cover
Contact Name
Indra Fibiona
Contact Email
indra.fibiona@kemdikbud.go.id
Phone
+6285647507523
Journal Mail Official
jantra@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Jl. Brigjen Katamso No. 139, Yogyakarta, 55152
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jantra
ISSN : 19079605     EISSN : 27150771     DOI : -
Sejarah: Meliputi kajian sejarah yang bertema nasionalisme dan pengembangan karakter bangsa melalui bidang sosial, ekonomi, politik, budaya dengan ruang lingkup utama wilayah Indonesia, dan wilayah lain apabila ada keterkaitan dengan Indonesia, yang bisa dijadikan media diseminasi dalam menanamkan sikap kebangsaan. Budaya: Meliputi pokok kajian dalam bidang antropologi, geografi, naskah kuna, yang membahas tentang perubahan budaya, kearifan lokal, tradisi lisan, simbol, sistem pengetahuan, kerajinan, religi, keragaman budaya
Articles 79 Documents
Kajian Nilai¬nilai Pendidikan Karakter Dalam Tradisi Kadeso Yang Dilakukan Oleh Masyarakat Kemiri Temanggung Naufal Raffi Arrazaq; Aman Aman
Jantra. Vol 15 No 1 (2020): Juni
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/jantra.v15i1.133

Abstract

Generasi muda Indonesia saat ini mengalami krisis moralitas. Krisis moral dapat diatasi dengan mengoptimalkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan upaya membentuk kepribadian suatu bangsa. Sumber pembelajaran pendidikan karakter adalah budaya dan tradisi. Satu dari sekian sumber pendidikan karakter berbasis budaya adalah Kadeso. Kadeso merupakan tradisi masyarakat Kemiri Temanggung. Tujuan penelitian ini melakukan kajian nilai-nilai pendidikan karakter yang ada pada tradisi Kadeso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi Kadeso yaitu religius, toleransi,disiplin, kerja keras, bersahabat, peduli sosial, dan peduli lingkungan. Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran pendidikan karakter bagi generasi muda.
Pembelajaran Sejarah di Sma melalui Program Sangiran Masuk Sekolah Wiwit Hermanto
Jantra. Vol 15 No 1 (2020): Juni
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/jantra.v15i1.134

Abstract

Program Sangiran Masuk Sekolah (SMS) merupakan bagian dari upaya untuk menyebarkaninformasi, mengedukasi mengenai cagar budaya khususnya Situs Sangiran, mengedukasi generasi muda, dan sebagai bentuk kemitraan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dengan pihak sekolah. Metode yang digunakan Program SMS dengan menampilkan pemaparan di kelas, diskusi, pameran mini, film, dan kuis. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan Kurikulum K13 dan kemudian disusun kisi-kisi materi SMS. Pada tahun 2019, menyasar empat sekolah tingkat menengah (SMA) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pemilihan ini berdasarkan data pengunjung di Museum Manusia Purba Sangiran, permintaan layanan edukasi sekolah, dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan pihak sekolah. Pemilihan SMA sebagai sasaran karena materi praaksara/ prasejarah banyak diajarkan tetapi materi dan jam pelajarannya relatif sedikit.
Penguatan Pendidikan Karakter: Implementasi Karakter Religius di Poso, Sulawesi Tengah Mikka Wildha Nurrochsyam
Jantra. Vol 15 No 1 (2020): Juni
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/jantra.v15i1.135

Abstract

Masyarakat Poso yang beragam keyakinan memerlukan karakter religius seperti solidaritas,toleransi, dan kepedulian sosial dan nilai sosial lain yang harmoni. Salah satu upaya untuk membentuk masyarakat yang toleran adalah melalui pendidikan. Penguatan Pendidikan Karakter bagi peserta didik diperlukan untuk mentransformasikan nilai religius yang membuat harmoni dalam kehidupan sosial. Penelitian ini mempunyai tujuan: 1) Mengidentifikasi implementasi karakter utama religius dalam Penguatan Pendidikan Karakter di tingkat satuan pendidikan. 2) Melakukan analisis implementasi karakter utama religius dalam Penguatan Pendidikan Karakter di satuan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter religius di satuan pendidikan diimplementasikan melalui tiga bentuk: Pertama, melalui praktik keagamaan yang cenderung dominan seperti pelaksanaan ritual-ritual. Kedua, melalui kegiatan sosial keagamaan untuk menanamkan sikap toleransi, kepedulian sosial dan solidaritas. Ketiga, melalui literasi yang cenderung menekankan bacaan-bacaan hukum agama dari pada bacaan yang menimbulkan spirit agama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Wanita Jawa sebagai Penjaga Tradisi, Pembimbing Anak, Penjunjung Agama, dan Penggemar Sastra Fandy Aprianto Rohman
Jantra. Vol 15 No 2 (2020): Desember
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/jantra.v15i2.137

Abstract

Wanita Jawa pernah mengambil peran cukup signifikan dalam urusan politik dan masyarakat. Salah satu peran utama putri raja dan bangsawan keraton adalah sebagai pemelihara dinasti atau wangsa serta pewaris tradisi Jawa. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan tentang sejarah wanita dan peran mereka dalam kehidupan sehari-hari di keraton Jawa Tengah bagian selatan pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19. Secara metodologis, penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu heuristik, kritik internal dan eksternal, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan kajian yang diperoleh dapat diketahui bahwa para wanita yang lahir dari kerajaan di Jawa Tengah bagian selatan setidaknya hingga akhir Perang Jawa memiliki kesempatan untuk mengambil inisiatif pribadi. Jejak mereka kemudian terasa di bidang yang kemudian dianggap sebagai urusan laki-laki, yaitu dunia politik dan kebudayaan.
Peranan Perempuan Dibalik Eksistensi Topeng Klasik dan Kreasi Yang Mendunia: Studi Kasus Desa Wisata Budaya Bobung, Gunung Kidul, Yogyakarta Slamet Subiyantoro; Mulyanto Mulyanto; Yasin Surya Wijaya
Jantra. Vol 15 No 2 (2020): Desember
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/jantra.v15i2.138

