Jurnal Ners
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles
1,943 Documents
PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA HIPERUREMIA DI RUMAH SEHAT KHAIRA BANGKINANG
NENENG FITRIA NINGSIH
Jurnal Ners Vol. 1 No. 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.426 KB)
|
DOI: 10.31004/jn.v1i2.116
Kejadian gout di Indonesia terus meningkat dan bertambah banyak.Pada tahun 2012 adalah sebesar 24,3% pada laki-laki dan 11,7% pada perempuan menderita gout. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap penurunan kadar asam urat pada penderitah iperurisemia. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimen. Menggunakan two group pre testpost test design. Jumlah sampel masing-masing 30 orang pada kelompok kasus dan kelompok kontrol. Analisis data yang di gunakan adalah uji tdependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kasus dan kelompok kontrol, sebagian besar pasien berumur > 50 tahun yaitu sebanyak 12 orang (40%) pada kelompok kasus dan 11 orang (36.7%) pada kelompok kontrol. Sebagian besar responden pada kelompok kasus dan control berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 14 orang (46.7%) dengan pekerjaan sebagai petani yaitu sebanyak 12 Orang  (40.0 %) pada kelompok kasus dan 13 (43.3%) pada kelompok kontrol.. Terlihat nilai mean perbedaan kadar asam urat antara sebelum dibekam dan setelah dibekam adalah 2.620 dengan standar deviasi 1.530. Hasil uji statistic didapatkan nilai p= 0.000 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata antara kadar asam urat sebelum dilakukan terapi bekam dan setelah dilakukan terapi bekam. Diharapkan masyarakat agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang asam urat dan menjaga pola makan sehingga tidak terjadi peningkatan asam urat (hiperurisemia). Di sarankan kepada penderita asam urat agar rutin untuk melakukan bekam untuk menurunkan kadar asam urat minimal satu kali dalam satu bulan. Mengingat hasil penelitian ini mampu berkontribusi dalam mengatasi masalah asam urat.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN KEPATUHAN PERAWAT MELAKSANAKAN HANDHYGIENE SEBAGAI TINDAKAN PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT AH TAHUN 2019
RIANI RIANI;
SYAFRIANI SYAFRIANI
Jurnal Ners Vol. 3 No. 2 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (731.183 KB)
|
DOI: 10.31004/jn.v3i2.405
Infeksi nosokomial yang terjadi pada pasien, baru bisa dikategorikan apabila saat pasien mulai dirawat di rumah sakit tidak didapatkan infeksi atau tanda-tanda klinik dari infeksi, dan tidak sedang dalam masa inkubasi dari infeksi. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan mempunyai peranan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif dan efisien yang menjamin patient safety sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Salah satu indikator patient safety adalah pengurangan resiko infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 tahun 2008 mengenai Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit dalam menetapkan standar kejadian Infeksi nosokomial di rumah sakit ≤ 1,5%. Salah satu upaya pencegahan infeksi nosokomial dengan melakukan hand hygiene Kasus infeksi nosokomial pada salah satu rumah sakit di wilayah pekanbaru kasus phlebitis pada tahun 2018 sebanyak 6.55%. hal itu berkaitan dengan motivasi dan kepatuhan perawat dalam melakukan hand hygiene namun pada kenyataannya kepatuhan dalam melaksanakan hand hygiene oleh perawat hanya mencapai sekitar 56.3 %. Tujuan peneliitan ini untuk menganalisa hubungan motivasi dan kepatuhan perawat dalam melakukan hand hygiene. Desain penelitian yang digunakan cross sectional, yang menjadi populasi dan sampel yaitu seluruh perawat ruangan rawat inap dengan jumlah 47 orang perawat. Hasil penelitian diperoleh bahwa (P
PENGARUH SENAM TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN TAHUN 2016
RIDHA HIDAYAT
Jurnal Ners Vol. 1 No. 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.593 KB)
|
DOI: 10.31004/jn.v1i1.89
Diabetes mellitus merupakan penyakit yang berjangka panjang maka bila diabaikan komplikasi penyakit diabetes mellitus dapat menyerang seluruh anggota tubuh yang di akibatkan dari kadar gula darah yang tidak terkontrol pada pengidap diabetes. Dampak dari Diabetes Mellitus ini dapat berupa gangguan makrovaskuler maupun mikrovaskuler seperti penyakit jantung, penyakit vaskuler perifer, gagal ginjal, kerusakan syaraf dan kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Puri Husada Tembilahan Tahun 2016. Penelitian bersifat eksperimen dengan desain eksperimen semu. Populasi penelitian sebanyak 107 orang, dengan sampel  sebanyak 20 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisi data menggunakan uji willcoxon dengan hasilpenelitianmenunjukkan ada pengaruh senam diabetes terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan nilai p value 0,000. Disarankanbagiselingkungan RSUD Puri Husada agar selalu memberikan penyuluhan-penyuluhan terhadap penyakit diabetes mellitus dan instruktur senam diabetes agar lebih memperhatikan penderita diabetes dengan menambah waktu latihan terhadap penderita diabetes mellitus dalam melakukan kegiatan senam diabetes.
