cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN PENGGUNA PENGOBATAN AKUPUNKTUR MENURUT UU NO. 36 TAHUN 2009 DAN KEMENKES NO. 1076/MENKES/SK/VII/2003 Abdi Kurniawan Purba; Redyanto Sidi
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap pasien pengguna pengobatan akupunktur yang terkait dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1076/MENKES/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang terkait serta pendapat praktisi dan akademisi dalam bidang hukum kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 mengakui pengobatan tradisional, termasuk akupunktur, sebagai bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Pasien pengguna pengobatan akupunktur dilindungi oleh aturan tersebut dalam hal hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1076/MENKES/SK/VII/2003 memberikan pedoman lebih lanjut terkait penyelenggaraan pengobatan tradisional, termasuk syarat dan kualifikasi yang harus dipenuhi oleh praktisi akupunktur. Regulasi ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan keamanan pengobatan akupunktur yang diberikan kepada pasien. Namun, terdapat tantangan dalam implementasi perlindungan hukum terhadap pasien pengguna pengobatan akupunktur. Beberapa praktisi akupunktur mungkin tidak memiliki izin atau tidak memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan dalam peraturan tersebut. Hal ini dapat mengancam keselamatan dan kesejahteraan pasien. Untuk meningkatkan perlindungan hukum terhadap pasien pengguna pengobatan akupunktur, diperlukan langkah-langkah seperti peningkatan pemahaman masyarakat, penegakan hukum yang lebih ketat terhadap praktisi yang melanggar aturan, serta pengawasan yang lebih efektif terhadap penyelenggaraan pengobatan akupunktur
ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM BAGI DOKTER ATAS TINDAKAN ABORTUS PROVOCATUS TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN YANG HAMIL Rumahorbo, Hetty Okamona; Sidi, Redyanto
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16178

Abstract

Aborsi adalah tindakan pengguguran kehamilan. Di Indonesia, tindakan ini dilarang dan dikenai sanksi hukum berdasarkan Bab Kejahatan terhadap nyawa dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Meski dilarang secara hukum, praktik aborsi tetap saja marak, dikarenakan regulasi dan hukum yang kurang memahami berbagai alasan mendesak yang mendorong perempuan untuk melakukan aborsi. Secara garis besar, aborsi dapat dibedakan menjadi dua jenis: aborsi yang tidak disengaja dan aborsi yang disengaja. Aborsi tidak disengaja adalah pengguguran yang terjadi tanpa tindakan tertentu. Sedangkan aborsi yang disengaja adalah pengguguran yang disebabkan oleh suatu tindakan tertentu. Aborsi yang disengaja ini bisa dibagi lagi menjadi dua, yaitu aborsi articialis therapicus dan aborsi procatus criminalis. Aborsi articialis therapicus adalah pengguguran yang dilakukan dokter berdasarkan alasan medis untuk menyelamatkan ibu. Sedangkan aborsi provocatus criminalis adalah pengguguran yang dilakukan tanpa alasan medis, misalnya untuk menutupi hubungan seksual di luar nikah atau untuk mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan. Menurut undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, tindakan aborsi yang sah dan tidak melanggar hukum dapat dilakukan oleh tenaga medis jika: ada indikasi kedaruratan medis sejak awal kehamilan yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, penderita penyakit genetik berat dan tidak dapat diperbaiki, atau kehamilan akibat pemerkosaan yang dapat menimbulkan trauma psikologis bagi korban. Pelanggaran hukum dalam pelaksanaan aborsi berdasarkan undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan pasal-pasal yang ada dalam KUHP (abortus criminalitas). Namun, tindakan aborsi yang dilakukan demi keselamatan ibu dan dapat dibuktikan secara medis (abortus meditrialis atau abortus thrapupatic) tidak akan dikenakan hukuman
A Bibliometric Analysis of The Schizophrenia Publications of South East Asia in 2002-2023 Lathifah Nudhar; Rizma Adlia Syakurah; Haerawati Idris; Muhammad Syahrul Ramadhan
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16247

Abstract

Aims: We intend to do examine the productivity in literature related to schizophrenia in South East Asia trends in over 2 decades using bibliometric analysis. Method: We performed a systematic search through Web of Science Core Collection (WoSCC) database to searched articles related to schizophrenia between 1 January 2002 and 1 June 2023 and refined by Countries/Regions of 11 South East Asia countries. After filtering irrelevant publications, the VOSviewer later processed the informations and give visualizations of publications maps such as keywords, country, institutions, country, etc. Results: Of the total 876 literatures from Web of Science Core Database identified, 301 articles included in further analysis. There were increasing number of article related to schizophrenia published from 2002 to 2023. The analysis of selected keywords grouped them into six clusters according to similar topic. Analysis based on country revealed that Singapore published the most number of publications (41%) followed by Malaysia (29%) of total 301 articles. Analysis of authors showed that most of the top 10 authors were from Singapore with the highest paper was conducted by Chong SA with 50 total publications (16.6%). Conclusion: The research on schizophrenia mainly related to pharmacological treatment, psychosocial impact, comorbidities and pathophysiology. The research related to mental health policy and community based services stil need further explorations Keywords: Bibliometric, Schizophrenia, Publications
Hubungan Karakteristik Nyeri dengan Kualitas Tidur Lansia Gout Arthritis Erlin Youlandari; Reni Zulfitri; Aminatul Fitri
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16281

