cover
Contact Name
Abdul Jalil, SP
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
+6285334599691
Journal Mail Official
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata Sumbersari No, 49 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
The Indonesian Journal of Health Science
ISSN : 20875053     EISSN : 24769614     DOI : 10.32528/ijhs
Core Subject : Health, Science,
The Indonesian Journal of Health Science merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan dan diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember, dengan nomor p- ISSN: 2087-5053; e-ISSN: 2476-9614. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2010.
Articles 355 Documents
PENGARUH POLA PEMBERIAN MAKANAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe, Kasiyan, dan Puskesmas Sumberbaru Kabupaten Jember) Farah Danita Rahman
The Indonesian Journal of Health Science Vol 10, No 1 (2018): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v10i1.1451

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan oleh adanya malnutrisi asupan zat gizi maupun penyakit infeksi yang bersifat kronis. Kejadian tersebut terjadi secara berulang ditunjukkan dengan nilai Z-Score tinggi badan menurut usia (TB/U) kurang dari -2 standar deviasi (SD) berdasarkan standar WHO. Penyebab langsung diantaranya adalah asupan makanan dan keadaan kesehatan, sedangkan penyebab tidak langsung meliputi ketahanan pangan rumah tangga, pola asuh (pola pemerian makanan anak), sanitasi lingkungan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pola pemberian makanan terhadap kejadian stunting pada anak balita. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan rancangan case control. Populasi penelitian sebanyak 12.459 balita dan sampel penelitian sebesar 142 responden (71 kasus dan 71 kontrol) Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan besaran risiko pada pola pemberian makan sebesar 5,1 yang artinya keluarga yang menerapkan pola pemberian makan yang baik pada balita akan mengurangi risiko stunting. Uji analisis menunjukkan nilai koefisien pengaruh sebesar 1,7 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang searah antara pola pemberian makan terhadap kejadian stunting. Kata kunci : Pola Pemberian Makanan, Stunting, Balita
PEMBERIAN SENAM ANTIHIPERTENSI SEBAGAI UPAYA MENSTABILKAN TEKANAN DARAH: STUDI KASUS PADA KELUARGA BINAAN DI DESA KEMUNINGSARI LOR KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER Misbakhul Anwari; Rita Vidyawati; Ropickhotus Salamah; Mashila Refani; Nur Winingsih; Dwi Yoga; Rizka Inna; Tantut Susanto
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1542

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang terjadi pada sistem kardiovaskuler dan memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. menurut WHO pada tahun 2020 Penyakit Tidak Menular (PTM) akan menyebabkan kematian sebesar 73% dan seluruh kesakitan di dunia sebesar 60% (WHO, 2013). Hipertensi dapat diatasi dengan terapi farmakologis dan non farmakologis. Pola perilaku perlu untuk diperhatikan bagi seseorang yang mengalami hipertensi. Pola perilaku seperti pengaturan pola makan, kebiasaan tidur, dan teratur untuk berolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola perilaku terhadap kestabilan tekanan darah pasien hipertensi. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien kelolaan keperawatan keluarga yaitu Ny. Y yang mengalami hipertensi yang berada di Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Teknik pengambilan sampel dari penelitian ini berdasarkan pasien kelolaan dalam mata kuliah keperawatan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola perilaku mempengaruhi kestabilan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kata kunci: Senam antihipertensi, Tekanan Darah
STUDI FENOMENOLOGI KEBUTUHAN DAN HAMBATAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN RESUSITASI PADA KEGAWATAN NEONATUS PREMATUR DI RUANG NEONATUS RSD DR. HARYOTO LUMAJANG Arista Maisyaroh* Retty Ratnawati** Septi Dewi Rachmawati***
The Indonesian Journal of Health Science Vol 5, No 2 (2015): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v5i2.8

