cover
Contact Name
Alex Rikki
Contact Email
alexrikisinaga@gmail.com
Phone
+6282275847123
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Bilal No. 52 Kelurahan Pulo Brayan Darat I Kecamatan Medan Timur, Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda
ISSN : 24428108     EISSN : 25977172     DOI : https://doi.org/10.2411/jikeperawatan
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda dikelola oleh Program Studi S1/DIII Keperawatan STIKes IMELDA, terbit 2 kali dalam setahun. Jurnal ini terbit dalam versi cetak pertama sekali pada bulan Februari 2015, sedangkan untuk media terbitan versi elektronik pertama sekali terbit di Bulan September 2017, dan merupakan wadah bagi para mahasiswa, dosen maupun peneliti untuk mengisi tulisan atau artikel yang merupakan hasil penelitian maupun karya tulis ilmiah di bidang kesehatan dan keperawatan. Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda memiliki scope : 1. Keperawatan medis bedah, 2. Keperawatan darurat, 3. Perawatan mental, 4. Keperawatan bersalin dan anak-anak, 5. Keperawatan komunitas, keluarga dan lansia manajemen keperawatan.
Articles 284 Documents
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB Nixson Manurung
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i1.276

Abstract

Alat kontrasepsi hormonal mempunyai sifat kimiawi sehingga memiliki efek samping yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi non hormonal seperti alat kontrasepsi mantap. Efek samping dari kontrasepsi hormonal salah satunya yaitu peningkatan berat badan (BKKBN, 1999). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan alat kontrasepsi hormonal dengan peningkatan berat badan pada Akseptor KB. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dimana peneliti mencari hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi hormonal dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen (variabel bebas) dan variabel dependen (variabel terikat).Variabel independen (variabel bebas) dalam penelitian ini adalah kontrasepsi hormonal. Variabel dependen (variabel terikat) dalam penelitian ini adalah peningkatan berat badan. Penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti pada bulan Januari 2016 - Nopember 2016. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh akseptor KB lama yang menggunakan kontrasepsi hormonal maupun non hormonal yang tercatat di register pada bulan Januari – Nopember 2016 yang berjumlah 58 orang. Analisa penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan perbandingan Chi-Square Hitung dengan Chi-Square tabel, dari hasil analisis diperoleh Chi-Square Hitung sebesar 7,721 sementara diketahui bahwa nilai Chi-Square Tabel untuk α = 5% (0.05), db = 1 sebesar 3, 481. Karena Chi-Square Hitung > Chi-Square Tabel maka Ho ditolak. Dari hasil analisis diketahui nilai Asymp.Sig adalah 0,005, dimana nilai tersebut lebih kecil dari nilai α = 5% (0,05). Dengan demikian diputuskan menolak Ho. Berarti kesimpulannya ada hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kontrasepsi hormonal dengan peningkatan berat badan. Frekuensi terbanyak adalah akseptor KB dengan penggunaan kontrasepsi hormonal > 6 bulan sebanyak 34 orang (68 %) dan yang mengalami peningkatan berat badan dengan penggunaan kontrasepsi hormonal > 6 bulan juga merupakan frekuensi terbanyak sebanyak 28 orang (82 %).
PENGARUH PEMBERIAN AROMATHERAPI JAHE TERHADAP PENURUNAN MUAL DAN MUNTAH PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN TAHUN 2017 Rostinah Manurung; Tri Utami Adriani
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i1.277

Abstract

Aromaterapi jahe merupakan salah satu terapi komplementer pada penderita kanker yang mengalami mual muntah setelah menjalani kemoterapi. Mual dan muntah dapat menurunkan aktivitas sehari-hari dan menyebabkan pasien kanker hanya dapat berbaring ditempat tidur dan tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam beraktivitas. Tujuan penelitian untuk mengidenifikasi pengaruh aromaterapi jahe terhadap mual muntah pada pasien kanker. Desain penelitian adalah pre-experimental dengan desain post test only design. Tehnik pengambilan sampel dengan accidental sampling yang terdiri dari 30 responden. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian aromtherapi jahe di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan mayoritas dengan kategori baik sebanyak 23 responden (76,6 % )dan kategori minoritas atau kurang sebanyak 4 responden( 13,3 % ) . kesimpulan hasil penelitian adalah responden yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan mengalami penurunan mual dan muntah sekitar 76,6 % . hal ini disebabkan karena aromaterapi jahe yang dapat memblok serotonin yaitu suatu neurotransmitter yang disintesiskan pada neuro-neuro serotonergis dalam sistem saraf pusat dan sel-sel enterokromafin yang dapat memberikan perasaan nyaman sehingga dapat mengatasi mual dan muntah.
PENGARUH ASUPAN PROTEIN TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN OBESITAS DI PUSKESMAS PATUMBAK TAHUN 2017 Wira Maria Ginting; Etti Sudaryati; Sorimuda Sarumpaet
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i1.278

