cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
+6281553182768
Journal Mail Official
penelitian.ipteks@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS
ISSN : 25275216     EISSN : 2528116X     DOI : -
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS adalah publikasi dari Lembaga Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember berupa tulisan yang diterbitkan secara berkala, jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Mei dan Desember. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat. Jurnal Sains dan Teknologi Pengabdian Masyarakat, terutama berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat sebagai berikut: Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Layanan Masyarakat, Masyarakat, Ketahanan Pangan Lokal; Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain; Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial; Layanan Komunitas Mahasiswa; Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
IbM PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI BATA MERAH TANPA PEMBAKARAN PADA SENTRA INDUSTRI KECIL KECAMATAN KRANJINGAN - JEMBER Arief Alihudien, ST., MT Sofia Ariyani, S.Si., M
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i1.172

Abstract

Batu bata adalah bahan bangunan yang terbuat dari bahan tanah liat yangsampaisekarang masih menjadi kebutuhan dan digunakan dalam jumlahbesar. Produksi batubatadilakukan sebagai home industri (UKM/ usaha kecil menegah) dengan manajementidak tertataatau bahkan manajemen keluarga. Permasalahan yang sering dialami darisegi pemasaran yangkurang efektif, padahal kebutuhan batu bata cukup besar. Selainpermasalahan pemasaran, secarakualitas batu bata yang mereka produksi tergantungbahan baku tanah liat, proses pengeringandan pembakaran yang sangat tergantung padacuaca, dan membutuhkan bahan bakar yang banyak.Permasalahan penting lain dan membahayakan adalah dengan produksi dalam jumlah yang besarakan meningkatkan jumlah polusi udara, dengan meningkatkan kadar CO2dan CO di atmosfer,yang pada giliranya meningkatkan efek rumah kaca.Tujuan utama kegiatan IbM yang berjudul“IbMPeningkatan Kualitas Produksi BataMerah dengan menggunakan bata merah tanpa pembakar pada sentra industri kecil KelurahanKarangrejo dan Kranjingan Kecamatan Sumbersari kabupaten Jember”adalah mengatasimasalah utama yang dihadapimasyarakat pengrajin Bata Merah Jemberyaitu : (1)PeningkatanKualitas Produksi Bata Merah Masyarakat Jember dalam rangka meningkatkan Pendapatan UKM(2) Peningkatan Kuantitas Produksi Bata Merah Masyarakat Jember dalam rangka meningkatkanPendapatan UKM Produksi Bata Merah produksi bataMerah Masyarakat Jember dalam rangkameningkatkan Pendapatan UKM.(3)Penurunan Angka Polusi Udara Akibat Proses Pembakaranpada Produksi Batan Merah tradisional.
PENINGKATAN KEUNTUNGAN PERAJIN TERASI MELALUI ALIH TEKNOLOGI DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER Syamsul Hadi; Arief Alihudin; Nurul Fathiyah Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 3, No 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v3i1.994

