cover
Contact Name
Pepi Sugianto Umar
Contact Email
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Phone
+6282394946611
Journal Mail Official
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Editorial Address
Jalan Taman Pendidikan No. 36 Kel. Moodu Kec. Kota Timur Kota Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS
ISSN : 24078484     EISSN : 25497618     DOI : -
Jurnal Health and Nutritions adalah terbitan berkala yang memuat artikel penelitian ilmiah di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Health and Nutritions diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain. Jurnal Health and Nutritions diterbitkan 2 kali dalam setahun (bulan Februari dan Agustus) oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Jurnal ini merupakan jurnal peer-reviewed dan open access journal yang berfokus pada ilmu gizi dan kesehatan.
Articles 188 Documents
PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT TERHADAP KOLESTEROL TOTAL PADA PENDERITA HIPERLIPIDEMIA DI RSUD DR. MM. DUNDA LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Novian Swasono Hadi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 2, No 2 (2016): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v2i2.109

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT TERHADAP KOLESTEROL TOTAL PADA PENDERITA HIPERLIPIDEMIA DI RSUD DR. MM. DUNDA LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO
KARAKTERISTIK IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DI KECAMATAN TILANGO KABUPATEN GORONTALO Anna Y. Pomalingo; Denny Indra Setiawan; Misnati Misnati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 1 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v4i1.137

Abstract

ABSTRACT Chronic Energy Deficiency at women in childbearing age and pregnant women tend to give birth with low birth weight. Prevalence of Chronic Energy Deficiency at women in childbearing age in Gorontalo Province is 14,3% while in Gorontalo District is 16,9%. Data from Department of Health of Gorontalo District in Sub-district of Tilango show that in 2015, there are 45 Chronic Energy Deficiencies at pregnant women out of 330 pregnant women or 13,6% and it improves to 52 people or 15,7% in 2016. Objective: to obtain description of characteristics of Chronic Energy Deficiency at pregnant women in Sub-district of Tilango, District of Gorontalo in 2017. Significance of Research: The research is expected to be new discourse for people particularly pregnant women on the importance of maintaining health and adequate nutrition in order to avoid Chronic Energy Deficiency problem that may have bad impact to either mothers or fetus. Methodology of Research: it applies quantitative method. It is a survey research with descriptive approach. Analysis: it applies descriptive analysis to describe every variable, either independent or dependent variable. This analysis is distribution of frequency and percentage at every variable. Conclusion: pregnant woman education that has Chronic Energy Deficiency is just elementary school aged 20 to 35 years, mostly work as housewife and have monthly income for less than one million rupiah. Keywords: Pregnant women, Chronic Energy Deficiency ABSTRAK Gizi merupakan salah satu faktor penentu utama kualitas sumber daya manusia. Peran gizi dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia telah dibuktikan dari berbagai penelitian. Gangguan gizi pada awal kehidupan akan mempengaruhi kualitas kehidupan berikutnya (Depkes, 2012). Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh gambaran karakteristik ibu hamil KEK di Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo Tahun 2017. Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat menjadi wacana baru bagi masyarakat terutama para ibu hamil agar mempunyai gambaran tentang pentingnya memelihara kesehatan dan gizi yang memadai pada saat hamil agar terhindar dari masalah KEK yang akan berdampak buruk pada ibu maupun janin. Metodologi penelitian ini menggunakan Metode Kuantitatif dengan pendekatan survey deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki tingkat pendidikan tertinggi sejumlah 9 orang (50%), Paritas ibu hamil KEK tertinggi sejumlah 13 orang (72,2%), ANC ibu hamil KEK tertinggi adalah ANC baik sebanyak 12 orang (66,7%), dan Konsumsi tablet Fe ibu hamil KEK tertinggi adalah tidak mengkonsumsi sebanyak 11 orang (61,1%). Kata Kunci: Ibu Hamil, Gizi, Kurang Energi Kronis
HIPERTENSI, DASH DIET, DAN MULTIDISIPLIN ILMU Nur Ayu Ruhmayanti
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 2 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v1i2.47

Abstract

Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah melebihi batas normal. Hipertensi merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler. Hipertensi bisa terjadi akibat perubahan gaya hidup, utamanya dalam konsumsi makanan tinggi natrium. Penanganan hipertensi dimulai dari kesadaran pentingnya menjaga tekanan darah melalui pembatasan makanan tinggi natrium, tinggi kalium dan kalsium; aktifitas fisik teratur; dan hindari alkohol yang dikenal dengan istilah DASH Diet. Untuk mencegah dan mengobati hipertensi membutuhkan peran dari multidisiplin kesehatan dan pihak terkait.
GAMBARAN FREKUENSI DAN JENIS MAKANAN JAJANAN DI SDN 17 BONGOMEME KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2014 Indra Domili
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 1 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v1i1.4

