cover
Contact Name
Hendratno
Contact Email
hendratno@unesa.ac.id
Phone
+6282234206376
Journal Mail Official
S2pendidikandasar@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung CPD Kampus Lidah Wetan Universitas Negeri Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian
ISSN : -     EISSN : 24608475     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jrpd
Core Subject : Education,
The Journal focus and scope: Research in the field of scientific concept of basic education includes mathematics, science, social studies, civics and Indonesian.
Articles 580 Documents
ETNOMATEMATIKA PASURUAN: EKSPLORASI GEOMETRI UNTUK SEKOLAH DASAR PADA MOTIF BATIK PASEDAHAN SUROPATI Ulum, Bakhrul
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 4, No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 Mei 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v4n2.p686-696

Abstract

ABSTRACTThis research aims to explore and describe the ethnomathematics on Pasuruan society from the concept of geometry for elementary school on the Pasedahan Suropati batik motive, the philosophical meaning of it, and the alternative usage in teaching geometry in primary school. This research is a qualitative research with ethnographic approach, in wich the technique of collecting a literature study, observation, interviews, fields note, and documentation. Based on the data collecting, there are 6 kinds of Pasedahan Suropati batik in Pasuruan, they are Suruh Leaves motive, Podang Bird motive, Harmoni Built motive, Tembikar motive, Phoniex Bird motive, and Mangrove motive. The meaning of Pasedahan Suropati batik philosophically is Untung Suropati is very wise person, so people who wear this Pasedahan Suropati batik is expected has a wise attitude Untung Suropati. The concept of geometry of elementary school on Pasedahan Suropati batik motive is the concept of point, straight lines, curved lines, zig-zag lines, high lines, parallel lines, angels, triangle, rectangle, oval, and fold symmetry. Thus, the geometry concept of Pasedahan Suropati batik motive in elementary school, can be used in learning geometry such as the introduction of line, the introduction of the angle, and the introduction of shape.  Keywords: Ethnomathematics, geometry, Pasedahan Suropati batik. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan etnomatematika yang ada pada masyarakat Kota Pasuruan yang dilihat dari konsep geometri untuk sekolah dasar yang terdapat pada motif batik Pasedahan Suropati, makna filosofis yang terkandung di dalamnya, serta alternatif penggunaannya dalam pembelajaran geometri di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang mana teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara studi kepustakaan, observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengumpulan data penelitian diperoleh 6 jenis motif batik Pasedahan Suropati yang ada di Kota Pasuruan, yaitu motif Daun Suruh, motf Burung Podang, motif Gedung Harmoni, motif Tembikar, motif Burung Phoenix, dan motif Mangrove. Secara filosofis batik Pasedahan Suropati memiliki makna bahwa Untung Suropati adalah orang yang sangat bijaksana, jadinya orang yang memakai batik Pasedahan Suropati diharapkan memiliki sifat bijaksana laksana Untung Suropati. Konsep geometri untuk sekolah dasar yang ada pada motif batik Pasedahan Suropati adalah konsep titik, garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag, garis tinggi, garis sejajar, sudut, segitiga, persegipanjang, oval, dan simetri lipat. Dengan demiian, motif batik Pasedahan Suropati yang memiliki konsep geometri untuk sekolah dasar, tentunya dapat digunakan dalam pembelejaran geometri seperti pada pengenalan garis, pengenalan sudut, dan pengenalan bangun datar sederhana. Kata Kunci: Etnomatematika, geometri, batik Pasedahan Suropati.
SEKOLAH MERDEKA: MODEL PENDIDIKAN BERWAWASAN PANCASILA DAN KEBANGSAAN Hastangka, Hastangka; Mahanani, Sumiyar
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 7, No 1 (2021): Vol. 7 No. 1 Januari 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v7n1.p56-61

