cover
Contact Name
Lestari Ningsih
Contact Email
lestari_respati@yahoo.com
Phone
+62274489780
Journal Mail Official
dharmabakti@respati.ac.id
Editorial Address
Jl. Laksda Adisucipto, KM. 6.3 Depok
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti
ISSN : 26152118     EISSN : 27158020     DOI : https://doi.org/10.35842/jpdb
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti memuat hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. DIterbitkan oleh P3M Universitas Respat Yogyakarta dua kali terbit per tahun pada bulan Februari dan Agustus.Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil pengabdian masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 81 Documents
Penyuluhan Dan Skrining Ca Mammae Pada Wus Di Dusun Kaliajir Desa Kalitirto Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman DIY Casnuri, Casnuri
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.079 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i1.13

Abstract

Latar belakang :Ca Mamae adalah kanker yang relatif sering dijumpai dan merupakan penyebab kematian utama pada wanita berusia 45 dan 64 tahun. Ca Mammae merupakan penyakit yang mengancam atau semua wanita dapat berisiko untuk terkena kanker payudara ini, tidak satupun penyebab spesifik dari kanker payudara sebaliknya faktor genetik, harmonal dan kemungkinan kejadian lingkungan dapat menunjang terjadinya kanker ini.Tujuan pengabdian : agar semua masyarakat di Dusun Kaliajir Desa Kalitirto Kecamatan BerbahKabupaten Sleman DIY khususnya WUS memahami dan mampu mendeteksi kejadia ca mammae secara diniMetode pelaksanaan kegiatan: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2017 dan tanggal 2 Oktober 2017 di Rumah Ibu RT  Dusun Kaliajir RT 07 RW 13 Kalitirto, Berbah, Sleman dengan memberikan penyuluhan mengenai Ca Mammae dan mempraktikan kepada peserta mengenai pemeriksaan SADARI.Hasil kegiatan: Sebagian besar WUS mengetahui kanker payudara. Namun, hanya sebagian kecil dari WUS yang mengetahui penyebab dari kanker payudara dan memahami pemeriksaan SADARI di rumah.Kesimpulan: WUS di Dusun Kaliajir RT 07 RW 13 Kalitirto, Berbah, Sleman memiliki pengetahuan yang baik tentang kanker payudara dan memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan SADARI di rumah. Kata kunci: Penyuluhan, Ca Mammae, WUS
IbM Kelurahan Candirejo dalam Penataan Pencatatan dan Pelaporan Posyandu Afriyani, Luvi Dian; Khayati, Yulia Nur; Veftisia, Vistra
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 2, NO 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.013 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v2i1.67

Abstract

Public health data is needed to determine the health activity plan in accordance with the problems and needs of the community. This data can be used as the initial information of health problems, so the solution to resolve it can be found. Posyandu in Candirejovillage is routinely implemented and supported by active cadre, but the record is still not in accordance with the guidance of Posyandu recording, so that data has not been maximally reported. The purpose of this activity is to provide the knowledge and improving cadre skills in carrying out the record and Posyandu report. The benefits of this service are able to make arrangement in accordance with the guidelines of the Posyandu’srecord and reporting. This activity will be implemented in 3 stages. The first stage is refreshing cadre,which will be followed by 20 cadre from 5 Posyandu in Candirejovillage. Recording and reporting assistance and monitoring and evaluation. Instrument that will be used are pre and post Questionnaires, knowledge exam of recording and reporting, and alsoPosyandu’s recording format as well. The result of this refreshing cadre activity is to increasing cadre knowledge, so that cadre is able to do the recording, according to the guiding program. The cadre could be recording each new target data completely, and dividing the task between the cadre in Posyandu recording and reporting.Keywords : Posyandu, recording,reporting
Pelatihan Pembuatan Yogurt Kacang Merah Pada Siswa SMK di Yogyakarta Wahyuningsih, Siti; Putriningtyas, Natalia Desy; Iyyah, Isra
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 2, NO 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.172 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v2i2.93

