cover
Contact Name
Pada Lumba
Contact Email
padalumba@gmail.com
Phone
+6282172150290
Journal Mail Official
apteknikft@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai Desa Kumu, Rambah Hilir 28557 Rokan Hulu, Riau
Location
Kab. rokan hulu,
Riau
INDONESIA
APTEK
ISSN : 20852630     EISSN : 26559897     DOI : -
Core Subject : Engineering,
APTEK (Aplikasi Teknologi) menerbitkan manuskrip penelitian terkait dengan ilmu teknik. Tujuan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan studi ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan teori dan konsep-konsep ilmu pengetahuan serta penerapannya pada bidang teknik. Ketentuan penerbitan, manuskrip tidak pernah dipublikasikan atau tidak sedang diajukan di jurnal lain.
Articles 186 Documents
Penentuan Nilai Hirarki Rancang Bangun Reaktor Pembuat Foaming Agent Pemadam Kebakaran Lahan Gambut Menggunakan AHP dengan Aplikasi Expert Choice Purwo Subekti
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 01, Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i1.533

Abstract

Usaha untuk memudahkan proses pengambilan keputusan dalam rancang bangun pembuatan reaktor pembuat foaming agent pemadam kebakaran lahan gambut, perlu ditentukan bobot struktur setiap tahapan kegiatan yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai masin-masing kriteria dan alternatif untuk mempercepat proses pengambilan keputusan setiap aktivitas kegiatan rancang bangun. Hierarki kriteria tersebut adalah studi referensi, pengembangan data perancangan, gambar dan simulasi, manufaktur, kommisioning dan validasi. Sedangkan untuk hierarki alternatif adalah handal, safety, operasional mudah. Metode yang digunakan untuk menentukan nilai bobot tersebut adalah menggunakan AHP (Analytic Hierarchy Process), dengan aplikasi Expert Choice. Hasil pengolahan data penilaian bobot prioritas tertinggi adalah kriteria manufaktur nilainya 0.313, kemudian hasil bobot alternatif tertinggi adalah handal nilainya 0.417. Hasil analisis konsistensi tingkat kriteria adalah 4%, karena nilai konsistensinya di bawah 10% maka penilaian prioritas kriteria dapat diterima. Dari hasil tersebut terlihat bahwa kriteria manufaktur merupakan prioritas yang perlu mendapat perhatian dalam proses rancang bangun pembuatan reaktor pembuat foaming agent, dengan hasil produk yang dihasilkan dituntut memiliki tingkat kehandalan yang perlu diperhatikan.
Peringkat Terhadap Masalah Rework Pada Kegiatan Pembangunan Fisik: Desa Bangun Purba Timur Jaya Kabupaten Rokan Hulu Arifal Hidayat; Yuli Afrina
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 01, Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i1.571

Abstract

Pada pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik di desa sangat sulit terhindar dari terjadi pekerjaan pengulangan (rework). Rework adalah salah satu faktor penyebab utama terjadinya pembengkakkan biaya bahkan keterlambatan pada pembangunan fisik di desa, sehingga berpotensi merugikan keuangan pemerintah desa. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan peringkat terhadap masalah rework ditinjau terhadap aspek manajerial pada kegiatan pembangunan fisik desa yang bersumber dari dana desa tahun 2019. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh perangkat desa, skala pengukuran yang dipakai adalah skala Likert, uji validitas dan reliabilitas data menggunakan teknik korelasi product moment dengan taraf signifikan 5%. Teknik analisis yang dipakai menggunakan rumus indeks kepentingan dari faktor rework terhadap aspek manajerial. Hasil analisis indeks kepentingan diperoleh bahwa peringkat terhadap masalah rework ditinjau dari aspek manajerial pada pembangunan fisik Desa Bangun Purba Timur Jaya Kabupaten Rokan Hulu melalui dana desa tahun 2019 berdasarkan urutan ranking adalah: (1) kurangnya teamwork; (2) kurangnya kontrol; (3) buruknya alur informasi; (4) kurangnya informasi di lapangan; (5); jadwal yang terlalu padat; (6) pertimbangan yang salah di lapangan; (7) kurangnya antisipasi keadaan alam. Kata kunci: bangun purba timur jaya; infrastruktur desa; rework.
Evaluasi Karakteristik Baja Tulangan Beton Di Malang Raya Berdasarkan Standar SNI 2052-2017 Sugeng Hendik Purwanto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 02, Juli 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i2.814