Abstract

Hipertensi dapat diakibatkan karena kondisi tubuh orang yang gemuk, Obesitas dan hipertensi adalah masalah kesehatan yang ada di masyarakat Indonesia bahkan dikalangan wanita usia subur. Tujuan penelitian: untuk mengetahui asupan protein dan asupan garam terhadap kejadian Hipertensi pada WUS obesitas di Patumbak. Metode penelitian case control. Sampel dalam penelitian ini adalah 104 WUS (52 kasus dan 52 kontrol). Pengambilan data menggunakan penimbangan berat badan, tinggi badan, tekanan darah dan wawancara recall konsumsi. Analisis bivariate (regresi logistik sederhana) asupan protein (0,003), ada pengaruh signifikan antara asupan protein. Saran: WUS agar mengontrol berat badan dan memeriksakan tekanan darah secara teratur dan mengikuti edukasi tentang pola makan.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN INSOMNIA PADA LANJUT USIA DI PANTI WERDHA GUNA BUDI BHAKTI MEDAN Hartika Samgryce Siagian
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i1.279

Abstract

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk tidur. Aromaterapi merupakan terapi dengan memakai minyak esensial yang ekstrak dan unsur kimianya diambil dengan utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aroma terapi lavender terhadap penurunan insomnia pada lanjut usia. Penelitian dilakukan pada April 2017. Jenis penelitian ini adalah observasional, dengan cara pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini lanjut usia penghuni Panti werdha Guna Budi Bhakti Medan yang berjumlah 62 orang dan sampel sebanyak 13 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis statistik yang digunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat, didapat bahwa mayoritas responden sebelum diberi aromaterapi mayoritas menderita insomnia sedang yaitu sebanyak 14 orang (93,33%) dan minoritas menderita insomnia berat sebanyak 1 orang (6,67%). Setelah diberi aromaterapi mayoritas responden mengalami insomnia ringan yaitu sebanyak 13 orang (86,67%), sedangkan minoritas responden mengalami insomnia sedang yaitu sebanyak 2 orang (13,33%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa sebelum diberi aromaterapi ada 14 orang reponden mengalami insomnia sedang dan 1 orang mengalami insomnia berat, sedangkan pada post test terjadi penurunan tingkat insomnia menjadi 13 orang insomnia ringan dan 2 orang insomnia sedang. Uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh nilai probabilitas p 0,000 < 0,005 yang berarti terdapat pengaruh aromaterapi terhadap penurunan tingkat insomnia pada lanjut usia. Disarankan bagi profesi keperawatan untuk mampu melanjutkan dan lebih meningkatkan terapi komplementer yang berguna untuk meningkatkan pelayanan keperawatan khususnya dalam keperawatan lanjut usia dan aromaterapi.
ANALISIS KATETERISASI TERHADAP KEJADIAN INFEKSI DI SALURAN KEMIH PADA PASIEN RUANG RAWAT INAP RSU IMELDA PEKERJA INDONESIA (IPI) MEDAN TAHUN 2017 Roby Gultom; Pontianus Famaugu
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i1.280

