cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 351 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 351 Documents clear
The Effect Of Kepok Banana Consumption On Metabolic Biomarkers In Type 2 Diabetes Patients Harsalim Harsalim; Samsualam Samsualam; Hasriwiani Habo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53714

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a major public health problem with a continuously increasing prevalence, requiring sustainable non-pharmacological management strategies. One potential approach is the utilization of local foods as nutritional interventions. This study aimed to analyze the effect of Kepok banana consumption as a local food-based nutritional intervention on metabolic biomarkers among patients with type 2 diabetes mellitus. This study employed a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach. The intervention consisted of routine consumption of ripe Kepok bananas at approximately ±150 grams per day during the intervention period. Metabolic biomarkers analyzed included random blood glucose levels, lipid profile (total cholesterol), and blood pressure. The results demonstrated that Kepok banana consumption had a significant effect on improving metabolic biomarkers (p = 0.000). The proportion of patients with controlled blood glucose levels increased from 25% to 80%. Additionally, the proportion of patients with ideal total cholesterol levels increased from 25% to 55%, while cases of high cholesterol decreased from 60% to 0%. Blood pressure outcomes also improved, as hypertension cases decreased from 30% to 0%. These findings indicate that routine consumption of Kepok bananas may serve as an effective, affordable, and sustainable non-pharmacological nutritional intervention for improving metabolic biomarkers in patients with type 2 diabetes mellitus.
Hubungan antara Nilai dan Pengetahuan Keluarga Muda terhadap Pelaksanaan Program KB di Kota Bengkulu Laila Aradhita Seprilya Mahmud; Heni Nopianti; Ika Pasca Himawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53715

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menuntut efektivitas program KB. Namun, partisipasi keluarga muda masih menjadi tantangan. Keluarga muda dalam penelitian ini diartikan sebagai pasangan suami istri yang baru menikah dengan usia pernikahan ≤ 5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan korelasi rank spearman dan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai dan pengetahuan keluarga muda terhadap pandangan mereka mengenai program KB. Total responden dalam penelitian ini berjumlah 45 orang berdasarkan kriteria penelitian. Teori sosiologi yang digunakan adalah teori pilihan rasional, Coleman. Hasil uji korelasi rank spearman menunjukkan bahwa nilai yang dianut (nilai agama, nilai budaya, dan nilai dalam rumah tangga) keluarga muda memiliki hubungan terhadap program KB (r = 0,589; p = 0,000). Ha diterima, dengan kekuatan korelasi pada kategori sedang terhadap program terebut. Pengetahuan juga memiliki hubungan terhadap program KB (r = 0,630; p = 0,000), Ha diterima, dengan kekuatan korelasi pada kategori kuat terhadap program tersebut. Artinya, nilai-nilai yang dianut keluarga muda selaras dengan prinsip program KB, dan mereka telah memahami tujuan, manfaat, serta risiko program tersebut melalui informasi yang diperoleh dari media, kerabat, maupun penyuluh KB. Berdasarkan teori pilihan rasional, nilai dan pengetahuan keluarga muda tentang pelaksanaan program KB dipengaruhi oleh kesiapan finansial, kesehatan, dan stabilitas hubungan, sehingga membentuk pandangan positif meskipun mereka belum menjadi peserta aktif program KB.
The Relationship Between Family Support And Self-Management In Post-Stroke Patients Isna Amalia Mutiara Dewi; Anggi Pratiwi; Tyra Septi Diana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53719

Abstract

Stroke is a leading cause of disability and the second leading cause of death worldwide, significantly affecting patients' physical, psychological, and social aspects of life. This condition requires post-stroke patients to have adequate self-management abilities to support optimal recovery. Family support plays an important role as a primary support system in enhancing patients' ability to manage their illness. This study aimed to determine the relationship between family support and self-management among post-stroke patients. This study employed a quantitative design with a correlational analytical approach and a cross-sectional method. The sample consisted of 72 post-stroke patients attending outpatient care at the Neurology Clinic, selected using purposive sampling. Research instruments included a family support questionnaire and the Southampton Stroke Self-Management Questionnaire (SSSMQ). The results showed a significant positive relationship between family support and self management among post-stroke patients (r = 0.609; p < 0.05). Adequate family support contributes to improved self-management abilities in post-stroke patients.
Efektifitas Media Virtual Pengelolaan Jadwal Makan "Acid Ease" Terhadap Penurunan Kadar Asam Lambung Pada Remaja Penderita GERD Nurromsyah Nasution; Orita Satria
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53741