Abstract

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kinerja perajin terasi  di Dusun Payangan Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember agar dapat memenuhi jumlah permintaan pasar yang selama ini mengalami ketidakseimbangan (exesdemand) dengan jumlah produksi yang dihasilkan. Adapun tujuan khususnya adalah melakukan transfer knowledge dan keterampilan bidang teknologi tepat guna (peralatan, dan mesin), manajemen usaha dan pemasaran untuk membantu menciptakan ketentraman dan kenyamanan dalam kehidupan masyarakat sekitar mitra melalui kegiatan kerajinan terasi dengan kapasitas produksi lebih dari 40%. Metode pelaksanaan kegiatan yang diterapkan sebagai bentuk solusi adalah berupa rekayasa sosial dan rekayasa teknologi melalui kegiatan yang bersifat partisipatif berbasis pemberdayaan. Pelaksanaan tahapan sosialisasi program IbM ini  sudah dilaksanakan dengan hasil bahwa mitra sudah memahami secara tektual tentang konsep dan rangkaian dari kegiatan ini. Selanjutnya rekayasa sosial sudah dilaksanakan dengan baik, dimana mitra mulai bertambah kapasitasnya dalam mengelola usahanya dengan variasi strategi pemasaran yang dikembangkan. Rekayasa teknologi juga sudah diintervesikan kepada mitra berupa alat penggiling (penghalus) sebanyak satu unit dengan kapasitas 50 kg per jam yang digerakkan oleh motor bensin 3.5 PK Merk Honda Type GP 250, realisasi Freezer merk SanYO -AQUA -AQF 200 W made in Japan untuk kapasitas  200  liter  dengan  menggunakan listrik 150 watt, dan rak penyimpan terasi (Fermentasi III) ukuran 2 m x 0.4 m x 2 m. Rata-rata tingkat keuntungan naik sebesar 39,29%, dan tingkat efisiensi penggunaan biaya produksi turun sebesar 27,23%.Kata kunci: Rekayasa sosial, Produk Terasi,  dan Teknologi Tepat Guna
Pemanfaatan Rumah Keluarga Sebagai Kedasi ( Kedai Support Asi ) Menuju Zero Susu Formula Pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan Elly Dwi Masita; Siti Maimunah; Siska Nurul Abidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2155

Abstract

Salah satu indikator dari status kesehatan suatu negara adalah Angka kematian bayi (AKB). Berdasarakan  survei penduduk antar sensus pada tahun 2015 menjelaskan bahwa angka kematian bayi di Indonesia mencapai 22,23 per 1000 kelahran hidup. Angka  ini belum sesuai dengan target SDG’s 2030  yaitu sebesar 12 per 1.000 kelahiran hidup. Beberapa hal yang menyebabkan kondisi ini antara lain belum terlaksananya pemberian ASI eksklusif secara tepat dan tuntas. Ketidatuntasan dalam pemberian ASI eksklusif disebabkan beberapa hal antara lain kurangnya pengetahuan ibu, persepsi yang salah tentang ASI, kurangnya dukungan keluarga serta dukungan social. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif sampai saat ini adalah dengan membentuk kader ASI, Kampung ASI, Kampanye ASI,  namun upaya tersebut masih belum mampu mengatasi permasalahan pemberian ASI Eksklusif. Berdasarkan hasil survei dan wawancara yang dilakukan di RW II Kelurahan Wonokromo pemberian ASI eksklusif belum  mencapai target yang telah ditentukan. Target pencapaian ASI eksklusif  sebesar 80 % sedangkan pepncapaian mencapai angka 49,7%. Pencapaian ini disebabkan karena persepsi yang salah tentang ASI, budaya keluarga dan masyarakat, kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat. Oleh sebab itu penting diadakakan suatu upaya optimal yang terintrgrasi sehingga dapat menyelesaikan berbagai masalah tersebut, salah satunya dengan membuat program KEDASI. KEDASI merupakan program pemanfaatan rumah keluarga  sebagai Kedai Support ASI yang menyediakan berbagai pelayanan kebutuhan yang berkaitan dengan ASI dan segala permasalahanya. Bentuk layanan tersebut berupa program konseling, perawatan payudara, pijat oksitoksin, program fathering, perpustakaan mini ASI dan menanam tanaman support ASI di halaman rumah tersebut, catering makanan support ASI, menjual minuman, camilan support ASI. Dengan demikian promosi ASI Ekslusif dapat dilakukan oleh berbagai lini masyarakat. Selain itu program KEDASI dapat memberikan konstribusi peningkatan ekonomi keluarga non ekonomi. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi tentang ASI eksklusif, pembentukan kader ASI, Pelatihan konselor ASI, pelatihan pijat oksiktoksin, pelatihan usaha untuk pengelola KEDASI, pengadaan perpustakaan mini dengan tema ASI serta pembuatan taman support ASI seperti taman daun katuk dan daun kelor.Kata kunci: ASI eksklusif, KEDASI
Pelatihan Kewirausahaan Dan Pencatatan Laporan Keuangan Pengrajin Tenun Pada Pemuda Nahdlatul Ulama Kusuma Wijaya; M Yanto; Moh. Muklis Sulaeman; Safitri Alviani Maretavia
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v5i2.2946

