cover
Contact Name
Rumondang, S.Pi., M.Si
Contact Email
lppmuna123@gmail.com
Phone
+6281262070788
Journal Mail Official
lppmuna123@gmail.com
Editorial Address
Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Asahan Jln. Ahmad Yani Kisaran – 21224 – Sumatera Utara
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PIONIR
Published by Universitas Asahan
ISSN : 25493043     EISSN : 26553201     DOI : 10.36294/pionir.v2i4
Jurnal Pionir merupakan jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Asahan yang bertujuan sebagai sarana komunikasi ilmiah dan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian kepada praktisi dan pengamat ilmu pengetahuan. Jurnal Pionir mencakup berbagai bidang kajian ilmu pengetahuan karena jurnal ini bersifat multidisiplin ilmu. Seperti Ilmu Hukum, Ilmu Pendidikan dan Keguruan, Ilmu Teknologi dan Informatika dan ilmu-ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 354 Documents
ASPEK HUKUM JAMINAN DALAM PERBANKAN SYARIAH LEGAL ASPECT OF WARRANTY IN SHARIA BANKING Komis Simanjuntak
JURNAL PIONIR Vol 5, No 3 (2019): Juli-Desember
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.551 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v5i3.734

Abstract

Ekonomi Syariah merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun Islam. Sebagai lembaga intermediary keuangan, bank syari'ah memiliki kegiatan utama berupa penghimpunan dana dari masyarakat melalui simpanan dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito yang menggunakan prinsip wadi'ah yand dlamanah (titipan), dan mudharabah (investasi bagi hasil). Kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat umum dalam berbagai bentuk skim , seperti skim jual beli/a/-ba (murabahah, salam, dan istishna), sewa (ijarah), dan bagi hasil (musyarakah dan mudharabah), serta produk pelengkap, yakni fee based service, seperti hiwalah (alih utang piutang), rahn (gadai), qard (utang piutang), wakalah (perwakilan, agency), kafalah (garansi bank). Dalam hal ini masyarakat menyerahkan dananya pada bank syari'ah pada dasarnya tanpa jaminan yang bersifat kebendaan dan semata-mata hanya dilandasai oleh kepercayaan bahwa pada waktunya dana tersebut akan kembali ditambah dengan sejumlah keuntungan (return). Oleh karena itu, untuk menjaga kepercayaan masyarakat tersebut, bank harus melaksanakan prinsip kehati-hatian (prudential principle). KataKunci: Jaminan Dalam Perbankan Syahriah.
ANALISIS HUKUM TENTANG PENATAAN DESA SEBAGAI WUJUD EFEKTIVITAS PENYELENGARAAN PEMERINTAH DESA DILIHAT DARI UNDANG-UNDANG DESA Melva Fitri Sialagan; Ismail Ismail; Zaid Afif
JURNAL PIONIR Vol 6, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.142 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v6i1.1054

Abstract

Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Dengan memperhatikan latar belakang diatas, maka penelitian membahas perihal lingkungan hidup, dengan rumusan permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimana Pengaturan Hukum Efektivitas Penyelengaraan Pemerintah Desa. 2. Bagaimana Penataan Desa Sebagai Wujud Efektivitas Penyelengaraan Pemerintah Desa Dilihat Dari Undang-Undang Desa. Penelitian skripsi ini adalah penelitian hukum yuridis normatif yaitu dilakukan dengan melakukan analisis terhadap permasalahan melalui pendekatan terhadap asas-asas hukum serta mengacu pada norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan. Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut:  Pengaturan Hukum Efektivitas Penyelengaraan Pemerintah Desa. UU No. 6/2014 ini memberikan ruang gerak yang luas untuk mengatur perencanaan pembangunan atas dasar kebutuhan prioritas masyarakat desa tanpa terbebani oleh program-program kerja dari berbagai instansi pemerintah yang selanjutnya disebut 'otonomi desa'.  Kata Kunci : desa, efektivita penyelengaraan, pemerintah desa
MEMBANDINGKAN BIAYA PERENCANAAN PONDASI PADA TANAH PERKOTAAN hermansyah hermansyah; Temazisokhi Gulo
JURNAL PIONIR Vol 5, No 3 (2019): Juli-Desember
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.267 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v5i3.721

