cover
Contact Name
Pada Lumba
Contact Email
padalumba@gmail.com
Phone
+6282172150290
Journal Mail Official
apteknikft@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai Desa Kumu, Rambah Hilir 28557 Rokan Hulu, Riau
Location
Kab. rokan hulu,
Riau
INDONESIA
APTEK
ISSN : 20852630     EISSN : 26559897     DOI : -
Core Subject : Engineering,
APTEK (Aplikasi Teknologi) menerbitkan manuskrip penelitian terkait dengan ilmu teknik. Tujuan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan studi ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan teori dan konsep-konsep ilmu pengetahuan serta penerapannya pada bidang teknik. Ketentuan penerbitan, manuskrip tidak pernah dipublikasikan atau tidak sedang diajukan di jurnal lain.
Articles 167 Documents
Prediksi Retak Perkerasan Jalan Pada Campuran Cold Mix Asphalt (CMA) Lapis Aus Susanto, Hery Awan; Bambang Edison; Dani Nugroho Saputro
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2423

Abstract

Cold Mix Asphalt dikenal sangat ramah lingkungan namun memiliki beberapa kerugian, salah satunya adalah menurunnya kekuatan dari perkerasan jalan itu sendiri. Dengan menurunnya kekuatan pada perkerasan jalan, akan sangat memungkinkan bila terjadi retak. Retak dapat disebabkan apabila tegangan tarik yang terjadi pada lapisan aspal melampaui tegangan tarik maksimum yang mampu ditahan oleh perkerasan tersebut. Penelitian ini membahas tentang prediksi retak pada lapis AC-WC campuran cold mix asphalt menggunakan variabel temperatur dengan suhu 50, 60, 70o C durasi rendaman selama 2, 4, dan 6 jam. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah eksperimental, dimana untuk memprediksi retak perkerasan jalan digunakan alat ITS (Indirect Tensile Strength). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai ITS untuk masing-masing besarnya temperatur 25, 50, 60, 70 oC rata-rata sebesar 291,99, 227,31, 187,84, dan 148,2 kPa. Sedangkan untuk rendaman selama 0, 2, 4, 6 jam didapatkan rata-rata sebesar 291,99, 261,78, 230,54, dan 210 kPa. Dapat disimpulkan bahwa dengan bertambahnya temperatur dan lamanya rendaman, akan meningkatkan potensi retak yang terjadi pada perkerasan tersebut.
Analisis Pengujian Sorptivity Pada Mortar Geopolimer Abu Sawit Dengan Substitusi Portland Composite Cement Syarif, Harriad Akbar; Antonius; Prabowo Setiyawan
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2497

Abstract

Penelitian ini membahas tentang mortar geopolimer dengan abu sawit sebagai bahan pengikat. Larutan alkali aktivator yang digunakan untuk proses pengaktifan unsur Silika dan Alumina yang terdiri dari larutan larutan Na2SiO3 2,3 Mol (Be 52) dan NaOH 14M. Perencanaan campuran mortar geopolimer abu sawit mengunakan semen (Portland Composite Cement/PCC) sebagai bahan substitusi 10%, 20%, 30% berat terhadap berat abu sawit yang berguna untuk mempercepat proses ikatan polimerisasi. Untuk itu dilakukan pengujian sorptivity pada 28 hari dengan benda uji yang digunakan berbentuk kubus 5x5x5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan alkali dengan nilai rasio Na2SiO3 dan NaOH sebesar 2 dan rasio alkali aktivator dan abu sawit sebesar 1,6 mengasilkan workability yang baik untuk adukan mortar. Sehingga perencanaan campuran ini digunakan untuk membuat sampel mortar dengan proses perawatan menggunakan suhu ruang, Pengujian sorptivity mortar geopolimer abu sawit tergolong sorptivity baik karena <0,2 mm/min0,5 pada variasi semen 30% pada umur 28 hari. Hasil ini menyimpulkan bahwasanya material mortar geopolimer abu sawit memiliki kemampuan yang baik untuk menyerap dan mengalirkan air melalui pengisapan kapiler yang berhubungan dengan meningkatnya kuat tekan pada mortar.
Analisis Nilai Kepadatan Lapangan Menggunakan Alat Sandcone Test Aida, Nur; Cahyadi Upomo, Togani; Sukoco, Imam
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2581

