Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak melalui Bermain Peran di KB Al Hikmah Tajungsari Pati Karmini, Karmini
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.685 KB)

Abstract

This study aims to determine whether role play can improve the social skills of children aged 4-5 years in Al Hikmah Tajungsari Tlogowungu Pati. This research is a Classroom Action Research. This research was conducted in first semester of academic year 2016/2017. This research will be carried out in 2 cycles, and each cycle aims to improve childrens social skills through main role. The analysis is done following the concept given by Miles and Hubberman, that is Reduction data, Display data and Conclusion Drawing / Verification. The results showed that the observation results of students social ability by using the role playing method of KB Al Hikmah Tajungsari Tlogowungu Pati. The students social skills are improved after attending the students ability development by applying role playing methods. In pre cycles of students social ability 24% in developed as espected (BSH) category. In the first cycle students social ability of 52% in the very good development (BSB) category. In the second cycle students social ability score of 80% or an increase of 28% compared to cycle I.
FORMULASI TABLET ANTIOKSIDAN EKSTRAK BAWANG HUTAN (ELEUTHERINE BULBOSA MILL.URB) Karmini, Karmini; Yuliet, Yuliet; Khumaidi, Akhmad
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Number 3 (December 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.209 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi tablet antioksidan ekstrak bawang hutan (Eleutherine bulbosa mill.urb) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi ekstrak bawang hutan pada mutu fisik dan aktivitas antioksidan tablet, mengetahui konsentrasi ekstrak yang memenuhi mutu fisik yang paling optimum dan mengetahui aktivitas antioksidan (IC50) dari tiap formula. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Proses pembuatan tablet dengan metode granulasi basah. Dilakukan uji mutu fisik granul dan uji mutu fisik tablet. Uji aktivitas antioksidan dilakukan secara in-vitro menggunakan metode DPPH pada formula 1, formula 2, formula 3 dan kontrol negatif dengan penggunaan Vitamin C sebagai kontrol positif. Data hasil pengukuran dianalisis secara statistik menggunakan metode ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan variasi konsentrasi ekstrak bawang hutan dengan konsentrasi 3,57%, 7,14% dan 10,71% pada sediaan tablet memperoleh mutu fisik tablet yang baik pada penyimpanan selama ± 1 bulan. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan IC50 yang diperoleh pada hari ke-1 dan hari ke-28 kontrol negatif, formula 1, formula 2, dan formula 3 berturut-turut adalah 2110 ppm dan 2210 ppm; 126,18 ppm dan 135,73 ppm; 91,00 ppm dan 95,45 ppm; 46,87 ppm dan 50,93 ppm; dibandingkan dengan IC50 Vitamin C sebesar 4,93 ppm. Formula 1 mempunyai mutu fisik tablet yang paling optimum. Aktivitas antioksidan dari tiap formula masuk dalam kategori dari sangat kuat sampai sedang.
Keteguhan Lengkung Statis dan Geser Rekat Kayu Laminasi Jenis Karet (Hevea brasiliensis) Berdasarkan Variasi Waktu Tekan Widiati, Kusno Yuli; Simanjuntak, Andry Joel; Handayani, Sri Asih; Karmini, Karmini
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.14263

Abstract

Kayu laminasi adalah suatu produk rekayasa tertua yang merupakan teknik penggabungan dua atau lebih kayu potongan yang direkatkan dengan arah sejajar serat satu sama lain. Tujuan hasil penelitian ini untuk menganalisis keteguhan lengkung statis (MoE dan MoR) dan geser rekat kayu laminasi dari jenis kayu Karet (Hevea brasiliensis) berdasarkan pengaruh variasi waktu tekan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Industri dan Pengujian Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Bahan perekat yang digunakan adalah Polivinil Asetat (PVAc). Sampel uji keteguhan lengkung statis dibuat berdasarkan standar ASTM D 143-94. Pengujian kadar air, kerapatan dan keteguhan geser rekat berdasarkan standar Jerman (DIN). Analisis yang digunakan berdasarkan rancangan acak lengkap dengan variasi waktu tekan 30, 90 dan 120 menit. Hasil penelitian rata-rata kadar air 10,57% sehingga layak untuk diuji. Kerapatan normal tertinggi sebesar 0,56 g/cm3 dan keteguhan geser rekat laminasi tertinggi sebesar 5,023 kg/cm2 pada pada waktu tekan selama 120 menit. Sedangkan untuk hasil uji tertinggi, MoE 79.003.46 kg/cm2, uji MoR sebesar 665,97 kg/cm2 terjadi pada waktu tekan selama 90 menit. Berdasarkan hasil analisis Anova diketahui bahwa pemberian perlakuan waktu tekan tidak berpengaruh nyata meskipun semakin lama waktu tekan akan menghasilkan keteguhan geser rekat yang semakin tinggi.               
DAYA SAING PRODUK-PRODUK INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (KELOMPOK BARANG KAYU DAN HASIL HUTAN) DI KOTA TARAKAN Karmini, Karmini
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1784