Abstract

 Secara umum pondasi merupakan elemen bangunan yang berfungsi memindahkan atau meneruskan beban dari struktur atas ke dalam tanah keras, baik beban dalam arah vertikal maupun horizontal. Biasanya, perencanaan pondasi dilakukan dengan perhitungan manual berdasarkan teori – teori dari beberapa ahli (cara konvensional). Pondasi yang digunakan adalah pondasi telapak bujur sangkar dengan dimensi 1.5 m x 1.5 m. Setelah direncanakan dengan metode atau dengan beban eksentrisitas kolom terhadap pondasi tapak, dengan ukuran 1.5 m x 2 m, hasilnya beda dan biaya perencanaan pun beda. Akan tetapi dengan metode perencanaan eksentrisitas kolom pada pondasi maka bisa menghemat luasan tanah. Sehingga pemilik tanah di Jakarta bisa memanfaatkan tanahnya dengan maksimal. Sebagaimana kita tahu bahwa harga tanah di Jakarta bisa mencapai 150 Juta/m2. Dari hasil perhitungan yang penulis dapatkan, perbandingan biaya perencanaan pondasi pada tanah perkotaan adalah sebagai berikut: Biaya yang dibutuhkan untuk pondasi dengan bentuk Gambar 5.1 (a) sebesar 3.506.000 Rupiah. Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk pondasi dengan bentuk Gambar 5.1 (b) sebesar 5.373.000 Rupiah, selisihnya sebesar 1.867.000 Rupiah. Tetapi jika dibandingkan dengan harga tanah di Jakarta yang mencapai 150 Juta /M2, maka pondasi dengan bentuk seperti pada Gambar 5.1 (b) sangat dibutuhkan. Kata Kunci : Pondasi Telapak, Daya Dukung Tanah.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG MENJADI KORBAN DARI TINDAKAN EKSPLOITASI DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK Kiki Rezky Ananda
JURNAL PIONIR Vol 5, No 4 (2019): November-Desember
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.419 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v5i4.929