Abstract

Anak usia sekolah adalah investasi bangsa,karena anak usia tersebut adalah generasi penerus bangsa. Tumbuh berkembangnya anak usia yang optimal tergantung pemberian zat gizi dengan kualitas dan kuantitas yang benar. Pada masa tumbuh kembang tersebut pemberian zat gizi atau asupan zat gizi pada anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna. Makanan jajanan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesan. Keunggulan makanan jajanan adalah murah dan mudah didapat, serta cita rasa yang enak dan cocok dengan selera sebagian besar masyarakat termasuk anak sekolah. Makanan jajanan sekolah sangat beresiko terhadap cemaran biologis atau kimiawi yang banyak menganggu kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran frekuensi dan jenis makanan jajanan Anak Sekolah di SDN 17 Bongomeme Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 103 orang yaitu siswa kelas III, IV danV di SDN 17 Bongomeme Kabupaten Gorontalo. Data yang dikumpulkan meliputi frekuensi makanan jajanan dan jenis makanan jajanan. Data diperoleh dari hasil pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar frekuensi makanan jajanan anak sekolah di SDN 17 Bongomeme Kabupaten Gorontalo kategori baik sebanyak 83 siswa (80,6%) dan kategori tidak baik sebanyak 20 siswa (19,4%). Jenis makanan jajanan anak sekolah di SDN 17 Bongomeme Kabupaten Gorontalo paling banyak dikonsumsi adalah jenis gorengan (pisang goreng) 57 Siswa (55,3%), serta jenis minuman yang paling banyak di konsumsi adalah minuman kemasan (panther) sebanyak 61 orang (59.2%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN HIPERTENSI DI RSUD M.M. DUNDA LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Imran Tumenggung; Andi Herlina
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 2 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v3i2.126

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a chronic disease that becomes one of the health problems in Indonesia with a prevalence of 25.8%. This figure is quite high and tends to increase along with a lifestyle that is closely related to diet. One of the problems of hypertension management is patient compliance in the diet. The patient's knowledge of hypertension is one of the factors that contribute to the patient's compliance. This study aims to determine the relationship of knowledge to the diet compliance of hypertensive patients. The type of research is an analytic survey with the cross-sectional design. The sample used was 30 hypertension patients who were hospitalized in RSUD M.M. Dunda Limboto Gorontalo District during May 2015, taken with accidental sampling technique. Research instruments used questionnaires and observation sheets. The result showed that the knowledge of hypertension patients was mostly good (70%), and the compliance of hypertensive patients diet was also categorized accordingly (63.3%). The statistical test showed that there was a correlation between knowledge with the patient's hypertension compliance in the diet, with p = 0,04 at α = 0,05. Keywords:Knowledge, Diet Compliance, Hypertension. ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi 25,8%. Angka ini cukup tinggi dan cenderung meningkat seiring dengan gaya hidup yang erat kaitannya dengan pola makan. Salah satu masalah penatalaksanaan hipertensi adalah kepatuhan pasien dalam menjalankan diet. Pengetahuan pasien tentang penyakit hipertensi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi mempengaruhi kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan diet pasien hipertensi. Jenis penelitian survey analitik dengan desain potong lintang. Sampel yang digunakan berjumlah 30 orang pasien hipertensi yang dirawat inap di RSUD M.M. Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo selama bulan Mei 2015, yang diambil dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan pasien hipertensi sebagian besar berkategori baik (70%), dan kepatuhan diet pasien hipertensi sebagian besar juga berkategori patuh (63,3%). Uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kapatuhan pasien hipertensi dalam menjalankan diet, dengan nilai p = 0,04 pada α = 0,05. Kata kunci : Pengetahuan, Kepatuhan Diet, Hipertensi.
HUBUNGAN KONSELING GIZI DAN PEMBERIAN MAKANA TAMBAHAN (PMT) TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KOTA GORONTALO Minati Misnati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 2, No 2 (2016): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v2i2.114

Abstract

HUBUNGAN KONSELING GIZI DAN PEMBERIAN MAKANA TAMBAHAN (PMT) TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KOTA GORONTALO
TINGKAT PENERIMAAN KONSUMEN TERHADAP BROWNIES KUKUS DENGAN PENAMBAHAN JAGUNG MANIS Febriyanti Hunowu; Fitri Yani Arbie
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 2 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v4i2.172