Abstract

Daya Saing Produk-Produk Industri Kecil Dan Menengah  (Kelompok Barang Kayu Dan Hasil Hutan) Di Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya saing dan faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing dari produk-produk industri kecil dan menengah (kelompok barang kayu dan hasil hutan) di Kota Tarakan. Lokasi penelitian berada di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2015. Penelitian ini mengumpulkan data primer dan sekunder. Analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman) digunakan untuk menganalisis data. Produk-produk industri kecil dan menengah (kelompok barang kayu dan hasil hutan) di Kota Tarakan memiliki daya saing yang tinggi. Daya saing tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain motivasi, bahan baku, tenaga kerja, modal usaha, keuangan, teknologi produksi, pemasaran, iklim usaha, dan pembinaan. 
Zonation of Development Area of Agriculture, Forestry, and Fisheries Sector in West Kutai Regency Karmini, Karmini
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3464

Abstract

The effort of development on agriculture, forestry, and fisheries sector in West Kutai Regency needs to be done by integrating the working program that will be formulated for a specific region.  The aim of this study was to know the activities distribution and production of agriculture, forestry, and fisheries products in West Kutai Regency alsothe zone of development area for basis to formulate the efforts to develop agriculture, forestry, and fisheries sector. Studi was done from January to March 2018 in West Kutai Regency, East Kalimantan Province.  Data collected in this study were secondary data from Statistics West Kutai Regency. Data analysis by using descriptive statistics was applied to determine zone of development area.Geografics Information System (GIS) was used to make map of area zonation.Area of West Kutai Regency could be divided into 3zonesbased on wide of agriculture and fisheries areas, they are narrow  area of agriculture and fisheries (Zone I = 5.030,65 – 11.397,71 ha), medium (Zone II = 11.397,72 – 17.764,80 ha), and wide (Zone III = 17.764,81  – 24.131,89 ha).Zone I includes Districts of Bongan, Penyinggahan, Muara Pahu, Muara Lawa, Bentian Besar, Linggang Bigung, Nyuatan, M. Manaar Bulatn, and Tering. Zone II consists Districts of  Barong Tongkok and Long Iram. Zone III is Districts of Jempang, Damai, Melak, Siluq Ngurai, and Sekolaq Darat.
INVENTARISASI KEGIATAN PERTANIAN DI KABUPATEN KUTAI BARAT Karmini, Karmini
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v14i2.1427

Abstract

Inventory of Agricultural Activities in West Kutai Regency. The aim of this study was to inventory of agricultural activities in Kutai Kartanegara Regency. This study covered economic activities at agriculture sector of paddy, food crops, horticulture crops, estate, forestry, livestock, and fisheries. Data were collected from Statistics of West Kutai Regency.  The descriptive analysis method was applied to inventory some agricultural activities. In study location, there are farming activities which developed consist of wetland paddy and dryland paddy, 6 kinds of food plants, 10 kinds of vegetables, 19 kinds of fruits.  Also, animal husbandry 7 kinds livestock,  fishing culture and fishing catch. The other developed activities is processing timber and non timber forest products.
PERAN PENYULUHAN KOMPOS DI DESA BANGUN REJO DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA Karmini, Karmini; Karyati, Karyati; Widiati, Kusno Yuli
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v6i2.152

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluhan kompos dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 hingga Februari 2022 di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Metode sensus digunakan dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah Uji Run dan Uji Pangkat Bertanda Wilcoxon. Pengetahuan dan keterampilan peserta penyuluhan berbeda sangat signifikan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Pengetahuan dan keterampilan peserta penyuluhan dalam pengelolaan sampah rumah tangga meningkat secara sangat signifikan setelah mengikuti penyuluhan atau lebih tinggi dibandingkan sebelum penyuluhan. Penyuluhan tentang kompos sebaiknya digalakkan di berbagai tempat karena berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta penyuluhan dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
KANDUNGAN POLUTAN DAN UNSUR HARA MIKRO PADA DAUN-DAUN POHON DAN TUMBUHAN BAWAH DOMINAN DI TAMAN SEJATI KOTA SAMARINDA Karyati, Karyati; Akbari, Achmad Faturahman; Syafrudin, Muhammad; Karmini, Karmini; Widiati, Kusno Yuli
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v7i1.155

