cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Analisis Kadar Zat Besi (Fe) Pada Tepung Kulit Kentang Ifa Nurhasanah
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16783

Abstract

Kentang adalah salah satu buah yang tumbuh di negara Indonesia. Buah ini memiliki manfaat yang baik bagi tubuh bila mengkonsumsinya. Beberapa bagian dari buah ini juga dapat dimanfaatkan dengan biak, salah satunya adalah pada kulitnya. Kulit kentang yang biasanya sering dibuang dan tidak digunakan, memiliki kandungan zat besi yang diperlukan oleh tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kandungan kadar zat besi pada tepung kulit kentang. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu dilakukan pada uji analisis kuantitatif dan kualitatif. Alat yang digunakan untuk menganalisis kadar zat besi dalam tepung kulit kentang adalah Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) yang dilakukan di Laboratorium Sucofindo Surabaya pada bulan Maret-juli 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kandungan zat besi pada tepung kulit kentang sebanyak 111, 8 dalam 100 gr. Kesimpulannya bahwa kulit kentang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan karena memiliki kandungan zat besi yang tinggi bila dibandingkan dengan daging kentang, sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh seseorang agar dapat mencegah atau sebagai penanganan dari penyakit anemia.
Dorongan Motivasi Kesembuhan Penderita Tb Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Huristak Kabupaten Padang Lawas Nurhadijah Nasution; Henny Arwina; Donal Nababan; Evawani Silitonga
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16896

Abstract

Untuk menjamin keteraturan, keinginan dalam berobat dan meminum obat bagi penderita TB paru diperlukan suatu motivasi baik internal maupun eksternal dan pengawasan minum obat (PMO) yang berperan dalam mengawasi penderita setiap minum obat. Tujuan penelitian menganalisis dorongan motivasi kesembuhan penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Huristak Kabupaten Padang Lawas. Rancangan penelitian ini deskriptif dengan pendekatan fenomenologi kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Huristak Kabupaten Padang Lawas. Waktu Penelitian pada bulan September sampai Oktober Tahun 2022. Informan utama yaitu penderita TB paru yang sudah menjalani pengobatan secara tepat selama 6 bulan. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan juga menggunakan triangulasi. Hasil penelitian diketahui motivasi internal mengenai riwayat pengobatan dilakukan secara rutin selama 6 bulan tanpa putus obat, keyakinan akan pengobatan yang membuat informan termotivasi untuk sembuh dan disiplin yang kuat dalam menjalankan prosedur berobat yang telah ditetapkan tanpa mengkhawatirkan efek samping obat yang dialami. Keteraturan minum obat pada informan di dukung oleh keluarga terdekat untuk mengingatkan informan agar minum obat setiap hari dan menemani informan untuk mengambil obat. Motivasi eksternal bagi PMO adanya dukungan, kasih sayang serta perawatan yang baik akan membantu mempercepat kesembuhan penderita Tuberkulosis paru. Pentingnya kesinambungan sampai akhirnya masa pengobatan. Disarankan bagi informan agar memotivasi penderita TB paru yang masih dalam proses pengobatan ataupun belum sembuh agar dapat sembuh sesuai dengan waktu pengobatan dan tidak terputus sampai akhir pengobatan. Bagi instansi puskesmas agar meningkatkan program promosi kesehatan dengan keterampilan khusus petugas untuk memberikan konseling bagi penderita TB yang masih dalam pengobatan.
Pengaruh Terapi Reminiscence Terhadap Harga Diri Lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Madepan Mulia; Rina Mariani; Deni Metri
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.12701

