cover
Contact Name
Pada Lumba
Contact Email
padalumba@gmail.com
Phone
+6282172150290
Journal Mail Official
apteknikft@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai Desa Kumu, Rambah Hilir 28557 Rokan Hulu, Riau
Location
Kab. rokan hulu,
Riau
INDONESIA
APTEK
ISSN : 20852630     EISSN : 26559897     DOI : -
Core Subject : Engineering,
APTEK (Aplikasi Teknologi) menerbitkan manuskrip penelitian terkait dengan ilmu teknik. Tujuan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan studi ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan teori dan konsep-konsep ilmu pengetahuan serta penerapannya pada bidang teknik. Ketentuan penerbitan, manuskrip tidak pernah dipublikasikan atau tidak sedang diajukan di jurnal lain.
Articles 167 Documents
Karakterisasi Hasil Pack Carburizing Menggunakan Campuran Serbuk Arang Kayu Jati Dan Cangkang Sawit Pada Baja Aisi 1040 Setelah Double Quenching Bambang Prahoro Aji; Hakim Nasution, Lukman; TO Rajagukguk; Chandra Aditiya; Candra Irianto; Aditya Sapta Nugraha; Weriono; Nazaruddin; Heri Suripto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2695

Abstract

Hasil karakterisasi proses pack carburizing menggunakan campuran serbuk arang kayu jati dan cangkang sawit berukuran mesh 40 dengan perbandingan 1:1 pada baja AISI 1040 setelah double quenching dilakukaan dengan X-Ray Fluorescence portable dan Field Emission Scanning Electron Microscopes Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy. Raw material (RA) yaitu baja AISI 1040 yang dipanaskan pada suhu 8000C dengan holding time 120 menit sebagai spesimen A, dan 8000C dengan holding time 360 menit sebagai spesimen B, dimana ukuran masing-masing spesimen adalah tebal 3 mm, panjang 50 mm dan lebar 20 mm; menggunakan media pendingin air biasa 1.200 ml. Hasil analisis karakterisasi X-Ray Fluorescence portable menunjukkan peningkatan nilai persentase kadar unsur Fe sebesar 1,04% dan Si 0,04% pada spesimen A, dan pada spesimen B unsur Fe sebesar 0,4% dan Si sebesar 0,18% dibandingkan dari Fe dan Si pada spesimen RA. Sedangkan berdasarkan analisis karakterisasi Field Emission Scanning Electron Microscopes Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy manunjukkan bahwa distribusi ukuran partikel lebih menstubtitusi ke area permukaan spesimen B, yang menunjukkan proses pack carburizing menggunakan campuran serbuk arang kayu jati dan cangkang sawit berukuran mesh 40 setelah double quenching terbaik untuk meningkatkan ketahanan aus baja AISI 1040 adalah pada suhu 8000C dengan holding time selama 360 menit.
Karakterisasi Hasil Pack Carburizing Menggunakan Campuran Serbuk Arang Tulang Sapi Dan Arang Batok Kelapa Pada Baja Aisi 1040 Setelah Double Quenching Aditya Sapta Nugraha; Hakim Nasution, Lukman; TO Rajagukguk; Chandra Aditiya; Candra Irianto; Bambang Prahoro Aji; Nazaruddin; Heri Suripto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2696

Abstract

Hasil karakterisasi proses pack carburizing menggunakan campuran serbuk arang tulang sapi dan arang batok kelapa berukuran mesh 40 dengan perbandingan 1:1 pada baja AISI 1040 setelah double quenching dilakukaan dengan X-Ray Fluorescence portable dan Field Emission Scanning Electron Microscopes Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy. Raw material (RA) yaitu baja AISI 1040 yang dipanaskan pada suhu 8000C dengan holding time 2 jam sebagai spesimen A, dan 8000C dengan holding time 6 jam sebagai spesimen B, dimana ukuran masing-masing spesimen adalah tebal 3 mm, panjang 50 mm dan lebar 20 mm; menggunakan media pendingin air es 1.200 ml. Hasil analisis karakterisasi X-Ray Fluorescence portable menunjukkan nilai kadar unsur dan jenis unsur utama yang di ambil adalah Fe dan Ti sebab kedua unsur ini yang sangat berperan penting untuk ketahanan aus pada baja AISI 1040. Nilainya meningkat sebesar 0,46% hingga 2,07% dibandingkan spesimen RA dan B, serta 5,33% hingga 7,95% dibandingkan spesimen RA dan B. Sedangkan hasil analisis karaterisasi dengan Field Emission Scanning Electron Microscopes Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (FESEM-EDS) menunjukkan bahwa morfologi spesimen A yang menandakan unsur karbon (C) lebih merata menyebar dan melapisi permukaan spesimen meskipun bentuk bulat, lonjong dan perseginya tidak sempurna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pack carburizing menggunakan campuran serbuk arang tulang sapi dan arang batok kelapa berukuran mesh 40 pada baja AISI 1040 berhasil di lakukan dengan proses terbaik adalah pada suhu 8000C, holding time selama 2 jam.
Pengaruh Pack Carburizing Menggunakan Campuran Serbuk Arang Tulang Sapi Dan Arang Batok Kelapa Pada Baja Aisi 1040 Setelah Double Quenching Berdasarkan Analisis Menggunakan Xrf Dan Fesem-Eds Candra Irianto; Hakim Nasution, Lukman; TO Rajagukguk; Chandra Aditiya; Aditya Sapta Nugraha; Bambang Prahoro Aji; Nazaruddin
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2697

