cover
Contact Name
Eni Defitriani
Contact Email
phi.unbari@gmail.com
Phone
+6285266564333
Journal Mail Official
phi.unbari@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Matematika, Universitas Batanghari Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : 25980661     DOI : https://www.doi.org/10.33087/phi
Core Subject : Education,
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika is an open access peer-reviewed journal that aims to share and discuss issues and research results. This journal is published by Mathematics Education Program Study, Batanghari University. This journal publishes scientific articles on research results and reviews covering the fields of mathematics education. This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 268 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS IV SDN 101/X LAMBUR I Yuli Amaliyah; Mardiana Mardiana; Panut Setiono
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2020): EDISI OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v4i2.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas IV SDN 101/X Lambur I dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Open-Ended. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SDN 101/X Lambur I. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 101/X Lambur I dengan jumlah 24 orang siswa. Hasil penelitian memperlihatkan pembelajaran kooperatif tipe Open-Ended dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif matematis siswa. Keterampilan berpikir kreatif matematis siswa setelah penerapan model pembelajaran Kooperatif Open-Ended dari siklus I ke siklus II meningkat Sebesar 16,7% atau terdapat penambahan sebanyak 4 orang anak yang memiliki kemampuan berpikir kreatif matematis dengan kategori ‘Sangat Baik’ dari sebelumnya. Selain itu terdapat kenaikan Sebesar 25% atau terdapat penambahan 6 orang anak yang memiliki kemampuan berpikir kreatif matimatis dengan kategori ‘Baik’. Kata kunci :Pembelajaran Kooperatif Tipe Open-Ended; Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis.
REPRESENTASI SISWA VISUAL, AUDITORI DAN KINESTETIK DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA Akhmad Faisal Hidayat
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2020): EDISI OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v4i2.103

Abstract

Kemampuan representasi dan kemampuan pemecahan masalah merupakan dua diantara kemampuan matematis yang penting untuk dikembangkan. Memecahkan masalah membutuhkan kemampuan untuk me-recall informasi-informasi yang dibutuhkan serta direpresentasikan baik secara visual maupun verbal. Informasi-informasi tersebut diperoleh, dikelola dan di-recall melalui sebuah sistem yang disebut sebagai gaya belajar. Penelitian ini melibatkan siswa yang mengikuti pembinaan olimpiade matematika tingkat sekolah dengan tujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai representasi siswa dalam memecahkan masalah matematika. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Hasil penelitian menunjukkan subjek bergaya belajar visual dan auditori, keduanya menunjukkan tiga indikator representasi matematis dalam memecahkan masalah terkait materi bilangan, permutasi, kombinasi dan geometri. Sedangkan subjek  bergaya belajar kinestetik hanya menunjukkan dua indikator representasi matematis, yakni representasi visual dan representasi verbal menggunakan kata-kata atau teks tertulis. Pada tahap penyajian data, ketiga subjek melakukannya dengan membuat gambar geometri dan model matematika berdasarkan situasi yang diberikan. Namun gambar dan model yang dibuat oleh subjek kinestetik pada soal geometri kurang tepat sehingga kurang membantu dalam menggambarkan situasi permasalahan yang sebenarnya. Sedangkan pada tahap penyelesaian masalah, ketiga subjek melakukannya dengan menggunakan pola dan menarik kesimpulan dari pola yang dibuat sebagai solusi penyelesaian. Selain itu subjek auditori juga menggunakan ekspresi matematika dalam penyelesaian masalah geometri. Kata kunci : Visual; Auditori; Kinestetik; Masalah Matematika; Representasi
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL CERITA TRIGONOMETRI Ika Diah Pratiwi; Aritsya Aritsya; Yanti Yanti
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2021): EDISI APRIL 2021
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v5i1.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apa saja kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita trigonometri di SMA PLUS YASPIDA Kota Sukabumi tahun ajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI  SMA PLUS YASPIDA Kota Sukabumi dengan pengambilan subjeknya adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita trigonometri sebagai berikut : (1) kesalahan konsep yaitu kesalahan diswa tidak dapat menuliskan/mengidentifikasi apa yang diketahui dan dicari, ketidakmampuan siswa dalam mentransformasikan kalimat ke dalam model matematika, dan kurangnya penguasaan konsep yang diterapkan. (2) kesalahan prinsip yaitu siswa membaca soal kurang tepat sehingga terjadi kesalahan penafsiran, sulit memahami bahasa yang kurang familiar, mengakibatkan adanya kesalahan dalam menentukan rumus yang digunakan. (3) kesalahan operasi kesalahan perhitungan dalam betuk akar dan mengoperasikan bilangan penyebab munculnya kesalahan ini dikarenakan siswa kurang teliti melakukan perhitungan.
PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM BASE LEARNING (PBL) DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR Rugayah Rugayah
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2020): EDISI OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v4i2.108

