cover
Contact Name
Abdul Jalil, SP
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
+6285334599691
Journal Mail Official
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata Sumbersari No, 49 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
The Indonesian Journal of Health Science
ISSN : 20875053     EISSN : 24769614     DOI : 10.32528/ijhs
Core Subject : Health, Science,
The Indonesian Journal of Health Science merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan dan diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember, dengan nomor p- ISSN: 2087-5053; e-ISSN: 2476-9614. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2010.
Articles 355 Documents
PENINGKATAN KUALITAS TENAGA KEPERAWATAN DALAM DETEKSI DINI KELAINAN KAKI DIABETES BERBASIS APLIKASI DENGAN METODE MCP Heri Kristianto*
The Indonesian Journal of Health Science Vol 6, No 2 (2016): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v6i2.136

Abstract

This study was aimed to provide training for nurses in the detection of diabetic foot disorders. The training method  used were MCP (Mentoring, Clinical Supervision, Preceptoring). The target of the study  were nurses who are working at Sumber Sentosa Hospital (RSSS) and Madiun Regional Public Hospital. Cognitive evaluation from the participants in Sumber Sentosa Hospital (RSSS) showed an increase of 27.65%,  while in the  Madiun Regional Public Hospital showed an increase of 23%. Psychomotor evaluation at both hospitals showed that  90% of nurses can implement the appropriate procedures based on the examination manual. Judging from the level of participation during the study, data showed that 100% of nurses in the Madiun Regional Public Hospital  attended and followed the activities of   two-days training, while at the RSSS showed 96% of nurses followed the activities. The satisfaction level of participants on the training materials showed by value of 18.6 (measuring scale of 6-24). The satisfaction level of participants on the operational training  showed by value of 20,58 (measuring scale of 7-28). The satisfaction level of participants on the instructors showed by  value of 26.13 and 25.35 (measuring scale of 8-32).  Keywords: Nursing, Diabetic Foots, MCP, Application
Perbedaan Latihan Nordic Walking dan Brisk Walking Terhadap Perubahan Sirkulasi Arteri Kaki pada Penderita PAD Iis Noventi; Siti Maimunah
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i2.4871

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Peripheral Arterial Disease (PAD) adalah salah satu komplikasi yang sangat sering dari  makrovaskular. PAD merupakan manifestasi  dari aterosklerosis yang ditandai oleh penyakit penyumbatan atherosklerosis pada ekstermitas bawah. Denyut nadi kaki dipengaruhi juga oleh aktivitas fisik.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan latihan Nordic Walking dan Brisk Walking terhadap perubahan sirkulasi arteri kaki(dorsalis pedis) pada penderita PAD. Metode: Metode penelitian ini adalah pretest-posttest control group design dan teknik acak sederhana digunakan untuk mengumpulkan subjek. Sebanyak 40 subjek  dariwarga RW 03 Karang Rejo Dua Kelurahan Wonokromo, terbagi dalam Kelompok Perlakuan I dengan jumlah 20 orang dan Kelompok Perlakuan II berjumlah 20 orang. Denyut nadi kaki diukurmenggunakan Simple Handheld Vascular Doppler Ultrasound Probe dan tensimeter.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Kelompok Perlakuan I terdapat perbedaan bermakna pada denyut nadi kaki dibandingkan pada Kelompok Perlakuan II (p=0,000).Simpulan dan Implikasi: Latihan Nordic Walking dapat menimbulkan perubahan denyut nadi kaki lebih besar dibandingkan latihan Brisk Walking. Dengan demikian nordic walking lebih disarankan diberikan pada pasien PAD untuk meningkatkan sirkulasi arteri kaki. simpulan dan implikasi: Latihan nordic walking dapat menimbulkan perubahan denyut nadi kaki lebih besar dibandingkan  latihan brisk walking. dengan demikian  nordic walking lebih disarankan diberikan pada pasien PAD untuk meningkatkan sirkulasi arteri kaki. 
Gambaran Pemahaman Anak Usia Sekolah Dasar Tentang Pendidikan Seksual Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Elok Permatasari; Ginanjar Sasmito Adi
The Indonesian Journal of Health Science Vol 9, No 1 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v9i1.1264