Abstract

ABSTRACT Background: In general, sweet corn is only used as a staple food. For that we need a special approach, so that the sweet corn plant is known to benefit the community. The purpose of this study was to determine the level of consumer acceptance of steamed brownies by adding sweet corn through an organoleptic test which included color, aroma, texture, and taste with the addition of sweet corn 0 grams, 50 grams, 100 grams, 150 grams. Method: The method used in this study was an organoleptic test experiment with a hedonic scale approach whose results were processed using the effectiveness index test and hedonic test with 4 treatments. Untrained panelists as many as 40 people. Results: The results showed that organoleptic test with the highest level of acceptance was brownies without the addition of sweet corn 0 grams (0.194 Nh) to taste. Addition of sweet corn 50 grams (0.186 Nh) to color. Addition of sweet corn 100 grams Nh (0.176) to the texture. Addition of sweet corn 150 grams (0.171 nh) to color. Conclusion: Based on the effectiveness index test explains that the overall level of consumer acceptance in steamed brownies with the addition of sweet corn for the best rating is in the sample P0 or without the addition of sweet corn. Keywords: sweet corn, brownies, organoleptic test. ABSTRAK Latar belakang: Pada umumnya jagung manis hanya dimanfaatkan sebagai makanan pokok. Untuk itu perlu suatu cara pendekatan khusus, agar tanaman jagung manis dikenal manfaatnya oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap brwonies kukus dengan penambahan jagung manis melalui uji organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa dengan penambahan jagung manis 0 gram, 50 gram, 100 gram, 150 gram. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen uji organoleptik dengan pendekatan skala hedonik yang hasilnya diolah menggunakan uji indeks efektivitas dan uji hedonik dengan 4 perlakuan. Panelis tidak terlatih sebanyak 40 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan uji organoleptik dengan tingkat penerimaan yang paling tinggi adalah brownies dengan tanpa penambahan jagung manis 0 gram (Nh 0,194) pada rasa. Penambahan jagung manis 50 gram (Nh 0,186) pada warna. Penambahan jagung manis 100 gram Nh (0,176) pada tekstur. Penambahan jagung manis 150 gram (Nh 0,171) pada warna. Kesimpulan: Berdasarkan uji indeks efektivitas menjelaskan bahwa secara keseluruhan tingkat penerimaan konsumen pada brownies kukus dengan penambahan jagung manis untuk penilaian terbaik adalah pada sampel P0 atau tanpa penambahan jagung manis. Kata Kunci: jagung manis, brownies, organoleptik test
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR PADA ANAK STUNTING DAN NON STUNTING DI SDN 03 DUPI KABUPATEN GORONTALO Imran Tumenggung; Rika Syamsu
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 2, No 1 (2016): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v2i1.105

Abstract

ABSTRACT Until now stunting is one of the nutritional problems that needs attention. National stunting prevalence in 2013 was 37.2%, which means an increase compared to 2010 (35.6%). The prevalence of stunting in Gorontalo is 38.9% and is ranked 18th out of 20 provinces above national prevalence. This study aims to determine the differences in learning achievement in stunting and non-stunting children in Dulupi Elementary School 03, Dulupi District, Boalemo Regency. This study used analytic survey with a cross sectional study design. The population of all school children in Dulupi Elementary School 03 (grade 1 s.d grade 5) is 231 children. Data collection is done using observation sheets, data analysis using Chi square (X2) test. Based on the results of the study, it was found that children categorized as stunting had a good value of 20 people (62.5%), while non-stunting had a good score of 52 people (89.95%). The children with the most non-stunting nutritional status were as many as 58 children (64.4%), while the stunting were 32 people (35.5%). The statistical test p = 0.002 X2 (Chi square) of 9.504 was greater than X2 table 3.481, meaning Ho was rejected and Ha accepted. The conclusion of this study is that there are differences in learning achievement in stunting and non-stunting children in Dulupi Elementary School 03, Dulupi District, Boalemo Regency. ABSTRAK Sampai saat ini stunting merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian. Prevalensi stunting secara nasional tahun 2013 adalah 37,2%, yang berarti terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2010 (35,6%). Prevalensi stunting di Gorontalo sebesar 38,9% berada diurutan ke 18 dari 20 provinsi di atas prevalensi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar pada anak stunting dan non stunting di SDN 03 Dulupi Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo. Penelitian ini yang menggunakan survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi seluruh anak sekolah di SDN 03 Dulupi (kelas 1 s.d kelas 5) sebanyak 231 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, analisis data menggunakan uji Chi square (X2). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa anak yang dikategorikan stunting memiliki nilai yang baik sejumlah 20 orang (62,5%), sedangkan non stunting yang memiliki nilai baik sebanyak 52 orang (89,95%). Anak yang status gizinya non stunting paling banyak yaitu sebanyak 58 anak (64.4%), sedangkan yang stunting 32 orang (35.5 %).Uji statistik p = 0,002 X2 (Chi square) sebesar 9.504 lebih besar dari X2 tabel 3.481, artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan prestasi belajar pada anak stunting dan non stunting di SDN 03 Dulupi Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GOUT ARTRITIS DI RSUD TOTO KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Imran Tumenggung
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 2 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v1i2.12