Abstract

Kepadatan tanah timbunan merupakan salah satu hal yang penting dalam pembangunan jalan yang diperoleh dari proses pemadatan tanah menggunakan alat berat. Kepadatan tanah harus memenuhi persyaratan, dengan nilai derajat kepadatan lebih dari 95%. Penelitian bertujuan adalah untuk mengetahui apakah tanah timbunan tanah pada dilokasi Kampus PGSD UPP UNNES Tegal memenuhi persyaratan atau tidak. Hasil dari penelitian ini titik yang tidak memenuhi persyaratan karena memiliki nilai derajat kepadatan di bawah 95%, yaitu titik 8,10 dan 16 dengan nilai kepadatan sebesar, 92,836%, 91,083% dan 91,349%. Titik yang tidak memenuhi persyaratan kepadatan perlu dilakukan pemadatan ulang dengan alat berat. Setelah dilakukan pemadatan berulang maka kemudian dihitung kembali nilai derajat kepadatannya apakah telah memenuhi persyaratan dengan nilai derajat kepadatan lebih dari 95%.  
Analyzing Vigilance Rate of Motor Vehicle Driver Using Regression and Structural Equation Modeling (SEM) Lumba, Pada; Ariyanto, Anton; Rismalinda; Rahmi, Alfi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2594

Abstract

This study focuses on the impact of risky driving behavior, monotonous road and fatigue factor on vigilance of motor vehicle drivers. Accident case growth in Indonesia each year were 3.3%. Therefore it need to be conducted study to minimize the risk of accidents. The samples consist of 100 respondents. And then the data were analyzed using regression and Structural Equation Modeling (SEM). Regression analysis shows that latent variable risky driving behavior, latent variable monotonous road and latent variable fatigue can explain latent variable vigilance by 57.6%. Meanwhile, the result  of SEM analysis show that latent variable risky driving behavior, and the latent variable fatigue can explain the latent variable vigilance by 75.3%. The value R square of SEM analysis are higher than regression analysis. There are several cause of differences of R square between regression and SEM analysis, namely: 1) the multicollinearity is not allowed in regression analysis, while it is allowed in the SEM analysis; 2) there is no latent variable in the regression analysis, while there are latent variables and indicators of latent variables in the SEM analysis; 3) the regression analysis is explanatory, while the SEM analysis is confirmatory.
Studi Eksperimental Pengaruh Rasio Beta (β) terhadap Peningkatan Kecepatan Aliran Fluida Inkompresibel Venturi Meter Giustino, Nicholas; Akhyan, Amnur Akhyan; Wijianto, Agus; Yanda Zaira, Jupri
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2628

Abstract

Venturi meter merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur kecepatan fluida dengan mengadopsi prinsip Bernoulli. Pada umumnya venturi meter  digunakan pada industri minyak, gas, otomotif dan lainnya. Kecepatan aliran pada venturi meter setelah melewati bagian throat meningkat signifikan. Kecepatan aliran yang tinggi dapat mengakibatkan fenomena yang buruk seperti kavitasi, abrasi dan getaran. Serangkaian peralatan alat uji digunakan untuk memantau peningkatan kecepatan aliran Vinc. Fluida yang digunakan adalah air pada temperatur 300C  Dengan variasi beta rasio  0.655 dan 0.549, peningkatan laju aliran volume  12.5; 15 dan 17.5 LPM, fenomena pada venturi meter diteliti. Penurunan tekanan DP dimonitor menggunakan piezometer dan pitot tube.Dari penelitian ini didapat bahwa penurunan β 16,2% akan menyebabkan peningkatan Vinc  sebesar 43,3%.
Pengaruh Serbuk Kaca sebagai Substitusi Parsial Agregat Halus dan Silica Fume Sebagai Substitusi Parsial Semen terhadap Nilai Propertis Mekanik Beton Hafizh Jamaaluddin, Kisna; Jafar
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2632