Abstract

Hasil analisis karakterisasi proses pack carburizing menggunakan campuran serbuk arang tulang sapi dan arang batok kelapa berukuran mesh 40 dengan perbandingan 1:1 pada baja AISI 1040 setelah double quenching menggunakan oli SAE 50 dilakukaan berdasarkan hasil uji X-Ray Fluorescence portable dan Field Emission Scanning Electron Microscopes Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy. Spesimen uji raw material (RA) adalah baja AISI 1040, kemudian dipanaskan pada suhu 8000C dengan holding time 1 jam sebagai spesimen I, dan 8000C dengan holding time 5 jam sebagai spesimen II. Ukuran masing-masing spesimen adalah tebal 3 mm, panjang 50 mm dan lebar 20 mm. Hasil analisis karakterisasi X-Ray Fluorescence menunjukkan terjadinya peningkatan nilai unsur Fe tertinggi pada spesimen II sebesar 0,99% dengan penambahan unsur Ti 0,10%. Sedangkan hasil analisis karakterisasi menggunakan Field Emission Scanning Electron Microscopes Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (FESEM-EDS) menunjukkan bahwa morfologi spesimen II dengan sebaran partikel berbentuk granul lebih sedikit dibandingkan speseimen I yang menunjukkan bahwa unsur karbon (C) spesimen II lebih menstubtitusi ke area permukaan baja AISI 1040. Sehingga proses pack carburizing pada suhu 8000C dengan holding time 5 jam, double quenching menggunakan oli SAE 50 dapat meningkatkan kekerasan untuk ketahan aus baja AISI 1040.
Identifikasi Kualitas Air dan Analisis Logam Berat di Sungai Batang Lubuh Kab. Rokan Hulu Hatika, Rindi Genesa; Daruwati, Ika
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.2760

Abstract

Sungai Batang Lubuh merupakan salah satu sungai yang besar di kabupatan Rokan Hulu, Riau. Sungai ini melewati banyak kecamatan dan mempunyai nilai penting bagi penduduk yang tinggal disekitar. Penelitian mengambil lokasi yang berdekatan dengan galian pasir yang berada di Tanjung Berani, Kec. Bangun Purba Timur. Mengingat daerah aliran sungai batang lubuh yang berada disana digunakan sebagai tempat rekreasi dan terdapat galian pasir. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran beberapa parameter untuk mengukur kualitas air seperti suhu, kecerahan, kekeruhan, pH, TSS, DO dan BOD5 serta Pengukuran kandungan logam berat menggunakan metoda Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Secara umum kualitas perairan di Sungai Batang Lubuh masih layak dan mendukung untuk kehidupan organisme. Rata-rata kandungan logam pada air sungai antar stasiun bervariasi, untuk logam Zn dan Cr lebih tinggi yaitu (1,9785 ± 1,2231 mg/L) dan (0,6893 ± 0,0359 mg/L ) dari pada logam Cu dan Hg (0,1952 ± 0,1280 mg/L) dan (0,1265 ± 0,0086 mg/L)
Pengaruh Variasi Sudut Kampuh Single V Terhadap Kekuatan Butt Joint Dengan Las SMAW Pada Plat Baja A36 Jupri, Jupri Yanda Zaira
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.2787