Abstract

ABSTRACTThis study aims to identify and describe the concept of the Merdeka School as a model of education with a national insight and Pancasila. Merdeka School is one of the Community Learning Activity Centers (PKBM) which was established in Yogyakarta in 2020. The existence of this Merdeka School is present in the midst of non-formal and formal education problems that are not in favor of the values of national insight and Pancasila. In addition, the basic idea of the establishment of an independent school saw the current conditions of the school which were not in favor of the needs of students. This type of research is a qualitative research. This study was used to analyze and describe the concepts and policies of the Merdeka School in Yogyakarta. The location of this research was conducted at the Merdeka School in the period from September to December 2020. Sources of research data were obtained through observation and interviews with resource persons. Other data were obtained from documents on independent schools and the results of previous research on school policy. The analysis used in this research uses heuristic analysis. The results of this study indicate that the philosophy and vision and mission of an independent school reflect the direction and orientation of an independent school that builds an atmosphere and principles of national insight and Pancasila principlesKeywords: Independent School, Pancasila, Education, National Insight ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan konsep Sekolah Merdeka sebagai model pendidikan berwawasan kebangsaan dan Pancasila. Sekolah Merdeka merupakan salah satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang didirikan di Yogyakarta pada tahun 2020. Keberadaan Sekolah Merdeka ini hadir ditengah-tengah persoalan pendidikan non formal dan formal yang kurang berpihak pada nilai nilai wawasan kebangsaan dan Pancasila. Selain itu, gagasan dasar berdirinya sekolah merdeka melihat kondisi sekolah saat ini yang kurang berpihak pada kebutuhan siswa atau peserta didik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini digunakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan konsep dan kebijakan Sekolah Merdeka di Yogyakarta. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sekolah Merdeka pada periode bulan September sampai dengan Desember 2020. Sumber data penelitian ini diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan narasumber. Data lain diperoleh dari dokumen tentang sekolah merdeka dan hasil penelitian sebelumnya tentang kebijakan sekolah. Analisis yang digunakan dalam penelitian menggunakan analisis heuristik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi dan visi misi sekolah merdeka mencerminkan arah dan orientasi sekolah merdeka yang membangun suasana dan prinsip prinsip wawasan kebangsaan dan Pancasila.Kata Kunci: Sekolah Merdeka, Pancasila, Pendidikan, Wawasan Kebangsaan
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SUBTEMA LINGKUNGAN TEMPAT TINGGALKU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Rahmawati, Ery
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 3, No 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v3n1.p346-350

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kelayakan LKS lingkungan tempat tinggalku dengan menggunakan pendekatan kontekstual, (2)mendeskripsikan efektifitas penggunaan LKS dengan pendekatan kontekstual dalam KBM berdasarkan keterlaksanaan RPP.dan (3) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas IV sekolah dasar setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan LKS yang menggunakan pendekatan kontekstual subtema lingkungan tempat tinggalku.Penelitian ini dilakukan di SDN 3 Bambe dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IVA dan IVB tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian yang dilakukan  adalah penelitian pengembangan dengan mengacu pada model pengembangan  ADDIE  (Analysis,  Design,  Development,  Implementation, Evaluation).Penelitian ini menghasilkan LKS subtema lingkungan tempat tinggalku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Berdasarkan hasil validasi LKS yang meliputi aspek isi atau materi, aspek penyajian, aspek kebahasaan, dan aspek kegrafikan mendapat skor rata-rata 3,62 dengan kategori sangat baik. (2) Berdasarkan hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran mendapat skor yang dipersentase 94,3% dalam kategori sangat baik. (3) Berdasarkan hasil posttest hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol  dapat dilihat pada angka t-test yang mengasumsikan kedua populasi sama yaitu 6.597 diperoleh probabbilitas (sig) sebesar 0,000. Dengan angka probabilitas <0,05, maka dapat diartikan adanya perbedaan antara nilai yang diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol sehingga dapat disimpulkan, pengembangan LKS dengan  menggunakan pendekatan kontekstual subtema lingkungan tempat tinggalku secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas IV Sekolah Dasar.Kata Kunci : LKS, Pendekatan Kontekstual, Hasil Belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DENGAN ARAHAN UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN EKSPERIMEN DAN PENGUASAAN KONSEP MATERI GAYA PADA SISWA KELAS IV SD Munawaroh, Siti
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v2n1.p92-97

