cover
Contact Name
Jurnal CWE
Contact Email
jurnal@cwe.ac.id
Phone
(021) 82603550
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Gapura No 8 Rawa Banteng, Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI
ISSN : 20860412     EISSN : 26866307     DOI : -
Jurnal Citra Widya Edukasi merupakan jurnal ilmiah yang sangat terkait dengan ilmu pengetahuan dalam bidang pertanian dan perkebunan, teknologi pengolahan serta manajemen logistik. Jurnal ini diharapkan dapat menjadi media komunikasi ilmiah bagi para pakar, peneliti dan praktisi yang bergerak di ketiga bidang ilmu tersebut.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 231 Documents
Analisa Pengaruh Penggunaan Sungkup terhadap Efektifitas dan Efisiensi Penyemprotan Herbisida di Pembibitan Utama Kelapa Sawit Aang Kuvaini
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 2 (2012): JCWE Edisi Nopember 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.303 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2012 bertempat di Perusahaan Besar Swasta Nasional (PBSN) PT Daria Dharma Pratama (DDP) yang berlokasi di Desa Sibak, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Propinsi Bengkulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik dan pengaruh penggunaan sungkup terhadap efektifitas dan efisiensi penyemprotan herbisida di pembibitan utama kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Field Application secara langsung. Pelaksanaan percobaan dilakukan dengan 2 tahap, yakni tahap perakitan alat dan tahap penyemprotan. Pada tahap penyemprotan, percobaan dilakukan dengan cara melakukan penyemprotan sebanyak 2 kali perlakuan dimana setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa dari segi ekonomi,biaya yang dibutuhkan pada penyemprotan dengan metode sungkup lebih tinggi dibandingkan dengan penyemprotan tanpa sungkup yakni sebesar Rp. 16.000/ha. Akan tetapi dari aspek ekologi atau keamanan bibit dan pekerja, metode penyemprotan dengan menggunakan sungkup jauh lebih efektif dan aman.
Sistem Kendali Berbasis Komputer Melalui Programable Peripheral Interface 8255 Ahmad Mahfud
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 2 (2012): JCWE Edisi Nopember 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.332 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi semakin mengarah ke digitalisasi sistem kendali. Berawal dari pengendalian peralatan yang hanya bersifat mekanikal murni, dengan digerakkan seratus persen melalui tenaga manusia, lengkap dengan seluruh keterbatasan yang ada. Saat ini telah jauh berkembang dengan pesat, teknologi terkait dengan industri manufakturing telah mengarah ke otomatisasi. Pemanfaatan teknologi robotika, mekatronika, minimal pemanfaatan PLC dibeberapa sektor industri telah banyak diterapkan, khususnya untuk mengantisipasi keterbatasan stamina dan nilai variabilitas pada pemanfaatan manusia sebagai pelaksana produksi. Tingginya perkembangan teknologi dibeberapa sektor industri manufacturing, telah merangsang pabrik kelapa sawit mengarah kepada perkembangan teknologi yang serupa. Walaupun tidak secanggih pemanfaatan teknologi di industri tekstil maupun industri lainnya yang serupa, namun pabrik kelapa sawit telah menunjukkan arah perkembangan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan sudah diterapkannya Programable Logic Controller pada beberapa peralatan, penggunaan metode kendali PID pada Boiler dan sistem otomasi sederhana yang lain. Pada penelitian ini, penulis sampaikan mengenai hasil penelitian terkait teknologi pengendalian peralatan pabrik kelapa sawit yang dapat langsung dikendalikan (dioperasikan) melalui komputer. Dengan sistem kendali ini diharapkan data yang dihasilkan oleh peralatan dapat langsung dimonitor melalui komputer. Sehingga keakuratan dan kecepatan pengumpulan data dapat segera diperoleh, dan tindakan perbaikan lebih lanjut terhadap kondisi operasional pabrik dapat segera ditentukan. Sistem kendali berbasis komputer ini memanfaatkan perangkat keras yang berupa Programable Peripheral Interface, yang merupakan perangkat antar muka yang sudah cukup lama berkembang. Hanya saja yang diterapkan kali ini adala PPI 8255 melalui kabel serial RS 232. Perbedaannya dengan teknologi sebelumnya, PPI Card harus diinstal didalam papan induk komputer pada slot PCI, sementara papan induk komputer saat ini sudah tidak lagi menggunakan slot PCI. Di dalam pemrogramannya, peneliti menggunakan perangkat lunak Borland Delphi 5 untuk mendapatkan visual yang lebih baik bila dibandingkan pemanfaat perangkat lunak Turbo Pascal. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan pada beberapa cara, diantaranya akses PPI 8255 melalui USB dan pengembangan sistem kendali berbasis PC dalam konsep SCADA.
Efektivitas Proses Pembuangan Udara Melalui Pipa Condensate pada Stasiun Rebusan (Stirilizer) di Pabrik Kelapa Sawit Istianto Budhi Rahardja; Muhammad Sopyan
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 2 (2012): JCWE Edisi Nopember 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.707 KB)

