cover
Contact Name
Pada Lumba
Contact Email
padalumba@gmail.com
Phone
+6282172150290
Journal Mail Official
apteknikft@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai Desa Kumu, Rambah Hilir 28557 Rokan Hulu, Riau
Location
Kab. rokan hulu,
Riau
INDONESIA
APTEK
ISSN : 20852630     EISSN : 26559897     DOI : -
Core Subject : Engineering,
APTEK (Aplikasi Teknologi) menerbitkan manuskrip penelitian terkait dengan ilmu teknik. Tujuan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan studi ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan teori dan konsep-konsep ilmu pengetahuan serta penerapannya pada bidang teknik. Ketentuan penerbitan, manuskrip tidak pernah dipublikasikan atau tidak sedang diajukan di jurnal lain.
Articles 167 Documents
The Effect of Briquettes Composition Made of Sago Dregs and Wood Chips to The Performa of Biomass Stove Sulpa Rosadi; Jhonni Rahman; Eddy Elfiano; Yose Rizal
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2197

Abstract

Sago dregs and wood chips are types of agricultural and industrial waste that have economic value to be converted into alternative energy, namely briquettes. The purpose of this research was to determine the effect of variations in the raw material composition of sago dregs and wood chips to the performa of biomass stoves. In this research, the composition used were 100% sago dregs, 70% sago dregs mixed with 30% wood chips, 50% sago dregs mixed with 50% wood chips, 70% sago dregs mixed with 30% wood chips and 100% wood chips, 5 variation of composition. The Briquettes was compressed with a load of 2 kg. The test was carried out by burning briquettes in a semi-gasification biomass stove reactor. In testing the performance of biomass stoves, we can see that the highest burning rate is found in the 100% wood chips variation with a burning rate of 0.00029 kg/s. And the highest output power is found in the 100% wood chips variation with an output value of 7.45 kJ/s. And the highest density before and after drying the tar can be found in the 100% wood chips variation with values ​​of 0.125 gr/cm^3 and 0.90 gr/cm^3. And the highest efficiency is found in the 100% wood chips variation with an efficiency value of 17.11%. And the highest calorific value is found in the 100% wood chips variation with a calorific value of 6108.57 cal/gram.
A Study On The Delay Of The Apartment Housing Project In Central Java Province In The 2021 Budget Agus Sutiyoso; Antonius; Kartono wibowo
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2215

Abstract

The construction phase represents a critical stage in which the construction process unfolds, with the contractor or service provider playing a pivotal role. In the construction project for the acquisition of apartment housing in Central Java Province in the 2021 fiscal year, which had an average implementation period of 120 calendar days and was executed towards the end of the year during a period of high rainfall intensity, significant delays were encountered. This study aims to assess the factors contributing to the delays in the apartment housing procurement project, rank the risks associated with these delays, and propose proactive measures to address and mitigate any potential delays. The significant influencing factors on the role of the Service Provider during the construction phase encompass variables related to planning, scheduling, and cost estimation (X1), resource allocation (X2), administrative bureaucracy (X5), and external contextual conditions (X6). The regression coefficients for these variables are as follows: the variable associated with planning, scheduling, and cost estimation (X1) carries a coefficient of 0.366, the resource allocation variable (X2) bears a coefficient of 0.312, the administrative bureaucracy variable (X5) exhibits a coefficient of 0.538, and the external contextual condition variable (X6) demonstrates a coefficient of 0.204. The variable associated with planning, scheduling, and cost estimation (X1) holds the highest level of significance in influencing the role of the Service Provider during the construction phase, with a regression coefficient of 0.366, indicating its paramount impact. The consequences of delays encompass deferred project milestones, buildings unable to meet their intended function according to the established schedule, subpar work quality, cost overruns, and the project's ultimate completion falling behind the initially planned timeline. To pre-empt and manage these delays effectively, it is imperative for the contractor or service provider to diligently identify and assess project-specific attributes, thoroughly comprehend the scope of work, and promptly seek and implement solutions from the project's inception.
Analisis Perbandingan Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Antara Analisa Komponen Dengan Software Desain Perkerasan Jalan 2 Boedi Winarno; Rachmat Mudiyono; Abdul Rochim
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2216