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan model pembelajaran dengan arahan untuk melatihkan keterampilan eksperimen dan penguasaan konsep materi gaya pada kelas IV SD. Melalui penerapan pembelajaran dengan arahan siswa dilatih untuk melakukan eksperimen tahap demi tahap sesuai dengan langkah-langkah percobaan sehingga siswa mampu melakukan eksperimen sendiri. Dengan melakukan eksperimen secara mandiri, keterampilan eksperimen dan penguasaan konsep siswa dapat meningkat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu dengan bentuk one group pretest postest. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Garung Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas satu kelompok eksperimen yang berjumlah 25 siswa. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diajarkan dengan menerapkan model pembelajaran dengan arahan. Instrumen  penelitian  yang  digunakan  adalah lembar observasi dan instrumen tes.Berdasarkan hasil analisis data menggunakan lembar pengamatan, keterlaksanaan pembelajaran model direct instruction menunjukkan skor rata-rata 3,6 dalam kategori baik, keterampilan eksperimen siswa mencapai 100% dengan kategori aktivitas tinggi dan penguasaan konsep siswa pada materi gaya meningkat setelah diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran dengan arahan dengan rata-rata proporsi 0,88. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran dengan arahan dapat melatihkan keterampilan eksperimen dan penguasaan konsep materi gaya kelas IV SD
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIDATO SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI ARCA KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR MELALUI TEKNIK STAND UP COMEDY Sukron, Asep
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 5, No 1 (2019): Vol. 5 No. 1 Januari 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v5n1.p875-881

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research was to improve the ability of public speaking’s student by using stand up comedy technique of grade sixth SDN Arca subdistrict Sukamakmur, Bogor. The subject consisted of 30 students, 12 males, 18 females. The problems in this research is the low ability of speaking’s student in therms linguistic factors or nonlingusitic factors. Besides that, the learning are not interesting, boring and the result of the learning have not reached minimum completenes criteria established by school. This study was classroom action research (CAR) it was conducted with two cycles, each cycle consisted of planning, conducting, observation, and reflection of Kemmis and Taggart Model. Related with the quality of student’s learning result by using stand up comedy technique, it showed that student’s abilities were improved. These abilities were regularity the delivery of ideas, sentence and word accuracy, fluency and naturalness, articulation and intonation, courage and trust, the precision of set up and punch line technique, the precision of one liner technique, and the precision of act out technique. The Results of research on learning cycle one, indicating that speech abilities of students through the techniques of stand up comedy has increased by 67% and the end of the second cycle of 90%. Based on data analysis, found an increased percentage of students in speech amounted to 23%. It can be concluded that learning through stand up comedy techniques to improve the ability of speech sixth grade students of SDN Arca Sukamakmur District of Bogor regency on the initial hypothesis can be accepted and proven. Key Words: Stand Up Comedy Technique, Speaking Ability of Student. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpidato melalui teknik stand up comedy pada siswa kelas VI SDN Arca Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor dengan subjek 30 siswa, terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 18 siswi perempuan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbicara siswa dalam hal faktor-faktor kebahasaan maupun nonkebahasaan. Di samping itu, pembelajaran kurang menarik, membosankan, dan hasil pembelajaran belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh Sekolah. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi model Kemmis dan Taggart. Berkenaan dengan kualitas kemampuan berpidato anak dengan teknik stand up comedy menunjukkan bahwa kemampuan siswa dapat meningkat. Kemampuan tersebut adalah keruntutan penyampaian gagasan, ketepatan kalimat dan kata, kelancaran dan kewajaran, artikulasi dan intonasi, keberanian dan percaya, ketepatan set up dan punch line, ketepatan teknik one liner, dan ketepatan teknik act out. Hasil penelitian pada pembelajaran siklus I, menunjukkan bahwa kemampuan berpidato siswa melalui teknik stand up comedy mengalami peningkatan sebesar 67% dan akhir siklus II sebesar 90%. Berdasarkan analisis data tersebut, ditemukan persentase peningkatan siswa dalam berpidato sebesar 23%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui teknik stand up comedy untuk meningkatkan kemampuan berpidato siswa kelas VI SDN Arca Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor pada hipotesis awal dapat diterima dan terbukti.  Kata kunci: Teknik Stand Up Comedy, Kemampuan Berpidato Siswa.
PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI PADA PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERMUATAN ETNOMATEMATIKA BANGUNAN CAGAR BUDAYA KOTA SEMARANG Hariyadi, Slamet; Muttaqin, Muhammad Fauzan
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 6, No 3 (2020): Vol. 6 No. 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v6n3.p204-210

