cover
Contact Name
Lestari Ningsih
Contact Email
lestari_respati@yahoo.com
Phone
+62274489780
Journal Mail Official
dharmabakti@respati.ac.id
Editorial Address
Jl. Laksda Adisucipto, KM. 6.3 Depok
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti
ISSN : 26152118     EISSN : 27158020     DOI : https://doi.org/10.35842/jpdb
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti memuat hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. DIterbitkan oleh P3M Universitas Respat Yogyakarta dua kali terbit per tahun pada bulan Februari dan Agustus.Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil pengabdian masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 81 Documents
IbM Sukses Ujian Nasional dengan Reinforcement Minat dan Smart Punture Siswa Kelas XII Widyaningsih, Ari; Isfaizah, Isfaizah; Hirawati, Heni
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.492 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.48

Abstract

Siswa kelas XII akan menghadapi ujian nasional.  Pada proses menuju ujian nasional, mereka diwajibkan mengikuti serangkaian kegiatan untuk menunjang prestasi mereka, serta kegiatan – kegiatan yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa agar dapat lulus ujian nasional dan mendapatkan nilai yang maksimal.  Apabila mereka bisa lulus dengan nilai yang baik mereka dapat memilih jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan minat mereka masing – masing.   SMA, MA dan SMK di Kabupaten Pati memiliki siswa – siswi yang berpotensi menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi, namun belum adanya identifikasi dan pengelompokkan minat sesuai dengan pilihan siswa akan menghambat proses ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga tes minat siswa perlu dilakukan untuk mengidentifikasi jenis minat siswa sehingga lebih mudah untuk diarahkan.  Selain tes minat tersebut, program pengabdian masyarakat ( IbM ) di SMA, MA dan SMK di Kabupaten Pati khususnya kelas XII, juga memberikan solusi untuk permasalahan konsentrasi belajar.  Demi menunjang kegiatan ujian nasional, siswa akan diajarkan metode smart puncture, yang mana metode tersebut dapat dilakukan sendiri dengan menggunakan jari yang dipijat di bagian kepala.  Tujuan dari kegiatan ini adalah agar dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan siswa kelas XII sesuai dengan minat yang dimiliki serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa tentang smart puncture. Kata Kunci : Tes Minat, Smart Puncture
Pembentukan Kare (Kader Remaja) Peduli HIV dan Aids di Kalintung Temon Kulon Progo Kurniawati, Herlin Fitriana; Rohmah, Fatiyatur
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 2, NO 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.526 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v2i1.73

Abstract

Based on PKBI data from Kulon Progo Regency, it is found that HIV-AIDS cases in Kulon Progo Regency experienced an increasing trend. There are many cases found of HIV-AIDS virus sufferers which spread in all sub-districts in this regency. Meanwhile, one of programs from the government is by doing health promotion toward people. The infection of HIV-AIDS in Kulon Progo is increasing based on the data. The rate of HIVinfected in 2016 touches 161 cases and of AIDS are 57 cases. The aim of this societal volunteering is the establishment of 10 youth cadres who concern with HIV-AIDS in Kalintung village, sub-district of Temon, Kulon Progo Regency, Yogyakarta, which are able to provide information about HIV-AIDS. The problem occurs in this study is that Siwates sub-village as part of Kaligintung village which is located in the Temon sub-district does not have reproductive health cadres, especially cadres of HIV-AIDS, there is no place to discuss reproductive health and HIV-AIDS, has never received information and has never attended training related to HIV-AIDS, there is still a low level of knowledge of youth about HIV, and the worse that there are 5 teenagers who have done premarital sex who have the potential infection to HIV-AIDS and the risk of unwanted pregnancies. The results and the outcomes produced are the formation of 10 youth cadres who concern with HIV-AIDS in Kalintung Temon Kulon Progo Yogyakarta who are able to provide information on definitions, factors, efforts to prevent HIV-AIDS, the availability of HIV-AIDS modules as a handbook for cadres in serving health counseling.Keywords: HIV-AIDS, Youth, Cadres
Pelatihan Bahasa Inggris Untuk Pelaku Usaha Di Kawasan Pariwisata Desa Gading, Kecamatan Playen, Gunungkidul Nurhantoro, Tri Septa
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.84 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i1.12

