Jurnal Ners
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles
141 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024"
:
141 Documents
clear
Hubungan Kejadian Stunting dengan Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tutung Kecamatan Air Hangat Timur
Rahayu, Anggraini Gita;
Ekawaty, Fadliyana;
Nurhusna, Nurhusna
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v8i1.16572
Stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Di Indonesia prevalensi stunting cukup tinggi dan dikabupaten Kerinci prevalensi tertinggi ada di Kecamatan Air Hangat Timur. Stunting berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik, kerentanan terhadap penyakit, dan menghambatan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian stunting dengan perkembangan anak usia 3–5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tutung. Jenis penelitian survei dengan pendekatan cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 64 responden. Sampel dipilih menggunakan metode Cluster Random Sampling dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Dari hasil penelitian sebagian besar balita stunting memiliki perkembangan suspect (55,6%) dan sebagian besar balita tidak stunting memiliki perkembangan normal (75,7%). Hasil analisis menggunakan uji chi square diperoleh nilai signifikan yaitu 0,002 lebih kecil dari ? (0,05). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kejadian stunting dengan perkembangan anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tutung. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk memberikan dukungan kepada ibu balita dan memberikan stimulasi kepada anak agar perkembangan anak optimal.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemakaian Kembali Perangkat Medis Sekali Pakai di Ruang Operasi Rumah Sakit X tahun 2022
Suroto, Suroto;
Erislan, Erislan
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v8i1.16613
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi perilaku petugas kesehatan dalam pemrosesan ulang dan penggunaan kembali SUMD yang diproses ulang di kamar operasi RS X pada tahun 2022. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan rumah sakit X yang terlibat langsung sebagai tenaga medis di ruang operasi sebanyak 62 orang. Pengambilan data dengan menggunakan kuisioner. Analisa data secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji regresi logistic binner pada taraf kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan dengan perilaku pemrosesan ulang SUMD dengan nilai P = 0,247; ada hubungan antara masa kerja dengan perilaku pemrosesan ulang SUMD dengan nilai P = 0,044; tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemrosesan ulang SUMD dengan nilai P = 0,090; ada hubungan antara sikap dengan perilaku pemrosesan ulang SUMD dengan nilai P = 0,010; tidak ada hubungan antara regulasi dengan perilaku pemrosesan ulang SUMD dengan nilai P = 0,259; ada hubungan antara ketersediaan stok dengan perilaku pemrosesan ulang SUMD dengan nilai P = 0,030. Variabel yang paling berpengaruh pada perilaku pemrosesan ulang SUMD adalah sikap dengan nilai sig. < 0,05 dengan nilai OR sebesar 14,16. Dapat disimpulkan bahwa masa kerja, sikap dan ketersediaan stok mempengaruhi perilaku pemrosesan ulang SUMD sedangkan pendidikan, pengetahuan dan regulasi tidak berpengaruh terhadap perilaku pemrosesan ulang SUMD. Disarankan untuk memperketat pengawasan bersama, penempatan tenaga kesehatan yang sesuai dan pemisahan wewenang pemrosesan ulang serta pengelolaan persediaan yang optimal.
Efektifitas Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi : Studi Literatur
Mahardika, Adit Putra;
Sudaryanto, Agus
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v8i1.16945
Hipertensi dikategorikan sebagai penyakit kronis yang paling umum dan merupakan faktor risiko terjadinya penurunan kualitas hidup dan kematian dini bagi penderitanya di dunia, Penatalaksanaan hipertensi dibagi menjadi dua, yaitu farmakologis dan nonfarmakologis Teknik pijat berdampak pada kelancaran sirkulasi aliran darah, menyeimbangkan aliran energi dalam tubuh dan mengendurkan ketegangan otot, manfaat pijat kaki lainnya yaitu dapat mengurangi rasa sakit pada tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengatasi stres, meredakan gejala migrain, menurunkan tekanan darah tinggi, dan mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan Tujuan : untuk mengetahui Terapi Pijat Kaki dalam Menurunkan Hipertensi. Metode : Studi Literature menggunakan database search engine yaitu Sciencedirect dan Google Schoolar, dengan publikasi artikel berkisar tahun 2017-2023. kata kunci termasuk: “Massage” OR “foot Massage” OR “Tuina” OR “reflexiology” AND “Hypertension” AND “Randomised Control” OR “Clinical Trial”. . Hasil : didapatkan 10 jurnal yang membahas efektivitas terapi pijay kaki dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Kesimpulan
