cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Effectiveness of Reproductive Health Education Through Leaflets and Personal Hygiene Practices on Menstrual Knowledge and Behavior of Vocational School Students In West Java Retno, Retno; Rakhmawati, Arifah; Fauzi, Achmad
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55819

Abstract

Hemodialysis is a kidney replacement therapy that must be performed regularly and long-term. Fatigue is a major clinical problem frequently experienced by patients with chronic kidney disease (CKD) undergoing hemodialysis. This condition is chronic and multifactorial, characterized by decreased physical energy, impaired concentration, low motivation, and limitations in performing daily activities. Fatigue not only reduces patients' quality of life but also contributes to poor therapy adherence, psychosocial disorders, and an increased risk of long-term complications. This study used a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design, involving one group of hemodialysis patients who received acupressure therapy intervention. Respondents' fatigue levels were measured before and after acupressure administration to assess the intervention's effectiveness in reducing fatigue. To determine the effectiveness of acupressure in reducing fatigue levels in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at Anna Medika Hospital, North Bekasi in 2025.The analysis of the effectiveness of acupressure in reducing fatigue in hemodialysis patients at Anna Medika Hospital in 2025. The data showed a p-value of 0.028 (p-value <0.05), indicating a significant effect of acupressure on reducing fatigue in hemodialysis patients at Anna Medika Hospital in 2025 before and after the intervention.Acupressure therapy has been proven effective in reducing fatigue in hemodialysis patients at Anna Medika Hospital in 2025. The results of this study are expected to inform the development of a socialization program, specifically "Acupressure for Reducing Fatigue in Hemodialysis Patients," which can be implemented in hospitals to reduce dependence on medication or pharmacological therapy.
Comparison of the Effectiveness of Using Cinnamon Decoction and Carrot Juice on Lowering Blood Glucose Levels in Patients with Type 2 Diabetes Milatus at Proclamation Hospital Mochartini, Tri; Hartini, Irna
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55820

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by an increase in blood glucose levels due to impaired insulin secretion. Blood glucose control in addition to pharmacological therapy can be done through non-pharmacological therapy using cinnamon decoction and carrot juice where it is known that cinnamon and carrots have active ingredients that can lower blood glucose levels.Research Objective: Tofind out the comparison of the effectiveness of the use of cinnamon decoction and carrot juice on the reduction of blood glucose levels in patients with type 2 Diabetes Mellitus at Proclamation Hospital.Research Method: This study uses quantitative research with a quasi-experimental research design with a pre-test post-test control group design. The sample of 72 respondents with type 2 diabetes mellitus was grouped into 2, namely the cinnamon decoction intervention group and the carrot juice intervention group carried out for 5 days. The statistical test used is a paired t-test using the SPSS 25 statistical program. Study Results: The results of bivariate analysis using the paired t-test with a sample of 72 respondents (N=72) 36 respondents of the cinnamon decoction intervention group obtained a pre-test mean of 218.83 mg/dL and a post-test of 197.19 mg/dL and a p-Value (0.000) and 36 respondents of the carrot juice intervention group obtained a pret-test mean of 208.44 mg/dL and a post-test of 190.16 mg/dL and a p-Value value (0.000).Conclusion and Recommendation: Cinnamon decoction and carrot juice are equally effective in lowering blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus.
Hubungan Dimensi Mutu Pelayanan Antenatal Care Terpadu dengan Kepuasan Ibu Hamil Terimester I dan Cakupan K1 di Wilayah Puskesmas Purwasari dan Puskesmas Bayur Lor Tahun 2025 Wahyuni, Nur Ismi; Nabilah, Syifa; Kunaah, Kunaah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55821