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat pada remaja. Salah satu faktor risiko utama adalah pola makan yang tidak teratur. Penggunaan media virtual dapat menjadi alternatif inovatif dalam mengatur jadwal makan guna membantu menurunkan kadar asam lambung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media virtual pengelolaan jadwal makan Acid Ease terhadap penurunan kadar asam lambung pada remaja penderita GERD. Metode penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest–posttest. Sampel penelitian adalah remaja dengan diagnosa GERD yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi berupa penggunaan media virtual Acid Ease untuk pengaturan jadwal makan selama periode tertentu. Data dikumpulkan dengan pemeriksaan kadar asam lambung sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik sesuai distribusi data. Hasil Penelitian terdapat penurunan signifikan kadar asam lambung setelah penggunaan media virtual Acid Ease (p-value 0.000 < α = 0.05). Hal ini menunjukkan media tersebut efektif meningkatkan keteraturan jadwal makan sehingga berdampak positif terhadap pengendalian gejala GERD. Maka disimpulkan media virtual pengelolaan jadwal makan Acid Ease terbukti efektif dalam menurunkan kadar asam lambung pada remaja penderita GERD. Aplikasi ini berpotensi menjadi sarana edukasi dan pendampingan non-farmakologis dalam pencegahan dan pengelolaan GERD pada remaja.
Penerimaan Inovasi Pembayaran Digital dalam Pelayanan Kesehatan Jesika Zarasita Rambe; Rutiana Dwi Wahyunengseh; Asal Erlin Mulyadi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53788

Abstract

The development of digital technology has driven significant transformation in healthcare services, including in the aspect of service payment systems. Digital payment innovations, such as QR code-based cashless payments, digital wallets, and mobile banking, are seen as important components in realizing efficient, transparent, and patient-oriented healthcare services. This study aims to comprehensively examine the acceptance of digital payment innovations in healthcare services through a literature review approach. The results show that global healthcare services are moving towards a digital-first system that integrates telemedicine, electronic health records (EHR), artificial intelligence (AI), and digital payment systems into a single service ecosystem. Digital payments play an important role in improving administrative efficiency, speeding up transactions, and supporting the integration of clinical and financial services. The acceptance of digital payment innovations is influenced by ease of use, perceived benefits, trust and security, and supporting infrastructure conditions, especially in the aftermath of the COVID-19 pandemic. However, challenges such as cybersecurity risks, digital literacy gaps, and dependence on technological infrastructure remain barriers to implementation. Keywords: digital payments, healthcare services, digital health, innovation acceptance.
Pengaruh Latihan Peregangan Selama Hemodialisis Dalam Mengurangi Kram Otot Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Kardinah Kota Tegal Ani Ratnaningsih; Theodora Rosaria; Woro Hapsari; Sri Hidayati; Imam Syafi’i
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53798

Abstract

Pendahuluan: Kram menjadi salah satu masalah yang dikeluhkan pasien hemodialisis di RSUD Kardinah Kota Tegal. Nyeri kram dirasakan sering kali membuat sesi hemodialisis harus dihentikan sehingga menurunkan kualitas dialisis. Penanganan kram selama ini bersifat reaktif. Penelitian sebelumnya menunjukkan latihan peregangan yang dilakukan rutin selama hemodialisis dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan kram. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh latihan peregangan selama hemodialisis dalam mengurangi kram otot pada pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: Desain Quasi Experimental dengan one group pretest posttest digunakan, dengan intervensi latihan peregangan selama hemodialisis selama 5 sesi pada 20 responden di ruang HD RSUD Kardinah Tegal. Evaluasi pretest dan posttest dilakukan dengan menilai derajat kram. Uji Marginal Homogeneity dilakukan untuk menilai adanya pengaruh kedua variabel. Hasil: Kram yang dialami responden sebelum intervensi ada pada level sedang-berat sedangkan setelah intervensi level kram ada pada level tidak kram, ringan, dan sedang. Hasil uji yang dilakukan menunjukkan nilai p value (sig(2-tailed) < 0,05 (0.00). Kesimpulan: Latihan peregangan yang dilakukan selama 5 kali sesi hemodialisis dapat mempengaruhi penurunan kram otot pasien
Evolusi Kebijakan Gizi dalam Manajemen Bencana, Studi Kasus Gempa Cianjur Yessi Crosita Octaria; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Iin Fatmawati; Nanang Nasrulah; Nur Intania Sofianita; Avliya Quratul Marjan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53802

