cover
Contact Name
Abdul Jalil, SP
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
+6285334599691
Journal Mail Official
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata Sumbersari No, 49 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
The Indonesian Journal of Health Science
ISSN : 20875053     EISSN : 24769614     DOI : 10.32528/ijhs
Core Subject : Health, Science,
The Indonesian Journal of Health Science merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan dan diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember, dengan nomor p- ISSN: 2087-5053; e-ISSN: 2476-9614. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2010.
Articles 355 Documents
PENGARUH TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK TERHADAP KEMAMPUAN IBU DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL OTONOMI DAN KECEMASAN BERPISAH PADA KANAK-KANAKDI POSYANDU MELATI RW II KELURAHAN TLOGO MAS KOTA MALANG Esti Widiani* Ahsan** Lilik Supriati**
The Indonesian Journal of Health Science Vol 5, No 2 (2015): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v5i2.7

Abstract

In particular health problems of psychosocial development into one of the issues that need to be considered, so that the necessary efforts to improve health throughout the life span. Critical period which requires stimulation among which toddler. The aim in this study was to obtain an overview of Effect of Therapeutic Group on Mother Ability to Stimulate of Psychosocial Development Autonomy and Separation Anxiety  OnToddler In Posyandu RW II Tlogomas Malang. The research design is quasi-experimental pre-post test with control group. The technique used for sampling in this study is simple random sampling with 25 samples obtained for the treatment group and 26 samples for the control group. The results showed an increase in the mother's ability to stimulate the development of autonomy and separation anxiety in the group receiving therapeutic group was significantly higher (p value 0.05) compared with the control group. This therapy is recommended to be done on mental health services for mothers who have children ages 18 months -3 years.
HYPNOTHERAPY PADA PASIEN HEMODIALISIS YANG MENGALAMI CHRONIC SORROW Widyasih Sunaringtyas; Diana Rachmania; Linda Ishariani
The Indonesian Journal of Health Science Vol 11, No 2 (2019): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v11i2.2951

Abstract

Chronic sorrow merupakan kesedihan mendalam atau perasaan berduka yang sedang berlangsung akibat pengalaman kehilangan yang terjadi secara berulang. Perasaan sedih dan pengalaman kehilangan tersimpan dalam memori bawah sadar. Keadaan ini dapat dialami pada kasus kasus paliatif, salah satunya gagal ginjal kronis dengan tindakan invasive hemodialisis. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh hypnotherapy terhadap chronic sorrow. Desain penelitian menggunakan  quasy eksperiment dengan pendekatan pre test - post test with control group. Sampel adalah pasien hemodialisis yang mengalami chronic sorrow, terdiri dari 20 responden kelompok intervensi dan 20 responden kelompok control, dengan purphosive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrument untuk pengambilan data menggunakan intrumen baku kendall chronic sorrow. Uji pengaruh Wilcoxon Sign Rank pada kelompok intervensi menujukkan hasil p value =0,000 (p0,05) artinya H1 diterima, terdapat pengaruh hypnotherapy terhadap chronic sorrow, dan pada kelompok kontrol diperoleh p value: 0,65 (p0.05) sehingga H1 ditolak artinya tidak ada pengaruh hypnotherapy terhadap chronic sorrow. Uji beda menggunakan Mann Whitney antara kelompok intervensi dan kontrol sebelum perlakuan didapatkan p value= 0,075 artinya tidak ada perbedaan, sedangkan setelah perlakuan di dapatkan p value: 0,00 (p0,05) artinya terdapat perbedaan yang significant. Dari hasil pengujian statistik dapat disimpulkan bahwa hypnotherapy berpengaruh terhadap chronic sorrow. Hypnotherapy dapat menjangkau pikiran bawah sadar dengan cara membuka kritikal area sehingga dapat diberikan sugesti dalam menjalani hidup yang lebih damai, mensyukuri keadaan.
Daily Behavioural Penderita Diabetes Mellitus Tipe 1 Sebagai Triggers Kekambuhan Ketoasidosis Diabetikum Ana Fitria Nusantara; Achmad Kusyairi
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i2.4866

