cover
Contact Name
Dian Trilus
Contact Email
dian.trilus@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
hestech@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
ISSN : 2615398X     EISSN : 26223600     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel dengan fokus pada bidang ilmu kesehatan dan aplikasi teknologi dalam bidang medis. Bidang-bidang yang dapat didiskusikan antara lain : (1) Kesehatan Ibu dan Anak, (2) Maternity (Persalinan, Nifas, Kehamilan dan Menyusui), (3) Keluarga Berancana, (4) Promosi Keehatan dan Gaya Hidup, (5) Teknologi Pengolahan Darah (serologi Darah, Manajemen tata kelola kepalangmerahan), (6) Kesehatan Reproduksi, (7) Kesehatan dan Nutrisi, (8) Etika Kesehatan dan Regulasi, (9) Kesehatan Lingkungan dan Ketenagakerjaan, (10) Farmakologi, Radiologi, dan Medical Record.
Articles 189 Documents
PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN ALTERNATE LEG BOUND UNTUK MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI BAWAH PADA ATLET SEPAK BOLA DI SMPN 1 KOTA SOLOK Rovendra, Erit
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 1 (2020): JURNAL HESTECH VOL.3 NO.1
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.363 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i1.2295

Abstract

 ABSTRAKDaya ledak otot adalah merupakan gabungan dari kekuatan kecepatan otot sebagai kemampuan seseorang untuk menggerakan tubuh atau bagian secara kuat dan kecepatan tinggi wujud nyata dari daya ledak otot tergambar dalam kemampuan sesorang seperti ketinggian loncatan, kekuatan lemparan dan kemampuan  melompat  atau  aktifitas  yang  dilakukan  secara  berulang-ulang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan alternate leg bound untuk meningkatkan daya ledak otot bawah pada atlet sepak bola.Jenis penelitian ini adalah Quasi-eksperimen dengan menggunakan rangcangan One Group Pretest-Posttest. Populasi pada penelitian ini adalah responden berjumlah 22 orang Tahun 2018. Pengambilan sempel pada penelitian menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sempel sebanyak10 orang. Pengumpulan data dengan cara perlakuan yang di ukur sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara komputerasi menggunakan uji wilcoxon.Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa rata-rata  daya  ledak  otot  tungkai bawah sebelum latihan alternate leg bound adalah 33,60 dan setelah diberikan latihan alternate leg bound didapatkan adalah 38,20. Hasil analisis statistic menujukkan Terdapat perbedaan daya ledak otot tungkai sebelum dan sesudah pemberian latihan alternate leg bound dengan nilai P= 0,004 setiap 6 kali intervensi.Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan latihan alternate leg boud  lebih  baik  dan  lebih  berpengaruh  untuk  meningkatkan  daya  ledak  otot tungkai bawah pada atlet sepak bola. Untuk itu diharapkan kepada atlet untuk selalu mrngulangi latihan ini dan aktif, disiplin dalam berlatih agar terbentuk hasil yang maksimal. Kata Kunci  : Daya ledak Otot Tungkai bawah, Leg Bound, Sepak Bola ABSTRACTMuscle explosive power is a combination of the strength of muscle speed as a person's ability to move the body or part strongly and high speed real manifestation  of muscle explosive power is reflected in  one's  ability such  as height of jump, throwing strength and ability to jump or activities carried out repeatedly . The purpose of this study was to determine the effect of alternate leg bound training to increase lower muscle explosive power in soccer athletes.This type of research is Quasi-experiment using One Group Pretest- Posttest  methods.  The  population  in  this  study  were  respondents  totaling  22 people in 2018. The collection of samples in the study used purposive sampling technique so that it obtained as many as 10 people. Data collection by means of treatment  that  is  measured  before  and  after the intervention.  Data  processing results of the research were carried out computerized using the Wilcoxon test.The results showed that the average lower leg muscle explosive power before the alternate leg bound exercise was 33.60 and after being given the alternate leg bound exercise was 38.20. The results of statistical analysis showed that there were differences in leg muscle explosive power before and after the alternate leg bound exercise with P = 0.004 every 6 times intervention.It can be concluded that the administration of therapy with the alternate leg boud exercise is better and more influential to increase the lower leg muscle explosive power in soccer athletes. For this reason it is expected that the athlete will always repeat this exercise and be active, discipline in training so that maximum results are formed.Keywords : Lower Leg Muscle Explosion Power, Leg Bound, Football Player
HUBUNGAN KEBERADAAN BREEDING PLACE DENGA DAN RESTING PLACE DENGAN KEJADIAN DBD DI KELURAHAN KALOSI KECAMATAN ALLA amir, rahmi; sona, sona
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 1 (2020): JURNAL HESTECH VOL.3 NO.1
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.405 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i1.2308