Abstract

Kecamatan Maduran merupakan salah satu kecamatan yang ditetapkan sebagai desa sentra usaha kecil menengah, khususnya kerajinan pada bidang kreatifitas tenun. Hal ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat dan pemuda Nahdatul Ulama Pagar Nusa Gasmi Sekarmadu di Kecamatan Madurancukup banyak yang punya usaha di sektor kerajinan tenun dan ditunjang dengan bahan baku yang sangat mencukupi.Dari hasil analisa kondisi dan prospek profil pengerajin kreatifitas usaha tenunsebagaimana yang telah tersaji di depan, dapat diidentifikasi masalah utama yang dihadapi oleh para pengerajin kreatifitas usaha tenunadalah sulitnya membuat pembukuan untuk menghitung bianya produksi dan modal usaha serta penentuan harga jual sesuai dengan harga pasar. Adapun alur pelatihan membuat pembukuan sederhana untuk menentukan modal dan harga jual barang hasil kreatifitas usaha tenunini dimulai dari, 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan,3) tahap evaluasi. Setelah diberikan pelatihan pengerajin jahit yang ada di Desa ParenganKecamatan Maduran mengakui mereka memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai dalam membuat pembukuan yang digunakan untuk menghitung aliran masuk dan keluarnya dana.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SANTRI TPA AL-IKHLAS TERHADAP LAGU ISLAMI MELALUI STRATEGI MEMAKNAI KATA BAHASA MADURA KE DALAM BAHASA INDONESIA Dzarna Dzarna
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 2, No 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v2i1.376

Abstract

Lagu adalah sebuah pesan yang disampaikan oleh penulis yang diiringi dengan intonasi dan nada, baik itu nada rendah atau tinggi. Mengingat materi lebih mudah dengan menggunakan lagu dibanding dengan menghafal. Lagu yang digunakan TPA Al-Ikhlas untuk mengingat materi yang disampaikan.Sampai saat ini lagu Bahasa Madura itu yang tetap digunakan, sebenarnya harus ada perubahan yang dilakukan oleh pihak pengajar di TPA tersebut agar proses belajar-mengajar pada santri berjalan dengan baik dan santri mengerti makna yang mereka ucapkan tidak hanya sekedar ikut-ikutan menyanyikan lagu tersebut sedangkan mereka tidak mengerti artinya.  Tujuan penyuluhan ini agar santri pada TPA tersebut memahami makna setiap kata yang mereka lagukan tersebut. Berdasarkan temuan, maka permasalahan yang ada dapat dirumuskan sebagai berikut, pengajar (guru) pada TPA tersebut merupakan anak dan cucu pendiri TPA tersebut, kurangnya keinginan pengajar untuk merubah lagu tersebut ke dalam Bahasa Madura, tidak ada pengajar baru yang memiliki keinginan untuk merubah lagu tersebut, bahasa pertama santri adalah Bahasa Indonesia sehingga mereka tidak mengerti makna lagu yang mereka nyanyikan. Target pelaksanaan PkM ini adalah mampu memberikan pemahaman terhadap santri TPA Al-Ikhlas Lingkungan Tegalbai, Kel. Karangrejo, Kec.Sumbersari, Kab. Jember terhadap makna lagu islami. Metode penyuluhan yang dipilih untuk dilakukan dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada. Melalui program PkM ini, diharapkan dapat meningkat proses belajar mengajar. Metode penyuluhan ini dipilih karena masalah  meningkatkan pemahaman santri hanya dapat dilakukan dengan cara memaknai masing-masing kata yang terdapat pada lagu tersebut. Setelah lagu tersebut dimaknai dengan bahasa Indonesia maka santri akan membaca dan memahami masing-masing kata dan pastinya akan paham pesan apa yang terdapat pada lagu tersebut. Dengan meningkatnya pemahaman tersebut maka nantinya anak didik di TPA Al-Ikhlas Ling.Tegalbai, Kel.Karangrejo, Kec. Sumbersari, Kab. Jember akan memiliki pemahaman dan  pengetahuan tentang makna lagu yang mereka nyanyikan.Setelah diberikan penyuluhan tantang makna kata lagu islami Bahasa Madura, didapatkan bahwa di antara sepuluh santri TPA Al-Ikhlas Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember ditemukan satu orang yang kurang bisa memaknai lagu islami Bahasa Madura yaitu santri yang bernama Talita Nayla Agus Prayoga dengan panggilan Nayla. Hal ini dikarenakan santri tersebut berasal dari keluarga yang dimana ayah dan ibunya mengajarkan ia Bahasa Indonesia sejak kecil, dan lingkungan dimana ia bermain dan ia sekolah teman-temannya juga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai komunikasi
Pengenalan Kosakata Bahasa Jepang Melalui Video Cerita Anak Di Tk Aba Mergan Azizia Freda Savana; Wistri Meisa; Arda Putri Winata
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 7, No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v7i2.6394

