cover
Contact Name
Isnanto, S.Kep., Ns., MAN
Contact Email
-
Phone
+62274517065
Journal Mail Official
jurnal@stikesbethesda.ac.id
Editorial Address
Johar Nurhadi Number 6 Kota Baru
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23387947     EISSN : 25020439     DOI : https://doi.org/10.35913/jk.v8i1.196
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan (e-ISSN: 2502-0439, p-ISSN: 2338-7947) merupakan jurnal yang meliputi bidang keperawatan dengan cakupan Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen dan Paliative Care. Jurnal Kesehatan publish 2 kali dalam setahun, setiap bulan Januari dan Juli dan dipublish oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum. Jurnal Kesehatan sudah terakreditasi oleh Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia.
Articles 188 Documents
ETHICAL DILEMMA AND LEGAL RESPON ETHICAL DILEMMA AND LEGAL RESPONSIBILITIES OF HEALTH PERSONNEL IN HIV AIDS SERVICES AT PUSKESMAS SENTANI: ETHICAL DILEMMA AND LEGAL RESPONNSIBILITIES OF HEALTH makualaina, fenska
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: The increasing incidence of HIV AIDS in Papua hopes for changes by paying attention to all aspects of health services provided to patients with HIV AIDS, one of which is the role and responsibility of health workers in providing preventive, promotive, curative and rehabilitative services. Method: Design used was descriptive qualitative with a Phenomenology approach. This research was carried out at the Sentani Community Health Center VCT Polyclinic with three health workers participating. Objective: Describe the ethical dilemmas and legal responsibilities of health workers in caring for patients with HIV AIDS. Results: It was found that there were five themes from the results of the research conducted, including forms of ethical dilemmas, the role of health workers, obstacles in providing services to HIV AIDS patients, legal responsibility, and legal protection. Conclusion: In this study, health workers were faced with two alternative choices where there was no satisfactory solution to the problem, so this situation became a consideration for health workers in making a decision in providing services. This ethical dilemma certainly carries the risk of giving rise to legal responsibility and legal protection for health workers. Key words: Ethical dilemma, legal responsibility, health workers
Edukasi dengan Video Berpengaruh terhadap Sikap Mahasiswa Mengenai Perilaku Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Dzulma Rayi Tiara Putri; Sari, Ignasia Yunita
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap 10 mahasiswa ditemukan sebanyak 6 mahasiswa kurang mengetahui bentuk-bentuk kekerasan seksual sehingga mendasari kurangnya kesadaran mahasiswa terhadap peristiwa kekerasan seksual di lingkungan kampus. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi dengan video terhadap sikap mahasiswa mengenai perilaku kekerasan seksual di lingkungan kampus. Metode: Desain penelitian quasi experimental dengan pendekatan one group pretest and posttest without control. Populasi 178 mahasiswa tingkat satu. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dengan teknik proportional random sampling. Alat ukur dengan kuisioner serta uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: terdapat pengaruh pemberian edukasi dengan video terhadap sikap mahasiswa mengenai perilaku kekerasan seksual dibuktikan dengan hasil pretest 58,97 dan postest 65,56 yang menujukkan adanya peningkatan rerata sebanyak 6,53 dan diperoleh p value sebesar 0,000<0,05 maka H0 ditolak. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi dengan video terhadap sikap mahasiswa mengenai perilaku kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Pengaruh implementasi pemberdayaan kader dengan inovasi go-kader terhadap perilaku pencegahan penyakit tidak menular di masa pandemi covid -19 Indrayanti, Indrayanti; Sinaga, Mei Rianita Elfrida
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.640

