cover
Contact Name
Isnanto, S.Kep., Ns., MAN
Contact Email
-
Phone
+62274517065
Journal Mail Official
jurnal@stikesbethesda.ac.id
Editorial Address
Johar Nurhadi Number 6 Kota Baru
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23387947     EISSN : 25020439     DOI : https://doi.org/10.35913/jk.v8i1.196
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan (e-ISSN: 2502-0439, p-ISSN: 2338-7947) merupakan jurnal yang meliputi bidang keperawatan dengan cakupan Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen dan Paliative Care. Jurnal Kesehatan publish 2 kali dalam setahun, setiap bulan Januari dan Juli dan dipublish oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum. Jurnal Kesehatan sudah terakreditasi oleh Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia.
Articles 188 Documents
The The Relationship Between Emotional Maturity and the Learning Process of Fifth-Semester Undergraduate Nursing Students in Yogyakarta: Hubungan Kematangan Emosi dengan Proses pembelajaran Mahasiswa Sarjana Keperawatan Semester V di Yogyakarta Banne, Krista; Permina, Yullya; Palupi, Ethic; Puspitasari, Reni
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tugas pertumbuhan yang muncul pada masa dewasa muda mencakup penguatan prinsip kehidupan dan perkembangan emosi. Kematangan emosional sangat penting bagi mahasiswa karena berpengaruh pada kemampuan dalam menghadapi tantangan, baik dalam bidang akademis maupun kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara kematangan emosional dengan proses belajar mahasiswa keperawatan di Yogyakarta. Penelitian ini menerapkan metode deskripsi korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti berjumlah 88 orang dengan 88 mahasiswa sebagai sampel. Metode yang digunakan adalah total sampling, dan alat ukur yang dipakai adalah kuesioner untuk mengukur kematangan emosi serta prosespembelajaran dengan analisis data menggunakan statistik pada α 0.05. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta, yaitu 70 orang, berusia antara 20 hingga 21 tahun, dengan mayoritas adalah perempuan yakni 72 orang. Dalam aspek kematangan emosi, sebagian besar responden yaitu 82 orang termasuk dalam kategori cukup, sedangkan untuk proses pembelajaran, mayoritas atau 58 orang berada dalam kategori baik. Hasil dari uji Spearman Rank menunjukkan P-value sebesar 0.003.
PROFIL TRIAD GANGGUAN JIWA (KECEMASAN, PSIKOTIK, PTSD) PADA POPULASI GERIATRI Nanang Khosim Azhari; Dwi Mulianda
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi geriatrik, yang terdiri dari individu berusia 60 tahun ke atas, rentan terhadap perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental. Dalam penelitian ini, "Trias Gangguan Mental" yang terdiri dari Kecemasan, Gangguan Psikotik, dan PTSD perlu mendapat perhatian. Data menunjukkan bahwa sekitar 15% lansia mengalami gangguan mental, dengan prevalensi kecemasan sekitar 3,8% dan depresi sebagai yang paling umum. Penelitian terbaru menemukan bahwa 36% populasi geriatrik mengalami kecemasan/depresi dan 37% mengalami PTSD, menunjukkan dua masalah kesehatan mental utama. Meskipun gangguan psikotik tercatat dengan angka yang lebih rendah (27%), gangguan ini tetap menjadi perhatian yang signifikan karena dapat memengaruhi fungsi sehari-hari. Faktor risiko meliputi isolasi sosial, komorbiditas fisik, dan trauma, yang memperburuk kondisi ini. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan kuesioner SRQ-29 untuk mengukur prevalensi dan karakteristik trias gangguan mental. Terapi psikososial, seperti terapi yang berfokus pada trauma, dan lain-lain, diperlukan, menurut temuan penelitian ini. Untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, hasil ini memperkuat perlunya program identifikasi dini dan pengembangan terapi kesehatan mental yang lebih terfokus. Kesehatan mental lansia menjadi perhatian yangsemakin meningkat karena orang-orang hidup lebih lama dari sebelumnya. Strategi holistik diperlukan untuk mengelola kesehatan mental lansia.