Abstract

Jumlah korban kekerasan terhadap anak dalam bentuk kekerasan seksual meningkat setiap tahunnya.  Pendidikan seks pada anak dapat mencegah agar anak tidak menjadi korban pelecehan seksual. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional study yang dilaksanakan di SDN Tegalgede I Jember. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah  seluruh siswa kelas 3, 4 dan 5 SD di SD N Tegal Gede 01 Jember sejumlah 140 siswa. Pemahaman anak usia sekolah dasar tentang pendidikan seksual pada anak dalam upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak masih sebagian besar dalam kategori sedang (89,8%). Berdasarkan analisis statistik dengan regrsi linier menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan (p-value = 0,000) antara usia dan jenis kelamin anak sekolah dasar terhadap tingkat pemahaman anak tentang pendidikan seksual. Pendidikan seksual sangat penting untuk diberikan pada anak usia sekolah sedini mungkin, hal ini disebabkan karena hasil penelitian menyebutkan bahwa anak yang berusia lebih muda akan mampu memahami lebih banyak tentang pendidikan seksual. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki lebih mudah memahami pendidikan seksual dibandingkan anak perempuan. Perlu adanya peningkatan peran sekolah khususnya guru kelas dalam memberikan pendidikan seksual pada anak baik secara intensitas maupun kualitas.Kata kunci : Pendidikan seksual, Anak usia sekolah dasar, Pencegahan kekerasan seksual
EFEK PEMBERDAYAAN KELUARGA TERHADAP PENINGKATKAN KOPING KELUARGA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI DUSUN KARANGASEM DAN DUSUN KRAJAN DESA GLAGAHWERO KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER Tri Buana Ratnasari; Ananti Destiari Prasinta
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1537

Abstract

Diabetes Militus merupakan penyakit kronis yang diderita oleh pasien seumur hidup. Kondisi ini menjadikan  keluarga tertekan dan stress serta banyak keluarga tidak memiliki kemampuan dalam menggunakan strategi koping dalam menghadapi masalah dengan anggota keluarga mengalami diabetes militus tipe 2. Intervensi keperawatan diperlukan untuk meningkatkan kompetensi keluarga dalam menghadapi masalah. Intervensi yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan keluarga (family empowerment). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan koping keluarga terkait mengidentifikasi tugas keluarga yaitu mengenal masalah kesehatan, memutuskan tindakan kesehatan, dan merawat kesehatan. Desain dari penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 6 keluarga dengan seluruh anggota keluarga dan anggota keluarga yang menderita DM tipe 2 dan subyek penelitian ini adalah 6 responden sakit yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Variabel yang digunakan adalah independen (tunggal) yaitu pemberdayaan keluarga. Instrumen penelitian ini menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan terkait pemberdayaan keluarga dengan koping keluarga dalam mengidentifikasi tugas keluarga yaitu mengenal masalah kesehatan dengan baik, mampu memutuskan tindakan kesehatan, dan mampu merawat kesehatan keluarga. Dapat disimpulkan koping keluarga pada anggota keluarga yang menderita DM tipe 2 di Dusun Karangasem dan Dusun Krajan belum dilaksanakan dengan baik. Kata kunci: Pemberdayaan Keluarga, Koping Keluarga, Diabetes Melitus tipe 2
GANGGUAN KESEHATAN MATA PADA PEKERJA DI BENGKEL LAS LISTRIK DESA SEMPOLAN, KECAMATAN SILO, KABUPATEN JEMBER Yunita Satya Pratiwi* Wahyudi Widada** Zuhrotul Eka Yulis A.***
The Indonesian Journal of Health Science Vol 5, No 2 (2015): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v5i2.2