Abstract

Abstrak            Keberadaan breeding place dan resting place nyamuk merupakan faktor yang mendukung untuk meningkatnya vektor penular DBD karena apabila semakin banyak breeding place menampung air yang berada di sekitar dan dalam rumah maka menjadi kesempatan untuk nyamuk bertelur dan berkembangbiak sehingga meningkatkan risiko kejadian DBD.Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang cenderung meningkat jumlah penderita serta semakin luas penyebarannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan breeding place dan resting place dengan kejadian DBD di Kelurahan Kalosi Kecamatan Alla.Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik observasional dengan desain penelitian case control yang diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi yang dilakukan dengan cara membandingkan antara kelompok kasus dengan kelompok control. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel kasus 15 kontrol 15 responden.Hasil penelitian menunjukkan  tidak ada hubungan bermakna antara keberadaan breeding place dengan kejadian demam berdarah dengue di Kelurahan Kalosi Kecamatan Alla dengan p value .000 sebesar (OR=21.79 CI= 8.38-56.66)ada hubungan bermakna antara keberadaan resting place dengan kejadian demam berdarah dengue di Kelurahan Kalosi Kecamatan Alla dengan p value sebesar .000 (OR=11.56, CI= 5.08-26.31) Diharapkan bagi masyarakat agar ikut serta berpartisipasi dalam upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD). Kepada petugas Puskesmas melakukan pemeriksaan jentik secara rutin 3 bulan sekali, pelaksanaan fogging dan meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang cara mencegah DBD dengan melaksanakan 3M.Kata Kunci : DBD, Breeding Place dan Resting Place  Abstract             The existence of breeding place and resting place mosquitoes is a contributing factor to the increase of the DBD vector of the snake because if more and more breeding place holds water around and inside the house then it becomes a chance for mosquitoes Spawn and breeding, thereby increasing the risk of DBD events. Dengue Fever disease (DBD) is one of the problems of public health in Indonesia that tends to increase the number of sufferers and the wider spread. This research aims to determine the relationship of breeding place and resting place with DBD events in the village Kalosi district of Alla.    The type of research conducted is observational analytic with case control research design which is directed to explain a circumstance or situation that is done by comparing between case group with control group. The Instrument used in this study used a questionnaire with a case sample of 15 control 15 respondents.There is a relationship link between the existence of breeding place with dengue fever occurrence in the village of Alla subdistrict Kalosi with a P value of .000(OR=21.79 CI= 8.38-56.66) , there is a relationship between The existence of resting place with dengue fever occurrence in the village Kalosi District Alla with P value .000 (OR=11.56, CI= 5.08-26.31). Expected for the community to participate in the efforts to eradicate the Mosquito Nest Dengue fever (PSN-DBD). To the Puskesmas officers conduct routine checkups routinely 3 months, the implementation of fogging and improving health promotion to the public on how to prevent DBD by implementing 3M.Keywords: DBD, Breeding Place and Resting Place
Efektifitas Ekstrak Morinda Citrifolia Dalam Mensterilisasi Limbah Infeksius B3 Di Puskesmas Kabere Kabupaten Enrekang Hetti, Hetti; Amir, Rahmi
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 1 (2020): JURNAL HESTECH VOL.3 NO.1
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.181 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i1.2317

