cover
Contact Name
Hendratno
Contact Email
hendratno@unesa.ac.id
Phone
+6282234206376
Journal Mail Official
S2pendidikandasar@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung CPD Kampus Lidah Wetan Universitas Negeri Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian
ISSN : -     EISSN : 24608475     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jrpd
Core Subject : Education,
The Journal focus and scope: Research in the field of scientific concept of basic education includes mathematics, science, social studies, civics and Indonesian.
Articles 580 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN GEOMETRI DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DI KELAS IV SDN 1 PULE KECAMATAN PULE KABUPATEN TRENGGALEK Anjarwati, Yuni
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v2n1.p98-104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran geometri dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) di kelas IV SDN 1 Pule Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri atas empat tahap; yaitu, tahap perencanaan, aksi/tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen  yang digunakan adalah Tes Keterampilan Berpikir Kritis (TKBK), Tes Hasil Belajar (THB), lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik, serta angket respon peserta didik. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) meningkat, yakni 91,8% pada siklus I menjadi 94,7% pada siklus II; (2) aktivitas peserta didik dalam KBM meningkat dari 78,5% pada siklus I menjadi 85,0% pada siklus II; (3) keterampilan berpikir kritis peserta didik meningkat dari 53,0% pada studi awal menjadi 61,0% pada siklus I, dan kembali meningkat menjadi 76,4% pada siklus II; (4) hasil belajar peserta didik meningkat dari 74,0% pada siklus I menjadi 86,5% pada siklus II; serta (5) terjadi interaksi aktif dalam KBM, guru mengajar sesuai dengan langkah-langkah dalam RPP, dan peserta didik memberikan respon positif terhadap proses belajar mengajar beserta perangkat pembelajaran yang dirancang.Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan PMR pada pembelajaran geometri dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik di kelas IV SDN 1 Pule Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh peningkatan hasil tes keterampilan berpikir kritis mulai dari studi awal sampai siklus II
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI BERBASIS TUGAS PENGAJUAN MASALAH Muzaki, Ahmad Hafidz
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 4, No 3 (2018): Vol. 4 No. 3 September 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v4n3.p814-825

Abstract

ABSTRACTThis study aims to improve students' ability in solving fraction story problems in 5th grade students of Hegarmanah State Elementary School. The design of this study is classroom action research with two cycles which each cycle consists of two meetings. In each cycle consists of planning, implementation and observation, and reflection. Data collection techniques in this classroom action research use observation, questionnaires, field records and evaluation. The results showed that all research focuses experienced an increase in percentage. In the task of submitting the problem the percentage of the first cycle reached 54% and in the second cycle reached 68%. The average percentage of class activity in the first cycle reached 63% and in the second cycle it reached 83%. The percentage of classical completeness in the first cycle reached 64% and in the second cycle reached 75%. The average percentage of questionnaires in cycle I was 77% and in cycle II it was 91%. Keywords: Team Assisted Individualization, Cooperative, Problem Submission. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pecahan pada siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Hegarmanah. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini menggunakan observasi, angket, cacatan lapangan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan semua fokus penelitian mengalami peningkatan persentase. Pada tugas pengajuan masalah persentase siklus I mencapai 54% dan pada siklus II mencapai 68%. Rata-rata persentase keaktifan kelas pada siklus I mencapai 63% dan pada siklus II mencapai 83%. Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I mencapai 64% dan pada siklus II mencapai 75%. Rata-rata persentase angket pada siklus I sebesar 77% dan pada siklus II sebesar 91%. Kata Kunci: Team Assisted Individualization, Kooperatif, Pengajuan Masalah.
PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI PERMAINAN GO BACK THROUGH THE DOOR (GOBAK SODOR) DAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV MI NURUL JANNAH SAWARAN LOR Harianti, Eka
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3 September 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v3n3.p481-490