Abstract

Eksploitasi anak adalah suatu tindakan memanfaatkan anak secara seenaknya atau semau-maunya yang dilakukan oleh keluarga atau masyarakat dengan cara menyuruh dengan paksa anak tersebut melakukan suatu perbuatan tanpa memperhatikan anak tersebut tanpa memperhatikan mental dan fisik sang anak. Sudah terlalu banyak saat ini kita temukan yang mencoba untuk memanfaatkan anak untuk bisa mendapatkan keuntungan ekonomi. Peraturan yang mengandung mengenai eksploitasi anak sudah diatur didalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu tipe penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Penegakan hukum sangat harus dilakukan demi melindungi korban dari eskploitasi anak, berikut ini lembaga-lembaga dan aparat hukum negara yang berwenang melindungi yaitu: Polisi, KPAI, KOMNAS PA, UNICEF, dan KOMNAS HAM. Berdasarkan dari hasil yang telah penulis uraikan diatas, maka dari itu penulis dapat menarik kesimpulan bahwasanya penyebab dari banyaknya eksploitasi anak faktor utamanya adalah kemiskinan. Kata Kunci : Ekploitasi Anak, Perlindungan Hukum, Kemiskinan
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KONSEP PENETRASI PASAR DI KABUPATEN ASAHAN (STUDI KASUS PEDAGANG KULINER DI KECAMATAN KISARAN TIMUR. Aris Siregar
JURNAL PIONIR Vol 2, No 4 (2018): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.399 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i4.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Media Sosial (facebook, instagram, blackberry messenger, dan twitter) terhadap Konsep Penetrasi Pasar. Teknik sampel yang digunakan adalah metode sensus yang berarti seluruh populasi yang ada digunakan sebagai sampel penelitian. Populasi dan sampel yang digunakan adalah 106 orang pedagang kuliner Kecamatan Kisaran Timur yang tersebar di 12(dua belas) Kelurahan.                Metode pengumpulan data adalah dengan wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah data secara kuantitatif dan  kualitatif. Analisi kuantitatif meliputi : uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F, serta analisis koefisien determinasi (R2). Analisis kualitatif merupakan interpertasi dari data – data yang sudah dilaksanakan dengan memberi keterangan dan penjelasan. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan Media Sosial (facebook,instagram,blackberry messenger, dan twitter) berpengaruh secara signifikan terhadap Konsep Penetrasi Pasar pada Pedagang Kuliner di Kecamatan Kisaran Timur pada signifikansi kurang dari 5% yaitu (0,000 < 0.05). Sedangkan dalam pengujian secara parsial Media Sosial (facebook,instagram,blackberry messenger dan twitter) berpengaruh secara signifikan terhadap Konsep Penetrasi Pasar pada pedagang kuliner di Kecamatan Kisaran Timur. Hal tersebut dapat dilihat dari variabel facebook thitung > ttabel  (6,017 > 1,983) variabel instagram thitung > ttabel (4,440 > 1,983) variabel blackberry messengger thitung > ttabel  (3.720  > 1,983) variabel twitter thitung > ttabel  (5,984 >  1,983). Besarnya pengaruh dari keempat variabel tersebut terhadap konsep penetrasi pasar adalah sebesar 76% sebagaimana ditunjukkan dalam Adjusted R Square sisanya 24% dijelaskan oleh faktor lain yang tak dimasukkan dalam penelitian ini. Kata Kunci : Media Sosial, Penetrasi Pasar
ANALISA TINGKAT KECELAKAAN LALU LINTAS PADA KENDARAAN BERMOTOR DI JL. BESAR SEI RENGGAS KISARAN BARAT Ferry Anderson
JURNAL PIONIR Vol 5, No 2 (2019): Januari-Juni
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.874 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v5i2.448

Abstract

Jalan besar Sei Renggas memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Faktor penyebabnya adalah kondisi lalu lintas yang merupakan akumulasi interaksi pengemudi, kendaraan, prasarana jalan maupun karakteristik lingkungan.Dengan kondisi tersebut diperlukan upaya untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan, titik rawan kecelakaan, dan upaya penanganan untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas. Studi ini menggunakan data sekunder dari instansi kepolisian setempat berupa data kecelakaan dari tahun 2011-2013 yang terjadi di Jalan Besar Sei Renggas dan data survei di lapangan.Dalam penanganan kecelakaan, dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecelakaan pada lokasi titik rawan kecelakaaan yaitu dengan cara antara lain tindakan teknis yaitu pemasangan tempat penyeberangan, paku jalan, pita penggaduh, patok pengaman, lampu tanda bahaya dan lain-lain. Penyuluhan meliputi kampanye keselamatan jalan dan penyuluhan keselamatan berlalu lintas mengingat kecelakaan dominan disebabkan oleh faktor manusia yaitu pengemudi. Terakhir adalah penegakan hukum meliputi penegakan hukum bagi yang melanggar dan sanksi hukum.Kata Kunci : Daerah rawan kecelakaan, titik rawan kecelakaan, dan upaya penanganan untuk mengurangi kecelakan
TANGGUNG JAWAB NOTARIS TERHADAP JAMINAN PIDUSIA Masnur Syahputra; Bahmid Bahmid; Emiel Salim Siregar
JURNAL PIONIR Vol 5, No 4 (2019): November-Desember
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.723 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v5i4.919