Abstract

ABSTRAKHETTI, Efektifitas Ekstrak Morinda Citrifolia Dalam Mensterilisasi Limbah Infeksius B3 Di Puskesmas Kabere Kabupaten Enrekang, dibimbing oleh RAHMI AMIR dan AMIR PATINTINGAN.Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan desain post test only control group design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifikas ekstrak morinda citrifolia dalam mensterilisasi limbah infeksius B3 di Puskesmas Kabere Kabupaten Enrekang sebelum dan setelah perlakuan penambahan ekstrak morinda citrifolia dengan berbagai konsentrasi yaitu 30%, 50%, dan 70%, dimana dilakukan tiga kali percobaan.Berdasarkan hasil yang didapatkan dalam penelitian ini terdapat kuman pada limbah infeksius (kain kasa) B3 sebelum perlakuan jumlah koloni bakteri pada limbah infeksius B3 Tidak Bisa Untuk Dihitung (TBUD) dan setelah perlakuan sterilisasi penambahan ekstrak morinda citrifolia terjadi daya hambat terhadap koloni bakteri dengan tiga kali percobaan. Perlakuan penambahan konsentrasi 30% ekstrak morinda citrifolia rata-rata jumlah daya hambat koloni bakteri yang diperoleh sebanyak 0,1 mm, pada konsentrasi 50%  ekstrak morinda citrifolia rata-rata jumlah daya hambat koloni bakteri yang diperoleh sebanyak 0,08 mm, sedangkan pada konsentrasi 70% ekstrak morinda citrifolia rata-rata jumlah daya hambat koloni bakteri yang diperoleh sebanyak 0,58 mm. Dosis konsentrasi ekstrak morinda citrifolia dalam penelitian ini adalah semakin banyak jumlah konsentrasi yang ditambahkan maka semakin besar daya hambat yang diberikan.Kata Kunci: Limbah Infeksius B3, Ekstrak Morinda CitrifoliaABSTRACTHETTI, the Effectiveness of Morinda Citrifolia Extract in Sterilizing B3 Infection Waste in the District Health Center of Enrekang Regency, guided by RAHMI AMIR and AMIR PATINTINGAN.The research is a quasi experimental design with the design of a post test only control group design . The purpose of this study was to determine the effectiveness of morinda citrifolia extract in sterilizing B3 infectious waste in Kabere Health Center in Enrekang Regency before and after the treatment of adding morinda citrifolia extract with various concentrations of 30%, 50%, and 70%, where three trials were conducted.Based on the results obtained in this study, there were germs on infectious waste (gauze) B3 before the treatment of the number of bacterial colonies in B3 infectious waste could not be counted (TBUD) and after the sterilization treatment the addition of morinda citrifolia extract occurred inhibition of bacterial colonies with three times trial. The treatment of the addition of 30% concentration of morinda citrifolia extract the average amount of inhibition of bacterial colonies obtained was 0.1 mm, at a concentration of 50% of morinda citrifolia extract the average amount of inhibition of bacterial colonies obtained was 0.08 mm, whereas at a concentration of 70% morinda citrifolia extract the average amount of inhibition of bacterial colonies obtained was 0.58 mm. The concentration dose of morinda citrifolia extract in this study was the more the amount of concentration added, the greater the inhibitory power given.Keywords: B3 Infection Waste, Morinda Citrifolia Extract
HUBUNGAN MANAJEMEN AKTIF KALA III DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM PRIMER DI PBM UMI SURABAYA Widiastutik, Sulenti
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 1 (2020): JURNAL HESTECH VOL.3 NO.1
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.074 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i1.2383

Abstract

ABSTRAK ABSTRAK         Manajemen akif kala III merupakan suatu intervesi yang sangat penting dilakukan pada setiapasuhan persalinan normal dengan tujuan menurunkan angka kemati ibu. Sebagian besar kasus perdarahan terjadi selama persalinan kala III salah satunya seperti atonia uteri.         Dalam penelitian ini menggunakan metode analitik observasional, dengan desain penelitian ini bersifat “ cross sectional “ populasi penelitian ini sebanyak  60 ibu bersalin di PBMUmi Surabaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen aktif kala III dilakukan dengan sempuirna sebanyak 36 ibu  bersalin.(60%) dan ibu bersalin yang tidak mengalami perdarahan post partum primer sebanyak 33 ibu (55%) Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu  yang bersalin di PBM Umi Surabayadengan besar sampel sebanyak 60 ibu bersalin dengan tehnik total sampling.Dari hasil analisis data menggunakan chi square menunjukkan hasil   hitung (21,237) >  tabel (3,84) = Ho ditolak H1 diterima. Sehingga ada hubungan manajemen aktif kala III dengan kejadian perdarahan post partum primer di PBM Umi Surabaya        Upaya percepatan penurunan  AKI dapat dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu yang berkwalitras, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih, dan perawatan pasca persalinan ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi Kata kunci Manajemen aktif kala III, Perdarahan Post Paetum PrimerABSTRACTThe third stage of active management is a very important intervention performed in every normal childbirth care with the aim of reducing maternal mortality. Most cases of bleeding occur during the third stage of labor such as uterine atony.         In this study using observational analytic methods, the design of this study is "cross sectional" in this study population of 60 women giving birth in PBM Umi Surabaya.The results showed that the active management of the third stage was carried out with up to 36 mothers (60%) and women who did not experience primary post partum hemorrhage as many as 33 mothers (55%). a large sample of 60 mothers with total sampling technique. From the results of data analysis using chi square showed the results of X2 count (21,237)> X2 table (3.84) = Ho rejected H1 accepted. So there is an active management relationship between the third stage and the incidence of primary post partum hemorrhage at PBM Umi Surabaya        Efforts to accelerate the reduction of MMR can be done by ensuring that every mother is able to access quality maternal health services, such as health services for pregnant women, delivery assistance by trained health workers, and postpartum care for mothers and babies, special care and referrals if complications occur. Keywords Active management stage III, Primary Post Partum Bleeding
Hubungan Keteraturan Mengkonsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kembangbahu, Lamongan Wasiah, Asyaul
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 1 (2020): JURNAL HESTECH VOL.3 NO.1
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.203 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i1.2680