Abstract

Latar Belakang: Integrasi layanan gizi dalam manajemen bencana merupakan komponen penting untuk mencegah peningkatan malnutrisi pada kelompok rentan. Namun di Indonesia, integrasi Nutrition in Emergency (NiE) dalam kebijakan daerah belum optimal. Gempa bumi Cianjur 2022 memberikan konteks penting untuk memberikan gambaran sejauh mana kebijakan terkait bencana di daerah telah mengakomodasi aspek gizi. Metode: Analisis konten dilakukan terhadap 4.816 dokumen Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Cianjur (2022–2023). Seleksi bertahap menghasilkan 15 dokumen yang relevan. Analisis isi menggunakan lima domain: struktur kelembagaan, mandat fungsi, panduan operasional, integrasi gizi, dan pembiayaan. Data diperkuat dengan temuan lapangan dan wawancara pemangku kepentingan terkait respons gizi pasca-gempa. Hasil: Analisa dokumen menemukan bahwa meskipun terjadi penguatan struktur kelembagaan bencana, tidak ada regulasi yang secara eksplisit mengatur layanan gizi darurat, termasuk Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dalam situasi bencana, maupun manajemen wasting. Dokumen tanggap darurat mengatur logistik dan komando, tetapi tidak memuat standar pelayanan gizi minimum. Implementasi gizi di lapangan berlangsung secara ad-hoc dan bergantung pada inisiatif tenaga kesehatan, bukan sebagai mandat kebijakan formal. Kesimpulan: Evolusi kebijakan kebencanaan di Cianjur belum mengintegrasikan NiE secara sistematis. Diperlukan peraturan daerah yang menetapkan layanan gizi darurat, struktur koordinasi, panduan operasional, dan pembiayaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan gizi pada bencana mendatang
Customer Satisfaction with Pharmacist Services inWest Jakarta Kasianto Kasianto; Veraladeska Veraladeska; Priyanto Priyanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53815

Abstract

This study investigates customer satisfaction with pharmacist services in West Jakarta, employing the SERVQUAL model to assess service quality across five dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. A quantitative survey was conducted with 250 respondents, including pharmacy customers and accompanying family members, using a structured questionnaire based on a five-point Likert scale (1 = Very Dissatisfied to 5 = Very Satisfied). Validity and reliability tests confirmed the instrument’s accuracy and consistency. Results indicate that overall customer satisfaction falls within the “Satisfied” category, with an overall mean score of 2.86 on a 1–4 Likert scale. Reliability scored the highest (2.94), reflecting customer satisfaction with pharmacists’ accuracy and consistency in service delivery, followed by Assurance (2.88), demonstrating confidence in professionalism, knowledge, and competence. Empathy received a mean score of 2.81, indicating adequate personal attention, while Responsiveness and Tangibles scored the lowest (both 2.78), highlighting areas requiring improvement in service speed, waiting area comfort, cleanliness, and staff appearance. Item-level analysis revealed that approximately 29% of responses fell within the “Dissatisfied” category, primarily related to waiting times, responsiveness, and physical facilities. These findings suggest that while pharmacist services in West Jakarta are generally satisfactory, targeted improvements in responsiveness and tangibles are necessary to elevate service quality and achieve “Very Satisfied” levels. The study provides evidence-based recommendations for enhancing pharmacist- customer interactions, optimizing physical facilities, and strengthening the professional image of pharmacists in urban pharmacy settings.
The Relationship Between Internet Use Patterns, Nomophobia, and Fomo With The Incidence of Mental Disorders in Adolescents and College Students : A Scoping Review Muhammad Farhant Ruksanan; Suryani Suryani; Imas Rafiyah; Ruksanan Ruksanan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53818

Abstract

Abstract The rapid growth of digital technology has significantly reshaped adolescents' lifestyles and mental well-being. Excessive internet use, coupled with nomophobia and Fear of Missing Out (FoMO), has been linked to higher psychological distress among teenagers. This scoping review aims to map the relationship between internet use patterns, nomophobia, and FoMO with mental health outcomes in adolescents. Literature searches were conducted through PubMed, ScienceDirect, EBSCO Medline, and Google Scholar using the Joanna Briggs Institute (JBI) PCC framework and PRISMA guidelines for the period 2015–2025. Ten eligible studies were analyzed. Findings indicate that FoMO consistently predicts nomophobia and digital anxiety. Intensive and entertainment-oriented internet use increases stress and depression risk, while academic-oriented use has a protective effect. Nomophobia emerges as a multidimensional phenomenon influenced by emotional, behavioral, and contextual factors. It is concluded that FoMO and nomophobia are significant contributors to adolescent mental disorders. Nursing interventions should focus on digital self-regulation, FoMO reduction, and digital literacy education to promote psychological well-being among adolescents. Keywords : Internet Use, Nomophobia, Fear Of Missing Out, FoMO, Mental Health, Adolescents
Terapi Komplementer dalam Mengatasi Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Ahmad Syaripudin; Dewi Erna Marisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53834

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin atau gangguan sekresi insulin. Penggunaan obat antidiabetes secara konvensional sering menimbulkan efek samping dan memerlukan dukungan terapi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi komplementer dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak 85 responden yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan dari total 93 pasien menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, dan ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa seluruh terapi komplementer, yaitu herbal, hipnoterapi, dan yoga, menurunkan kadar gula darah secara signifikan (p < 0,05). Penurunan tertinggi terjadi pada terapi herbal dengan rata-rata penurunan sebesar 35 mg/dL. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, sehingga analisis statistik valid. Secara keseluruhan, terapi komplementer terbukti berperan positif dalam membantu pengendalian kadar gula darah, serta berpotensi menjadi bagian dari strategi manajemen holistik pasien Diabetes Melitus Tipe 2.