Abstract

Clinical Nurses must have competence in the treatment of patients with emergency conditions, including the resuscitation in preterm neonates. But in practice many needs and obstacle in order to achieve the best quality of resuscitation. Personal abilities and limitations of the equipment could become an obstacle in the implementation of resuscitation, besides that nurses also require upgrading of competence to be able to improve the quality of resuscitation. But in fact the nurse experience in this regard is still not much explored. The research objective is to explore the needs and obstacle of nurses in performing resuscitation on critical of preterm neonates in neonatal ward of RSD Dr Haryato Lumajang The study design used is qualitative interpretative phenomenological approach . in-depth interviews using semi-structured questions involving 7 nurses neonatal ward RSD Dr Haryato Lumajang. Data were collected and analyzed using thematic analysis approach based Braun Clarke.This study resulted in five themes, namely personal challenge, the complexity of organizing the team, limited facilities, improving the competence and adequacy of equipment.The results of the overall interview participants showed that resuscitation is not only an individual act but a dynamic team organization, so that barriers resuscitation implementation not only of personal helper but also of organizing the resuscitation team backed by equipment needs to improve the quality of resuscitation. To reduce existing barriers can be done to increase the competence helper with periodic refresher training and to increase the perception among the team members so as to improve the quality of the team organization resuscitation.
TUBERKULIN SKIN TEST DETEKSI LATENT TUBERCULOSIS INFECTION PADA PETANI KARET DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Handi Rustandi; Dwi Wulandari
The Indonesian Journal of Health Science Vol 11, No 2 (2019): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v11i2.2952

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Indonesia menduduki peringkat tiga dunia di tahun 2012. Target nasional Case Detection Rate pada tahun 2018 adalah 70%, pencapaian Provinsi Bengkulu sebesar 46% masih berada di bawah target nasional saat ini. Kabupaten Bengkulu Tengah merupakan salah satu kabupaten di provinsi bengkulu yang tiap tahun terjadi peningkatan kejadian TB. Pada tahun 2015, sebanyak 44 penemuan kasus TB positif, dan meningkat pada tahun 2016 sebanyak 64 penemuan kasus yang terdeteksi TB positif dari 22 Puskesmas yang ada. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya Latent Tuberculosis Infection melalui Tuberkulin Skin Test pada petani karet Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik, dengan sampel sebanyak 100 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan random sampling. Variabel penelitian ini adalah variabel independen (Tuberkulin Skin Test) dan variabel dependen (deteksi Latent Tuberculosis Infection). Analisis data dilakukan dari analisis univariat. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 31 (31%) responden dengan Tuberkulin Skin test Positif, sebanyak 64 (64%) responden dengan pendidikan terakhir SMA/SMK, sebanyak 63 (63%) responden dengan Umur 20-50 Tahun, sebanyak 66 (66%) responden dengan Jenis kelamin Laki-laki. Disarankan kepada Pihak Puskesmas dan Dinas kesehatan Kabupaten Bengkulu tengah untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait TB Paru pada petani Karet Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu tengah.
PENINGKATAN HYGIENE PERSONAL PADA ANAK JALANAN DENGAN MEDIA KOMIK DI UPTD KAMPUNG ANAK NEGERI LIPONSOS KECAMATAN MEDOAN AYU RUNGKUT SURABAYA Anis Rosyiatul Husna* Reliani ** Reliani **
The Indonesian Journal of Health Science Vol 6, No 2 (2016): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v6i2.134

Abstract

Street children are children aged 5-18 years, both men and women who spend the majority of time on the road. The amount of activity on the streets cause they do not pay attention to personal hygiene. This leads them vulnerable to many disease, such as scabies, roundworm, tracoma, conjunctivitis, and thypoid. This study aim to identification enhancement of personal hygiene in street children with comics media at UPTD Kampung Anak Negeri Liponsos Kecamatan Medoan Ayu Rungkut Surabaya. The research used pre-post experimental design. Simple random sampling had been used to collect 22 street children at UPTD Kampung Anak Negeri Liponsos Kecamatan Medoan Ayu Rungkut Surabaya. The instrument are comic and questionnaire. The data analized with SPSS Wilcoxon statistic test. The result before intervention showed more than half (54,4%) personal hygiene behavior in moderate category, and 77,3 % after intervention in good category. The result of statistic test showed p=0.000 alpha=0.05, this means there was a significant different pre and post intervention comic media. We hope comic media education can be use for school and adolescent children acording to their age.Keywords : Street children, personal hygiene, comic 
Model Pemberdayaan Ibu dalam Mencegah Stunting di Wilayah Pedesaan Resti Utami; Kholifah Siti
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i2.4867