Abstract

Latar Belakang: Kualitas ANC tidak hanya dinilai dari aspek kepatuhan terhadap standar layanan, tetapi juga dinilai dari kepuasan ibu hamil. Ibu hamil yang tidak puas dengan layanan di puskesmas dapat menyebabkan penurunan angka kunjungan ANC selanjutnya. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan ibu hamil terhadap layanan ANC meliputi layanan yang diberikan, waktu tunggu, serta fasilitas dan infrastruktur di puskesmas. Aksesibilitas klinik, seperti jarak dari tempat tinggal ke puskesmas, juga dapat memengaruhi ketidakpuasan ibu hamil. Selain itu, interaksi antarpribadi, seperti sikap dan komunikasi dari petugas kesehatan, dianggap sebagai salah satu faktor yang menyebabkan ketidakpuasan ibu hamil terhadap layanan ANC di puskesmas. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Dimensi Mutu Pelayanan Antenatal Care Terpadu Dengan Kepuasan Ibu Hamil Terimester 1 Dan Cakupan K1 Di Wilayah Puskesmas Purwasari dan Puskesmas Bayur Lor Tahun 2025. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah Analisis Longitudinal dengan pendekatan Cross Sectionail Stuidy (Firmasyah, et.al, 2022). Penelitian ini telah dilaksanakan pada Bulan November dan Desember tahun 2025. Sampel sebanyak 93 ibu hamil. Teknik sampel yang digunakan adalah Purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis bivariat hubungan antara dimensi kualitas layanan perawatan antenatal terpadu dan kepuasan ibu hamil pada trimester pertama menunjukkan nilai p 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Analisis hubungan antara dimensi kualitas layanan perawatan antenatal terpadu dan cakupan K1 menunjukkan nilai P 0,039 ≤ 0,05. Kesimpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara dimensi kualitas layanan perawatan antenatal terpadu dan kepuasan ibu hamil pada trimester pertama, serta terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi kualitas layanan perawatan antenatal terpadu dan cakupan K1. Diharapkan petugas kesehatan, khususnya bidan, perlu meningkatkan kepatuhan dalam memberikan layanan ANC 10T sesuai standar untuk setiap ibu hamil, dan bidan harus mengatur waktu mereka dengan baik.
Pemanfaatan Media Audiovisual dan Animasi Digital dalam Edukasi Pencegahan Karies Anak Sekolah: Literature Review Muawwanah, Ana; Mahawati, Eni; Wulandari, Respati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55845

Abstract

Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut dengan prevalensi tinggi 78,1% pada anak usia sekolah tahun 2023. Banyak faktor yang menjadi penyebab, antara lain rendahnya pengetahuan dan sikap anak terhadap kebersihan gigi dan penggunaan metode edukasi konvensional yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media audiovisual dan animasi digital dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan karies anak sekolah. Jenis penelitian adalah literature review dengan penelusuran artikel tahun 2021–2025 melalui database Google Scholar, ResearchGate dan PubMed menggunakan metode PRISMA. Dari artikel 589, terpilih 7 artikel sesuai kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan seluruh penelitian memperlihatkan peningkatan signifikan pengetahuan dan sikap siswa setelah intervensi edukasi berbasis media audiovisual dan animasi digital dengan nilai p<0,05. Media digital terbukti efektif, menarik, dan sesuai karakteristik anak usia sekolah dalam menyampaikan pesan kesehatan gigi. Simpulan, media audiovisual dan animasi digital efektif meningkatkan pengetahuan serta sikap positif anak terhadap pencegahan karies gigi.
Profil Metabolomik dan Studi Molecular Docking Senyawa Aktif Eco Enzyme dari Kulit Buah Jeruk Nipis dan Kulit Buah Manggis Sebagai Kandidat Antibakteri Untuk Formulasi Hand Sanitizer Alami Wipranata, Putu Irwan Mambre; Prima, Sylvia Rizky; Hardiana, Iyan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55921