Abstract

ABSTRACTThis research is aimed to improve students’ understanding in integer arithmetic operations by using “Go Back Through The Door” game (gobak sodor) and problem posing in teaching learning process. The participation of this research was 4thgrade students in MI Nurul Jannah Sawaran Lor. This research was conducted in two cycles, cycle 1 and cycle 2. Each cycle consisted of two meetings which the students’ activity are around “Go Back Through The Door” game is students active participation which the cycle 1 showed the amount of 2,95 and was regarded as good category while the cycle 2 showed very good category in the amount of 3,65; the best score of students’ skill in problem posing especially presenting the problem based on the example given was 2,55 in cyle 1 which indicated good category and 3,75 in cycle 2 which indicate very good category; the biggest score of students’ comprehending in explaining the solution of the problem given by another students are 2,55 in cycle 1 and 3,5 in cycle 2 that sequentially indicated good and very good category; the test results of students' diagnostic test of cycle 1 is 52,8125 while testing the ability of the cycle 1 is 67,8375 and the cycle 2 is 88,4375; 15% of the students admitted that they did not completely comprehend and 10% of them did not comprehend at all, while in cycle 2 almost 80% of the students comprehended the lesson completely. The difficulties found in teaching learning process by using “Go Back Through The Door” game and problem posing are the availability of the teacher, the width of school yard and the fluency of students’ language. Based on the data analysis, it can be conclued that teaching integer arithmetic operation through “Go Back Through The Door” game and problem posing is effectively increase 4thgrade students’ understanding especially in MI Nurul Jannah Sawaran Lor, but it needs some adaption based on the school condition. Keywords: Learning, Go Back Through the Door Game, Problem Posing, Understanding. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap operasi hitung bilangan bulat melalui penerapan pembelajaran menggunakan permainan go back through the door (gobak sodor) dan problem posing pada siswa kelas IV MI Nurul Jannah Sawaran Lor. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan dimana kegiatan siswa seputar permainan go back through the door (gobak sodor) dan problem posing. Data hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: frekwensi kegiatan siswa pada permainan go back through the door yang menonjol adalah keaktifan pemain, pada siklus I sebesar 2,95 kategori baik dan siklus II sebesar 3,65 kategori sangat baik; skor keterampilan siswa dalam problem posing yang paling menonjol pada menyajikan masalah dari contoh yang diberikan guru, skor siklus I sebesar 2,55 kategori baik dan siklus II sebesar 3,75 kategori sangat baik; skor pemahaman siswa yang paling menonjol pada menjelaskan penyelesaian masalah yang diberikan oleh teman sebaya pada siklus I sebesar 2,55 kategori baik dan siklus II 3,5 kategori sangat baik; pada tes hasil belajar siswa tes diagnosa siklus I sebesar 52,8125 sementara tes kemampuan siklus I sebesar 67,8375 dan siklus II sebesar 88,4375; tanggapan siswa pada siklus I ada 15% siswa kurang paham dan 10% siswa tidak paham, pada siklus II tidak ada siswa yang kurang paham 80% siswa sangat paham. Kendala yang ditemukan pada saat pembelajaran menggunakan permainan go back through the door (gobak sodor) dan problem posing pada ketersediaan guru, halaman sekolah yang luas, dan kefasihan berbahasa siswa. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran operasi hitung bilangan bulat melalui permainan go back through the door (gobak sodor) dan problem posing efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas IV MI Nurul Jannah Sawaran Lor, namun masih memerlukan penyesuaian dengan situasi dan kondisi di sekolah. Kata Kunci: Pembelajaran, Permainan Go Back Through the Door (Gobak Sodor), Problem Posing,    Pemahaman, Tanggapan siswa.
PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Wiryanto, Wiryanto
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 6, No 2 (2020): Vol. 6 No. 2 Mei 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v6n2.p125-132

