cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Efektivitas Metode Demonstrasi dan Metode Discovery Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi di Puskesmas Sriamur Kecamatan Tambun Utara Tahun 2025 Hasrida , Hasrida; Julyanti, Putri Martina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55939

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan anak merupakan salah satu prioritas utama pemerintah dalam membentuk generasi yang berkualitas. Sebagai langkah untuk mencapai hal tersebut, seluruh anak balita diberi imunisasi. Kendala dalam pelaksanaan program imunisasi yang menghambat tercapainya target yang mencakup imunisasi adalah pengetahuan yang masih rendah. Oleh karena itu, peran tenaga kesehatan penting dalam menyampaikan informasi dalam menyampaikan informasi melalui metode demonstrasi dan metode discovery. Tujuan: Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui keefektifan metode demonstrasi dan metode discovery dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Srimur Kecamatan Tambun Utara Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Analisis data meliputi analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi serta analisis bivariat menggunakan seperti uji berpasangan yaitu t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan untuk metode demonstrasi dan metode discovery sama-sama meningkatkan pengetahuan ibu mengenai kelengkapan imunisasi dasar. Nilai rata-rata pengetahuan pada metode demonstrasi meningkat dari 7,06 menjadi 13,56, sedangkan pada metode discovery meningkat dari 8,28 menjadi 16,94. Perbedaan penin atan pengetahuan antara kedua metode menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan dan Saran: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa memberikan edukasi dengan menggunakan metode discovery lebih efektif daripada metode demonstrasi dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar. Saran yang diberikan adalah agar pemberian edukasi tersebut dapat diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai imunisasi dasar.
The Relationship of The Level of Information Satisfaction With The Level of Anxiety of Patients' Families In The Icu Room of Mekarsari Hospital, Bekasi, 2025 Intan Titania Frychillia Dewi; Cusmarih, Cusmarih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55940

Abstract

Background The Intensive Care Unit (ICU) is one of the important service units in hospitals that provides intensive care. This unit is supported by trained nurses and adequate medical facilities to carry out monitoring, nursing actions and therapy on patients with critical conditions or life-threatening complications, but who still have the possibility of recovery. Patient care in the intensive care unit has a significant impact on the family, because it creates various forms of burden, including physical, social and cultural aspects. Globally, various studies show that more than 40% to 60% of the families of patients accompanying care in the ICU experience anxiety at a moderate to severe level. Family satisfaction reflects acceptance of the services received, especially in the communication aspect. in the Bekasi City Regional Hospital confirmed a similar pattern, where there was a significant relationship between the level of family understanding regarding the patient's condition and the level of anxiety experienced, indicating that a lack of medical information could increase family anxiety. Research Objective: To determine the relationship between the level of information satisfaction and the level of anxiety of the patient's family in the ICU room at Mekarsari Hospital, Bekasi in 2025.Research Method This research design uses a quantitative research design with a correlational descriptive design, using a cross-sectional approach to identify the relationship between the level of information satisfaction and the level of anxiety of the patient's family in the ICU Room at Mekarsari Hospital, Bekasi. The sampling technique in this research was to use a total sampling technique with a total of 37 respondents. Research Results: The research results show that there is no significant relationship between information satisfaction and the anxiety level of patient families in the ICU room at Mekarsari Hospital, Bekasi in 2025, with a p-value of 0.730 (p > 0.05). Conclusions and Suggestions There is no significant relationship between satisfaction with information and the level of anxiety of the patient's family in the ICU room at Mekarsari Hospital Bekasi in 2025. With the results of this research obtained, it is recommended that future researchers can develop this research by adding other variables that have the potential to influence the anxiety level of the patient's family and using methods and a larger sample size to obtain more comprehensive results.
Pengaruh Penyuluhan Tentang Keputihan dengan Media Booklet Terhadap Pengetahuan Remaja di Smp Hangtuah Kota Ambon Maluku Tahun 2025 Hasrida, Hasrida; Sianturi, Windy Mega
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55941