Abstract

Seiring dengan semakin pesatnya pembangunan infrastruktur di Jawa Timur pada umumnya dan Kota Malang pada khususnya, kebutuhan bangunan berbahan logam khususnya baja tulangan beton juga semakin meningkat. Karena permintaan yang besar,maka banyak sekali varian produk baja tulangan yang beredar di pasaran. Penelitian ini bertujuan melihat sejauh mana baja tulangan yang beredar di Malang Raya telah memenuhi semua berbagai parameter yang telah ditetapkan oleh SNI 2052-2017. Disamping itu yang lebih penting adalah penelitian ini bisa memberikan informasi kepada pengguna jasa konstruksi tentang kualitas produk baja tulangan yang beredar di wilayah Malang Raya sehingga dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur bisa memilih produk produk baja tulangan yang baik dan memenuhi persyaratan SNI 2052-2017. Dengan demikian diharapkan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan tidak mendapat permasalahan di kemudian hari baik permasalahan teknis maupun administasi. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan melakukan pengujian tarik terhadap baja tulangan berbagai merk yang beredar dipasaran dengan spesifikasi mutu yang sama , dari hasil pengujian tersebut akan diperoleh data sifat fisik dan mekaniknya ,kemudian dibandingkan dengan sifat fisik dan mekanik yang telah diatur oleh SNI 2052-2017. Pengamatan dilakukan pada baja tulangan sirip (BjTS) mutu 420B dengan variasi diameter D-13,D-16,dan D-19 dari 5 merk baja tulangan yang beredar di pasaran Malang Raya. Kode produsen diinisialkan dengan huruf awal merk baja yaitu kode CB,L,H,B dan M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3 variasi diameter dari 5 merk baja tulangan menunjukkan secara fisik dan mekanik masih dalam batas toleransi sesuai dengan SNI 2052-2017. Penyimpangan sifat fisik (diameter dan berat ) terendah ditunjukkan oleh baja dengan kode  H yaitu rata-rata deviasi negatif 0,93 % dan tertinggi adalah baja dengan kode B dengan rata-rata deviasi negatif 3,76 %. Untuk sifat mekanis (tegangan leleh dan tegangan putus) hasil terbaik diperoleh baja dengan kode produk CB dengan deviasi positif 30 % dan hasil terendah di dapat baja dengan kode M rata-rata yaitu deviasi positif 15 %
Pengaruh Proses Normalizing Terhadap Kekuatan Tarik Sambungan Las pada Logam Tidak Sejenis Unggul Satria Jati Unggul; Dian Prabowo; Anjar Kustiawan
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 02, Juli 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i2.815

Abstract

Pengelasan tidak sejenis atau dissimilar metals merupakan kebutuhan yang penting bagi dunia industri. Jenis pengelasan tersebut juga banyak digunakan untuk sambungan-sambungan yang mempunyai keguanaan khusus. Penelitian ini membahas mengenai penyambungan material yang tidak sejenis dengan menambahkan proses normalising, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil sambungan pengelasan yang terbaik pada sifat materialnya. Material yang digunakan adalah baja tahan karat AISI 304 dan baja karbon A36 dilas menggunakan las Gas Metals Arc Welding (GMAW) posisi mendatar dengan pengaturan tegangan 20 volt, arus 100 Amper. dan filler yang digunakan adalah ER308 dengan variasi normalising 4000C, 5000C dan 6000C. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji tarik. Setelah dilakukan 12 kali percobaan spesimen maka didapatkan hasil bahwa proses normalising pada sambungan las GMAW dengan material tidak sejenis mempunyai pengaruh yang signifikan dimana spesimen kekuatan tariknya lebih baik dibandingkan tidak mendapatkan perlakuan. Pengaruh tersebut teramati pada spesimen dengan proses normalising 6000C yang menghasilkan kekuatan tarik paling besar yaitu 500,12 Mpa dan nilai regangan tarik yaitu 15,69%. Sedangkan pada spesimen tanpa proses normalising menghasilkan kekuatan tarik sebesar 471,08 Mpa dan regangan tarik sebesar 11,99 %.
Desain dan Simulasi Uji Tekan pada Jigs Pin Piston Diameter Ø13 mm Safril; Muhammad Iqbal Harapan Muslim; Mohamad Wirandi; Dibyo setiawan
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 02, Juli 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i2.819