Abstract

Suatu akta jaminan fidusia yang ditanda tangani oleh notaris merupakan sepenuhnya tanggung jawab notaries dalam hal akan melakukan akan melakukan pendaftaran fidusia, suatu pendaftaran fidusia akan mendapatkan sertifikat jaminan fidusia, sertifikat jaminan fidusia yang dimaksud adalah sebagai bukti bahwa objek yang dijaminkan untuk kepentingan kreditur dalam menjaminkan sejumlah uang yang diberikan kepada debitur. Maka dari itu notaris bertanggung jawab atas terbitnya sertifikat jaminan fidusia. Maka oleh sebabi itu terdapat 3 (tiga) bentuk tanggung jawab notaris ketika hendak melakukan pendaftaran jaminan fidusia secara online, apabila ditemukan ketidaksesuaian objek jaminan fidusia maka pertanggungjawaban administratif  perdata notaris dan pertanggung jawaban pidana notaris, apabila terjadi kesalahan ketik yang dilakukan oleh notaris maka notaris wajib melakukan perbaikan akta. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis menyarankan kepada notaries suapaya lebih berhati-hati, teliti dan cermat pada saat melakukan pendaftaran jaminan fidusia. Kemudian kepada pemerintah khususnya kepada kementrian hokum dan hak asasi manusia diharapkan agar dapat meningkatkan sistem untuk menjamin keabsahan pendaftaran jaminan fidusia, sistem yang dimaksud adalah sistem yang tidak dapat mempunyai penafsiran ganda mengenai sertifikat-sertifikat pendaftaran fidusia yang valid dan tidak terdafat sistem ganda, maksudnya pengajuan pendaftaran fidusia tidak dapat didaftarkan lagi apabila sudah ada yang mendaftar agar tidak merugikan berbagai pihak yang berkepentingan atas objek jaminan fidusia yang dimaksud. Peran notaris sebagai pejabat yang berwenang dalam jaminan fidusia dan jaminan-jaminan lain. Kata Kunci: Notaris, Tanggung Jawab Notaris, Pendaftaran Jaminan Fidusia.
PELAKSANAAN REHABILITASI TERHADAP PECANDU DAN KORBAN PENYALAGUNAAN NARKOTIKA (STUDI BNN KAB. ASAHAN) Maria Valentina Sinaga; Suriani Suriani
JURNAL PIONIR Vol 6, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.083 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v6i1.1069

Abstract

Narkotika merupakan zat adiktif yang mempunyai efek ketergantungan apabila digunakan tidak berdasarkan saran dari dokter karena hakikat sebuah narkotika ini adalah untuk keperluan medis dalam sistem hukum yang berlaku di Indonesia, perusahaan obat-obatan menyediakan narkotika untuk keperluan medis, hanya dokter dan Aptoteker yang dapat memesan dengan disertai keaslian profesi bahwa ia adalah seorang dokter atau apoteker. Berkenaan dengan narkotika senyawa  ini disebutkan oleh badan narkotika nasional mengenai zat-zat berbahaya dapat disingkat dengan Napza (narkotika Psikotropika dan zat adiktif) yang sering disalah gunakan pemakainya untuk efek halusinasi, menenangkan jiwa, namun tidak berdasrkan dengan anjuran dokter (ilegal) pembelian secara ilegal menurut undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika menyebutkan narkotika ke dalam 3 golongan. Ketiga golongan narkotika itu telah diatur sehingga apabila ada yang menyalahgunakan narkotika tersebut dapat dikategorikan melanggar hukum, efek berbahaya lainnya dari penyalahgunaan narkotika adalah hilangnya kesadaran, merusak jaringan tubuh dan lain-lain. Orang yang telah menyalahgunakan dan berujung pada tahap kecanduan/ketagiahan akan mengalami depresi yang sangat berat ketika lepas dari zat tersebut, maka dari itu korban yang telah mengalami tahap kecanduan dapat direhabilitasi dan bukan sebagai orang yang dipidana karena mengingat dari undang-undang narkotika diatas menyatakan bahwa seorang korban yang kecanduan bukan orang yang menjual belikan namun ia adalah sebagai korban, yang dapat dipastikan ada orang yang secara tidak langsung menawarkan narkotika dan digunakan oleh orang yang menjadi korban sehingga, badan narkotika nasional di kabupaten asahan menyebutkan dalam seminar-seminar yang diadakan dan baliho yang di pasang pada iklan di jalan-jalan menyarankan bahwa orang yang telah kecanduan tidak dipidana namun akan direhabilitasi demi menyelamatkan dirinya. Kata Kunci: rehabilitasi, korban penyalahgunaan narkotika
PENGARUH PEMASARAN RELASIONAL DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN HOTEL SAFARI LABUHANBATU UTARA Aris Siregar
JURNAL PIONIR Vol 2, No 3 (2017): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.799 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i3.180