Abstract

ABTRACTThe purpose of this study was to describe the understanding of the geometry concept of the fourth grade students of SD Negeri Candi 01 after the implementation of a problem based learning model containing ethnomatematics. The research method used is descriptive method with a qualitative approach. The selection of research subjects was selected by purposive sampling technique based on the learning achievement of students, which were classified into three high, medium and low learning achievements. The subject of high learning achievement and being able to restate a concept. The subject is always active in every stage of learning activities. The subject of low learning achievement is less able to express money as a concept. They tend to be less active in the learning process which includes being less active in asking questions if they experience difficulties and in group discussions they still depend on friends and teacher guidance. All three subjects were able to use and utilize and select procedures to solve the perimeter and area of squares, rectangles and triangles, but experienced errors in determining the area and perimeter formulas for squares and rectangles. The subject of high learning achievement is the only subject that is able to apply the concept in problem solving. The subject uses the plan he devised to solve the problem and then communicates his conclusion correctly.Keywords: Ethnomatematics, Problem Based Learning, Understanding of Geometry Concepts ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemahaman konsep geometri peserta didik kelas IV SD Negeri Candi 01 setelah implementasi model problem based learning bermuatan etnomatematika. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan subyek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan prestasi belajar peserta didik, yang digolongkan menjadi tiga prestasi belajar tinggi, sedang dan rendah. Subjek prestasi belajar tinggi dan sedang mampu dalam menyatakan ulang sebuah konsep. Subjek selalu aktif dalam setiap tahapan kegiatan pembelajaran. Subjek prestasi belajar rendah kurang mampu dalam menyatakan uang sebuah konsep. Mereka cenderung kurang aktif dalam proses pembelajaran yang meliputi kurang aktif dalam bertanya jika mengalami kesulitan dan dalam diskusi kelompok masih bergantung pada teman dan bimbingan guru. Ketiga subjek mampu menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur untuk menyelesaikan keliling dan luas persegi, persegi panjang dan segitiga, tetapi mengalami kesalahan dalam menentukan rumus luas dan keliling persegi dan persegi panjang. Subjek prestasi belajar tinggi merupakan satu-satunya subjek yang mampu mengaplikasikan konsep dalam pemecahan masalah.  Subjek menggunakan rencana yang dibuat untuk menyelesaikan masalah, lalu mengkomunikasikan kesimpulannya dengan benar.Kata kunci: Etnomatematika, Pemahaman Konsep Geometri, Problem Based Learning
PENGARUH MEDIA GOOGLE EARTH TERHADAP HASIL BELAJAR BERDASARKAN KEAKTIFAN SISWA KELAS IV TEMA INDAHNYA NEGERIKU DI SEKOLAH DASAR Putra, Aldoko Listiaji; Kasdi, Aminuddin; Subroto, Waspodo Tjipto
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 5, No 3 (2019): Vol. 5 No. 3 September 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v5n3.p1034-1042