Abstract

This study was an observational study that aims to identify eye health disorders on electric welding workers and related factors in Welding Power Sempolan Village, District Silo, Jember, because there were 12 sites of electric welding with 3 to 4 workers in each welding. Therefore there were 38 workers in all weldings. Those workers were selected as the research samples. Research instrument was questionnaire and observation sheet. The results showed that the majority (47.4%) of respondents had a working life of 1 to 5 years, and 66% were not disciplined in the use of personal protective equipment (PPE) welding glasses correctly. Based of that, all workers had felt and experienced eye health problems as a result of the activities of the welding process. Data analysis was logistic regression showed that the use of factors of personal protective equipment (PPE) electric welding goggles had had the most dominant relationship with the incidence of eye health problems (pvalue = 0.008; α = 0.05) with an odds ratio (OR) = 27 which means that the electric welding workers were undisciplined wear personalprotective equipment (PPE) correctly had 27 times greater would experience risk of eye health problems when compared to the discipline after the controlled variable of working life. This research was conducted in an effort to improve the health of the eye on the electric welding workers. Hopefully, this study can be used as a basis to provide appropriate solutions to overcome the problems of workplace accidents (eye health problems) on electric welding workers.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN JAJANAN SEHAT TERHADAP PEMILIHAN JAJANAN SEHAT ORANG TUA PAUD AL-HIKMAH DESA KUNIR LOR LUMAJANG Achlish Abdillah
The Indonesian Journal of Health Science Vol 11, No 1 (2019): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v11i1.2239

Abstract

Jajanan tidak hygiene sangat beresiko kesehatan dan ada bahan tambahan pangan (BTP) yang dilarang. Jajanan kerap sekali dekat anak terutama anak usia dini atau PAUD.  Usia anak ini rentang terhadap penyakit  akibat jajanan tidak sehat. Untuk mencegah anak dari jajanan tidak sehat salah satunya pendekatan  keluarga dengan pemberian pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh penyuluhan kesehatan tentang pemilihan  jajanan sehat terhadap pemilihan jajanan sehat pada anak PAUD Al Hikmah  Desa Kunir Lor Kec. Kunir Lumajang Tahun 2017.  Metode  penelitian menggunakan korelasi jenis rancangan pre-pos tes, Ada 20 sampel dari populasi orang tua Paud Al hikmah  yang dipilih secara simple random sampling, pemberian penyuluhan kesehatan sebagai variabel independen sedangkan variabel dependen adalah pemilihan jajanan sehat menggunakan kuesioner, dianalisis menggunakan Paired sample t –test. batuan SPSS versi 17. Hasil penelitian   pemberian pendidikan kesehatan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan ada peningkatan pemahaman jajanan yang sehat , hasil analisis dari 10 soal,  ada 4 soal menunjukkan ada hubungan pendidikan kesehatan tentang jajanan sehat terhadap  pemilihan jajanan sehat pada orang tua PAUD Al Hikmah  Desa Kunir Lor Kec. Kunir Lumajang  nilai signifikan kurang 0.05 berturut turut 0.04 (definisi jajanan), 0.02 (jajanan segar ) , 0.03 (jajanan bersih) dan 0.00 (jajanan aman )  dengan  interval confidence 95 %. Proses pemberian penyuluhan kesehatan  pemilihan jajanan sehat dapat merubah tingkat pengetahuan serta sikap pemilihan jajanan  sehat pada orang tua PAUD, Ketepatan media penyuluhan,  menarik saat proses pemberian penyuluhan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman pengetahuan dan sikap seseorang. Saran dilakukan penyuluhan pada anak PAUD secara langsung serta model media penyuluhan yang sesuai
Pengaruh Paket Edukasi HbsAg terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Trisemester 1 tentang HbsAg Nailah Islahiyah; Kholisotin Kholisotin; Yuana Dwi Agustin
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i1.4858

