nafas dan cepat lelah baik dalam keadaan beraktivitas ataupun dalam keadaan istirahat. Penelitian ini bertujuan menguji efektifitas Reminiscence therapy dalam upaya menurunkan stres pada penderita gangguan jantung RSUD Dr. Pirngadi Medan dan RSUP H. Adam Malik Medan. Desain penelitian kuasi eksperimen pre test – post test dengan grup kontrol. Sampel 68 penderita gangguan jantung, terdiri dari 34 kelompok intervensi Reminiscence therapy dan 34 kelompok kontrol. Reminiscence therapy diberikan sebanyak 5 sesi dalam jangka waktu 7 minggu dengan durasi waktu perlakuan selama 90 menit. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat dengan terlebih dahulu dilakukan uji asumsi yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji statistik yang digunakan adalah paired t test dan Anova. Hasil penelitian pada Reminiscence therapy menunjukkan (p<0,05) yang bermakna terdapat perbedaan penurunan stres sebelum terapi Reminiscence therapy dengan setelah terapi Reminiscence therapy sehingga Reminiscence therapy bermanfaat untuk menurunkan stres penderita gangguan jantung. Uji Anova Fhitung < Ftabel dan harga p > 0,05 berarti tidak terdapat perbedaan secara signifikan penurunan stres pada kelompok Reminiscence therapy. Terapi ini dapat direkomendasikan untuk digunakan pada penderita gangguan jantung yang mengalami stres.
GAMBARAN TUGAS KELUARGA DI BIDANG KESEHATAN PADA PENANGANAN KLIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI LINGKUNGAN I KELURAHAN DOLOK TENERA KECAMATAN DOLOK BATU NANGGAR KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2012 Rostinah Manurung
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit endokrin yang paling banyak di jumpai.. Diabetes tipe II adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent diabetes melitus (NIDDM). Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Diabetes Melitus Tipe II di sebabkan oleh Faktor genetik (kelainan gen yang mengakibatkan tubuhnya tak dapat menghasilkan insulin dengan baik).Faktor lingkungan (usia, kegemukan, resistensi insulin, jarang melakukan aktivitas fisik). Faktor Imunitas (Mengakibatkan kerusakan sel-sel penyekresi insulin, kemudian peningkatan kepekaan sel beta oleh virus). Berdasarkan data WHO, di dunia kini di diami oleh 171 juta penderita DM (2000) dan akan menigkat dua kali, 366 juta pada(2030). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Gambaran Tugas Keluarga Di Bidang Kesehatan Pada Penanganan Klien Diabetes Melitus Tipe II. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk membuat gambaran tentang sesuatu keadaan secara objektif. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang akan diteliti. Sampel adalah sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Adapun kriteria yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Keluarga yang ada disekitar Lingkungan I Kelurahan Dolok Tenera, dapat membaca dan menulis, dapat berbahasa Indonesia dan kooperatif, responden berumur diatas 22 tahun.Dalam mengidentifikasi Gambaran Tugas Keluarga Di Bidang Kesehatan Pada Penanganan Klien Diabetes Melitus Tipe II , peneliti menggunakan uji tes dalam bentuk pertanyaan tertutup. Setelah peneliti melakukan teknik analisa data yang di mulai dari Editing, Coding, Sorting, Entry data dan Cleaning.Hasil penelitian ini menemukan bahwaGambaran Tugas Keluarga Di Bidang Kesehatan Pada Penanganan Klien Diabetes Melitus Tipe II mayoritas adalah baik sebanyak 15 orang (50%) dan minoritas sebanyak 3 orang (10%) adalah kurang serta sebanyak 12 orang (40%) adalah cukup. Jadi, dengan adanya tugas keluarga dalam penanganan klien Diabetes Melitus Tipe II dapat mempengaruhi seseorang untuk meningkatkan taraf hidup yang baik yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan serta peduli terhadap anggota keluarga yang sakit.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PRIMIPARA TENTANG CARA MEMANDIKAN BAYI DI KLINIK ELIZA TUTI SIMPANG LIMUN MEDAN AMPLAS Nataria Yanti Silaban