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Pappermint Terhadap Intensitas Mual Muntah Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Kemoterapi : Studi Kasus
Purbaningtyas, Sinta Ayu;
Purwanti, Okti Sri
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v8i1.17267
Cancer mamae is a malignant tumor as a cause of mortality and morbidity for women in both developing and developing countries. Chemotherapy is one of the treatments for cancer mamae patients. Nausea and vomiting are symptoms that patients often complain about during and after undergoing chemotherapy. Peppermint aromatherapy is a nursing intervention that can reduce the intensity of nausea and vomiting in patients who are undergoing chemotherapy. The aim of this study was to find out the effect of peppermint aromatherapy on the intensity of nausea and vomiting for cancer mamae patients caused by chemotherapy. Method: by inhaling the aroma of peppermint essential oil on cancer mamae patients 12 hours before the end of the chemotherapy process. The research design used a case study with a nursing care approach experienced by one managed patient who was given peppermint aromatherapy in order to know the intensity level of nausea and vomiting before being given aromatherapy and after being given aromatherapy. Keywords: cancer mamae, chemotherapy, nausea vomiting, aromatheraphy pappermint
Penerapan Berkumur Air Matang untuk Menurunkan Tingkat Rasa Haus Pasien Gagal Ginjal Kronis: Studi Kasus
Marchellany, Cantika;
Purwanti, Okti Sri;
Prastiwi, Yohana Ika
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v8i1.17307
In the fluid restriction program, patients with chronic renal failure will cause thirst. The patient controls this thirst by drinking. As a result, if it is not controlled, it can increase the accumulation of fluids which can cause edema and shortness of breath. Thirst needs to be controlled so that patients can adhere to fluid restriction programs and reduce the risk of complications. One of the ways used to overcome thirst is by gargling boiled water. This case study aims to obtain an overview and results of the application of gargling with boiled water to reduce thirst in CRF patients who are undergoing hemodialysis. The research method used a case study with a nursing care approach in the application of evidence-based nursing practice to one managed patient who was given an intervention by gargling boiled water for three meetings. The application of gargling with boiled water can reduce the level of thirst in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis from moderate thirst (4-6) to mild thirst (1-3), with an average length of time to hold thirst for 45 minutes.
Pengaruh Intradialitic Exercise Terhadap Hipertensi Intradialytic Pada Pasien Ckd Stage V yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit Indriati Solo Baru
Purwanti, Okti Sri;
Mujannidah, Afidatul;
Purbaningtyas, Sinta Ayu;
Diniyah, Ulfa Munawaroh;
Kurniasari, Dyan
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v8i1.17334
Cronic Kidney Disease (CKD) is a condition in shich the kidney are damaged and cannot filter blood properly. Intradialytic hypertension is a well-known complication with incidence of 5-15% in CKD patiensundergoing routine hemodialiysis, but has not received much attention. One of the non pharmacological therapies tahta can be used will undergoing hemodialysis to lower blood pressure is intradialytic exercise. this study to aims to determine the effect of intradialytic exercise on intradialytic hypertension in CKD Stage V patiens undergoing hemodialysis. This research is a quasi experimental study with one group pretest posttest. The sampling technique use purposive sampling with total sample of 15 patients. Pastiens undergoing intradilysis were aged >50 years in 5 patients and were aged <50 years in 10 patients. after intradilytic exercise, the result obtained were P-value =0.004 so that the result obntained showed that there was an effect intradialytic exercise on hypertension intradialytic in CKD Stage V patient hemodialysis. Keywords: intradialytic exercise, intradialiytic hypertension, hemodialysis.