Adekuasi Hemodialisis (Kt/V) sebagai Faktor Terkait Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Christianingsih, Maria Dwi; Melati, Nimsi; Istiarini, Chatarina Hatri; Kurniawan, Erik Adik Putra Bambang
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pendahuluan: Penyakit ginjal kronis stadium V memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis, dengan keberhasilan yang dinilai melalui adekuasi (Kt/V) sebagai indikator kecukupan dialisis. Kualitas hidup menjadi fokus penting karena banyak pasien hemodialisis masih mengalami keluhan fisik dan psikologis (misalnya nyeri/kram, pruritus, sesak, mual, kelelahan, cemas, gangguan tidur) serta keterbatasan aktivitas dan pekerjaan. Tujuan: mengetahui hubungan ????????/???? dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 pasien. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner KDQoL SF-36 versi 1.3. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji spearman rank secara komputerisasi. Hasil: Karakteristi responden didominasi usia 56-65 tahun, perempuan dan suku jawa. Lama hemodialisis 13-60 bulan, kondisi berat badan lebih dari 50 kg hingga 60 kg, dengan kenaikan berat badan antar waktu hemodialisis adalah 3-4 kg. Sebagian besar nilai Kt/V dalam kategori cukup sebesar 70% responden dan sebagian besar kualitas hidup pasien dalam kategori baik sebesar 50% responden dengan nilai p value 0,296 (>0.05). Kesimpulan: tidak ada hubungan nilai Kt/V dengan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian dengan banyak sampel dan variabel yang beragam yang berhubungan dengan Kt/V dan kualitas hidup pasien hemodialisis.
Praktik Kiropraktik dalam Perawatan Masalah Tulang Tulang Belakang di Indonesia: Studi Kualitatif tentang Regulasi, Pendidikan, dan Persepsi Publik Ikaningtyas, Nurlia; Ch. Hatri Istiarini; Dwi Nugroho Heri Saputro; Arshinta; Rita Triharyani
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kiropraktik merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan komplementer yang berfokus pada penanganan gangguan muskuloskeletal, khususnya tulang belakang. Secara global, praktik kiropraktik telah diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan kesehatan di berbagai negara, namun di Indonesia praktik ini masih menghadapi tantangan regulasi dan penerimaan publik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pandangan pemangku kepentingan terkait regulasi, pendidikan, pengetahuan masyarakat, dan kepercayaan publik terhadap praktik kiropraktik di Indonesia.Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Pengambilan partisipan dilakukan secara purposive sampling hingga mencapai kejenuhan data. Sebanyak sembilan partisipan yang terdiri dari akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, dan klien diwawancarai secara mendalam. Data dianalisismenggunakan metode analisis tematik.Hasil penelitian mengidentifikasi 40 kode, 13 kategori, dan empat tema utama, yaitu: (1) regulasi praktik kiropraktik yang belum jelas, (2) pendidikan formal kiropraktik yang masih dalam pembahasan, (3) keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang kiropraktik, dan (4) rendahnya kepercayaan publik terhadap praktik kiropraktik. Temuan ini menunjukkan bahwa ketiadaan regulasi dan pendidikan formal yang terstandar berkontribusi terhadap variasi praktik serta persepsi negatif masyarakat. Penelitian inimenyimpulkan bahwa pengembangan praktik kiropraktik di Indonesia memerlukan regulasi berbasis bukti, pendidikan formal terakreditasi, dan edukasi publik yang berkelanjutan guna meningkatkan keselamatan pasiendan kepercayaan masyarakat.
Strategi Koping Mahasiswa Kesehatan Generasi Z dalam Menghadapi Berbagai Stresor Puspitasari, Reni
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Saat ini mahasiswa dari Gen Z adalah remaja tumbuh dalam generasi perkembangan teknologi yang pesat. Mahasiswa kesehatan mengalami gangguan kesehatan mental sedang. Tekanan gangguan mental ini perlu ditangani dengan koping yang baik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sepuluh partisipan mahasiswa kesehatan Gen Z. Pengambilan data menggunakan wawancara semi tersruktur dengan dua pertanyaan. Hasil penelitian ini diperoleh lima tema. Partisipan memiliki strategi koping yaitu lebih suka tugas mandiri, membicarakan masalah, berdiam diri dikamar dan menangis, melakukan hobi, cerita dengan teman.