Abstract

Pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW) adalah suatu proses pengelasan busur listrik Manual, Pengelasan ini proses penyambungan dua atau lebih benda logam yang menggunakan energi panas untuk menggabung benda kerja dengan pengisian elektroda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi sudut kampuh las sambungan single V butt joint posisi 1G plat berbahan baja A36. Pengelasan ini menggunakan elektroda E7016 diameter 3,2 mm. Sebelum benda kerja dilakukan penyambungan terlebih dahulu dilakukan raw material untuk mengetahui kekuatan tarik benda yang digunakan. Bakal benda kerja di buat dan dilakukan tack weld dengan variasi sudut kampuh (included angle) sebesar 60°, 65° dan 70°. Hasil benda kerja yang sudah dilas dilakukan Visual Test dan NDT Penetrant Test, dimana hasil benda kerja dipastikan bebas dari cacat las (Sesuai dengan standard TWI Acceptance Level). Hasil yang sudah bebas dari cacat las selanjutnya dilakukan pembentukan specimen uji dengan ukuran (uji tarik dan bending 200x20x10 mm, uji impact 55x10x10 mm sesuai standard ASTM E23). Dari specimen dilakukan pengujian tarik diperoleh hasil kekuatan tarik terbesar terjadi pada sudut kampuh 60o rata – rata sebesar 675,148 MPa, untuk pengujian bending diperoleh hasil kekuatan bending terbesar terjadi pada sudut kampuh 65o dengan rata – rata 8,86 kN, sedangkan untuk uji impact hasil terbesar terjadi pada sudut kampuh 70o rata – rata sebesar 2,24 J/mm2. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sudut kampuh pengelasan dapat mempengaruhi terhadap kekuatan mekanis sambungan.
Analisa Kualitas Air Tanah Studi Kasus Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru Rabiah
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.2848

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah kondisi air tanah di Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru. Kondis lapangan bahwa warga membuang sampah dengan baik. Analisis model sebaran kualitas pH, Konduktivitas, TDS dan Kekeruhan air tanah di daerah penelitian menggunakan metode Geokimia. Berdasarkan peta penyebaran dua dimensi dan profil penampang barat – timur dan Utara Selatan telah mengambarkan kualitas air tanah di daerah penelitian dan diperoleh informasi mengenai penyebaran dan fluktuasi yang masih sesuai dengan baku mutu. Dari hasil pengolahan data Geokimia dapat diambil kesimpulan bahwa air tanah di Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru layak untuk dikonsumsi karena parameter pH, TDS, konduktivitas dan kekeruhan semuanya sesuai standar baku mutu sehingga layak dikonsumsi.
Rancang Bangun Mesin Pemarut Sagu Dengan Metode Grater (Cakra) Novison, Roni
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.2900

Abstract

Rancang bangun mesin pemarut sagu adalah sebuah rencana untuk membuat mesin yang dapat digunakan untuk memproses sagu menjadi tepung sagu dengan lebih efisien. Mesin ini dirancang dengan menggunakan prinsip mekanik dan teknologi modern untuk menggantikan cara tradisional dalam memproses sagu yang memakan waktu dan tenaga. Metode yang digunakan pada mesin pemarut sagu ini yaitu grater (cakra). Mesin ini terdiri dari beberapa komponen seperti pemarut grater (cakra), besi poros, motor Listrik, dan rangka. Dari mesin pemarut sagu ini didapatkan motor Listrik dengan daya 0,5 HP serta putaran 1400 RPM kemudian dihubungkan menggunakan sabuk-V Type A 62 dengan jarak sumbu poros 536,170 mm sedangka puli kecil diameter 76,2mm puli besar diameter 152,4mm, dan bahan poros yang digunakan S40C AISI 1040 kemudian jenil bantalan yang digunakan ASB pillow blok bearing ucp 205 dan mesin menggunakan rangka besi UNP 30mm x 38mm x 5mm.Mesin ini untuk memudahkan pengoperasian dan memastikan konsistensi produk hingga akhir. Tujuan dari mesin ini adalah untuk meningkatkan produksi dan kualitas tepung sagu secara massal, serta membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani sagu dengan mengurangi kerja fisik yang berat dalam memproses sagu secara manual. Dalam penelitian ini, dirancang sebuah mesin pemarut sagu dengan mode cakra (disc) yang dilengkapi dengan duri-duri pada permukaannya yang berfungsi sebagai mata pemarut. Penggerak mesin ini menggunakan motor AC dengan daya 0,5 hp dan putaran 1400 rpm. Mesin pemarut sagu ini memiliki kapasitas memarut sagu sebanyak 10 kg, dengan hasil parutan sebanyak 5 hingga 7 kg setiap menitnya. Mesin ini membutuhkan daya listrik sebesar 2,62 kWh untuk memarut sagu dari bahan mentah hingga siap diolah dengan berat total 10 kg dalam waktu 6 hingga 7 menit
Perancangan Mesin Pengering Sagu Tipe Rotary Dryer Dengan Sirip Right Anglet Dan Screw Bersumber Panas Biomasa Novison, Roni
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.2903