Abstract

The number of elderly tends to increase every year. An increase in the number of elderly is also usually followed by physical, mental, spiritual, economic and social changes. The aging process has an impact on a decrease in physical, mental, psychosocial conditions, changes related to work and the social role of the elderly. Problems in the elderly can cause stress which is characterized by feelings of uselessness, not needed and feelings of being left out. This situation has the potential to cause problems in the elderly, one of which is low self-esteem. The aim of the study was to determine the effect of reminiscence therapy on the self-esteem of the elderly at the UPTD Tresna Werdha Natar Elderly Social Services. This study used a quantitative method with a quasi-experimental design with a pre-post test without a control group using a purposive sampling technique and a random sampling method with a total sample of 30 respondents. The samples taken were the elderly who experienced low self-esteem with a score <15. The researcher used the Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) questionnaire to measure the self-esteem of the elderly. The results showed that after being given reminiscence therapy in the elderly there was an increase in self-esteem. Nurses are expected to be able to provide reminiscence therapy to the elderly who experience low self-esteem.
Hubungan Perawatan Tali Pusat Menggunakan Kasa Steril Alkohol 70% Dan Perawatan Tali Pusat Menggunakan Kasa Kering Dengan Lamanya Waktu Pelepasan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir Di PMB Tahun 2019. Rika Armalini
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.14468

Abstract

Di Sumatera Barat penyebab kematian neonatal tertinggi adalah infeksi sebesar 57,1%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perawatan tali pusat menggunakan kasa steril alkohol 70% dan menggunakan kasa kering dengan lamanya pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan metode cross sectional study. Dilakukan di PMB Yulinda Laila, S.ST M.M Kes pada bulan Juli 2019. Populasi penelitian ibu yang mempunyai bayi sebanyak 128 orang, teknik pengambilan sampel secara simple random sampling diperoleh sebanyak 93 orang. Hasil analisis univariat ditemukan dari 93 responden terdapat 45,2% responden menggunakan kasa steril yang diberikan alkohol 70%, 62,5% responden menggunakan kasa kering ,dan 52,7% responden lamanya waktu pelepasan tali pusat ? 14 hari.  Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan yang bermakna antara perawatan tali pusat menggunakan kasa steril yang diberikan alkohol 70% (p value = 0,006) dan perawatan tali pusat menggunakan kasa kering (p value = 0,005) terhadap lamanya waktupelepasan talipusatpada bayibarulahir diPMBtahun2019. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan perawatan tali pusatmenggunakan kasa steril alkohol 70% dan menggunakan kasa kering dengan lamanyapelepasan tali pusat pada bayi baru lahir. Diharapkan tenaga kesehatanagar lebih memberikan edukasi dan informasi kepada ibu tentang perawatan tali pusat.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Praktik Kolaborasi Interprofesi Dan Lintas Sektor Dalam Intervensi Prioritas Penurunan Stunting Di Wilayah Puskesmas Ujungpangkah Jasmine Azzahra Maharani Suratman; Nyoman Anita Damayanti; Wardah Tsamarah Azzahla
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.14510

Abstract

Prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Ujungpangkah belum mengalami penurunan yang signifikan. Salah satu desa dengan jumlah kejadian stunting tertinggi ialah Desa Pangkahkulon dengan 24 kejadian balita stunting per Desember 2021. Prevalensi yang tidak kunjung turun disebabkan oleh penanganan stunting yang memerlukan kolaborasi dari lintas profesi dan sektor terkait. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor personal dan situasional terhadap intervensi prioritas penurunan stunting di Desa Pangkahkulon. Jenis penelitian adalah studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Besar sampel penelitian sebesar 145 responden yakni petugas penatalaksanaan stunting di Desa Pangkahkulon yang dipilih menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 32 item pertanyaan yang meliputi faktor personal (10 item), faktor situasional (10 item), dan praktik kolaborasi interprofesi dan lintas sektor (12 item). Teknik analisis data adalah regresi linier ganda menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor personal yang berpengaruh terhadap praktik kolaborasi interprofesi dan lintas sektor adalah kerja sama (p=0.007; ?=0.236) dan kemampuan berkomunikasi (p=0.041; ?=0.176) dengan nilai p< 0,05. Selain itu, faktor situasional yang berpengaruh terhadap praktik kolaborasi interprofesi dan lintas sektor adalah pemberdayaan (p=0.027; ?=0.189) dan kondisi sumber daya (p=0.000; ?=0.389) dengan p< 0,05. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa praktik kolaborasi interprofesi dan lintas sektor dalam intervensi prioritas penurunan stunting dipengaruhi oleh bekerja sama, kemampuan berkomunikasi, pemberdayaan, dan kondisi sumber daya.
Faktor Penyebab Terjadinya Kekerasan pada Anak Usia Sekolah Dalam Keluarga di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Novita Sari; Meri Neherta; Lili Fajria
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.15045