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Kejadian infeksi virus hepatitis B pada ibu hamil menjadi perhatian khusus, karena selain dapat menyebabkan masalah kesehatan pada ibu, juga dapat menularkan pada bayi yang dikandungnya, terutama pada proses kelahiran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paket edukasi HbsAg terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester 1 tentang HbsAg. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre eksperimen dengan pendekatan One Group Pretes-Posttest, dengan menggunakan kuesioner, sampel pada penelitian sebanyak 35 responden dengan menggunakan tekhnik total sampling. Hasil: Mayoritas responden berusia 17-25 tahun sejumlah 19 responden (54,29%), sebagian besar ibu primipara sejumlah 23 responden (65,71%), tingkat pendidikan ibu sebagian besar SMP sebanyak 14 responden (40%), dan sebagian besar sebagai ibu rumah tangga sejumlah 21 responden (60%), tingkat pengetahuan ibu tentang HbsAg sebelum diberikan intervensi mayoritas kurang sejumlah 18 responden (51,43%), tingkat pengetahuan setelah intervensi mengalami peningkatan yaitu mayoritas pengetahuan baik sebanyak 24 responden (68,57%), sikap ibu sebelum intervensi mayoritas negatif sebanyak 21 responden (60%), sikap setelah intervensi mengalami peningkatan menjadi positif sejumlah 32 repsonden (91,43%). Hasil uji Wilcoxone diketahui p value 0,000 0,05 yang berarti ada perbedaan pengetahuan dan sikap ibu hamil Trimester 1 tentang HBsAg sebelum dan setelah intervensi. Simpulan dan Implikasi: Paket edukasi HbsAg dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester 1 tentang HbsAg. Dengan demikian maka paket edukasi ini dapat digunakan oleh petugas kesehatan sebagai salah satu bentuk intervensi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil agar memahami pentingnya HbsAg.
PENGETAHUAN DAN STIGMA TERHADAP PASIEN HIV/AIDS DI LINGKUNGAN KESEHATAN, INDONESIA Siti Urifah
The Indonesian Journal of Health Science Vol 8, No 2 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v8i2.874

Abstract

Background: Lack of knowledge and misunderstanding about HIV transmissioncan influence the attitude toward patients with HIV or AIDS among health care providers. Negative attitude or stigmatizing attitude toward HIV or AIDS patients can create barriers to the provision of quality care. In healthcare settings in In- donesia, nurses are the majority group of health personnel. Thus, lack of knowledge about HIV transmission and poor attitudes of nurses may result in poor  health  care  services  for  these  patients.  This  study  to  examine  the stigmatizing attitude and knowledge about HIV transmission among nurses in Indonesia Methods: A cross sectional study was conducted with 400 nurses providing care to patients with HIV or AIDS in eight public hospitals in Jakarta selected by using convenience sampling method. Knowledge about HIV transmission was measured by using Knowledge of HIV/AIDS questionnaire, and Provider Attitude Toward PLHIV questionnaire was used to assess nurses’ stigmatizing attitude toward patients with HIV or AIDS. Data were analyzed by frequency, percentage, mean, standard deviation, and Pearson correlation. Results: The results of this study showed that approximately 17.5 % of nurses had poor knowledge about HIV transmission. Among all nurses in this study, 27.7 % and 40.0 % of them answered that sweat and urine can transmit HIV, respectively. It was found that only 24.3 % of the nurses had a good attitude toward patients with HIV or AIDS. More than half of the nurses agreed and strongly agreed that patients with HIV or AIDS should be isolated and that hospital facilities for these patients  must be kept separate from  other  facilities.  Moreover,  28.8% of  the nurses believed that HIV and AIDS was punishment from God. In addition, this study also revealed that there was a significantly negative correlation between knowledge about HIV transmission and stigmatizing attitude toward patients with HIV and AIDS patients (r = -.171, p .01). This finding revealed that the nurses who had poor knowledge about HIV transmission were more likely to have stigmatizing attitude toward HIV/AIDS patients. Conclusion: It is important for nurses to have accurate information about care for patients with HIV or AIDS patients  and  knowledge  about  HIV  transmission.  The  results  of  this  study suggested that knowledge about HIV transmission is still needed for nurses in Jakarta. Therefore, continuing education and training related to HIV and AIDS should be implemented in hospitals to enhance nurses’ HIV and AIDS knowledge, so that they can provide quality nursing care to patients with HIV or AIDS in the hospitals.Keywords: Knowledge, Stigmatizing Attitude, HIV/AIDS Patients, Nurses
Palliative Care Based-on Family-Centered Nursing Affects the Level of Dependency of The Patients Undergoing Hemodialysis Virgianti Nur Faridah; Isni Lailatul maghfiroh; Aprelia Afidatul Hanafi; Rizky Asta Pramestirini; Trijati Puspita Lestari
The Indonesian Journal of Health Science Vol 13, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v13i2.6037

