cover
Contact Name
Muhammad Ainul Yaqin
Contact Email
ayaqin28@gmail.com
Phone
+6282316507200
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Manggar 139A Gebang Poreng, Patrang, Jember Jawa Timur Indonesia kode pos 68117
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 27210677     EISSN : 27162079     DOI : -
Core Subject : Education,
CHILDHOOD EDUCATION: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP2M) Intitut Agama Islam Al-Qodiri Jember . Childhood Education merupakan Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini yang berisikan tulisan ilmiah tentang pendidikan di Madrasah atau Sekolah, inovasi-inovasi pendidikan di Anak Usia Dini (AUD), dan pemikiran pendidikan dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 138 Documents
Pengaruh Etika Profesi Guru Terhadap Kinerja Guru Di Tk Pelita Insani Nidia Rahayu Trisnanti
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v4i1.5001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat etika profesi guru terhadap kinerja guru di TK Pelita insani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Dengan melakukan wawancara dan observasi terhadap guru di TK Pelita Insani. Jumlah sebjek yang ada sebanyak 3 orang. Pengumpulan data yang dilakukan dari wawancara dan observasi guru, memberikan hasil bahwa etika profesi guru sangatlah berpengaruh terhadap kinerja guru. Berdasarkan obervasi yang dilakukan guru sudah menjalankan etika profesi dengan baik, guru selalu menjalankan tugas dengan baik, dan guru memiliki strategi pembelajaran yang tepat karena dengan strategi yang tepat pembelajaran akan terwujud efektivitas program pembelajaran.
Implementasi Moral Ketuhanan Pada Anak Usia Dini kiki syabilla aprillyanti
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v4i1.5004

Abstract

Abstract This article reviews the implementation of divine morals in PAUD, in general the purpose of divine moral education is to form one's character. The development of divine moral character is one of the efforts in increasing national development. In line with this, the development of divine moral character must always contain positive values. Within the scope of National Education, Citizenship Education is used as a forum to realize the goals of National Education. Divinity moral character education should be given as early as possible. Starting from the family and then assisted by educators in formal educational institutions starting from the basic education level. Success in divinity moral character education in PAUD can have an effect until he grows up because at that time the child begins to recognize good and bad things, with good guidance the child will be able to behave well and the quality of his education will increase and develop. In addition, children are inspired to always apply the values ​​of divine moral character in daily life such as in worship, courtesy, and honesty. Keyword : Implementation, Character, Divine Morality Abstrak Artikel ini mengulas tentang implementasi moral ketuhanan di PAUD, secara umum tujuan pendidikan moral ketuhanan adalah sebagai pembentuk karakter seseorang. Pembangunan karakter moral ketuhanan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pembangunan nasional. Sejalan dengan hal itu maka pembangunan karakter moral ketuhanan harus selalu memuat nilai-nilai yang positif. Dalam lingkup Pendidikan Nasional, Pendidikan Kewarganegaraan dijadikan sebagai suatu wadah untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. Pendidikan karakter moral ketuhanan harus di berikan sedini mungkin. Dimulai dari keluarga dan kemudian dibantu oleh pendidik di lembaga pendidikan formal yang di mulai dari jenjang pendidikan dasar. Keberhasilan Dalam pendidikan karakter moral ketuhanan di PAUD dapat berpengaruh sampai dia tumbuh dewasa karena pada saat itu anak mulai bisa mengenal hal–hal yang baik dan juga buruk, dengan bimbingan yang baik maka anak akan bisa berperilaku dengan baik dan kualitas pendidikan nya meningkat dan berkembang. Selain itu juga, anak menjadi terispirasi untuk selalu menerapkan nilai-nilai karakter moral ketuhanan pada kehidupan sehari-hari seperti dalam beribadah, sopan santun, dan kejujuran. Kata kuci : Implementasi, Karakter, Moral Ketuhanan
Analisis Film “Instant Family” Dalam Kaitannya Dengan Pola Asuh Orang Tua Dan Pendidikan Anak Usia Dini Triananda Putri, Mitha
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v4i1.5029

