cover
Contact Name
Bramantyo Adi Nugroho
Contact Email
bramantyo.adi.n@gmail.com
Phone
+6285246990880
Journal Mail Official
jurnal.riset.pembangunan@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No. 126 RT. 10 Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Pembangunan : Media Hasil Penelitian dan Kajian Pembangunan Daerah
ISSN : 26543710     EISSN : 26547872     DOI : https://doi.org/10.36087
JRP memuat informasi di bidang pembangunan daerah berupa hasil riset orisinil, artikel ulasan ilmiah, studi kasus yang meliputi bidang: 1. Pemerintahan 2. Pemberdayaan Masyarakat 3. Kependudukan 4. Ekonomi dan Keuangan Daerah 5. Pengembangan Wilayah, Fisik dan Prasarana
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
ANALISIS GAP PERENCANAAN DANA ALOKASI KHUSUS FISIK PENUGASAN PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR EKONOMI BERKELANJUTAN PADA 34 PROVINSI DI INDONESIA Pambudi, Andi Setyo
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v7i1.174

Abstract

Pembangunan penyediaan infrastruktur ekonomi di daerah melalui dana transfer adalah hal yang menarik diulas lebih jauh dari sisi perencanaan. Prioritas bagi pemerintah pusat dan prioritas bagi pemerintah daerah perlu menemukan titik temu untuk mencapai keselarasan dan efektivitas pembangunan dilapangan. Analisis melalui mekanisme evaluasi dokumen perencanaan pusat-daerah dalam lingkup dana transfer dapat menilai seberapa sinkron menu DAK Fisik mendukung program prioritas di daerah. Untuk menajamkan proses evaluasi sebagai bahan analisis, dipilih DAK Fisik Penugasan khususnya tematik penyediaan infrastruktur ekonomi berkelanjutan (PIEB). Tujuan analisis terkait DAK tematik PIEB adalah untuk mengidentifikasi keterkaitan antara dokumen Rencana Kerja Pemerintah Pusat dan Daerah, relevansi menu DAK Fisik bagi pembangunan daerah, khususnya DAK Fisik Penugasan Tematik PIEB yang dirancang untuk mendukung pembangunan di daerah. Metode analisis menggunakan pendekatan kuantitatif yang dilakukan melalui content analysis dalam penelusuran prioritas daerah dalam RKPD 34 provinsi dan menu DAK Fisik Penugasan PIEB TA 2021 dalam RKP. Hasil analisis dan pembahasan tingkat perencanaan pada DAK Fisik Penugasan Tematik PIEB TA 2021 menunjukkan bahwa masih ada sebagian kebijakan DAK Fisik yang belum relevan dengan prioritas daerah baik untuk tema bidang Pariwisata, Jalan, Industri Kecil Menengah dan Subbidang Lingkungan Hidup. Hal ini memberi gambaran bahwa proses internalisasi kebijakan pusat-daerah dalam sistem perencanaan pembangunan belum optimal. Masih banyak menu DAK Fisik yang belum direspons dengan kegiatan yang terkait dalam perencanaan pemerintah provinsi. Oleh karena itu, diperlukan rekomendasi teknis yang efektif kedepan agar pembangunan dengan dana transfer berdampak lebih tepat sasaran pada kualitas implementasinya.
DETERMINAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI INDONESIA Sari, Rinda Aliana; Aprianti, Yesi
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v7i1.172

Abstract

Kesejahteraan manusia pada suatu wilayah di proyeksikan dengan IPM. Peneltian ini bertujuan mengukur variabel-variabel yang mempengaruhi kesejahteraan manusia pada kabupaten/kota di Indonesia tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dimana data cross section yang dikumpulkan dianalisis dengan regresi. Variabel yang digunakan dalam peneltian ini yaitu PDRB, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan dummy status wilayah. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan pengujian statistik dibantu EVIEWS 10 (Economic Views). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel PDRB berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap IPM. Sedangkan variabel kemiskinan berpengaruh negatif terhadap IPM di Indonesia. Selanjutnya, variabel pendidikan dan kesehatan yang diproyeksikan dengan jumlah tenaga kerja pada sektor tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Kondisi kota dan kabupaten juga memiliki dampak terhadap pembentukan IPM, dimana wilayah perkotaan secara statistik berdampak positif terhadap peningkatan IPM Indonesia. Kondisi ini berimplikasi pada diperlukannya kesetaraan pembangunan antara tingkat kota dan kabupaten yang pada akhirnya akan menunjang peningkatan kesejahteraan penduduk Indonesia. Dimana jumlah akses dan ketersediaan sarana publik di Kota secara empiris menunjang kesejahteraan penduduk.
TINGKAT KESIAPAN MASYARAKAT BALIKPAPAN DALAM PEMBANGUNAN IKN NUSANTARA Paramananda, Damar; Iskandar, Doddy Aditya
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v7i1.182