Abstract

Studi ini bertujuan mengetahui pengaruh implementasi pemberdayaan kader dengan Inovasi Go Kader (PeKa Go-Kader) terhadap Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masa Pandemi Covid-19 Kota Yogyakarta. Penelitianini menggunakan studi  quasi experiment dengan desain pre dan post test without  group . Subyek penelitian ini  32 kader kesehatan. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah accidental sampling. Pelatihan  PeKa Go Kader terdapat 2 sesi:  edukasi, skrining Kesehatan  HT dan DM. Komunikasi efektif serta Kunjungan rumah. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z score 0,004 bahwa terdapat  pengaruh implementasi pemeberdayaan kader dengan Inovasi Go Kader (PeKa Go-Kader) terhadap Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masa Pandemi Covid-19.
A Hope Therapy to Lower Depression on Elderly Sastika, Clara Sekar; Sinaga, Mei Rianita Elfrida
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Salah satu penyakit yang sering terjadi pada lanjut usia (lansia) di Indonesia adalah depresi. Lansia sangat rentan terhadap depresi dikarenakan adanya faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu terapi yang dapat diberikan pada lansia depresi adalah terapi hope. Terapi hope dapat meningkatan emosi positif, keterlibatan, dan membantu lansia memenuhi potensi yang mereka miliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terapi terapi hope berpengaruh terhadap depresi pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif preexperimental dengan pendekatan one-group pretest-postest design. Analisa data menggunakan uji wilcoxon rank test. Adapun teknik sampling menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Sampel dalam penelitian berjumlah 39 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi hopetingkat depresi lansia sebesar 2,36 dan setelah diberikan terapi rerata tingkat depresi pada lansia mencapai 1,95 dengan p-values = 0,000 yang berarti H0 ditolak dan Hα diterima. Terdapat pengaruh pemberian terapi hope terhadap tingkat depresi pada lansia di Yogyakarta. Diharapkan terapi hope ini dapat diterapkan di komunitas untuk diberikan pada lansia depresi melalui pelatihan ahli profesional
The Relationship between Caregiver Emotional Support with Quality of Life on Elderly in Wirogunan Village, Yogyakarta Putri, Ni Luh Andina Novia Wijaya; Sinaga, Mei Rianita Elfrida
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup lansia di Indonesia berada di peringkat bawah Indeks Global Age Watch yaitu di peringkat ke -71. Menurut data Dinas Kesehatan, Provinsi Yogyakarta memiliki lansia mencapai 13,4% dan menjadi provinsi paling dini mengalami penuaan. Hasil studi pendahuluan didapatkan lansia memiliki dukungan emosional yang kurang dari keluarga yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam perawatan kesehatan lansia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan emosional caregiver dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Wirogunan Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 51 responden. Instrumen yang digunakan yaitu dukungan emosional caregiver yang telah dilakukan uji validitas oleh peneliti dengan hasil 0,885 dan reliabilitas alpha cronbach 0,908 dan kualitas hidup diukur menggunakan instrumen WHOQoL-BREF. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasi uji statistik pada penelitian ini didapatkan p-value>0,05, dimana hasil dari domain fisik 0,136>0,05, domain psikologi 0,230>0,05, domain sosial 0,073>0,05, dan domain lingkungan 0,266>0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan emosional caregiver dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Wirogunan Yogyakarta. Diharapakan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dan referensi serta menambah kajian pustaka untuk meneliti mengenai dukungan emosional caregiver terhadap kualitas hidup lansia.
Variability In The Degree Of Dysmenorrhae In Women : The Role Of Prostaglandin Agniya Wiyatagati, Faisyah; Suprayogi, Andrew
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.593

Abstract

 Menstruasi adalah proses fisiologis bulanan yang terjadi pada wanita selama usia reproduksi yang melibatkan meluruhnya dinding rahim (endometrium). Menstruasi sering dikaitkan dengan rasa sakit/ nyeri menstruasi (dysmenorrhoea) yang bervariasi di antara individu. Proses ini kerap menjadi masalah kesehatan paling umum pada seorang wanita dengan disertai gejala fisik dan emosional yang dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita. Faktor yang berkontribusi pada variasi gejala fisik dan emosional adalah peran dari prostaglandin. Prostaglandin merupakan senyawa lipid (lemak) yang berperan penting pada proses suatu nyeri, termasuk nyeri menstruasi. Semakin tinggi intensitas nyeri menstruasi yang dirasakan maka semakin banyak juga jumlah prostaglandin pada tubuh. Dengan mempelajari hubungan antara tingkat prostaglandin dan intensitas nyeri menstruasi, diharapkan menjadi pembelajaran edukatif terhadap pengelolaan dismenore yang lebih efektif dalam bidang kesehatan maupun pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode narrative review yang menggunakan literatur dari Google Scholar dan PubMed. Setelah melakukan analisis PICO, kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan berjumlah 9 artikel dan 3 lainnya adalah buku kedokteran. Hasilnya menunjukkan adanya korelasi antara kadar prostaglandin dan faktor yang menyertai pada seorang wanita yang dipengaruhi oleh faktor endokrin, faktor IMT, faktor genetik, faktor penyakit, dan faktor kejiwaan sehingga adanya variasi individu dalam respons terhadap prostaglandin juga mempengaruhi tingkat nyeri yang dialami. Kesimpulannya, dengan pemahaman yang lebih mendalam tentangperan prostaglandin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, kita dapat lebih baik memahami dan mengelola dismenore pada wanita.
Kajian Ukuran Lingkar Kepala Dan Kemampuan Kognitif Anak Dengan Stunting Dan Non Stunting Di Kecamatan Sabu Liae Anjelina, Fordiana; Adu, Apris A.; Liufeto, Mega O.L; Jutomo, Lewi
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.632