Abstract

Anak menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap kekerasan karena selalu diposisikan sebagai sosok lemah atau yang tidak berdaya. Dampak yang dialami oleh anak yang sering mengalami kekerasan mereka akan mengingat semua tindak kekerasan yang dilakukan oleh orang tuanya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya kekerasan pada anak usia sekolah dalam keluarga di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Metode penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Jumlah populasi 682 dan sampel sebanyak 252 responden secara Simple Random Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin perempuan (ibu) 182 responden (72,2%), berdasarkan usia berusia ?30 tahun 207 responden (82,1%) dan berdasarkan pekerjaan IRT 170 responden (67,4%). Berdasarkan faktor penyebab kekerasan pada anak disimpulkan bahwa responden berpengetahuan cukup tentang kejadian kekerasan pada anak 121 responden (48%), berpendidikan menengah (SMA/Sederajat) 162 responden (64,3%), memiliki sosial ekonomi rendah 151 responden (59,9%), memiliki lingkungan keluarga yang cukup baik sebanyak 110 responden (43,7%) menerapkan pola komunikasi yang kurang baik 199 responden (79%) dan yang ada melakukan kekerasan pada anak 197 responden (78%). Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi orang tua mengenai kekerasan pada anak sehingga orang tua dapat merubah sikap untuk menghindari kejadian kekerasan pada anak.
Hubungan Mekanisme Koping dengan Kualitas Hidup pada Pasien Fraktur di Poliklinik Orthopedi Rumah Sakit Bhayangkara Jambi Silvana Medilia Caesar; Luri Mekeama; Putri Irwanti Sari
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.15168

Abstract

Fraktur merupakan patah tulang yang membutuhkan penanganan dan perawatan yang tepat. Keterlambatan atau kesalahan penanganan akan menimbulkan komplikasi yang berdampak kepada kualitas hidup pasien, untuk itu dibutuhkan mekanisme koping yang baik dalam mengatasi masalah fraktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mekanisme koping dan kualitas hidup pada pasien dengan fraktur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, jumlah populasi 121 pasien fraktur, diperoleh 61 pasien sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling, alat ukur kuesioner brief COPE dan WHOQoL-BREF dengan cara wawancara terpimpin, analisis data menggunakan uji alternatif fisher’s exact test. Didapatkan karakteristik responden berdasarkan mayoritas berusia 12-25 tahun 37,7%, jenis kelamin laki-laki 65,6%, pendidikan SMA 52,5%, pekerjaan sebagai pelajar 32,8%, lama pengobatan >1-12 bulan 59%, gambaran mekanisme koping 67,2% kategori adaptif, gambaran kualitas hidup 78,7% kategori baik. Nilai p-value untuk hubungan antara mekanisme koping dan kualitas hidup adalah 0,003. Terdapat hubungan yang signifikan Mekanisme Koping dengan Kualitas Hidup pada Pasien Fraktur di Poliklinik Orthopedi Rumah Sakit Bhayangkara Jambi tahun 2023.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Booklet dan Metode Demonstrasi terhadap Pengetahuan dan Kemampuan Remaja Putri Melakukan Praktik Sadari di Daerah Pedesaan Boby Krisdianto; Natasyah Natasyah; Hema Malini
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.15301

Abstract

Angka prevalensi kanker cukup tinggi di Kecamatan Pariangan, sehingga diperlukan pencegahan dan deteksi dini kanker payudara. Sedangkan pengetahuan dan kemampuan SADARI pada remaja di SMAN 1 Pariangan masih rendah, sehingga diperlukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan SADARI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan booklet dan metode demonstrasi terhadap pengetahuan dan kemampuan remaja putri melakukan praktik SADARI di SMAN 1 Pariangan. Metode yang digunakan Pre Experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel dari penelitian ini siswi kelas XI SMAN 1 Pariangan, berjumlah 76 orang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dengan teknik pengolahan data uji Wilcoxon. Pengumpulan data menggunakan instrumen pengetahuan dan kemampuan SADARI. Hasil penelitian sebelum intervensi 37 responden (48,7%) memiliki pengetahuan kurang, sesudah intervensi 59 responden (77,6%) memiliki pengetahuan baik (p value = 0,000). Sebelum intervensi 72 responden (94,7%) memiliki kemampuan kurang, sesudah intervensi 63 responden (82,9%) memiliki kemampuan baik (p value = 0,000). Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan booklet dan metode demonstrasi terhadap pengetahuan dan kemampuan remaja putri dalam melakukan praktik SADARI. Diharapkan pendidikan kesehatan SADARI menjadi salah satu program penyuluhan kesehatan reproduksi remaja bagi Instansi terkait baik sekolah maupun puskesmas setempat.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Kehamilan pada Inseminasi Intrauterin Nadila Nadila; Haryo Pambudi
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.15315