Abstract

Jigs and fixture merupakan alat perkakas bantu yang berfungsi untuk memegang dan atau mengarahkan benda kerja sehingga proses manufaktur suatu produk dapat lebih efisien. Dalam proses melepas pin dari rumah piston, masih terdapat industri otomotif mikro yang melepas pin piston secara manual, dengan cara memukul pin piston menggunakan palu. Hal ini, mengakibatkan kerugian waktu dan kecelakaan kerja yang tinggi terhadap pekerja. Paper ini, bertujuan untuk meminimalisir kerugian waktu dan melakukan simulasi uji tekan pada jigs pin piston. Penerapan metode simulasi digunakan dalam menentukan kekuatan material dan metode empiris untuk menentukan tingkat efisiensi waktu. Jigs pin piston diperuntukan untuk melepaskan pin Ø 13 mm dari rumah piston dan jenis  material jigs piston yang digunakan adalah Aluminum 5052 H32. Simulasi uji tekan dilakukan pada tekanan 0,32 N, 0,44 N, 0,55 N, 0,72 N dan 0,86 N, hasil simulasi dengan pemberian tekanan 0,86 N memberikan Safety Factor 1,90 Kgf dengan kategori aman. Hasil perhitungan secara empiris efisiensi waktu penggunaan jigs piston sebesar 59.49% dan estimasi peningkatan produktivitas sebesar 83.59%, maka dapat dinyatakan layak untuk digunakan. 
Pembuatan Mesin Pencacah Single Blade Kapasitas 100 kg/jam dengan Metode Pahl & Beitz Heri Suripto; Sukarman; Aprizal; Yose Rizal; Saiful Anwar
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 02, Juli 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i2.830

Abstract

Penelitian ini akan membuat mesin pencacah single blade kapasitas 100 kg/jam dengan metode Pahl & Beitzh, dimana mesin ini akan digunakan untuk mencacah rumput sebagai bahan pupuk kompos. pupuk kompos adalah pupk organik yang baik untuk tanaman yang proses pembuatannya dengan proses fermentasi. Proses pembuatan pupuk kompos dengan bahan-bahan organik seperti rumput cacabean, eceng gondok dan bonggol pisang proses ini memerlukan teknologi untuk mencacah yang efisien. Metode yang digunakan dalam perancangan dan pembuatan adalah metode Palhl & Beitzh dan metode dalam pengujian yang digunakan adalah metode eksperimen. Hasil perancangan dan pembuatan menghasilkan ukuran panjang 60 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 80 cm, untuk pengujian menunjukan bahwa pencacahan material jenis cacabean mesin mampu mencacah sebanyak 101 Kg/Jam, untuk material jenis bonggol pisang mesin mampu mencacah sebanyak 103 Kg/Jam dan pada material jenis eceng gondong mesin mampu mencacah sebanyak 99 Kg/Jam. Putaran mesin mampu memutar pisau sebesar 1500 rpm.
Analisa Kegagalan Telescopic Joint Mesin Exercise Book Ahmad Fathoni; Sunaryo; Legisnal Hakim
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 02, Juli 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i2.839

Abstract

Salah satu industri pulp dan paper yang memakai teknolgi tinggi baik dari segi material dan logika pemrosesanya. Industri tersebut mengolah kayu sehingga menghasilkan pulp dan kertas yang digunakan untuk keperluan kita saat ini. Produk yang dihasilkan adalah pulp, kertas, tisu, brown paper, exercise book. Untuk menghasilkan produk tersebut menggunakan mesin mesin pulp and paper machine, tissue machine, cut size machine, folio sheeter machine dan exercise book machine. Salah satu mesin yang akan dianalisis kegagalan adalah mesin exercise book merk LANBAO China yang memproduksi buku-buku dengan ukuran ukuran tertentu yang akan dipasarkan di dalam negeri. Tujuan penelitian mengetahui jenis kerusakan pada mesin exercise book, menganalisis sebab kerusakan pada mesin excecise book dan memperbaiki kegagalan mesin exercise book. Adapun hasil penelitian ialah (1). Operator mesin tidak cepat menstop mesin ketika terjadi jammed akibat penumpukan buku atau stack area mekanis lain (2). Jenis material yang dipakai kurang elastis dan keras sehingga mudah patah saat terjadi stack mesin (3). Proses pemasangan baut cross joint tidak memakai ring per atau washer sehingga setelah berputar beberapa kali baut dan mur menjadi longgar (4). Desain mesin tidak di pasang counter per area untuk mendeteksi perputaran atau speed. Jika stack mesin langsung stop otomatis sehingga part menjadi awet.
Analisis Rework Analisis Rework Terhadap Proyek Konstruksi Di Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman Kabupaten Rokan Hulu Arifal Hidayat; Yuli Afrina
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 02, Juli 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i2.842