Abstract

Perencanaan ketebalan perkerasan merupakan bagian penting dari perencanaan konstruksi jalan. Perencanaan ketebalan perkerasan dengan berbagai metode, penelitian ini menggunakan Analisa Komponen dan Software Desain Perkerasan Jalan versi 2 (SDPJ2). Tujuan penelitian membandingkan analisis perkerasan lentur antara kedua metode tersebut. Penelitian ini dengan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder yang digunakan dalam analisisnya. Data dalam analisis yang terdiri dari data LHR, CBR yang merupakan data primer yang didapat dari pengambilan langsung dari lapangan. Data sekunder yang terdiri umur rencana, faktor distribusi arah, faktor distribusi lajur, pertumbuhan lalu lintas, ekivalen ke sumbu standar yang didapat dari literatur resmi dari pedoman perencanaan, buku dan jurnal yang telah dipublikasikan. Analisa Komponen dalam analisis menggunakan persamaan logaritma dan SDPJ2 menggunakan aplikasi sebagai alat bantu perhitungan. Hasil tebal perkerasan lentur dengan Metode Analisa Komponen lebih tebal 4 cm dibandingkan dengan Metode SDPJ2 pada layer Sub Base Course . Berdasarkan hasil perhitungan biaya Metode Analisa Komponen sebesar Rp 44.882.570,00 dan Metode Software Desain Perkerasan 2 sebesar Rp 41.842.874.700,00.
Effect of Pyrolysis Temperature of Glass Packaging Plastic Mineral Water Waste on Alternative Fuel Production Purwo Subekti; Heri Suripto; Riszki Hidayat
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2221

Abstract

The aim of this research is to obtain information on the effect of pyrolysis temperature of plastic waste from mineral water glass packaging on the production of liquids that can be used as alternative fuels (BBA). The material used to obtain BBA is plastic waste from xx brand mineral water glass packaging, which is heated using a pyrolysis reactor at a temperature of 255 to 280 ⁰C for 3 hours. Through the pyrolysis process, 369 to 404 mL of BBA liquid is produced. Based on the results of production data analysis, differences in combustion temperatures affect the yield of BBA liquid, the higher the combustion temperature will increase the BBA production produced.
Penggunaan Palm Oil Fuel Ash (POFA) Sebagai Bahan Subtitusi Filler Pada Campuran Agregat Kelas A Bambang Edison; Hery Awan Susanto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2272