Abstract

ABSTRACTThe main purpose of this research is: 1) to describe the effect of the google earth  media to student learning outcomes, 2) to describe the effect of student activeness to student learning outcomes, 3) to describe the interaction effects between  google earth media and student activeness to student learning outcomes. This research was conducted at SDN Lidah Kulon 1 Surabaya with research subjects are students of Fourth Grade Student B as the control class and Fourth Grade Student C as an experimental class of the school year 2015/2016. Type of research is experimental. The data was obtained as follows: (1) there is the effect of the google earth media to student learning outcomes. With the same test two way of anova significance value the effect cognitive ability level of 0.002<0.05, (2) there is a activeness the effect to student learning outcomes. This conclusion is drawn from the results of empirical tests using two way of anova. With the test results show the value of the activity's significant the effect to student learning outcomes of 0,023<0,05, (3) there is no interaction effect of media and activeness to student learning outcomes. This conclusion is drawn based on two way of anova showed significant value interaction effect of media and activeness to student learning outcomes of 0.547> 0.05. Based on the research, it can be concluded that: (1) google earth media have a significant effect to the learning outcomes of students, (2) activeness have a significant effect to the learning outcomes of students, (3) there is no significant effect from the interaction between the media and the activeness to student learning outcomes. Keywords: Google Earth, Activeness, Learning Outcomes. ABSTRAK                                                                                          Tujuan utama penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan pengaruh media google earth terhadap hasil belajar siswa, 2) untuk mendeskripsikan pengaruh keaktifan siswa terhadap hasil belajar siswa, 3) untuk mendeskripsikan pengaruh interaksi antara media google earth dan keaktifan siswa terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SDN Lidah Kulon 1 Surabaya dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV B sebagai kelas kontrol dan IV C sebagai kelas eksperimen tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Data hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut:  1) terdapat pengaruh media google earth terhadap hasil belajar siswa. Dengan uji yang sama yakni uji anava dua jalur diperoleh nilai signifikansi pengaruh tingkat kemampuan kognitif sebesar 0,002<0,05, 2) terdapat pengaruh keaktifan terhadap hasil belajar siswa. Kesimpulan ini diambil mengacu pada hasil uji empiris menggunakan anava dua jalur. Dengan hasil uji menunjukan nilai signifikansi pengaruh keaktifan terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,023<0,05, 3) tidak terdapat pengaruh interaksi keaktifan dan media terhadap hasil belajar siswa. Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil uji anava dua jalur yang menunjukan nilai signifikansi pengaruh interaksi media dan keaktifan terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,547>0,05. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1) media google earth terhadap hasil belajar siswa menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan, 2) keaktifan terhadap hasil belajar siswa menunjukan terdapat pengaruh signifikan, 3) interaksi antara media dan keaktifan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Kata Kunci : Google Earth, Keaktifan, Hasil Belajar.
PENGARUH MOTIVASI DAN SARANA SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Lakap, Pifa Arita; Rusijono, Rusijono; Prasetyo, Ketut
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 6, No 1 (2020): Vol. 6 No. 1 Januari 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v6n1.p22-28

Abstract

ABSTRACTThis research as to know how great the influence, the motivation, infrastructures and children learning to study results especially primary school class IV. Subjects used are the fourth grade students in Elementary School Inpres Oekaem, Meusin Village, Boking Sub-District, South Central Timor District, East Nusa Tenggara Province. While the study sample was 40 students consisting of 2 classes namely class IV-A total of 20 students and class IV-B amounted to 20 students. The model of data analysis used in this study is multiple linear regression analysis. Based on the results of research can be concluded that the variable motivation and learning facilities and infrastructure affect the educational outcomes of children's learning. Keywords: Motivation, Facilities and Infrastructure Learning, Learning Outcomes. ABSTRAK                                                                                          Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi belajar, dan sarana prasarana belajar terhadap hasil belajar anak kelas IV SD Inpres Oekaem. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas IV di SD Inpres Oekaem, Desa Meusin, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan-Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sedangkan sampel penelitian adalah 40 siswa yang yang terdiri dari 2 kelas yakni kelas IV-A berjumlah 20 siswa dan kelas IV-B berjumlah 20 siswa. Adapun model analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi serta Sarana dan prasarana belajar berpengaruh terhadap pendidikan hasil belajar anak. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Sarana dan Prasarana Belajar, dan Hasil Belajar Anak.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PENGAJUAN MASALAH PADA MATERI PERBANDINGAN DAN SKALA DI KELAS V SD Siyamtini, Siyamtini
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 5, No 2 (2019): Vol. 5 No. 2 Mei 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v5n2.p976-985

