cover
Contact Name
Jurnal CWE
Contact Email
jurnal@cwe.ac.id
Phone
(021) 82603550
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Gapura No 8 Rawa Banteng, Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI
ISSN : 20860412     EISSN : 26866307     DOI : -
Jurnal Citra Widya Edukasi merupakan jurnal ilmiah yang sangat terkait dengan ilmu pengetahuan dalam bidang pertanian dan perkebunan, teknologi pengolahan serta manajemen logistik. Jurnal ini diharapkan dapat menjadi media komunikasi ilmiah bagi para pakar, peneliti dan praktisi yang bergerak di ketiga bidang ilmu tersebut.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 231 Documents
Pengaruh Aplikasi Mulsa Lalang (Imperata cylindrica) terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pembibitan Kelapa Sawit Pre Nursery Aang Kuvaini
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 3 No 2 (2011): JCWE Edisi Nopember 2011
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.276 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2011, bertempat di perkebunan kelapa sawit PT Agro Abadi Cemerlang Sungai Bawang Estate, di Dusun Mpasi, Desa Ketanjak, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi mulsa Lalang (Imperata cylindrica) terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan Kelapa sawit Pre Nursery. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Field Application secara langsung. Mulsa Lalang (Imperata cylindrica) yang diaplikasikan diberikan perlakuan penambahan larutan fungisida Dithane konsentrasi 0,2% untuk mencegah jamur dan cendawan, dan menyemprot dengan insektisida Decis konsentrasi 0,2% untuk mencegah serangan serangga dan kutu daun. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pertumbuhan tinggi bibit kelapa sawit. Berdasarkan hasil pengamatan, terlihat bahwa pemberian mulsa lalang berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit hingga mencapai 2 cm per minggu, lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tidak diberi mulsa yang hanya 0,75 cm per minggu. Pertumbuhan bibit kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban, semakin tinggi suhu dan rendahnya kelembaban maka pertumbuhan bibit akan semakin terhambat yang disebabkan enzim dan hormon pertumbuhan pada tanaman tidak dapat bekerja optimal.
Analisa Penggunaan Indexer/Push Link Chain sebagai Pengganti Capstand di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Azhar Basyir Rantawi
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 3 No 2 (2011): JCWE Edisi Nopember 2011
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.24 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2011 bertempat di Pabrik Kelapa Sawit Baras Kecamatan Baras, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cara penggunaan dan membandingkan efisiensi penggunaan Indexer dengan capstand baik dari sisi kemudahan operasional ataupun dari sisi keamanan dan keselamatan pekerja (safety). Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif terkait kelebihan dan kekurangan dari penggunaan Indexer dan Capstand serta metode interview kepada para ahli yang memahami kedua jenis alat tersebut. Dari aspek konsumsi listrik, Indexer lebih kecil menggunakan beban listrik, dari kebutuhan tenaga kerja, Indexer lebih sedikit menggunakan tenaga kerja dengan selisih sejumlah 3 orang pekerja, sedangkan dari aspek K3, penggunaan Indexer juga lebih aman dibandingkan dengan Capstand.
Perbandingan Perkecambahan Bibit Asal Kecambah Poliembrioni Dan Kecambah Monoembrioni Kelapa Sawit Sylvia Madusari
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 3 No 2 (2011): JCWE Edisi Nopember 2011
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.746 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2011, bertempat di PT Cisadane Sawit Raya yang berada di Negeri Lama, Labuhan Batu, Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui pertumbuhan kecambah poliembrioni kelapa sawit di pembibitan, dan untuk mengetahui kelayakan kecambah poliembrioni sebagai bahan tanam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Field Application secara langsung. Percobaan dilakukan dengan membagi bibit dalam tiga kelompok yaitu bibit single tone (A), bibit hasil pemisahan dengan kotiledon (B) dan bibit hasil pemisahan tanpa kotiledon (C). Masing-masing kelompok terdiri dari 50 sampel bibit yang setiap minggu diukur tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa dari hasil pemisahan, pertumbuhan yang paling lambat terjadi pada Perlakuan C. Grafik pertumbuhan kecambah terjadi pada seluruh kecambah dengan pertumbuhan terbaik pada Perlakuan A. Penggunaan kecambah poliembrioni yang dirawat dan dibiarkan tumbuh akan menambah biaya perawatan di pembibitan.
Penentuan Konsentrasi Efektif Herbisida Prima Up 480 SL dan Meta Prima 20 WDG untuk Mengendalikan Gulma Beringin Aang Kuvaini
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 3 No 1 (2011): JCWE Edisi Mei 2011
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.78 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2011 bertempat di Perkebunan Kelapa Sawit milik PT. Daria Dharma Pratama, Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dan efisien penggunaan herbisida Prima up 480 SL dan Meta Prima 20 WDG untuk mengendalikan pertumbuhan gulma Beringin (Ficus sp). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Field Application secara langsung. Konsentrasi larutan herbisida yang diujikan terdiri atas 4 (empat) perlakuan yang masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan percobaan terdiri dari: konsentrasi A (larutan 2 ml PU + 2 gram MP), konsentrasi B (larutan 4 ml PU + 4 gram MP), konsentrasi C (larutan 8 ml PU + 8 gram MP), konsentrasi D ( larutan 12 ml PU + 12 gram MP). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa konsentrasi larutan A, B, C dan D sangat efektif dalam mengendalikan gulma beringin. Akan tetapi jika memperhatikan faktor ekonomis, perlakuan yang terbaik adalah pada konsentrasi larutan A, karena konsentrasi ini mampu menyebabkan kematian pada gulma beringin dalam waktu 41 hari. Perbedaan waktu antar konsentrasi adalah 2 hari. Sehingga konsentrasi B, C dan D akan menimbulkan pemborosan herbisida jika diaplikasikan di lapangan.
Teknik Perbanyakan Tanaman Penutup Tanah (Mucuna bracteata) dengan Cara Runduk Gulung Jojon Soesatrijo
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 3 No 1 (2011): JCWE Edisi Mei 2011
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.619 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2011. Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Kelapa Sawit PT. Daria Dharma Pratama yang berada di Provinsi Bengkulu, tepatnya di Kebun Air Berau). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik perbanyakan tanaman penutup tanah (Mucuna bracteata) dengan metode runduk gulung dan untuk mengetahui perbandingan metode runduk gulung dibanding metode lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Field Application secara langsung. Metode runduk gulung dilakukan pada sepuluh tanaman Mucuna bracteata yang berumur 4 bulan di lapangan. Pelaksanaan ini meliputi pemilihan batang Mucuna yang akan diperbanyak, penyediaan media tanam, proses perundukkan sampai dengan proses pemanenan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa Teknik perbanyakan Mucuna bracteata dengan cara runduk gulung cukup efektif dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Mucuna bracteata di perkebunan kelapa sawit. Perbandingan teknik runduk gulung dibanding teknik lainnya menunjukkan bahwa runduk gulung lebih efektif dibanding teknik lainnya untuk memperbanyak tanaman penutup tanah (Mucuna bracteata).
Analisa Faktor Penyebab Tingginya Kadar Kotoran pada Produksi Minyak Kelapa Sawit M Hudori
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 3 No 1 (2011): JCWE Edisi Mei 2011
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.917 KB)