Abstract

TK ABA Mergan berada di Sumberagung Kecamatan Moyudan, Sleman dengan jumlah siswa TK A dan TK B sebanyak 16 anak. Berdasarkan kompetensi pembelajaran, kami menawarkan memberikan pengetahuan kepada anak-anak TK ABA Mergan untuk mempelajari bahasa asing. Mempelajari bahasa asing diperlukan untuk pembekalan pengetahuan anak khususnya di Yogyakarta sebagai kota wisata. Bahasa asing tidak hanya bahasa Inggris saja, tetapi bahasa asing lainnya pun penting untuk dipelajari saat ini termasuk bahasa Jepang. Banyak cerita animasi yang dibuat oleh Jepang, yaitu Doraemon, Ultramen, dan lain sebagainya yang dapat dilihat di youtube dan televisi. Lagu-lagunya pun tidak asing dan bahkan anak anak TK yang sering menontonnya hafal dengan lagu-lagu yang dinyanyikan dalam bahasa Jepang. TK ABA Mergan membuka kesempatan untuk mengajarkan sejak dini kosakata bahasa Jepang sederhana agar anak-anak mengenal bahasa Jepang sejak dini dan dapat menjadi materi penyegaran bagi anak-anak ditengah pandemi Covid-19. Untuk mengajarkan kosakata bahasa Jepang di usia 4-5 tahun, tidaklah mudah karena merupakan hal yang baru. Pengajar harus melakukan inovasi dan menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan. Oleh karena itu, tim membuat video cerita untuk mengajarkan kosakata bahasa Jepang tersebut. Video akan dibuat dalam bahasa Indonesia dan mengenalkan kosakata bahasa Jepang didalamnya, yaitu hewan atau binatang dan tanaman. Tidak hanya berbentuk video, kosakata tersebut juga dibuat versi kartu flash. Hasil dari pembelajaran ini adalah guru dan anak-anak TK ABA Mergan, Moyudan menguasai kosakata bahasa Jepang yaitu nama hewan dan nama tanaman yang terdapat dalam video cerita.
PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI DASAR DAN PELAPORAN KEUANGAN KPRI “KENCANA” Nanda Widaninggar; Nurshadrina Kartika Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 4, No 2 (2018): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v4i2.1842