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memandikan bayi memiliki tantangan tersendiri bagi para orang tua terutama bila mereka baru pertama kali mempunyai seorang bayi.Tidak sedikit dari mereka yang tidak mengetahui bagaimana cara memandikan bayi yang benar sehingga mereka menyerahkan semua urusan memandikan bayi kepada pengasuh bayi atau kepada neneknya. Padahal merupakan saat mandi merupakan saat yang tepat untuk mencurahkan kasih sayang orang tua kepada anaknya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan ibu postpartum primipara tentang cara memandikan bayi baru lahir. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif.Tehnik Pengambilan Sampel dalam penelitian ini adalah insidental sampling dengan jumlah sampel 30 responden.penelitian ini dilakukan pada bulan mei. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuisioner yang terdiri dari 20 pertanyaan tentang gambaran pengetahuan ibu nifas primipara cara memandikan bayi baru lahir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup yaitu sebanyak 14 responden (46,67%). Dengan hasil penelitian tersebut diharapkan responden lebih meningkatkan pengetahuannya tentang perawatan bayi baru lahir,dengan adanya peran serta dan kerjasama dari tenaga medis dan tim kesehatan lainnya dalam memberikan informasi yang tepat, akurat, serta berkesinambungan melalui penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu nifas , agar mereka mengerti tentang bagaimana perawatan bayi baru lahir khususnya cara memandikan bayi baru lahir.
GAMBARAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN LANSIA TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN REMATOID ARTHRITIS DI KELURAHAN MEDAN LABUHAN TAHUN 2017 Paskah Rina Situmorang
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arthritis Rematoid adalah merupakan penyakit inflamasi nonbakterial yang bersifat sistemik, progresif, cenderung kronis yang menyerang berbagai sistem organ. Arthritis Rematoid dapat dicengah dengan mengkonsumsi makanan bergizi, olah raga yang teratur, pengaturan berat badan seimbang, tidak melakukan aktifitas fisik yang berlebihan. Makin sering lansia melakukan aktifitas yang berlebihan atau kurangnya pergerakan tubuh akan menambah resiko terjadinya penyakit Arthritis Rematoid. Sehingga peneliti ini bertujuan untuk melihat dan mengkaji seberapa jauh penyakit Arthritis rematoid pada lansia dalam upaya pencegahan penyakit Arthritis Rematoid di kelurahan medan labuhan. Peneliti ini menggunakan metode peneliti observasional deskriptif. Populasi berjumlah 72 orang, teknik pengambilan Sampel dengan metode Simple Random Sampling. Sampel dalam peneliti ini sebanyak 41 orang. Penelitian dilaksanakan di kelurahan medan labuhan dari 41 responden dilihat berdasarkan umur mayoritas umur 60-65 tahun sebanyak 18 orang (44%) dan minoritas berusia >70 tahun sebanyak 8 orang (19,5 %). Berdasarkan pendidikan yang mayoritas SD sebanyak 19 orang (46,3%) dan minoritas pendidikan SLTP sebanyak 10 orang (24,3%). Bedasarkan jenis kelamin mayoritas laki-laki sebanyak 23 orang (56,0%) dan minoritas jenis kelamin perempuan sebanyak 18 orang (44%). Berdasarkan sumber informasi mayoritas dari media massa sebanyak 22 orang (53,7%) dan minoritas dari tenaga kesehatan sebanyak 19 orang (46,3%). Tingkat pengetahuan lansia terhadap upaya pencegahan rematoid arthritis dikelurahan medan labuhan mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 21orang (51,2 %), dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 4 orang (9,8 %). Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penyakit rheumatoid arthritis pada lansia tentang penangan rheumatoid arthritis sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengetahuan yaitu pengetahuan lansia tentang sakit dan penyakit, pengetahuan tentang cara pemeliharaan kesehatan dan pengetahun pentingnya kesehatan lingkungan. Orang tua tidak perlu khawatir dalam menghadapi penyakit rheumatoid arthritis. Untuk itu, orang tua perlu meningkatkan pengetahuan tentang kelainan-kelainan yang terjadi mengingat angka kejadian penyakit rheumatoid arthritis makin meningkat. Semakin besar usaha lansia untuk sembuh dari penyakitnya maka semakin besar peluang penyakit tersebut akan berkurang.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA PASIEN STROKE PASCA RAWAT INAP DI R.A. IV NEUROLOGI RSUP. H. ADAM MALIK MEDAN Edisyah Putra Ritonga
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan kerusakan pada bagian otak yang terjadi bila pembuluh darah yang membawa oksigen dan zat-zat gizi ke bagian otak tersumbat atau pecah. Gizi merupakan suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Tujuan penelitian Mengetahui gambaran status gizi pada pasien stroke pasca rawat inap di R.A. IV Neurologi RSUP. H. Adam Malik Medan. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada pasien stroke pasca rawat inap di R.A. IV Neurologi RSUP. H. Adam Malik Medan . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien stroke yang dirawat selama di ruang rawat inap R.A. IV Neurologi RSUP. H. Adam Malik Medan. Dengan teknik pengambilan sampel adalah acidental sampling yaitu penderita yang dirawat sudah pada saat dilaksanakan penelitian kemudian dijadikan sebagai responden/sampel yaitu sebanyak 35 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada 35 responden maka diperoleh hasil penelitian bahwa sebahagian besar status gizi pada pasien stroke adalah kurus yaitu sebanyak 23 orang (65,71%) dan sebahagian kecil status gizi pada pasien stroke adalah gemuk yaitu sebanyak 3 orang (8,58). Diharapkan kepada pasien stroke yang dirawat di RSUP. H. Adam Malik agar dapat mempertahankan status gizi yang baik dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan sesuai dengan diet pada pasien stroke. Dan diharapkan kepada perawat agar dapat melakukan asuhan keperawatan yang baik kepada seluruh pasien stroke dan juga perawat dapat memnuhi kebutuhan gizi pada pasien stroke.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN DI KELURAHAN PETISAH TENGAH KECAMATAN MEDAN PETISAH Hamonangan Damanik
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit menular seksual merupakan salah satu infeksi saluran reproduksi yang ditularkan melalui hubungan kelamin. Penyakit menular seksual dapat disebabkan oleh berbagai macam seperti bakteri, virus, jamur, protozoa/parasi. Perubahan pola distribusi maupun pola perilaku penyakit tersebut tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti adanya penularan penyakit dan berganti-ganti pasangan seksual. Bibit penyakit menular seksual ditemukan didalam ; cairan sperma, cairan vagina, cairan darah. Penyakit menular seksual menular jika ada salah satu cairan diatas dari seseorang yang telah terinfeksi penyakit menular seksual masuk kedalam tubuh kita melalui pembuluh darah. Penyakit menular seksual dapat dicegah dan didekteksi secara dini sehingga tindakan pencegahannya dapat dilakukan dengan mudah, hal ini dimungkinkan apabila pekerja seks komersial memiliki pengetahuan yang baik tentang penyakit menular seksual yang meliputi pengertian penyakit menular seksual, penyebabnya, tanda dan gejalanya, maupun cara pencegahannya, sehingga tindakan pencegahannya dapat dilakukan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan pekerja seks komersial tentang penyakit menular seksual dengan tindakan pencegahan di kecamatan Medan Petisah Kelurahan Petisah Tengah Tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi adalah seluruh pekerja seks komersial di Kelurahan Petisah Tengah pada saat penelitian. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling berjumlah 30 orang. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner. Data dianalisa dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisa data bahwa ada hubungan pengetahuan tentang defenisi penyakit menular seksual dengan tindakan perawatannya dengan nilai p = 0,000 dan hubungannya kuat, hal ini ditunjukkan oleh nilai r = 0,844, ada hubungan pengetahuan tentang penyebab penyakit menular seksual dengan tindakan pencegahannya dengan nilai p = 0,000 dan hubungannya kuat, ini ditunjukkan oleh nilai r = 0,892, ada hubungan pengetahuan tentang tanda dan gejala penyakit menular seksual dengan tindakan pencegahannya dengan nilai p = 0,000 dan hubungannya kuat, hal ini ditunjukkan oleh nilai r = 0,892, dan ada hubungan pengetahuan tentang pencegahan dengan tindakan pencegahannya dengan nilai p = 0,000 dan hubungannya kuat, ini ditunjukkan oleh nilai r = 0,802. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan tentang penyakit menular seksual dengan tindakan pencegahannya. Berdasarkan hal diatas disarankan kepada perawat komunitas Kelurahan Petisah Tengah untuk memberikan penyuluhan tentang penyakit menular seksual dan pelaksanaan tindakan pencegahannya kepada pekerja seks komersial, dan pekerja seks komersial harus tekun dan rajin mengunjungi pelayanan kesehatan yang ada di Kelurahan Medan Petisah Kelurahan Petisah Tengah, mengatur waktu untuk tetap rutin dalam pemeriksaan diri kepada dokter dan perawat sehingga tingkat pencegahannya efektif dan angka kejadian terjadinya penyakit menular seksual relative kecil.
GAMBARAN PENGETAHUAN PENDERITA DM TERHADAP SENAM KAKI DIABETIK DI RSU IPI MEDAN TAHUN Mukhtar Effendi Harahap
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senam kaki adalah kegiatan yang dilakukan oleh pasien DM untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah pada kaki (Sumosardjuno, 2000) Data organisasi kesehatan dunia World Health Organization(WHO, 2009), Indonesia menempati urutan ke enam di dunia. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriftif, dan metode pengambilan sampel Non Probability Sampling dengan tehnik Insidental Sampling dengan sampel sebanyak 30 sampel dengan tekhnik kuesioner menggunakan 15 pertanyaan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritars pengetahuan penderita DM terhadap senam kaki diabetik di RSU IPI Medan Tahun 2015 berpengetahuan cukup. Dengan Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur mayoritas berumur 60 tahun keatas sebanyak 11 responden (36,6%) dan minoritas berumur 40-44 dan 55-59 tahun sebanyak masing-masing 2 responden (6,7%). Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan mayoritas berpendidikan SMP sebanyak 13 responden (43,3%) dan minoritas berpendidikan Perguruan Tinggi sebanyak 3 responden (10%). Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sumber Informasi mayoritas yang tidak memperoleh informasi sebanyak 25 responden (83,3%) dan minoritas yang memperoleh informasi dari media Elektronik sebanyak 3 responden (10%), dan Tenaga Kesehatan sebanyak 2 responden (6,7%). Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan mayoritas bekerja sebagai Pensiunan sebanyak 10 responden (33%) dan minoritas bekerja sebagai PNS sebanyak 2 responden (6,7%). Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengalaman mayoritas tidak pernah melakukan berjumlah 25 responden (83,3%), dan minoritas pernah melakukan berjumlah 5 responden (16,7%) Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan responden mayoritas berpengetahuan baik berjumlah 8 responden (26,7%), berpengetahuan cukup berjumlah 18 responden (60%) dan minoritas berpengetahuan kurang berjumlah 4 responden (13,3%).dan saran yang harus dilakukan baik dinas kesehatan atau masyarakat untuk bekerja sama memperhatikan penderita DM dengan mengenalkan atau mengajarkan senam kaki diabetik yang sangat bermanfaat untuk melancarkan sistem peredaran darah pada kaki untuk mencegah luka ganggren.