Abstract

Desa Gading, Kecamatan Playen, Gunungkidul memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata. Namun keterbatasan kapasitas SDM terutama dalam penguasaan bahasa asing dan pemahaman lintas budaya cukup menghambat pengembangan pariwisata di daerah tersebut. Metode pelatihan bahasa Inggris dan pemahaman lintas budaya diharapkan dapat mempersiapkan masyarakat Desa Gading untuk meningkatkan potensi pariwisata. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 26 peserta yang mayoritas merupakan pelaku usaha. Berdasarkan hasil dari penyelenggaraan pelatihan, penguasaan bahasa Inggris dan pemahaman lintas budaya yang lebih mendalam sangat diperlukan oleh pelaku usaha di Desa Gading. Kata kunci: pelatihan bahasa Inggris, pelaku usaha, pariwisata
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Manager Komunitas sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak Sunarsih, Tri; Shanti, Elvika Fit Ari
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 2, NO 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.432 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v2i1.66

Abstract

The Maternal and Child Health Program (MCH) is one of the priorities of the Ministry of Health and a key indicator in the National Long Term Development Plan (RPJPN) 2005-2025. The high maternal mortality (MMR) in Indonesia to make the Government put efforts decrease AKI as a program priority. The clinic gamping is a health center with the highest number of infant deaths, each of which is 6 babies. The highest cause of infant mortality is low birth weight (Dinkes Sleman, 2016). The location of Ambarketawang Village which be used as a place for KKN-PPM is the clinik Gamping area. The number of productive population in Ambarketawang Village occupies a majority position (age between 20-45 years), thus requiring more attention to reproductive health as an effort to reduce MMR and IMR (Profile of Ambarketawang Village, 2014). In overcoming these problems, real and realistic efforts are needed by involving the active role of the community by utilizing the potential of local organizations because their activities reach the operational level carried out by health cadres. But based on observations in the field the level of education of the average cadre is low. Many health cadres still do not understand about the MCH program, skills and abilities in managing activities are still limited, cadres still lack understanding about their duties as Village Facilitators. In addition, community participation is still limited to the phase of just being involved and being part of the activity. The Midwifery Study Program is one of the technical implementing units in the field of health education. The basic thinking of this level of education is to help the government suppress the high MMR and IMR in Indonesia. Therefore KKN activities part of the midwifery education process must be done to provide students with the ability to provide community midwifery care that is oriented towards community empowerment. The method in this KKN-PPM activity will be carried out in two activities, namely: First, debriefing the Gamping Tengah village community through the formation of community managers consisting of elements of health cadres and community leaders. Second, mentoring community empowerment practices carried out by community managers in families in the field of MCH. In accordance with the problems raised earlier, the objectives to be achieved in this activities are: forming community managers as village facilitators, developing community managers who have an understanding of the concept of maternal and child health programs, forming baby food cafe programs, forming healthy youth groups as maternal health preparation, making OCOC (one cadre one client) program for pregnant women.Keyword: community manager, Maternal and Child Health
PKM : Pelatihan Stimulasi Deteksi Dini Perkembangan Dalam Rangka Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Balita Khofiyah, Nidatul; Fitriahadi, Enny Fitriahadi
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 2, NO 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.56 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v2i2.91

Abstract

The success of development is closely related to the quality of good human resources. Establishment of optimal quality of human resources, both physically and psychologically is very dependent on the process of growing and developing at an early age. Monitoring the growth and development of children that is carried out appropriately and directed guarantees more optimal growth and development of children that makes children of high quality, intelligent, responsible and efficient for the nation and the nation. Based on the results of observations, the Posyandu of Beji Sidoarum has been limited to growth checks only in the implementation of posyandu related to growth, namely weighing and measuring height. Development checks have never been carried out because of the limitations of cadres and not every month the puskesmas midwives conduct health checks at the posyandu. There has never been a Posyandu health cadre who participated in the early growth growth stimulation and intervention training. Therefore, increasing education for cadres related to growth and development is needed to improve the quantity and quality of services at this posyandu. Outputs produced are 1) Compilation of booklets/modules as information media, 2) results of examination of fallen children under five, 3) Ability of cadres and mothers of children under five in stimulation and early detection of development using KPSP, 4) publication. The results obtained by cadres and mothers of children under five in carrying out stimulation and early detection using KPSP independently. Based on this, it is expected that the implementation of activities for monitoring the growth of children under five can run routinely at the posyandu.Keywords: early detection, training, stimulation, growth and development
Retraining Dan Pendampingan Kader Posyandu Remaja Dalam Melakukan Monitoring Status Gizi Di Desa Cokrobedog, Sidoarum, Godean, Sleman, Yogyakarta Ngaisyah, Rr Dewi
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.076 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i1.4