Abstract

AbstrakAnemia merupakan salah satu faktor yang melatarbelakangi kematian ibu secara tidak langsung. Penyebab paling umum dari anemia pada kehamilan adalah kekurangan zat besi. Salah satu penyebab kekurangan zat besi bisa karena ketidakteraturan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Padahal Sumplementasi tablet Fe atau tablet tambah darah merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam menanggulangi anemia gizi besi pada ibu hamil. Hal ini penting dilakukan pemeriksaan untuk anemia pada kunjungan pertama kehamilan. Bahkan jika tidak mengalami anemia pada saat kunjungan pertama, masih mungkin terjadi anemia pada kehamilan lanjutannya.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keteraturan mengkonsumsi tablet Fe pada dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kembangbahu, Lamongan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional, metode pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dan pada analisa univariat yang digunakan adalah Kendall Tau. Jumlah responden sebanyak 63 responden dan alat yang digunakan yaitu kuesioner.Simpulan hasil penelitian adalah Ada hubungan antara keteraturan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia. Hal ini diperoleh dari hasil uji statistik bahwa nilai significancy p sebesar 0,004 yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak dan nilai koefisien kontingensi 0,339. Diharapkan ibu hamil patuh mengkonsumsi tablet Fe, melihat pentingnya mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilan serta akibat yang dapat ditimbulkan bila tidak dikonsumsi secara teratur2. Kata kunci: tablet Fe, Anemia, Ibu hamil
Analisis Dukungan Keluarga Dan Motivasi Dari Petugas Kesehatan Dalam Menyukseskan Manajemen Laktasi Di Puskesmas Meilinda, Vittria
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 2 (2020): J-HESTECH (JOURNAL OF HEALTH EDUCATIONAL SCIENCE AND TECHNOLOGY)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.341 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i2.2858

Abstract

AbstrakManajemen laktasi untuk wanita hamil berdasarkan konsekuensi dari proses pertumbuhan dan perkembangan sejak bayi dalam kandungan sampai saat ini lahir dan hidup dalam keemasan. Semula. Terutama dalam penerapannya dimulai pada kehamilan segera setelah melahirkan dan menyusui. selama berikutnya Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi, mendeskripsikan, mendukung interpretasi keluarga dan motivasi petugas kesehatan dalam pengelolaan laktasi. dalam kesehatan masyarakat, metode penelitian kualitatif survei desain penelitian. Penelitian deskriptif di wilayah kerja, informan departemen kesehatan kota menerapkan penelitian ini kesehatan ibu dan energi, gizi, informan pemilu secara purposive. Pengambilan sampel Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi ketika ia dijelaskan melalui matrik. Triangulasi Hasil penelitian tentang dukungan dan motivasi keluarga bahwa petugas kesehatan harus memotivasi ibu Anda untuk menjaga bayinya dan menyampaikan pendidikan kesehatan kepada keluarga dan mentor ibu untuk diperiksa kesehatan masyarakat. Disimpulkan bahwa mendukung keluarga dan motif untuk petugas kesehatan di manajemen laktasi itu baik dan harus dioptimalkan, terutama kualitas antenatal dengan pendampingkata kunci: manajemen laktasi , dukungan keluarga, motivasiAbstractManagement lactation for pregnant women based on the consequences of the process of growth and development since the baby in the womb to date was born and life in the golden. Originally. Especially in its implementation began in pregnancy soon after childbirth and breast-feeding. during the next The purpose of this research to explore, described, support the interpretation of the family and the motivations of health workers in the management of lactation. in public health, qualitative research methods a design research survey. Descriptive Research in the work area, the city health department informants are implementing this research maternal health and energy, nutrition , election informants in purposive. Sampling Data collection is done through in-depth interviews and observations when he described through matrik. Triangulation The results of research on family support and motivation that health workers have to motivate your mother to keep nurse her baby and conveying education health to family and mentor mother to check in public health .Concluded that support family and the motive for health workers in the management lactation it is good and to be optimized , especially the quality antenatal with a companionkeyword: management lactation, family support, motivation
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Di Puskesmas Padang Laweh Yuniliza, Yuniliza
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 2 (2020): J-HESTECH (JOURNAL OF HEALTH EDUCATIONAL SCIENCE AND TECHNOLOGY)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.755 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i2.2863