Abstract

Salah satu faktor penyebab keterlambatan kegiatan proyek-proyek pemerintah adalah karena adanya aktivitas pekerjaan ulang (rework) pada satu atau beberapa kegiatan konstruksi. Rework merupakan salah satu kontributor utama pada pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek serta bisa memberikan dampak buruk pada performa dan produktifitas pihak penyedia jasa dan pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor utama penyebab rework pelaksanaan proyek konstruksi di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman  Kabupaten Rokan Hulu. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pihak owner menggunakan skala Likert dan kemudian dihitung menggunakan rumus indeks kepentingan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor utama penyebab terjadinya rework pada proyek konstruksi di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Rokan Hulu berdasarkan urutan ranking adalah : faktor desain dan dokumentasi yaitu : kesalahan desain dengan nilai mean = 3,09; faktor manajerial yaitu kurangnya teamwork dengan nilai mean nya adalah 3,05; faktor sumberdaya yaitu : pekerjaan kurang pengetahuan dengan nilai mean nya adalah 3,28.
Studi Kinerja Panel Surya Tipe 180 Wp Berdasarkan Air Cooling System Dan Perpindahan Panas Pada Permukaan Panel Fernando, Yoga; Eddy Elfiano; Rafil Arizona; Heri Suripto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 14, No. 01, Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v14i1.892

Abstract

Efesiensi dari solar cell menurun menjadi 0,5% setiap kenaikan 1 oC sebagai hasil dari energi panas, sehingga diperlukan pendinginan pada panel surya. Tujuan dari penelitian ini adalah dengan membuat sistem pendingin diatas permukaan panel dengan memvariasikan kecepatan angin dan mengetahui laju perpindahan panas serta pengaruhnya terhadap kinerja panel surya. Alat yang digunakan pada penelitian adalah anemometer, thermometer couple, clambmeter, pyranometer dan multimeter. Penelitian menggunakan 4 buah panel surya dengan spesifikasi yang sama yaitu 180 WP dan kipas angin digunakan sebagai pendingin pada panel surya dengan 4 jenis variasi kecepatan yaitu 0 m/s, 2,30 m/s, 3,11 m/s, dan 3,60 m/s . Hasil penelitian yang didapat, pada panel surya dengan kecepatan angin 0 m/s memperoleh nilai rata-rata tegangan terbuka 37,55 V , arus singkat 4,17 A dan laju perpindahan panas sebesar 0 W. Panel surya dengan kecepatan angin 2,30 m/s memperoleh nilai rata-rata tegangan terbuka 39,29 V, arus singkat 4,25 A dan laju perpindahan panas sebesar 22,15 W . Panel surya dengan kecepatan angin 3,11 m/s memperoleh nilai rata-rata tegangan terbuka 39,65 V, arus singkat 4,28 A dan laju perpindahan panas sebesar 39,77 W. Panel surya dengan kecepatan angin 3,60 m/s memperoleh nilai rata-rata tegangan terbuka 39,67 V, arus singkat 4,37 A dan dan laju perpindahan panas sebesar 65,56 W. Terdapat pengaruh air cooling system dengan variasi kecepatan angin dan meningkatkan laju perpindahan panas yang berdampak pada kinerja panel surya.. Nilai kinerja terbaik terjadi pada panel surya dengan kecepatan angin yang semakin laju. Kata kunci: Panel surya; perpindahan panas ;temperatur permukaan,
Desain, Fabrikasi dan Analisis Konsumsi Energi Wiper Otomatis Model Single Lever System untuk mobil listrik jenis City Car Nur Akhlis Sarihidaya Laksana; Akhlis Rahman Sari Nurhidayat
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 14, No. 01, Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v14i1.964

Abstract

Sistem wiper adalah salah satu dari sistem penunjang untuk menyapu debu atau air hujan yang menutpi kaca depan kendaraan yang dikategorikan  sebagai keselamatan yang berkerja secara pasif karena berkerja jika dibutuhkan. Untuk lebih memberi kenyamanan pengendara dibuat sistem wiper otomatis dengan mengontol motor wiper dan memudahkan pengemudi untuk pengoperasiaan wiper pada saat hujan. Kontrol yang digunakan yaitu jenis on/off, sehingga mendapatkan respon dari motor wiper. Metode yang digunakan adalah simulasi dan implementasi untuk mendapatkan respon ketika proses implementasi. Penerapanya pada mobil listrik maka perlu memperhatikan konsumsi dari energi yang dibutuhkan pada saat beroparasi. Konsumsi energi sistem wipei otomatisr  pada siklus I; 14,34 Watt, siklus II; 12,94 Watt, dan siklus III 17,71 Watt

Page 6 of 19 | Total Record : 186