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Diabetes melitus tipe 1 merupakan  kelainan kronis dengan gangguan metabolisme  karbohidrat, protein dan lemak yang disebabkan oleh kekurangan insulin absolut. Ketoasidosis diabetikum adalah komplikasi paling sering terjadi yang membutuhkan pengelolaan secara akurat untuk mencegah terjadinya kematian pada pasien dengan DM tipe 1. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi perilaku harian penderita DM tipe 1 yang dapat menjadi pemicu serangan ulang ketoasidosis diabetikum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan phenomenology. Pengumpulan data dengan cara wawancara tidak terstruktur dan observasi. selanjutnya dilakukan analisis tehnik Van Manen. Partisipan berjumlah 24 orang. Hasil: Empat tema yang dihasilkan sebagai berikut: perilaku makan (jumlah, jenis, jam) sebelum terdiagnosa DM atau sebelum mengalami KAD,  perilaku minum (jumlah, jenis, jam) sebelum terdiagnosa DM atau sebelum mengalami KAD,  perilaku diit di luar aturan yang dilakukan di luar rumah, stress fisik dan psikologis. Simpulan dan Implikasi: Ketoasidosis diabetikum menjadi salah satu penyebab tingginya mortalitas pada usia anak. Oleh sebab itu penatalaksanaan pada penderita DM tipe 1 penting untuk dilakukan sehingga ketoasidosis tidak terjadi seperti memperhatikan perilaku makan, minum, diit, dan manajemen stress.
Efek Famhc (Family Health Conversation) Terhadap Keluarga Dengan Anggota Keluarga Yang Mengalami Masalah Kesehatan Di Desa Glagahwero, Jember Hanny Rasni; Devis Yulia Rohmana; Nilla Sahuleka
The Indonesian Journal of Health Science Vol 9, No 1 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v9i1.1259

Abstract

Program Keluarga Sehat pada saat ini merupakan salah satu yang dilaksanakan dalam program keperawatan masyarakat, salah satunya pada Puskesmas Panti Kecamatan Jember. Keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami suatu masalah kesehatan pasti dapat mempengaruhi sistem dalam keluarga tersebut. Family Health Conversation (FamHC) adalah salah satu intervensi berupa komunikasi terapeutik keluarga yang dibangun oleh anggota keluarga yang lain dengan anggota keluarga yang memiliki masalah kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Family Health Conversation terhadap keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan di Desa Glagahwero, Jember. Desain penelitian ini adalah preeksperimental one grup, pre-post test dengan jumlah 9 keluarga sesuai dengan kriteria sampel sebagai keluarga mandiri tingkat 1. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, serta peran aktif dalam keluarga sebagai bentuk peningkatan kemandirian keluarga. Perlakuan selama 6 minggu secara intensif melakukan kunjungan 2 kali dalam seminggu, diketahui adanya peningkatan 100% menjadi keluarga mandiri 4. Komunikasi keterlibatan keluarga merupakan tehnik yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemauan keluarga dalam mengupayakan adanya perubahan perilaku yang dapat menyelesaikan masalah kesehatan. Perlu dilaksanakan sosialisasi pada perawat perkesmas dalam melakukan salah satu alternatif intervensi keperawatan keluarga dengan bentuk Family Health Conversation.Kata Kunci : Family Health Conversation, keperawatan keluarga
The Relationship Between Care Environment Stressors with Oxygen Saturation and Quality of Life of Covid-19 Patients Suhariyati Suhariyati; Abdul Rokhman; Dias Tiara Putri Utomo; Arifal Aris; Siti Sholikhah
The Indonesian Journal of Health Science Vol 13, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v13i2.6450