Abstract

ABSTRACTThis research aims to produce a learning set and to describe its effectiveness trought a good problem posing approach problems in comparison and scale materials grade 5 Elementary School. This is research and development study which uses Plomp model. The model includes five phases: a preliminary investigation, design, contruction, test, evaluation , and revision , and implementation . Furthermore,the learning set producedis leson plans, worksheets, and test. The subjects were students of grade 5 SDN Erogemiwang Kebumen in the academic year 2015/2016 . The data were obtained from the assessor, the observation of the teacher's activity in managing teaching learning process and student activities, the results of the questionnaire, and tes score. The technique analysis was using data  validation analysis, observation analysis, and test analysis. The result show that the developed learning set meet the criteria: (1) valid, in which the assessor marks 3.13 for good learning sets and test in valid, reliable, and sensitive (2) practical, the teacher's ability is good in which the obtains 4.22 and the students are in which they reach 86.24% for the activity in experimental class, (3) effective, which is demonstrated by: (a) the teacher’s is good with 4.22 poin in experimental class and 4.17 in control class. (b) the students are active in which they obtain 86.24% for their activity in experimental class and 87.85% in controlclass, (c) the students respons reach  92.8% in experimental class and 92.5% in control class, (d) the learning outcomes achieve 100% in experimental class tests and 95% in control class. Based on the analysis , it can be concluded that developed learning set is good and problem posing approach in comparisons and scale material effective. Key Words:learning set, problem posing, comparisons and scale. ABSTRAK                                                                                          Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran dengan pendekatan pengajuan masalah yang baik dan mendeskripsikan keefektifan pembelajaran dengan pendekatan pengajuan masalah pada materi perbandingan dan skala di kelas V SD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan Plomp. Model Plomp yang meliputi 5 tahap yaitu tahap investigasi awal, tahap perancangan realisasi/konstruksi, tahap tes, evaluasi, dan revisi, dan tahap implementasi. Perangkat yang dihasilkan meliputi: RPP, LKS, dan THB. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Erogemiwang Kebumen tahun pelajaran 2015/2016. Pada penelitian ini, data diperoleh dari hasil penilaian perangkat oleh validator, hasil observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran, hasil observasi aktivitas siswa, hasil angket respons siswa, dan nilai tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data validasi, analisis data observasi, dan analisis tes hasil belajar. Hasil Penelitian menunjukkan perangkat yang dikembangkan memenuhi kriteria : (1) valid, di mana penilaian validator terhadap perangkat pembelajaran berkategori baik dengan nilai 3,13 dan THB valid, reliabel, dan sensistif (2) praktis, hal ini ditunjukkan oleh kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berkategori baik dengan nilai 4,22 dan aktivitas siswa dalam pembelajaran berkategori aktif dengan persentase mencapai 86,24% di kelas uji coba dan, (3) efektif, ditunjukkan oleh: (a) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berkategori baik dengan nilai 4,22 di kelas ujicoba dan 4,17 di kelas implementasi, (b) aktivitas siswa dalam pembelajaran berkategori aktif  dengan persentase mencapai 86,24% di kelas uji coba dan 87,85% di kelas implementasi, (c) respon positif siswa berkategori sangat positif  dengan persentase mencapai 92,8% di kelas uji coba dan 92,5 di kelas implementasi, (d) ketuntasan hasil belajar secara klasikal tercapai dengan persentase mencapai 100% di kelas uji coba dan 95 % di kelas implementasi. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkualitas baik dan pembelajaran dengan pendekatan pengajuan masalah pada materi perbandingan dan skala efektif. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, pengajuan masalah, perbandingan dan skala.
MINAT BACA ANAK-ANAK DI KAMPOENG BACA KABUPATEN JEMBER Maharani, Ony Dina
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol 3, No 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v3n1.p320-328