Abstract

Pabrik pengolahan kelapa sawit dalam memperoleh hasil Crude Palm Oil (CPO) melalui proses perebusan pada stasiun stylizer untuk memisahkan brondolan dan janjangan kosong, yang kemudian akan diperas (press) menjadi CPO. Proses perebusan di stasiun styrilizer mempergunakan 3 (tiga) titik puncak tekanan dalam perebusan dan membuang udara yang berada di dalam perebusan melalui pipa condensate dengan persentase pembuangan udara 86.88 %, serta memperoleh hasil persentase Unstripped Bunch (USB) : 2.2 % ; Fruit Loss In Empty Bunch : 0.04 % dan Oil Loss In Empty Bunch : 0.32%.
Studi Pemanfaatan Kayu Ulin Sebagai Bahan Baku Pembuatan Titi Panen di Perkebunan Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT Buana Karya Bhakti Kalimantan Selatan) Jojon Soesatrijo
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 2 (2012): JCWE Edisi Nopember 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.577 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 23 Februari sampai tanggal 1 maret 2011, bertempat di perkebunan kelapa sawit PT Buana Karya Bhakti yang berlokasi di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimatan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan potensi kayu ulin sebagai bahan baku titi panen di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Field Study yaitu metode yang digunakan dengan cara melakukan kegiatan praktek/kajian terapan langsung di lapangan untuk mendapatkan pengetahuan yang mendalam tentang menggunakan kayu ulin sebagai bahan baku titi panen. Kegiatan yang dilakukan meliputi : identifikasi, persiapan peralatan, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa Kayu ulin dapat dimanfaatkan sebagai titi panen di perkebunan kelapa sawit. Jika kayu ulin tersedia di lapangan maka biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu titi panen dengan ukuran 4 m, lebar 20 cm, dan tebal 10 cm adalah Rp. 30.000. Jika kayu ulin tidak tersedia di lapangan maka biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu titi panen dengan ukuran 4 m, lebar 20 cm, dan tebal 10 cm adalah Rp. 104.000.
Efektifitas Penggunaan Fresh Fruit Bunch (FFB) Scrapper pada Loading Ramp untuk Meminimalisasi Oil Losses In Empty Bunch (Studi Kasus di Pabrik Kelapa Sawit PT Cisadane Sawit Raya Sumatera Utara) Ari Saraswati
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 2 (2012): JCWE Edisi Nopember 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.235 KB)