Abstract

Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) memiliki beberapa stasiun yang bertujuan untuk mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan Palm kernel (PK). Untuk mengetahui keberhasilan suatu PMKS dalam mengolah TBS menjadi CPO dan PK hal tersebut dapat kita lihat dari mutu proroduksi yang dihasilkan. Dimana mutu yang sangat diperhatikan umumnya adalah CPO. Mutu dari CPO tersebut sangat menentukan terhadap nilai ekonomis dari CPO itu sendiri. Pada PMKS Agribaras mutu CPO yang dihasilkan masih kurang maksimal. Dimana salah satunya adalah persentase kadar kotoran minyak ex vacuum dryer yang hingga saat ini masih diatas standar yaitu 0.030 % dari standar 0.015 %. Analisa ini dilakukan dengan tujuan untuk megetahui penyebab dari tingginya kadar kotoran minyak produksi. Untuk kemudian dapat dilakukan upaya untuk menguragi kadar kotoran yang masih tinggi. Utamanya kadar kotoran yang masuk ke wet oil tank yang dianggap masih tinggi, yaitu 0.034 % dari rata-rata kotoran yang masuk. Tingginya kadar kotoran minyak produksi biasanya disebabkan oleh proses yang kurang maksimal pada stasiun klarifikasi, khususnya pada Wet Oil Tank. Dimana dari hasil analisa dan pengamatan kemudian berdasarkan studi literature yang dilakukan. Bahwa tingginya kadar kotoran minyak produksi dapat dipengaruhi oleh foaming pada permukaan minyak, dan aliran minyak yang ada pada wet oil tank yang kurang tenang. Sehingga menyebabkan proses pengendapan pada wet oil tank tidak sempurna.
Analisa Kontrak Borongan Pekerjaan Slashing (Tebas) di Perkebunan Kelapa Sawit PT Grand Utama Mandiri Kalimantan Barat Muhammad Sapruwan
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 3 No 1 (2011): JCWE Edisi Mei 2011
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.134 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan April 2011 yang bertempat di site office (SO) PT. Grand Utama Mandiri di Desa Balai Sepuak, Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisa terhadap kontrak kerja borongan (contract progress) pekerjaan slashing (tebas). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, interview dan studi literatur. Observasi adalah metode pengamatan langsung di lokasi yang terkait dengan aktivitas Slashing. Interview atau wawancara dilakukan kepada pihak-pihak yang dianggap memahami dan mengetahui secara umum mengenai aktivitas kantor dan secara khusus mengenai fokus kajian khusus. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa terdapat permasalahan–permasalalahan pada kontrak borongan slashing, yakni terjadi pengulangan-pengulangan slashing pada blok dan tahun tanam yang sama, terjadinya kelebihan kontrak slashing dari luas area yang sebenarnya, perbedaan harga satuan yang tidak sesuai dengan ketentuan, dan ketidaksesuaian antara blok yang ada pada SPK dengan blok yang dikerjakan Beberapa strategi yang perlu dilakukan adalah segera membuat SPO, sosialisasi SPO, pembentukan tim pemeriksa, pemberian punishment, serta perekrutan karyawan tetap merupakan alternatif dalam mengurangi permasalahan kontrak borongan secara umum, dan slashing secara khusus.
Teknik Aplikasi Decanter Solid (DS) di Pembibitan Utama Kelapa Sawit (Main Nursery) Rufinusta Sinuraya
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 3 No 1 (2011): JCWE Edisi Mei 2011
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.062 KB)