Abstract

Pola asuh merupakan suatu cara yang dilakukan oleh orang tua dalam mendidik, mengasuh, dan mengawasi setiap perkembangan anaknya. Pola asuh juga merupakan suatu hal penting yang wajib untuk orang tua ketahui dan pahami karena pola asuh merupakan acuan orang tua dalam mendidik anaknya. Karena baik tidaknya karakter seorang anak tergantung pada pola asuh yang diterapkan oleh orang tuanya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh apa saja yang ada dalam film instan family yang nantinya dapat dijadikan acuan atau referensi orang tua dalam mendidik anak dengan karakter anaknya yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian library research. Metode pengumpulan data melalui simak dan catat. Kemudian analisis data pada penelitian ini adalah menggunakan analysis content. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pola asuh yang diterapkan yaitu pola asuh otoriter dan demokratis. Kedua pola asuh ini diterapkan kepada Lita, Juan dan Linzy yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Walaupun di tengah perjalanan dalam membangun sebuah keluarga yang harmonis, Ellie dan Pete mendapatkan tantangan yang luar biasa dalam mendidik ketiga anaknya. Tetapi pada akhirnya Lita, Juan, dan Linzy dapat hidup bahagia bersama Ellie dan Pete karena metode pola asuh yang diterapkan dikeluarga tersebut Kata kunci : Pola Asuh dan Karakter anak.
Perspektif Kepemimpinan Transformasional Dalam Upaya Meningkatan Profesionalitas Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) MAULIYAH, ANITA
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v4i1.5031

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah PAUD, merupakan peran manajerial, administrasi, dan kependidikan yang memiliki tanggung jawab membina tenaga kependidikan, mengelola sekolah, dan mengembangkan lembaga pendidikan. Kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan melakukan perubahan untuk mencapai performa lebih baik. Namun masih banyak kesenjangan peran pemimpin dan profesionalitas guru PAUD, yang maish kurang mendapatkan perhatian dari pihak yang bersangkutan, baik Kepala Sekolah maupun Guru, sehingga secara konseptual dan profesionalitas peran kepemimpinan yang mencakup kemampuan manajerial relatif kurang dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penaan Kepala PAUD dan profesionalitas guru dari perspektif kepemimpinan transformasional. Melalui metode kualitatif deskriptif, dengan mengambil data primer dari wawancara pada kepala PAUD dan guru, serta wali murid, dan data sekunder dari beberapa laporan penelitian. Penelitian difokuskan pada PAUD yang dikelola secara mandiri, dan bukan sub organisasi dari lembaga pendidikan atau yayasan sosial maupun agama. Hasil penelitian dapat menjelaskan bahwa peran kepemimpinan Kepala PAUD lebih berorientasi pada model Pendidik, yakni kepemimpinan yang memiliki peran sebagai kepala PAUD sekaligus guru dan sebagai pemimpin pembelajaran juga role modelling dalam pembelajaran karakter. Proses profesionalisasi guru masih dianggap merupakan kesatuan dari kemampuan, hasil kesepakatan dan standar tertentu, sehingga aspek formal seperti jenjang pendidikan dan sertifikat sebagai bukti pengembangan potensi diri dipandang sebagai ukuran profesionalisme, dan dipandang lebih baik dari pandangan yang disepakati bersama.
Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Pada Pembelajaran Anak Usia Dini Di Ra Al-Mukminin Sukowono Jember Tahun Pelajaran 2021/2022 Fajar Abdillah
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v4i1.5073