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan peranan perempuan dibalik eksistensi topeng klasik dan topeng kreasi yang mendunia. Kajian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di desa wisata budaya Bobung, Gunung Kidul, Yogyakarta. Data bersumber dari informan, tempat & peristiwa, dan dokumen/arsip yang dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen atau arsip. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi sumber dan review informan. Analisis data digunakan teknik analisis interaktif dengan prosedur reduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwaperempuan memiliki peranan besar dibalik eksistensi seni topeng klasik dan kreasi yang telah dikenal masyarakatdunia. Peranan ditunjukkan dari kiprah mereka dalam penciptaan topeng dan pertunjukan tari topeng. Peran perempuan lebih pada hal-hal sifatnya lembut dan rumit yang memerlukan tingkat kecermatan, kesabaran, ketelatenan, keuletan, dan rasa yang tinggi.
Menjadi Tandâ’ Binè’: Perjalanan Trisnawati Sebagai Penari Remo dan Pemain Ludruk Geddongan Panakajaya Hidayatullah
Jantra. Vol 15 No 2 (2020): Desember
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/jantra.v15i2.139

Abstract

This study examines the dynamics of Trisnawati’s life as a female artist in the realm of Madurese culture in Situbondo. The highlight of this research is to describe the dynamics of Trisnawati’s life journey, the problems faced by Madurese female artists, and her contribution as agents of cultural development in the regions.This study uses a qualitative approach, which elaborates the research data through in-depth interviews, literature review, and direct performance observations.The findings of this study are 1). Trisnawati’s life journey as a Madurese artist is motivated by her family, who also works as a traditional artist. Trisnawati’s artistic career began in the geddongan arena, from which she began to learn to understand the dynamics of life, absorb reality, and build her character.2). Trisnawati is known as a multitalented artist, she is a remo dancer, ludruk player, tokang kèjhung, and comedian. Her most recognizable contribution is her creation of the Remo Trisnawati dance which eventually became the attention of many dance academics and critics from various universities.3) In the realm of cultural development, Trisnawati succeeded in breaking through the dominant discourse in Madurese society which in turn opened up opportunities for women to take part in the public sphere. This also opens upnew possibilities and opportunities for the development of performing arts in Situbondo as an artistic aesthetic consequence of the involvement of female artists in the Madurese performing arts scene.
Male Gaze dalam Tari Sekapur Sirih Jambi Rahmatika Luthfiana Sholikhah; Wening Udasmoro; Rr. Paramitha Dyah Fitriasari
Jantra. Vol 15 No 2 (2020): Desember
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/jantra.v15i2.140

Abstract

Sekapur Sirih Dance is a welcoming dance for important guests in Jambi. This dance must be performed to welcome very important guests at the airport/port. This kind of dance is usually performed by 9 women and 3 men as bodyguards. This is very feminine showing the action of making up performed by the ladies. The article talks about the men’s gaze in the Sekapur Sirih Jambi dance. The male gaze is a theory for dissecting films. The author uses this theory to dissect the performing arts of dance. To see the operation, the male dancers’ gaze can be seen from the stage and also from their movement. This research is qualitative research by conducting literature study, observation, and interview. The results of this study indicate that the operation of the male gaze in a dance performance can be seen from the form of the stage, lighting, and dancer movements.
Peran Perempuan Rifaiyah Mempertahankan Ajaran Islam Rifa’iyah: Studi Kasus di Pati Jawa Tengah Moh. Rosyid
Jantra. Vol 15 No 2 (2020): Desember
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/jantra.v15i2.141

Abstract

The purpose of this study is portraying women’s role in maintaining tarekat Rifaiyah. This paper is a qualitative research based on literature, observation and interview among jamaah Rifaiyah in Tambangsari, Kedungwinong, Sukolilo, Pati, Central Java. Rifaiyah is a tarekat based on the teaching of KH Ahmad Rifa’i of Kalisalak. It was introduced to the people of Pati by the grandson of KH Ahmad Rifa’i. Theresult shows that women have played several roles: women religious congregation as well as female preachers in Tambangsari, teaching al-Quran in madrasah and regular meeting to learn the Book of Tarjumah.
Kiprah Rachma Saloh dalam“Wahana Budaya Nusantara”di Belanda Laras Aridhini
Jantra. Vol 15 No 2 (2020): Desember
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/jantra.v15i2.142

Abstract

In globalized era nowadays, local culture should be preserved as the identity of the nation. Now, local culture can be presented through social media without diminish the value implied in it. Dance is one of the complex forms of performing arts. It is not like ‘non-performing music’ that can be enjoyed while doing other activities. Dance and other performing arts require more time and attention for a person to enjoy it because it requires a dimension of space and time (Irianto, 2017). Wahana Budaya Nusantara (WBN) is an art group that always attracts Dutch people to love Indonesian culture. Rachma Saloh is an empowered woman figure who is also an individual agency that pioneers and develops Indonesian culture through WBN. WBN needs to be discussed in this essay so that readers (especially Indonesians) love Indonesian culture more. In addition, a figure like Rachma should be exemplified for the preservation of culture. This essay used participant observation and onlineinterview to collect the data. Literature study was used as the analysis method. WBN was formed from Rachma’s ideas and developed with a small number of members. WBN performances are always eagerly awaited in every festivaland several semi-private events. Learning process is always performed by all members of WBN, hence all such members get the message that no late for starting to learn new thing.