HUBUNGAN DURASI BERMAIN VIDIO GAME DENGAN KETAJAMAN PENGLIHATAN PADA ANAK SEKOLAH DI SDN 007 PULAU BIRANDANG
RINDA FITHRIYANA
Jurnal Ners Vol. 3 No. 2 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.855 KB)
|
DOI: 10.31004/jn.v3i2.396
Vision is one of the most important factors in all aspects of life including in the educational process. Although its function for human life is very important, but often eye health is less noticed, so many diseases that attack the eye are not treated properly and cause vision problems. In 2013 the prevalence of visual acuity disorders in school-age children in Indonesia increased due to activities in front of the electronic media screen such as playing video games. The purpose of this study was to determine the relationship of the duration of playing video games with visual acuity in school children at SDN 007 Birandang Island in 2017. The design of this study was analytic with cross sectional design. The population in this study were all students in grade V and VI SDN 007 Birandang Island, amounting to 85 people, using a sampling technique with total sampling. The results showed that the majority of respondents played video games> 2 hours (60%), the majority of respondents had abnormal vision as many as 44 people (51.8%). The results showed that there is a relationship between the duration of playing video games with visual acuity in school children at SDN 007 Birandang Island in 2017. It is hoped that the school can create a new program in the form of extracurricular activities that are made as attractive as possible to divert student activities from playing video games.
Survey Sanitasi Lingkungan Penderita Common cold di Kabupaten Kampar
APRIZA APRIZA;
NENENG FITRIA NINGSIH
Jurnal Ners Vol. 2 No. 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (644.631 KB)
|
DOI: 10.31004/jn.v2i2.190
Data sepuluh penyakit terbanyak di Kabupaten Kampar dalam beberapa tahun terakhir di dominasi oleh tingginya angka prevalensi penyakit Common Cold. Pada tahun 2016 angka prevalensi mencapai 13.413 penderita. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini banyak menyebar dikalangan anak-anak hingga dewasa. Penting untuk dilakukan penelitian terkait faktor risiko yang berkontribusi terhadap tingginya kasus ini dimasyarakat. Dari teori yang dikemukakan oleh Hendri L.Blum, Lingkungan merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan. Lingkungan ini erat kaitannya dengan peningkatan penyebaran virus dimasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan survey tentang sanitasi lingkungan rumah penderita Common Cold meliputi : Ventilasi, pencahayaan, kelembaban, jumlah hunian, sumber air bersih, sampah, dan SPAL di kabupaten Kampar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita Common Cold di wilayah kerja Puskesmas Kuok yang berjumlah 132 responden . Teknik pengambilan sampel yang digunakan berupa purposive sampling. Sedangkan disain penelitian yang digunakan adalah metode survey pendekatan cross sectional. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar checklist, observasi dan lembar wawancara kepada responden. Hasil penelitian yang didapat adalah terdapat 74 responden (56.06%) yang memiliki Ventilasi rumah yang tidak baik. 70 responden (53.03%) yang memiliki Kelembaban rumah yang tidak Memenuhi syarat. 70 responden (53.03%) yang memiliki pencahayaan rumah yang tidak baik, 85 responden (64.39%) yang memiliki kepadatan hunian yang baik, 70 responden (53.03%) yang memiliki SPAL memenuhi syarat. 74 responden (56.06%) yang memiliki Pembuangan sampah Memenuhi syarat. 112 responden (84.84%) yang memiliki ketersediaan air bersih sehat
