cover
Contact Name
Madia Patra Ismar
Contact Email
jurnalcikini@ikj.ac.id
Phone
+6221-2306106
Journal Mail Official
lppm@ikj.ac.id
Editorial Address
Jl. Cikini Raya
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Seni Nasional Cikini
ISSN : 25802860     EISSN : 27157482     DOI : 10.52969
Jurnal Seni Nasional CIKINI, is a collection of various topic of art studies that contain ideas, research, or views on the developtment of artistic phenomena and symptoms as well as various problems. The purpose of this Journal is for contribute to the researching about art, to develop our understanding about arts in Indonesia into a better perspective, and able to compete in global community. Editorial Board of Jurnal Seni Nasional CIKINI, will accept unpublished article, to be reviewed and edited in order to takes part in our journal. Jurnal Seni Nasional CIKINI released twice a year at June and December.
Articles 104 Documents
Musik Tongtong Sebagai Pemberdayaan Ekonomi dan Identitas Lokal Masyarakat Kabupaten Sumenep Madura Titis Setyono Adi Nugroho
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 7 No 1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v7i1.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang transformasi fungsi musik tongtong dalam upaya pemberdayaan ekonomi dan legitimasi cara legitimasi musik tongtong sebagai identitas lokal dan masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode studi Pustaka dan menggunakan teknik dokumen. Penelusuran dokumen sebagian besar terdapat pada festival music tongtong tahun 2013-2019. Adapun hasil penelitian menemukan bahwa fungsi musik tongtong telah mengalami perubahan yakni dari sekedar media hiburan rakyat menjadi media pemberdaya ekonomi masyarakat lokal, salah satunya diwujudkan dengan adanya Festival Musik Tongtong setiap tahunnya. Sedangkan legitimasi musik tongtong sebagai identitas asli masyarakat Madura didapatkan melalui kolektivitas sosial dalam konsep permainan musik tongtong yang dipaparkan oleh Busyro Karim selaku Bupati Kabupaten Sumenep Madura, dan dukungan dari TNI-Polri, dinas terkait setempat dan masyarakat lokal.
Resiliensi Tari dalam Berbagai Kebudayaan Julianti Parani
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 7 No 1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v7i1.114

Abstract

Pandemi Covid-19 dengan vaksin dan segala protokolnya membawa kepentingan resiliensi atau ketahanan dalam kehidupan manusia. Padahal ketahanan itu sesuatu yang biasa, diperlukan dalam menghadapi berbagai gejolak kehidupan agar berfungsi kembali. Di dalam pemulihan kehidupan masyarakat, sektor ekonomi paling berkepentingan bagi negara dan pemerintahannya, tetapi yang tidak kalah penting ialah bidang sosial-budayanya. Di forum internasional, UNESCO meluncurkan global movement-ResiliArt-through virtual discussions. Bagi seniman sudah tentu pemulihan berkeseniannya-tidak terbatas pada format virtual saja, melainkan pemulihan kehidupan tari itu sendiri.
Representasi Budaya Urban dalam Pendidikan Seni di LPKJ Era 1970-an Arturo Gunapriatna; Citra Smara Dewi
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 7 No 1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v7i1.116

Abstract

Artikel ini akan memfokuskan pada kajian Lembaga Pendidikan Seni berbasis spirit Budaya Urban pada era 1970-an di kota Jakarta dengan studi kasus Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ). Pemilihan LPKJ dengan pertimbangan merupakan Lembaga Pendidikan Seni pertama di Indonesia dengan sistem pendidikan interdisiplin seni. Letak strategis LPKJ di pusat pemerintahan dan kebijakan Gubernur Prov DKI, Ali Sadikin dalam membangun peradaban Kota Jakarta, memberi pengaruh besar terhadap pembentukan karakter pendidikan dengan spirit budaya urban. Kebaruan riset ini terletak pada lingkup kajian yaitu peran LPKJ dalam meletakkan pondasi dan nilai-nilai seni berbasis spirit budaya urban yang belum dilakukan sebelumnya. Metodologi penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan penulisan sejarah yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa representasi budaya urban tercermin pada karya-karya seni Dosen dan mahasiswa LPKJ, peran LPKJ sangat strategis dalam membangun seni berbasis budaya urban era 1970-an yang hingga kini masih sangat relevan dikaitkan dengan dinamika dan perubahan sosial masyarakat perkotaan.
Film Dokumenter sebagai Aktualisasi Diri dari Kelompok Masyarakat Kampung Bojong Nangka – Bekasi Arly Yanatri Zainsty
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 7 No 1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v7i1.118