Abstract

AbstrackPKPR telah dilakukan di Puskesmas The Paladang Laweh sejak 2009. Program ini dilaksanakan baik di gedung maupun kunjungan ke sekolah, tetapi kunjungan remaja ke PKPR dengan masalah kesehatan remaja di tahun 2016 hanya 15 orang dan masalah remaja yang ditemukan berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan perawatan remaja. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik untuk remaja usia 10-19 tahun, dengan teknik sampel secara acak adalah 39 orang di Puskesmas Padang Laweh pada bulan Juli-September 2017. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket dengan mengolah data yang dilakukan dengan teknik komputerisasi dan analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil analisis univariat adalah pengetahuan tinggi 71,8%, sikap negatif 51,3%, motivasi baik 69,2%, peran 61,5% baik dan pemanfaatan layanan kesehatan remaja 71,8% (PKPR). Dari uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (nilai p 0,044 dan OR 5,520), sikap (nilai p 0,042 dan OR 6,955), motivasi (nilai p 0,041 dan OR 4,400) dan peran petugas (nilai p 0,010 dan OR 8,000 ) dengan pemanfaatan layanan kesehatan perawatan kaum muda. Dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna secara statistik pada pengetahuan, sikap, motivasi dan peran petugas dengan pemanfaatan layanan kesehatan perawatan remaja. Saran bagi PHK Padang Laweh agar lebih meningkatkan layanan promosi menggunakan berbagai media.Kata kunci: Motivasi, pengetahuan, remaja, sikapAbstrack PKPR have been performed in The Paladang Laweh PHC since 2009. The program is implemented both in the building and visits to schools, but the visits adolescents to PKPR with adolescent health problems in 2016 only 15 people and adolescent  problems  that  were  found  growing.  The  purpose  this  study  to determine  the  related  factors  with  utilization  of    youth  care  health  services .Design research this is a descriptive analytic to teenagers age 10-19 years, with technique the sample by random sampling are 39 people in Padang Laweh PHC at   Juli- September 2017. An instrument used is questionnaire sheets by processing data was undertaken to technique computerized and analysis of in univariat and bivariat use test chi square. The results of the analysis result univariat is 71,8 % high knowledge, 51,3% negative attitude, 69,2 % good motivation, 61,5 % with the role of the good and 71,8 % utilization of  youth care health services (PKPR). From the statistical tests show there is meaningful relationship between knowledge ( p value 0,044 and OR 5,520 ) , attitude    ( p value 0,042 and OR 6,955) , motivation ( p value 0,041 and OR 4,400 ) and role of officers ( p value 0,010 and OR 8,000) with utilization of youth  care  health  service. Can be concluded there are relations meaningful statistically on knowledge, attitude, motivation and the role of officers with utilization of  youth care health services. Advice for Padang Laweh PHC to be more improve promotion services use various media.Keywords       : Motivation, knowledge, teenagers, attitude
Hubungan Status Gizi Dan Ekonomi Dengan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 2 Sampai 3 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Lima Kaum 1 Noflidaputri, Resty; Herwindi, Resy
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 2 (2020): J-HESTECH (JOURNAL OF HEALTH EDUCATIONAL SCIENCE AND TECHNOLOGY)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.033 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i2.2892