Abstract

Koperasi Pegawai Republik Indonesia”KENCANA” Situbondo memiliki fungsi bagi peningkatan kesejahteraan anggotanya. Akan tetapi, bekal kemampuan pengelolaan keuangan, terutama pembukuan belum dimiliki secara mumpuni oleh pengurus KPRI, sehingga muncullah banyak pertanyaan dari anggota mengenai proses pencatatan dan pelaporan keuangan, sehingga dikawatirkan muncul rasa tidak percaya terhadap pengurus, mengingat setiap kali Rapat Anggota Tahunan pertanyaan-pertanyaan yang mencuat adalah tidak jauh dari masalah pengelolaan keuangan. Tujuan khusus kegiatan PKM ini adalah: (1) Unit Simpan Pinjam (USP) dan Unit Usaha KPRI ”KENCANA” mampu mengimplementasikan sistem akuntansi dasar, dan (2) Mampu melakukan pelaporan keuangan secara lebih baik. Target jangka panjang kegiatan PKM ini adalah “kemampuan memperoleh bantuan pinjaman modal dari lembaga keuangan formal”. Target jangka pendek (1) USP dan Unit Usaha  memiliki sistem dalam siklus akuntansinya, (2) USP dan Unit Usaha melakukan pelaporan keuangan secara lebih baik. Metode untuk mencapai target dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi pengurus. Pelatihan dan pendampingan difokuskan pada penerapan dasar-dasar akuntansi menggunakan sistem terkomputerisasi sederhana serta penyusunan laporan keuangan. Pelatihan dan pendampingan dilakukan untuk memperkuat kemampuan pengurus USP dan Unit Usaha dalam pembukuan, penerapan siklus akuntansi dasar, dan penyusunan laporan keuangan. Pada program ini telah berhasil dibangun suatu sistem pelaporan keuangan berbasis web yang bernama Aplikasi Akuntansi dengan alamat kprikencana.com. Kata Kunci: Penerapan Sistem Akuntansi Dasar, Pelaporan Keuangan, Aplikasi Akuntansi
URGENSI PAYUNG HUKUM BAGI SANGGAR SENI TARI DI KABUPATEN LUMAJANG Anies Marsudiati Purbadiri; Titis Srimurni
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 2 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i2.266

Abstract

Sanggar Tari “Nindya Laksita” dan Sanggar Tari “Ayu Langgeng” adalah dua dari beberapa sanggar yang diketahui beroperasi di Kabupaten Lumajang. Secara produksi keduanya telah memiliki beberapa karya tari hasil garapannya sendiri, yang seringkali ditampilkan atas permintaan Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang. Namun secara yuridis masing-masing masih mempunyai kekurangan payung hukum untuk dapatnya bertindak sebagai subyek hukum privat, oleh karenanya perlu segera dilengkapi berbagai dokumen legalitasnya dimaksud. Tujuan melengkapi dokumen yuridis tersebut antara lain agar Sanggar dapat memperoleh hak-hak dasarnya sbg subyek hukum, semisal mendapatkan pembinaan, perlindungan bahkan mendapatkan fasilitasi dana hibah dari Pemerintah Daerah dan/atau Pusat, dalam upaya menjaga kelangsungan operasionalnya. Adapun metode yang diterapkan untuk memnuhi dokumen yuridis tersebut adalah dengan berdasar pada konsepsi yuridis sosiologis, yang teknisnya diterapkan dalam bentuk : 1) Pendidikan/Pelatihan, diarahkan pada pengurus sanggar agar paham hak dan kewajibannya, 2) Pendampingan, dilakukan terhadap pengurus sanggar ketika mengurus dokumen yuridis yang diperlukan, dan 3) Penyadaran, lebih ditekankan pada pengurus maupun anggota sanggar supaya menyadari keberadaannya sebagai organisasi sosial dan sebagai subyek hukum privat bahwa dirinya mempunyai hak-hak dasar yang harus dipenuhi sebagaimana amanah yang tersurat pada Pasal 28 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pembinaan Kepemimpinan dan Keorganisasian bagi Aktivis Organisasi Intra Sekolah di SMK Muhammadiyah 2 Paleran Dhofir Catur Bashori; Dhian Wahana Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 7, No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v7i2.6902