Abstract

Film dokumenter yang dibuat oleh subjek dalam film itu sendiri adalah topik yang di angkat dalam artikel. Fokus artikel membahas film dokumenter yang menggunakan metode aktualisasi diri sebagai landasan pembuatan film, yang mengangkat aspek penting mulai dari aspek historis hingga isu-isu sosial yang terjadi pada sebuah kampung bernama Kampung Bojong Nangka, Bekasi. Kampung tersebut merupakan lokasi tempat tinggal pembuat film itu sendiri. Lima pemuda Kampung Bojong Nangka yang dibekali teknik dasar pembuatan film dokumenter menggunakan tipe ekspositori dalam pendekatan aspek kreativitasnya. Para kreator mengacu pada teori aktualisasi diri sebagai karakteristik penciptaan isi dalam film dokumenter ini, yaitu dengan menggunakan faktor-faktor seperti spontanitas, kesederhanaan dan kealamian; faktor berpusat pada masalah; dan faktor kreativitas, sebagai pembentuk unsur naratif dari penceritaan film. Melalui metode subyek menggunakan kemampuan film documenter sebagai medium ekspresi aktualisasi diri, para pemangku kepentingan di wilayah tersebut akhirnya memberikan respons positif. Keberadaan warga lebih diperhatikan oleh semua pemangku kepentingan di Kampung Bojong Nangka sebagai solusi menjawab semua isu-isu yang diangkat film ini
Hamlet dalam Komik: Enam Kasus Intermediasi Seno Gumira Ajidarma
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 7 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v7i2.130

Abstract

Penelitian ini memeriksa kasus-kasus intermediasi atau alih wahana, yang berlangsung dari naskah drama “Hamlet” (1602) gubahan William Shakespeare, khususnya solilokui ‘To be or not to be’, menjadi komik melalui adaptasi Dana E. Dutch/Henry Kiefer (1950), Sam Willinsky/Alex A. Blum (1952), Naunerle Farr /E. R. Cruz (1980), Will Eisner (1985), Steven Grant/Tom Mandrake (1990), dan Adam Sexton/Tintin Pantoja (2008). Lima kasus pertama terdapat dalam tinjauan pustaka atas penelitian Marrion D. Perret tahun 2001, sedangkan kasus keenam diungkap dalam analisis peneliti, yang membandingkannya dengan penelitian Perret tersebut. Merujuk teori pengucapan grafik Philippe Marion dan psikoanalisa Jacques Lacan, terungkap perbedaan antara pendekatan realisme dan karikatural, sebagai perbedaan cara pandang tentang dunia, yang kemudian menunjukkan konstruksi budaya, tempat yang nyata (the real) tidak diketahui manusia.
Representasi Suara Para Guru sebagai Kelompok Subaltern dalam Komik “The Real Lesson” Samuel Christian
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 7 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v7i2.135

Abstract

Komik “The Real Lesson” merupakan sebuah komik yang cukup terkenal yang diterbitkan oleh Line Webtoon. Di dalamnya terdapat berbagai cerita yang membuat para pembaca ingin terus membacanya. Salah satunya dalam komik ini yang memperlihatkan kasus guru yang mendapat perundungan oleh siswi. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan teori subaltern Gayatri Spivak. Berdasarkan hasil analisis cerita dalam komik memperlihatkan bahwa para guru ingin menyuarakan keberatan atas tindakan murid-murid perempuan yang menyalahgunakan pemahaman tentang ‘feminisme’ dalam membenarkan semua tindakan mereka.
Jejak Gaya Ilustrasi Hergé dalam Komik dan Seni Visual di Indonesia Bambang Tri Rahadian
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 7 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v7i2.136

Abstract

Perkembangan komik di Indonesia mengadopsi pengaruh gaya visual dari Barat seperti Amerika dan Eropa. Sampai sekarang komik Indonesia malah berpengaruh gaya visual Jepang dan Korea. Salah satu yang kuat pengaruh gaya komik Eropa adalah Tintin karya Herge sejak tahun 1980-an. Salah satu dari pengaruh yang kuat itu adalah gaya komik Eropa pada seri Tintin karya Hergé yang mulai masuk sejak tahun 1980-an. Tulisan ini akan menelusuri jejak pengaruh gaya Hergé ke dalam komik-komik di Indonesia serta seni visual yang masih beredar hingga saat ini, baik dari teknik ilustrasi, artistik maupun komunitas berbasis penggemar. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan studi pustaka menggunakan sampling dari komik dan karya seni visual serta wawancara dengan pembuat karya, pembahasan disusun mengikuti linimasa sejak tahun 1995 hingga kini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan aspek-aspek yang dianggap sebagai penentu dalam melihat pengaruh Hergé serta relasinya dengan perkembangan keragaman gaya dalam dunia komik dan seni visual di Indonesia terkini.
Gerakan “Tjergam Medan” dalam Wacana “ Kepribadian Nasional” Iwan Gunawan
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 7 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v7i2.138