Abstract

Penyakit gout artritis adalah salah satu penyakit peradangan sendi yang ditandai dengan penumpukan kristal monosodium urat di dalam ataupun di sekitar persendian. Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang beresiko terserang penyakit asam urat atau gout arthritis adalah pola makan (mencakup frekuensi makan, jenis makanan, dan jumlah/porsi makan) tinggi purin. Hal penting yang mempengaruhi penumpukan kristal adalah hiperurisemia dan saturasi jaringan tubuh terhadap asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian penyakit gout artritis di RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan case control study. Besar sampel sebanyak 42 orang pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi square (X2dan Odds Ratio (OR). Hasil uji statistik didapatakan bahwa pada α = 0,05, p value = 0,04, X2 hitung lebih besar dari X2 tabel (4,356 >3,481), dimana Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai OR = 4, 136. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian penyakit gout arthritis. Pasien dengan pola makan tidak baik berisiko 4,1 kali lebih besar mengalami penyakit gout artritis. Kata Kunci : pola makan, gout artritis.
ANALISIS ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO PADA MENU SARAPAN TERHADAP STATUS GIZI REMAJA DI SMP NEGERI 1 KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Nur Ayu Ruhmayanti; Yade Kurnia Yasin
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 1 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v4i1.131

Abstract

ABSTRACT Based on the data, about 50% of adolescents (17 – 20 years) do not get breakfast, 89% of adolescents believe that breakfast is somehow important and only 60% of them get breakfast regularly. Breakfast actually contributes for 15-30% of calorie fulfilment for daily need. There are only 26,1% of Indonesian children who consume drink (drinking water, tea or milk) and about 44,6% is less or do not get breakfast. Objective of research is to analyze energy intake and macro nutrients of breakfast menu and to identify correlation of energy intake and macro nutrients with nutritional status. Design of research is qualitative research with interview, questionnaire filling and recall of 24 hours methods at 171 respondents who are students of class VII at SMP Negeri 1 Kabila, District of Bone Bolango. Weight and height measurement are performed to determine respondents’ nutritional status. The data are processed by SPSS program through non-parametric test as the data are not normally distributed. Finding: statistical data analysis shows that 88,9% of adolescents have less energy intake, 93% of adolescents have less carbohydrate intake, 53,2% of adolescents have less protein intake and 76% of adolescents have less fat intake from breakfast need. There is no significant correlation between energy intake and macro nutrients of breakfast menu with respondents’ nutritional status as shown by value of significance for p > 0,05. Conclusion: Mostly adolescents at SMP Negeri 1 Kabila have less energy intake and macro nutrients of the need. There is no correlation between energy intake and breakfast nutrients with nutritional status of adolescents. Keywords: Breakfast, Adolescents, Macro Nutrients ABSTRAK Sekitar 50% remaja akhir (17-20 tahun) tidak sarapan, 89% remaja menyakini sarapan memang penting, namun yang sarapan secara teratur hanya 60%. Sarapan menyumbang 15-30% pemenuhan kalori dari kebutuhan sehari. Terdapat 26,1% anak Indonesia hanya mengonsumsi minuman (air putih, teh, atau susu) dan sekitar 44,6% kurang atau tidak sarapan. Tujuan penelitian untuk menganalisis asupan energi dan zat gizi makro menu sarapan dan mengidentifikasi hubungan asupan energi dan zat gizi makro dengan status gizi. Desain penelitian adalah analisis kualitatif dengan metode wawancara, pengisian kuesioner, dan recall 24 jam pada 171 responden yang merupakan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango. Pengukuran berat badan dan tinggi badan dilakukan untuk menentukan status gizi responden. Data diolah dengan SPSS menggunakan uji non-parametrik karena data berdistribusi tidak normal. Hasil: Hasil data secara statistik menunjukkan 88,9% remaja memiliki asupan energi kurang, 93% remaja memiliki asupan karbohidrat kurang, 53,2% remaja dengan asupan protein kurang, dan 76% remaja dengan asupan lemak kurang dari kebutuhan sarapan. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara asupan energi dan zat gizi makro dari menu sarapan dengan status gizi responden dengan nilai signifikansi p>0,05. Simpulan: Sebagian besar remaja di SMP Negeri 1 Kabila memiliki asupan energi dan zat gizi makro kurang dari kebutuhan. Tidak terdapat hubungan antara asupan energi dan zat gizi sarapan dengan status gizi remaja. Kata Kunci: sarapan, remaja, gizi makro

Page 7 of 19 | Total Record : 188