cover
Contact Name
Pada Lumba
Contact Email
padalumba@gmail.com
Phone
+6282172150290
Journal Mail Official
apteknikft@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai Desa Kumu, Rambah Hilir 28557 Rokan Hulu, Riau
Location
Kab. rokan hulu,
Riau
INDONESIA
APTEK
ISSN : 20852630     EISSN : 26559897     DOI : -
Core Subject : Engineering,
APTEK (Aplikasi Teknologi) menerbitkan manuskrip penelitian terkait dengan ilmu teknik. Tujuan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan studi ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan teori dan konsep-konsep ilmu pengetahuan serta penerapannya pada bidang teknik. Ketentuan penerbitan, manuskrip tidak pernah dipublikasikan atau tidak sedang diajukan di jurnal lain.
Articles 167 Documents
Dampak Pelanggaran Lalulintas terhadap Probabilitas Kecelakaan pada Pengendara Sepeda Motor di Indonesia Lumba, Pada; Ariyanto, Anton; ., Rismalinda; Fathoni, Ahmad
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.2993

Abstract

Jumlah sepeda motor di Indonesia pada tahun 2019 cukup tinggi dibandingkan jenis kendaraan lainnya yakni 112.771.136 unit dengan pertumbuhan per tahun sebesar 6,2%. Peningkatan sepeda motor mengakibatkan peningkatan kecelakaan lalulintas. Fakta menunjukkan bahwa 70.93% kecelakaan yang terjadi di Indonesia melibatkan pengendara sepeda motor [1]. Untuk itu penting dilakukan studi untuk mengurangi risiko kecelakaan pada pengendara sepeda motor dengan memberikan gambaran awal kepada pengendara sepeda motor dan pengambil kebijakan tentang besarnya probabilitas kecelakaan pada pengendara sepeda motor yang melakukan pelanggaran lalulintas. Dari 205 sampel yang dianalisis dengan metode Bayesian Network mengindikasikan bahwa probabilitas kecelakaan lalulintas terjadi lebih besar pada pengendara yang melakukan pelanggaran lalulintas lebih dari 1 kali sebelum mengalami kecelakaan dibandingkan pengendara sepeda motor yang melakukan pelanggaran hanya 1 kali sebelum terjadinya kecelakaan. Selanjutnya dilakukan validasi model dasar dengan menggunakan jumlah sampel 92 responden. Kemudian dilakukan beberapa skenario untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap probabilitas kecelakaan. Kontribusi penelitian ini sebagai gambaran awal yang komprehensif kepada pengendara sepeda motor dan pengambil kebijakan dalam meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan pada pengendara sepeda motor.
Interpretasi Struktur Geologi Bawah Permukaan Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schulumberger Studi Kasus di Kampus UNRI Krisman; Zulfa; Muhammad, Juandi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.3007

Abstract

Melalui metode geolistrik ini, karakteristik dan kedalaman aquifer yang terkandung dalam lapisan tanah dapat diidentifikasi dengan lebih akurat. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi air bawah tanah di Kampus UNRI, tepatnya depan laboratorium Fisika Bumi, dengan menggunakan metode geolistrik untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan yang berpotensi sebagai sumber air bersih. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan model pengelolaan berwawasan lingkungan yang dapat meningkatkan pemanfaatan air bawah tanah untuk pemenuhan kebutuhan air di Kampus FMIPA UNRI, dari penelitian ini sangat penting, baik dalam bidang ilmu geofisika maupun dalam ilmu lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya air bawah tanah. Selain itu, penelitian ini juga relevan dengan pengembangan IPTEK dalam rangka konservasi air bawah tanah, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam mencapai tujuan keberlanjutan pembangunan yang melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Setelah dilakukan penelitian menggunakan metode geolistrik konfigurasi elektroda Schlumberger di areal study didapatkan kesimpulan, yaitu hasil pengolahan data geolistrik bahwa akuifer bebas berada pada kedalaman 19 metee sampai 25 meter dengan nilai resistivitas 62,7 Ωm sampai 88,3 Ωm. Di daerah studi dapat dikatakan bahwa di daerah studi teridentifkasi terdapat 13 lapisan
Perancangan dan Uji Displacement Rangka Mobil Listrik Wijayakusuma Tipe Tubular Space Frame Material Baja ST37 Prabowo, Dian; Unggul, Unggul Satria Jati; Ulikaryani
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.3022