Abstract

Latar. belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis matematika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk; 1. mengetahui penerapan PBL dan memaparkannya serta untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis, 2. mengetahui dan meningkatkan hasil belajar 3. mengetahui dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dan dilakukan dengan dua siklus Subjek penelitian adalah siswa kelas III  SD Negeri 49/IX Solok sebanyak 28 siswa. Pada penelitian ini menggunakan teknik. pengumpulan data meliputi observasi,  tes dan kuesioner. Pada penelitian ini Instrumen yang digunakan menggunakan lembar pengamatan, tes soal uraian, dan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan statistika deskriptif. Pembelajaran PBL pada penelitian ini melalui beberapa langkah yang meliputi: a. orientasi siswa pada masalah, b. mengorganisasikan siswa untuk belajar c. membantu penelitian mandiri dan kelompok, d. mengembangkan dan menyajikan hasil karya, e. Dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis materi perkalian dan pembagian kelas III A SDN 208/IX Sumber Jaya Tahun Pelajaran 2019/2020 ditempuh dengan menggunakan pembelajaran inovatif Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkalian dan pembagian, hal ini ditunjukkan dari hasil belajar siswa sebelumnya pada kondisi awal sebesar 71,92 meningkat pada siklus I sebesar 77,89 dan pada siklus II meningkat lagi sebesar 90,82. Sedangkan pencapaian KKM yang diperoleh siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 62,28%, meningkat pada siklus I sebesar 85,18% dengan KKM 75 dan pada siklus II menjadi 82,14% dengan KKM 80. Walaupun persentase peningkatan ketercapaian KKM mengalami penurunan pada siklus II, tetapi peneliti meningkatkan target dan nilai KKM disiklus II. Melalui pembelajaran inovatif Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi perkalian dan pembagian kelas III  SDN 208/IX Sumber Jaya Tahun Pelajaran 2019/2020. Perolehan nilai siswa dapat dilihat dari nilai  kemampuan berpikir kritis kondisi awal 50,35 dengan kriteria sangat tidak kritis meningkat pada kondisi akhir menjadi 71,62 dengan kriteria cukup kritis. Kata kunci:berpikir kritis; hasil belajar; problem base learning; siswa
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA TIPE HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS Tria Gustiningsi; Rahma Siska Utari
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2021): EDISI APRIL 2021
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v5i1.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal matematika tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) materi persamaan garis lurus yang valid dan praktis. Penelitian dilakukan dengan metode design research tipe development studies dengan tahapan penelitian menggunakan alur formative evaluation. Tahapan formative evaluation terdiri dari preliminary design, self evaluation, expert review, one to one, small group, dan field test. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP. Data dikumpulkan dengan walk-through, tes, wawancara, dan angket. Penelitian menghasilkan soal matematika tipe HOTS materi persamaan garis lurus yang valid dan praktis. Kevalidan dilihat dari komen expert pada tahap expert review segi konten, konstruk, dan bahasa yang menunjukkan bahwa soal telah sesuai dengan materi dan kriteria soal HOTS, sedangkan kepraktisan dilihat dari keterpakaian soal pada tahap one to one, small group, dan field test bahwa soal dapat digunakan oleh siswa dan tidak menimbulkan penafsiran ganda atau tidak membingungkan siswa saat mengerjakan soal yang dikembangkan.
PERBANDINGAN TRANSFORMASI LAPLACE DAN TRANSFORMASI SHEHU UNTUK MEENYELESAIKAN PERSAMAAN INTEGRAL VOLTERRA JENIS PERTAMA Agus Dahlia; Rahma Qudsi
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2021): EDISI APRIL 2021
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v5i1.121

Abstract

Tulisan ini merupakan studi perbandingan antara Transformasi Laplace dan transformasi integral baru Shehu untuk menyelesaikan Persamaan Integral Volterra Jenis Pertama. Untuk mengilustrasikan kedua metode yang diusulkan, tiga persamaan Volterra Integral yang berbeda dari contoh jenis pertama disajikan, yang selanjutnya hasilnya dibandingkan.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH KALKULUS II Ayu Yarmayani; Risma Simamora
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2020): EDISI OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v4i2.104