Abstract

Teenager is a transition period that characterized by changes in physical, psychological and physosocial aspects. The vocational field is one of the learning choices that seeks to empower adolescents, especially at the high school level. Entrepreneurship is an activity that is already familiar in Indonesia. One of the main problems of entrepreneurship in Indonesia is the uneven understanding of the importance of entrepreneurship in supporting the country’s economic progress. The spirit of entrepreneurship is also needed so as to reduce the number of unemployed. The purpose of this activity to increase knowledge on how to process kidney beans while providing information along with solutions to entrepreneurship at the level of high school students. The methods was done through the provision of materialon the procedures for making kidney beans yogurt and this benefits for health, questions and answers with accompanying explanations of tools and materials and showing the results of kidney beans yogurt products. The target of the implementation was the Bopkri Vocational School students in Yogyakarta city and students of SMK Ma’arif 2 Sleman on the suburban Yogyakarta. The training was held from March- November 2018. The results showed that the achievement of pre test and post test was an increase in student’s knowledge about the making of kidney bean yoghurt and the benefits for health.Keywords: The training, yogurt, kidney bean, student of SMK
Upaya Pengurangan Nyeri Dismenore Pada Remaja Dengan Pemanfaatan Olahan Tanaman Herbal Rosella Muflih, Muflih
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.786 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i1.5

Abstract

Salah satu faktor utama yang menjadi keluhan remaja adalah nyeri menstruasi atau disebut juga dengan dismenore. Masalah ini membutuhkan penanganan yang serius karena dapat menggangu aktivitas remaja dan bis berakibat lanjut pada masalah kesehatan reproduksi. Perlu adanya strategi-strategi agar tidak terjadi permasalahan kesehatan reproduksi lebih lanjut akibat dismenore. Salah satu strateginya adalah dengan memanfaatkan tanaman herbal rosella yang dapat diolah menjadi teh herbal. Tujuan penelitian adalah terjadinya peningkatkan pengetahuan melalui upaya kegiatan penyuluhan dan informasi terkait dismenore dan pemanfaatan herbal menjadi teh herbal. Peningkatan ketrampilan yang berbasis pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan teh herbal dari tanaman herbal rosella sebagai salah satu alternatif penurunan nyeri dismenore. Metode kegiatan yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan dan demonstrasi pembuatan teh herbal bersama-sama remaja. Tahapan kegiatan adalah sosialisasi, identifikasi kader remaja dan pendidikan kesehatan serta pelatihan pembuatan teh herbal rosella. Hasil kegiatan n didapatkan bahawa nilai evaluasi yang dilakukan selama kegiatan  sudah masuk kategori baik (90 %) yang dimana beberapa point yang diharapkan atau ditargetkan sudah tercapai. Pemuda-Pemudi Padukuhan Tonggalan  mampu memahami, mau menanam & memelihara rosella. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat efektif meningkatan pengetahuan dan kemampuan remaja. Kata Kunci : Dismenore, Pendidikan Kesehatan, Teh herbal, Rosella.
Pencegahan Penyakit Degeneratif dengan Memanfaatkan Sampah Plastik sebagai Media Toga di Desa Grojogan Rt 03, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta Aini, Resmi
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.521 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.55