Abstract

ABTRACTStudents in elementary schools enter a concrete operational stage, so that they need a media to be able to grasp various existing concepts. One of the subjects that seems abstract is mathematics. Mathematics learning requires concrete objects and explanations. The existence of this corona virus outbreak makes learning must be completely online, math is no exception. The purpose of this study is to describe the process of learning mathematics during the corona virus pandemic takes place and explain the impact of being online during the corona virus. This research method is a qualitative method using interviews and literature study. The results of this study are the process of learning mathematics conducted online in various schools and some are still requiring parents to take their children's assignments to school. Various impacts are felt during online learning in the midst of this pandemic, there are positive and negative ones.Keywords: corona virus, the impact of mathematics learning, the process of learning mathematics. ABSTRAKPeserta didik di sekolah dasar memasuki tahap operasional konkrit, sehingga memerlukan suatu media untuk dapat menangkap berbagai konsep yang ada. Salah satu mata pelajaran yang terkesan abstrak adalah matematika. Pembelajaran matematika memerlukan benda konkrit dan penjelasan dari guru. Adanya wabah virus corona ini menjadikan pembelajaran harus serba online, tidak terkecuali matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses belajar matematika selama pandemi virus corona ini berlangsung dan memaparkan dampak dari adanya daring selama pandemi virus corona. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan wawancara dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah proses pembelajaran matematika dilakukan secara daring di berbagai sekolah dan ada pula yang masih mengharuskan untuk orang tuanya mengambil tugas anaknya ke sekolah. Berbagai dampak dirasakan oleh guru, peserta didik, maupun orang tua selama pembelajaran daring di tengah pandemi ini, ada yang positif maupun yang negatif.Keywords: dampak pembelajaran matematika, proses pembelajaran matematika, virus corona.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Bilhuda, Titin
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 3, No 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v3n2.p439-450

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas V Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi untuk memperoleh data aktivitas siswa dan tes untuk memperoleh data hasil belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan rumus Independent Sample T-Test. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: data hasil analisis uji t aktivitas siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai thitung (5,453) > ttabel (1.677) dengan df=48 dan taraf signifikansi 0,05, sehingga disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara aktivitas siswa yang pembelajarannya menerapkan model Problem Based Learning dengan siswa yang pembelajarannya menerapkan model konvensional. Sedangkan hasil analisis uji t hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dua kali analisis data. Pertama, hasil analisis uji t hasil belajar pretest siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai thitung (0,246) < ttabel (1.677) dengan df=48 dan taraf signifikansi 0,05. Artinya, tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada pretest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kedua, hasil analisis uji t hasil belajar posttest siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai thitung (3,850) > ttabel (1,677) dengan df=48 dan taraf signifikansi 0,05. Artinya, ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari kedua analisis dapat disimpulkan ada pengaruh penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran IPS di kelas V Sekolah Dasar.Kata Kunci : Model Problem Based Learning, aktivitas siswa, hasil belajar AbstractThis research aims on to analyze the influence of the application of the model of Problem Based Learning in improving the activity and student learning outcomes in learning social studies in the fifth grade elementary school. The type of research is experimental research with form of research quasi experimental design with nonequivalent control group design. Data collection methods used were observation to obtain data on student activity and tests to obtain data on student learning outcomes. Data were analyzed using the formula Independent Sample T-Test. The results obtained as follows: t test result data analysis student activity between the experimental class and control class obtained tcount (5,453) > ttable (1,677) with df = 48 and a significance level of 0,05, so it concluded that there are significant differences between the activities of students who are learning to apply the model Problem Based Learning with students who are learning to apply the conventional model. While the results of t test analysis of learning outcomes between the experimental class and control class data analysis performed twice. First, the results of t test analysis pretest student learning outcomes between the experimental class and control class obtained tcount (0,246) < ttable (1,677) with df = 48 and a significance level of 0,05. That is, there is no significant difference in student learning outcomes in the pretest between the experimental class and control class. Second, the results of t test analysis posttest student learning outcomes between experimental class and control class obtained tcount (3,850) > ttable (1,677) with df = 48 and a significance level of 0,05. That is, there is a significant difference in student learning outcomes in the posttest between the experimental class and control class. From the analysis, it can conclude there is the influence of applying the model of Problem Based Learning in improving learning outcomes in learning social studies in the fifth grade elementary school.Keyword: Model of Problem Based Learning, student activity, learning outcomes
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD Yusuf, Mochamad
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 5, No 1 (2019): Vol. 5 No. 1 Januari 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v5n1.p909-923