Abstract

Mesin pengering sari pati sagu ini dirancang untuk membantu petani sagu, khususnya di Kab. Kepulauan Meranti, mengolah sari pati sagu basah menjadi tepung sagu siap pakai. Mesin ini menggunakan tipe rotary dryer yang dipilih karena mampu mengeringkan bagian luar dan dalam padatan dengan efisiensi panas tinggi dan pencampuran yang baik. Drum rotary dilengkapi dengan sirip atau fin yang membolak-balikkan produk agar terkena aliran uap panas secara merata. Dimensi drum mesin adalah 36 cm dengan panjang 144 cm, dilengkapi sirip screw pada inlet dan outlet, serta sirip right angled di bagian tengah. Pengujian dilakukan dengan memasukkan bahan dari lubang inlet, kemudian drum berputar secara kontinu dengan kecepatan 20 rpm, dengan udara panas dari blower yang dihasilkan oleh tungku pembakaran biomassa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu, hasil output pati sagu, dan bentuk sirip terhadap proses pengeringan dengan variasi sudut drum 1˚ dan 3˚. Hasil pengeringan diukur dengan mengukur kadar air basah sebelum dan sesudah proses pengeringan. Mesin ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tepung sagu dengan kadar air akhir sebesar 13%, meningkatkan hasil pengeringan, dan membantu petani mengatasi masalah dalam proses pengeringan sagu.
Effect of Temperature and Roasting Duration on the Quality of Roasted Peanuts in Bin Roaster With Burner Heating : An Experimental Investigation Checilia, Azzahra Dwi; Ma'a, Mustaza; Wijianto, Agus; Nugraha, Nurcahya
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.2907

Abstract

Kacang sangrai merupakan salah satu jenis pengolahan kacang tanah yang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar peluangnya di Indonesia. Kacang sangrai cukup digemari sebagai cemilan karena rasanya yang manis dan masa penyimpanannya tahan lama. Untuk dapat efektif, diperlukan pula cara penyangraian yang benar. Seperti pengaturan temperatur dan lama penyangraiannya. Adapun jenis penyangraian yang menggunakan bantuan media pasir.Penelitian ini dilakukan untuk melakukan pengujian eksperimental terhadap proses penyangraian kacang, Dimana proses penyangraian dilakukan dengan 2 variabel bebas, yaitu variasi suhu dan variasi media penyangraian. Untuk suhu menggunakan 3 variasi pengujian, yaitu 150 C, 165C, dan 180C. Sedangkan variabel media penyangraian menggunakan 2 variasi, yaitu dengan menggunakan media pasir dan tanpa menggunakan media pasir. Metode pengambilan data berupa pengambilan data eksperimental temperatur di 5 titik setiap 5 menit sekali. Dilakukan hingga kacang berubah warna kecoklatan (matang). Dari hasil pengujian, didapatkan hasil kacang sangrai yang baik pada saat pengujian temperatur 180 C dengan menggunakan bantuan media pasir. Tingkat kegosongan kacang sebesar 2% dari 1 Kg pengujian, butir kacang rusak sebanyak 18gr, lama waktu penyangraian 1 kg kacang selama 25 menit, dan pengurangan kadar air pada kacang mencapai 20%
Perbaikan Sifat Mekanis Baja SUP9A Untuk Bahan Pisau Dodos Sawit Dengan Cara Perlakuan Panas haidil, haidil fauzir
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.2969

Abstract

Material baja SUP9A dengan variasi holding time 30 menit dan 45 menit dan media pendingin air, larutan garam dan oli bekas. Harga impact tertinggi terjadi pada saat holding time 45 menit dengan media pendingin oli bekas yaitu sebesar 0,37 J/mm² dan 0,47 J/mm² dan 1,35 J/mm². Karena adanya pengaruh holding time dan quenching pada material JIS SUP 9A dalam hasil perlakuan panas terhadap harga impak dimana holding time semakin lama akan mengembalikan sifat keuletan material JIS SUP9A dan media pendingin air, larutan garam dan oli bekas memiliki viskositas yang berbeda-beda visositas akan memperlambat proses pendinginan. Dengan adanya media oli bekas memiliki viskositas tertinggi akan memperlambat pendinginan sehingga keuletan material SUP9A lebih tinggi. Sedangkan kekerasan tertinggi terjadi pada saat holding time 30 menit yaitu 1.229,33 MPa. Karena semakin lama menahan material waktu saat dipanaskan didalam furnace akan menurunkan tingkat kekerasan material. Hasil mikrostruktur terlihat struktur martensit dengan media pendingin oli bekas