Abstract

Limbah kaca merupakan salah satu jenis limbah yang tidak dapat terurai secara alami namun dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran beton. Penelitian ini mempelajari pengaruh serbuk kaca sebagai substitusi parsial agregat halus dan silica fume sebagai substitusi parsial semen terhadap sifat mekanik beton. Beton diuji dengan berbagai variasi serbuk kaca (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) sebagai pengganti sebagian agregat halus dan silica fume (0% dan 10%) sebagai pengganti sebagian semen. Pengujian meliputi uji kuat tekan, uji kuat tarik belah, dan uji kuat lentur pada beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 5% serbuk kaca (BSK5) menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 29,42 MPa dibandingkan dengan beton normal sebesar 25,78 MPa. Serbuk kaca terbukti dapat meningkatkan sifat mekanik beton, sementara penggunaan silica fume memberikan tambahan kekuatan serta ramah lingkungan. Variasi penambahan serbuk kaca dan silica fume menunjukkan tren yang serupa dalam meningkatkan modulus elastisitas beton.
Aplikasi Metode Geolistrik Aturan Schlumberger dan Geokimia untuk Struktur Bawah Permukaan Tanah di Gang Bangau Jaya Mandasari Sibarani , Oktavia; Muhammad, Juandi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2651

Abstract

Air tanah merupakan salah satu bagian penyusun dalam aliran air di bumi yang disebut dengan siklus hidrologi, dimana air sering digunakan dalam keberlangsungan hidup semua makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur lapisan litologi bawah permukaan tanah dan menganalisis kualitas air tanah dengan menggunakan parameter ph, TDS, Konduktivitas dan Kekeruhan. Hasil pengolahan data geolistrik dilakukan menggunakan Software IP2WIN dimana panjang lintasan masing-masing adalah 100 m. Berdasarkan nilai resistivitas Struktur litologi yang terdapat pada lintasan 1 adalah batu tulis, pasir, magnesit, alluvium, kerikil, pirit, lempung, kwarsan, granit, basal, kerikil kering sedangkan pada lintasan 2 struktur litologi yang terdapat adalah kwarsa, granit, basal, gamping, batu pasir, batu tulis, pasir, magnesit, kerikil kering, alluvium, kerikil. Model resistivitas semu lintasan 1 dan lintasan 2 diperoleh kedalaman sebesar 42.2 m dengan nilai resistivitas 3162 Ωm maka jenis tanah atau batuan tersebut berjenis batuan dasar tak lapuk. Sumber air berasal dari air hujan dengan tipe daerah sangat kering dan tipe batuan adalah beku dan metaforis. Pengujian kualitas air tanah pada sumur warga diperoleh nilai pH berkisar antara (4.11-6.96), nilai TDS berkisar antara (26-79 mg/L), nilai Konduktivitas berkisar antara (37-92μs/cm), nilai kekeruhan berkisar antara (0.37 – 2.58 NTU). Kualitas air di Gang Bangau Jaya secara umum untuk parameter TDS, Konduktivitas dan Kekeruhan merupakan standar baku mutu dan layak untuk digunakan dan dikonsumsi sehari-hari sedangkan untuk parameter pH tidak layak untuk dikonsumi untuk sehari-hari.
Interpretasi Pencemaran Air Bawah Tanah Di Sekitar Kawasan Pemukiman Masyarakat Kelurahan Tuah Karya Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Schlumberger Dan Geokimia: Geolistrik Silaban, Intan; Muhammad, Juandi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2653