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to develop a learning package for Sciences Subject that can improve the critical thinking skill of the Elementary School Students. Therefore, in general, it can be categorized into a research and development. It can be done because of learning material with process skill to practice it not available. The learning package was developed by using 4-D model; defining, designing, developing, distributing. The subject in this study was learning material that will be tested in student of SD Raden Patah Surabaya. The result showed that learning material was valid, enforceability get good category with 100%. Student activites by using process get good too.  The improvement of students’ critical thinking is consistent on 3 classes (IVA, IVB, and IVC), the significant and high improvement with the average of N-Gain of 0,75. The data of students’ responses showed that most of students (98,09%) are happy to the process skill based learning. Based on the results and findings of the research, it can be concluded that the developed learning package can be stated as a valid, practical, and effective learning package. The implication of the research is that the process skill based Sciences learning can improve students’ critical thinking skill. Keywords: Process Skill, Critical Thinking Skill. ABSTRAKPenelitian ini secara umum bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran IPA yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SD. Oleh karena itu, secara umum jenis penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian pengembangan. Hal ini dilakukan karena perangkat pembelajaran berbasis keterampilan proses untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis belum tersedia. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan model 4-D yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Subyek dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang diuji cobakan pada siswa SD Raden Patah Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat valid, keterlaksanaan pembelajaran terlaksana dengan baik sebesar 100%. Aktivitas siswa terlaksana dengan baik. Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa secara konsisten di tiga kelas (kelas IVA, IVB, dan IVC) mengalami peningkatan yang signifikan dan tergolong dalam kategori peningkatan tinggi dengan N-Gain rata-rata sebesar 0,75. Data respon siswa menunjukkan mayoritas siswa (98,09%) senang terhadap pembelajaran berbasis keterampilan proses. Berdasarkan hasil penelitian dan temuan-temuan sebagai dasar utama dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat dinyatakan sebagai perangkat pemebalajaran yang valid, praktis, dan efektif. Implikasi penelitian yang dapat ditarik adalah pembelajaran IPA berbasis keterampilan proses dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan temuan-temuan sebagai dasar utama dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat dinyatakan sebagai perangkat pemebalajaran yang valid, praktis, dan efektif. Implikasi penelitian yang dapat ditarik adalah pembelajaran IPA berbasis keterampilan proses dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Kata Kunci: Keterampilan Proses, Keterampilan Berpikir Kritis.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR BAHASA INDONESIA DENGAN MODEL CIRC UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI BERBAHASA SISWA KELAS V SD Hijria, Finna Rahma
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 4, No 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v4n1.p638-645

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to develop a Indonesian textbook CIRC model to improve language literacy skills of  125th">  grade elementary students. The specific objectives of this study are (1) to describe the process of developing Indonesian textbooks with CIRC model to improve students’ language literacy skills of elementary school classrooms, (2) to describe the quality of Indonesian texsbooks with CIRC model. Quality developed textbooks is reviewed based on products and their use in the classroom. This development study referred to the four-D development model which consists of four stages (1) define; (2) design; (3) develop,and (4) disseminate. However, this research was only limited at the development stage without doing dissemination because this research product was for trial school in particular. The data collection used documentation technique, observation, questionnaire, and test. The obtained data was analysed by qualitative-quantitative descriptive (mixed method). The results from this research 90,62% of material feasibility, 92,5% of presentation feasibility, 100% language feasibility, and 86,36% feasibility was gotten from the research results. All of those percentagesbelonged to the good quality category (proper). The results from the observation toward teacher and students’ activity were 89,2% and 92,04%. The teacher and students’ responses toward CIRC model in Bahasa Indonesia textbook were 87,5% and 83,33%. The students’ average test score was 82,63 meet a students’ standard competence of 75. Keywords: Textbook Elaboration, Language Literacy, CIRC Model. ABSTRAK                                                                                          Tujuan umum penelitian ini adalah mengembangkan buku ajar Bahasa Indonesia dengan model CIRC untuk meningkatkan keterampilan Literasi berbahasa siswa kelas V SD. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan proses pengembangan buku ajar Bahasa Indonesia dengan model CIRC untuk meningkatkan keterampilan literasi berbahasa siswa kelass V SD, (2) mendeskripsikan kualitas buku ajar Bahasa Indonesia dengan model CIRC. Kualitas buku ajar yang dikembangkan ditinjau berdasarkan produk dan penggunaannya di kelas. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan four-D yang terdiri atas tahap (1) pendefinisian; (2) perancangan; (3) pengembangan; dan (4) penyebaran. Akan tetapi, penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan tanpa melakukan penyebaran karena produk penelitian ini hanya dikhususkan sekolah uji coba. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik dokumentasi, observasi, angket, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif-kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil persentase kelayakan materi 90,62%, kelayakan penyajian 92,5%, kelayakan kebahasaan 100%, dan kelayakan kegrafikaan 86,36%. Semua kategori tersebut termasuk kategori berkualitas (sangat layak/baik). Perolehan hasil observasi terhadap aktivitas guru dan siswa berturut-turut adalah 89,2% dan 92,04%. Respon guru dan siswa terhadap buku ajar Bahasa Indonesia model CIRC adalah 87,5% dan 83,33%. Rata-rata hasil belajar siswa sebesar 82,63 yang sesuai dengan kriteria ketuntasan yaitu 75.Kata Kunci: Pengembangan Buku Ajar, Literasi Berbahasa, Model Pembelajaran CIRC.
ANALISIS KARAKTER RELIGIUS SISWA DALAM BELAJAR DARI RUMAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 Roziqin, Khoirur; Martati, Badruli; Putra, Deni Adi
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 7, No 1 (2021): Vol. 7 No. 1 Januari 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v7n1.p1-6