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah potensi eco enzyme hasil fermentasi limbah kulit jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) dan kulit manggis (Garcinia mangostana) sebagai sumber antibakteri alami. Pendekatan integrasi metabolomik dan molecular docking digunakan untuk mempercepat identifikasi senyawa aktif dalam pengembangan hand sanitizer alami yang aman dan efektif. Penelitian bertujuan menilai potensi antibakteri eco enzyme melalui pemetaan metabolomik, uji in silico, dan verifikasi in vitro. Limbah kulit difermentasi selama ±3 bulan, kemudian dikarakterisasi secara organoleptik dan pH. Profil kimia dianalisis menggunakan LC-HRMS, dan kandidat senyawa didocking terhadap DNA gyrase E. coli serta PBP2a S. aureus. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram pada MHA (37 °C, 18–24 jam), termasuk pada formulasi hand sanitizer berbasis etanol, gliserol, H₂O₂, dan air dengan variasi kadar eco enzyme. Mutu fisik sediaan juga dievaluasi. Data dianalisis menggunakan ANOVA/regresi dan analisis jalur sederhana. Hasil LC-HRMS mengidentifikasi 35 senyawa, seperti xanthone dan limonene. Uji in silico menunjukkan dua senyawa dengan afinitas pengikatan tertinggi terhadap target enzim, mengindikasikan potensi inhibisi secara teoritis.
Clinical Outcome Resistensi Antibiotik Pada Pasien Unit Perawatan Intensif (ICU) Lengkey, Veisy Dianty; Rahmatillah, Diana Laila; Ibrahim, Baharudin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55922

Abstract

Resistensi antibiotik menjadi tantangan utama dalam pelayanan kesehatan global, khususnya pada pasien Unit Perawatan Intensif (ICU). Infeksi bakteri penghasil Extended-Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) dapat membatasi pilihan terapi dan memperburuk luaran klinis hingga meningkatkan risiko kematian. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan resistensi antibiotik terhadap clinical outcome pada pasien ICU. Desain yang digunakan adalah analitik retrospektif terhadap 201 pasien ICU. Analisis data meliputi uji Chi-Square untuk variabel kategorik, uji Mann–Whitney untuk lama rawat inap guna menentukan faktor risiko independen mortalitas. Hasil menunjukkan infeksi ESBL berhubungan signifikan dengan mortalitas (p = 0,001).
Cost Effectiveness Analysis Therapeutic Outcome Antihipertensi Kombinasi A ( Valsartan, Amlodipin, Furosemid) Dan Kombinasi B (Valsartan, Hidroklortiazid, Amlodipin) Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Pendidikan Jakarta Malasari, Wahyuni; Sormin, Ida Paulina; Liandhajani, Liandhajani; Lukas, Stefanus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55970

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga biaya pengobatan menjadi faktor krusial dalam keberhasilan terapi. Pemilihan kombinasi antihipertensi yang efektif secara klinis dan efisien secara ekonomi sangat penting untuk mengoptimalkan manajemen pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya antara dua terapi, yaitu Kombinasi A (Valsartan, Amlodipin, Furosemid) dan Kombinasi B (Valsartan, Hidroklortiazid, Amlodipin) pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Pendidikan Jakarta periode Januari-Juni 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (Cross-Sectional) dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis. Sampel penelitian berjumlah 216 pasien yang dibagi rata menjadi 108 pasien per kelompok. Efektivitas terapi diukur berdasarkan persentase ketercapaian target tekanan darah terkontrol (MAP). Analisis ekonomi dihitung berdasarkan biaya medis langsung yang meliputi biaya obat, jasa dokter, dan pemeriksaan laboratorium menggunakan parameter Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (51,4%) dengan kelompok usia terbanyak 50-59 tahun (32,4%). Kombinasi A memiliki efektivitas klinis lebih tinggi (93,5%) dibandingkan Kombinasi B (72,2%). Total biaya medis langsung Kombinasi A (Rp392.326.893) lebih rendah daripada Kombinasi B (Rp452.799.996). Nilai ACER Kombinasi A adalah Rp4.038.777/MAP, lebih rendah dari Kombinasi B (Rp4.498.311/MAP). Perhitungan ICER menghasilkan nilai negatif (-2.839.112) yang menunjukkan posisi dominan Kombinasi A. Kesimpulannya, terapi Kombinasi A lebih efektif secara klinis dan biaya dibandingkan Kombinasi
Cost Effectiveness Analysis Terapi Kombinasi Golongan ACEI (Angiotensin Converting Enzym Inhibitors) – CCB (Calcium Channel Blockers) dan ARB (Angiotensin Receptor Blockers) – CCB (Calcium Channel Blockers) pada Pasien Hipertensi dengan Hemodialisa di R Dini, Shafira Anggia; Sormin, Ida Paulina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55971