Abstract

ABSTRAK  Tujuan penelitian adalah untuk  mengetahui dan  menganalisis pengaruh “pemasaran relasional dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan Hotel Safari Labuhanbatu Utara” . Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskrptif dan metode analisis statistik. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara,   kuesioner   dan   studi   dokumentasi.   Perumusan   masalah   dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis apakah ada pengaruh pemasaran relasional dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan pada Hotel Safari Labuhan batu Utara.Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa hasil uji F dengan nilai 32,833 menunjukkan bahwa variabel pemasaran relasional dan kualitas pelayanan dipakai untuk  mengestimasi loyalitas Pelanggan Hotel Safari Labuhanbatu Utara. Hasil uji signifikan t (Uji t) menyatakan bahwa variabel yang memiliki pengaruh positif dan signifikan adalah variabel Pemasaran Relasional (X1), dengan tingkat nilai 7,631  >  1,99045;  dan  tingkat  signifikan  0,000  <  0,05;  dan  variabel  Kualitas Pelayanan  (X2)  memiliki  korelasi  yang  tidak  signifikan,  dengan  tingkat  nilai 0,706  <  1,99045;  dan  nilai  signifikan  sebesar  0,482  >  0,05.  Hasil  koefisiendeterminan  ( R 2 )  adalah  0,674  memilki  makna  bahwa  variabel  Pemasaran Relasional  dan  Kualitas  Pelayanan  memiliki  hubungan  yang  erat  terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) pada Hotel Safari Labuhanbatu Utara. Adjusted R Square sebesar 0,440 berarti nilai 44% peningkatan Loyalitas Pelanggan (Y) pada Hotel Safari Labuhanbatu Utara dapat dijelaskan oleh Pemasaran Relasional dan Kualitas Pelayanan, sedangkan sisanya 66% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata  Kunci:  Pemasaran  Relasional,  Kualitas  Pelayanan,  dan    Loyalitas Pelanggan.
PERBANDINGAN PEMIJAHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) SECARA ALAMI DAN BUATAN TERHADAP JUMLAH TELUR YANG DIHASILKAN Khairani Laila
JURNAL PIONIR Vol 2, No 5 (2018): Juli-Desember
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.675 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i5.319

Abstract

Lele dumbo (Clarias gariepinus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang dapatdibudidayakan. Bila dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya, ikan lele dumbo memilikibeberapa keunggulan yaitu pertumbuhannya yang cepat, mudah dipelihara, tahan terhadap kondisi airyang buruk serta memiliki nilai gizi dan nilai ekonomis yang cukup tinggi. Mengingat pemijahan ikanlele dumbo secara buatan memiliki keunggulan penetasan dan sintasan yang tinggi serta tahan terhadappenyakit. Maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemijahan secara alami danbuatan pada ikan lele dumbo terhadap jumlah telur dan daya tetas yang dihasilkan. Pelaksanaan penelitianini dilakukan pada bulan April 2017 bertempat di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas PertanianUniversitas Asahan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemijahan dengan cara alami padaikan lele hasilnya tidak lebih baik dari pada pemijahan buatan dengan suntikan hipofisa maupun ovaprim.Pada pemijahan buatan menghasilkan penetasan merupakan hasil tertinggi 90%.Kata Kunci : Pemijahan, Ikan Lele Dumbo

Page 2 of 36 | Total Record : 354