cover
Contact Name
Delipiter Lase
Contact Email
-
Phone
+6282113755597
Journal Mail Official
jurnal@sttsundermann.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Street No. 19 Gunungsitoli, Sumatera Utara
Location
Kota gunungsitoli,
Sumatera utara
INDONESIA
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan STT BNKP Sundermann
ISSN : 19793588     EISSN : 27158969     DOI : https://doi.org/10.36588/sundermann
Jurnal Sundermaan is a scientific journal that publishes the result of studies and researches in the areas related to theology, Christian education, and socio-culture studies. This journal focused on novelty and innovation in the field of Biblical studies, Christian theology, Educational science, Sociology, and Religious studies. The audiences of this journal are graduate students, academicians, practitioners, and others who are interested in theology, religion, education, social, and cultural issues.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 2 (2025): Desember 2025" : 6 Documents clear
Tantangan Orang Percaya Menghadapi Kekristenan Progresif: Jawaban Alkitabiah Dalam Mempertahankan Iman Pattinaja, Aska Aprilano
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 18 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v18i2.152

Abstract

Kekristenan Progresif sementara menjadi pembahasan dan kajian banyak Hamba Tuhan dalam beberapa waktu terakhir ini. Perkembangannya semakin signifikan di mana ajarannya mulai diterima di Indonesia dan mengubah konsep kekristenan konservatif yang berdasarkan pemahaman Alkitabiah. Terlihat sama sebagai orang Kristen tetapi para penganut kepercayaan kekristenan progresif berdiri di atas fondasi iman yang berbeda. Penelitian ini dilakukan sebagai antitesis terhadap berbagai pengajaran Kekristenan progresif yang mencoba meredefenisi ulang iman kepercayaan mengenai keselamatan, dan Alkitab sebagai Firman Tuhan. Berdasarkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, maka penelitian ini menemukan, pertama, keselamatan adalah anugerah Allah bukan karena perbuatan baik atau menjadi orang baik; kedua, keselamatan diperoleh karena mengaku dengan mulut dan percaya di dalam hati kepada Yesus Kristus; ketiga, Alkitab adalah Firman Allah, berasal dari Allah yang diilhamkan kepada Para Rasul. Penelitian ini menjadi peringatan bagi setiap orang percaya agar kembali meneliti nilai-nilai kebenaran Alkitabiah dan menolong mereka untuk tetap mempercayai Alkitab sebagai Injil Kebenaran dan menolak berbagai ajaran yang menyesatkan.
Kajian Teologis Pernikahan Kudus Berdasarkan Kitab Kidung Agung Sebagai Kritikan Terhadap Penyimpangan Dalam Ikatan Pernikahan Budiman, Sabda; Laukapitang, Yunus DA
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 18 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v18i2.165

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu bagian dari tahap kehidupan manusia yang lazim terjadi. Inisiatif dari pernikahan ialah Allah sendiri. Dasar, tujuan, dan esensi dari pernikahan sesungguhnya telah jelas ditetapkan oleh Allah. Namun dalam kenyataannya, banyak penyimpangan yang terjadi. Kasus seperti seks di luar nikah, LGBT, Kumpul Kebo, poligami dan juga perceraian turut merusak dasar dan esensi dari pernikahan. Oleh karena itu, artikel ini ditulis guna memberikan sumbangsih bagi gereja dalam mempertegas dasar Alkitab tentang pernikahan kudus sekaligus mengkritisi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam pernikahan. Penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan (library reaserch) dan pendekatan eksegesis guna menemukan makna yang utuh dari teks yang dikaji. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa masa berpacaran merupakan momen yang indah yang seharusnya menjadi awal terbentuknya keluarga. Kemudian dalam berpacaran juga terdapat batasan keintiman serta seks harus dinikmati dalam ikatan pernikahan. Relevansi bagi pernikahan kudus yaitu pernikahan adalah hubungan yang dilakukan oleh pria dan wanita, penolakan akan hubungan seks di luar pernikahan, dan hubungan dan kehidupan suami-isteri harus didahului dengan upacara pernikahan yang resmi.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Kristen Melalui Teknologi Pendidikan Bagi Generasi Z dan Alpha Telaumbanua, Sozawato; Dakhi, Nella Novianti; Gulo, Cari Iman
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 18 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v18i2.178

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK). Generasi Z dan Alpha, yang hidup dan bertumbuh dalam lingkungan digital, sangat bergantung pada teknologi dalam hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi digital dalam pembelajaran PAK, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pendidik dan peserta didik, serta merumuskan strategi pemanfaatan teknologi yang relevan dan efektif untuk generasi Z dan Alpha. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa teknologi mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas akses terhadap sumber informasi, serta mendukung interaksi dan kolaborasi yang lebih luas. Meskipun demikian, sejumlah tantangan juga muncul, seperti ketergantungan berlebihan pada perangkat digital, berkurangnya interaksi sosial tatap muka, serta potensi penyalahgunaan media digital. Karena itu, diperlukan strategi yang tepat dalam pemanfaatan teknologi, termasuk pelatihan kompetensi digital bagi pendidik, penggunaan platform pembelajaran interaktif, serta pengembangan konten digital yang relevan dengan karakteristik generasi Z dan Alpha. Dengan pendekatan yang terarah, teknologi dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran PAK di era digital, memudahkan guru dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Ketentuan Hukum Hak-Hak Manusia dalam Keluaran 23:1-9 dalam Menciptakan Keadilan bagi Semua Orang Sianipar, Magel Haens; Aritonang, Udur Ernita
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 18 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v18i2.196