Abstract

ABSTRACT Gadgets are a communication tool that has a special function, which can easily access the internet. Elementary school children / students are now familiar with gadgets, they already know and understand the sophistication of gadgets. Starting from preliminary observations where many students of MI Muhammadiyah 27 Surabaya used gadgets as learning media during the Covid-19 pandemic, especially upper class children, namely grades IV, V and VI, most of whom were able to apply the tool. The findings in the field made researchers want to see how the impact of the use of gadgets on the character formation of students at MI Muhammadiyah 27 Surabaya. This study aims to find out what characters are formed in MI Muhammadiyah 27 Surabaya students during online learning. Also to describe the impact of using gadgets on character building during the Covid pandemic 19 students of MI Muhammadiyah 27 Surabaya and this research is descriptive qualitative. The data collection technique used observation, interviews, and documentation with 5 walimurids in grade IV, 5 walimursids in class V and 5 walimurs in class VI as well as guardians in grades 5 and 6. In this study, 2 impacts were found, namely the positive and negative impact of using gadgets, the positive impact on students was more having an independent character is also responsible for Java during online learning. But the negative impact also has a big impact on the negative side, namely students become irresponsible (lazy, do not care about the condition of the surrounding environment, lack of effectiveness in learning because they are addicted to games and videos on YouTube and others). Thus it can be concluded that the use of gadgets with high intensity and lack of proper (ineffective) utilization can affect the formation of negative characters of students of MI Muhammadiyah 27 Surabaya. Keywords: Gadget Impact, Character Building ABSTRAKGadget merupakan salah satu alat komunikasi yang memiliki fungsi khusus, yang bisa mengakses internet dengan mudah. Anak/siswa Sekolah Dasar pun kini sudah tidak asing dengan gadget, mereka sudah mengenal dan mengerti tentang kecanggihan gadget. Berawal dari observasi awal dimana banyak siswa MI Muhammadiyah 27 Surabaya yang menjadikan gadget sebagai media pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 ini terutama anak-anak kelas atas yaitu kelas IV, V dan VI yang sebagian besar sudah bisa mengaplikasikan alat tersebut. Adanya temuan di lapangan tersebut membuat peneliti ingin melihat bagaimana dampak penggunaan gadget terhadap pembentukan karakter siswa MI Muhammadiyah 27 Surabaya .Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui karakter-karakter apa yang pembentukan pada Siswa MI Muhammadiyah 27 Surabaya selama pembelajaran daring. Juga Untuk mendeskripsikan dampak penggunaan gadget pada pembentukan karakter dalam masa pandemi covid 19 siswa MI Muhammadiyah 27 Surabaya dan penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan 5 walimurid dikelas IV, 5 walimurid di kelas V dan 5 walimurid dikelas VI juga walikelas 5 dan 6. Dalam penelitian ini ditemukan 2 dampak yaitu dampak positife dan negatif penggunaan gadget, dampak positifnya siswa lebih mempunyai karakter mandiri juga bertanggung jawa selama pembelajaran daring. Namun dampak negatifnya juga berpengaruh besar ke sisi negatifnya yaitu siswa menjadi tidak bertanggung jawab (pemalas, tidak peduli dengan keadaan lingkungan sekitar, kurangnya efektifitas dalam belajar karena sudah kecanduan game dan video- video di yutube dan lain-lain). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan gadget dengan intensitas yang tinggi dan kurangnya pemanfaatan yang tepat (tidak efektif) dapat berpengaruh terhadap pembentukan karakter negatif siswa MI Muhammadiyah 27 Surabaya.Kata Kunci: Dampak Gadget, Pembentukan Karakter
PENGARUH PEMBELAJARAN DARING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS CALON GURU SEKOLAH DASAR: SEBUAH STUDI PENDAHULUAN Naila, Ishmatun; Khasna, Fenny Tanalinal
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 7, No 1 (2021): Vol. 7 No. 1 Januari 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v7n1.p42-47