Abstract

Background: Hemodialysis is a burdensome and complex therapy, which can cause physical and psychological stress and has an impact on the patient's level of dependence in the patient's daily activities. The purpose of this study was to determine the relationship between palliative care based on family-centered nursing and the level of dependence of patients with chronic kidney disease on hemodialysis at Ibnu Sina Gresik General Hospital.Method: This research design uses a correlational analytic method with a cross-sectional approach. The population is patients and their families with chronic kidney disease on hemodialysis. The samples were taken using a consecutive sampling technique of 120 patients and their families. Data were taken using a questionnaire. Data analysis using Spearman rank correlation test.Result: The results showed that 43 (35.8%) families had adequate family-centered nursing-based palliative care skills and 107 patients (89.1%) had mild dependence. The results of the analysis using the Spearman test showed a correlation coefficient of -0,348 with a significant value of 0.007 with = 0.05 then H1 was accepted, which means that there is a relationship between family-centered nursing-based palliative care on the level of dependence of chronic kidney disease patients with hemodialysis in Ibnu Sina Gresik General Hospital.Conclusion and Recommendation: Patients with Chronic Kidney Disease who begin to experience dependence in fulfilling their daily activities need family-centered nursing-based palliative care skills by the family. 
KEMAMPUAN PERAWAT DALAM PENATALAKSANAAN ABC (AIRWAY, BREATHING, CIRCULATION) TERHADAP KEBERHASILAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN MATERNITAS DI ICU Zainul Arifin; Sri Wahyuningsih
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1527

Abstract

Penatalaksanaan ABC (Airway, Breathing, Circulation) yang lebih kompleks dibanding dengan ruangan lain harus bisa dilakukan perawat ICU pada pasien dalam keadan darurat klinis atau kritis maternitas yang masuk di ruang ini, sehingga kejadian kesakitan dan kematian ibu dapat dikurangi atau dicegah. Mengetahui korelasi kemampuan perawat dalam penatalaksanaan ABC (Airway, Breathing, Circulation) terhadap keberhasilan penanganan kegawatdaruratan maternitas di Ruang ICU. Desain penelitian kuantitatif observasional, dengan total sampling perawat di ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang (n=18) dan melakukan penatalaksanaan ABC pada kegawatdaruratan maternitas di bulan Januari-April 2018. Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Dari 18 responden penelitian menunjukkan semua pernah melakukan penatalaksaan ABC pada kasus kegawadaruratan maternitas, tetapi hanya 22,2% saja, perawat yang sudah pelatihan ICU, padahal penatalaksaan ABC yang lebih kompleks didapatkan pada pelatihan ICU. Sehingga meskipun kemampuan perawat dalam penatalaksaan ABC berhubungan dengan keberhasilan penanganan kegawatdaruratan maternitas di ruang ICU (p 0,05), jumlah perawat yang mengikuti pelatihan ICU harus ditingkatkan supaya perawatan yang lebih komprehensif dapat tercapai. Kemampuan perawat dalam penatalaksanaan ABC terhadap keberhasilan penanganan kegawatdaruratan maternitas berkorelasi posistif kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,520. Kata kunci: Penatalaksaan ABC, kegawatdaruratan maternitas, ICU