Abstract

Abstract: The diversity of a nation certainly creates its own challenges, especially in building harmony. It is not an easy to unite differences, because differences often lead to division and conflict. moreover, there are transnational notions that easily looking like a taghut disbelieve this nation-state and intolerant literalists. With these understandings, the potential for disintegration and acts of violence and terror is wide open to occur in our beloved country, Indonesia. Therefore, the inculcation of religious moderation values ​​occupies a strategic position among intolerant understandings. The inculcation of the values ​​of religious moderation through education for early childhood is increasingly urgent to be implemented. RA Al-Mukminin Sukowono, turns out to realize the importance of instilling the value of religious moderation in their students. Among what was done by the teacher RA Al-Mukminin Sukowono was instilling the value of tolerance by inserting it into appropriate themes. On that basis, it is important to know more about the application of religious moderation values ​​in RA al-Mukminin. On that basis, it is important to know more about the application of religious moderation values ​​in RA al-Mukminin. From the background above, the focus of research in this research is how to plan, implement, and evaluate the values ​​of religious moderation in early childhood learning at RA Al-Mukminin Sukowono Jember Academic Year 2021/2022. The purpose of this research is to describe how to plan, implement and evaluate the values ​​of religious moderation in RA al-Mukminin. This research uses descriptive qualitative method. The informant determination technique in this study used purposive sampling. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Data analysis using Miles and Huberman. The results of this study indicate that the application of religious moderation values ​​is divided into 3 stages, namely the planning, implementation and evaluation stages. At the planning stage the teacher prepares a daily lesson planning plan / RPPH which contains themes and SOPs that can be inserted into the values ​​of religious moderation. At the implementation stage, moderation values ​​in the form of tolerance are inserted in the theme of my country and national values ​​are inserted in the standard operating procedure (SOP). At the evaluation stage, the teacher evaluates using the non-test method, while the evaluation instrument uses conversation and giving assignments.
Pola Asuh Otoriter Sebagai Pemicu Sikap Agresivitas Anak Usia Dini TAZQIA, SYIFA
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v4i2.5034

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai pola asuh otoriter yang mempengaruhi sikap agresivitas pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengaruh pola asuh orangtua yang otoriter terhadap sikap agresivitas pada anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian berupa studi literatur. Penelitian studi literatur adalah penelitian yang menggunakan kumpulan informasi dan data yang diperoleh dari sumber seperti dokumen, buku, artikel, majalah, berita, dan sebagainya. Hasil dari penelitian mengemukakan bahwa pola asuh orangtua yang otoriter dapat mempengaruhi sikap agresivitas pada anak usia dini. pola asuh otoriter yang dilakukan oleh orang tua merupakan salah satu faktor penyebab atau pemicu anak memiliki sikap agresifitas. Pola asuh orangtua yang kurang tepat, dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap anak, pola asuh yang otoriter berpeluang untuk menjadikan sikap agresif anak semakin tumbuh. Hubungan positif atau searah ini diartikan bahwa semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter maka semakin tinggi pula perilaku agresif anak, sebaliknya semakin rendah tingkat pola asuh otoriter maka semakin rendah pula perilaku agresif anak. Kata Kunci: Pola asuh, Otoriter, Agresivitas
Konsep Peserta Didik Dan Tenaga Kependidikan Kelompok Bermain widianti, maya; Aprilia Saputri, Maya; Nihwan
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v4i2.5042

Abstract

Abstract: This article reviews the Concepts and Characteristics of Students and Education Personnel. In the Law of the Republic of Indonesia number 20 of 2003 concerning the National Education System chapter 1 article 1 it is stated that the educational workforce is a member of the community who is dedicated and appointed to support the implementation of education. As individuals who are growing and developing, students need consistent guidance and direction towards the optimal point of their natural abilities. The purpose of writing this article is to find out the Concepts and Characteristics of Students and Education Personnel in Playgroup Management. Learners in the play group are children aged 2-4 years who are trying to develop their potential through a learning process on a non-formal path. Early childhood educators or education personnel in quality play groups must meet academic qualifications and have the required potential. Keywords: Concepts, Characteristics, Students, Education Personnel, Playgroups.
Keterampilan Berpakaian Anak Usia 4-5 Tahun Di Tk Aisyiyah I Palangka Raya -, Nur Aida
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v4i2.5057

Abstract

: Anak usia dini dikenal sebagai masa keemasan “golden age” disepanjang rentang usia perkembangan manusia. Dimasa inilah anak secara khusus mudah menerima stimulus-stimulus dari lingkunganya. Lingkungan menjadi faktor utama dalam membantu keterampilan bantu diri pada anak yang mana keterampilan bantu diri ini adalah salah satu cara terbaik dalam perawatan diri sendiri. Berpakaian adalah salah satu keterampilan bantu diri yang sering kali ditemui oleh anak dalam rutinitas sehari-hari. Keterampilan bantu diri dapat dikembangkan sejak sedini mungkin, akan tetapi pada jenjang usia 4-5 tahun anak sudah mulai mampu menerapkan keterampilan bantu diri untuk memenuhi kebutuhan dasar anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterampilan berpakaian anak usia 4-5 tahun di TK Aisyiyah I. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis menggunakan teknik analisis data berupa, data reduksi, display data, dan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa keterampilan berpakaian pada anak usia 4-5 tahun masih belum terampil dalam mengenakan serta melepaskan pakaianya sendiri, misalnya seperti meresletingkan celana, mengancing baju, dan memakai kaos kaki hingga melepasnya. Oleh karena itu, hasil penelitian ini akan menjadi masukan bagi guru, orang tua dan sekolah agar dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Sehingga anak dapat memiliki keterampilan yang baik serta mandiri dalam hal berpakaian.
Metode Reward Dan Punishment Untuk Mengoptimalkan Sikap Disiplin Anak Usia DiniEWARD DAN PUNISHMENT UNTUK MENGOPTIMALKAN SIKAP DISIPLIN ANAK USIA DINI Alfina Rizkia
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v4i2.5058