HUBUNGAN PELAKSANAAN ORAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI RONGGA MULUT PADA PASIEN DENGAN PENURUNAN KESADARAN DI RSU IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN Nixson Manurung
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oral Hygiene adalah tindakan untuk membersihkan dan menyegarkan mulut, gigi dan gusi. Untuk pasien yang tidak mampu mempertahankan kebersihan mulut dan gigi secara mandiri harus dipantau sepenuhnya oleh perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan oral hygiene pada pasien penurunan kesadaran dengan kejadian infeksi pada rongga mulut di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan rancangan Cross Sectional pada 30 responden pasien dengan penurunan kesadaran di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan. Variabel independen penelitian ini adalah pelaksanaan Oral Hygiene dan variabel dependen penelitian ini adalah kejadian infeksi rongga mulut. Data dikumpulkan melalui observasi dan menggunakan instrumen berupa checklist. Hasil penelitian bahwa ada hubungan yang bermakna secara signifikan antara pelaksanaan oral hygiene dengan kejadian infeksi rongga mulut dengan batas kemaknaan α < 0.05. Didapatkan p = 0,00, sehingga 0,00 < 0.05. Disarankan perawat meningkatkan pelaksanaan oral hygiene dengan cara mengikuti SOP yang ada diruangan.
TINGKAT KECEMASAN MAHASISWI YANG TERLAMBAT MENSTRUASI DI ASRAMA YAYASAN IMELDA MEDAN Noradina Noradina
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi merupakan salah satu jenis perkembangan fisisk pada wanita, perdarahan periodik pada uterus dimulai dari 14 hari setelah Ovulasi. “Menstruasi yang normal adalah pertumbuhan yang normal bagi wanita dan menstruasi terlambat adalah pertumbuhan yang tidak normal bagi wanita”, Menstruasi yang teratur berfungsi sebagai hasil interaksi antara hipotalamus, hipofisis dan ovarium dengan perubahan-perubahan terkait pada jaringan sasaran reproduksi normal, ovarium memainkan peranan penting dalam proses pertumbuhan karna tampaknya bertanggung jawab dalam pengaturan-pengaturan perubahan siklis maupun lama siklus menstruasi. Menstruasi yang terlambat diakibatkan oeh beberapa faktor seperti ansietas/kecemasan, kehamilan, penggunaan pil kontrasepsi dan Penggunaan kontrasepsi hormonal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik sampling menggunakan teknik secara inklusi artinya sampel dapat mewakili populasi yang diteliti. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi yang tinggal di asrama Yayasan Imelda Medan, dan bersedia menjadi responden. Sebelum penelitian dilakukan, peneliti meminta surat izin penelitian dari institusi keperawatan dan surat izin untuk dapat melakukan penelitian di asrama Yayasan Imelda Medan. Dalam mengidentifikasi tingkat kecemasan mahasiswi yang terlambat menstruasi, peneliti menggunakan uji tes dalam bentuk pernyataan setengah tertutup. Setelah peneliti mengumpulkan uji test yang diberikan kepada responden, maka peneliti melakukan teknik analisa data yang dimulai dari Editing, Coding, Processing, Tabulating, Cleaning. Setelah teknik analisa data selesai, peneliti membuat tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan mahasiswi yang terlambat menstruasi mayoritas memiliki tingkat kecemasan ringan sebanyak12 orang (40%) dan minoritas memiliki tingkat kecemasan berat sebanyak 7 orang (23,3%) yang dipengaruhi oleh faktor umur, pendidikan, keadaan fisik, dan gaya hidup. Faktor-faktor tersebut di atas sangat mempengaruhi mahasiswi dalam menghadapi kecemasan saat menyadari bahwa dirinya mengalami terlambat menstruasi.

Page 5 of 29 | Total Record : 284