Abstract

Kesehatan adalah faktor penting yang mendukung terwujudnya masyarakat sejahtera. Tanpa badan yang sehat, masyarakat tidak akan mampu bekerja dan berusaha.Masyarakat RT 03 Grojogan, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta  belum mampu memanfaatkan sampah plastik dari aktivitas rumah tangga yang melimpah. Setiap tahun kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegepty selalu meningkat. Minimnya Kesadaran, pengetahuan, keterampilan warga akan arti pentingnya TOGA (Tanaman Obat Keluarga),  kebersihan lingkungan yang disebabkan sarang nyamuk (misalnya sampah plastik) untuk meningkatkan derajat kesehatan warga sehingga kasus DBD dapat menurun dan dapat mengurangi penularan virus Zika pada masyarakat binaan.            Metode pendekatan yang ditawarkan adalah :penyuluhan dan pelatihan, pemberdayaan kelompok masyarakat dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi media TOGA dengan sistem hidroponik. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat  tentang pemberantasan DBD, Penularan Virus Zika dan Manfaat TOGA sebagai pengobatan dini penyakit degeneratif. Masyarakar dapat mengoptimalkan lahan sempit untuk budidaya TOGA.            Kegiatan   ini  telah berhasil  memperkenalkan dan memberikan bekal tentang cara budidaya TOGA dengan media sampah plastik.Setelah selesainya Kegiatan   ini diharapkan  melalui Kader Dasawisma yang telah dibentuk dapat membantu memonitoring peserta  agar benar-benar menjalankan kegiatan ini dalam kelompoknya masing-masingKata kunci: Sampah Plastik, TOGA
Edukasi Gizi Efektif Meningkatkan Pengetahuan Atlet Mengenai Gizi Seimbang dan Pemenuhan Kebutuhan Cairan Puspaningtyas, Desty Ervira; Sari, Siska Puspita; Afriani, Yuni; Mukarromah, Nurul
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 2, NO 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.39 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v2i2.87

Abstract

Balanced diet is an eating patternthat focuses on the type of food eatenby person, including staple foods, animal protein and vegetable protein, vegetables and fruits. Application of balanced diet accompanied by the fulfillment of fluid needs in athletes has a role supporting the athletes’ performance. However, many athletes have not understood the urgency of balanced diet and the fulfillment of fluid requirements in improving athlete's performance yet. Nutrition education is a solution that can be used to improve the athlete's knowledge about the urgency of balanced diet and fluid requirements fulfillment. Community devotion done to increase athletes’ knowledgewas nutrition education about balanced diet and fluid requirements. Nutrition education performed to 21 soccer athletes at Sekolah Sepak Bola (SSB) Real Madrid on May 08, 2018 at the Stadium of Universitas Negeri Yogyakarta. There was an increase of athlete knowledge between preeducation (56,67 ± 18,33) and post-education (75,24 ± 14,70), with p-value <0,001. Nutrition education can increase athletes' knowledge about balanced nutrition and fluid requirements effectively.Keywords: nutrition education, balanced diet, fluid requirement, knowledge, soccer
Pembinaan Kader Kesehatan Terkait MKJP di Dusun Karangwuni Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta Casnuri, Casnuri; Rahayu, Puspito Panggih
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.955 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.50

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan dan peningkatan mutu pelayanan posyandu sangat dipengaruhi oleh peran serta masyarakat diantaranya adalah kader posyandu. Peran kader sangat penting dalam pelaksanaan program posyandu. Dusun Karangwuni merupakan salah satu dusun di Desa Caturtunggal Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta dengan jumlah kader 7 orang dengan minimnya pengetahuan tentang alat kontrasepsi sehingga kurangnya kepercayaan diri dalam menyampaikan informasi terkait alat kontrasepsi. Kegiatan dilakukan untuk menambah pengetahuan kader, sehingga kader lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi.Metode Kegiatan: Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab pada kader dan role play dilaksanakan oleh kader.Pelaksanaan dan Hasil Pengabdian: Kegiatan pengabdian dilakukan pada hari Rabu/16 Mei 2018 pada pukul 10.00  -  12.00 WIB, Minggu/20 Mei 2018 pukul 16.00 WIB - selesai. Dari 7 orang kader yang hadir, ditemukan 2 orang kader yang aktif dalam memberikan pertanyaan dan memiliki kepercayaan yang tinggi dalam menyampaikan informasi, sedangkan 5 orang kader lainnya cenderung pasif. Namun, pengetahuan tentang kontrasepsi jangka panjang cenderung kurang. Pada kegiatan kedua saat pengamatan, semua kader memiliki antusias dan kepercayaan yang tinggi untuk melakukan penyuluhan.Kesimpulan: Kegiatan pelatihan/pembinaan pada kader terkait metode kontrasepsi jangka panjang cukup berhasil, dimana peserta sudah memiliki kemampuan dalam melakukan kegiatan penyuluhan secara mandiri dengan kepercayaan diri yang tinggi. Kata Kunci: Pembinaan, Kader, MKJP
Pemberdayaan Relawan Dalam Upaya Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak Mawarti, Triyani; Djannah, Siti Nur; Sunarsih, Tri
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 2, NO 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.042 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v2i1.75

