cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Pengaruh Self Efficacy , Stress Kerja, dan Beban Kerja Terhadap Job Burnout Pada Tenaga Kesehatan di Klinik Probest Medical Center Pangestu, Prasetyo Tri; Ernyasih, Ernyasih; Purnamawati, Dewi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56073

Abstract

Job burnout pada tenaga kesehatan menjadi masalah penting karena berdampak pada kesejahteraan individu dan kualitas pelayanan kesehatan. Berbagai faktor psikologis dan lingkungan kerja, seperti self-efficacy, stres kerja, dan beban kerja, diduga berperan dalam terjadinya job burnout, khususnya pada lingkungan kerja klinik dengan tuntutan pelayanan yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 110 karyawan Klinik Probest Medical Center yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-efficacy, stres kerja, beban kerja, dan job burnout. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden mengalami job burnout pada kategori sedang hingga tinggi. Analisis multivariat menunjukkan bahwa self-efficacy, stres kerja, dan beban kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap job burnout (p = 0,007) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 10,8%, yang berarti variabel independen dalam model mampu menjelaskan 10,8% variasi job burnout. Self-efficacy memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat burnout pada karyawan. Semakin tinggi self-efficacy seseorang, maka semakin rendah tingkat burnout yang dialami. Walaupun stres kerja dan beban kerja tidak berpengaruh signifikan secara parsial, keduanya tetap berkontribusi terhadap burnout ketika dianalisis secara bersama-sama.
PENGARUH FISIOTERAPI DADA TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN ANAK USIA BALITA DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PICU RSKD DUREN SAWIT TAHUN 2025 Prihatiyani, Dian; Risdiana, Rani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56084

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia, menempati peringkat kedua tertinggi dengan angka kasus yang terus meningkat secara signifikan pada tahun 2024. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada alveoli paru yang kemudian terisi cairan atau nanah, sehingga menghambat proses pertukaran oksigen yang vital bagi tubuh. Usaha yang dilakukan dalam mengurangi dampak dari Pneumonia pada anak salah satunya yaitu fisioterapi dada. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh fisioterapi dada terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien anak usia balita dengan pneumonia di ruang PICU RSKD Duren Sawit. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan menggunakan pre-experimental design atau quasi-experimental design, dengan rancangan yang sering digunakan adalah One-group Pretest-Posttest Design, dengan jumlah sampel 40 sampel analisis bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Uji Wilcoxon Signed-Rank Test yaitu sebesar 0,000 (< 0,05) atau lebih kecil dari alpha 0,05 maka dapat diambil keputusan bahwa hasil pengujian adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah fisioterapi dada terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien anak usia balita dengan pneumonia di ruang PICU RSKD Duren Sawit. Dari hasil penelitian diharapkan perawat dapat melakukan fisioterapi dada secara berkala untuk pasien anak usia balita dengan pneumonia secara benar.
Hubungan Antara Kualitas Dukungan Konseling Laktasi Bidan di Ruang Nifas Dengan Tingkat Efikasi Diri (Self- Efficacy) Ibu dalam Menyusui di Rumah Sakit Metro Hospitals M Toha Farlikhatun, Lili; Langou, Wendeassia Guvera
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56085