Abstract

Latar Belakang:Salah satu penyebab utama timbulnya keputihan pada remaja adalah kurangnya pengetahuan tentang cara menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi. Banyak remaja putri belum memahami pentingnya perilaku hidup bersih, penggunaan pakaian dalam yang tepat, serta cara merawat area genital dengan benar, sehingga meningkatkan risiko terjadinya keputihan patologis. Penyuluhan kesehatan merupakan proses komunikasi yang terencana untuk menyampaikan informasi yang relevan, dengan tujuan agar individu mampu memahami dan menerapkan perilaku hidup sehat. Salah satu media yang efektif digunakan dalam penyuluhan adalah booklet. Media ini memiliki keunggulan karena menyajikan informasi secara sistematis, ringkas, dan mudah dipahami, serta dapat dibaca berulang kali sesuai kebutuhan. Melalui penggunaan booklet, diharapkan remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan menumbuhkan kesadaran dalam menjaga kesehatan reproduksi, terutama dalam pencegahan keputihan. Tujuan:Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang keputihan dengan media booklet terhadap pengetahuan remaja di SMP Hangtuah Kota Ambon Maluku. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif . Variabel independen dalam penelitian ini adalah pendidikan kesehatan dengan media booklet, variabel dependennya adalah pengetahuan remaja tentang keputihan.Total reponden dalam penelitian ini adalah 86 sampel. Hasil: perbedaan hasil tingkat pengetahuan remaja tentang keputihan sebelum diberikan penyuluhan dengan media booklet di SMP Hangtuah Kota Ambon Maluku menunjukkan rata-rata nilai sebesar 58,60. sesudah diberikan penyuluhan dengan media booklet mengalami peningkatan dengan rata-rata nilai sebesar 91,05. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh penyuluhan tentang keputihan dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja di SMP Hangtuah Kota Ambon Maluku. Kesimpulan dan saran: Penelitian ini dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan di bidang kesehatan reproduksi remaja, khususnya mengenai keputihan dan efektivitas media booklet sebagai sarana penyuluhan kesehatan. Penelitian ini juga dapat dijadikan referensi bagi pengembangan metode edukasi kesehatan yang tepat sasaran bagi remaja.
The Effectiveness of Phase III Cardiac Telerehabilitation on Functional Capacity, Adherence, Rehospitalization, and Quality of Life: A Systematic Review and Meta-Analysis Maulanie, Wini Widia; Kosasih, Cecep Eli; Rudyana, Hikmat
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55942

Abstract

Cardiovascular disease remains the leading cause of global morbidity and mortality. Phase III cardiac rehabilitation plays a crucial role in long-term maintenance and secondary prevention; however, patient adherence and program sustainability remain suboptimal due to limited access, geographical barriers, and resource constraints. Phase III cardiac telerehabilitation has been developed as a digital-based alternative to support patient engagement and continuity of rehabilitation. This study aimed to analyze the effectiveness of phase III cardiac telerehabilitation on functional capacity, adherence, rehospitalization, and quality of life compared with conventional cardiac rehabilitation or standard care. This study was a systematic review and meta-analysis of 15 randomized controlled trials published between 2015 and 2025. The study population included adult patients with cardiovascular disease who had completed phase II cardiac rehabilitation and participated in phase III cardiac telerehabilitation programs. Outcomes assessed included functional capacity (VO₂peak, Six-Minute Walk Test, and metabolic equivalents), program adherence, rehospitalization, and quality of life. Data were analyzed using Review Manager (RevMan) version 5.3 with fixed-effect or random-effect models according to heterogeneity levels. The meta-analysis demonstrated that phase III cardiac telerehabilitation significantly improved functional capacity measured by VO₂peak with low heterogeneity (I² = 0%), as well as quality of life (SMD = 0.16; 95% CI 0.04–0.28; p = 0.01) and patient adherence to rehabilitation programs. However, no significant differences were observed in the Six-Minute Walk Test, metabolic equivalents, or rehospitalization compared with control groups. Based on these findings, phase III cardiac telerehabilitation is recommended as an effective and safe strategy to support the long-term sustainability of cardiac rehabilitation and improve patients’ quality of life.
Effect of Diabetes Self-Management Education on Quality of Life in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus: A Quasi-Experimental Study Najwatussikha, Najwatussikha; Bangun, Argi Virgona; Santoso, M. Budi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55949