Abstract

Mobil listrik adalah kendaraan yang memanfaatkan energi listrik untuk bahan bakar utamanya, dan memiliki dampak positifnya yaitu tidak ada sisa hasil pembakaran yang dihasilkan yang akhirnya tidak menambah gangguan pencemaran udara. Hal yang paling utama untuk diperhatikan adalah rangka dimana rangka adalah tempat untuk menopangnya semua komponen yang berada diatasnya. Tujuan dalam penlitian ini adalah merancang desain rangka mobil listrik, menghitung kekuatan rangka dan menguji rangka dengan uji displacement. Hasil dari penilitian ini didapat bahwa desain mobil listrik type tubular space frame mendapat dimensi 2,05 x 0,85 x 1,1 meter. Untuk hasil perhitungan rangka bahwa rangka dapat digunakan dengan aman dimana tegangan ijin pada rangka tidak melebihi tegangan maksimal yaitu sebesar 388,561 Mpa dari 464 Mpa. Sedang uji displacement rangka mengalami defleksi sebesar 2 mm
Evaluasi Kinerja Efisiensi Heat Recovery Steam Generator (HRSG) di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU): Studi Kasus di PT PLN (Persero) Sektor Pembangkit Keramasan Sumarna, Herlin; Hidayati, Baiti; Ramadhoni, Tri Satya; Dzaky, Muhammad Irfan; Okviyanto, Toni; Rifa'i, Ahmad Imam; Anwar, Zainuri
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.3044

Abstract

Heat Recovery Steam Generator (HRSG) adalah komponen penting dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang memanfaatkan panas sisa dari gas buang turbin gas untuk menghasilkan uap yang digunakan dalam turbin uap. Efisiensi HRSG berperan signifikan dalam meningkatkan efisiensi termal keseluruhan siklus gabungan (combined cycle) PLTGU. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan efisiensi termal HRSG berdasarkan data operasional harian, serta membandingkannya dengan efisiensi desain dan standar industri. Berdasarkan hasil perhitungan, efisiensi termal aktual rata-rata HRSG adalah sebesar 82,90%, dengan nilai tertinggi sebesar 83,21% pada hari ketiga dan terendah sebesar 82,28% pada hari kelima. Nilai ini masih berada dalam kisaran standar efisiensi HRSG, yaitu 75-85% menurut referensi yang digunakan (V. Ganapathy, 1996), dan hanya berbeda sedikit dari efisiensi desain sebesar 85,91%. Perbedaan efisiensi ini disebabkan oleh fluktuasi laju alir massa bahan bakar serta variasi kondisi operasi lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi termal HRSG yang dioperasikan masih berada dalam batasan yang diinginkan, meskipun terdapat ruang untuk perbaikan lebih lanjut guna mencapai efisiensi yang mendekati desain. Optimasi operasi dan pemeliharaan rutin direkomendasikan untuk mempertahankan dan meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan
Optimalisasi Produksi Briket Arang dari Tempurung Sawit: Tinjauan Teknik, Material, dan Kualitas Energi Anwar, Saiful
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.3053

Abstract

Pemanfaatan cangkang sawit sebagai bahan baku untuk memproduksi briket arang telah menjadi perhatian utama dalam usaha meningkatkan produksi energi alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan teknis dan material yang digunakan, serta menilai kualitas energi dari briket arang yang dihasilkan. Berbagai metode eksperimental diterapkan untuk menguji variasi teknik produksi, komposisi material, dan proses pembakaran yang mempengaruhi kualitas produk akhir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalhmetode ekperimen dengan menguji variasi dalam teknik produksi, komposisi material, dan proses pembakaran yang berpengaruh terhadap kualitas akhir produk. Hasil penelitian menunjukan bahwa sampel dengan ukuran mesh yang lebih kecil, seperti Mesh 25, cenderung menunjukkan nilai kalor yang lebih tinggi dan lama pembakaran yang lebih singkat, terutama pada komposisi campuran 85:15%. Di sisi lain, kadar air tertinggi ditemukan pada sampel Mesh 16 dengan komposisi 90:10%, sementara kadar abu terendah umumnya terdapat pada sampel dengan ukuran mesh lebih kecil
The Role of Water Electrolysis in Clean Hydrogen Generation: A Review of Techniques, Materials, and Processes Heri Suripto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.3054