Abstract

Pembibitan merupakan langkah awal dalam penanaman kelapa sawit yang tujuannya adalah untuk menyediakan bahan tanaman yang baik, sehat, dan dalam jumlah yang cukup. Pemupukan adalah penyediaan unsur hara bagi tanaman, sehingga tanaman akan mampu tumbuh dengan baik dan mampu berproduksi secara maksimal. Decanter solid (DS) merupakan limbah PKS dalam bentuk padatan yang berasal dari minyak kasar (crude oil) kemudian dipompakan kedalam alat decanter guna memisahkan solid dan liquid, dari alat sistem decanter inilah kemudian dihasilkan DS yang keluar melalui decanter outlet dan DS yang dihasilkan berwarna hitam. Satu ton TBS berpotensi menghasilkan 40 kg DS. DS berasal dari daging buah yang larut dalam minyak kasar (crude oil). Rata-rata 1 ton DS mengandung unsur hara sebanding dengan 10,3 kg N, 3,3 kg P, 6,1 kg K dan 4,5 kg Mg. Aplikasi decanter solid di pembibitan main nursery cukup efektif, karena selain bermanfaat bagi tanaman dan tanah, limbah PKS dapat tertangani dengan baik, sehingga dapat dijadikan alternatif disaat terjadi kelangkaan pupuk.
Analisa Penggunaan Kompressor Angin Bertekanan 6 Kg/Cm² pada Turbin Mini Istianto Budhi Rahardja
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 3 No 1 (2011): JCWE Edisi Mei 2011
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.796 KB)

Abstract

Turbin mini merupakan prototype dari mesin pembangkit tenaga listrik yang dapat menghasilkan tegangan dan daya listrik. Sumber pendorong yang dipergunakan adalah udara bertekanan kerja 6 kg/cm² dari mesin compressor untuk menggerakkan sudu/impeller turbin mini, dengan jumlah 12 sudu/impler yang terpasang pada rotor. Pergerakkan rotor yang didorong oleh udara bertekanan dihubungkan dengan pulley dan v belt dengan perbandingan 1 : 1 terhadap generator (dynamo) dengan tegangan maksimal 12 volt dan daya 6 watt. Percobaan dilakukan dengan mengubah-ubah tekanan keluar dari nozzle (0,2 kg/cm², 0,4 kg/cm², 0,6 kg/cm², 0,8 kg/cm², 1,0 kg/cm², 1,2 kg/cm², 1,4 kg/cm², 1,6 kg/cm², 1,7 kg/cm) dan lubang keluaran nozzle (2 mm, 4 mm, 6 mm, sampai 8 mm). Semakin tingginya perputaran turbin dan udara bertekanan yang mendorong rotor turbin, maka akan semakin besar pula putaran yang akan menghasilkan tegangan listrik dari generator (dynamo), serta semakin tinggi pula daya yang dihasilkan.
Pemanfaatan Abu Boiler Ex-Dust Collector sebagai Bahan Campuran untuk Meminimalisasi Penggunaan Calcium Carbonate pada Clay Bath Ari Saraswati
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 3 No 1 (2011): JCWE Edisi Mei 2011
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.652 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Pabrik Kelapa Sawit Swakarsa Group yang ada di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur, pada tanggal 08 Februari 2010 sampai dengan 27 Mei 2010. Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk menentukan teknik pemanfaatan abu boiler ex-dust collector sebagai bahan campuran untuk meminimalisasi penggunaan calcium carbonat di pabrik kelapa sawit, dan untuk mengetahui tingkat penghematan penggunaan calcium carbonate setelah dicampur dengan abu boiler ex-dust collector. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Field Application secara langsung, yaitu dengan pengujian skala laboratorium (4 percobaan) dan pengujian pada unit Claybath secara langsung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa Abu boiler ex-dust collector merupakan limbah padat PKS yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pencampur pada clay bath. Dalam pengaplikasiannya dapat menggunakan perbadingan 1:1 antara CaCO3 dan abu boiler ex-dust collector. Dengan pemanfaatan abu boiler ini dapat menghemat pemakaian CaCO3 sebesar 0,2 kg/ton TBS dan dapat diestimasikan besar keuntungan per tahun Rp.88.600.000,-