Abstract

Nyeri pada gout arthritis memiliki karakteristik yang khas dibandingkan nyeri akibat penyakit lain. Nyeri menyebabkan terganggunya aktivitas seseorang, termasuk kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan karakteristik nyeri dengan kualitas tidur lansia gout arthritis di Puskesmas Rejosari. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 63 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan 63 responden yang merasakan intensitas sedang sebanyak 35 orang (55.6%), waktu muncul nyeri pada pagi hari 28 orang (44.4%), frekuensi munculnya nyeri sering sebanyak 27 orang (42.9) dan responden dengan kualitas tidur yang baik sebanyak 38 orang (69.3%). Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukkan adanya hubungan antara intensitas nyeri dan kualitas tidur lansia gout arthritis dengan p value (0.005) < ? (0.05). Kemudian ditemukan adanya hubungan antara waktu timbul nyeri dan kualitas tidur lansia gout arthritis dengan p value (0.003) < ? (0.05). Selanjutnya ditemukan adanya hubungan antara frekuensi munculnya nyeri dan kualitas tidur lansia gout arthritis dengan p value (0.001) < ? (0.05). Kualitas tidur lansia gout arthritis memiliki korelasi dengan karakteristik nyeri yang dirasakan.
Scale Up Nanostructured Lipid Carrier (NLC) Koenzim Q10 Menggunakan Matriks Lipid Asam Stearat-Isopropil Palmitat Gracia Juanita; Ni Luh Dewi Aryani
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16287

Abstract

Overexposure to the sun can lead to the production of reactive oxygen species (ROS), which accelerates the aging process of the skin. The formation of ROS can be prevented with antioxidant compounds. Coenzyme Q10 is a lipophilic antioxidant because it has 10 isoprene side chains, causing coenzyme Q10 to have low skin penetration ability. Thus, the Coenzyme Q10 Nanostructured Lipid Carrier (NLC) technology was created to improve coenzyme Q10's skin penetration. This research examined the physicochemical properties of scaled-up Coenzyme Q10 NLC formulation. The method used is High Shear Homogenization HSH), by testing two formulas, namely F1 with 20% surfactant content and 30% surfactant F2. The results obtained for the physicochemical characteristics of F1 and F2 were seen from the organoleptic parameters which were yellowish in color, semisolid, and had a characteristic odor of fat; viscosity (825.60±537.63cps; 2588.33±584.42cps), pseudoplastic flow properties; pH (5,74±0,057; 5,80±0,021), particle size (592,33±158,19nm; 257,5±39,53nm), zeta potential (-12,73±18.5mV; -36, 1±20.91mV), polydispersity index (0,461±0,129; 0,223±0,104), spherical and smooth surface morphology; decreased and increased peak height at º2Th (21.5645, 23.005; 18.9246, 22.9967), and no interaction was found between the active ingredient and the carrier. This study finds that a successful formulation of coenzyme Q10 NLC has been made.
Tanggung Jawab Hukum Dokter Gigi Atas Terjadinya Risiko Terhadap Pemasangan Implan Gigi Pada Pasien Mela Karina Maya Riza; Ninis Nugraheni
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16371

Abstract

The development of dental implant science and technology has developed rapidly, the installation of dental implants is an option in replacing missing teeth. Recently, the construction of denture bridges with implant supports has been widely used and is often successful, however this does not rule out the possibility of failure in dental implant treatment. Granting additional authority to dentists with the aim of equal distribution of health services in Indonesia, there are no rules that clearly regulate the authority of dentists in placing implant dentures. This research is structured using the type of normative legal research, namely research that is focused on examining legal norms in an applicable statutory regulation related to the subject matter. The purpose of this study was to analyze the authority of dental implant placement by dentists and to analyze the legal consequences associated with the risk of dental implant placement in patients. The results of this study indicate that dental implants are the clinical authority of specialist dentists, dentists' authority in installing dental implants is limited to theoretical understanding, regarding various types of dental implant therapy, mastering application theories in dental implant cases only. Regarding the risk of failure in installing dental implants by dentists, legal remedies that can be taken by patients for losses experienced are by way of a civil suit to the local district court on the basis of liability for losses due to unlawful acts
Hubungan Self Efficacy Dengan Penerimaan Diri Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Riska Noviani; Bayhakki Bayhakki; Tesha Hestyana Sari
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16380