Abstract

Latar Belakang: Posyandu diselenggarakan untuk melayani remaja, salah satu  layanannya adalah  monitoring status gizi. Posyandu  Remaja Cokrobedog semenjak berdiri tahun 2014 sampai dengan sekarang peran kadernya masih dilaksankan oleh kader dari kelompok Ibu PKK yang umumnya adalah kader Posyandu Balita dan belum adanya pengkaderan pada remaja. Tujuan Kegiatan : Pemberdayaan dengan melibatkan remaja dalam menjaga kesehatan dan aktifitas pelayanan posyandu  remaja Cokrobedog, Sidoarum, Godean, Sleman, Yogyakarta.  Metode Pelaksanaan: Kegiatan pelatihan ini dilaksankan dengan metode ceramah mengenai monitoring status gizi dan edukasi gizi seimbang dan dilanjutkan praktik melakukan kegiatan monitoring gizi seimbang dan pengisian KMS , kemudian  dilakukan pendampingan terhadap pelaksanaan program kerja kader posyandu remaja Cokrobedog.  Hasil dan rekomendasi: berdasarkan hasil pre-test dan post test terdapat perbedaan  signifikan pegetahuan dan ketrampilan kader posyandu Remaja sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Pelatihan cukup efektif meningkatkan ketrampilan dan kapasitas kader posyandu, khususnya edukasi gizi seimbang dan penilaian serta monitoring status gizi. Kegiatan pelatihan kader Posyandu dapat dijadikan agenda kerja rutin tahunan Puskesmas yang dilakukan secara berkelanjutan  Kata Kunci : Remaja, Kader Posyandu, Status Gizi  
IbM Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Candirejo Kec. Ungaran Barat Kab. Semarang Isfaizah, Isfaizah; Primarti, Mala; Trisnasari, Anggun
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.262 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.54

Abstract

 Prevalensi peyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Ungaran 2014 sebanyak 17  kasus  dan  berada  di urutan ke-7 kasus DBD di kabupaten Semarang. Masalah DBD erat kaitannya dengan masalah perilaku, dimana tingkat pengetahuan masyarakat memegang peranan penting. Sosialisasi tentang pencegahan  dan  pemberantasan  penyakit  DBD  dengan  3M  PLUS pada  kader  kesehatan  sangatlah  penting  dalam  memutus  rantai nyamuk  Aedes  Aigepty  dan  memutus  endemik  kejadian  DBD di Desa Candirejo, Kabupaten Semarang. Tujuan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan ibu rumah tangga (IRT) tentang penyakit DBD dan cara pencegahannya.Pengabdian ini dilakukan dalam 3 kegiatan yaitu refresing kader, penyuluhan IRT dan penghitungan jentik nyamuk. Sasarannya adalah 20 kader kesehatan, IRT serta rumah warga. Kegiatan dilaksanakan bulan Agustus sampai dengan Desember 2017. Evaluasi dilakukan dengan memberikan soal pre dan pos tes kepada kader kesehatan dan IRT, kemudian data dianalisis menggunakan SPPS Versi 22 dengan analisis univariat dan bivariat.Hasil pengabdian ini adalah kehadiran kader kesehatan 80%, rerata umur kader 45 tahun, lama menjadi kader 16 tahun, pengetahuan kader sebelum diberikan penyuluhan sebesar 69, dan kader setelah penyuluhan menjadi 85. Rerata pengetahuan ibu rumah tangga (IRT) sebelum penyuluhan 68 dan menjadi 81 setelah penyuluhan. Terdapat perbedaan pengetuan kader dan IRT sebelum dan sesudah diberikan refresing kader dan penyuluhan. Perlunya peningkatan kegiatan refresing kader dan penyuluhan ke masyarakat baik dari tenaga kesehatan dan institusi pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan dan derajat kesehatan pada umumnya. Kata Kunci : Pencegahan, Pemberantasan, Demam Berdarah Dengue Kepustakaan : 9 (2007-2014)
Kelas Pijat Bayi Sebagai Upaya Peningkatan Bonding Attachment Dalam Keluarga di Patalan Jetis Bantul Yogyak Rahmah, Rahmah
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 2, NO 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.433 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v2i2.86

