cover
Contact Name
Anindya Dwi Risdhayanti
Contact Email
ninndoo@gmail.com
Phone
+62341-440424
Journal Mail Official
elkolind@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta no. 9 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Elkolind : Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri
ISSN : 23559195     EISSN : 23560533     DOI : http://dx.doi.org/10.33795
Core Subject : Engineering,
Elektronika : VLSI Sistem Embedded Devais IoT Konverter Data Sensor Sistem Instrumentasi Sistem Otomasi Industri : Mekatronika dan Robotika Sistem Kontrol Instrumentasi Industri Autonomous Vehicle Kecerdasan Buatan
Articles 286 Documents
Analisa Rancang Bangun Buck-Boost Converter Untuk Sistem Charging Battery Mindya Wahyu Nur Okta
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Elkolind Vol. 8, No. 1, 2021 (Mei 2021)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DC-DC Converter banyak dikembangkan karena bentuknya yang lebih sederhana dan mempunyai efisiensi tinggi. Terdapat dua jenis konverter yang yaitu buck dan boost. Buck digunakan untuk menurunkan tegangan dan Boost untuk menaikkan tegangan. Pengaturan PWM pada Buck- boost Converter akan menambah efisiensi pada saat charging battery. Rancang bangun Buck-Boost Converter untuk sistem charging battery ini bertujuan untuk meneliti kemampuan dari Buck-Boost Converter dengan cara mengetahui efisiensi dan lama pengisian yang dihasilkan oleh Buck-Boost Converter untuk sistem charging battery, serta mengetahui tegangan input dan output dari Buck-Boost Converter terhadap perubahan nilai PWM yang diberikan. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Buck-Boost Converter dapat menerima tegangan input 8V s.d. 24V menghasilkan tegangan output 3V s.d. 41,6V dengan diberikan PWM. Kemampuan dari rangkaian Buck-Boost Converter dapat menghasilkan efisiensi tertinggi 98%. Buck-Boost Converter untuk sistem charging Battery menggunakan setpoint tegangan output sebesar 13V kondisi accu awal sebesar 11,96V menjadi 12,8V dalam waktu 60 menit, dan pengujian kedua dengan kondisi awal accu sebesar 8,69V menjadi 12,6V dalam waktu 120 menit.
Modul Inverter Sinusoidal Pulse Width Modulation(Spwm) Unipolar Satu Fasa Rizal Sabillah
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Elkolind Vol. 8, No. 1, 2021 (Mei 2021)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini dirancang suatu alat converter DC-ac yaitu berupa inverter. Inverter yang akan dibuat merupakan inverter sinusoidal murni yang tegangan output lebih besar dari tegangan input. Inverter menggunakan Teknik SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation) sebagai proses switching yang dibangkitkan dari Mikrokontroller ATmega32. Tujuan perancangan ini adalah untuk merancang modul inverter full bridge 1 fasa dengan variasi frekuensi output serta mengatur switching mosfet agar dihasilkan output gelombang sinusoidal. Frekuensi yang dapat diatur mulai mulai dari 45 Hz -65 Hz. Metodologi pembuatan inverter full bridge satu fasa adalah mengubah tegangan dari baterai atau aki sebesar 14VDC menjadi 14Vac. Kemudian tegangan 14Vac terebut dinaikkan dengan trafo step up sehingga didapatkan tegangan 223Vac. Hasil dari sinyal SPWM dengan masukan 14VDC didapatkan tegangan sebesar 223Vac tanpa beban dan 180Vac dengan beban motor 30W.
Kontrol Water Flow Smart Metering pada Pemakaian Air PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Menggunakan Nomor Token Ahmad Wildan Ridho Syahputra
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Elkolind Vol. 8, No. 1, 2021 (Mei 2021)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini PDAM masih menggunakan meteran air konvensional serta tidak ada pembatasan volume. Untuk menjawab masalah tersebut dilakukan penelitian untuk mengembangkan perangkat meteran air. Meteran air dengan nomor token menggunakan mikorokontroler Atmega328P dengan komponen pendukung seperti water flow sensor model oval gear dan turbine, meter air, motorized electric ball valve, keypad, LCD. Water flow sensor oval gear dan turbine dikalibrasi dengan memasukkan konstanta sebesar 2,50 serta water flow sensor turbine dengan memasukkan konstanta sebesar 7,40. Perbandingan dua water flow dilakukan dengan cara apabila batas volume air mendekati limit indikator memberikan peringatan, apabila batas volume air mencapai limit keran tertutup. Lalu membandingkan pengukuran water flow sensor dengan meter air konvensional. Dari hasil penelitian, nilai eror yang didapat bervariasi, water flow sensor oval gear persentase error 1,30 %, sedangkan water flow sensor turbine persentase error 1,40 %
Dimensi Konstruksi Induktor yang Menghasilkan Rasio Mutual Induktansi Positif, Negatif, dan Nol pada Konverter Buckboost Multiswitching dengan Frekuensi 1500 Hz Kurnia Dwi Cahyo
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Elkolind Vol. 8, No. 1, 2021 (Mei 2021)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan energi harus dilakukan secara efisien dalam berbagai hal terutama dalam penggunaan peralatan elektronika. Dengan sistem buckboost converter nilai tegangan keluaran yang dihasilkan dapat diatur lebih besar maupun lebih kecil dari tegangan inputan yang diatur oleh mikrokontroler. Dimensi konstruksi induktor didesain agar menghasilkan rasio mutual induktansi positif, negatif, dan nol. Urutan konstruksi induktor yang paling besar nilai induktansinya adalah konstruksi induktor mutual positif, konstruksi induktor mutual nol, dan konstruksi induktor mutual negatif. Hasil pengujian kosntruksi induktor mutual positif, negatif, dan nol saat diaplikasikan sebagai induktor, tegangan input pada buckboost converter selalu mengalami drop tegangan.