Abstract

Abstrak : Masa nifas merupakan periode krusial dalam keberhasilan menyusui karena pada fase ini terbentuk keyakinan ibu terhadap kemampuannya memberikan ASI, sementara capaian ASI eksklusif di Indonesia masih belum memenuhi target nasional. Observasi dan wawancara awal pada ibu nifas di Rumah Sakit Metro Hospitals M Toha menunjukkan bahwa sebagian ibu merasa konseling laktasi yang diterima belum sepenuhnya meningkatkan kepercayaan diri mereka, terutama dalam menghadapi masalah pelekatan, nyeri saat menyusui, dan kekhawatiran terhadap produksi ASI. Kondisi ini menegaskan pentingnya kualitas dukungan konseling laktasi bidan sebagai faktor yang berpotensi memengaruhi efikasi diri ibu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas dukungan konseling laktasi bidan di ruang nifas dengan tingkat efikasi diri ibu dalam menyusui. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit Metro Hospitals M Toha pada November–Desember 2025, melibatkan 30 ibu nifas melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kualitas konseling laktasi dan Breastfeeding Self-Efficacy Scale (BSES), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kualitas konseling laktasi dan tingkat efikasi diri ibu, di mana konseling berkualitas baik berasosiasi dengan self-efficacy yang lebih tinggi. Peningkatan mutu konseling berbasis komunikasi empatik dan dukungan psikologis direkomendasikan guna memperkuat keberhasilan menyusui serta mendorong penelitian longitudinal terkait keberlanjutan ASI eksklusif.
The Relationship of Knowledge With Community Stigma Towards Mental Disorders in The Region of Rt 01/Rw 14, Jatibening District, Pondok Gede Bekasi 2025 Futriani, Elfira Sri; Rosalia, Rosalia; Wijayanti, Puji
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56086

Abstract

Background: Mental disorders remain a significant public health problem and are often accompanied by negative stigma within society. Stigma toward People with Mental Disorders (PMD) can hinder recovery processes, limit access to mental health services, and reduce social acceptance. One of the factors influencing stigma is the level of public knowledge regarding mental disorders. A preliminary study conducted in RT 01/RW 14 Jatibening Subdistrict indicated that community knowledge about mental disorders was still limited and negative stereotypes toward PMD were still prevalent. Objective: To determine the relationship between community knowledge and public stigma toward mental disorders in RT 01/RW 14 Jatibening Subdistrict, Pondok Gede – Bekasi in 2025.Methods: This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. The population consisted of community members in RT 01/RW 14 Jatibening Subdistrict, with a total sample of 62 respondents calculated using the Slovin formula with a 10% margin of error. The sampling technique used was simple random sampling. Data were collected using structured questionnaires measuring knowledge and stigma (adapted from the Community Attitudes toward the Mentally Ill/CAMI scale). Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05 using SPSS version 26.Results: The majority of respondents had a moderate level of knowledge (32 respondents; 51.6%). Most respondents demonstrated a moderate level of stigma (31 respondents; 50.0%). The Chi-Square test showed a p-value of 0.000 (< 0.05), indicating a statistically significant relationship between knowledge level and public stigma toward mental disorders.Conclusion and Recommendations: There is a significant relationship between community knowledge and stigma toward mental disorders. Higher levels of knowledge are associated with lower levels of stigma. It is recommended that local health centers and regional authorities strengthen community-based mental health education programs to improve mental health literacy and reduce stigma toward individuals with mental disorders.
The Relationship Between Academic Burnout And Anxiety Levels Among Students Studying From Home In The Nursing Study Program At The Abdi Nusantara Health College In 2025 Futriani, Elfira Sri; Saogo, Lasma Angelita; Wijayanti, Puji
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56088

Abstract

Background: Academic burnout is a condition where a person is emotionally tired, tends to depersonalize, and feels low personal achievement in students due to stress, lecture load or other psychological factors originating from the learning process. This condition reflects three main dimensions, namely emotional exhaustion, cynicism, and decreased personal efficacy, which can have a significant impact on students' academic performance and psychological well-being. Anxiety in students is a natural response to challenging situations, but tends to increase in college environments due to academic and social pressure. The American College Health Association survey shows that 25.9%–31.9% of students experience anxiety and stress. Academic burnout in overseas students causes students not to be optimal in completing academic assignments, the emergence of feelings of laziness, procrastination of assignments, depression, and uncertainty about graduation, including unstable financial and social factors. Research Objective: To determine the relationship between academic burnout and anxiety levels in migrant students at STIKes Abdi Nusantara nursing study program in 202. Research Method This research uses quantitative methods with an analytical observational approach. The research design used is correlational with a cross-sectional approach, where measurements of the independent variable and dependent variable are carried out simultaneously during one observation period. The target population in this study was 59 respondents. Research Results The research results show that the Chi-Square statistical test obtained a value of p.0.001 (p.value < 0.05), so based on the results above it can be interpreted that there is a relationship between academic burnout and the level of anxiety in migrant students at STIKes Abdi Nusantara Nursing Study Program in 2025. Conclusions and Suggestions: There is a significant relationship between academic burnout and the level of anxiety in migrant students of the STIKes Abdi Nusantara Nursing Study Program in 2025. Migrant students are expected to be able to improve their ability to manage academic stress through effective time management, setting learning priorities, and implementing adaptive coping strategies. Considering that the first 3–6 months of the overseas phase is a relatively vulnerable period, students need to be more active in building social support, both with peers and supervisors. Apart from that, maintaining a balance between academic activities and rest time is an important step to prevent an increase in academic burnout and anxiety.
Pengaruh Dukungan Tenaga Kesehatan terhadap Psikologis Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja PMB S Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor Esti, Esti; Mariyani, Mariyani; Azizah, Imroatul
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56176