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease that requires continuous self-management to prevent complications and maintain quality of life. Diabetes Self-Management Education (DSME) has been widely promoted as a structured educational intervention to improve patients’ self-care behaviors. To analyze the effect of a DSME program on quality of life among patients with type 2 diabetes mellitus. A quasi-experimental pretest–posttest control group study was conducted among patients with type 2 diabetes attending the outpatient clinic at RSUD Majalengka, Indonesia. A total of 106 participants were recruited using purposive sampling and divided into intervention (n=53) and control (n=53) groups. The intervention group received a structured DSME program consisting of four sessions covering diabetes knowledge, physical activity, nutrition management, and pharmacological therapy. Quality of life was measured using the Diabetes Quality of Life (DQOL) questionnaire before and after the intervention. Data were analyzed using statistical tests to compare within-group and between-group changes. Participants who received DSME showed greater improvement in Quality of life scores compared with the control group. The intervention supported better self-management behaviors, improved understanding of disease management, and increased patient engagement in their care. significantly improves quality of life among patients with type 2 diabetes mellitus and can be considered an effective educational strategy in outpatient care settings.
Determinants of Postoperative Hypothermia Among Patients Receiving General Anesthesia in a Regional Hospital in Indonesia Suwandi, Ressa Affillia \; Kosasih, Cecep Eli; Supriadi, Dedi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55950

Abstract

Postoperative hypothermia remains a common and clinically significant complication among patients undergoing surgery with general anesthesia. This study aimed to identify determinants associated with postoperative hypothermia in patients receiving general anesthesia at RSUD Majalengka, Indonesia. A quantitative analytic observational design with a cross-sectional approach was applied to 91 postoperative patients selected using total sampling. Data were collected from medical records and direct observation, including age, body mass index (BMI), duration of surgery, and postoperative body temperature. Statistical analyses were conducted using univariate, bivariate (Chi-square), and multivariate logistic regression tests. Results showed that 48.4% of patients experienced postoperative hypothermia. Significant associations were found between hypothermia and BMI (p=0.034), duration of surgery (p=0.002), and age (p=0.009). Multivariate analysis revealed that duration of surgery was the most dominant predictor (OR=3.922; p=0.005), indicating patients undergoing longer procedures had nearly four times higher risk of hypothermia. These findings highlight the importance of intraoperative temperature management, particularly in patients undergoing prolonged surgical procedures.
Pengaruh Tenik Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Tumor Mamae di Rs Kartini Rangkasbitung Abdul Khamid; Wulandari, Novia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55951

Abstract

Nyeri pasca operasi merupakan masalah utama yang sering dialami oleh pasien post operasi tumor mamae akibat adanya trauma jaringan selama tindakan pembedahan. Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat menghambat proses pemulihan, meningkatkan stres dan kecemasan, serta menurunkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Selain terapi farmakologis, diperlukan pendekatan nonfarmakologis yang aman dan efektif untuk membantu menurunkan intensitas nyeri. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah teknik relaksasi Benson, yaitu teknik relaksasi yang mengombinasikan latihan pernapasan dengan unsur keyakinan spiritual untuk menghasilkan respon relaksasi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi Benson terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi tumor mamae di RS Kartini Rangkasbitung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 28 pasien post operasi tumor mamae yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah diberikan intervensi teknik relaksasi Benson. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum intervensi sebesar 5,96 dan menurun menjadi 3,07 setelah diberikan intervensi relaksasi Benson. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti. terdapat pengaruh signifikan teknik relaksasi Benson terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi tumor mamae. Teknik relaksasi Benson dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam manajemen nyeri pascaoperasi.
Mikroorganisme Adaptif dalam Ekstrak dan Minuman Sebagai Sumber Senyawa Bioaktif: Review Artikel Grabilia, Meinanda; Prima, Sylvia Rizky
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56033