Abstract

 AbstrakLatarbelakang:Perkembangan kemampuan motorik balita akan sangat membantu untuk melakukan eksplorasi dan mempraktikan kemampuan yang baru. BerdasarkanHasil observasi didapatkanbeberapaanak tidak dapat melakukan tahapan perkembangan motorik halusnya seperti anak usia 2 tahun sebanyak 3 orang anak tidak dapat memegang sendiri gelas. Dan anak usia 3 tahun sebanyak  4 orang anak tidak bisa membuat garis sesuai dengan perintah. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dan ekonomidengan perkembangan motorik halus anak usia2 sampai 3 di wilayah kerja puskesmas Lima Kaum1. Metode:Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 110 orang anakusia 2-3 tahun dan sampelnya 50 orang, cara pengambilan sampel dengan menggunakan Metode AccidentalSampling. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2017. Pengukuran data dilakukan  dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan ujiChi-square. Hasil:Diketahui responden yang memiliki status gizibaik (58%), ekonomi tinggi (56%) dan perkembangan motorik halus sesuai (52%). Hasil uji statistic menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara status gizi(p = 0,002)nilai OR 8,400 dan ekonomi (p = 0,025) nilai OR 4,524 dengan perkembangan motorik halus anak usia 2-3 tahun. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan ekonomi dengan perkembangan motorik halus anak usia 2-3 tahun. Oleh karena itu tingkat ekonomi dapat mempengaruhiperkembangan motorik halus pada anak, orang tua yang memiliki tingkat ekonomi yang tinggi cenderung memiliki anak dengan perkembangan motorik halussesuai. Disarankan kepada orang tua agardapat memberikan asupan makanan bergizi seimbang untuk anaknya.Kata Kunci     : Ekonomi, perkembanganmotorikhalus, status giziAbstract: Background: Growth and development is a dynamic process throughout human life. Based on the observation results obtained some children can not do the stages of fine motor development like 2-year-old child as much as 3 children can not hold their own glass. And children aged 3 years as many as 4 children can not make lines in accordance with the command. Objective:This study aims to determine the relationship between nutritional and economic status with the smooth motor development of children aged 2 to 3 working area of Puskesmas Lima Kaum 1. Method:This research uses descriptive analytic method with quantitative research type and cross sectional approach. The population in this study were as many as 110 children aged 2-3 years and samples of 50 people, the way of sampling using Accidental Sampling Method. The study was conducted October 2017. The data were measured using questionnaires and interviews. Data analysis in this research use frequency distribution and Chi-square test.Results:Known respondents who have good nutritional status (58%), high economy (56%) and smooth motor development appropriate (52%). The result of statistical test shows that there is a significant correlation between nutritional status (p = 0,002) OR 8,400 and economic value (p = 0,025) OR value 4.524 with fine motor development of 2-3 year oldchild.The conclusion of this study is that there is a significant relationship between nutritional status and economy with the smooth motor development of children aged 2-3 years. Therefore of that economic level can affect the smooth motor development in children, parents who have high economic rates tend to have children with appropriate fine motor development. It is recommended to parents to be able to provide balanced nutritious food intake for theirchildKeywords        : Economics, smooth motor development, nutritional status
Systematic Review; Akbat Bencana Alam Terhadap Penderita Diabetes Mellitus Handayani, Vitria Wuri; Aryanto, Anang Fajar; Kurniawan, Dedy
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 2 (2020): J-HESTECH (JOURNAL OF HEALTH EDUCATIONAL SCIENCE AND TECHNOLOGY)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.539 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i2.2927