Abstract

Infertilitas merupakan kondisi pada seseorang atau pasangan yang sudah menikah namun tidak memiliki kemampuan untuk hamil secara spontan setelah satu tahun. melakukan aktivitas seksual secara teratur tanpa kontrasepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi keberhasilan kehamilan pada inseminasi intrauterine. Studi ini merupakan komponen dari penyelidikan kualitatif yang menggunakan metodologi tinjauan sistematis. Memanfaatkan bukti berbasis bukti sebelumnya melalui tinjauan, evaluasi, evaluasi terstruktur, klasifikasi, dan kategorisasi dikenal sebagai tinjauan sistematis. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, bahwa faktor yang mempengaruhi keberhasilan kehamilan pada inseminasi intrauterine adalah : 1) karakteristik sperma post wash Persiapan sperma merupakan salah satu proses yang dilakukan selama inseminasi intra uterin. Untuk mendapatkan sperma berkualitas tinggi yang akan membuahi sel telur adalah tujuan dari persiapan sperma. Sebelum berinteraksi dengan ovum, sperma terlebih dahulu harus melalui tahap pematangan akhir. 2) Keberhasilan berdasarkan faktor usia. Usia memiliki dampak penting pada tingkat keberhasilan setelah inseminasi. Tingkat kehamilan per pasien secara signifikan lebih tinggi untuk wanita di bawah usia 25 tahun dibandingkan dengan wanita berusia 35 hingga 39 tahun. Implikasi penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran terkait faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan Kehamilan Pada Inseminasi Intrauterin.  
Pengaruh Terapi Relaksasi Terhadap Manifestasi Klinis Hipertensi Di Desa Licin Risma Aulia Rahman; Ahmad Purnama Hoedaya; Dedah Ningrum; Popon Haryeti
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.15633

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu penyakit kronis yang berisiko mengalami Penyakit Jantung Koroner (PJK), gagal ginjal, gangguan fungsi saraf, menyebabkan stroke bahkan menyebabkan kematian. Hipertensi yaitu dimana kondisi tekanan darah seseorang menunjukkan nilai sistolik ? 140 mmHg dan besar nilai diastolik ? 90 mmHg. Manajemen dari pengendalian hipertensi dapat dilakukan secara non farmakologi yaitu terapi relaksasi otot progresif dan napas dalam. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh terapi relaksasi terhadap manifestasi klinis hipertensi. Dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dan desain one group pre-posttest yaitu satu kelompok intervensi tanpa kelompok kontrol, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang menggunakan teknik kriteria purposive sampling. Berdasarkan hasil data diperoleh rata-rata tekanan darah sebelum dilakukan tindakan terapi yaitu 149,46/92,58 mmHg, rata-rata nadi yaitu 83,88x/menit dan rata-rata pusing bernilai 0,76 dan setelah diberikan terapi diperoleh rata-rata tekanan darah sesudah dilakukan tindakan terapi yaitu 141,50/90,17 mmHg, rata-rata nadi yaitu 79,82x/menit dan rata-rata pusing bernilai 0,60. Penggunaan terapi relaksasi terhadap manifestasi klinis hipertensi berupa perubahan nilai tekanan darah, nadi dan pusing memiliki pengaruh yang baik dibuktikan dengan perolehan nilai signifikan dengan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 maka hipotesis H1 diterima dengan adanya pengaruh terapi relaksasi terhadap manifestasi klinis hipertensi.

Page 32 of 242 | Total Record : 2415