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal kronik yang memerlukan terapi jangka panjang dengan pertimbangan klinis dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya terapi kombinasi ACEI–CCB dibandingkan ARB–CCB pada pasien hipertensi dengan hemodialisis di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan Cost Effectiveness Analysis (CEA). Sampel berjumlah 80 pasien yang dipilih menggunakan purposive sampling, terdiri dari 27 pasien kelompok ACEI–CCB dan 53 pasien kelompok ARB–CCB. Data diperoleh dari rekam medis periode Januari–Desember 2025. Efektivitas diukur berdasarkan proporsi pasien yang mencapai target tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas terapi ARB–CCB sebesar 81,13% lebih tinggi dibandingkan ACEI–CCB sebesar 51,85%. Total biaya medis langsung ARB–CCB sebesar Rp 14.816.264 lebih tinggi dibandingkan ACEI–CCB sebesar Rp 14.446.115. Nilai ACER ARB–CCB sebesar Rp 18.262.373 lebih rendah dibandingkan ACEI–CCB sebesar Rp 27.861.359, dengan nilai ICER sebesar Rp 32.783.422. Disimpulkan bahwa terapi kombinasi ARB–CCB lebih cost-effective dibandingkan ACEI–CCB pada pasien hipertensi dengan hemodialisis.
The Relationship Between The Implementation of Safety Briefing and Worker Safe Behavior at Pt Pln Up Gresik Shavitri, Agnes Dwi; Mindiharto, Sestiono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55985

Abstract

The prevention of occupational illnesses and accidents is an essential part of every industrial operation's Occupational Safety and Health (OHS) plan. Safety briefings are a part of the company's strategy to raise awareness of the importance of safety on the job. The purpose of this research is to ascertain whether or not PT. PLN Nusantara Power UP Gresik's safety briefings had an effect on employees' safety practices. The research methodology employed in this study was quantitative and based on correlations. Employees of PT. PLN Nusantara Power UP Gresik made up the study's population, and a sampling strategy that was suitable for the population's characteristics was used to identify the sample. Questionnaires consisting of indicators of safety briefing implementation and worker safety behavior were sent in order to gather data. In order to find the relationships between the variables, statistical analysis was used to the collected data. There was a favorable and statistically significant correlation between workers' safety behavior and the introduction of safety briefings, according to the data. This suggests that the degree of worker safety behavior is directly proportional to the efficacy of safety briefings. Therefore, PT. PLN Nusantara Power UP Gresik's safety briefings might be a useful tool for fostering a safer work environment.
Hubungan Tuntutan Kerja dan Sumber Daya terhadap Stres Kerja di Sektor Pelayanan Kesehatan : Systematic Review Latifah, Emi; Shahuliyah, Zahroh; Purnami, Cahya Tri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55988

Abstract

Background Healthcare workers are required to provide fast, accurate, and empathetic services, often under limited resources. The imbalance between high job demands and insufficient resources increases the risk of stress, burnout, and reduced service quality. Objective To examine the relationship between job demands and resources on work stress among healthcare workers. Method A systematic review using the PRISMA Framework was conducted on 13 national and international articles published between 2021–2025 that focused on job demands and resources in relation to work stress in the healthcare sector. Results Job demands such as physical workload, administrative tasks, emotional burden, and time pressure were found to increase stress, while resources including social support, supportive leadership, organizational policies, adequate facilities, and personal resources played a protective role. Conclusion The balance between job demands and resources determines the level of stress among healthcare workers. Integrated workload management strategies combined with strengthening organizational and personal resources are essential to maintain healthcare workers’ well-being and service quality. Keywords: Work stress, healthcare workers, job demands