Rancang Bangun Driver Inverter Menggunakan Transistor BJT dengan Kontrol EGS002 Triana Oktavioni
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Elkolind Vol. 8, No. 1, 2021 (Mei 2021)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inverter merupakan salah satu peralatan listrik yang mengubah arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC). Penelitian ini menghasilkan rancangan inverter menggunakan transistor Bipolar Junction Transistor (BJT) sebagai driver dengan spesifikasi yaitu input DC 12V, output AC 220 V dan frekuensi 50 Hz, inverter menggunakan modul EGS002 sebagai pembangkit sinyal SPWM untuk memicu proses switching transistor BJT dengan frekuensi 19-23,4 Khz. Modul inverter dengan kontrol EGS002 ini membutuhkan rangkaian driver pushpull dan rangkaian H-brigde sebagai rangkaian utama yang terdiri dari transistor BJT TIP 3055/2955, trafo yang digunakan adalah UPS 2x600 VA atau 2x380 Watt. 221,5 V AC dengan gelombang sinusoidal dan sebesar 184,1 V AC sedikit terdistorsi dengan beban 100-500 Watt.
Optimasi Solar Charge Control Dengan Daya 100wp Menggunakan Maximum Power Point Tracking (MPPT) Bhakti Pradana Roesyadi
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Elkolind Vol. 8, No. 1, 2021 (Mei 2021)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fotovoltaik memiliki karakteristik kurva tegangan dan arus yang tidak linier dan mempunyai daya maksimum pada titik puncak dengan koordinat pada Vmpp dan Impp. MPPT memiliki metode Icremental Conductance (IC) dan metode Perturbation and Observation (P&O), tujuan dari metode tersebut adalah untuk menganalisa kelebihan dari masing – masing metode dalam pengoptimalan output dari sistem PLTS. Output dari sistem PLTS untuk mengisi baterai dikontrol oleh modul MPPT LTC3780. Hasil dari perbandingan ini adalah, rasio daya yang dihasilkan oleh MPPT dengan metode Perturbation and Observation memiliki rasio daya hingga 93,46% terhadap daya ouput panel surya, sedangkan MPPT dengan metode Incremental Conductance memiliki rasio daya hingga 96,84% terhadap daya ouput panel surya. Ini membuktikan bahwa metode IC menghasilkan daya yang lebih besar daripada metode P&O
Penerapan Rasio Kontrol Untuk Pewarnaan Susu Pada Mini Plant Pengolahan Susu Menggunakan DCS (Distributed Control System) PCS 7 Siemens I Putu Ari Kristiawan
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Elkolind Vol. 8, No. 1, 2021 (Mei 2021)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia industri begitu cepatdan sistem kontrol yang saat ini sedang marak digunakan yaitu DCS (Distributed Control System). DCS (Distributed Control System) merupakan sebuah sistem kontrol yang berorientasi untuk membuat suatu sistem pengendali yang terdistribusi dan terintegrasi. Dalam sebuah industri, penggunaan kontrol DCS dapat diimplementasikan dalam berbagai plant industry, salah satu adalah pewarnaan susu guna menambah cita rasa segar bahan baku makanan. Pada perancangan sistem pewarnaan susu menggunakan DCS ini menggunakan metode Rasio Kontrol. Hasil Proses pewarnaan susu menggunakan rasio kontrol dengan 10x percobaan didapatkan perbandingan susu dengan cairan pewarna sebesar 10000 mililiter susu dibandingkan dengan 10 mililiter cairan pewarna dengan tingkat keberhasilan 80 % hasil validasi warna coklat dengan nilai RGB 128,64,32 dan validasi warna merah dengan nilai RGB 195,30,123 dan waktu yang dibutuhkan untuk proses pewarnaan susu adalah sebesar 8 menit.