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze the impact of online learning on the scientific literacy skills of pre-service elementary school teachers during the Covid-19 pandemic period. This study used descriptive qualitative method. The subjects of this study were 38 pre-service elementary school teachers in Elementary Biology Basic Concepts class. Data collection was carried out by using online questionnaires, observations, and interviews. The data is obtained by filling in the questions which are distributed to all respondents in the google form. The aspect of scientific literacy skills in this study uses four indicators including; identify, understand, demonstrate, and respond to scientific phenomena. The results of this study indicate that there is an effect of online learning on the literacy skills of pre-service elementary school teachers.Keywords: Coronavirus Disease, Elementary Biology Basic, Online Learning, Pre-Service Elementary Teacher, Scientific Literacy.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pembelajaran daring terhadap kemampuan literasi sains calon guru sekolah dasar selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 38 calon guru Sekolah Dasar khususnya pada  mata kuliah Konsep Dasar Biologi SD. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner online, observasi, dan wawancara. Data diperoleh melalui pengisian pertanyaan yang dibagikan kepada semua responden dalam bentuk google formulir. Aspek kemampuan literasi sains pada penelitian ini menggunakan empat indikator diantaranya; mengidentifikasi, memahami, mendemonstrasikan, dan menanggapi fenomena sains. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pembelajaran daring terhadap kemampuan literasi calon guru Sekolah Dasar.  Kata Kunci: Coronavirus disease, Biologi SD, Pembelajaran Daring, Calon Guru, Literasi sains.
PENGARUH ALIRAN AIR SUNGAI BRANTAS TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BRANTAS KABUPATEN MOJOKERTO Baidlowi, Imam
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 3, No 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v3n1.p351-357