Abstract

Child abuse in Indonesia is increasing every year. In 2011 there were 2178 cases of violence, in 2012 there were 3512 cases, in 2013 there were 4311 cases, in 2014 there were 5066 cases (KPAI, 2015). Of these cases, there were 5 of the highest cases from 2011 to April 2015, namely (1) children dealing with the law recorded 6006 cases, (2) cases of care 3160, (3) education cases 1764, (4) health cases and drugs 1366 and ( 5) cases of pornography and cybercrime 1032. Where also need to be known that there are 3 child locus of violence, namely: family environment, school environment and community environment. Many parents consider child abuse to be a natural thing. These acts of violence can have both physical and psychological impacts. Both parents and the public do not understand the existence of hazards that threaten child safety and awareness of the need for child protection from threats of violence and sexual crimes are still low. This condition is clearly very alarming and requires precautionary measures for subsequent sacrifices involving various parties. The government does have to take the main part of the prevention effort, both through impartial policy formulation and applicable operational programs. In addition, various social organizations must also be seriously involved in their efforts to anticipate more violence and sexual crimes against children. The Community Partnership Program (PKM) is packaged by designing a social movement together by forming a volunteer group to protect children from the Panggungharjo Village community as an effort to prevent and deal with cases of violence against children. The method used in this activity includes TOT or child protection volunteer training in Panggungharjo Village can be described as a pyramid, in line with the pyramid of psychosocial recovery services.Keywords: Empowerment, Volunteer, Countermeasures, Child Violence 
Pelatihan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Bagi Guru Dan Wali Murid Paud Pada PAUD Baitunnur Gentan Sinduharjo Ngaglik Sleman Yuliani, Istri
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.868 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i1.14