Abstract

Janjang kosong merupakan salah satu limbah padat yang dihasilkan dari hasil pengolahan Tandan Buah Segar (TBS). Pada PMKS Negeri Lama milik PT Cisadane Sawit raya, limbah padat tersebut akan dibakar pada alat berupa Incenerator untuk kemudian abu dari hasil pembakaran digunakan sebagai pupuk pada estate dan bahan pengganti CaCO3 pada Claybath. Namun, dalam proses pengolahannya, janjang kosong merupakan salah satu penyumbang kehilangan minyak yang paling besar kontribusinya dari total kehilangan minyak yang terdapat pada PMKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kehilangan minyak pada janjang kosong (oil losses in empty bunch) dimana pada PMKS Negeri Lama oil losses in empty bunch yang terjadi telah melebihi standar yang ditetapkan yakni sebesar 0,59 % terhadap TBS. Bahkan, rata-rata di atas standar oil losses yang terjadi pada janjang kosong tersebut mencapai 0,70 % (April 2011). Banyak hal yang menjadi faktor terjadinya hal tersebut diantaranya adalah proses perlakuan yang salah terhadap TBS baik perlakuan ketika dalam proses pemanenan dan pengangkutan di kebun maupun perlakuan ketika pembongkaran TBS di Loading Ramp. Salah satu langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan Fresh Fruit Bunch (FFB) Scrapper sebagai alat bantu pembongkaran dan sortasi TBS pada LR. Selain dapat menjadikan proses sortasi TBS menjadi lebih mudah dan akurat, penggunaan alat ini juga terbukti dapat meminimalisir kadar oil losses in empty bunch. Namun, penggunaan alat ini menjadi tidak efektif ketika trend buah yang masuk PMKS sedang tinggi (panen puncak) karena dapat memperlama proses pembongkaran TBS. Maka langkah yang ideal adalah mengkombinasikan tipe pembongkaran TBS yang ada di PMKS yakni pembongkaran menggunakan FFB Scrapper, pembongkaran langsung di LR, dan pembongkaran TBS di lantai LR dan loading menggunakan Wheel Loader.
Analisis Perbandingan Teknik Pengerasan Jalan Menggunakan Laterit dan Laterit Ditambah Probase di Perkebunan Kelapa Sawit Aang Kuvaini
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 2 (2012): JCWE Edisi Nopember 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.882 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan mulai pada tanggal 23 Pebruari sampai 8 Juni 2011 di perkebunan kelapa sawit PT Gawi Bahandep Sawit Mekar yang berlokasi di Desa Baung, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Propinsi Kalimantan Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan teknis dan mutu pengerasan jalan kebun menggunakan laterit dengan laterit ditambah probase. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi secara langsung di lapangan, dengan cara mengamati proses pembuatan jalan menggunakan Laterit dan pembuatan jalan menggunakan Laterit ditambah Probase. Hasil pengamatan kemudian diolah secara deskriptif terkait dengan perbandingan proses pembuatan dan mutu/kualitas jalan. Hasil pengamatan ini kemudian diperkuat dengan metode wawancara dengan pihak perkebunan dan metode studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa antara pengerasan jalan kebun menggunakan laterit dengan pengerasan jalan laterit ditambah probase dari teknis pembuatan lebih mudah pengerasan jalan laterit, bahan baku lebih berkualitas probase, tingkat ketahanan lebih bagus jalan probase dan untuk biaya lebih mahal pengerasan jalan laterit ditambah probase, tetapi sesuai dengan keuntungan-keuntungan yang didapat.
Identifikasi Konsumsi Energi Listrik di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Manis Mata (Studi Kasus di PT Harapan Sawit Lestari Kalimantan Barat) Yudi Dermawan
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 2 (2012): JCWE Edisi Nopember 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.396 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 April - 6 Mei 2011 di pabrik kelapa sawit PT Harapan Sawit Lestari dengan aktivitas keseharian di PKS Manis Mata yang berada di Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Propinsi Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab tingginya konsumsi energi listrik di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Manis Mata (PT. Harapan Sawit Lestari). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Observasi Lapangan secara langsung, yaitu dengan melakukan pengamatan terhadap operasional di kamar mesin dan beban listrik yang terbaca pada ampere-meter, kW-meter, kWh-meter di panel, tekanan inlet turbin di Pressure Gauge. Hasilnya diperkuat dengan metode wawancara dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa faktor penyebab konsumsi listrik tinggi yaitu ketersediaan daya pembangkit aktual yang dihasilkan Turbin sebesar 1548 kW lebih rendah dari kebutuhan beban aktual ditanggung rata-rata sebesar 1632 kW. Sehingga Generator digunakan selama operasional proses pengolahan di pabrik untuk menanggung kekurangan daya.
Teknik Penanganan Kehilangan (Losses) Brondolankelapa Sawit Pada Areal Berbukit di Perkebunan Kelapa Sawit PT Tintin Boyok Sawit Makmur Propinsi Kalimantan Barat Aang Kuvaini
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.748 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Februari - Mei 2010 bertempat di perkebunan kelapa sawit PT. Tintin Boyok Sawit Makmur di desa Tingting Boyok, kecamatan Sekadau Hulu, kabupaten Sekadau, propinsi Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah : Menentukan besarnya losses brondolan kelapa sawit di areal datar dan berbukit, Mengidentifikasi faktor penyebab losses brondolan kelapa sawit, dan Membuat strategi penanganan losses brondolan kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode stratified sampling untuk menentukan lokasi sampel. Sedangkan pengambilan data menggunakan metode SKBS atau Sensus Kerapatan Buah Semester langsung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa Losses brondolan terbanyak terjadi pada daerah piringan kelapa sawit, terutama pada areal yang berbukit yaitu sebesar 6.652 buah (brondolan) dari total losses brondolan sebesar 9.997 pada 99 pokok kelapa sawit yang dipanen pada 239 sampel pokok. Untuk areal datar losses yang terjadi di piringan sebesar 3.568 buah (brondolan) dari total losses brondolan sebesar 5.295 buah (brondolan) pada 91 pokok kelapa sawit yang dipanen pada 234 sampel pokok.
Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit dengan Menggunakan Burung Hantu (Tyto Alba) Sylvia Madusari
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.956 KB)