Abstract

Balikpapan sebagai salah satu daerah penyangga IKN Nusantara memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan karena hampir seluruh infrastruktur pendukung untuk pembangunan IKN Nusantara terdapat di Balikpapan. Wilayah Kariangau, Karang Joang, dan Teritip yang merupakan kelurahan yang berbatasan langsung dengan IKN Nusantara diharapkan dapat berperan sebagai pendukung IKN. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang bersifat abduktif. Adapun metode pengumpulan data dengan in-depth interview, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan masyarakat di ketiga kelurahan tersebut dapat diketahui bahwa masyarakat di Kelurahan Karang Joang merupakan masyarakat yang paling siap terhadap pembangunan IKN di mana masyarakat di kelurahan ini cenderung didominasi kegiatan yang mengarah pada sektor post-industry, sedangkan masyarakat di Kelurahan Kariangau masih transisi menuju sektor industrial, sementara itu, masyarakat di Kelurahan Teritip masih dominan pada kegiatan pre-industry. Secara komprehensif, masyarakat memiliki tingkat kesiapan yang relatif masih rendah. Kelurahan Karang Joang menjadi wilayah yang paling siap terhadap pembangunan IKN dengan tingkat kesiapan masyarakat yang berada di tahap Initiation. Sementara itu, Kelurahan Kariangau berada pada peringkat kedua di mana tingkat kesiapan masyarakat di wilayah ini berada di tahap Preparation. Sedangkan Kelurahan Teritip merupakan wilayah yang paling belum siap menghadapi pembangunan IKN di mana tingkat kesiapan masyarakat di kelurahan ini berada di tahap Preplanning. 
POTENSI INDUSTRI HALAL DI INDONESIA: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS Malihah, Lola; Karimah, Husna; Zabidi, Haya; Haryanti, Peni
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v7i1.179

Abstract

Industri halal kini menjadi tren di berbagai penjuru dunia. Bukan hanya di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, industri halal juga mulai berkembang di negara-negara dengan mayoritas penduduk non-Muslim. Hal ini terjadi karena aspek halal dianggap sebagai indikator universal untuk menjamin kualitas produk dan standar hidup. Oleh karena itu, industri halal memiliki peluang besar untuk menguasai pasar global jika dikembangkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi industri halal di Indonesia melalui peninjauan terhadap berbagai karya ilmiah sebelumnya. Dalam penelitian ini menggunakan metode SLR (Sytematic Liberature Review) Sebanyak 16 karya ilmiah yang membahas industri halal dengan sumber metadata dari Google Scholar dalam rentang waktu 2018-2022 telah dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, sektor makanan halal merupakan sektor unggulan yang memiliki potensi besar dalam industri halal di Indonesia. selain itu, terdapat sektor yang tidak kalah memiliki potensi besar di negara Muslim khususnya Indonesia yakni meliputi sektor fesyen halal, parawisata halal, keuangan syariah, kosmetik dan farmasi halal. Dalam hal ini kerjasama antara konsumen, produsen dan pemerintah sangat diperlukan untuk mendukung kemajuan dan perkembangan potensi industri halal baik dalam lingkup nasional maupun dunia.
KANDUNGAN POLUTAN DAN UNSUR HARA MIKRO PADA DAUN-DAUN POHON DAN TUMBUHAN BAWAH DOMINAN DI TAMAN SEJATI KOTA SAMARINDA Karyati, Karyati; Akbari, Achmad Faturahman; Syafrudin, Muhammad; Karmini, Karmini; Widiati, Kusno Yuli
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v7i1.155

Abstract

Keberadaan taman kota dengan pohon-pohon dan tumbuhan bawah memiliki banyak fungsi penting. Salah satu peran penting pohon adalah dapat mereduksi polutan. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui jenis pohon dan tumbuhan bawah yang dominan serta kandungan polutan (timbal) dan unsur hara mikro (besi dan mangan) pada daun dan tumbuhan bawah di Taman Sejati Kota Samarinda. Indeks Nilai Penting (INP) digunakan untuk menentukan jenis pohon dan tumbuhan bawah yang dominan. Kandungan polutan dianalisis dengan metode destruksi basah dan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Lima jenis pohon yang dominan adalah Calophyllum inophyllum, Albizia saman, Acacia mangium, Senna siamea, dan Swietenia macrophylla. Jenis tumbuhan bawah didominasi oleh Alternanthera brasiliana, Justicia gendarusa, Tradescantia spathacea, Ruellia simplex, dan Excoecaria cochinchinensis. Kandungan Pb tertinggi (21,27 mg/kg) terdapat pada daun Acacia mangium, Fe (444,68 mg/kg) terdapat pada daun Senna siamea, dan Mn (223,32 mg/kg) terdapat pada daun Acacia mangium. Daun tumbuhan bawah Justicia gendarusa mengandung Pb sebesar 17,32 mg/kg, Tradescantia spathacea mengandung Fe sebesar 1659,70 mg/kg, dan Ruellia simplex mengandung Mn sebesar 110,37 mg/kg.