Abstract

Kateterisasi perkemihan adalah tindakan memasukkan selang karet atau plastik melalui uretra ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan air kemih yang terdapat di dalamnya. Infeksi saluran kemih diduga berhubungan dengan faktor risiko yaitu pemasangan kateterisasi perkemihan Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian infeksi di saluran kemih pada pasien yang sudah terpasang katetersiasi di Ruang Rawat Inap RSU Imelda Pekerja Indonesia (IPI) Medan Tahun 2017. Penelitian dilakukan pada April 2017 dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di Rumah Sakit Imelda Medan dan sampel sebanyak 13 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis statistik yang digunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat, didapat bahwa bahwa kateterisasi yang dilakukan oleh perawat mayoritas baik sebanyak 10 orang (76,92%), kejadian infeksi saluran kemih sebanyak 2 orang (15,38%), sedangkan 11 orang (84,62%) tidak terkena infeksi saluran kemih. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pemasangan kateter yang baik yaitu 10 orang dan tidak menyebabkan kejadian infeksi saluran kemih, sedangkan prosedur kateterisasi yang buruk yaitu 3 orang. Dari 3 orang tersebut, 2 orang terinfeksi saluran kemih dan 1 orang tidak terinfeksi saluran kemih. Dari hasil uji chi-square diatas antara pemasangan kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih didapat nilai P = 0.005 (P <0,05) artinya ada hubungan antara pemasangan kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih. Disarankan bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan tentang prosedur pemasangan dan perawatan kateter.
SINTESIS POLIOL LIGNIN ISOLAT DARI SERBUK KAYU JATI SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBENTUKAN POLIURETAN DAN KARAKTERISASI MENGGUNAKAN FT-IR (FOURIER TRANSFORM INFRARED SPECTROSCOPY) Supran Hidayat Sihotang
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i1.281

Abstract

Telah disintesis poliuretan melalui sistem LI-PEG dengan Toluena Diisosianat (TDI). Lignin Isolat (LI) hasil isolasi serbuk kayu jati dimanfaatkan untuk sintesis poliuretan dengan cara memvariasikan LI-PEG dalam 10 gram. Lignin isolat sebagai poliol terlebih dahulu ditentukan bilangan hidroksinya dan dikarakterisasi melalui spektroskopi FT-IR yang menunjukkan bilangan gelombang pada daerah serapan 3448,72 cm-1 yang merupakan serapan khas dari rentangan OH. Selanjutnya poliuretan yang terbentuk dikarakterisasi dengan FT-IR. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dikonfirmasi dengan spektroskopi FT-IR, masing-masing spektrum FT-IR yang dihasilkan memberikan spektrum yang sesuai, terutama pada daerah panjang gelombang 3309,85 cm-1 merupakan serapan puncak gugus N-H, 2276,00 cm-1 merupakan puncak C=O dari NCO, 1381,03 cm-1 dan 1296,16 cm-1 merupakan puncak serapan C-N, 1219,01 cm-1 merupakan deformasi dari gugus C-O. Hal ini menunjukkan telah terbentukknya gugus uretan dari poliuretan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG INFEKSI NOSOKOMIAL DENGAN TINDAKAN PENCEGAHANNYA PADA PASIEN PASCABEDAH DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT IMELDA MEDAN Hamonangan Damanik
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i1.282

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan infeksi pada waktu penderita dirawat di rumah sakit tidak sedang dalam masa inkubasi dari infeksi tersebut, yang terjadi karena adanya interaksi antara host, agent, dan environment. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan tindakan pencegahannya pada pasien pascabedah di ruang rawat inap Rumah Sakit Imelda Medan 2017. Jenis penelitian deskriptif korelasi, pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dengan jumlah 31 orang perawat, dan pengambilan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mengenai pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial mayoritas berpengetahuan sedang yaitu sebanyak 20 orang (64,5%), sedangkan untuk tindakan pencegahannya mayoritas baik yaitu sebanyak 19 orang (61,3%). Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan uji Rank Spearman untuk melihat hubungan pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan tindakan pencegahannya pada pasien pascabedah maka diperoleh hasil dengan nilai probabilitas (p) = 0,011 (p < 0,05) yang artinya ada hubungan dengan kekuatan hubungan (r) = 0,452, berarti kekuatan hubungannya cukup dan hubungan ini bersifat positif yang artinya jika pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial cukup maka makin cukup nilai tindakan pencegahan infeksi yang diperoleh.
MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KECAMATAN MEDAN DENAI KOTA MEDAN Ratih Anggraeni
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i1.283