Abstract

Hama tikus merupakan hama utama pada perkebunan kelapa sawit. Pada tanaman kelapa sawit yang baru ditanam, hama tikus dapat menyebabkan kematian hingga 20 – 30 %, dan kerusakan yang ditimbulkan adalah pelepah sampai titik tumbuh pada tanaman muda, bunga dan buah pada tanaman yang menghasilkan. Pengendalian hama tikus secara biologis telah berhasil dikembangkan sebagai bagian dari pengendalian hama terpadu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan burung hantu sebagai pengendali hama tikus di perkebunan kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi di lapangan secara langsung yang diperkuat dengan data sekunder, diantaranya dokumen perusahaan dan pustaka, serta diskusi yang mendalam dengan petani terkait di lapangan. Hasilnya kemudian dianalisis dan dievaluasi secara deskriptif. Hasil dari kajian ini adalah (1). Pengendalian hama tikus dengan menggunakan burung hantu dapat secara efektif menurunkan serangan tikus dari serangan tikus berat (>20%) menjadi serangan ringan (10-20%), (2). secara ekonomi penggunaan predator burung hantu dapat menghemat biaya pengendalian hama tikus sebesar Rp. 38.900/ha/tahun, jika dibandingkan dengan penggunaan umpan (campaign) baik pada tanah mineral maupun tanah gambut, (3). Secara manajemen, mudah dilakukan dan untuk mempermudah pengawasan dapat dibuat tabel monitoring dalam botol air mineral bekas yang ditempelkan di tiang gupon.
Kajian Pengaruh Pembukaan Blower Damper pada Dry Separation System Ahmad Mahfud
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.276 KB)

Abstract

Permasalahan terkait dengan tingginya losses dan kadar kotoran kernel produksi di Pabrik Kelapa Sawit merupakan permasalahan yang sering terjadi, hampir di sebagian besar Pabrik Kelapa Sawit yang terdapat di Indonesia. Kondisi umpan yang tidak sesuai dengan kapasitas yang tidak stabil memperparah kualitas keluaran dari alat pemisah kering antara kernel dan cangkang, yang biasa disebut sebagai Light Tenera Dry Separation (LTDS). Penguasaan akan karakteristik kerja dari LTDS sangat diperlukan dalam mendukung pengawalan sebuah operasional pabrik agar diperoleh hasil yang maksimal dengan kualitas yang terbaik. Tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam proses penyesuaian pembukaan damper LTDS berimbas kepada kecepatan angin yang tidak sesuai terhadap umpan yang harus dipisahkan menjadi dua kelompok, yaitu kernel dan cangkang. Kesulitan yang cukup tinggi diantaranya disebabkan karena belum diketahuinya secara pasti bagaimana karakteristik kerja alat dalam hal ini adalah pengaruh pembukaan damper yang efektif terhadap pola perubahan kecepatan angin di kolom pemisah. Ditambah lagi dengan jarak yang cukup jauh antara letak Damper yang akan disesuaikan pembukaan maupun penutupannya, terhadap titik pengambilan sampel, sehingga hal ini sangat mempersulit proses penyetelan damper tersebut. Pengaruh besarnya pembukaan ataupun penutupan damper LTDS diteliti oleh peneliti dengan tujuan untuk memberikan gambaran pola efek perubahan kecepatan angin di ex blower, ducting dan cyclone. Sedangkan untuk efek yang terjadi didalam kolom pemisah akan dilanjutkan dalam penelitian tersendiri. Penelitian yang dilakukan menghasilkan data primer sebanyak 648 data yang dianalisis dengan analisa sederhana melalui grafik. Diperoleh gambaran bahwa pengaruh yang cukup signifikan pada saat pengujian penutupan Damper dari 15 cm hingga 25 cm atau antara 60 % hingga 98%. Hal ini menunjukkan bahwa penutupan Damper dari 0 cm hingga 15 cm tidaklah memberikan pengaruh yang berarti terhadap perubahan kecepatan angin di ducting maupun cyclone, sedangkan untuk setting diatas 15 cm memberikan efek yang cukup dominan.