Abstract

Latar Belakang : Ibu hamil trimester III rentan mengalami kecemasan akibat perubahan fisik dan psikologis serta ketakutan menghadapi persalinan. Dukungan tenaga kesehatan berperan penting menurunkan kecemasan melalui pemberian informasi, pendampingan, dan dukungan emosional yang berkesinambungan sehingga ibu merasa lebih aman dan siap menghadapi persalinan. Tujuan Penulisaan : Mengetahui pengaruh dukungan tenaga kesehatan terhadap psikologis ibu hamil trimester III di wilayah kerja PMB S Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor. Metode Penelitian : analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh ibu hamil trimester III di wilayah kerja PMB S Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, sampel 92 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan tenaga kesehatan dan Pregnancy-Related Anxiety Questionnaire–Revised 2 (PRAQ-r2). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil Penelitian : Sebagian besar ibu hamil trimester III memperoleh dukungan tenaga kesehatan (73,9%) dan mengalami kecemasan ringan (71,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,05) yang menandakan adanya pengaruh signifikan dukungan tenaga kesehatan terhadap psikologis ibu hamil trimester III. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 25,500 menunjukkan bahwa ibu hamil yang memperoleh dukungan tenaga kesehatan memiliki peluang lebih besar mengalami kecemasan ringan dibandingkan dengan ibu hamil yang kurang mendapatkan dukungan. Kesimpulan dan Saran : Dukungan tenaga kesehatan merupakan faktor protektif yang kuat terhadap kondisi psikologis ibu hamil trimester III. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan peran aktif dalam edukasi, pendampingan, dan dukungan emosional selama pemeriksaan antenatal untuk menjaga kestabilan psikologis ibu hamil menjelang persalinan.
Pengaruh Dukungan Suami terhadap Psikologis Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja PMB R Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Alpiyani, Resa; Mariyani, Mariyani; Azizah, Imroatul
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56177

Abstract

Latar Belakang : Ibu hamil trimester III rentan mengalami gangguan psikologis berupa kecemasan akibat perubahan fisik dan psikologis serta ketakutan dalam menghadapi persalinan. Dukungan suami merupakan faktor penting dalam menurunkan kecemasan ibu hamil melalui pemberian rasa aman, peningkatan kepercayaan diri, dan bantuan dalam pengelolaan kecemasan menjelang persalinan. Tujuan Penulisaan : untuk mengetahui pengaruh dukungan suami terhadap kondisi psikologis ibu hamil trimester III di wilayah kerja PMB R Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak. Metode Penelitian : analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III di wilayah kerja PMB R Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak, dengan sampel sebanyak 87 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan suami dan Pregnancy-Related Anxiety Questionnaire–Revised 2 (PRAQ-r2). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil Penelitian : sebagian besar ibu hamil trimester III memperoleh dukungan suami (60,9%) dan mengalami kecemasan ringan (56,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan dukungan suami terhadap kondisi psikologis ibu hamil trimester III. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 14,727 (CI 95%: 5,083–42,672) menunjukkan bahwa ibu hamil yang mendapatkan dukungan suami memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kecemasan ringan dibandingkan dengan ibu hamil yang kurang mendapatkan dukungan suami. Kesimpulan dan Saran : dukungan suami berperan sebagai faktor protektif terhadap kecemasan ibu hamil trimester III. keterlibatan aktif suami dan dukungan tenaga kesehatan perlu ditingkatkan untuk menjaga kestabilan psikologis ibu hamil menjelang persalinan.
Hubungan Antara Pengetahuan Perawat Tentang Keamanan Pasien dengan Tingkat Kejadian Insiden Keselamatan di Rsia Permata Bunda Ketapang Tahun 2025 Khamid, Abdul; Ivana, Ria
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56179