Abstract

Keluaran 23:1-9 merupakan bagian dari Kitab Perjanjian (KP) yang memuat aturan peradilan yang ditetapkan oleh Allah untuk Israel. Meskipun dalam bingkai luar Kitab Perjanjian, redaktur dikemudian hari menyatukan bagian ini dengan Kel.23:10-13. Pasal ini secara khusus berbicara mengenai aturan peradilan yang diberikan oleh Allah kepada bangsa Israel. Teks ini bukanlah hukum terkait keputusan dalam perkara, melainkan aturan-aturan yang menjelaskan integritas seseorang atau Israel dalam konteks pengadilan. Ketentuan ini melibatkan aspek yang meluas, dari kehidupan bersama hingga perlakuan terhadap musuh dan orang asing. Teks berada dalam konteks aturan pengadilan, menekankan pentingnya integritas dalam berperan sebagai pengadil, saksi, terdakwa, atau penggugat. Keadilan Yahwe terwujud dalam menjaga keadilan dan kebenaran dalam proses hukum. Melalui metode Teologia Biblis, penulis pertama-tama menggali makna kata kunci dan konteks historis teks dengan pendekatan hermeneutika Historis Kritis, dan kemudian menyimpulkan gagasan teologis dalam Kel.23:1-9 dengan tinjauan teologia biblis. Kesimpulan teologis dalam teks, menyoroti keadilan Yahwe yang tidak berpihak, setara, pro kebenaran, berlaku untuk semua, mengandung kebebasan, dan memiliki batasan penghukuman yang adil. Keadilan ini mencerminkan integritas umat Yahwe yang hidup dalam kebenaran, kejujuran, dan kasih kepada semua, tanpa memandang status atau asal-usul, melibatkan solidaritas dan cinta terhadap sesama, musuh, dan orang asing. Keseluruhan, Keluaran 23:1-9 menjadi panduan nilai-nilai keadilan yang relevan bagi orang percaya pada masa kini.
Memahami Eklesiologi sebagai Dasar Pengorganisasian Penatalayanan Gereja Simanjuntak, Leonardo Pebriadi; Tampubolon, Andreas Tanada
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 18 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v18i2.199

Abstract

Gereja dalam perkembangannya telah mengalami begitu banyak perubahan terutama mengenai pengorganisasian penatalayanan gereja. Terlebih dalam pemahaman eklesiologi sebagai dasarnya, karena ini merupakan kajian teologis tentang gereja yang mencakup hakikat fungsi, serta struktur kepemimpinan dan organisasi. Pemahaman ini menjadi dasar penting dalam membangun pengorganisasian penatalayanan gereja, sebab gereja tidak hanya Lembaga keagamaan, tetapi sebagai tubuh Kristus yang hadir di tengah dunia. Penatalayanan dalam gereja bertujuan mengatur pelayanan secara terstruktur sehingga sumber daya rohani, material dan manusia dapat dikelola dengan efektif demi mencapai misi Kristus. Tulisan ini menekankan bahwa eklesiologi yang sehat harus bersifat kontekstual, yaitu berakar pada Alkitab sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika budaya, sosial dan sejarah jemaat. Fungsi utama gereja diwujudkan dalam tiga aspek, yaitu koinonia (persekutuan), marturia (kesaksian) dan diakonina (pelayanan). Dalam praktiknya, kepemimpinan gereja dipahami sebagai panggilan rohani dimana Kristus adalah Kepala Gereja, namun gereja tetap memerlukan pemimpin yang mampu mengatur dan membimbing jemaat. Dalam tulisan ini diuraikan juga ada empat system kepemimpinan gereja, yaitu kongregasional, episkopal, sinodal dan presbiterial, masing-masing dengan karakteristik dan tantangan tersendiri. Dengan demikian, eklesiologi berfungsi bukan hanya sebagai doktrin, tetapi juga sebagai dasar praktis dalam pengorganisasian gereja agar tetap relevan, bertumbuh dan setia pada panggilannya di tengan perubahan zaman. Kata kunci: gereja, misi kristus, koinonia, diakonia, marturia
Public Theology of the Gereja Protestan Maluku in Management of Religious Plurality in Ambon City Nanlohy, Kevin Tomy; Gaspersz, Steve Gerardo Christoffel
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 18 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v18i2.235

Abstract

Artikel ini membahas peran publik Gereja Protestan Maluku (GPM) dalam mengelola pluralitas agama di Kota Ambon pascakonflik sosial 1999-2004. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif naratif, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana transformasi teologis GPM dari eksklusivisme menuju pluralisme berkontribusi pada rekonsiliasi sosial dan pembangunan perdamaian lintas agama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatoris, serta analisis dokumen gerejawi seperti Ajaran Gereja GPM dan Pola Induk Pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPM menegaskan misi gerejanya melalui teologi publik yang bersifat interkontekstual, yaitu refleksi iman yang menghubungkan dimensi spiritual, sosial, dan budaya secara dialogis. Pendekatan ini diwujudkan dalam berbagai inisiatif konkret, seperti pendidikan perdamaian, pemberdayaan ekonomi lintas agama, program live-in antarumat, serta revitalisasi tradisi lokal Pela-Gandong sebagai instrumen rekonsiliasi kultural. Melalui strategi ini, GPM tidak hanya berperan sebagai lembaga religius, tetapi juga sebagai aktor sosial yang aktif mendorong keadilan struktural dan kohesi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teologi publik GPM merupakan model praksis iman kontekstual yang mampu mentransformasi luka sejarah menjadi energi sosial untuk membangun tatanan masyarakat plural yang damai dan berkeadilan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6