Abstract

Adanya pasar di sekitar kawasan pemukiman masyarakat Kelurahan Tuah Karya mengakibatkan air permukaan bawah tanah menjadi tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kedalaman air tanah dan kualitas air bawah tanah. Pengukuran menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger pada 2 lintasan dengan panjang masing-masing 100 meter. Data yang diperoleh pada proses akusisi digunakan untuk menghitung nilai resistivitas semu pada titik pengukuran dan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Proses dilanjutkan dengan inversi menggunakan IPI2win sehingga didapatkan nilai resistivitas dan ketebalan lapisan pada setiap titik pengukuran. Berdasarkan hasil pengolahan data, lintasan pertama mendapatkan rentang nilai resistivitas berkisar 534,6 Ωm ­– 17.035 Ωm dan lintasan kedua berkisar 199 Ωm – 5254 Ωm. Sampel air bawah tanah diuji dengan parameter seperti pH, TDS, Konduktivitas, dan Kekeruhan. Air bawah tanah belum layak dikonsumsi dari hasil uji kualitas air dengan parameter-parameter yang telah disebutka sebelumnya jika merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dikarenakan nilai konduktivitas yang melebihi standar baku mutu dan pH yang didapat pada semua sampel air bawah tanah bernilai <6,5 atau bersifat asam. Sementara untuk parameter TDS dan Kekeruhan memiliki nilai sesuai dengan standar baku mutu.
Analisis Faktor Penyebab Serta Cara Mengatasi Keterlambatan Proyek Infrastruktur Desa Di Kabupaten Rokan Hulu Hidayat, Arifal; Suripto, Heri; Afrina, Yuli
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2693

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi dari pemerintah desa, BPD dan kepala dusun terhadap faktor penyebab serta cara mengatasi keterlambatan kegiatan infrastruktur di Desa Babussalam Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yaitu metode yang didasarkan pada data hasil pengukuran variabel penelitian melalui studi pustaka dan penyebaran kuesioner kepada 18 responden. Kemudian data kuesioner yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis indeks kepentingan dan analisis statistik korelasi produk momen. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1. Faktor penyebab keterlambatan proyek infrastruktur di Desa Babussalam tahun 2023 menurut urutan ranking adalah : (a) Non Excusable Delays (Keterlambatan proses pencairan dana desa); (b) Conpesable Delays (Dana dari pemilik yang tidak mencukupi); (c) Excusable Delays (Respon dari masyarakat sekitar yang kurang mendukung dengan adanya proyek); 2. Cara mengatasi keterlambatan kegiatan infrastruktur di Desa Babussalam untuk tahun yang akan datang adalah : (a) Meminta pertanggung jawaban TPK agar tetap menyelesaikan pembangunan tepat waktu; (b) Membuat kontrak kerja perencanaan dan mengadakan pengawasan; (c) Memilih metoda kerja terbaik dan tercepat, menambah jumlah tenaga kerja, menambah jumlah alat, peningkatan kinerja, mengajukan tambahan waktu kepada owner.
Effect of Recondition of Fracture Shaft Palm Lorry Using The Shielded Metal Arc Welding Process Hakim Nasution, Lukman; Eka Ariefyanto Putra; Gapar; Fajar Budiman; Rama Yoedha Satria; Andersen; Sofyan Hadi; Ferry Adriyan; Nasrol Akmal; Rinaldi; Nazaruddin; Safril Safar; Heri Suripto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2694

Abstract

Examination and analysis of the 2,640 working hours AISI 1045 palm lorry shaft fracture were carried out to determine the effect of reconditioning using Shielded Metal Arc Welding on the reliability of the shaft. Laboratory test results and analysis showed that the shaft experienced a static brittle fracture at an angle between 65 mm diameter and 90 mm diameter. For a long time, evidence of weld defects in the form of inclusions, porosity, and cold cracks in the Heat Affective Zone has been observed. The various hardness levels in the weld metal are 200 to 210 HV; HAZ is 280 to 386 HV, and base metal is 202 to 210 HV due to oxygen affecting on shaft's mechanical qualities deterioration. When the martensitic structure is produced, the carbon equivalent value rises to 15.66%, over the minimum value of 0.65%, reducing shaft reliability and triggering the occurrence of static brittle fracture. The macro-micro structure at the initial area of crack and fracture is bainite and ferrite-pearlite, while the shaft base material is ferrite-pearlite. Furthermore, there is a difference in tensile strength between the shaft material and the power of the electrodes utilized in the reconditioning process. From this experiment, the recondition