Abstract

Fermentasi merupakan proses bioteknologi yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sensori, keamanan, serta nilai fungsional pangan dan minuman. Perkembangan penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikroorganisme adaptif seperti bakteri asam laktat, khamir, bakteri asam asetat, dan komunitas simbiotik pada kombucha mampu menghasilkan berbagai senyawa bioaktif melalui mekanisme respons terhadap tekanan lingkungan fermentasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran mikroorganisme adaptif dalam ekstrak tanaman dan minuman fermentasi sebagai sumber senyawa bioaktif berdasarkan 25 studi ilmiah periode 2019–2025. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan penelusuran pada database terindeks internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa adaptasi mikroba terhadap kondisi seperti pH rendah, tekanan osmotik, dan keterbatasan nutrien memicu perubahan jalur metabolisme yang menghasilkan metabolit sekunder bernilai biologis tinggi, antara lain polifenol terkonversi, asam organik, peptida bioaktif, eksopolisakarida, vitamin B, serta gamma-aminobutyric acid (GABA). Senyawa-senyawa tersebut terbukti memiliki aktivitas antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, imunomodulator, serta potensi probiotik. Selain itu, interaksi sinergis antar mikroorganisme dalam sistem fermentasi campuran, seperti pada kombucha dan kefir, turut memperkuat pembentukan bioaktivitas produk akhir. Penelitian ini menegaskan bahwa fermentasi tidak hanya berfungsi sebagai metode pengawetan tradisional, tetapi juga sebagai strategi inovatif dalam pengembangan pangan fungsional dan nutraseutikal berbasis mikroorganisme adaptif. Temuan ini memberikan landasan ilmiah bagi optimalisasi proses fermentasi untuk meningkatkan kualitas dan manfaat kesehatan produk berbasis ekstrak dan minuman fermentasi.
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Militus (Pola Tidur, Pengetahuan, dan Kepatuhan Minum Obat) Di RSUD Kota Madiun Amalia, Nisa Diani; Nurwijayanti2, Nurwijayanti; Widyowati, Agustin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56050

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic disease with a very significant increase in prevalence resulting in high morbidity and mortality. In diabetes, uncontrolled blood sugar levels are the main factor that worsens the disease. Therefore, controlling blood glucose levels in patients is important. High blood sugar levels are caused by many factors, ranging from behavioral factors such as sleep patterns, level of knowledge, and medication adherence, which are also suspected to play a role in glycemic control. This study aims to analyze the effect of sleep patterns, level of knowledge, and medication adherence on blood glucose levels in patients with Diabetes Mellitus at RSUD Kota Madiun. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach involving 130 respondents selected by simple random sampling. Data were collected through questionnaires and random blood glucose test results, and analyzed using the Chi-Square test and ordinal logistic regression. The results showed a significant effect between sleep patterns (p=0.000), level of knowledge (p=0.004), and medication adherence (p=0.000) on blood glucose levels. Multivariate analysis showed that sleep patterns were the most dominant variable (p=0.011), followed by medication adherence (p=0.034), while level of knowledge was not significant after being controlled together with other variables. The Nagelkerke R-Square value of 0.978 indicates that 97.8% of the variation in blood glucose levels can be explained by these three variables. It is concluded that sleep patterns and medication adherence have a significant effect on blood glucose levels, with sleep patterns as the most dominant factor.
Hubungan Morfologi Oosit dengan Angka Fertilisasi dan Kualitas Embryo Pada Program Fertilisasi In VitrO Angella, Gita; Legiran, Legiran; Effendi, Yusuf
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56144

Abstract

Infertilitas masih menjadi masalah kesehatan reproduksi yang signifikan, dan keberhasilan program in vitro fertilization (IVF) dipengaruhi oleh kualitas gamet, khususnya morfologi oosit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan morfologi oosit dengan angka fertilisasi serta kualitas embrio pada tahap pembelahan hari ke-3 dan blastokista hari ke-5. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain analitik komparatif menggunakan data sekunder pasien IVF di Blastula IVF Center Siloam Sriwijaya Palembang periode Maret 2021–Desember 2024. Sampel terdiri dari 213 pasien yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Variabel bebas meliputi parameter morfologi oosit (sitoplasma, polar bodi, ruang perivitelline , zona pelusida, dan bentuk oosit), sedangkan variabel terikat adalah angka fertilisasi dan kualitas embrio. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi dengan ruang perivitelline dan zona pelusida berhubungan signifikan dengan angka fertilisasi (p < 0,05). Pada kualitas embrio hari ke-3, ruang perivitelline dan bentuk oosit menunjukkan hubungan bermakna, sedangkan pada tahap blastokista hari ke-5 tidak ditemukan hubungan signifikan antara morfologi oosit dan kualitas embrio. Kesimpulannya, pengaruh morfologi oosit lebih dominan pada tahap awal perkembangan embrio dibandingkan tahap blastokista.