Efektivitas Edukasi Melalui Zoom Meeting Terhadap Pencegahan Dm Tipe 2 Pada Remaja Kelas Ix Di Smpn Xxx Palangka Raya
Marselinus, Heriteluna;
Siti, Ajizah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v8i1.17364
Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease which is currently a health problem that is often complained about by people around the world, which is characterized by high levels of blood glucose in the body and is triggered by increasingly rapid population growth such as obesity, diet and lifestyle. unhealthy. Research Objectives: To determine the effectiveness of zoom meetings on the prevention of Type 2 Diabetes Mellitus in adolescents Research Methods: The pre-experimental method with the One Group Pretest Posttest design, with a total sample of 106 using the formula developed by Issac and Michael. Data collection used dietary questionnaires, physical activity questionnaires, diabetes mellitus questionnaires and weight and height observation sheets. Data analysis used the Kolmogorov Smirnov test. Research Results: Providing education to prevent type 2 diabetes mellitus through zoom meetings results in good knowledge as evidenced by the P value = 0.15 > ? 0.05.Conclusion: Education through zoom meetings on the prevention of type 2 diabetes mellitus has proven to be effective
Dampak Konseling Apoteker, Ketersediaan Obat, Dan Kualitas Pelayanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Dan Loyalitas Pasien
Dwi Aryanti, Anindita;
Kumala, Shirly;
Ramadaniati, Hesty Utami
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v8i1.17533
The increase of hospitals in DKI Jakarta from 2018-2020 was followed by increased competition between hospitals, Kartini Hospital need to develop strategies to increase patient satisfaction and loyalty to compete with other hospitals. The purpose of this study to analys pharmacist counseling, availability of medication, and quality of pharmaceutical services to increase patient satisfaction and its impact on patient loyalty. The design in this reasearch was an analytic observational study with a cross-sectional. The sample of this study were patients who had received counseling services. Data analysis using questionary that had been tested for validity and reliability, as well as secondary data is measurement of Pharmacy Quality from Komite Mutu Rumah Sakit . Analysis methods with Structural Equation Modeling (SEM) using LISREL 8.8 software. The results of this study concluded that pharmacist counseling, availability of medication, and quality of pharmaceutical services could increase patient satisfaction of 47% (R2 = 0.4678). Pharmacist counseling, availability of medication, and quality of pharmaceutical services and patient satisfaction also have an impact on patient loyalty with a contribution of 52% (R2 = 0.5204).
Hubungan Karakteristik Orang Tua dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Akibat Hospitalisasi Anak Diare di RSUD dr. Soekardjo - Kota Tasikmalaya
Kustiawan, Ridwan;
Cahyati, Peni;
Somantri, Iwan
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v8i1.17592
Diare dan gastroenteritis merupakan urutan pertama yang menyebabkan pasien rawat inap di rumah sakit berdasarkan sepuluh peringkat utama pasien rawat inap di Indonesia. Reaksi keluarga terhadap hospitalisasi bervariasi diantaranya cemas yang ditunjukan oleh orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik orang tua dengan tingkat kecemasan orang tua akibat hospitalisasi anak diare di ruang anak bawah RSUD dr. Soekardjo. Ansietas adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Metode yang digunakan adalah observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 31 orang. Hasil penelitian didapatkan responden berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (24 orang), usia responden terbanyak adalah usia dewasa awal dan akhir (14 orang), tingkat pendidikan responden terbanyak adalah tingkat sekolah menengah dan tinggi (19 orang), lama rawat terbanyak adalah 1-3 hari (24 orang), dan tingkat kecemasan responden adalah kecemasan sedang (17 orang). Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lama rawat dengan tingkat kecemasan orang tua anak diare dan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan tingkat kecemasan orang tua anak diare. Diharapkan diberikan dukungan khusus baik psikis maupun informasi kepada orang tua anak diare untuk menurunkan tingkat kecemasan.
The Effectiveness of Giving Jasmine and Kasturi Aromatherapy on Reducing Anxiety in Postpartum Mothers
Fitria, Lia;
Arifin, Arifah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v8i1.17610
During the postpartum period, there will be changes in adaptation, both physiological and psychological. Postpartum mothers may experience psychological disorders during the postpartum period. One of the psychological disorders during the puerperium is anxiety. Aromatherapy is a relaxation technique using essential oils made from plants which are useful for reducing stress, anxiety and calming the mind. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of giving jasmine and kasturi aromatherapy to reducing anxiety in postpartum mothers. The research method used is quasi experiment, Non Equivalent Group Design using pretest – posttest. Data collection was carried out by observing 2 groups of postpartum women, namely 15 respondents were given jasmine aromatherapy and 15 respondents were given kasturi aromatherapy. The number of respondents was 30, the measurement used an anxiety questionnaire sheet (Zung Self-Rating Anxiety Scale). Data analysis used the Independent Sample T-Test with a significance level of ? = 0.05. The results of this study showed that the difference in decreasing anxiety in jasmine aromatherapy was 4.96 ± 0.15, while in the kasturi aromatherapy group the average decrease in anxiety was 4.01 ± 0.067 with a P value <0.002 which indicated a significant relationship. The conclusion of this study is that giving jasmine and kasturi aromatherapy can reduce anxiety in postpartum mothers, but the jasmine aromatherapy group has a higher anxiety reduction score than the kasturi aromatherapy group. Keywords: Anxiety, Postpartum Mother, Jasmine Aromatherapy, Kasturi Aromatherapy