Abstract

Masa balita merupakan masa kritis dan tidak bisa diulang, bila terjadi penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan yang terlambat terdeksi, maka penanganannya pun juga terlambat sehingga sukar untuk diperbaiki. Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang(SDIDTK) adalah pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas  pada masa 5 tahun pertama kehidupan. Pembinaan SDIDTK dapat dilakukan melalui kegiatan Posyandu, juga dapat diintegrasikan dengan  kelompok  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pengetahuan dan ketrampilan Guru PAUD tentang SDIDTK perlu ditingkatkan, agar guru PAUD lebih  kompeten dalam melakukan SDIDTK. Pelatihan SDIDTK  ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan  Deteksi Dini dan Intervensi Tumbuh Kembang bagi Guru dan wali murid PAUD. Pelatihan SDIDTK ini dilaksanakan pada tanggal 9 September di PAUD Baitunnur Gentan Sinduharjo Ngaglik Sleman, dengan peserta sebanyak 10 orang guru  dan 8 orang wali murid PAUD. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan praktik. Hasil kegiatan diperoleh rerata score pre test  adalah 62,5 dan pre test 81,39. Ketrampilan SDIDTK yang melakukan dengan benar pada penilaian  status gizi 77.78%,  pengukuran lingkar kepala 88.89%,  deteksi  dini penyimpangan perkembangan menggunakan KPSP 55.56%, tes daya dengar 88.89% dan tes daya lihat 88.89%. Praktik stimulasi perkembangan anak menggunakan buku KIA. Kesimpulan kegiatan yaitu pengetahuan guru dan wali murid PAUD Baitunnur tentang SDIDTK meningkat dari rerata skore 62,5 menjadi  81,39. Guru dan wali murid PAUD Baitunnur dapat melakukan pengukuran status gizi, lingkar kepala, deteksi dini perkembangan, tes daya lihat dan tes daya dengar dengan benar. Guru dan wali murid PAUD Baitunnur dapat melakukan stimulasi perkembangan dengan menggunakan Buku KIA.Kata Kunci: Pelatihan, SDIDTK, Guru dan Wali murid PAUD ABSTRACTChildhood is a critical period and cannot be repeated, if there is a deviation of growth and late development because of  late  detection, then the handling will also be late. Intervention Detection Stimulation of Early Growth (SDIDTK) is a comprehensive and quality development of children in the first 5 years of life. It’s development can be done in Posyandu activities, can also be integrated with Early Childhood Education (PAUD). The knowledge and skills of early childhood teachers on SDIDTK need to be improved, so that PAUD teachers are more competent in doing SDIDTK. This SDIDTK training aims to improve the knowledge and skills of early detection and growth interventions for Teachers and parents of PAUD students.SDIDTK training was held on September 9 at Baitunnur School, Gentan Sinduharjo, Ngaglik Sleman. The participants were 10 teachers and 8 parents in early childhood. The methods used lectures, questions and answers, demonstrations and practices.The result obtained mean score of pretest was 62,5 and pretest was 81,39. SDIDTK skills that performed correctly on the assessment of nutritional status of as much as 77.78%, measurement of head circumference as much as 88.89%, early detection of developmental deviations using KPSP as much as 55.56%, hearing test as much as 88.89%, vision test as much as 88.89%. Child development stimulation practices used MCH books. The conclusion that the knowledge of teachers and parents of PAUD Baitunnur about SDIDTK increased from the average of 62.5 to 81.39. Teachers and parents of PAUD Baitunnur can assess nutritional status, head circumference, early detection of development, sight-seeing test and hearing test correctly. Teachers and parents of PAUD Baitunnur can stimulate development by using MCH BooksKeywords: Training, Intervention Detection Stimulation Of Early Growth (SDIDTK), Teachers and parents of PAUD
Kebun Gizi Sekolahku : Learn,Fun, And Healthy di PKG PAUD Srikandi Kelurahan Sampangan Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang Jawa Tengah Mardiana, Mardiana; Zainafree, Intan; Budiono, Irwan
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 2, NO 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.645 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v2i1.70

Abstract

Riskesdas data in 2013, in Indonesia in the age group above 10 years and less consumption of vegetables and fruits is very high, namely 93.6% of their needs a day. In Central Java, in the age group above 10 years and less consumption of vegetables and fruits reached 91% of their daily needs. The purpose of this research was increasing the consumption of fruits and vegetables for students, increase teacher skills in providing materials related to fruits and vegetables, available school nutrition gardens, available places to teach students to grow crops directly, increase teacher skills in utilizing green houses. All schools in PKG PAUD Srikandi can take part in utilizing my school's nutritional gardens in Labschool PAUD. The methods used educational games about vegetables and fruits, mentoring the preparation of extrafeeding, training in the manufacture of food made from fruits and vegetables, nutritional gardening, revitalization of green house functions, fruit and vegetable education packages, balanced nutrition training for children for parents and teachers. The results showed there were nutritional gardens, hydroponic plants, increased teacher skills about vegetables and fruits, 90% of students liked vegetables and fruit, increased parental participation related to the provision of healthy supplies to children in school, menu books for extrafeeding schools. The conclusions are increasing in vegetable consumption and can be realized by involving parents, teachers, and children. The need for vegetables and fruits can be met at school and at home.Keywords: Nutrition garden, Hydroponics, Vegetables, Fruit, PAUD