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PERAWATAN LUKA MODERN “MOIST WOUND HEALING†DAN TERAPI KOMPLEMENTER “NaCl 0,9% + MADU ASLI†TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA KAKI DIABETIK DERAJAT II DI RSUD BANGKINANG
RIANI RIANI;
FITRI HANDAYANI
Jurnal Ners Vol. 1 No. 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.9 KB)
|
DOI: 10.31004/jn.v1i2.121
Masalah pada kaki diabetik misalnya ulserasi, infeksi dan gangren merupakan penyebab umum perawatan di rumah sakit bagi para penderita diabetes. Perawatan rutin ulkus, pengobatan infeksi, amputasi dan perawatan dirumah sakit membutuhkan biaya yang sangat besar tiap tahun dan menjadi beban yang sangat besar dalam sistem pemeliharan kesehatan. (Smeltzer dan Bare, 2002). Berbagai cara digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka kaki diabetik diantaranya perawatan luka modern dan terapi komplementer. Perawatan luka modern menggunakan metode moist wound healing dan terapi komplementer menggunakan Nacl 0,9% + madu asli. Saat ini seluruh rumah sakit di Bangkinang hanya berpusat pada Nacl 0,9% + kasa saja dalam perwatan luka kaki diabetik pasien, belum menggunakan metode perawatan luka yang lain padahal sudah banyak perawatan luka yang sudah berkembang dengan pesat di Indonesia. Basri (2015) menunjukan Perawatan luka kaki menggunakan metode konvensional cukup banyak mengeluarkan biaya perawatan bagi pasien dibandingkan dengan metode modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan efektifitas perawatan luka modern Moist Wwound Healing dan terapi komplementer Nacl 0,9% + madu asli terhadap penyembuhan luka kaki diabetik derajat II di RSUD Bangkinang. Penelitian ini bersifat eksperiment dengan rancangan pre post one group with control. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menderita luka kaki diabetik derajat II di RSUD Bangkinang. Hasil penelitian menunjukkan perawatan luka mengguankan MWH lebih efektif dibandingkan NaCl0.9%+Madu asli. Dianjurkan untuk tenaga kesehatan untuk melakukan teknik MWH pada luka diabetik pasien DM agar biaya perawata lebih murah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PENDERITA HIPERTENSI TENTANG HIPERTENSI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPA TAHUN 2019
DEWI ANGGRIANI HARAHAP;
NIA APRILLA;
OKTARI MULIATI
Jurnal Ners Vol. 3 No. 2 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (785.015 KB)
|
DOI: 10.31004/jn.v3i2.493
Pengetahuan yang harus dimiliki oleh pasien hipertensi meliputi arti penyakit hipertensi, penyebab hipertensi serta pentingnya melakukan pengobatan yang teratur serta mengetahui bahaya yang ditimbulkan jika tidak minum obat. Kepatuhan dalam mengkonsumsi sangat penting dilakukan untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan penderita hipertensi tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kampa. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan crosssectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 Juni- 1 Juli Tahun 2019 dengan jumlah sampel 70 orang penderita hipertensi. Sampel dalam penelitian ini yaitu penderita hipertensi yang berobat ke Puskesmas Kampa dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengolahan data menggunakan ujichi-square. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan pengetahuan penderita hipertensi tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi dengan nilai p = (0,014) ≤ (0,05). Diharapkan kepada penderita hipertensi untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasannya mengenai hipertensi sehingga bisa meningkatkan kepatuhan minum obat sesuai anjuran dokter agar terhindar dari resiko komplikasi yang akan terjadi.