Abstract

Komik Indonesia di tahun 1950-an disebut dengan istilah “Tjergam” (Cergam). Pada masa itu, industri cergam menjanjikan suatu keuntungan yang besar. Secara umum, baik penerbitan cergam, baik di Medan maupun Jawa Barat, bersiasat memanfaatkan genre yang populer di dunia. Tekanan pemerintah, visi Presiden Soekarno tentang nasionalisme dalam kebudayaan Indonesia membuat penerbit mencari lokalitas. Mengadaptasi cergam-cergam bergenre “universal” dengan mengganti tokoh-tokoh dan latar dengan karakter dan nuansa Indonesia, dirasa belum cukup. Penerbitan Medan kemudian menerbitkan cergam-cergam, yang bukan hanya mengadaptasi cerita rakyat, namun cerita-cerita baru roman, petualangan, dan aksi yang dibungkus dengan latar serta tokoh yang mengesankan suatu cerita rakyat. Mereka secara naluriah mengikuti kecenderungan genre universal, yang akan memudahkan menjadi populer. Sementara itu, pemerintah menciptakan suatu arah kebijakan yang justru membuat para kreator Cergam Medan menjadi lebih kreatif, menjiwai semangat nasionalisme yang saat itu meliputi Indonesia, dengan mendeklarasikan istilah “Tjergam” (Cergam) sebagai istilah untuk identitas Komik Indonesia, dan menjadikannya sebagai titik bertahan dari budaya asing.
Tradisi Gambar Tangan Gua Prasejarah R Cecep Eka Permana
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 7 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v7i2.139

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan bahwa tangan merupakan bagian penting dari organ tubuh manusia dan memiliki fungsi vital dalam aktivitas sehari-hari khususnya pada awal kebudayaan manusia pada masa prasejarah. Selain memegang peran utama dalam membuat alat-alat batu dan/atau tulang untuk berburu, tangan juga sering ditemukan sebagai objek gambar pada dinding-dinding gua prasejarah tempat hunian mereka saat itu. Tradisi gambar tangan pada gua prasejarah ini bersifat universal, karena terdapat hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, penelitian termutakhir menunjukkan bahwa gambar tangan prasejarah Indonesia tertua di dunia. Pendeskripsikan gambar tangan prasejarah ini bersumber dari penelitian lapangan dan studi pustaka. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif untuk memaparkan bentuk dan teknik pembuatan gambar tangan. Sementara itu, untuk menjelaskan fungsi dan makna gambar tangan digunakan analogi etnografi. Kesimpulan dari kajian ini adalah ambar-gambar tangan pada gua prasejarah dapat dipandang sebagai tinggalan ekspresi manusia prasejarah. Tradisi pembuatan gambar tangan secara umum berkaitan dengan aspek religi sebagai tanda kekuatan keberhasilan, kepemilikan, dan penolak mara bahaya.
Potensi Komik untuk Edukasi Pengetahuan Kekayaan Tradisi Lisan Minangkabau Studi Kasus Musik Talempong dan Dendang Ratok Zulfa; Madia Patra Ismar; Anusirwan; Arison Ibnur; Wili Sandra
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 7 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v7i2.144

Abstract

Budaya Minangkabau merupakan sumber yang menarik untuk terus digali potensinya agar terus berkelanjutan, hidup serta berkembang bertahan dalam dinamika zaman. Salah satu media yang dapat menjadi wadah edukasi untuk mewariskan pengetahuan tradisi Minangkabau adalah komik. Artikel ini akan membahas pertanyaan bagaimana komik memiliki potensi untuk turut berperan dalam pelestarian pengetahuan tradisi dan lebih khusus lagi, mengambil contoh ekspresi musik tradisi Minangkabau. Metode Penelitian untuk memperoleh data sebagai sumber penulisan artikel ini, dilakukan dengan melakukan penelusuran literatur, teori yang berkaitan dan sumber-sumber primer yang diperoleh langsung di lapangan.

Page 6 of 11 | Total Record : 104