Abstract

AbstrakLatar Belakang            Kejadian bencana di dunia meninggalkan banyak masalah, diantaranya adalah masalah kesehatan baik fisik maupun jiwa. Korban bencana dengan penyakit kronis seperti diabetes mellitus (DM) tercatat juga meningkat setelah terjadinya  bencana.Tujuan: Untuk mempelajari tentang dampak dari bencana alam terhadap penderita DMBahan dan Metode: review literatur dari tiga jurnal ilmiah yang telah diambil dari google scholar yang kemudian disaring dan dipilih sesuai dengan tujuan dari penulis.Hasil:Pada minggu-minggu setelah terjadinya bencana, kehilangan harta benda, kehilangan keluarga, mengakibatkan perubahan dalam diet glukosa sehari-hari, kurangnya konsumsi obat-obatan diabetes, stres emosional yang mengakibatkan gangguan pada kontrol glukosa yang dapat mengarah kepada kekurangan kadar glukosa (hypoglicemi) atau kelebihan kadar glukosa (hyperglicemi)Beberapa kejadian bencana di dunia seperti kejadian badai Katrina di Amerika, tsunami Fukushima di Jepang menunjukkan bahwa bencana alam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan stres pada korban bencana yang berhubungan dengan menurunnya kontrol terhadap glukosa dalam periode setahun setelah terjadi bencana. Tetapi ada juga penelitian yang tidak menemukan pengaruh yang signifikan bencana terhadap penderita DM.  Review jurnal ini memberi gambaran secara literatur tentang penelitian yang dilakukan untuk melihat pengaruh dari bencana alam terhadap penderita DM.Keywords: Bencana, Diabetes Mellitus, Dampak bencanaKey word: Disaster, Diabetes Mellitus, Disaster Impact
Hubungan Kenaikan Berat Badan Berdasarkan Body Mass Indeks Dengan Kejadian.Pre.Eklampsia.Pada.Ibu.Hamil. Di Praktik Mandiri Bidan Wilayah Kerja Puskesmas.Jogoloyo Jombang Ningrum, Nining Mustika
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 2 (2020): J-HESTECH (JOURNAL OF HEALTH EDUCATIONAL SCIENCE AND TECHNOLOGY)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.543 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i2.3085

Abstract

Abstrak : Preeklampsi atau yang sering disebut sebagai keracunan dalam kehamilan merupakan kasus yang sering terjadi pada kehamilan dan salah satu pnyebab kematian terbesar di dunia. Kasus Mortaliti pada ibu tersebut disebabkan karena adanya keterlambatan dalam penanganan dan ketidaktahuan ibu terhadap gejala klinis preeklampsia. Gejala dini yang sering terjadi pada kasus preekllampsia adalah kenaikan berat badan yang signifikan dalam waktu yang relative singkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan.peningkatan berat badan.berdasarkan Body Mass Indeks dengan. Preeklampsia di Praktik Mandiri Bidan wilayah kerja Pukesmas Jogoloyo Kabupaten Jombang. Design penelitian ini analitik korelasional dengan metode cross sectional, dengan menggunakan sampel sebagian ibu hamil trimester III yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu 30 responden dengan teknik simple.random.sampling. Variabel : kenaikan berat badan berdasarkan Body Mass Indeks dan kejadian preeclampsia pada ib u hamil. Instrumen penelitian ini checklist, Buku KIA dan dilakukan uji statistic menggunakan “wilcoxon” dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hamper setengah responden yaitu 14 responden (46,7%) memiliki kenaikan berat badan berlebih dan sebagian responden tidak mengalami preeklampsia yaitu sebanyak 22 responden (73,3%). Hasil Uji ρ = 0,01. Diperoleh ρ<α atau 0,01<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara kenaikan berat badan berdasarkan Body Mass Indeks dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Disarankan pada bidan agar memasukkan materi tentang preeklampsia pada saat kelas ibu hamil dan terutama tentang skrining/deteksi dini preeklampsia terhadap setiap ibu hamil.                                                                                                         Kata Kunci : Body Mass Indeks, Pre-eklampsia, Ibu Hamil

Page 7 of 19 | Total Record : 189


Filter by Year

2018 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 1 (2024): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 6 No. 2 (2023): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 6 No. 1 (2023): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 5 No. 2 (2022): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 5 No. 1 (2022): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 2 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 1 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 4 No 1 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 1 (2020): JURNAL HESTECH VOL.3 NO.1 Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL HESTECH VOL.3 NO.1 Vol 3 No 2 (2020): J-HESTECH (JOURNAL OF HEALTH EDUCATIONAL SCIENCE AND TECHNOLOGY) Vol. 3 No. 2 (2020): J-HESTECH (JOURNAL OF HEALTH EDUCATIONAL SCIENCE AND TECHNOLOGY) Vol. 3 No. 1 (2020): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Hestech Vol 2. No 2 Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Hestech Vol 2. No 2 Vol 2 No 1 (2019): Jurnal J-HESTECH vol.2 no.1 Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal J-HESTECH vol.2 no.1 Vol. 2 No. 2 (2019): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 2 No. 1 (2019): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.2 Vol 1 No 2 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.2 Vol 1 No 1 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.1 Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.1 Vol. 1 No. 2 (2018): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 1 No. 1 (2018): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) More Issue