THE INFLUENCE OF BENSON RELAXATION TOWARDS THE LEVEL OF ANXIETY IN CERVICAL CANCER PATIENTS IN INPATIENT WARD OF CAMAR III AT GENERAL HOSPITAL OF ARIFIN ACHMAD PEKANBARU 2015
YENNY SAFITRI
Jurnal Ners Vol. 1 No. 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.452 KB)
|
DOI: 10.31004/jn.v1i1.96
One of the therapy that can reduce anxiety is Benson relaxation. This therapy will inhibit the activity of the sympathetic nervous which will reduce oxygen consumption by the body and then the muscles are relaxed, causing a feeling of calm and comfortable. This study uses a quasi-experimental research design, with the approach of pretest-posttest design with control group, involving the control group in addition to the experimental group. With the use of accidental sampling technique then set 30 as sample. The measurement of anxiety exerts performed before and after treatment using Ratting Hamilton Anxiety Scale (HARS) the intervention is given for 1 week. The results of statistical tests using independent t test obtained p-value = 0.000 significant p-value <0.05 then Ho is rejected, which means that the influence of Benson relaxation on the level of anxiety in patients with cervical cancer before and after Benson relaxation therapy.
PENGARUH PEMBERIAN SARI PATI BENGKUANG (Pachyrhizus Erosus) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II USIA 40-50 TAHUN DI KELURAHAN BANGKINANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKINANG KOTA TAHUN 2018
YENNY SAFITRI;
IKA NURHAYATI
Jurnal Ners Vol. 3 No. 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (630.343 KB)
|
DOI: 10.31004/jn.v3i1.401
Saat ini indonesia berada pada masa transisi epidemiologi. Satu pihak masih banyak penyakit infeksi di pihak lain semakin meningkatnya penyakit tidak menular, salah satunya diabetes mellitus. Diabetes mellitus banyak terjadi diusia >40 tahun. Adapun pengobatannya dapat menggunakan terapi komplementer dengan memanfaatkan sari pati bengkuang. Tujuandaripenelitianini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sari pati bengkuang terhadap kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe II. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan non randomized control group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus tipe II yang berada di Bangkinang Kota berjumlah 26 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 orang, 10 orang sebagai kelompok kasus dan 10 orang sebagai kelompok kontrol. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisa data dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil analisa menunjukkan rerata kadar glukosa darah kelompok kasus sebelum diberi sari pati bengkuang adalah 259,90 mg/dl dan setelah diberikan 185,40 mg/dl dan kelompok kontrol kadar glukosa darah sebelum adalah 238,60 mg/dl dan setelah adalah 249,20 mg/dl. Berdasarkan uji Mann Whitney U menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar glukosa darah kelompok kasus dengan pemberian sari pati bengkuang dan kelompok kontrol dengan nilai P value =0,003, a
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA JAKE WILAYAH KERJA UPTD KESEHATAN KARI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI TAHUN 2016
ALINI ALINI
Jurnal Ners Vol. 1 No. 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.512 KB)
|
DOI: 10.31004/jn.v1i1.82
Peningkatan angka harapan hidup merupakan indikator kemajuan suatu bangsa, akan tetapi hal tersebut menimbulkan suatu masalah, terutama masalah kesehatan dan kerawanan sosial akibat banyaknya lansia yang terlantar. Kelompok lansia dipandang sebagai kelompok masyarakat yang berisiko mengalami gangguan kesehatan jiwa yaitu depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian depresi pada lansia. Penelitian ini menggunakan rancangan descriptitive correlational dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Desa Jake Wilayah Kerja UPTD Kesehatan Kari. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan menjadikan seluruh lansia di Posyandu Lansia Desa Jake yang berjumlah 58 orang sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin dengan depresi pada lansia (Pv=0,000), ada hubungan antara pekerjaan dengan depresi pada lansia (Pv=0,001) ada hubungan antara status perkawinan dengan depresi pada lansia (Pv=0,004) dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan depresi pada lansia (Pv=0,003). Diharapkan kepada kader posyandu lansia memberikan bimbingan dan arahan kepada lansia, serta petugas kesehatan memberikan informasi dan penyuluhan terhadap lansia, mengingat kejadian depresi yang bisa saja dialami oleh responden atau lansia.