Abstract

Pembangkitan hidrogen bersih melalui elektrolisis air telah hadir sebagai strategi penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan memajukan solusi energi berkelanjutan. Artikel ini membahas bagaimana elektrolisis air dapat digunakan untuk menghasilkan hidrogen bersih, di tinjau daru teknik, material, dan proses yang digunakan serta membaha bagaimana prinsip dasar elektrilisis air, reaksi elektrokimia yang terlibat dalam prosesnya. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur. Artikel ini mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai sumber literatur ilmiah yang membahas elektrolisis air untuk menghasilkan hidrogen bersih. Elektrolisis air untuk menghasilkan hidrogen bersih melalui teknik seperti Elektrolisis Alkaline (AE), Elektrolisis Membran Penukar Proton (PEM), dan Elektrolisis Oksida Padat (SOE) memiliki keunggulan dan tantangan unik. Penggunaan katalis seperti Platinum, Iridium, Nikel, dan Kobalt, serta pengembangan membran ekonomis dan tahan lama, krusial untuk kemajuan teknologi ini. Efisiensi proses memerlukan energi berkelanjutan seperti tenaga surya dan angin untuk menurunkan biaya operasional dan emisi karbon. Integrasi dengan sistem energi yang ada penting untuk skala aplikasi praktis. Meskipun ada kemajuan dalam katalis dan membran baru, tantangan biaya awal dan ketahanan material perlu diatasi melalui penelitian lebih lanjut
Klasifikasi Potensi Keterlambatan Proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah Kota Pekanbaru Hidayat, Arifal; Afrina, Yuli
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.3056

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor potensi penyebab keterlambatan proyek instalasi pengolahan air limbah zona utara Kota Pekanbaru menurut persepsi kontraktor. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa faktor penyebab keterlambatan proyek yang berhubungan dengan kontraktor ada 9 faktor utama yaitu metode konstruksi yang kurang tepat, estimasi waktu yang tidak akurat, estimasi biaya yang tidak akurat, kurangnya pengalaman kontraktor, perencanaan dan penjadwalan proyek yang tidak tepat, tim proyek yang tidak kompeten, penggunaan teknologi yang tidak terkini, kurangnya pengawasan dan manajemen proyek, dan sub kontraktor yang tidak kompeten. Untuk itu perlu dilakukan penelitian dalam upaya mencegah terjadinya potensi keterlambatan proyek selanjutnya. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 responden kepada pihak kontraktor. Hasil analisis mengindikasikan bahwa faktor-faktor potensi penyebab keterlambatan proyek instalasi pengolahan air limbah zona utara Kota Pekanbaru menurut persepsi kontraktor adalah : (1) faktor keuangan (keterlambatan termen); (2) faktor lingkungan (pengaruh cuaca saat di lapangan); (3) faktor bahan/material (perubahan tipe dan spesifikasi); (4) faktor tenaga kerja (pengendalian jadwal di lapangan); (5) faktor peralatan (kerusakan peralatan); (6) faktor perubahan-perubahan (kesalahan pelaksanaan pekerjaan); (7) masalah kontrak (perselisihan dalam proyek)
Kominusi Batubara Mencapai Bentuk Serbuk Berdasarkan Kinetic Destruction Model (KDM) Nasution, Lukman Hakim
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.3058