Abstract

Jaminan mutu dalam pengelolaan dan pelayanan obat di Puskesmas merupakan suatu hal yang perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kecamatan Medan Denai Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif prospektif yang dilakukan pada periode Maret-April tahun 2012. Sumber data penelitian berdasarkan 360 resep dari 5000 resep yang diambil secara acak sistematis dan dihitung menggunakan proporsi binomunal. Mutu pelayanan kefarmasian yang diukur ada tujuh indikator, yaitu rata-rata waktu penyiapan obat, rata-rata waktu penyerahan obat, persentase jumlah obat yang diserahkan sesuai resep, persentase jumlah jenis obat yang diserahkan sesuai resep, persentase penggantian resep, persentase etiket dan label yang lengkap, dan persentase pengetahuan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu penyiapan obat adalah 183 detik (20-600 detik). Rata-rata waktu penyerahan obat adalah 7 detik (2-80 detik). Persentase jumlah obat yang diserahkan sesuai resep adalah 94,44% (81,72-100%). Persentase jumlah jenis obat yang diserahkan sesuai resep adalah 98,89% (97,56-100%). Persentase penggantian resep 1,94% (0,95-7,32%). Mayoritas etiket dan label hanya mencantumkan nama pasien dan aturan pakai (232 resep; 64,44%). Mayoritas pasien mampu menjawab pertanyaan yang diajukan (276 pasien; 76,67%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kecamatan Medan Denai tidak memenuhi ketentuan dan kaidah profesi yang berlaku. Disarankan untuk meningkatkan mutu pelayanan farmasi di Puskesmas, terutama terhadap aspek pelayanan obat. Petugas pengelola obat dapat memberikan informasi yang lengkap tentang obat yang diberikan kepada pasien, tidak mengurangi jumlah obat, dan memberikan etiket dan label yang lengkap pada setiap kemasan obat
PENGARUH PEMBERIAN KONSELING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT KOTA MEDAN Harsudianto Silaen
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i1.284

Abstract

Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang dilakukan 2-3 kali seminggu dengan lama waktu 4-5 jam, yang bertujuan untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme protein dan mengoreksi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Konseling salah satu cara yang efektif dilakukan dalam pendidikan kesehatan untuk pengajaran kepada pasien untuk pembatasan asupan cairannya. Melalui konseling hubungan antara perawat dan pasien dapat lebih terbuka, dimana pasien dapat mengungkapkan seluruh keluhan dan keterbatasannya dan atau kemampuan serta kelemahannya, perawat juga dapat mengeksplorasi perasaan pasien serta memahami keberagaman dari masing-masing pasien yang berbeda, sehingga komunikasi antar perawat dan pasien dapat disesuaikan dengan keragaman kepripadian yang dimiliki oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lamanya hemodialisis dengan tingkat kecemasan pasien hemodialisis di Rumah Sakit Murni Teguh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 45 orang dan teknik pengambilan sampel dengan purposivesampling yaitu pengambilan sampel secara kebutulan peneliti datang melakukan penelitian dan sebahagian sampel itu diambil dari jumlah populasi. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan analisa data menggunakan uji T-Test. Dari hasil penelitian didapatkan pengaruh pemberian konseling pada pasien hemodialisis dengan tingkat kecemasan, diperoleh bahwa nilai p value 0.00. Diharapkan kepada perawat untuk memberikan edukasi dan konseling kepada pasien hemodialisis yang sedang menjalani hemodialisis agar pasien merasa nyaman dan tidak cemas
HUBUNGAN STATUS NUTRISI DENGAN WAKTU PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN POST APENDIKTOMI DI RUMAH SAKIT KOTA MEDAN Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i1.285

Abstract

Apendiktomi merupakan tindakan operasi yang dilakukan untuk menurunkan risiko perforasi pada kasus apendisitis. Perbaikan status nutrisi pada pasien dengan kasus pembedahan sangatlah penting untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status nutrisi dengan waktu penyembuhan luka pada pasien post apendiktomi di rumah sakit kota Medan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan design cross sectional. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 18 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode non random sampling dengan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan memakai index masa tubuh (IMT), dan analisa data menggunakan uji Chi Square. Dari hasil penelitian didapatkan hubungan status nutrisi dengan waktu penyembuhan luka, dengan derajat kemaknaan (a) 0,05 yaitu X²hitung: 4.114 > X²tabel: 3.841, p value : 0.01. Asupan nutrisi yang baik dapat menentukan waktu penyembuhan luka post apendiktomi. Diharapkan kepada petugas kesehatan memonitor status nutrisi pada pasien post operasi untuk dapat mengoptimalkan fase penyembuhan luka.

Page 7 of 29 | Total Record : 284