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease which causes respiratory problems, acute respiratory syndromes, kidney failure, and even death. This research aimed to investigate the relationship between care environment stressors with oxygen saturation and quality of life of COVID-19 patients in isolation rooms of dr. Soegiri hospital Lamongan. The research applied a correlational design and conducted in isolation rooms of dr. Soegiri hospital Lamongan. The samples were 59 respondents who were obtained by purposive sampling. The data were gathered from March to May 2021. The research variables included care environment stressors, oxygen saturation, and quality of life. The instrument was a questionnaire. The data were analyzed by Gamma and Somers tests (α = 0.05). The research results showed that care environment stressors significantly related to oxygen saturation and quality of life (p 0.05). It is hoped that families and health workers will always provide support to COVID-19 patients who are being treated in isolation rooms. Further research is needed.
EFEK (FCEMNC) FAMILY CENTER EMPOWERMENT MODELION NUTRITION CHILDREN TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA DI DESA SERUT KECAMATAN PANTI Larasmiati Rasman; Tria Permata Sari; Latifa Aini
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1532

Abstract

Keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami suatu masalah kesehatan pasti dapat mempengaruhi sistem dalam keluarga tersebut. Family Center Empoworement Modelion Nutrition Children adalah salah satu intervensi berupa komunikasi terapeutik keluarga yang dibangun oleh anggota keluarga yang lain dengan anggota keluarga yang memiliki masalah kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengaruh Family Health Conversation terhadap peningkatan status gizi pada balita di Desa Panti, Jember. Desain penelitian ini adalah preeksperimental one grup, pre-post test dengan jumlah 9 keluarga sesuai dengan kriteria sampel sebagai keluarga mandiri tingkat 1. Hasil penelitian terdapat peningkatan tingkat kemandirian klien yaitu dari tingkat 1 ke tingkat 4.  Perlakuan selama 2 minggu secara intensif melakukan kunjungan 2 kali dalam seminggu, diketahui adanya pengaruh intervensi terhadap status gizi anak, yang dapat dilihat dari peningkatan berat badan. Komunikasi keterlibatan keluarga merupakan tehnik yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemauan keluarga dalam mengupayakan adanya perubahan perilaku yang dapat menyelesaikan masalah kesehatan. Perlu dilaksbalita an sosialisasi pada perawat perkesmas dalam melakukan salah satu alternatif intervensi keperawatan keluarga dengan bentuk pengaruh Family Health Conversation. Kata kunci : Family Health Conversation, keperawatan keluarga 
STATUS NUTRISI LANSIA DAN RISIKO JATUH PADA LANSIA Sofia Rhosma Dewi
The Indonesian Journal of Health Science Vol 11, No 1 (2019): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v11i1.2234

Abstract

Malnutrisi pada lansia dapat menyebabkan gangguan fungsi otot, gangguan kognitif, penurunan massa tulang, dan peningkatan morbiditas. Gangguan fungsi otot dan penurunan massa tulang akan mempengaruhi fungsi motorik lansia yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan fungsi postur tubuh yang menjadi salah satu prediktor jatuh pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi lansia dan risiko jatuh di UPT PSTW Jember. Penelitian ini adalah korelasional yang dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Ada 77 responden dalam penelitian ini dari total 140 lansia di UPT PSTW Jember. Responden diambil secara purposive sampling. Data yang diambil menggunakan MNA untuk status gizi dan TUG untuk risiko jatuh, data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi spearman. Analisis statistik menunjukkan nilai p 0,081 yang berarti tidak ada korelasi yang signifikan antara status gizi lansia dan risiko jatuh. Turunnya usia lanjut dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti gangguan sensorik, perubahan patologis, riwayat jatuh dan lingkungan
PEMAHAMAN PERAWAT TENTANG MPKP TIM DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DI RSD BALUNG JEMBER Asmuji * Diyan Indriyani **
The Indonesian Journal of Health Science Vol 6, No 2 (2016): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v6i2.135