Abstract

Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 02 Paleran dengan objek pengabdian adalah para siswa di organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di sekolah tersebut. IPM merupakan Organisasi Siswa Intra Sekolah yang sangat penting keberadaannya bagi para siswa. Secara umum Organisasi Intra Sekolah memiliki fungsi untuk membentuk karakter para siswa agar menjadi sosok yang tangguh, berakhlakul karimah, kompetitif, nasionalis, memiliki jiwa sosial, serta mampu bekerjasama untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Meskipun demikian, tidak jarang terjadi permasalahan yang menyebabkan perselisihan diantara para pengurus. Kondisi ini tentu tidak bisa dihindari mengingat bahwa para pengurus OSIS merupakan remaja yang memiliki emosi yang tidak stabil dan karakter individu berbeda-beda. Oleh sebab itu perlu adanya pelatihan dan pendampingan bagi para pengurus agar mereka lebih baik dalam mengelola organisasi mereka. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan dan pendampingan. Pelatihan diberikan dalam rangka untuk memberikan pemaahaman kepada mereka tentang teori kepemimpinan dan keorganisasian. Sedangkan pendampingan dilakukan dalam rangka untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi dalam organisasi. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada mereka tentang konsep kepemimpinan dan dasar keorganisasi bagi pengurus IPM, sehingga diharapkan mereka dapat benar-benar mengelola organisasi dengan baik. Adapun hasil dari kegiatan ini, para pengurus IPM semakin antusias dalam berorganisasi di sekolah
SOSIALISASI DAN PENDATAAN PESERTA PROGRAM ASURANSI USAHATANI PADI (AUTP) Nurul Fathiyah Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 4, No 1 (2018): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v4i1.1493

Abstract

Usahatani padi tidak terlepas dari adanya resiko dan ketidakpastian, baik yang berasal dari faktor alam (iklim/cuaca), factor bencana (kekeringan, kebakaran, banjir), maupun faktor organisme pengganggu tanaman atau OPT (hama, penyakit, jamur, dsb). Adanya beberapa factor tersebut jika dialami oleh petani akan dapat berdampak pada penurunan jumlah produksi dan pendapatan petani sebagai akibat dari kerusakan usaha atau gagal panen. Jika hal ini terjadi selama beberapa musim, maka petani jelas akan mengalami dampak kerugian yang cukup besar. Melihat kondisi tersebut, maka pemerintah mengeluarkan Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) sebagai upaya perlindungan usaha tani padi. Progam AUTP ini mendapat subsidi dari pemerintah berupa subsidi premi asuransi. Petani yang tergabung dalam program AUTP hanya membayar premi sebesar Rp 36.000/ha/musim dengan besaran nominal asuransi yang akan diperoleh yakni sebesar Rp 6.000.000/ha/musim andaikata usahatani padi petani mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh factor bencana dan OPT sebesar ≥ 75%. Dengan adanya program AUTP ini petani merasa tertarik untuk ikut serta dengan alasan adanya AUTP akan dapat membantu petani dalam penanganan kerugian usaha sehingga petani memiliki modal kembali untuk musim tanam berikutnya. Kenyataan di lapang menunjukkan bahwa meskipun banyak petani yang tertarik dengan program AUTP, namun petani masih belum memahami dengan jelas maksud, tujuan, syarat, dan prosedur yang harus diikuti andaikata ingin tergabung menjadi peserta program. Oleh karena itu dibutuhkan adanya sosialisasi yang jelas dari pihak-pihak terkait mengenai AUTP dan pendataan petani yang ingin ikut serta menjadi bagian petani AUTP. Kata Kunci: Asuransi Usahatani Padi (AUTP), ekonomi pertanian, resiko usahatani, sosialisasi.