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan konstruksi jalan untuk dapat mendukung repetisi beban lalu lintas adalah dengan meningkatkan kekuatan elemen struktur perkerasan jalan. Lapis pondasi agregat kelas A merupakan elemen struktur perkerasan lentur yang berfungsi menopang beban lalu lintas setelah elemen laston. Dalam spesifikasi Umum Bina Marga revisi 1 tahun 2018 disyaratkan bahwa nilai indeks plastis (PI) lapis pondasi agregat kelas A maks 6 dan nilai CBR minimumnya 90%. Permasalahan yang biasa terjadi dilapangan adalah penggunaan filler abu batu masih bercampur dengan filler yang mengandung unsur clay. Adanya unsur clay pada filler ini akan meningkatkan nilai indeks plastis (PI) dan menurunkan nilai CBR agregat kelas A. Oleh karena itu pemanfaatan abu limbah sawit atau disebut Palm Oil Fuel Ash (POFA) yang disubtitusikan pada campuran lapis pondasi agregat kelas A diharapkan dapat menjadi alternatif bahan filler dan dapat meningkatkan kekuatan elemen struktur perkerasan jalan dari parameter CBR. Metode yang digunakan melalui eksperimen dilaboratorium, desain dan pengujian bahan campuran lapis pondasi Agregat Kelas A mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga Revisi 1 Tahun 2018. Metode Pengujian CBR Laboratorium mengacu SNI 03-1744-1989. Komposisi Palm Oil Fuel Ash (POFA) divariasikan pada 0%, 10%, 15% dan 20% terhadap filler abu batu. Hasil desain CBR Agregat Kelas A tanpa rendaman dengan subtitusi Palm Oil Fuel Ash (POFA) 0% menghasilkan nilai CBR 95,41% dengan kepadatan kering maksimum ((ɣdry) 2,192 gr/cm³. Untuk subtitusi Palm Oil Fuel Ash (POFA) 10% menghasilkan nilai CBR 96,77% dengan kepadatan kering maksimum ((ɣdry) 2,193 gr/cm³. Untuk subtitusi Palm Oil Fuel Ash (POFA) 15% menghasilkan nilai CBR 97,45% dengan kepadatan kering maksimum ((ɣdry) 2,194 gr/cm³. Sementara Agregat Kelas A subtitusi Palm Oil Fuel Ash (POFA) 20% menghasilkan nilai CBR 98,735% dengan kepadatan kering maksimum (ɣdry) 2,206gr/cm³. Dapat disimpulkan bahwa subtitusi filler POFA 20% pada campuran agregat kelas A dapat meningkatkan nilai CBR sebesar 3,35 % dan kepadatan kering (ɣdry) meningkat sebesar 0,61%.
Design of Solar-Powered Integrated Aerator System for Optimization of Water Quality in Tilapia Fish Farming Ponds Heri Suripto; Anton Ariyanto; Al Muzafri; Ridwan Sinurat
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2273

Abstract

Kualitas air yang optimal memiliki peran penting dalam budidaya ikan nila di kolam. Tingkat oksigen terlarut menjadi faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan. Penelitian ini memfokuskan pada desain sistem aerator terintegrasi yang ditenagai surya untuk meningkatkan tingkat oksigenasi air dengan efisiensi energi tinggi. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya listrik tradisional, menghasilkan dampak lingkungan yang lebih baik. Evaluasi kinerja aerator surya dan pemantauan kualitas air, seperti suhu, pH, dan tingkat oksigen terlarut, merupakan bagian integral dari penelitian ini. Hasil perancangan menunjukan untuk budidaya ikan nila sebanyak 100 ekor kebutuhan oksigen sebesar 4 gram O2 per jam dengan system aerator tenaga surya dengan kapasitas aerator 4 l/menit sebesar 80 wp dan baterai 12 x 20 ampere, scc 14 ampere inveter 500 watt
Analisis Penerapan Manajemen Keselamatan Kerja Terhadap Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Proyek Infrastruktur Desa Arifal Hidayat; Yuli Afrina
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2274

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan sistem manajemen keselamatan kerja (SMKK) pada pelaksanaan proyek infratruktur di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yaitu metode yang didasarkan pada data hasil pengukuran variabel penelitian melalui studi pustaka dan penyebaran angket kepada 36 responden. Kemudian data kuesioner yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMKK pada pelaksanaan proyek infratruktur di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba termasuk dalam kategori baik dengan nilai 72,22%. Faktor perilaku pekerja yang paling dominan mempengaruhi penerapan SMKK yaitu perilaku pengetahuan, sikap, pelatihan, pengawasan, hukuman, penghargaan.
Analisis Pengaruh Filtrasi Terhadap Penurunan Kadar Logam Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Air Gambut Alfi Rahmi; Anton Ariyanto; Afriyandi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2275