Abstract

ABSTRAKKeluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat. Kehidupan masyarakat sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk membawa dampak positif dan negative. Dampak negative pertumbuhan penduduk di Indonesia diantaranya adalah meningkatnya masalah sosial di masyarakat seperti kasus perceraian dalam keluarga, keterbatasan akses masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan berkualitas secara mudah dan murah. Cinta dan kasih sayang antar sesama anggota keluarga dapat diperoleh dengan penguatan bonding attachment melalui kelas pijat bayi yang diperuntukan untuk keluarga dan bayi. Tujuan dari kelas pijat bayi ini adalah memberikan pemahaman bagi keluarga bahwa melalui pijatan atau sentuhan yang diberikan pada bayi mereka, keluarga dapat berkomunikasi dan sebagai wujud perhatian, kasih sayang dan penerimaan antara sesama anggota keluarga yang dapat mempererat hubungan persaudaraan. Hasil evaluasi semua ibu merasakan manfaat dari kelas pelatihan pijat bayi, ibu merasa percaya diri dan mampu melakukan pijat pada bayinya. Kata kunci : pijat bayi, keterikatan, keluarga,
Peningkatan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah Pertama dengan Pelatihan Corel Draw Arumi, Endah Ratna; Burhanuddin, Auliya
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.647 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.49

Abstract

Kegiatan pengabdian ini mempunyai tujuan jangka panjang untuk mewujudkan siswa SMP Muhammadiyah Pujotomo yang memiliki pengetahuan dan kreatifitas pada bidang komputer khususnya untuk aplikasi desain grafis dan multimedia. Tujuan jangka pendek dengan mengedukasi siswa dalam menggunakan tool-tools pada aplikasi desain grafis yaitu dengan Corel Draw, sehingga diharapkan siswa dapat merancang dan mengembangkan bakat kreatifitas siswa dalam bidang desain. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pendampingan secara komprehensif kepada siswa SMP Muhammadiyah Pujotomo melalui sosialisasi aplikasi desain grafis, penggunaan aplikasi Corel Draw, pembuatan buku panduan penggunaan aplikasi desain grafis dengan Corel Draw yang digunakan untuk panduan pengoperasian aplikasi tersebut, sehingga membantu siswa dalam praktik pembuatan desain dan siswa diharapkan dapat membuat desain poster.Luaran akhir yang akan dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan siswa dalam penggunaan komputer sebagai alat pengembangan kreatifitas siswa dalam bidang desain. Selain itu siswa memiliki panduan penggunaan aplikasi Corel untuk membantu siswa menggunakan tools dan mengembangkan menjadi desain gambar/poster, dan siswa juga diharapkan dapat memiliki sertifikat pada pelatihan ini. Secara ilmiah, luaran akhir dalam kegiatan pengabdian ini adalag terpublikasinya hasil pengabdian ini dalam jurnal pengabdian.Kata kunci: pelatihan, desain grafis, corel draw, poster.
Memaksimalkan Potensi Studentpreneur di Lingkungan Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) melalui Pembinaan Manajemen Keuangan, Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), dan Pelatihan E-Marketing Wulandari, Novi; Rahmayanti, Dian Rhesa; Susanti, Dwi Lisa; Rohmah, Khaula Lutfiati; Iskandar, Metty; Nugroho, Setyo Mahanani
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 2, NO 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.057 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v2i1.74

Abstract

Studentpreneur, can be simply interpreted as an entrepreneurial student. As a university that values entrepreneurship in its vision, Respati Yogyakarta University (UNRIYO) has applied entrepreneurship as a compulsory subject in each study program which not only contains theory, but also applies the entrepreneurship practice. By the entrepreneurship courses, it is expected that the entrepreneurship spirit within the students is well-formed and developed. However, in fact, based on the results of the team survey, the number of studentpreneur is still less than 5%. Based on the observation done by the team, it is known that there are three subjects faced by the studentpreneur, namely: 1) lack of skill in financial management; 2) lack of skill in managing human resources; and 3) lack of skill in doing promotion by utilizing media. To overcome the student's problems, the team took the initiative to hold a workshop on financial management, human resource management, and e-marketing which was held on April 28, 2018. The workshop was attended by 60 students, consisting of students who already run the business and / or students who are interested in doing business. In addition to being equipped with theories on financial management, human resource management, and e-marketing, the workshop participants were also asked to create a simple business plan in groups and present the results. From these activities, it is known that students have creative ideas in building a business which is able to compete in the market.Keywords: Studentpreneur, Entrepreneurship, Financial Management, Human Resource Management, E-marketing