Abstract

Fokus penelitian ini adalah aliran air sungai Brantas dan Pendapatan Petani  yang ada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Kabupaten Mojokerto.Permasalahan penelitian ini adalah mengidentifikasikan adanya penyebab turunya ketinggihan ketinngihan air sungai  di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas menyebabkan terjadinya perubahan pendapatan usaha tani , menaikkan biaya sosial masyarakat serta terjadinya kenaikan biaya produksi.Tujuan  penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui apakah terjadi perubahan pola tanam bagi petani padi terkait dengan penambangan pasir sungai Brantas di Kabupaten Mojokerto. Kedua untuk mengetahui apakah terjadi perubahan biaya produksi pertanian setelah terjadi penambangan pasir di sungai Brantas. Ketiga untuk mengetahui apakah terjadi perubahan pendapatan usaha tani  dan biaya yang harus ditanggung masyarakat di daerah aliran sungai Brantas Kabupaten Mojokerto.Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa penambangan pasir sungai Brantas sebagai akibat dari turunya debet air sungai, sehingga permukaan air sungai Brantas lebih rendah dibandingkan dengan dasar anak sungai Brantas (sungai Kedungsoro). Akibatnya, air sungai Brantas tidak bisa mengalir ke sungai Kedungsoro apalagi ke parit hingga  ke sawah (kerusakan lingkungan). Karena sulitnya untuk memperoleh air, maka petani tidak bisa menanam tanaman yang biasa ditanam yaitu padi - kedelai - tebu - jagung, karena kondisi tersebut menyebabkan para petani merubah pola tanamnya dari pola tanam padi - kedelai - tebu - jagung ke pola tanam tebu - tebu - bero; tebu - tebu - padi; tebu - tebu - jagung; tebu - tebu - padi dan kedelai. Untuk memperoleh air dalam memenuhi kebutuhan tanaman dan pengerjaan sawah, petani berupaya untuk memenuhinya dengan cara mengebor tanah sawah dengan menggunakan mesin pompa. Mesin pompa untuk menyedot air, menjadikan biaya produksi usaha tani padi meningkat. Tambahan biaya yang dikeluarkan oleh para petani adalah biaya  pembuatan sumur bor, pembelian atau menyewa pompa, pembelian solar dan pembayaran ongkos kerja penjaga pompa. Mengairi sawah dengan air sungai dan mengairi sawah dengan air pompa ternyata menjadikan  hasil panen yang berbeda. Hasil panen dengan pengairan air sungai lebih bagus hasil panennya daripada pengerjaan sawah dengan air pompa. Dengan demikian, penambangan pasir sungan Brantas berdampak pada meningkatnya biaya produksi usaha tani dengan hasil panen yang relatif lebih rendah. Memperhatikan kondisi yang demikian maka dapat dinyatakan bahwa dampak tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya social cost yang tinggi tidak sebanding dengan social benefitnya. Untuk menanggulanginya perlu adanya regulasi disertai kontrol masyarakat. Kata Kunci: Aliran air sungai, Pendapatan Petani,  Sungai Brantas

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2025): Vol. 11 No.1 Februari 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): Vol. 10 No. 3 September 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): Vol. 10 No. 2 Mei 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Vol. 10 No. 1 Januari 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): Vol. 9 No. 3 September 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): Vol. 9 No. 2 Mei 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Vol. 9 No. 1 Januari 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): Vol. 8 No. 3 September 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Vol. 8 No. 2 Mei 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Vol. 8 No. 1 Januari 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): Vol. 7 No. 1 Januari 2021 Vol. 7 No. 3 (2021): Vol. 7 No. 3 September 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol. 7 No. 2 Mei 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Vol. 7 No. 2 Mei 2021 Vol 7, No 1 (2021): Vol. 7 No. 1 Januari 2021 Vol 6, No 3 (2020): Vol. 6 No. 3 September 2020 Vol. 6 No. 3 (2020): Vol. 6 No. 3 September 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Vol. 6 No. 2 Mei 2020 Vol 6, No 2 (2020): Vol. 6 No. 2 Mei 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Vol. 6 No. 1 Januari 2020 Vol 6, No 1 (2020): Vol. 6 No. 1 Januari 2020 Vol. 5 No. 3 (2019): Vol. 5 No. 3 September 2019 Vol 5, No 3 (2019): Vol. 5 No. 3 September 2019 Vol 5, No 2 (2019): Vol. 5 No. 2 Mei 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): Vol. 5 No. 2 Mei 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Vol. 5 No. 1 Januari 2019 Vol 5, No 1 (2019): Vol. 5 No. 1 Januari 2019 Vol. 4 No. 3 (2018): Vol. 4 No. 3 September 2018 Vol 4, No 3 (2018): Vol. 4 No. 3 September 2018 Vol 4, No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 Mei 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Vol. 4 No. 2 Mei 2018 Vol 4, No 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari 2018 Vol. 3 No. 3 (2017): Vol. 3 No. 3 September 2017 Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3 September 2017 Vol 3, No 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Mei 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Mei 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari 2017 Vol 3, No 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari 2017 Vol. 2 No. 3 (2016): Vol. 2 No. 3 September 2016 Vol. 2 No. 2 (2016): Vol. 2 No. 2 Mei 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari 2016 Vol 2, No 3 (2016): Vol. 2 No. 3 September 2016 Vol 2, No 2 (2016): Vol. 2 No. 2 Mei 2016 Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari 2016 Vol 1, No 1 (2015): Vol. 1 No. 1 September 2015 Vol. 1 No. 1 (2015): Vol. 1 No. 1 September 2015 More Issue