Abstract

Kalkulus merupakan salah satu matakuliah wajib bagi mahasiswa program studi pendidikan matematika yang bertujuan untuk membekali mahasiswa pada pemahaman konsep-konsep kalkulus. Aktivitas penyelesaian masalah akan telaksana jika mahasiswa memahami konsep-konsep matematika yang terkait langsung dengan masalah yang akan diselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa program studi pendidikan matematika. Subjek pada penelitian ini dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dengan 5 (lima) orang subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep sekitar 60% yang dapat memenuhi dan 40% tidak dapat memenuhi, pada indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis sekitar 60% yang dapat memenuhi dan 40% tidak dapat memenuhi, pada indikator mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep sekitar 80% yang dapat memenuhi dan 20% tidak dapat memenuhi dan pada indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu sekitar 40% yang dapat memenuhi dan 60% tidak dapat memenuhi indikator tersebut. Kata Kunci: Kalkulus; Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
PROBING-PROMTING LEARNING BERBANTU BAHAN AJAR DESAIN DIDAKTIS: DAMPAKNYA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS Ima Damayanti; Achi Rinaldi; Rizki Wahyu Yunian Putra
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2021): EDISI APRIL 2021
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v5i1.126

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemahaman konsep matematis berdasarkan model pembelajaran Probing-Promting menggunakan bahan ajar desain didaktis. Pada penelitian ini terdapat dua variable, yaitu variable bebas dan variable terikat. Model pembelajaran Probing-Promting menggunakan bahan ajar desain didaktis sebagai variable bebas dan pemahaman konsep matematis sebagai variable terikat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quisi Experimental Design. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Abung Timur. Berdasarkan hasil perhitungan statistik kemampuan pemahaman konsep matematis menggunakan uji ANOVA, terdapat pengaruh model pembelajaran Probing-Promting menggunakan bahan ajar desain didaktis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
ANALISIS PEMAHAMAN GURU TERKAIT KONTEN GEOMETRI DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN Siti Ramdhayani Litiloly; Nurjanah Salampessy
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2020): EDISI OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v4i2.109

Abstract

Menjadi seorang guru merupakan suatu tindakan yang mengharuskan seseorang perlu memiliki pemahaman yang baik akan dirinya, peserta didiknya, dan materi yang akan disampaikan. Potensial pemahaman konten geometri oleh seorang guru dapat mejadikannya memiliki kualitas mutu yang baik dan profesional pada materi tersebut. Namun bagaimana jika guru tidak memiliki pemahaman yang matang dan baik terkait konten geometri. Bagaimana dengan pengajarannya kepada peserta didiknya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemahaman guru terkait konten geometri dalam implementasinya. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan hanya difokuskan untuk memperoleh informasi tentang pemahaman guru terkait konten geometri, yang selanjutnya dilakukan analisis. Subjek ataupun responden adalah tiga guru matematika sekolah menengah di Lisabata Timur, Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian dilakukan melalaui tahapan observasi pembelajaran, pengisian angket pemahaman, tes pemahaman, dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh bahwa perencanaan pembelajaran yang tuliskan oleh guru dapat dikatakan baik dan mengikuti kebijakan K-13, namun pada pelaksanaan tidak sesuai dengan rencana tersebut. Sedangkan pada tes pemahaman terkait konten geometri, masih terdapat guru/responden yang keliru dalam menyelesaikan tes. Namun, terdapat satu responden yaitu responden 2 yang mana responden tersebut lebih memahami dengan baik terkait konten geometri dari pada dua responden lainnya. Meskipun terdapat responden yang telah baik dalam perencanaan pembelajaran dan pemahamannya terkait konten geometri, namun masih memerlukan usaha lanjut olehnya untuk menjadikan pembelajarannya lebih baik. Kata kunci :Pemahaman guru terkait konten geometri; Pemahaman dan implementasi.
DESAIN PERENCANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS DIFFERENTIATED INSTRUCTION (DI) PADA MATA KULIAH ALJABAR Eni Defitriani; Akhmad Faisal Hidayat
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2021): EDISI APRIL 2021
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v5i1.122

Abstract

Aljabar adalah salah satu mata kuliah dasar yang menjadi prasyarat  mata kuliah lainnya. Keberhasilan calon guru matematika dalam mata kuliah Aljabar, akan berdampak pada keberhasilannya dalam memahami konsep yang lebih kompleks serta akan memudahkan mereka untuk mentransfer pengetahuannya kepada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendesain perencanaan pembelajaran berbasis Differentiated Instruction (DI) pada mata kuliah Aljabar. Metode penelitian adalah penelitian pengembangan dengan metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) yang dikembangkan sampai tahap Analysis dan Design. Pada tahap analisis, dilakukan analisis kurikulum, analisis materi, dan analisis karakteristik siswa. Pada tahap desain, dilakukan desain perencanaan pembelajaran berbasis DI dengan berfokus pada differensiasi isi, proses, dan produk.

Page 7 of 27 | Total Record : 268