Abstract

Air bersih dengan kuantitas dan kualitas yang cukup menjadi penting dalam menuju pembangunan berkelanjutan. Air gambut berwarna coklat tua sampai berwarna kehitaman, memiliki kadar organik yang tinggi dan bersifat asam. Air gambut juga memiliki kandungan logam pencemar didalamnya, seperti Fe dan Mn. Kandungan Fe dan Mn yang terlalu banyak didalam air akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Beberapa upaya sudah dilakukan untuk menurunkan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) air gambut, salah satunya dengan melakukan metode penyaringan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kualitas air gambut terhadap penurunan kadar Fe dan Mn dengan sistem filtrasi. Sistem filtrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode down flow dengan jumlah media filtrasi adalah multi media filter, dimana media filtrasi yang digunakan adalah kerikil, ijuk, arang kayu, dan pasir kuarsa Hasil penelitian didapat bahwa Metode penyaringan dapat menurunkan kadar Besi dan Kadar Mangan dari kadar Fe sebelum penyaringan adalah 0,739 mg/L setelah dilakukan penyaringan 5 kali menjadi 0,521 mg/L. Dan untuk kadar Mn dari sebelum dilakukan penyaringan kadar Mn adalah 0,042 mg/L menjadi <0,03 mg/L setelah dilakukan penyaringan 5 kali. Dan ini sudah memenuhi syarat kualitas air bersih berdasarkan standart baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air bersih
Perancangan Mesin Pencacah Sampah Botol Plastik Kapasitas 40 Kg/Jam Haryono, Supri
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2347

Abstract

Mesin pencacah plastik yang dirancang dengan kapasitas produksi 40 kg/jam. Bahan baku plastik berupa botol plasti jenis PET. Daya penggerak motor yang digunakan sebesar 1,5 HP dengan putaran 1460 rpm. Pisau yang digunakan jenis flat sebanyak 7 bilah , dimana ada 3 bilah posisi aktif dan 4 bilah posisi pasif. Putaran pisau pada ruang pencacah adalah 56 putaran per menit.  Bahan pisau adalah Baja ST60 tebal 5mm Transmisi daya yang digunakan adalah puli dan sabuk V. Ukuran pulley yang digunakan 75 mm dan 300 mm Tipe v-belt yang digunakan A37 Poros untuk memutar pisau pencacah dibuat dengan menggunakan material S30C dengan diameter poros sebesar 35 mm. Pada bagian poros pisau terjadi momen puntir atau Torsi sebesar 14,25 Nm  dan momen lentur sebesar 172,925 Nm. Untuk menahan beban baik momen lentur maupun momen putar digunakan bantalan dengan diameter 35 mm dengan kode 6007. Estmasi biaya pembuatan alat sebesar Rp. 6.285.000,-
Pengaruh Aspek Sanitasi Terhadap Kualitas Kenyamanan Tinggal di Rusunawa Kraton Kota Tegal Tejowati, Rr Putri Tejowati; M. Faiqun Ni'am; Soedarsono
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2413

Abstract

Pembangunan rumah susun sederhana sewa di perkotaan berperanan untuk meminimalisir penggunaan lahan di perkotaan, menyediakan hunian masyarakat tidak mampu dengan lingkungan yang bersih dan sehat. Sanitasi bangunan rusunawa meliputi ketersediaan air bersih, pengolahan air limbah, pengelolaan sampah penting disediakan agar bangunan dan lingkungan bersih, sehat, nyaman sehingga kesehatan penghuni terjamin serta terhindar dari penyakit. Permasalahan timbul berkaitan dengan ketersediaan sarana dan sistem sanitansi semakin dirasakan kurang nyaman oleh penghuni. Tujuan penelitian mengidentifikasi, menganalisis kondisi eksisting sanitasi serta pengaruhnya terhadap penurunan kualitas bangunan dan lingkungan. Analisis dilakukan supaya mendapat rekomendasi perbaikan untuk kenyamanan penghuni. Metode penelitian survey kondisi eksisting, wawancara, kuesioner, analisis deskriptif kuantitatif. Obyek penelitian kondisi sanitasi bangunan dan lingkungan serta hasil kuesioner terhadap penghuni dan pengelola. Hasil penelitian sistim air bersih sangat layak, sistim air limbah sangat tidak layak, sistim sampah layak. Terdapat pengaruh secara silmultan sistim air bersih, air kotor dan air limbah terhadap kualitas bangunan dan lingkungan.