Abstract

Pengurangan ukuran material terus dilakukan dalam industri kominusi melalui berbagai bentuk dan model untuk memenuhi kebutuhan industri hilir. Analisis matematis diperlukan untuk menghitung kinetic destruction (KD) sebagai langkah awal dalam memprediksi kebutuhan energi dan ukuran akhir material hasil proses kominusi. Eksperimen dilakukan menggunakan udara bertekanan antara 1 hingga 5 bar, dengan jarak tumbukan kinetik berkisar antara 25 hingga 100 cm, terhadap sampel batu bara berbentuk silinder dengan volume 10 milimeter kubik, kubus 1 milimeter kubik, dan balok 10 milimeter kubik. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai KD menurun seiring bertambahnya jarak tumbukan, yang menyebabkan peningkatan jumlah pecahan material berdasarkan volume, massa, dan ukuran (vmsz). Untuk mengimbangi efek ini, diperlukan penggandaan energi input seiring bertambahnya jarak tumbukan. Validasi penggandaan energi ini menunjukkan bahwa ukuran sampel dapat dikurangi hingga mencapai bentuk serbuk. Jumlah pecahan yang dihasilkan dari proses ini lebih dari 5.400.000, dengan ukuran akhir rata-rata sekitar 0,000001852 milimeter dan massa tiap pecahan sekitar 0,0000000001 kilogram. Disimpulkan bahwa KDM dapat diaplikasikan pada industri kominusi untuk memprediksi kebutuhan energi, dan ukuran material hingga mencapai bentuk serbuk yang diinginkan.
Analisa Getaran Mesin Milling 1217 Terhadap Variasi Face Milling Cutting, Side Horizontal Cutting, dan Side Axial Cutting Zaira, Jupri Yanda
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 02, Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i2.3072

Abstract

Penelitian ini menganalisis getaran pada operasional mesin milling terhadap tiga variasi proses pemakanan yaitu face milling cutting, side horizontal cutting, dan side axial cutting. Penelitian ini menggunakan amplitude uji material mill steel berukuran 70 mm × 30 mm × 30 mm, dimana masing – masing proses pemakanan menggunakan cutter end mill dengan kedalaman makan 1 mm pada putaran cutter milling 200 rpm. Pengukuran getaran dilakukan dalam tiga arah yaitu arah vertikal, arah horizontal, dan arah aksial. Hasil penelitian dari ini menunjukkan amplitude terbesar terjadi pada pemakanan side horizontal cutting arah pengukuran vertikal yaitu sebesar 0,07 mm, sementara amplitude terkecil ditemukan pada pemakanan side axial cutting arah pengukuran aksial sebesar 0,02 mm. Penelitian ini menekankan pentingnya pengaturan pemakanan dan kecepatan mesin untuk meminimalkan getaran, yang memengaruhi kualitas permukaan produk dan stabilitas mesin milling.
Pengendalian Mutu Agregat Kelas A Dan Kelas B Pada Pekerjaan Jalan Simpang Pir - Bono Tapung Putra, Rekian
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 02, Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian mutu merupakan salah faktor penting yang dapat memberikan informasi sebagai tolok ukur, apakah suatu pekerjaan sudah sesuai dengan yang diinginkan. Ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang perlu dikerjakan untuk mengetahui mutu agregat kelas A dan kelas B , yaitu Atterberg (pemeriksaan konsistensi tanah), analisa saringan, abrasi, percobaan pemadatan, CBR (California Bearing Ratio), dan pemeriksaan lapangan dengan metode sand cone test. Pengendalian mutu ini mengcu pada buku Spesifikasi Umum tahun 2018 (rev.2) yang diterbitkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jendral Bina Marga Repubik Indonesia. Sedangkan objek penelitian ini dilakukan pada pekerjaan jalan Simpang Pir – Bono Tapung,yaitu pada pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A dan lapis pondasi agregat kelas B sepanjang dari Sta 01+700 s/d sta 02 +083. Hasil yang diperoleh untuk material LPB, memperlihatkan semua titik berada pada nilai kadar air antara 5.0% s/d 5.50%, sesuai spesifikasi, kadar air berada pada rentang 3% dibawah kadar air optimum dan 1% diatas kadar air optimum yaitu antara rentang 3,3% - 7,3%. berat kering maksimum LPB, γd (lab) yang direncanakan 2,165 gc/cc dengan derajat kepadatan adalah 100%, hasil lapangan memberikan nilai kepadatan antara γd =101.15 gc/cc s/d 105.31 gc/cc.Unluk material LPA, ada 2 STA dengan kadar air diluar rentang kadar air 2,2% - 6,2%. yaitu STA 1+720 = 7%, STA 2+004 = 6,5%. Solusinya adalah dengan mengeringkan melalui sinar matahari dalam waktu tertentu maka kadar air lapangan akan turun sampai pada rentang yang disyaratkan. Berat kering maksimum LPA, γd (lab), direncanakan 2,197 gc/cc dengan derajat kepadatan adalah >=96%. Dari hasil lapangan memberikan nilai γd =96.22 gc/cc s/d 100.59 gc/cc.