Abstract

Penyakit ginjal kronik merupakan kondisi penurunan pada fungsi ginjal yang progresif dan irreversible ditandai dengan terjadinya penumpukan cairan dan uremia serta adanya penurunan laju filtrasi glomerulus di dalam darah. Salah satu terapi yang dilakukan adalah Hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan penerimaan diri pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan deskripsi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 58 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian dari 36 responden dengan tingkat self efficacy tinggi terdapat 19 responden (52,8%) yang memiliki penerimaan diri baik dan 17 responden (47,2%) memiliki penerimaan diri sedang. Dari 22 responden dengan self efficacy sedang terdapat 4 responden (18,2%) memiliki penerimaan diri baik dan 18 responden (81,8%) memiliki penerimaan diri sedang. Hasil uji statistik chi square menunjukkan nilai p value 0,019 yang artinya p value < ? (0,05). Penelitian ini diharapkan menjadi bahan acuan bagi penderita penyakit ginjal kronik agar lebih meningkatkan self efficacy dan penerimaan diri terhadap penyakitnya.
Evaluation of the Accuracy of Medical Terminology and Its Relationship to the Accuracy of Clinical Coding in Health Facilities: Systematic Literature Review Firdayana Firdayana; Mieke Nurmalasari; Hosizah Hosizah; Sandra Hakiem Afrizal
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16381

Abstract

Clinical Coding will be accurate if the proper medical language is used while writing. Clinical coding that is appropriate may help healthcare organizations with things like accurate care, billing for services, strategic planning, and statistical and financial analysis. The purpose of the study, which employed a methodical literature analysis, was to ascertain the link between the clinical coding accuracy in healthcare institutions and the correctness of medical terminology. This study is an organized review of the literature. Google Scholar, Garuda, Neliti, the Indonesian Scientific Journal Database (ISJD), Semantic Scholar, PubMed, and ScienceDirect are the databases that were used. PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analysis) is the strategy used for the literature selection. The Reinforcement of Observational investigation Reporting in Epidemiology (STROBE) tool was used to evaluate the caliber of the literature in this investigation. The study's findings show that the average value of clinical coding accuracy in healthcare facilities is 48%, with 14 articles having accuracy levels above or below 50%. The average value of medical terminology accuracy in healthcare facilities is 55%, with 11 articles having accuracy levels below 50. Up to 79% of the study's findings indicated a connection between the precision of clinical coding and the precision of medical language. Comparatively, 21% of respondents claimed there was no connection between clinical coding accuracy and medical terminology correctness.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi Helni Yusriya Safitri; Kamariyah Kamariyah; Luri Mekeama
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16383

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang disebut sebagai the silent killer karena umumnya terjadi tanpa adanya tanda dan gejala. Oleh karena itu, diperlukan perilaku pengendalian tekanan darah yang berperan dalam pengubahan derajat kesehatan. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penguat yang mendukung terbentuknya perilaku tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasional dan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non probability sampling jenis accidental sampling. Berdasarkan analisis data, responden yang mendapatkan dukungan keluarga dengan kriteria baik sebanyak 71,3%, responden yang memiliki perilaku pengendalian tekanan darah dengan kriteria baik sebanyak 75%, dan berdasarkan uji statistik Spearman’s Rho didapatkan nilai sig. (2-tailed) yaitu 0,000 dan angka koefisien korelasi 0,723**. Dari 108 responden, dukungan keluarga dan perilaku pengendalian tekanan darah yang paling banyak yaitu dalam kriteria baik dan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi tahun 2023.
Hubungan Psychological Distress dengan Kualitas Hidup pada Pasien Kanker Payudara Post Mastektomi Prapita Apriliani; Nurul Huda; Masrina Munawarah Tampubolon
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16392

Abstract

Pasien kanker payudara post mastektomi rentan mengalami psychological distress. Psychological distress adalah keadaan negatif kesehatan mental yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang. Permasalahan fisik dan mental pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas hidup pada pasien kanker payudara post mastektomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara psychological distress dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara post mastektomi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sebanyak 65 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Distess Thermometer (DT) untuk psychological distress dan WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 32 responden tidak mengalami psychological distress memiliki kualitas hidup tinggi (86,5%), 5 responden tidak mengalami psychological distress memiliki kualitas hidup rendah (13,5%), 8 responden mengalami psychological distress memiliki kualitas hidup tinggi (28,6%), dan 20 responden mengalami psychological distress memiliki kualitas hidup rendah (71,4%). Terdapat hubungan yang bermakna antara psychological distress dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara post mastektomi dengan p value (0,000) < alpha (0,05).

Page 34 of 242 | Total Record : 2415