Abstract

ABSTRAKMembaca menjadi topik penting yang menyita banyak perhatian masyarakat dunia. Kualitas membaca menentukan keberadapan suatu bangsa. Bangsa yang memiliki kualitas membaca rendah akan mengalami keterbelakangan dan ketertinggalan. Hal ini dapat diatasi dengan peningkatan minat dan kebiasaan membaca. Pola asuh orang tua dan keadaan situasional menjadi faktor penentu tumbuhnya kebiasaan tersebut. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dasar timbulnya kebiasaan membaca. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dasar yang membentuk kebiasaan baca ada faktor situasional dan pola asuh orang tua. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan membaca tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca.  Kata kunci: kebiasaan membaca, anak-anak, faktor membaca.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2025): Vol. 11 No.1 Februari 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): Vol. 10 No. 3 September 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): Vol. 10 No. 2 Mei 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Vol. 10 No. 1 Januari 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): Vol. 9 No. 3 September 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): Vol. 9 No. 2 Mei 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Vol. 9 No. 1 Januari 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): Vol. 8 No. 3 September 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Vol. 8 No. 2 Mei 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Vol. 8 No. 1 Januari 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): Vol. 7 No. 1 Januari 2021 Vol. 7 No. 3 (2021): Vol. 7 No. 3 September 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Vol. 7 No. 2 Mei 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol. 7 No. 2 Mei 2021 Vol 7, No 1 (2021): Vol. 7 No. 1 Januari 2021 Vol. 6 No. 3 (2020): Vol. 6 No. 3 September 2020 Vol 6, No 3 (2020): Vol. 6 No. 3 September 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Vol. 6 No. 2 Mei 2020 Vol 6, No 2 (2020): Vol. 6 No. 2 Mei 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Vol. 6 No. 1 Januari 2020 Vol 6, No 1 (2020): Vol. 6 No. 1 Januari 2020 Vol. 5 No. 3 (2019): Vol. 5 No. 3 September 2019 Vol 5, No 3 (2019): Vol. 5 No. 3 September 2019 Vol 5, No 2 (2019): Vol. 5 No. 2 Mei 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): Vol. 5 No. 2 Mei 2019 Vol 5, No 1 (2019): Vol. 5 No. 1 Januari 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Vol. 5 No. 1 Januari 2019 Vol. 4 No. 3 (2018): Vol. 4 No. 3 September 2018 Vol 4, No 3 (2018): Vol. 4 No. 3 September 2018 Vol 4, No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 Mei 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Vol. 4 No. 2 Mei 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari 2018 Vol 4, No 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari 2018 Vol. 3 No. 3 (2017): Vol. 3 No. 3 September 2017 Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3 September 2017 Vol 3, No 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Mei 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Mei 2017 Vol 3, No 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari 2017 Vol. 2 No. 3 (2016): Vol. 2 No. 3 September 2016 Vol. 2 No. 2 (2016): Vol. 2 No. 2 Mei 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari 2016 Vol 2, No 3 (2016): Vol. 2 No. 3 September 2016 Vol 2, No 2 (2016): Vol. 2 No. 2 Mei 2016 Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari 2016 Vol 1, No 1 (2015): Vol. 1 No. 1 September 2015 Vol. 1 No. 1 (2015): Vol. 1 No. 1 September 2015 More Issue