Abstract

MPKP Tim is a professional nursing practice model that aims to improve the service which always refers to the effectiveness and efficiency in providing nursing care in the treatment room. However, from the source of the data collected by the students in 2016 showed, MPKP Tim implementation at the hospital is still below 75%, which means that relatively still does not meet the standard. The study is a correlational study using cross sectional approach. This research was conducted in inpatient hospitalization in RSD Balung on the March-May 2016. The study population was all nurses’ who served in inpatient RSD Balung with a sample of 50 nurses’ were taken by simple random sampling. The results showed that the average value of an understanding nurse about MPKP Tim is 8.5 points out of 16 maximum points. Based on the multiple linear regression statistical tests showed that the defenders' participation in training activities or MPKP and ward management has the closest relationship with an understanding nurses’ about MPKP Tim. This research was conducted in an attempt to find an understanding nurses’ about MPKP Tim and can provide solutions. Key Word: Nurses,  MPKP Tim
Indeks Kepuasan Pasien terhadap Pelaksanaan Discharge Planning oleh Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Asmuji Asmuji; Faridah Faridah
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i1.4853

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Kepuasan pasien merupakan cermin kualitas pelayanan kesehatan yang mereka terima. Pelayanan penting yang dapat menjadi faktor penentu kepuasan pasien adalah pelayanan persiapan pemulangan (discharge planning). Discharge planning merupakan kegiatan yang  dilakukan oleh tenaga kesehatan guna menyiapkan pasien agar mampu melakukan tindakan mandiri pada waktu sudah keluar rumah sakit. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi indeks kepuasan pasien terhadap pelaksanaan discharge planning oleh perawat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di ruang rawat inap kelas I, II, dan III dua rumah sakit di Kabupaten Jember dengan sampel sebanyak 60 responden diambil secara purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Rata-rata nilai harapan pada rumah sakit I adalah 3,6690 dengan rata-rata nilai kenyataan 3,0130. Rata-rata nilai harapan pada rumah sakit II adalah 3,5510 dengan rata-rata nilai kenyataan 2,9730. Indeks kepuasan pasien di rumah sakit I antara harapan dan kenyataan terdapat selisih 0,656 dan di rumah sakit II selisihnya 0,578. Hasil uji statistik (t-test) menunjukkan adanya perbedaan rata-rata nilai harapan dan kenyataan, baik di rumah sakit I (p value = 0,004; α.= 0,05) maupun di rumah sakit II (p value = 0,016; α.= 0,05). Simpulan dan Implikasi: Pelaksanaan discharge planning masih belum menjadi budaya yang mengakar pada diri tenaga kesehatan termasuk perawat, sehingga pelaksanaannya belum maksimal dan belum dapat memberikan rasa puas kepada pasien sebagai penerima layanan. Dengan demikian rumah sakit wajib menetapkan kebijakan yang mengatur tentang discharge planning. 
PENGALAMAN ODHA DALAM MENGHADAPI STIGMA DAN DISKRIMINASI TERKAIT PENYAKITNYA Wenny Nugrahati Carsita
The Indonesian Journal of Health Science Vol 8, No 2 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v8i2.869

Abstract

HIV AIDS is a global problem where every country reports that HIV AIDS is the greatest health challenge. In Indonesia, the number of people living with HIV AIDS  (PLWHA)  from  year  to  year  is  increasing.  HIV  AIDS  disease  affects physical and psychosocial problems where one of the causes is stigma and discrimination. Stigma and discrimination have a negative impact on the life of PLWHA including health behavior. The aim of this study is to explore the experience of PLWHA in the face of stigma and discrimination related to the disease. This study used a qualitative research design using interpretive phenomenological approach. Data were collected by in-depth interviews in 6PLWHA who were able to express their experiences and were willing to be participants. The results were analyzed by Van Manen method. Five themes were identified in this study namely: (1) Suffering from a scary disease (2) Avoided (3) Experiencing negative emotional response (4) Want to be accepted (5) Ignoring stigma and discrimination. The experience of PLWHA in the face of stigma and discrimination effect misery and hope for PLWHA. All the processes faced by PLWHA in the form of suffering scary disease and avoidance generate negative emotional response. The negative emotional response experienced by the PLWHA raises hope that PLWHA can be accepted although the attitudes and actions done by PLWHA is avoided. It is hoped for health workers to increase promotive efforts through AIDS education activities to minimize stigma and discrimination in PLWHA,  and  the  health  workers  also  understanding  about  the  suffering  of PLWHA not limited to physical problems due to illness, but also psychological and social consequences of stigma and discrimination. Keywords: experience, PLWHA, stigma, discrimination.