Rancang Bangun Modul Control SPWM Berbasis Arduino Uno Mohammad Fauzi
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Elkolind Vol. 8, No. 1, 2021 (Mei 2021)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia elektronika mengalami kemajuan dan perkembangan salah satunya adalah pemanfaatan energi listrik DC yang di ubah menjadi energi listrik AC yang disebut inverter Salah satu teknik untuk mendapatkan gelombang sinus murni dari konversi gelombang DC adalah dengan memodulasi lebar sinyal pulsa gelombang DC tersebut. Teknik ini disebut dengan Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM). Untuk perancangan Inverter ini menggunakan teknik SPWM sebagai proses Switching. Metode pembuatan inverter fullbridge 1 phasa MOSFET IRFZ44N untuk menghasilkan gelombang SPWM adalah mengubah tegangan sebesar 24 VDC yang kemudian di naikkan dengan menggunakan trafo Step Up dan kapasitor sebagai Filter, dengan menggunakan output Frekuensi 1KHz dari arduino uno. Dari hasil pengujian maka didapatkan SPWM dengan input tegangan 24 VDC dan frekuensi 1KHz dan tegangan output inverter sebesar 188,3 VAC tanpa beban dan 135 VAC dengan menggunakan beban 3 Watt berupa lampu.
PENGATUR KECEPATAN MOTOR DC HIGHT TORQUE UNTUK SISTEM PENGONTROL TEKANAN PADA PROSES PENCETAKAN FILAMENT (3D PRINTING) BERBAHAN DAUR ULANG DENGAN METODE PID Ronaldo Febrianto
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Elkolind Vol. 8, No. 1, 2021 (Mei 2021)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan filament bahan dasar 3D printing membutuhkan cara yang tepat untuk menghasilkan filament yang optimal, yaitu dengan mengatur kecepatan motor DC untuk menggerakan screw yang mana gigi cacing atau screw ini akan mendorong biji plastik melewati proses peleburan hingga menjadi lelehan plastic. Untuk mendapatkan kecepatan yang konstan di gunakan pengontrolan kecepatan motor DC menggunakan driver motor , sensor opstacle photodioda sebagai sensor kecepatan, dan Arduino Uno sebagai kontroler, dengan metode PID sehingga memenuhi kecepatan yang tepat dan konstan. Berdasarkan pengujian didapatkan respon system yang baik dengan nilai Kp= 0,06, Ki = 0,135 dan Kd = 0,05 Prinsip kerja penggiling plastik untuk mencetak filament yaitu menstabilkan kecepatan motor DC penggerak screw terhadap biji plastik yang diberikan, dengan maksimum biji plastik 150 gram. Jika setpoint yang dimasukkan adalah 60 rpm maka kecepatan putaran motor akan menuju setpoint dan kecepatan putaran motor akan di pertahankan pada setpoint yang telah di tentukan.
Sistem Navigasi Robot Berkaki Menggunakan Sensor Lidar Dengan Metode PID Alfian Nurul
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Elkolind Vol. 8, No. 1, 2021 (Mei 2021)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robot berkaki merupakan robot yang berfungsi menjelajahi ruang demi ruang dengan menggunakan penggerak berupa servo yang menyerupai sebuah kaki. Agar dapat menjelajahi dan bergerak sesuai dengan keinginan tanpa menabrak, maka dibutuhkan sistem navigasi robot. Pada penelitian ini menggunakan sensor lidar dengan metode PID. Metode PID digunakan karena efisien untuk meluruskan pergerakan robot saat menyusuri dinding area perlombaan. Dari analisa percobaan yang sudah dilakukan diketahui bahwa penggunaan kontroler PID sangat berpengaruh terhadap navigasi robot. Penggunaan algoritma PID menjadikan robot berkaki lebih stabil melakukan navigasi dari ruang ke ruang. Robot akan menstabilkan gerak navigasi sesuai dengan setpoint yang diinginkan. Agar robot tidak menyentuh atau menabrak dinding pada lintasan maka diperlukan sensor lidar. Sensor lidar dipilih karena sensor ini dapat membuat kerja kontroler lebih mudah, selain itu titik buta dari robot semakin kecil jika memakai satu buah sensor untuk mengakses jarak dalam 360 o sehingga robot akan lebih handal dalam menelusuri lintasan. Setelah dilakukan pengujian dihasilkan nilai PID pada jarak 18 cm untuk rata kiri adalah Kp = 0.3, Ki = 0.2, dan Kd = 4.5 dan untuk rata kanan Kp = 0,2, Ki = 0,3 dan Kd = 7,5 dengan melakukan 3 kali jalan dapat bergerak tanpa menabrak dinding dengan error 10 - 20% dikarenakan sumber dari robot berkurang dan selip.