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Pemberdayaan ibu dikaitkan dengan peningkatan gizi anak, dan keduanya mendukung pencapaian beberapa tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan suatu model pemberdayaan ibu dalam mencegah stunting di wilayah pedesaan. Penelitian menggunakan metode analitik deskriptif pendekatan cross sectional. Metode: Desain penelitian menggunakan analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan buku KIA. Penelitian dilakukan di Desa Biting, wilayah kerja  Puskesmas Arjasa. Sampel dalam penelitian sebesar 100 responden. Penelitian mengoperasionalkan pemberdayaan ibu dengan menggunakan tiga domain resources (lingkar lengan atas/LILA, usia ibu, pendidikan ibu), agency (keputusan pemberian asi eksklusif), dan achievements (status gizi balita). Analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan Partial Least Squares. Hasil: Model pemberdayaan ibu yang didasarkan pada kerangka kerja Kabeer (1999) yang terdiri dari resources, agency, dan achievements telah fit berpengaruh dalam mencegah stunting di wilayah pedesaan yang ditunjukan dengan nilai GoF 0,773 dan predictive relevance 0,643 mendekati nilai 1. Simpulan dan Implikasi: Temuan ini memberikan beberapa penjelasan dan implikasi potensial bahwa: 1) pemberdayaan ibu berfungsi sebagai jalur dasar untuk mencegah stunting terutama meningkatkan gizi balita, 2) peningkatan ini dapat berasal dari peningkatan agency ibu yang berkaitan dengan keputusan untuk memberikan ASI eksklusif, 3) mekanisme biologis dan sosial dimana usia, nutrisi yang memadai dari wanita sebelum dan selama kehamilan (ditunjukan dengan indikator kecukupan energi lingkar lengan atas/LILA), dan pendidikan ibu mengoptimalkan transfer informasi ibu dalam mendukung keputusan pemberian asi eksklusif yang pada akhirnya dapat berkontribusi dalam mencegah stunting dengan meningkatkan gizi balita.
Analisis Perkembangan Anak Usia Balita Di Desa Suci Zuhrotul Eka Y Anggraeni; Wahyudi Widada
The Indonesian Journal of Health Science Vol 9, No 1 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v9i1.1260

Abstract

Perkembangan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif dan kualiatif. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ, dan sistem organ yang berkembangan sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Penelitian yang bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sample 167 Balita tersebar di 5 posyandu melalui teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan pengukuran menggunakan KPSP. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan analisis multivariat regresi linier. Variabel yang berpengaruh terhadap perkembangan berdasarkan hasil analisis uji statistik diatas menunjukan variabel variabel yang berpengaruh adalah  IMT ( indeks Massa Tubuh) dengan nilai p-value 0.17 faktor tersebut memiliki kontribusi lebih besar dibandingakan dengan faktor faktor lain dalam mempengaruhi perkembang. Status gizi anak memiliki peran penting peran penting dalam perkembangan anak. Gizi balita akan membantu optimalisasi dari perkembangan otak yang akan berdampak pada disemua semua aspek perkembangan. Aspek perkembangan meliputi: perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal sosial pada balita.Kata kunci : Perkembangan, Balita , Faktor dominan
Identification Latent Tuberculosis Infection In Dialysis Patients : A Systematic Review hamidah retno wardani
The Indonesian Journal of Health Science Vol 13, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v13i2.6452