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi di mana anak mengalami gangguan pada pertumbuhan, sehingga berdampak pada tidak optimalnya kemampuan kognitifnya dimasa depan. Berdasarkan data EPPGBM Puskesmas Eilogo, prevalensi stunting di Kecamatan Sabu Liae pada tahun 2021 masih terdapat 30,9%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan desain case control perbandingan 1:1 sehingga sampel anak balita stunting sebanyak 39 anak demikian anak non stunting juga sebanyak 39 anak. Analisis perbedaan parameter ukuran lingkar kepala menggunakan independent sampel T-test dan uji Mann-Whitney Test untuk menganalisis perbedaan kemampuan kognitif anak stunting dan non stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran lingkar kepala anak balita stunting memiliki ukuran yang lebih kecil (46,23 cm) dibandingkan anak balita non stunting yaitu (47,13 cm) dan perbedaan ini berbeda secara signifikan (0,024 < 0,05). Demikian pula perkembangan kognitif anak balita stunting lebih banyak yang terhambat (76,92 %) dibandingkan dengan anak balita non stunting hanya 43,59 %, dan perbedaan ini berbeda secara signifikan (0,003 < 0,05). Kesimpulan yaitu ukuran lingkar kepala anak non stunting lebih besar dibandingkan ukuran lingkar kepala anak stunting, dan perbedaan ini berbeda secara signifikan. Perkembangan kognitif anak balita stunting lebih banyak yang terhambat dibandingkan dengan anak balita non stunting dan perbedaan ini berbeda secara signifikan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI, AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS DI MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL HUDA KOTA KUPANG S.S, Nurul Azizah; Talahatu, Anna Heny; Nur, Marselinus Laga
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.633

Abstract

Masalah kesehatan yang ada pada masyarakat terutama pada anak-anak saat ini tidak hanya berfokus pada masalah kekurangan gizi, namun kini telah timbul masalah kesehatan akibat kelebihan gizi. Salah satu masalah kelebihan gizi pada anak yaitu obesitas. Berdasarkan data SSGI 2022, Obesitas (kegemukan) pada anak usia 5-12 yaitu 10,8% gemuk dan 9,2% obesitas, artinya 1 dari 5 anak usia 5-12 tahun gemuk atau obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik dan pola makan dengan kejadian obesitas di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kota Kupang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan besar sampel 60 orang. Masing-masing variabel yang diuji menggunakan uji chi-square. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian berdasarkan uji chi-square menunjukan (p=0,324>0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara pengetahuan Ibu dengan kejadian obesitas, (p=0,000<0,05) yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas, (p=0,001<0,05) yang berarti ada hubungan antara pola makan dengan kejadian obesitas.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUKUN LIMA KABUPATEN ENDE Septiani, Ryska Sintya; Riwu, Yuliana Radja; Takaeb, Afrona E.L
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.634

Abstract

Diare merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami buang air dengan frekuensi sebanyak tiga kali atau lebih per hari dengan konsistensi tinja dalam bentuk cair atau buang air besar lebih sering dari biasanya. Tahun 2022 Puskesmas Rukun Lima merupakan puskesmas dengan kasus diare balita tertinggi yakni sebanyak 185 kasus dibandingkan dengan 25 puskesmas lainnya yang ada di Kabupaten Ende. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rukun Lima Kabupaten Ende. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 92 orang yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita adalah perilaku mencuci tangan (p-value=0,001), pengolahan sampah (p-value=0,042) dan saluran pembuangan air limbah (p-value=0,046). Adapun variabel yang tidak berhubungan adalah pendidikan ibu (p-value=0,763) dan pengetahaun ibu (p-value=0,912). Disimpulkan terdapat hubungan antara perilaku mencuci tangan, pengolahan sampah dan saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita serta tidak adanya hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita.
Eksplorasi pengalaman belajar mahasiswa keperawatan: hambatan dan harapan dalam belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing Riendrasiwi, Noviyanti
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.642

Abstract

Untuk menghadapi persaingan global, mahasiswa perlu membekali diri salah satunya dengan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Karena kebutuhan komunikasi yang spesifik dalam konteks keperawatan, mahasiswa keperawatan mempelajari Bahasa Inggris sebagai Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (English for Specific Purposes-ESP). Namun, belajar Bahasa Inggris dengan kategori ESP bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa kesulitan dan penyesuaian yang perlu dilakukan selama proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh mahasiswa keperawatan dalam belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, sekaligus menggali harapan mereka terhadap proses belajar tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus yang dilakukan terhadap 10 responden mahasiswa keperawatan semester lima. Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama terkait hambatan yang dapat dikategorikan dalam hambatan internal dan hambatan eksternal. Eksplorasi tentang harapan menunjukkan bahwa mahasiswa menginginkan perubahan dalam beberapa aspek pembelajaran bahasa Inggris, yang meliputi penerapan sistem levelling, pengurangan jumlah mahasiswa dalam kelas, peningkatan fasilitas belajar, dan pengaturan jadwal yang lebih terstruktur