Abstract

Keberadaan taman kota dengan pohon-pohon dan tumbuhan bawah memiliki banyak fungsi penting. Salah satu peran penting pohon adalah dapat mereduksi polutan. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui jenis pohon dan tumbuhan bawah yang dominan serta kandungan polutan (timbal) dan unsur hara mikro (besi dan mangan) pada daun dan tumbuhan bawah di Taman Sejati Kota Samarinda. Indeks Nilai Penting (INP) digunakan untuk menentukan jenis pohon dan tumbuhan bawah yang dominan. Kandungan polutan dianalisis dengan metode destruksi basah dan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Lima jenis pohon yang dominan adalah Calophyllum inophyllum, Albizia saman, Acacia mangium, Senna siamea, dan Swietenia macrophylla. Jenis tumbuhan bawah didominasi oleh Alternanthera brasiliana, Justicia gendarusa, Tradescantia spathacea, Ruellia simplex, dan Excoecaria cochinchinensis. Kandungan Pb tertinggi (21,27 mg/kg) terdapat pada daun Acacia mangium, Fe (444,68 mg/kg) terdapat pada daun Senna siamea, dan Mn (223,32 mg/kg) terdapat pada daun Acacia mangium. Daun tumbuhan bawah Justicia gendarusa mengandung Pb sebesar 17,32 mg/kg, Tradescantia spathacea mengandung Fe sebesar 1659,70 mg/kg, dan Ruellia simplex mengandung Mn sebesar 110,37 mg/kg.
Limpasan Permukaan dan Erosi Tanah pada Tegakan Akasia dan Sengon Umur 11 Tahun: Limpasan Permukaan dan Erosi Tanah pada Tegakan Akasia dan Sengon Difa, Geva Alfinda; Karyati; Sarminah, Sri; Karmini, Karmini
PERENNIAL Vol 20 No 2 (2024): Vol. 20 No. 2, Oktober 2024
Publisher : Forestry Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v20i2.36538

Abstract

Indonesia is a country with geographical conditions located in tropical rain climates, causing variations in rainfall levels. High and varied rainfall can lead to surface run-off and soil erosion. This study aims to determine (1) the rate of surface run-off and soil mass erosion in acacia (Acacia mangium/A. mangium) stand, sengon (Falcataria moluccana/F. moluccana) stand, and open land; (2) the status of erosion hazard index, erosion hazard class, and erosion hazard levels occurring in A. mangium stand, sengon stand, and open land; (3) the relationship between rainfall and surface run-off and soil mass erosion. Erosion Measurement Plots (EMP) measuring 4 m × 10 m were established in the study site, consisting of three plots namely EMP A. mangium, EMP sengon, and EMP open land with steep slopes (25-45%). The total measured surface runoff (SR) during the study period at EMP A. mangium was 335.37 m³/ha/year, EMP sengon was 950.77 m³/ha/year, and EMP open land was 2,646.95 m³/ha/year. Meanwhile, Eroded Soil Mass (ESM) during the study period at EMP A. mangium was 0.85 tons/ha/year, EMP sengon was 2.39 tons/ha/year, and EMP open land was 195.45 tons/ha/year. The Erosion Hazard Index (EHI) value at EMP A. mangium and EMP sengon was classified as low, while at EMP open land was classified as very high. The Erosion Hazard Class (EHC) in EMP A. mangium and EMP sengon belongs to EHC I (very low), while in EMP open land belongs to EHC IV (high). Erosion Hazard Level (EHL) at EMP A. mangium and EMP sengon was included in the currently class, while at EMP open land was included in the very heavy class. The information about surface runoff and soil erosion on different land covers can be used as considerations in soil management, especially for post-mining lands.
PENGEMBANGAN PERTANIAN DAN PETERNAKAN DALAM RANGKA PERCEPATAN PERTUMBUHAN INDUSTRI KELOMPOK TEKSTIL, KULIT, DAN KARET DI KALIMANTAN TIMUR Karmini, Karmini; Karyati, Karyati; Widiati, Kusno Yuli
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i1.8506

Abstract

Industri manufaktur di Kalimantan Timur termasuk diantaranya kelompok tekstil, kelompok kulit (kulit, barang dari kulit, dan alas kaki), dan kelompok karet (karet, barang dari karet, dan plastik), perlu dipacu pertumbuhannya karena pertumbuhan nilai brutonya relatif masih rendah jika dibandingkan beberapa tahun lalu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan industri manufaktur; pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet; dan pertumbuhan nilai tambah bruto industri di Kalimantan Timur; mendeskripsikan peran pertanian sebagai pemasok bahan baku bagi industri serta merumuskan upaya pengembangan pertanian dan peternakan untuk mempercepat pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jumlah industri manufaktur di Kalimantan Timur menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat khususnya industri kelompok tekstil dan karet, tetapi jumlah industri kelompok kulit mengalami penurunan pada beberapa tahun terakhir. Serapan tenaga kerja pada sektor industri berfluktuasi di Kalimantan Timur, di mana terjadi peningkatan pada industri kelompok kulit dan karet pada beberapa tahun terakhir, sebaliknya terjadi pada industri kelompok tekstil. Laju pertumbuhan nilai bruto industri manufaktur di Kalimantan Timur (3,58 pada tahun 2023) perlu ditingkatkan. Sektor pertanian dan peternakan berperan sebagai pemasok bahan baku bagi industri. Upaya pengembangan sektor pertanian dan peternakan untuk mempercepat pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet antara lain peningkatan permintaan akan produk; peningkatan kuantitas dan kualitas pelaku usaha; optimalisasi pemanfaatan lahan; efisiensi penggunaan sarana produksi dan penggalakan diversifikasi sarana produksi; dan penerapan teknologi yang sesuai dalam proses produksi.