Abstract

LTBI infection is a dormant condition of the tuberculosis organism. It is often defined as a condition without symptom with the tuberculosis organisms in the lung tissue, without clinical signs, or radiological signs. LTBI can become active TB in immunosuppressed hosts caused by comorbid disease or medical therapy such as patients with end-stage renal disease. Screening TB infection using examination tests such as the TST, QFT-G, and complete treatment in dialysis patients can avoid the progression of LTBI into active-TB. This research identified the incidence of LTBI in dialysis patients using the two-step TST and QFT-G. A Systematic Review study to identification the incidence of LTBI in dialysis patients using the Prefered Reporting Items for Systematic Review and Meta-analysis protocol. Derived from 67 related articles and obtained 4 articles using the Randomized Control Trial (RCT). Totally 516 dialysis patients and the study showed that the incidence of LTBI using two-step TST (cut off ≥ 10 mm) and QFT-G (≥ 35 IU/ml) showed that TST /QFT-G positive 68 patients (18.47%), only positive TST 22 patients (5.97 %), only positive QFT-G 77 patients (20.92%). This study showed that a high incidence of LTBI in dialysis patients. Early detection and complete treatment of LTBI should be performed in dialysis patients to avoid the reactivation of LTBI into active TB.
PENGARUH TERAPI KELUARGA TERHADAP DUKUNGAN KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN DENGAN MASALAH DIABETES MILLITUS Yudha Jatmika; Puspa Fitriyana; Jamilatul Komari; Chairun Nisak; Novaria Puspitasari; Novita Nurkamilah; Siti Aisyah Asri; Mayangga Sukmawati; Hanny Rasni
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1533

Abstract

Dukungan keluarga adalah bentuk bantuan yang diberikan salah satu anggota keluarga untuk memberi kenyamanan fisik dan psikologis pada saat seseorang mengalami sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh Pengaruh Terapi Keluarga terhadap Dukungan Keluarga dalam Merawat Klien dengan Masalah Diabetes Millitus. Penelitian ini menggunakan metode intervensi semu (quasi experiment) dengan rancangan pre-post test with control group design untuk mengetahui pengaruh terapi keluarga terhadap dukungan keluarga dalam merawat klien dengan masalah perilaku kekerasan. Responden penelitian dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi (perlakuan) dan kelompok kontrol (tanpa perlakukan) kemudian intervensi terapi keluarga diberikan pada kelompok intervensi, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan intervensi terapi keluarga. Subyek penelitian ini adalah 2 keluarga yang memenuhi kriteria inklusi. . Teknik sampel yang digunakan adalah consecutive sampling yang terdiri dari 2 keluarga. Data dianalisis dengan menggunakan uji t dependen dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil uji t dependen menunjukkan perbedaan signifikan. Terapi edukasi keluarga dapat meningkatkan dukungan keluarga dalam merawat anggota keluarganya yang menderita DM tipe 2 di desa Serut (p = 0,001). Kata kunci: Terapi keluarga, Dukungan Keluarga, Diabetes Mellitus
RISIKO ASFIKSIA NEONATORUM BERDASARKAN KEADAAN AIR KETUBAN DI RSU Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO TAHUN 2018 Jenie Palupi; Wahyudi Widada; Ayu Agustina Fitrianingsih
The Indonesian Journal of Health Science Vol 11, No 1 (2019): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v11i1.2235

Abstract

Asfiksia neonatorum adalah kondisi bayi baru lahir tidak segera bernafas secara spontan dan teratur. Salah satu penyebab dari asfiksia neonatorum ialah keadaan air ketuban yang bercampur dengan mekonium atau keruh. Tujuan penelitian untuk mengetahui besar risiko asfiksia neonatorum berdasarkan keadaan air ketuban di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel yaitu sebagian ibu bersalin. Besar sampel 100 responden. Instrumen yang digunakan adalah checklist dari data yang diambil di rekam medik RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso tahun 2018. Analisa data menggunakan odds ratio. Hasil penelitian didapatkan 49% bayi mengalami asfiksia dan 82% ibu bersalin dengan keadaan ketuban keruh serta 46% ibu bersalin dengan keadaan air ketuban keruh melahirkan bayi dengan asfiksia. Hasil analisis bivariat menggunakan komputer dengan SPSS didapatkan  hasil odds ratio yaitu sebesar 6,389 yang artinya keadaan air ketuban keruh 6,389 kali lebih berisiko bayi lahir mengalami asfiksia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan perawat atau bidan dapat memberikan pelayanan serta mampu mendeteksi secara dini risiko bayi dengan asfiksia