Abstract

Latar belakang : Keselamatan pasien atau patient safety merupakan sistem pelayanan rumah sakit yang memberikan asuhan pasien secara lebih aman dan merupakan prinsip dasar perawatan kesehatan di lembaga kesehatan yang terus membutuhkan peningkatan kualitas. Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat tentang keamanan pasien dengan tingkat kejadian insiden keselamatan pasien di RSIA Permata Bunda Ketapang. Metode penelitian : Analitik Korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Perawat Pelaksana di RSIA Permata Bunda Ketapang pada bulan 1-31 Desember 2025, sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tehnik probability sampling dengan pendekatan simple stratified random sampling. Hasil penelitian : Mayoritas responden berusia 25-30 tahun,berpendidikan diploma tiga,dan lama bekerja 3-4 tahun atau 5 tahun.Tingkat kejadian insiden keselamatan pasien yang kurang baik mencapai 84%,yang diduga dipengaruhi oleh motivasi diri dan pelatihan yang kurang memadai meskipun 90% responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang keamanan pasien, dengan nilai p value 0,005. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dengan tingkat kejadian insiden keselamatan pasien.
Hubungan Dukungan Suami dan Faktor Ekonomi dengan Resiko Depresi Postpartum Berdasarkan Edinburgh Postnatal Depression Scale (Epds) di Tpmb Jakarta Timur Tahun 2025 Rahmadyanti, Rahmadyanti; Maryani, Maryani; Safitri , Rika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56181

Abstract

Latar Belakang : Adapu yang sering dialami ibu setelah melahirkan dan dapat berdampak pada kesejahteraan ibu, bayi, dan keluarga, yang salah satunya dapat diidentifikasi melalui Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Terjadinya depresi postpartum dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya dukungan suami dan faktor ekonomi. Rendahnya dukungan suami serta kondisi ekonomi yang tidak memadai dapat meningkatkan stres dan tekanan psikologis pada ibu postpartum.Tujuan: Untuk Mengetahui Hubungan Dukungan Suami Dan Faktor Ekonomi Dengan Resiko Depresi Postpartum Berdasarkan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) Tahun 2025. Metode: Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square, jika tidak memenuhi syarat maka akan dilanjutkan dengan uji fisher exact test SPSS. Hasil: Ada Hubungan Dukungan Suami Dan Faktor Ekonomi Dengan Resiko Depresi Postpartum Berdasarkan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) Tahun 2025. Kesimpulan dan Saran: Bidan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kebidanan yang berorientasi pada kesehatan mental ibu postpartum dengan melakukan skrining rutin depresi postpartum menggunakan EPDS
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Rekam Medis Elektronik terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Bina Lauringga Andora; Kosasih, Kosasih; Syahidin, Rukhiyat; Yuliaty, Farida; Paramarta, Vip; Nugroho, Taufan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56207

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) terhadap kepuasan pasien di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Mitra Husada Kuningan Jawa Barat. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya peningkatan mutu pelayanan dan transformasi digital dalam sistem pelayanan kesehatan untuk meningkatkan pengalaman pasien. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif verifikatif. Sampel berjumlah 106 pasien yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan penggunaan RME berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien (p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 54% terhadap variasi kepuasan pasien. Penggunaan RME menunjukkan kontribusi pengaruh yang lebih dominan dibandingkan kualitas pelayanan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kualitas pelayanan dan sistem informasi kesehatan efektif menjadi faktor strategis peningkatan kepuasan pasien.