Gambaran Kesehatan Mental Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kota Kupang Bina, Maria Yoanita; Bili, Anastasia Rina
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Transformasi sistem pemasyarakatan Indonesia menuju rehabilitasi humanis sering kali mengabaikan kesejahteraan mental petugas. Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan memetakan gambaran kesehatan mental petugas pada tiga institusi pemasyarakatan di Kota Kupang. Metode penelitian menerapkan teknik pengambilan sampel jenuh terhadap seluruh populasi yang berjumlah 253 petugas. Pengukuran menggunakan instrumen Inventarisasi Kesehatan Mental yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah laki-laki (67.6%-75.3%) pada rentang usia produktif awal (52.7%-54.8%) dengan tingkat pendidikan menengah (54,7%-76.7%). Nilai rata-rata distres psikologis relatif lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata kesejahteraan psikologis di seluruh lokasi. Temuan paling kritis teridentifikasi pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Kupang dengan tingkat tekanan yang sangat tinggi, mengindikasikan adanya penumpukan beban stress biologis yang berat. Penelitian menyimpulkan adanya krisis kesehatan mental sistemikpada petugas. Saran yang diajukan meliputi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan rutin dan penguatan program dukungan teman sejawat.
the Nursing Care for Preschool Children with Hospitalization Anxiety Through Lego Play Therapy: Nursing Care for Preschool Children with Hospitalization Anxiety Through Lego Play Therapy Juani, Syahbina putri; Adelia, Gita; Nita, Yureya; Febriyeni, Cindy
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi dapat menimbulkan stres dan kecemasan pada anak prasekolah akibat perubahan lingkungan, prosedur medis, serta keterpisahan dari keluarga yang berdampak pada proses penyembuhan dan perkembangan psikososial. Kondisi ini memerlukan intervensi keperawatan yang tepat, salah satunya melalui pendekatan nonfarmakologis berbasis perkembangan anak. Terapi bermain LEGO merupakan intervensi yang dapat memberikan distraksi positif, meningkatkan rasa aman, serta menurunkan kecemasan melalui stimulasi motorik halus, kreativitas, dan kontrol diri anak selama hospitalisasi. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan terapi bermain LEGO sebagai intervensi keperawatan berbasis Evidence-Based Practice (EBP) dalam mengatasi kecemasan pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi sekaligus mendukung peningkatan kecerdasan dan kreativitas anak. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan melibatkan dua anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Intervensi terapi bermain LEGO diberikan selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 14–16 Juli 2025 dengan durasi 15 menit setiap sesi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan lembar observasi kriteria kecemasan sebelum intervensi (pretest) dan setelah intervensi (posttest). Hasil menunjukkan penurunan tingkat kecemasan pada kedua responden, dari kategori kecemasan sedang menjadi tidak cemas dan kecemasan ringan.Kesimpulannya, terapi bermain LEGO efektif menurunkan kecemasan pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Penelitian lanjutan dengan desain eksperimen dan sampel lebih besar disarankan untuk memperkuat bukti ilmiah.
the Nursing Care for Preschool Children with Hospitalization Anxiety through Snake and Ladder Play Therapy in the Anggrek Ward of Arifin Achmad Regional Hospital, Pekanbaru.: Asuhan Keperawatan Pada Anak Pra Sekolah Dengan Kecemasan Hospitalisasi Melalui Terapi Bermain Ular Tangga di Ruangan Anggrek RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Anisa, Khairin; Adelia, Gita; Nita, Yureya; Febriyeni, Cindy
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan stres dan kecemasan pada anak usia prasekolah akibat perubahan lingkungan, prosedur medis, serta keterpisahan dari keluarga, yang berpotensi menghambat proses perawatan dan pemulihan. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sejalan dengan prinsip atraumatic care adalah terapi bermain. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi bermain ular tangga dalam menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah di Ruang Anggrek RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif berbasis Evidence-Based Practice (EBP) dengan melibatkan dua anak usia prasekolah yang mengalami kecemasan selama hospitalisasi. Terapi bermain ular tangga diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi ±15–20 menit setiap sesi. Tingkat kecemasan diukurmenggunakan lembar observasi modifikasi Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada kedua klien, dari kategori kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan setelah diberikan terapi bermain ular tangga. Kesimpulannya, terapi bermain ular tangga efektif sebagai intervensi keperawatan dalam menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah serta mendukung penerapan atraumatic care di ruang perawatan anak