Abstract

Disiplin salah satu cara untuk membantu anak mengembangkan pengendalian diri. Melalui kedisiplinan dapat memungkinkan anak memiliki batasan untuk memperbaiki perilaku mereka yang salah. Cara menerapkan kedisiplinan anak bisa mulai usia 2-6 tahun melalui hal-hal sederhana yang anak lakukan di kehidupan sehari-hari seperti merapikan mainan, mencuci tangan, berdo’a, menerima konsekuensi apabila melakukan kesalahan, dan bertanggung jawab dengan barang miliknya dan menjaga milik orang lain. Sikap disiplin pada anak bertujuan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas, berkarakter dan terampil menjadi suri tauladan bagi masyarakat, khususnya masyarakat modern. Menerapan metode Reward dan punishment merupakan cara ampuh untuk mengoptimalkan sikap disiplin anak. Tujuan pembuatan artikel ini untuk mendeskripsikan secara konseptual dalam penerapan metode reward dan punishment pada anak untuk mengoptimalkan kedisiplinan. Metode yang digunakan adalah kajian literature atau penelitian kepustakaan, yang berisi pendapat para ahli yang berbeda terhadap suatu masalah yang diberikan kemudian diteliti. Hasil penemuan dari berbagai sumber menunjukan bahwa dengan menggunakan reward dan punishment lebih mudah bagi pendidik untuk mengoptimalkan sikap disiplin anak dangan cara ini akan menjadi penguatan dan inspirasi bagi anak untuk bertindak lebih baik lagi di masyarakat. Mendisiplinkan anak agar bijaksana dan tidak berlebihan dalam melakukan tindakan, dengan cara yang tepat untuk meningkatkan perilaku anak menjadi lebih baik.
Kartu Tahfidz Pintar (Ktp) Sebagai Media Inovatif Di Ra Baitul Mukminin Bangsalsari Jember Niti
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v4i2.5076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan imlementasi media KTP di RA Baitul Mukminin Bangslsari Kabupaten Jember. Hasil penelitiannya menunjukkan: 1) pembuat media pembelajaran KTP adalah ustadzah dan kepala RA Baitul Mukminin. Alat-alatnya berupa kertas manila, gunting, lem, surat-surat pendek dan spidol warna. Isi materi media KTP ini adalah surat-surat pendek. Media KTP digunakan setelah/sebelum mengaji metode Allimna. Langkah-langkahnya adalah mengambil media KTP sebanyak 2-3 kartu, memperlihatkan, menanyakan isi tulisan, dan melafalkan secara bergantian dengan anak-anak; 2) penggunaan media KTP dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran. Siswa lebih mudah menghafal al-Qur’an dan senang dengan melihat kartu tahfidznya. Hasil penggunaan media media KTP lebih efektif karena saat guru menggunakan media KTP dalam lima pertemuan, anak sebagian sudah ada yang hafal surat-surat pendek dan sama nama-namanya; dan 3) hambatan guru saat menggunakan media KTP pada saat kegiatan pembelajaran adalah terkadang masih ada anak yang mengobrol, main sendiri, waktunya terbatas, dan anak anak masih memilih bentuk kartu dan warna yang disukainya, padahal bentuk dan warna yang dia minta itu belum tentu yang mau dibaca pada hari itu. Salah satu solusinya adalah gurunya memberikan arahan kepada anak-anak dan semakin hari demi hari anak-anak faham dengan kartu tahfizd pintar yang dipegang ustadzahnya.

Page 6 of 14 | Total Record : 138